• Tidak ada hasil yang ditemukan

COLLUSIVE TENDERING PADA AKAD BA’I MUZAYYADAH

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "COLLUSIVE TENDERING PADA AKAD BA’I MUZAYYADAH "

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Penipuan vertikal adalah persekongkolan antara satu atau lebih penyedia barang/jasa dengan penyelenggara pengadaan barang/jasa (Panitia Tender dan/atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan/atau Pengguna Anggaran/Penguasa Pengguna Anggaran). 39 Rahfan Mokoginta, “Tender By Design Dalam Pengadaan Barang/Jasa”, di https://rahfanmokoginta.wordpress.com tender-by-design-dalam-pengadaan-. Pembangunan sarana dan prasarana tersebut tentunya harus diimbangi dengan pembelian barang dan jasa yang baik.

1 Alfian, “Pemetaan Jenis dan Risiko Fraud dalam Audit Pengadaan Barang dan Jasa”, dalam Jurnal Pengadaan, Vol. 2 Nashirotun Nisa Nurharjanti, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecurangan Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pada Instansi Publik”, dalam Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol. 8 Rahfan Mokoginta, “Tender By Design Dalam Pengadaan Barang/Jasa”, dalam https://rahfanmokoginta.wordpress.com tender-by-design-dalam-pengadaan-.

Kolusi dalam pengadaan barang/jasa (PJJ) dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu: (1) kolusi horizontal; (2) kolusi vertikal; dan (3) gabungan kolusi horizontal dan vertikal. Artinya harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang terkait dengan pengadaan barang/jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Padahal diketahui bahwa pengadaan barang dan jasa yang baik diperlukan untuk menjaga perekonomian negara tetap berjalan.

Alfian, “Pemetaan Jenis dan Risiko Kecurangan dalam Audit Pengadaan Barang dan Jasa,” dalam Jurnal Pengadaan, Vol. 4, tidak. Hary Budiarto, Potensi Kecurangan Pengadaan Barang dan Jasa”, di Deputi Bidang Informasi dan Data KPK. Nashirotun Nisa Nurharjanti, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecurangan Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pada Instansi Publik”, dalam Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol.

Rinie Arifanti, dkk. al., “Perspektif Teori Triangle Fraud dalam Pengadaan Barang/Jasa di Pemerintah Provinsi NTB”, dalam Jurnal Infestasi, Vol. 11, Nee.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Metode Penelitian

LANDASAN TEORI

Ba’i Muzayyadah

  • Pengertian Ba’i Muzayyadah
  • Dasar Hukum Ba’i Muzayyadah
  • Rukun dan Syarat Ba’i Muzayyadah

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan hukum Islam tentang tender rahasia di ba'i muzayyads. Sedangkan dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah muslihat kotor (kolusi) dalam ba'i muzayyad.

Praktek Bisnis Islam

  • Pengertian Praktek Bisnis Islam
  • Dasar Hukum Praktek Bisnis Islam
  • Tujuan Praktek Bisnis Islam
  • Prinsip-Prinsip Praktek Bisnis Islam
  • Pelanggaran dalam Praktek Bisnis Islam

Sebenarnya bentuk bisnis Islami tidak jauh berbeda dengan bisnis pada umumnya yaitu usaha memproduksi/memperoleh barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Praktek bisnis syariah adalah kegiatan bisnis yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan hukum agama Islam, dimana setiap cara memperoleh dan menggunakan harta yang diperolehnya harus sesuai dengan aturan agama Islam (halal dan haram). Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa praktik bisnis Islam adalah kumpulan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan dengan mengembangkan sumber daya menjadi barang atau jasa dengan memenuhi prinsip halal dan haram.

Praktek Bisnis Islam mengacu pada dua sumber utama, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Hadits di atas menjelaskan bahwa dengan menjalankan bisnis Islam, Anda akan mencapai derajat nabi, shidikin dan syuhada. Berdasarkan ayat dan hadits di atas, dapat dipahami bahwa bisnis Islam yang dilandasi oleh ayat-ayat Alquran dan hadits yang dalam praktiknya akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian suatu negara dan merupakan sarana ibadah kepada Allah.

Berdasarkan beberapa tujuan praktik bisnis Islam di atas, dapat dipahami bahwa tujuan praktik bisnis Islam tidak semata-mata untuk mencari keuntungan atau nilai materi, tetapi harus dapat memberikan manfaat atau manfaat non materi kepada pelaku bisnis yang akan diperolehnya. dan menyediakan. masyarakat itu sendiri dan lingkup yang lebih luas, seperti menciptakan suasana persaudaraan, kepedulian sosial, dan sebagainya. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip praktik bisnis Islami mengandung nilai-nilai moral yang bersifat universal dan dapat diterapkan dalam keadaan apa pun dan kapan pun. Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa pelanggaran dalam praktik bisnis Islam merupakan bentuk kejahatan yang disengaja, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Praktik Tender

  • Pengertian Tender
  • Dasar Hukum Tender
  • Sistem Tender
  • Kecurangan dalam Tender

Lelang adalah rangkaian kegiatan penyediaan barang/jasa dengan menciptakan persaingan yang sehat antara penyedia barang/jasa yang setara dan memenuhi persyaratan, berdasarkan cara dan tata cara tertentu yang ditetapkan dan diikuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan prinsip-prinsip sehingga provider yang dipilih adalah yang terbaik.30. 30 Iriane Cynthia Winokan, “Analisis Pengaruh Penentu Pemenang Lelang Jasa Konstruksi Terhadap Pilihan Strategi Penawaran”, (2015), dalam http://e-journal.uajy.ac.id/. 31 Galuh Kafhi Hussein, “Pengadaan Barang dan Jasa Publik melalui Proses Pengadaan yang Adil (Fairness) Berpijak pada UU No.

34 Iriane Cynthia Winokan, “Analisis Pengaruh Penentu Pemenang Lelang Jasa Konstruksi Terhadap Pilihan Strategi Tunas”, (2015), dalam http://e-journal.uajy.ac.id/. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa sistem tender pada proyek swasta dapat dibedakan menjadi dua sistem, yaitu open tender dan closed tender. Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Forensik, “Peran Auditor Internal Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Mengungkap Kecurangan”, no.: BNSP-LSP-082-ID Th.

Contoh sederhana yang sering terjadi adalah satu orang mendaftarkan beberapa perusahaan dalam satu paket pembelian barang/jasa. Contoh persekongkolan jenis ini antara lain kerjasama antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan untuk memenangkan paket pekerjaan yang ditenderkan. Pelelangan fiktif dilakukan dengan kerjasama semua pihak, baik antar pemasok sendiri, antara pemasok dengan pemasok barang/jasa, maupun antara pemasok yang membeli barang/jasa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kecurangan-Kecurangan dalam Praktik Tender

Menipu merupakan salah satu bentuk praktek sariqah (pencurian) terhadap harta orang lain dan tidak mau berlaku adil terhadap orang lain. Jadi jika Anda mencuri milik orang lain melalui penipuan timbangan dan ukuran, bahkan sedikit, itu akan mengakibatkan ancaman kecelakaan. Penipuan adalah suatu perbuatan yang disengaja untuk menipu atau mengecoh, suatu penipuan atau cara tidak jujur ​​untuk mengambil atau menghilangkan uang, harta benda atau hak-hak hukum orang lain, baik karena suatu perbuatan maupun sebagai akibat dari perbuatan itu sendiri.

Shim sebagaimana dikutip Irham Fahmi menyatakan bahwa fraud adalah tindakan yang disengaja oleh seseorang atau badan untuk menipu orang lain yang menimbulkan kerugian. Berdasarkan pemahaman tersebut, dapat dipahami bahwa menyontek sudah menjadi hal yang paling umum bahkan dalam kehidupan sehari-hari, yang mungkin sangat merugikan orang lain atau tidak. Penipuan adalah suatu perbuatan yang disengaja untuk menipu atau menipu, suatu penipuan atau cara tidak jujur ​​untuk memperoleh atau kehilangan uang, harta benda, hak-hak hukum milik orang lain, baik karena suatu perbuatan maupun sebagai akibat dari perbuatan itu sendiri.

Shim sebagaimana dikutip Irham Fahmi menyatakan bahwa fraud adalah perbuatan yang disengaja oleh seseorang atau badan untuk menipu orang lain yang menimbulkan kerugian. Pengusaha mempengaruhi juru lelang untuk mengintervensi proses pengadaan agar rekanan tertentu dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung, dan harga barang/jasa dinaikkan (ditandai), kemudian selisihnya dibagikan. Bagi pengusaha yang terpenting adalah dapat memenangkan proyek yang ditawarkan sehingga nantinya dapat menguasai pengadaan barang dan jasa yang dimiliki sehingga ketika memenangkan tender dapat dengan mudah menempati ruang untuk mendapatkan penghasilan. sebanyak mungkin. keuntungan sebanyak mungkin.

Collusive Tendering dalam Praktik Tender

Suap ini bertujuan agar pengelola pengadaan mendapatkan penawaran rekanan sehingga pengelola kegiatan menerima barang/jasa yang diberikan rekanan yang kualitas dan/atau kuantitasnya lebih rendah dari yang disepakati dalam kontrak. Merujuk pada keputusan presiden no. pembeli secara tegas dilarang melakukan pengadaan barang/jasa publik yang dapat mengakibatkan pemborosan keuangan negara. Kontrak adalah suatu bentuk perjanjian tertulis antara penyedia dan pengguna barang/jasa tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Ketidaksesuaian antara barang/jasa yang diperjanjikan dalam kontrak dengan kebutuhan instansi dan/atau masyarakat, baik dari segi jenis, kualitas maupun jumlah barang/jasa. Kontradiksi antara spesifikasi teknis barang/jasa yang diselesaikan oleh penyedia barang/jasa dengan spesifikasi teknis yang diatur dalam perjanjian/kontrak. Perbedaan antara volume (kuantitas) barang/jasa yang diselesaikan oleh pemasok barang dengan jumlah yang seharusnya sesuai dengan kesepakatan/kontrak.

Pada tahap penyusunan perhitungan harga perkiraan sendiri (HPS), modus operandi yang sering dilakukan adalah: (1) HPS disusun oleh calon pemasok barang/jasa sehingga barang/jasa dan harganya. Penunjukan langsung adalah cara pemilihan pemasok barang/jasa dengan menunjuk langsung 1 pemasok barang/jasa yang memenuhi persyaratan. Persaingan dalam pengadaan publik berarti pemasok bersaing secara independen untuk menawarkan barang/jasa dalam proses pemilihan.

Collusive Tendering Pada Akad Ba’i Muzayyadah

Proses yang dimaksud meliputi dasar hukum, ketentuan, prosedur, mekanisme, aturan main, spesifikasi barang/jasa dan segala hal yang berkaitan dengan bagaimana proses pengadaan barang/jasa dilakukan. Artinya pengadaan barang/jasa dapat diupayakan oleh semua penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan/kriteria yang ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, meski pengadaan barang dan jasa pemerintah saat ini menggunakan skema online atau menggunakan e-procurement.

Akibatnya, proyek pengadaan barang atau jasa yang seharusnya paling menguntungkan negara melalui proses lelang, berubah menjadi rangkaian praktik korupsi yang paling merugikan negara, bahkan warga negara. Penipuan dalam pengadaan barang atau jasa rupanya menjadi salah satu kasus yang paling banyak dilaporkan dan ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Faktor-faktor yang menjadikan pengadaan barang dan jasa menjadi tempat berkembang biaknya praktik korupsi antara lain adalah banyaknya uang yang beredar, tertutupnya kontak antara penyedia jasa dan panitia lelang, serta banyaknya prosedur lelang yang harus diikuti.

Keputusan Presiden no. 54 Tahun 2010 menetapkan bahwa pemerintah harus menerapkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, keterbukaan, daya saing, keadilan/nondiskriminasi dan tanggung jawab dalam pengadaan barang atau jasa publik. Selain itu, Keputusan Presiden No. kemungkinan praktik curang dalam tender bai' muzayadah dapat dihindari. Dwi Ari Wibawa, “Memahami Praktik Yang Memicu Tindak Pidana Pengadaan Barang dan Jasa Negara”, di Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Jakarta: Selasa, 4 November 2014 Enang Hidayat, Jual Beli Fiqh, Bandung: Rosdakarya Muda , 2007.

Galuh Kafhi Husein, “Pengadaan Barang dan Jasa Negara melalui Proses Pelelangan yang Adil (Keadilan) Dilihat dari UU No 5 Tahun 1999”, dalam http://digilib.unila.ac.id/2192/, diakses pada tanggal 20 Juni 2019. Rahfan Mokoginta, “Tender By Design in Procurement of Mall/Services,” di https://rahfanmokoginta.wordpress.com tender-by-design-dalam-pengadaan-barangjasa/, diakses 20 April 2019.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Anda seharusnya sedar akan diskriminasi yang wujud agar tidak ditindas dan boleh mempertahankan hak anda di dalam organisasi

Objectives: The purpose of this study was to determine the relationship between parents' educational patterns and decision-making abilities in nursing students at