• Tidak ada hasil yang ditemukan

The Correlation between Knowledge and Anxiety Levels of Young Women in Facing Menarche

N/A
N/A
Lika saputri

Academic year: 2024

Membagikan "The Correlation between Knowledge and Anxiety Levels of Young Women in Facing Menarche"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri Usia 10-13 Tahun dalam Menghadapi Menarche

(The Correlation between Knowledge and Anxiety Level of Young Women Aged 10-13 Years in Facing Menarche)

Betristasia Puspitasari1*, Dyah Ika Krisnawati2

1, 2 Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

*Email: [email protected]

Abstract

Menarche, which is often known as the beginning of maturity in girls, is usually characterized by the start of the first menstruation. Normally, the menstrual cycle proceeds regularly. Teenager who are never been informed about menstruation and reproductive health could experience anxiety when facing menarche.

Providing information early is one way to reduce anxiety and increase the knowledge of young women in facing menarche. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge and the anxiety level of girls aged 10-13 in facing menarche in RW 02 Sidomulyo Village, Semen District, Kediri Regency. The research used a correlation design with a cross-sectional approach. The population of this study was young women aged 10-13 years in RW 02 Sidomulyo Village, Semen District, Kediri Regency, which amounted to 30 respondents. The sampling technique in this study was total sampling. The types of instruments used in this study were knowledge questionnaires and HARS scale questionnaires. The data then analyzed using the Spearman Rho test. The study result showed that among 30 respondents studied, most of the respondents have enough knowledge (19 respondents; 63.3%); while about the anxiety level, most of them have mild anxiety (12 respondents; 40%). The results of the Spearman Rho test with α=0.05 obtained the p- value=0.031 (< 0.05), it is indicated that there is a correlation between knowledge and the level of anxiety of young women aged 10-13 in facing menarche. Based on the results of the study, information about menstruation should be improved by counseling, so that young women can face menarche without excessive anxiety.

Keywords: Anxiety; Knowledge; Menarche; Teenage; Young Women.

Abstrak

Menarche yang sering dikenal sebagai awal dari kematangan pada anak perempuan biasanya ditandai dengan mulainya menstruasi pertama. Pada wanita normal, siklus menstruasi berlangsung dengan teratur. Dampak dari remaja putri yang tidak pernah mendapat informasi tentang menstruasi dan kesehatan reproduksi akan mengalami kecemasan saat menghadapi menarche. Memberikan informasi secara dini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi menarche.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan Remaja Putri Usia 10-13 dalam menghadapi menarche Di RW 02 Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Desain penelitian menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri usia 10-13 tahun Di RW 02 Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yang berjumlah 30 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan dan kuesioner kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian dari 30 responden yang di teliti, sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 19 responden (63,3%) dan mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 12 responden (40%). Hasil uji spearman rho dengan α = 0,05 diperoleh nilai p-value = 0,031 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri usia 10-13 dalam menghadapi menarche. Berdasarkan hasil penelitian,

(2)

hendaknya informasi tentang menstruasi kepada remaja putri lebih ditingkatkan dengan penyuluhan dan konseling sehingga remaja putri dapat menghadapi menarche tanpa kecemasan yang berlebih.

Kata kunci: Kecemasan; Menarche; Pengetahuan; Remaja Putri.

LATAR BELAKANG

Remaja adalah seorang anak yang sedang mengalami proses perubahan menuju dewasa.

Pada masa ini mereka berada pada masa transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa yang mengalami fase perkembangan menuju kematangan secara mental, emosi, fisik, dan sosial. Pada anak laki-laki dikatakan telah memasuki masa remaja apabila ia sudah mengalami mimpi basah, sedangkan pada anak perempuan akan mengalami yang namanya menstruasi.

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa (Kusmiran, 2014).

Menarche yang sering dikenal sebagai awal dari kematangan pada anak perempun biasanya ditandai dengan mulainya menstruasi pertama seringkali dianggap sebagai momok dalam kehidupan anak perempuan yang akan menginjak masa remaja. Menarche tersebut dapat menimbulkan kecemasan, dimana kecemasan sendiri merupakan respon emosi tanpa objek yang spesifik yang secara subjectif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal. Kecemasan adalah kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan dihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya (Wati, 2013).

Menstruasi adalah keluarnya darah, mukus, dan debris-debris seluler yang berasal dari uterus secara periodik dengan siklus teratur. Pada wanita normal, siklus menstruasi berlangsung dengan teratur (Nani, 2018).

Peristiwa menarche yang tidak disertai dengan pemberian informasi atau pendidikan kesehatan tentang menstruasi atau menarche dengan benar dan tepat akan mengakibatkan munculnya gejala - gejala seperti ketidaksiapan, ketakutan, kecemasan, gangguan berupa pusing,

mual, disminorhea, haid tidak teratur dan berbagai macam gangguan lainnya (Utari, 2016).

Menurut penelitian Yunita (2019) di SD Negeri 1 Ceper Klaten didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI. Hal ini ditunjukkan dengan p- value=0,003 atau <0,05 maka ditemukan hubungan yang bermakna.

Pendidikan kesehatan tentang menstruasi merupakan suatu aplikasi atau suatu proses penyampaian informasi tentang kesehatan menstruasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja putri mengetahuai apa yang harus dilakukan di saat mengalami menarche atau menstruasi pertama. Diharapkan dengan diberikannya pendidikan kesehatan tentang menstruasi remaja putri akan merasa siap dan tidak takut atau cemas dalam menghadapi menarche (Utari, 2016).

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana hubungan pengetahuan dengan kecemasan remaja putri usia 10-13 dalam menghadapi menarche.

METODE

Metode penelitian korelasi dengan pendekatan Cross Sectional.

Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 10-13 tahun di RW 02 desa Sidomulyo kecamatan Semen Kabupaten Kediri berjumlah 30 responden dengan tehnik total sampling.

Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuanyang disusun sendiri oleh peneliti dan kuesioner skala HARS.

HASIL

Pengetahuan Remaja Putri Usia 10-13 Tahun tentang menarche

Berdasarkan pada Tabel 1 dari total 30 responden yang diteliti sebagian besar yaitu 19 responden (63,3%) mempunyai pengetahuan cukup tentang menarche.

(3)

Tabel 1

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Putri Usia 10-13 Tahun tentang Menarche No Pengetahuan Frekuensi Persentase

1 Baik 7 23,3

2 Cukup 19 63,3

3 Kurang 4 13,4

Total 30 100

Tingkat Kecemasan Remaja Putri Usia 10-13 Tahun dalam Menghadapi Menarche

Tabel 2

Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Remaja Putri Usia 10-13 Tahun dalam Menghadapi

Menarche

No Kecemasan Frekuensi Persentase 1 Tidak

Cemas

9 30

2 Ringan 12 40

3 Sedang 8 26,7

4 Berat 1 3,3

5 Sangat Berat

0 0

Total 30 100

Berdasarkan pada Tabel 2 dari total 30 responden yang diteliti sebagian besar yaitu 12 responden (40%) mempunyai tingkat kecemasan ringan dalam menghadapi menarche.

Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri Usia 10-13 tahun dalam menghadapi menarche

Dari Tabel 3 didapatkan hasil bahwa dari total 30 responden, responden yang mempunyai pengetahuan baik sebagian besar tidak ada kecemasan sebanyak 4 responden (13,4%).

Responden yang berpengetahuan cukup sebagian besar mempunyai tingkat kecemasan ringan sebanyak 9 responden (30%) sedangkan responden yang berpengetahuan kurang sebagian besar mempunyai tingkat kecemasan sedang sebanyak 3 responden (10%).

Hasil uji spearman rho dengan α=0,05 diperoleh nilai p-value=0,031 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri usia 10-13 dalam menghadapi menarche.

Tabel 3

Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri Usia 10-13 Tahun dalam Menghadapi Menarche

No Pengetahuan

Tingkat Kecemasan

Jumlah Tidak Cemas Ringan Sedang Berat Sangat

Berat

% % % % % %

1 Baik 4 13,4 2 6,7 1 3,3 0 0 0 0 7 23,3

2 Cukup 5 16,6 9 30 4 13,4 1 3,3 0 0 19 63,3

3 Kurang 0 0 1 3,3 3 10 0 0 0 0 4 13,4

Total 9 30 12 40 8 26,7 1 3,3 0 0 30 100 Uji Spearman rho α = 0,05 p = 0,031

PEMBAHASAN

Menurut Ariani (2014) pengetahuan (knowledge) merupakan hasil rasa keingintahuan manusia terhadap sesuatu dan hasrat untuk meningkatkan harkat hidup sehingga kehidupan menjadi lebih baik dan nyaman yang berkembang sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia baik dimasa sekarang maupun dimasa depan.

Setiap individu membutuhkan pengetahuan agar dapat berperilaku sesuai dengan

pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu tidak hanya sekedar tahu akan tetapi pemahaman yang mendalam juga diperlukan untuk menjadi modal dalam mengaplikasikannya.

Dari hasil penelitian Berdasarkan pada Tabel 1 dari total 30 responden yang diteliti sebagian besar yaitu 19 responden (63,3%) mempunyai pengetahuan cukup tentang menarche.

Pengetahuan yang rendah mengakibatkan seseorang mudah mengalami stres.

Ketidaktahuan terhadap suatu hal dianggap

(4)

sebagai tekanan yang dapat mengakibatkan krisis dan dapat menimbulkan kecemasan. Stres dan kecemasan dapat terjadi pada individu dengan tingkat pengetahuan yang rendah, disebabkan karean kurangnya informasi yang diperoleh (Lestari, 2015).

Pada penelitian ini remaja putri Usia 10-13 tahun umumnya memiliki pengetahuan yang cukup tentang menarche. Mereka masih belum banyak mengetahui hal tentang menarche.

Kebanyakan remaja putri takut kalau teman- temannya tahu bahwa dirinya sudah menstruasi dan takut jika tiba-tiba dia mengalami menstruasi disekolah dan tiba-tiba tembus karena nantinya akan diejek oleh teman-temannya sehingga remaja putri jadi tidak aktif dalam kegiatan sekolah dan berubah menjadi pendiam. Hal itu yang menyebabkan remaja putri mengalami kecemasan dengan gejala seperti merasa cemas, memiliki firasat yang buruk sehingga takut dengan pikirannya sendiri, merasa mudah tersinggung, merasa lesu, lemas, gelisah, perasaannya berubah-ubah, merasa tidak tenang, tidak dapat tidur dengan nyenyak, banyak mimpi-mimpi, dan adanya gangguan pencernaan ( Fitriani & Yulia, 2016).

Dari Tabel 2 didapatkan hasil sebagian besar yaitu 12 responden (40%) mempunyai tingkat kecemasan ringan dalam menghadapi menarche.

Menurut Lestari (2015), kecemasan merupakan keadaan perasaan afektif yang tidak menyenangkan yang disertai dengan sensasi fisik yang memperingatkan orang terhadap bahaya yang akan datang. Keadaan yang tidak menyenangkan itu sering kabur dan sulit menunjuk dengan tepat, tetapi kecemasan itu sendiri selalu dirasakan.

Kecemasan dapat muncul akibat kurangnya seseorang dalam memperoleh pengetahuan, ilmu dan informasi. Proses mendapat pengetahuan tersebut dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal berupa umur, pendidikan, dan pekerjaan.

Sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan dan sosial budaya.

Tabel 3 menunjukkan hasil uji spearman rho dengan α=0,05 diperoleh nilai p-value=0,031 <

0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan

remaja putri usia 10-13 dalam menghadapi menarche.

Pemberian layanan konseling sangat berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan yang dirasakan oleh seseorang, karena kebanyakan orang yang mengalami kecemasan sebagian besar karena kurang terpaparnya informasi (Hasan, 2015).

Kecemasan dapat terjadi karena ketidaktahuan remaja dalam menghadapi menstruasi pertama kali. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman menyebabkan remaja putri merasa cemas dan takut dalam menghadapi menarche.

Oleh karena itu diperlukan konseling ataupun penyuluhan dari tenaga kesehatan kepada remaja putri guna meningkatkan pengetahuan tentang menarche sehingga mereka tidak mengalami kecemasan lagi dalam menghadapinya.

Dapat disimpukan bahwa antara faktor kecemasan erat kaitannya dengan faktor dari pengetahuan. Sehingga kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dirinya dalam menghadapi menarche.

KESIMPULAN

Hasil penelitian dari 30 responden yang di teliti, sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 19 responden (63,3%) dan mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 12 responden (40%).

Dari hasil uji spearman rho dengan α=0,05 diperoleh nilai p-value=0,031 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri usia 10-13 dalam menghadapi menarche.

Dari hasil penelitian tersebut, sebaiknya petugas kesehatan ataupun pihak sekolah memberikan informasi tentang menstruasi kepada remaja putri melalui penyuluhan dan konseling sehingga remaja putri dapat menghadapi menarche tanpa kecemasan yang berlebih.

(5)

REFERENSI

Ariani, A. (2014). Aplikasi Metodologi Penelitian Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Fitriani, H. & Yulia, R. (2016). Pengaruh Konseling Terhadap Kecemasan Remaja Putri Yang Mengalami Menarche. Jurnal Ilmu Keperawatan, Vol. IV, No.2

Sepetember 2016.

https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/j k/article/view/859

Hasan, N. (2015). Pengaruh Layanan Konseling Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre-Appendektomi Diruang Bedah RSUD Prof.Dr. H Aloei Saboe Kota Gorontalo. http://kim.ung.ac.id/ind ex.php/KIMFIKK/article/view/112

64/11137

Kusmiran, E. (2014). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika.

Lestari, P. (2015). Kumpulan Teori Untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Lestari, P. (2015). Psikologi Kespro Wanita dan Perkembangan Reproduksinya. Yogyakarta:

Nuha Medika.

Nani, D. (2018). Buku Ajar Fisiologi Dasar Sistem Reproduksi Wanita. Purwokerto : Penerbit UNSOED.

Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keparawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Utari, E. P. (2016). Pengaruh Pendidikan kesehatan Tentang Menstruasi Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Menarche pada siswi kelas V SD Negeri 16 Pontianak.

Jurnal Proners.

https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmkepe rawatanFK/article/view/21142

Wati, E. (2013). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi haid pertama kali (menarche) pada sisiwi kelas VII SMP Negeri 1 tangan tangan.

repository.utu.ac.id.

Yunita. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI SD Negeri 1 Ceper Klaten. Skripsi Prodi Sarjana Terapan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Test significance value less than 0.05 (0.002 &lt; 0.05) test is H0 decision that concluded there is a correlation between knowledge of pregnant women about pregnancy

Correlation Between Midwife Knowledge And Attitude, And District Health Service’s Support In The Administration Of Vitamin A Supplementation For Postpartum Women

School of Public Health Independent University, Bangladesh Study to determine the levels of knowledge regarding mother to child transmission of HIV/AIDS during pregnancy among

THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON KNOWLEDGE, ATTITUDES AND CONSUMPTION PATTERNS YOUNG WOMEN IN PREVENTION OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY IN BENGKULU CITY Kamsiah1, Emy

https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.7299 eISSN: 1857-9655 Category: B - Clinical Sciences Section: Gynecology and Obstetrics Anxiety Levels and Behavioral Changes among Pregnant Women