Artinya Kompetensi, Integritas dan Motivasi dapat meningkatkan Kinerja Pegawai Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Sedangkan Kompetensi, Integritas dan Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Kanwil Kabupaten Polewali Mandar.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan yang didukung oleh pengalaman kerja yang matang adalah sumber daya manusia yang terampil. Mengacu pada teori-teori tersebut di atas, maka perlu dicermati pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh setiap sumber daya manusia.
Rumusan Masalah
“Pengaruh Kompetensi, Integritas Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar.” Kompetensi, integritas dan motivasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar.
Tujuan Penelitian
Apakah Kompetensi, Integritas dan Motivasi Secara Bersamaan Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar?
Manfaat Penelitian
Sebagai salah satu khazanah pengembangan ilmu pengetahuan khususnya manajemen sumber daya manusia dan sebagai bahan perbandingan atau acuan bagi para pembaca dan peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang sumber daya manusia. Sebagai hasil karya yang dapat semakin memperluas wawasan keilmuan ke arah kajian pengembangan sumber daya manusia.
Penelitian Terdahulu
Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Muksonuddin (2014r) dengan judul penelitian “Pengaruh kompetensi profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Kabupaten Banyumas”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran kompetensi profesional, motivasi kerja dan kinerja pegawai di Kabupaten Banyumas?, (2) Apakah kompetensi profesional dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Kabupaten Banyumas.
Kompetensi
Dari definisi di atas, Susilo Martoyo menyimpulkan bahwa pengertian pembangunan sumber daya manusia ada yang bersifat makro dan mikro. Secara makro, pengembangan sumber daya manusia adalah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional, sedangkan pada tingkat mikro merupakan proses perencanaan pendidikan dan pelatihan bagi manajer personalia atau pegawai untuk mencapai hasil yang optimal.
Motivasi
- Teori Motivasi
Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Pemenuhan kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang paling mendasar, karena merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai manusia normal dan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Kebutuhan akan rasa aman (safety need) merupakan kebutuhan kedua setelah terpenuhinya kebutuhan pertama. Kebutuhan ini mencakup perlindungan dan stabilitas.
Teori ERG dari Clayton Alderfer
Teori Hygiene Factor Herzberg
Teori Harapan Vroom
Pengharapan. Pengharapan berkaitan dengan keyakinan individu mengenai kemungkinan atau kemungkinan subjektif (subjective probability) bahwa
Instrumentalitas adalah sejauh mana seorang individu percaya bahwa suatu tindakan mengarah pada hasil sekunder dan merupakan persepsi individu.
Instrumentalitas. Instrumentalitas adalah kadar keyakinan seseorang bahwa suatu tindakan menuju kepada hasil kedua dan merupakan persepsi individu
Valensi. Valensi adalah kekuatan keinginan seseorang untuk mencapai hasil tertentu dan berkenaan dengan preferensi hasil sebagaimana yang dilihat oleh
Hubungan upaya - kinerja (pengharapan). Probabilitas yang dipersepsikan oleh individu yang mengeluarkan sejumlah upaya tertentu itu akan mendorong
Hubungan kinerja - ganjaran (instrumentalitas). Derajat sejauh mana individu itu meyakini bahwa berkinerja pada suatu tingkat tertentu akan
- Hubungan Motivasi terhadap Kinerja
Pengukuran variabel motivasi kerja dalam penelitian ini menggunakan teori ekspektasi Vroom karena perilaku karyawan dalam bekerja pada dasarnya mempunyai tujuan tertentu. Secara etimologis dapat diartikan sebagai Nettet på Process of Performing, yaitu suatu prestasi kerja atau proses keberadaan (Westermen, 2012: 73).
Perencanaan Peningkatan Kinerja (PPK)
Menurut Mathis & Jackson, usaha atau kinerja kerja seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kemampuan dalam melakukan pekerjaan, tingkat usaha dan dukungan yang diberikan kepada orang tersebut. Faktor kedua, tingkat usaha yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti motivasi, insentif, dan desain pekerjaan. Menurut Vroom, Umar menyatakan bahwa prestasi kerja seorang pegawai dipengaruhi oleh motivasi dan kemampuan kerja (ability), dimana faktor motivasi terdiri dari komponen nilai (valensi), perlengkapan (instrumentalitas), dan harapan (expectancy).
Menurut Robbin dalam Rosihan, prestasi kerja pegawai merupakan fungsi dan interaksi antara kemampuan dan motivasi, yang dapat dirumuskan dalam persamaan berikut. Jack i Umar menyatakan usaha kerja merupakan interaksi antara kemampuan, motivasi dan sumber daya yang dapat dirumuskan sebagai berikut. Sedangkan Hall dalam Rosihan menyatakan bahwa kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemampuan, motivasi dan dipadukan dengan peluang.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kinerja 1. Pendidikan
- Hipotesis Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Desain Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Skala dan Pengukuran Data
- Pengujian Instrumen Penelitian
- Uji Validitas Instrumen (test of validity)
- Uji Reliabilitas Instrumen (Test Of Relibiality)
- Metode Pengumpulan Data
- Teknik Analisa Data
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai jumlah dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk diselidiki dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi penelitian ini adalah seluruh kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar yang berjumlah 90 pegawai. Pengujian instrumen dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi persyaratan alat ukur yang baik atau memenuhi standar metode penelitian. Instrumen dalam penelitian ini dapat dikatakan valid apabila mampu mengukur konstruk yang ingin diukur dan dapat mengungkapkan data dan variabel yang diteliti secara konsisten.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan survei dimana instrumen kuesioner dibagikan kepada responden. Data yang diperoleh dari sebaran instrumen survei secara keseluruhan kemudian diperiksa, ditabulasi, disaring, dan dianalisis untuk menjawab dan membahas permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar berjumlah 90 orang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini.
Tingkat Pendidikan
Hal ini menunjukkan komposisi usia responden terkonsentrasi pada kelompok usia di bawah 31-50 tahun atau masih dalam kategori usia produktif. Faktor usia seperti yang telah dijelaskan di atas merupakan salah satu identitas yang dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui kemampuan fisik dan kemampuan berpikir seseorang. Generasi muda sangat dibutuhkan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar karena sebagian besar berada di lapangan dan membutuhkan kemampuan fisik untuk menunjang dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.
Pada Tabel 2 diatas mengenai tingkat pendidikan responden pegawai di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar terlihat 23 orang merupakan lulusan SMP dan SMA, 1 orang merupakan lulusan triple diploma dengan gelar Sarjana (S1) ), dan pegawai dengan tingkat pendidikan Magister (S2) sebanyak 17 orang (18,9%). Dengan demikian, persentase terbesar responden pada jenjang pendidikan Strata Satu adalah pegawai kantor sekretariat daerah Kabupaten Polewali Mandar, hal ini memberikan gambaran bahwa pelatihan pegawai kantor sekretariat daerah Kabupaten Polewali Mandar masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pertunjukan.
Masa kerja
Keberadaan 17 pegawai bergelar magister menjadi keunggulan terbesar departemen ini dalam meningkatkan kinerjanya. Tabel 3 diatas mengenai senioritas responden Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan 1-5 tahun sebanyak 21 orang sebagai staf antara 11-15 tahun sebanyak 21 orang (23,3%) dan > 15 tahun sebanyak 12 orang (13,3%), sehingga persentase tertinggi responden mempunyai masa kerja 6-10 tahun sebagai pegawai sekretariat daerah kantor Kabupaten Polewali Mandar. Uraian data penelitian memberikan gambaran sebaran data dalam bentuk tabel frekuensi, ukuran sentralitas, dan ukuran sebaran.
Kompetensi
Berdasarkan tabel di atas, jawaban responden terkait item Kompetensi dapat diuraikan sebagai berikut: Pernyataan X1.1 mayoritas responden setuju dengan rata-rata sebesar 86,7 persen. Berdasarkan keseluruhan pernyataan pada variabel Kompetensi yang terdiri dari 3 pertanyaan menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap seluruh pernyataan dengan tingkat rata-rata dalam kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata item kompetensi secara umum berada pada kategori tinggi.
Integritas
Dari tabel di atas, jawaban responden terkait item Integritas dapat diuraikan sebagai berikut: Pernyataan X2.1 mayoritas responden setuju dengan rata-rata 50,0 persen. Berdasarkan keseluruhan pernyataan untuk variabel Integritas yang terdiri dari 3 pertanyaan menunjukkan mayoritas responden menyatakan setuju.
Motivasi
Berdasarkan tabel di atas, jawaban responden terhadap item Integritas dapat diuraikan sebagai berikut: pernyataan X3.1 dengan rata-rata sebesar 58,3 persen mayoritas responden setuju. Berdasarkan total item pernyataan variabel Motivasi yang terdiri dari tiga pertanyaan, terlihat bahwa mayoritas responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap seluruh item pernyataan dengan tingkat rata-rata dalam kategori tinggi. bahwa rata-rata item Motivasi secara umum masuk dalam kategori tinggi.
Kinerja
- Pengujian Hipotesis
Berdasarkan item-item pernyataan pada variabel kinerja umum yang terdiri dari 3 pertanyaan terlihat bahwa mayoritas responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap seluruh item pernyataan dengan tingkat rata-rata dalam kategori tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan kinerja secara umum berada pada kategori tinggi. Hasil uji validitas variabel integritas (X2). Sumber : Olahan data primer tahun 2021 3) Hasil uji validitas instrumen variabel motivasi (X3). Hasil uji validitas instrumen variabel motivasi (X3).. Sumber : data primer yang diolah, 2021 4) Hasil uji validitas instrumen variabel kinerja (Y).
Berdasarkan perhitungan hasil uji reliabilitas setiap variabel dengan menggunakan program SPSS Versi 25 menunjukkan bahwa seluruh variabel reliabel karena nilai crobacht alpha melebihi 0,84. Hasil uji heteroskedastisitas auditor dengan menggunakan uji Glejser ditunjukkan pada Gambar 3 berikut. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser ditemukan data tersebar di atas dan di bawah titik nol pada sumbu Y.
Analisis Regresi Berganda
Konstanta sebesar 4,778 menunjukkan apabila tidak ada perubahan pada faktor Kompetensi, Integritas dan Motivasi maka tingkat kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar adalah sebesar 4,778 satuan. Koefisien regresi variabel kompetensi (X1) koefisiennya bernilai positif sebesar 0,061. Artinya setiap penambahan satu satuan faktor kompetensi akan mempengaruhi perubahan kinerja sebesar 0,061 satuan. Begitu pula sebaliknya jika Faktor Integritas berkurang satu satuan maka akan berdampak pada penurunan Kinerja sebesar 0,106 satuan dengan asumsi X1 dan X3 tetap.
Koefisien regresi variabel Motivasi (X3) koefisien tersebut bernilai positif sebesar 0,445 yang berarti setiap penambahan satuan variabel Motivasi maka akan mempengaruhi peningkatan kinerja sebesar 0,445 satuan. Dan sebaliknya apabila terjadi penurunan pada variabel Motivasi sebesar satu satuan maka akan mempengaruhi penurunan Kinerja sebesar 0,445 satuan dengan asumsi X1 dan X2 konstan.
Uji Statistik
Pada tabel 14 pengujian secara simultan (uji F) dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel Kompetensi, Kompetensi dan Integritas secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja. Berdasarkan Tabel 16 diperoleh nilai F statistik sebesar 16,726 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa sekaligus terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi, integritas dan motivasi terhadap kinerja pegawai sekretariat daerah. Kabupaten Polewali Mandar. Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen antara kompetensi, kompetensi dan integritas berpengaruh signifikan atau tidak terhadap kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali. Mandarin. pada tingkat signifikansi α = 5 persen secara individual atau parsial.
Uji Beta dan Koefisien Determinasi (R 2 )
- Pembahasan Hasil Penelitian
- Simpulan
- Saran
Penelitian ini memperkuat hasil penelitian Wirawan (2013) Pengaruh Disiplin, Integritas Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap kinerja pegawai Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Sugiarto (2014) yang berjudul: Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.
Hasil penelitian menyimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang sama yang dilakukan oleh Muksonuddin (2014) Pengaruh Kompetensi Profesional Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Kabupaten Banyumas. Pernyataan-pernyataan dalam angket ini dimaksudkan hanya untuk keperluan skripsi yang berjudul: Pengaruh Kompetensi, Integritas dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah.
Identitas Responden
Pernyataan untuk Responden
Keterangan: STS = Sangat Tidak Setuju, TS = Tidak Setuju, KS = Tidak Setuju, S = Setuju, SS = Sangat Setuju.
SURAT KETERANGAN VALIDASI DATA
SURAT KETERANGAN
KWITANSI RECEIPT