• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI - jkw.psdr.lipi.go.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR ISI - jkw.psdr.lipi.go.id"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

Today President Sukarno arrives in Jakarta to move into the former palace of the Dutch Viceroys.”. Although he mentioned the bitter history of the Indonesian struggle, he paid tribute to the Dutch acceptance of 'de. On the west side of the palace, a detachment of the Dutch navy stood with a band during a crack.

Both units came to present arms while the Dutch tricolor waved at the top of the staff.

More photographs from the Manila Times of December 28, 1949

The Preparatory Commission for Independence announced that the transfer of sovereignty does not mean a complete turnover of the government apparatus. Meanwhile, in the Philippines, the Philippine government officially granted de jure recognition to the Republic of Indonesia shortly after the closing of the inaugural ceremonies in Djakarta. The Philippines joins the rest of the world in cordially welcoming the United Republic of Indonesia to the community of free and sovereign nations and sincerely wishes the world's youngest democracy success in all its undertakings.

Although the cultural and religious life of the Indonesians has remained untouched, easy access to the Western world is guaranteed.

From the Manila Times, December 28, 1949

And in Indonesia, as in the Philippines, it is the duty of the government to create an atmosphere where the people are eager to work. In explaining the apparent delay of the Americans, “the government,” referring to the Indonesians, must “comply with certain formalities that the State Department has left unexplained. We are happy with the emergence of this new state," said the spokesman for the French Foreign Ministry.

Soviet delegate Jacob Malik expressed outrage at the issue in the Security Council, accusing the United States of guiding the policy of the newly formed government.

Newspaper article showing Soviet opposition to the entry of Indonesia into the United Nations

In 1948, Dutch forces eliminated communist-led gangs and Indonesian republican leaders renounced agents imported from abroad by hanging domestic leaders of subversive organizations. The Philippines recognized Indonesia's potential role in the Southeast Asian region and was in a position to assert its influence in world politics and above all to vindicate the honor of the Malays. Even after the end of the Sukarno era and the decades after, Indonesia remained a country of interest to Filipinos.

The Kris in Philippine History: A Study of the Impact of the Moro Anti-Colonial Resistance, 1571-1896.

Arus Sosial dan Budaya Jepang pada Zaman Globalisasi Amaliatun Saleha

  • Konsep Globalisasi
  • Fenomena Sosial pada Zaman Globalisasi
  • Identitas Sosial dan Komodifikasi Budaya pada Zaman Globalisasi Setiap manusia memiliki kebutuhan psikologis yang begitu kuat untuk mencari
  • Arus Sosial Jepang sejak tahun 1990-an
  • Arus Budaya Jepang sejak tahun 1990-an

Mengalirnya kebudayaan dari Jepang ke berbagai belahan dunia khususnya Asia merupakan fenomena menarik yang perlu dibahas di era globalisasi ini. Berdasarkan pendapat Giddens, hal ini berarti proses pencarian identitas diri berkaitan dengan komodifikasi gaya hidup dan budaya di era globalisasi. Pada bagian ini akan diuraikan kondisi sosial di Jepang pada era globalisasi, khususnya sejak tahun 1990-an.

Dimensi yang akan diuraikan pada bagian ini menekankan pada ethnoscapes, dalam hal ini mengenai penyebaran penduduk Jepang ke berbagai belahan dunia dan kelompok sosial baru dalam masyarakat Jepang kontemporer.

Konsumsi dan Gaya Hidup: Interseksi Kelas di Asia Tenggara

Untuk menguraikan lebih jauh perkembangan kota di Asia Tenggara, tulisan ini akan diawali dengan gambaran pertumbuhan kota di Asia Tenggara yang berfokus pada dua kota yaitu Surabaya dan Kuala Lumpur. Sejak tahun 1999, pemerintah Malaysia resmi memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya. Kini Kuala Lumpur telah 'ditinggalkan' oleh negara dan menjadi salah satu tren baru urbanisme kontemporer di Asia Tenggara dimana pusat pemerintahan tidak lagi berada di ibu kota utama dan ibu kota telah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup.

Sebagai pusat perencanaan kota di Malaysia, Kuala Lumpur telah mengintegrasikan berbagai aktivitasnya dengan perkembangan ekonomi global. Penggunaan telekomunikasi modern di Kuala Lumpur tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai pendukung kegiatan lain, seperti sumber daya pendidikan lingkungan hidup dan layanan perpustakaan serta informasi (Karim et al, 2006; Balakrishnan dan Soo Loo, 2012 ). ). Berdasarkan data Rencana Struktur Kuala Lumpur 2020, hingga tahun 2000, total kawasan komersial di seluruh kawasan di Kuala Lumpur adalah m².

Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya terkonsentrasi di pusat kota, sedangkan sisanya tersebar di pinggiran kota Kuala Lumpur. Berdasarkan tabel di atas juga terlihat bahwa perkembangan kawasan komersial di Kuala Lumpur akan terus berkembang. Berdasarkan data yang ada, kegiatan komersial di Kuala Lumpur terbagi menjadi beberapa kategori yaitu perkantoran, hotel, perbelanjaan, apartemen dan jasa lainnya.

Kehadiran ruang-ruang yang membentuk citra dan selera tersebut memberikan dampak signifikan terhadap persepsi dan selera masyarakat perkotaan di Kuala Lumpur. Meningkatnya taraf hidup dan pendidikan serta pengaruh media massa global menjadikan masyarakat perkotaan di Kuala Lumpur semakin berpengetahuan dan kosmopolitan, sehingga terbuka terhadap kehadiran barang-barang global.

Tabel 1. Jalan tol di Kuala Lumpur
Tabel 1. Jalan tol di Kuala Lumpur

Southeast Asian Urbanization and The Growth Of Mega- Urban Regions”, Journal of Population Research, Vol. Behind Malaysia's "Miracle": A Veblenian Perspective on Mahathir's Era of Economic Modernization", Journal of Economic Issues, Vol. Regulatory Responses to Large-format Transnational Detail in South-east Asian Cities”, Urban Studies, Vol.

Greater Kuala Lumpur's Public Transport: Government Initiatives and Stakeholders Response", Australian Journal of Basic and Applied Sciences, Vol. Weapons of the Urban Weak: Democracy and Resistance to Eviction in Bangkok Slum Communities”, Sojourn, Vol. The Wheels of Misfortune: The Street and Cycles of Displacement in Surabaya, Indonesien", Journal of Contemporary Asia, Vol.

City Park and The Production of Urban Lifestyle in Contemporary Indonesia: The Case of Taman Bungkul Surabaya', paper presented at the 19th Biennial Conference of the Asian Studies Association of Australia (ASAA), 2012, Sydney, Australia. Malaysia: Middle Class Impacts of a Democratizing Multicultural Society' Takashi Inoghuci, Miguel Basanez, Akihiko Tanaka and Timur Dadabaev (eds.). Tolls and new settlement development: The case of Surabaya versus Jakarta.

Urban Development in Malaysia: A Case for a More Holistic and Strategic Approach to Urbanization', paper presented at the Southeast Asia-Germany Summer School on Urban and Peri-Urban Development: Structures, Processes and Solutions, University of Cologne, Cologne, Germany, 16 October – October 29, 2005.

Menjadi Muslim di Freiburg

Studi Kasus Praktik Keagamaan Komunitas Muslim di Freiburg, Jerman

Saat meneliti praktik keagamaan komunitas Muslim di Freiburg, saya bertemu dan mewawancarai 13 Muslim berusia antara 15-30 tahun di Freiburg. 3 Data penelitian mengenai praktik keagamaan masyarakat Muslim di Freiburg diperoleh melalui proyek penelitian tandem antara Universitas Gadjah Mada dan Albert-Ludwigs Universitat Freiburg, Jerman. Menjadi Muslim di Freiburg harus dibagi lebih jauh lagi menjadi Muslim Turki, Muslim Arab, Muslim Indonesia, dan sebagainya.

Memang benar, tidak banyak (hampir tidak ada) perempuan Muslim yang terlihat bekerja di tempat-tempat umum di Freiburg. Jadi sekarang dia hanya berteman dengan umat Islam dan bergabung dengan komunitas atau organisasi Islam di Freiburg. Dilatarbelakangi pemberitaan isu diskriminasi terhadap minoritas Muslim di Eropa, ternyata sebagian besar informan mengatakan bahwa mereka cukup nyaman dan normal hidup sebagai Muslim di Freiburg.

Kemudahan menjadi seorang Muslim di Freiburg terkadang dibarengi dengan munculnya beberapa kesulitan dalam beberapa hal. Dibandingkan dengan hal tersebut, mereka juga merasakan hal-hal positif yang dapat diperoleh dari hidup sebagai seorang Muslim di Freiburg. Rupanya nyaman atau tidaknya seorang Muslim tinggal di Freiburg bergantung pada bagaimana mereka menjadi Muslim.

Kondisi inilah yang kemudian membuat umat Islam yang taat merasa tidak nyaman hidup sebagai umat Islam di Freiburg. Umat ​​Islam di Freiburg, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Islam di Timur Tengah, masih mengidentifikasi diri mereka bukan sebagai warga Freiburg, melainkan sebagai negara asal generasi pertama mereka.

Sekularisme dan Identitas Muslim Eropa 1 Amin Mudzakkir

Negara-negara Eropa seperti Inggris bahkan mengakui keberadaan “gereja resmi” (founded church) yang mempunyai “partial founding authority” dalam mengawasi peran kebijakan keagamaan di ranah publik. Perbedaan interpretasi dan penerapan sekularisme di antara negara-negara Eropa merupakan peluang bagi umat Islam untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan publik Eropa. Sensus di negara-negara Eropa yang tidak memasukkan kategori agama membuat informasi jumlah umat Islam selalu bersifat perkiraan.

Dengan demikian, jumlah umat Islam di Eropa kini diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta orang atau 3% dari populasi Eropa. Mayoritas Muslim tinggal di negara-negara Eropa berikut: Perancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Yunani. Sebelum tahun 1970-an, keberadaan umat Islam di Eropa belum menjadi topik perbincangan besar dalam kehidupan politik.

Konsep ini lahir dari kenyataan bahwa sebagian besar umat Islam Eropa saat ini adalah warga negara salah satu negara di Eropa. Stereotipe dan stigma tersebut telah menjadi gambaran yang kuat di benak pemerintah negara-negara Eropa dalam menangani isu-isu terkait Islam dan umat Islam. Sekularisme Prancis dan Islam: Urusan Jilbab Prancis” dalam Tariq Modood, Richard Zapata-Barrero, dan Anna Triandafyllidou (Eds.).

Secularism and the Acceptance of Muslims in Europe' with Tariq Modood, Richard Zapata-Barrera and Anna Triandafyllidou (eds.). Europe, Liberalism and the 'Muslim Question'” in Tariq Modood, Richard Zapata-Barrero and Anna Triandafyllidou (eds.).

Tantangan Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Bagi Stabilitas ASEAN 1

Setelah hidup dalam kondisi relatif damai selama lebih dari 46 tahun, ketegangan terkait persoalan perbatasan di Kuil Preah Vihear mulai muncul kembali pada tahun 2008 hingga 2011 yang melibatkan tentara kedua negara. Meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara disebabkan oleh ditetapkannya Kuil Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Perselisihan tersebut kemudian meningkat menjadi konflik ketika tentara kedua negara terlibat pertempuran di kawasan perbatasan pada Oktober 2008.

17 Awani Irewati dkk., Kawasan Perbatasan Thailand-Kamboja (laporan penelitian). Jakarta: Pusat Penelitian Politik LIPI, 2011), hal. Setelah situasi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja dekat kuil Preah Vihear memanas, anggaran militer Kamboja meningkat secara signifikan. Kemudian, penganugerahan predikat Kuil Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia dikabarkan menjadi pemicu meningkatnya ketegangan hingga berujung pada beberapa insiden pertempuran antar militer kedua negara.

Namun solusi yang ditawarkan berupa pengiriman tim pemantau ke wilayah sengketa saat itu tidak disepakati kedua negara. Dalam upaya negosiasi, kendala utama yang dihadapi kedua negara adalah perbedaan pendekatan. Hal ini terlihat dari terhentinya pencarian kesepakatan pengiriman tim pemantau dari Indonesia yang diusulkan sejak Februari 2011 namun akhirnya diterima setelah Mahkamah Internasional mewajibkan kedua negara mengizinkan tim pemantau memasuki zona demiliterisasi untuk berangkat.

Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja terkait kawasan sekitar Kuil Preah Vihear yang meningkat menjadi konflik sejak tahun 2008-2011 telah menjadi permasalahan serius bagi stabilitas kawasan Asia Tenggara dan kredibilitas ASEAN sebagai organisasi regional. Raharjo, Sandy Nur Ikfal, “Menunggu Diplomasi Tingkat Tinggi Indonesia dalam Konflik Thailand-Kamboja”, http://politik.lipi.go.id/index.

Tabel 1. Alur Perubahan Sengketa menjadi Perang
Tabel 1. Alur Perubahan Sengketa menjadi Perang

De Viana adalah Chair of Department of History, University of Santo Tomas, Filipina

Gambar

Tabel 1. Jalan tol di Kuala Lumpur
Tabel 2. Mekanisme Penyelesaian Sengketa
Tabel 1. Alur Perubahan Sengketa menjadi Perang

Referensi

Dokumen terkait

This description is approved by the High Level Policy Forum which includes representatives of the Department for Business, Innovation and Skills, the Scottish Government, the Welsh