PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan hasil analisis terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan orang tua terhadap kesehatan jiwa remaja di Desa Tulungkakan Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah. 9Sukardi, “Dampak Bimbingan Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Remaja Di Desa Tulungkakan Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah”, (Skripsi IAIN Metro, 2014). Oleh karena itu peran orang tua dalam keluarga sangat berpengaruh terutama dalam perkembangan mental remaja.
Maka betapa pentingnya peran keluarga dalam membentuk kesehatan mental anak muda, disitulah diharapkan orang tua dalam keluarga. Cara orang tua dalam membentuk kesehatan mental anaknya sangat beragam, dimulai dengan memberikan contoh kegiatan itu
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Keluarga
- Definisi Keluarga
- Fungsi Keluarga
- Peranan Keluarga
Salah satu cara untuk membentuk kesehatan jiwa remaja adalah dengan cara orang tua mengasuh dan mendidik anaknya dengan cara yang baik dan benar menurut agama. Alasan peneliti mengambil judul tersebut karena peneliti mengetahui peran orang tua atau keluarga dalam meningkatkan kesehatan jiwa remaja di Desa Sukajadi Kec. Untuk mengetahui peran keluarga dalam membentuk kesehatan jiwa remaja melalui pendidikan agama Islam di Desa Sukajadi Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah.
Kedua, disertasi Sukardi tahun 2014, mahasiswa IAIN Metro dengan judul “Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Kesehatan”. membahas tentang bimbingan orang tua, sedangkan penelitian yang akan saya lakukan membahas tentang keluarga.
Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga
- Pendidikan Agama Islam
- Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga
Pendidikan agama Islam harus mampu mewarnai kepribadian remaja agar agama benar-benar menjadi bagian dari kepribadian mereka yang akan menjadi kontrol dalam kehidupan mereka di masa depan. Dengan demikian, pendidikan agama Islam pertama-tama harus dikenalkan kepada anak melalui kehidupan dalam keluarganya. Pendidikan agama Islam sangat penting untuk diajarkan kepada remaja, sehingga pendidikan harus ditanamkan sejak dini oleh keluarga.
Kesehatan Mental Remaja
- Kesehatan Mental
- Remaja
- Kesehatan Mental Remaja
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa ada 3 syarat untuk membangun kesehatan mental yaitu Id, Ego, Super Ego. Dari beberapa ciri di atas, penulis gunakan sebagai indikator kesehatan jiwa remaja dalam menjalin hubungan dengan masyarakat dan menyikapi rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. e. Upaya mencapai kesehatan jiwa. Secara umum ada dua peran yang sangat penting dalam mencapai kesehatan jiwa, yaitu peran agama dan peran pendidikan.. seseorang telah melaksanakan peran tersebut, berarti telah melakukan upaya untuk mencapai kesehatan jiwa yang sehat.
Pada masa remaja terjadi perubahan besar pada kedua aspek tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa ciri umum yang menonjol pada masa remaja adalah perubahan yang terus berlangsung itu sendiri. Pada orang muda sebagai akibat dari perubahan fisik dan hormonal serta lingkungan yang berhubungan dengan perubahan selama masa remaja. Saat ini orang tua, masyarakat, tokoh agama dan juga ustadz sangat diperlukan untuk membimbing mereka, karena jika saat ini mereka tidak mendapat perhatian khusus, maka akan membawa kesulitan bagi mereka bahkan mungkin mengganggu kesehatan mental mereka, jiwa mereka menjadi gelisah. , kecemasan, bahkan terkadang perilaku yang mereka tunjukkan berbeda-beda.
Pada masa ini remaja ingin bebas dengan teman-temannya, tidak ingin orang tuanya ikut campur urusannya, dan tidak suka jika masih ada. Oleh karena itu, kesehatan jiwa remaja harus mendapat perhatian utama saat ini, karena pergaulan remaja saat ini sangat memprihatinkan, hal ini disebabkan menipisnya akhlaq dan akidah seseorang. Disinilah kesehatan mental remaja harus dibentuk, cara yang dapat dilakukan adalah dengan mensosialisasikan moral keagamaan pada remaja, sebagaimana dijelaskan bahwa pembentukan kesehatan mental dapat dilakukan melalui pendidikan agama Islam.
Pada dasarnya kesehatan mental remaja sudah baik, namun mereka mulai menghadapi banyak masalah baru dalam hidup yang terkadang tidak dapat mereka atasi sendiri.
Pembentukan Kesehatan Mental Remaja melalui
Keterlibatan orang tua merupakan derajat yang ditunjukkan oleh orang tua dalam hal minat, pengetahuan dan kemauan untuk berperan aktif dalam kegiatan sehari-hari anak. Seorang anak bisa membaca Al-Qur'an dengan benar, bisa sholat dan sebagainya, itu semua tergantung orang tua untuk membimbing dan mendidik anaknya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan jiwa remaja, khususnya pendidikan agama Islam yang diajarkan di lingkungan keluarga.
Salah satu cara yang harus dilakukan orang tua untuk meningkatkan kesehatan mental remaja adalah orang tua harus membesarkan dan mendidik anaknya dengan cara yang baik dan benar menurut agama.
METODOLOGI PENELITIAN
- Jenis penelitian
- Sifat Penelitian
- Sumber Data
- Sumber Data Primer
- Sumber Data Skunder
- Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara
- Observasi
- Dokumentasi
- Teknik Penjamin Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Sumber data primer merupakan sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data.3 Sumber data primer dalam penelitian ini adalah orang tua dan remaja yang berjumlah 7 orang di Desa Sukajadi, Kec. Pendapat Keempat Bu Parsilah “Bu Parsilah mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi anak yang patuh kepada orang tua. Ibu Parsilah percaya bahwa apapun yang dipilih atau dilakukan orang tua untuk anaknya adalah baik.
Berdasarkan wawancara dari pernyataan 7 orang tua di atas, sebagian orang tua telah berperan dengan baik dan sebagian masih perlu memberikan perannya dalam membentuk kesehatan mental remaja. Ibu Lantarseh juga memberikan sedikit pengertian kepada anaknya bahwa keadaan keuangan yang tidak seimbang dengan teman-temannya tidak boleh membuatnya minder dalam bersosialisasi, jangan pernah malu memiliki orang tua yang tidak begitu mampu seperti mereka. Pernyataan keenam Ibu Ernawati “Semakin baik, anak dan orang tuanya lebih patuh dan tidak mudah terpengaruh oleh sesuatu.
Pendapat kelima dari kakak Adit “memiliki orang tua yang tidak terlalu peduli dengan hidupnya membuat kakak Adit hidup seperti yang dia mau termasuk disekolah. Pendapat pertama bu Lantarseh” cara membentuk mental anak cukup dengan memberikan contoh kegiatan positif kepada anak. berbuat baik karenanya jiwa. Berdasarkan wawancara dengan beberapa orang tua di atas tentang cara membentuk kesehatan mental anak, diperoleh hasil bahwa cara-cara orang tua bertindak membentuk kesehatan mental anak.
Cara orang tua dalam membentuk kesehatan mental anaknya pun bermacam-macam, mulai dari memberikan contoh kegiatan yang positif kepada anak, memberikan perhatian yang cukup, mengajak anak memperbanyak ibadah dan memenuhi kebutuhan anak dengan baik, mengajarkan anak untuk taat kepada kedua orang tua, dan juga mengajarkan kepada mereka anak agar tidak menjadi anak manja dan mampu menjadi anak yang mandiri.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Hasil Penelitian
Kesehatan mental adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan masyarakat dan lingkungan di mana seseorang tinggal. Putri Parsila menganggap bahwa masa remaja bukanlah masanya segala sesuatu membutuhkan bimbingan orang tua. Pikiran pertama adalah dari Ibu Sisri “Bu Sisri membatasi anak-anaknya ketika mereka bermain, karena saat ini jika orang tua tidak memiliki banyak cara untuk menghadapi anak, maka orang tua sendirilah yang harus disalahkan.
Orang tua sudah menjadi tempat paling nyaman untuk mengadukan keluh kesahnya, dia juga lebih betah di rumah, menjenguk bersama keluarga. Pendapat kedua dari kakak Dino “jarang berkomunikasi dengan orang tua, tidak merasa kurang diperhatikan oleh keluarganya, karena apa yang dia minta dari orang tuanya selalu dipenuhi. Pendapat ketiga dari kakak Frendi” jarang berkomunikasi dengan orang tuanya, orang tuanya menghabiskan lebih banyak waktu di toko sehingga ia juga merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya.
Pendapat keenam dari Kak Erlin “selalu dengarkan orang tuamu, patuhi orang tuamu, jangan berani membantah orang tuamu. Baginya, selain menjadi orang tua, mereka juga sahabat yang baik, selalu memberi nasehat dan nasehat, selalu menyemangati. Dan kebutuhan mereka selalu terpenuhi. Kalau mau yang aneh-aneh, tidak boleh karena orang tua mungkin tidak punya uang, dan mungkin orang tua akan melihat kalau tidak diperlukan.” 37. Pendapat ketujuh saudara Nisa “Jarang berkomunikasi dengan orang tuanya, dia juga merasa tidak diperhatikan jika ada masalah, dia lebih suka berbicara dengan teman-temannya.
Pendapat Ibu Parsilah yang keempat “mengingatkan kepada anak-anaknya untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua, karena orang tua tidak akan menipu anaknya, apapun yang orang tua pilihkan untuk anaknya pasti baik untuk anaknya”.
Pembahasan
Selain pendidikan yang diberikan oleh orang tua, masih banyak pendidikan dari luar yang dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja. Dan orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak remajanya.Pendidikan agama juga sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan mental anak, karena pendidikan agama dapat memberikan efek menenangkan bagi anak, sehingga anak nantinya dapat menjadi orang yang baik di lingkungan keluarga dan sekitarnya. komunitas. Upaya keluarga dalam melindungi remaja dari lingkungan luar yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa remaja pada keluarga di Desa Sukajadi sudah cukup baik.
Maka keluarga memiliki peran yang begitu penting, tidak hanya sebagai tempat berinteraksi, tetapi juga sebagai pengasuh kebutuhan materi anak-anaknya, serta menciptakan suasana rumah bagi anak-anaknya dan sebagai penyedia pendidikan pertama bagi anak-anak. Padahal pendidikan agama Islam yang diajarkan dalam keluarga berpengaruh terhadap pembentukan kesehatan jiwa remaja. Peran keluarga dalam membentuk kesehatan jiwa tidak hanya memberikan nasihat ketika ada masalah, tetapi juga memberikan pendidikan agama Islam yang baik dan memadai.
Pendidikan agama Islam yang disampaikan dalam keluarga merupakan kekuatan yang sangat penting dalam membentuk kesehatan mental remaja. Seperti memberikan nasehat, pemahaman, bimbingan terhadap permasalahan yang dihadapi remaja melalui pendidikan agama Islam yang diberikan dalam keluarga agar terhindar dari gangguan kejiwaan. Keluarga hendaknya selalu memperhatikan perkembangan mental remaja, baik di rumah maupun di luar masyarakat, dan berusaha lebih banyak meluangkan waktu baik dengan memberikan rasa aman dan nyaman maupun dengan menciptakan suasana rumah yang tenteram, sehingga tumbuh mental remaja. dan berkembang dengan baik dan sempurna.Keluarga berperan penting dalam menciptakan ketentraman jiwa remaja.Pada masa ini remaja sangat membutuhkan pengertian dan hati yang terbuka untuk mendengarkan keluh kesahnya.
Keluarga juga harus selalu mengajarkan pendidikan agama islam kepada anak, karena pendidikan agama islam sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja.
PENUTUP
Saran