Namun demikian, meski menjadi salah satu kota terkecil di Sumatera Utara, sedikitnya ada 8 Polsek tersebar di wilayah hukum Polres Binjai.
Polsek-polsek ini dibangun guna mengantisipasi kerawanan kejahatan Menariknya, dari kedelapan polsek, hanya Polsek Binjai Selatan yang dipimpin oleh kapolsek wanita yaitu, Kompol Eva Sulastri Sinuhaji.
Tapi tak membuat kinerja polsek tersebut melemah saat memberantas kejahatan yang terjadi diwilayah hukum kerjanya. Mengingat Binjai Selatan, menjadi salahsatu kawasan rawan kriminal di Kota Binjai.
Berikut delapan polsek di bawah kepemimpinan Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen adalah :
1. Polsek Binjai Kota Kapolsek, Kompol Guntur
2. Polsek Binjai Selatan
Kapolsek, Kompol Eva Sulastri Sinuhaji
3. Polsek Binjai Barat
Kapolsek, AKP Antonius Pasta Sitepu
4. Polsek Binjai Utara Kapolsek, Kompol Azhari
5. Polsek Binjai Timur
Kapolsek, AKP Bengkel Ginting
6. Polsek Selesai Kapol
sek, AKP Joko Lelono
7. Polsek Binjai Kapolsek, AKP Budiadin
8. Polsek Bingai
Kapolsek, AKP Japaris Perangin-Angin
B1. Register kejahatan B2. Laporan polisi
Surat perintah penangkapan
Surat perintah penahanan
Surat perintah penyitaan
Terdapat beberapa macam register penyidikan yang umum digunakan dalam proses hukum. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Register Penyidikan Awal: Dokumen ini berisi informasi tentang pelaporan kasus ke polisi, identitas pelapor dan terlapor, kronologi kejadian, serta bukti awal yang mendukung penyidikan.
2. Register Penyidikan Lanjutan: Dokumen ini mencakup informasi lebih rinci mengenai perkembangan penyidikan setelah tahap awal, termasuk hasil pemeriksaan saksi, bukti tambahan, dan langkah-langkah investigasi yang dilakukan.
3. Register Barang Bukti: Dokumen ini berisi daftar lengkap barang bukti yang disita atau ditemukan selama proses penyidikan, beserta informasi mengenai asal, kondisi, dan keterangan lain yang relevan.
4. Register Tersangka: Dokumen ini mencatat informasi lengkap mengenai tersangka, termasuk identitas, alamat, pekerjaan, dan keterangan lain yang relevan untuk proses hukum.
5. Register Saksi: Dokumen ini berisi daftar saksi yang diperiksa selama proses penyidikan, beserta informasi kontak, keterangan yang
disampaikan, dan status keterlibatan dalam kasus.
6. Register Pemeriksaan Ahli: Dokumen ini mencatat hasil pemeriksaan oleh ahli forensik atau ahli lainnya yang memberikan pendapat atau analisis terkait dengan kasus yang sedang diselidiki.
Setiap register penyidikan memiliki peran penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan proses hukum yang adil.
Keberadaan dan pengisian register tersebut juga menjadi acuan yang penting dalam menangani kasus secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Produk-produk yang dihasilkan oleh Kepolisian Resort (Polres) biasanya mencakup layanan dan kegiatan operasional yang bertujuan untuk memberikan perlindungan, penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa produk yang umumnya dihasilkan oleh Polres di Indonesia antara lain:
1. Pelayanan Pengaduan Masyarakat: Polres menyediakan layanan untuk menerima dan menanggapi pengaduan masyarakat terkait kejahatan, ketertiban umum, dan masalah keamanan lainnya.
2. Penanganan Kasus Kriminal: Polres bertanggung jawab untuk
menyelidiki dan menangani berbagai kasus kriminal seperti pencurian, perampokan, narkotika, dan kejahatan lainnya.
3. Operasi Kepolisian: Polres melakukan operasi kepolisian untuk
meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya, termasuk patroli, razia, dan kegiatan preemtif lainnya.
4. Penyuluhan dan Sosialisasi: Polres memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang hukum, keamanan, pencegahan kejahatan, dan upaya kolaborasi dengan masyarakat.
5. Pengamanan Acara Publik: Polres bertanggung jawab untuk
memberikan pengamanan dan pengawalan dalam acara-acara publik seperti demo, pertemuan massa, dan acara besar lainnya.
6. Penyelenggaraan Program Kemitraan dengan Masyarakat: Polres bekerja sama dengan masyarakat melalui program kemitraan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
7. Penindakan Lalu Lintas: Polres melakukan penindakan terhadap
pelanggaran lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
Produk-produk tersebut merupakan upaya Polres dalam menjalankan tugasnya sebagai institusi penegak hukum dan pelayanan kepada
masyarakat. Setiap produk yang dihasilkan bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan perlindungan bagi seluruh warga masyarakat di wilayah hukumnya.
Di Polres, terdapat beberapa jenis register yang digunakan untuk mencatat informasi terkait dengan kegiatan penegakan hukum,
keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa macam register yang umum digunakan di Polres meliputi:
1. Register Laporan Polisi: Dokumen yang mencatat laporan kejahatan atau pelanggaran hukum yang diterima oleh Polres dari masyarakat.
2. Register Penyidikan: Catatan resmi yang digunakan dalam proses penyidikan suatu kasus, mencakup informasi saksi, tersangka, barang bukti, dan langkah-langkah investigasi.
3. Register Tersangka: Dokumen yang mencatat informasi lengkap mengenai tersangka, termasuk identitas, alamat, pekerjaan, dan keterangan lain yang relevan untuk proses hukum.
4. Register Barang Bukti: Catatan mengenai barang bukti yang disita atau ditemukan selama proses penyidikan, beserta informasi mengenai asal, kondisi, dan keterangan lain yang relevan.
5. Register Saksi: Dokumen yang berisi daftar saksi yang diperiksa selama proses penyidikan, beserta informasi kontak, keterangan yang
disampaikan, dan status keterlibatan dalam kasus.
6. Register Perkara: Catatan mengenai perkembangan kasus hukum dari awal hingga akhir, termasuk informasi tentang putusan pengadilan dan tindak lanjut yang dilakukan.
7. Register Keuangan: Dokumen yang mencatat transaksi keuangan, anggaran, dan pengeluaran yang terkait dengan operasional Polres.
8. Register Pelayanan Masyarakat: Catatan mengenai layanan yang diberikan kepada masyarakat, termasuk pengaduan, pertanyaan, dan permintaan bantuan.
9. Register Pelanggaran Lalu Lintas: Dokumen yang mencatat
pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres, beserta tindakan yang diambil.
Setiap register tersebut memiliki peran penting dalam memastikan
transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam penegakan hukum serta pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Polres. Pengisian dan pengelolaan register dengan baik sangat penting untuk menjaga
integritas dan kualitas proses kerja di institusi kepolisian.
Di Polres, terdapat berbagai unit atau bagian yang memiliki tugas dan fungsi spesifik dalam menjalankan operasional kepolisian. Setiap unit memiliki peran penting dalam mendukung penegakan hukum, menjaga keamanan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berikut adalah beberapa unit yang umumnya ada di Polres beserta tugas dan kerjanya:
1. Reserse Kriminal: Unit Reserse Kriminal (Reskrim) bertanggung jawab untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus-kasus kriminal seperti pencurian, perampokan, dan kejahatan lainnya.
2. Lalu Lintas: Unit Lalu Lintas bertugas mengatur lalu lintas, menindak pelanggaran, memberikan penyuluhan keselamatan berlalu lintas, dan melakukan penegakan hukum terkait aturan lalu lintas.
3. Sabhara: Satuan Brimob atau Sabhara (Satuan Brimob atau Satuan Samapta Bhayangkara) bertugas dalam penanganan kerusuhan, pengamanan massa, dan penanganan kasus-kasus khusus yang memerlukan keahlian khusus.
4. Pam Obvit: Unit Pam Obvit (Pamong Praja dan Pembinaan Masyarakat) bertugas dalam pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan
masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
5. Intelijen: Unit Intelijen bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi intelijen, menganalisis potensi ancaman keamanan, dan memberikan rekomendasi tindakan kepada pimpinan Polres.
6. Narkoba: Unit Narkoba fokus dalam penanggulangan peredaran narkotika, pencegahan penyalahgunaan narkotika, dan penindakan terhadap kasus narkotika.
7. P2M (Pelayanan dan Pengamanan Masyarakat): Unit P2M bertugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, menangani
pengaduan, memberikan penyuluhan, dan membangun hubungan baik dengan masyarakat.
8. Identifikasi: Unit Identifikasi melakukan identifikasi sidik jari,
pengumpulan bukti forensik, dan analisis laboratorium untuk mendukung proses penyidikan.
Setiap unit di Polres memiliki peran khusus dalam mendukung tugas pokok kepolisian, yaitu menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kolaborasi dan koordinasi antar unit sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres.