• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Pustaka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Daftar Pustaka "

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Kholiq Azhari, Boedijono (2015) dalam jurnal Vol.1, no.1 “Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Melaksanakan Pembangunan (Studi Gaya Kepemimpinan di Desa Maron Kulon Kecamatan Maron Kabupaten Brobolinggo)” menyimpulkan bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan desa, Kepala Desa menggunakan gaya kepemimpinan Demokrat. Berdasarkan hasil penelitian, pengambilan keputusan yang mencerminkan gaya kepemimpinan demokratis di Desa Maron Kulon Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo dapat dilihat pada 1) Membimbing pelaksanaan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD, 2) Dalam Usulan rencana kota, 3) penetapan Peraturan Kota, 4) Menyiapkan dan menyampaikan rancangan peraturan kota yang berkaitan dengan APBD. Fathoni Mukhamad, Suryadi, Stefanus Pani Rengu (2015) dalam jurnal Vol.3, no.1 “Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan Fisik Desa (Studi di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang)” menyimpulkan bahwa Kepala Desa Denok melaksanakan gaya kepemimpinan demokratis terbukti karena dalam diri.

Hariana (2016) dalam jurnal Vol.3, no.2 “Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pembangunan Fisik Desa Kota Intan Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu” Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat fungsi kepemimpinan yang kurang baik yaitu tidak, seperti fungsi komunikator dan fungsi mediator. . Dimana Kepala Desa sebagai komunikator dalam pelaksanaan pembangunan fisik di Desa Kota Intan masih dirasa kurang baik, disebabkan oleh kurangnya kemampuan Kepala Desa dalam berkomunikasi dengan Masyarakat Desa mengenai pembangunan di Desa. Dari ketiga penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini lebih fokus pada Gaya Kepemimpinan dalam Pembangunan Fisik Desa, sedangkan penelitian ini fokus pada Gaya Kepemimpinan Kepala Desa.

Pengertian Gaya

Sementara itu, fungsi sebagai mediator dalam penyelesaian konflik pembangunan, seperti penanganan pengaduan masyarakat dalam pembangunan fisik kota, masih kurang baik.

Pengertian Kepemimpinan

Teori Gaya Kepemimpinan

Banyak organisasi beranggapan bahwa gaya manajemen yang digunakan dalam organisasi konsisten dengan harapan bawahannya. Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin berusaha meminta dan menggunakan saran atau gagasan dari bawahannya. Gaya kepemimpinan ini menetapkan serangkaian tujuan yang menantang anggota untuk mencapai dan meningkatkannya.

Kartono (2008) mengatakan gaya kepemimpinan adalah kualitas, kebiasaan, watak dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam interaksinya dengan orang lain. Gaya kepemimpinan yang sebaiknya diterapkan oleh seorang pemimpin dalam organisasinya sangat bergantung pada keadaan anggota organisasi itu sendiri. Setiap bawahan akan dengan senang hati menjalankan tugasnya tanpa adanya paksaan jika pemimpinnya mempunyai gaya kepemimpinan yang baik dan efektif.

Jenis-Jenis Gaya Kepemimpinan

Dalam menggerakkan bawahannya menggunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan ancaman. Kepemimpinan partisipatif adalah kepemimpinan yang dilakukan secara persuasif, menciptakan kerjasama yang harmonis, menumbuhkan loyalitas dan partisipasi bawahan. Motivasi yang diberikan kepada bawahan tidak hanya didasarkan pada pentingnya peran bawahan dalam pelaksanaan tugas organisasi. Pemimpin ini sering mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada bawahan atau bawahannya.

Pemimpin yang militeristik menuntut bawahannya untuk selalu disiplin, patuh, setia, bersatu dan mengikuti aturan yang ditetapkan organisasi. Kepemimpinan paternalistik menekankan pada gaya kepemimpinan sebagai pelindung, pengayom, konselor, guru, atau pembimbing bagi bawahan. Pemimpin karismatik cenderung memiliki harga diri yang tinggi, keyakinan dan cita-cita yang kuat, serta kebutuhan yang kuat untuk mempengaruhi orang lain.

Pengertian Pemerintah Desa

Kerangka Pikir

Fokus Penelitian

  • Deskripsi Fokus Penelitian

Selain itu dengan komunikasi, Kepala Desa Tanrara juga dapat menciptakan kenyamanan bagi masyarakat desa dengan berkomunikasi, sehingga desa tersebut dapat menjadi desa yang lebih baik kedepannya. Kemampuan mengendalikan bawahan, yaitu kemampuan Kepala Desa Tanrara dalam mengendalikan bawahannya dengan baik agar tidak menimbulkan perpecahan antara pimpinan dan bawahan, serta memperlakukan bawahannya dengan penuh rasa hormat, sehingga bawahan dapat bekerja dengan baik dan nyaman. Karena sebagai seorang pemimpin harus mempunyai kendali terhadap bawahannya agar tidak bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat yang memberikan pelayanan di Kantor Desa Tanrara atau melakukan diskriminasi terhadap masyarakat Desa Tanrara.

Responsibility yaitu kemampuan Kepala Desa Tanrara dalam mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Desa Tanrara seperti memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Desa Tanrara. Kemampuan mengendalikan emosi yaitu kemampuan pemimpin Desa Tanrara dalam mengendalikan emosinya sebagai seorang pemimpin seperti mengendalikan amarah, sebesar apapun masalah yang dihadapi pemimpin harus mampu mengendalikannya agar pemimpin dapat mencari solusi atas permasalahan tersebut. yang dihadapi, selain itu sebaiknya pimpinan Desa Tanrara berkomunikasi dengan bawahannya dan mendiskusikan permasalahan yang sedang dihadapi Desa Tanrara agar dapat diselesaikan bersama-sama.

METODE PENELITIAN

  • Waktu Dan Lokasi Penelitian
  • Jenis Dan Tipe Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Teknik Pengabsahan Data

Membantu kepala desa dalam mengembangkan dan mengkoordinasikan kegiatan RW (Rukun Daerah) dan RT (Rukun Tetangga) di wilayah kerjanya. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa, seorang pemimpin merupakan motivator, inspirasi dan penyemangat bagi perangkat desa dan masyarakat. Kemampuan Kepala Desa Tanrara dapat dikatakan mampu memberikan motivasi baik kepada aparat pemerintah desa maupun masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh 3 orang informan diatas dapat disimpulkan bahwa Lurah Tanrara mampu menjadi motivator bagi aparat desa dan masyarakat dilihat dari dalam diri Lurah. Kepala Desa Tanrara dalam melaksanakan tugas pemerintahannya selalu berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat untuknya. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 3 informan diatas dapat disimpulkan bahwa kepala desa Tanrara cukup mampu mengendalikan bawahannya dengan melakukan pengendalian secara langsung maupun tidak langsung.

Kepala Desa terkadang tidak bisa mengendalikan emosinya tergantung tekanan atau permasalahan yang dihadapi Desa Tanrara. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dusun, Kepala Desa terkadang kurang mengontrol emosinya tergantung tekanan atau permasalahan yang dihadapi Desa Tanrara. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 7 informan di atas dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering kali mengendalikan emosinya ketika mengendalikan emosinya.

Hal ini menunjukkan Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa sesuai dengan wawancara dari informan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala desa Tanrara adalah demokratis terhadap masyarakat setempat. Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan Fisik Desa (Studi di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang).

Gaya kepemimpinan kepala desa dalam melaksanakan pembangunan (studi gaya kepemimpinan di Desa Maron Kulon Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo).

Tabel 3.1  Informan Penelitian
Tabel 3.1 Informan Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

Desa Tanrara merupakan salah satu dari 8 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Awalnya Desa Tanrara merupakan hasil pemekaran Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa yaitu pada tahun 1989 Desa Tanrara terdiri dari 4 desa yaitu Dusun Tanrara, Dusun Pa'jokki, Dusun Katinting, Dusun Palala. satu. Iklim Desa Tanrara sama seperti desa-desa lainnya di Indonesia khususnya di Kabupaten Gowa, beriklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan hujan.

Wilayah Administrasi Pemerintahan Desa, Desa Tanrara terdiri dari 4. Desa Tanrara dibatasi oleh Desa Sengka di utara, Kabupaten Takalar di selatan, Desa Tindang di barat, dan Desa Manjapai di timur dan Desa Jipan. Desa Tanrara memiliki luas wilayah 3,29 km persegi dan ketinggian 2 meter di atas permukaan laut dengan jumlah penduduk ± 4334 jiwa, ± 1181 kepala keluarga, jumlah wajib pilih sebanyak 3219 jiwa. Berdasarkan tabel 4.1 yang berhasil dikumpulkan peneliti, diperoleh jumlah penduduk desa Tanrara menurut dusun, jumlah penduduk dusun Tanrara berdasarkan jenis kelamin adalah 526 laki-laki dan 680 perempuan dengan jumlah penduduk 1206 jiwa, jumlah penduduk dusun Palala- rara adalah 439 laki-laki. dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 431 jiwa dengan jumlah 870 jiwa, dan jumlah penduduk di Dusun Pa'jokki sebanyak 648 jiwa laki-laki dan 647 jiwa perempuan dengan jumlah jiwa sebanyak 1295 jiwa, dan di Dusun Katinting jumlah penduduk laki-laki sebanyak 425 jiwa dan perempuan sebanyak 538 jiwa dengan jumlah jiwa sebanyak 963 jiwa. .

Berdasarkan tabel di atas terlihat jumlah penduduk perempuan di Desa Tanrara dari keempat dusun tersebut sebanyak 2296 jiwa, lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki yang berjumlah 2038 jiwa. Berdasarkan Tabel 4.2, jumlah penduduk Desa Tanrara berdasarkan jumlah pekerjaan terdiri dari 29 jenis pekerjaan dengan jumlah laki-laki 2252 orang dan perempuan 2165 orang dengan jumlah total 4417 orang. Berdasarkan tabel 4.5 fasilitas desa terdapat 2 sarana ibadah yaitu masjid dan musala yang berjumlah 7 buah.

Mengenai fasilitas desa tabel 4.6 terdapat 2 fasilitas kesehatan yaitu Pustu dan Posyandu yang berjumlah 2. Visi Pembangunan Desa Tanrara merupakan gambaran keberhasilan yang ingin dicapai dalam 5 tahun ke depan dan telah disusun dengan mengingat visi RPJMD Kabupaten Gowa, dinamika lingkungan strategis, aspirasi masyarakat dan pemerintah desa Tanrara, serta Visi dan Misi. Untuk itu dengan mempertimbangkan kondisi eksternal dan internal desa seperti unit kerja, potensi sumber daya daerah, maka visi pembangunan Desa Tanrara 5 tahun pertama RPJMDes 2016-2021 adalah:

Terwujudnya sistem pemerintahan Desa Tanrara yang lebih demokratis untuk memajukan kehidupan yang lebih sejahtera, aman dan tenteram, bermasyarakat dan berbudaya serta bahagia lahir dan batin menuju masyarakat madani.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Hasil Penelitian

Sebab Kepala Desa Tanrara selalu berkonsultasi dan menerima kritik, saran dan pendapat masyarakat sebelum mengambil keputusan. Berdasarkan hasil wawancara terhadap ketujuh informan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa kepala desa masih belum mampu memberikan motivasi kepada perangkat desa dan masyarakat, mengingat kurangnya perhatian dan dorongan dari kepala desa. Selama ini kepala desa melihat komunikasi yang baik dengan perangkat desa dan masyarakat.

“Miskomunikasi ini membuat Kepala Desa seringkali tidak mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat di Desa Tanrara.” Berdasarkan hasil wawancara Kepala Dusun mengenai pengendalian bawahan, Kepala Desa seringkali tidak meluangkan waktu untuk mengontrol langsung hal-hal yang dibutuhkan masyarakat Desa Tanrara. Bahkan, dalam hal pengendalian terhadap bawahannya, Kepala Desa seringkali membedakan antara bentuk pengendalian yang diberikan kepada perangkat desa dan masyarakat.

Hal ini terlihat dari cara kepala desa dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan baik. Dilihat dari cara Kepala Desa menyampaikan sesuatu ketika ada permasalahan yang dihadapi.” Hal ini terlihat dari perubahan ekspresi emosi Kepala Desa dalam interaksi antara Kepala Desa dengan masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa cara Kepala Desa Tanrara dalam mengambil keputusan adalah Kepala Desa Tanrara selalu mengadakan rapat bersama dengan perangkat desa dan masyarakat setempat sebelum mengambil keputusan. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa kemampuan motivasi kepala desa Tanrara masih kurang dalam memberikan motivasi kepada perangkat desa dan masyarakat setempat, dilihat dari kurangnya perhatian dan dorongan yang diberikan kepala desa kepada perangkat desa. . dan masyarakat. Keterampilan komunikasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan kepala desa dalam berkomunikasi baik dengan perangkat desa maupun masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab kepala desa Tanrara sudah cukup baik jika dilihat dari cara kepala desa dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di desa Tanrara. Keterampilan komunikasi yang dimiliki kepala desa Tanrara cukup mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat jika dilihat dari cara kepala desa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat di desa Tanrara. Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pembangunan Fisik Desa Kota Intan Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu.

Pembahasan Penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir ..................................................................
Gambar 1 Kerangka Pikir
Tabel 3.1  Informan Penelitian
Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

Hyperactivation of the immune system during COVID-19 leads to a sharp increase in the levels of pro-inflammatory cytokines - a cytokine storm that is characterized by systemic