• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Al Qur’an

Mahmud Yunus. Tafsir Qur’an Karim. Cet. 87. Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1988 M – 1409 H)

Qur’an Kemenag. https://quran.kemenag.go.id/.

Buku

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1996.

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 2014.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Jakarta: Rajawali Pers, 2001.

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 2008.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Cet 17. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Meliala, Djaja S. Pengangkatan Anak (Adopsi) Berdasarkan Adat Kebiasaan Setempat dan Peraturan Perundangan di Indonesia. Cet. 1. Bandung:

Nuansa Aulia, 2016.

Artadi, I Ketut. Hukum Adat Bali Dengan Aneka Masalahnya Dilengkapi Yurisprudensi, Cet. 2. Denpasar: Setia Kawan, 1980.

Waluyo, Bambang. Penelitian Hukum Dalam Praktek. Jakarta: Sinar Grafika, 2002.

Suratman dan Dillah, Phillips. Metode Penelitian Hukum. Cet. 1. Bandung:

Alfabeta, 2013.

Sulastri, Dewi. Pengantar Hukum Adat. Cet. 1. Bandung: Pustaka Setia, 2015.

Rato, Dominikus. Pengantar Hukum Adat. Cet. 1. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo, 2009.

Badruzaman Ismail, Badruzaman. Asas-Asas dan Perkembangan Hukum Adat.

Banda Aceh: Boebon Jaya, 2010.

Wiranata, I Gede A.B. Hukum Adat Indonesia; Perkembangannya dari Masa ke Masa. Cet. 1. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2005.

Bukido, Rosdalina. Hukum Adat. Ed. 1. Cet. 1. Yogyakarta: Deepublish, 2017.

Siombo, Marhaeni Ria, dan JM Henny Wiludjeng. Materi Pokok Hukum Adat. Ed.

1. Cet. 1. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka, 2015.

Utomo, St. Laksanto. Hukum Adat. Ed. 1. Cet. 2. Depok: Rajawali Pers, 2017.

(2)

Samosir, Djamanat. Hukum Adat Indonesia; Eksistensi Dalam Perkembangan Dinamika Perkembangan Hukum di Indonesia. Cet. 1. Bandung: Nuansa Aulia, 2013.

Hadikusuma, H. Hilman Hadikusuma. Hukum Kekerabatan Adat. Cet. 1. Jakarta:

CV. Fajar Agung, 1987.

___________. Hukum Perkawinan Adat dengan Adat Istiadat dan Upacara Adat.

Cet. 1. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2003.

Alting, Husein. Dinamika Hukum Dalam Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Tanah: Masa Lalu, Kini dan Masa Mendatang. Cet. 2. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo, 2010.

Soekanto, Soerjono dan Soleman B. Taneko. Hukum Adat Indonesia. Ed. 1. Cet.

15. Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

Tafaal, B Bastian. Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat Serta Akibat-akibat Hukumnya di Kemudian Hari. Cet. 1. Jakarta: CV. Rajawali, 1983.

Atmaja, Gede Marhaendra Wija. Politik Prulalisme Hukum: Arah Pengakuan Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dengan Peraturan Daerah. Cet. 1.

Denpasar: PT. Percetakan Bali, 2016.

Dijk, Van. Pengantar hukum Adat Indonesia, di terjemahkan oleh A. Soehardi.

Bandung: Mandar Maju, 2006.

Zaeni, Muderis. Adopsi (Suatu Tinjauan dari Tiga Sistem Hukum). Cet. 1. Jakarta:

PT Bina Aksara, 1985.

Soepomo, R. Hukum Perdata Adat Djawa Barat. Diterjemahkan oleh Ny. Nani Soewondo. Jakarta: Djembatan, 1976.

Pandika, Rusli. Hukum Pengangkatan Anak. Cet. 1. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

Kamil, Ahmad dan M. Fauzan. Hukum Perlindungan dan Pengangkatan Anak Indonesia. Ed. 1. Cet. 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.

Nasution, Enty Lafina. Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Anak Angkat. Ed.

1. Cet. 1. Yogyakarta: Deepublish, 2017.

Soepomo. Bab-Bab Tentang Hukum Adat. Ed. 2. Jakarta: Pradnya Paramita, 1977.

Dr. V.E. Korn. Bentuk-bentuk Sentana Menurut hukum Adat Bali Masa Kolonial [Verwantschrecht dalam Het Adatrecht van Bali (Bab VII). Diterjemahkan oleh I Gde Wayan Pangkat dan Mien Joebaar. Cet. 1. Bali: Udayana University Press, 2013.

Budawati, Ni Nengah, et. al. Payung Hukum Adat Untuk Keluarga Bali. Denpasar:

Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi untuk Keadilan (LBH APIK) Bali dan Komunitas untuk Indonesia yang Adil dan Setara (KIAS), 2011.

Parimartha, I Gde. Silang Pandang Desa Adat dan Dinas di Bali. Cet. 1. Bali:

Udayana University Press, 2013.

(3)

Surpha, I Wayan. Seputar Desa Pakraman dan Adat Bali; Dilengkapi Dengan Himpunan Keputusan seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu I – IX dan Perdan Nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman. Cet. 3. Denpasar: Pustaka Bali Post, 2012.

Windia, Wayan P. Hukum Adat Bali Dalam Tanyajawab. Cet. 1. Bali: Udayana University Press, 2013.

Lestawi I Nengah. Hukum Hindu Serta Perkembangannya. Surabaya: Paramita, 2015.

Umar, Muin dan Asyumuni A. Rahman. Ushul Fiqih 1. Cet. 2. Jakarta: P3SPTA.

Ditjen Binbaga Islam Depagha, 1986.

Zaini, Muderis. Adopsi; Suatu Tinjauan dari Tiga Sistem Hukum. Cet. 4. Jakarta:

Sinar Grafika, 2002.

As-Suyuthi, Imam. Asbabun Nuzul: Sebab-Sebab Turunya Ayat Al-Qur`an [Asbabun Nuzul]. Diterjemahkan oleh Ali Nurdin. Jakarta: Qisthi Press, 2017.

Alam, Andi Syamsu, dan M. Fauzan. Hukum Pengangkatan Anak Perspektif Islam.

Ed. 1. Cet. 1. Jakarta: Kencana, 2008.

Kamil, Ahmad dan M. Fauzan. Hukum Perlindungan dan Pengangkatan anak di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2008.

Sanusi, Ahmad, dan Sohari. Ushul Fiqih. Ed. 1. Cet. 1. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Ilyas, Ismardi. ‘Urf dan Perubahan Hukum (Studi Atas Pemikiran Abu Yusuf Dalam Hukum Islam. Cet. 1. Riau: Yayasan Pusaka Riau, 2011.

Syarifuddin, Amir. Garis-garis Besar Ushul Fiqih. Cet. 1. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.

Sahroni, Oni. Ushul Fikih Muamalah; Kaidah-kaidah Ijtihad dan Fatwa dalam Ekonomi Islam. Ed. 1. Cet. 2. Depok: Rajawali Pers, 2018.

Harisudin, M. Noor. Ilmu Ushul Fqih I, (Surabaya: Pena Salsabila, 2015), 87).

Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

________. Peratutran Pemerintah Republik Indonesia tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, PP Nomor 54 Tahun 2007. LN Tahun 2009 Nomor 123, TLN Nomor 4768.

________. Kompilasi Hukum Islam (KHI).

________. Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, UU Nomor 35 Tahun 2014. LN Tahun 2014 Nomor 297, TLN Nomor 5606.

________. Undang-undang tentang Peradilan Agama. UU Nomor 3 Tahun 2006.

LN Tahun 2006 Nomor 22, TLN Nomor 4611

(4)

Pengadilan Negeri Denpasar, “Penetapan Nomor: 557/Pdt.P/2015/PN. DPS.

Jurnal Hukum

Winarno, Jatmiko. “Akibat Hukum Pengangkatan Anak”. Unisla Journal: Jurnal Humaniora. Vol. 1, No. 2. Februari 2013. Hal. 6.

Syahbandir, Mahdi. “Kedudukan Hukum Adat dalam Sistem Hukum”. KANUN:

Jurnal Ilmu Hukum. Vol. 12, No. 1. April 2010. Hal. 5.

Thontowi, Jawahir. “Pengaturan Masyarakat Hukum Adat dan Implementasi Perlindungan Hak-hak Tradisionalnya”. Pandecta: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum. Vol. 10, No. 1. Juni 2015. Hal 3.

Sabardi, Lalu. “Konstruksi Makna Yuridis Masyarakat Hukum Adat Dalam Pasal 18B UUD RI Tahun 1945 untuk Identifikasi Adanya Masyarakat Hukum Adat”. Jurnal Hukum dan Pembangunan. Vol. 44, No. 2. 2014. Hal 171.

Triningsih, Irfan Nur Rahman Anna, Alia Harumdani W, dan Nallom Kurniawan.

“Dasar Pertimbangan Yuridis Kedudukan Hukum (Legal Standing) Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Proses Pengujian Undang- Undang di Mahkamah Konstitusi”. Jurnal Konstitusi. Vol. 8, No. 5.

September 2011. Hal. 772.

Marthasari, Ian, Slamet Sumarto, Makmuri. “Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara (Karakteristik dan Kedudukan Hukumnya)”. Unnes Civic Education Jurnal: Jurnal Jurusan Politik dan Kewarganegaran Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Vol. 2, No. 1, 2016. Hal. 10.

Pramana, I Gede Pasek. “Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat Bali (Studi di Wilayah Desa Baliage)”. ADVOKASI: Jurnal Hukum. Vol. 9, No. 1. Mei 2019 Hal. 17.

Bakri, Nada Farhana, Sukirno, dan Sri Sudaryatmi. “Pelaksanaan Pengangkatan Anak dan Dampaknya Dalam Harta Warisan Pada Masyarakat Adat Bali Perantauan di DKI Jakarta”. DIPONEGORO LAW JURNAL: Jurnal Hukum. Vol. 6, No. 2, Agustus 2017. Hal. 2-3.

Mantra, I Gede Putu. “Adopsi Merupakan Cara Pemberian Status Hukum terhadap Anak Luar Kawin di Desa Pakraman Bukit Tumpeng Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan (Perspektif Hukum Adat Bali)”.

VYAVAHARADUTA: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Hukum. Vol. 13, No. 2. September 2018. Hal. 5-6.

Hemamalini, Kadek dan Untung Suhardi. “Dinamika Perkawinan Adat Bali Status dan Kedudukan Anak Sentana Rajeg Menurut Hukum Adat dan Hukum Hindu”. DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan. Vol. XIII, No. 26. Oktober 2015. Hal. 38.

Artana, I Made. “Kedudukan Harta Jiwa Dhana Menurut Hukum Adat Bali”.

YUSTITIA: Jurnal Ilmu Hukum. Vol. 13, No. 1. Oktober 2019. Hal. vi-vii.

(5)

Setyawati, Ni Kadek. “Kedudukan Perempuan Hindu Menutut Hukum Waris Adat Bali Dalam Perspektif Kesetaraan Gender”. IHDN Denpasar: Jurnal Penelitian Agama Hindu. Vol. 1, No. 2. Oktober 2017. Hal 621-622.

Hendriatiningsih, S, A. Budiartha, dan Andri Hernandi, “Masyarakat dan Tanah Adat Bali (Studi Kasus Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali). Jurnal Sosioteknologi. Vol. 7, No. 15. Desember, 2008. Hal. 521.

Meta, Ketut. “Pengangkatan Sentana Rajeg Dalam Perspektif Perkawinan Adat Bali”. CAKRAWALA HUKUM: Jurnal Hukum. Vol. 18, No. 1. Juni 2013.

Hal. 161.

Sanjiwan, I Gusti Agung Ayu Sukma. “Pluralisme Hukum Dalam Perbuatan Hukum Pengangkatan Anak di Bali”. Jurnal Magister Hukum Udayana.

Vol. 4. No. 4. Desember 2015. Hal. 664.

Rauf, Abd. “Kedudukan Hukum Adat Dalam Hukum Islam”. TAHKIM: Jurnal Hukum dan Syariah. Vol. IX, No. 1. Juni 2013. Hal. 21.

Mu’allim, Amir. “Adat Kebiasaan Dam Kedudukannya Dalam Perkembangan Hukum Islam Di Indonesia”. Al-MAWARID: Jurnal Syariah dan Hukum.

Ed. IV. Desember 1995. Hal. 15.

Misno. “Teori ‘Urf Dalam Sistem Hukum Islam Studi Jual beli Ijon Pada Masyarakat Kabupaten Cilacap Jawa Tengah”. AL MASLAHAH: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam. Vol. 1, No. 2. 2013. Hal 106.

Harisudin, M Noor. “Urf Sebagai Sumber Hukum Islam (Fiqh) Nusantara”. AL- FIKR: Jurnal Pemikiran Islam. Vol. 20, No. 1. 2016. Hal 71.

Suprayudi, Mitra. “Analisis Hukum Terhadap Tabbani (Pengangkatan Anak) Menurut Fikih Islam dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlinungan Anak”. PREMISE LAW JURNAL, Vol. 2. Hal. 2.

Faradz, Haedah. “Pengangkatan Anak Menurut Hukum Islam”. Jurnal DINAMIKA HUKUM. Vol. 9, No. 2. Mei 2009. Hal. 154.

Syafi’i, Ahmad. “Adopsi Dalam Perspektif Hukum Perdata, Hukum Adat dan Hukum Islam”. Jurnal HUNAFA: Jurnal Studia Islamika. Vol. 4, No. 1.

Maret 2007. Hal. 57.

Sasmiar. “Pengangkatan Anak di Tinjau Dari Hukum Islam Dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 Tentang Pengangkatan Anak”.

UNDANG: Jurnal Ilmu Hukum. Hal. 7.

Nasution, Hotnidah. Penetapan Cucu Sebagai Anak Angkat dan Implikasinya Terhadap Masalah Waris. AHKAM: Jurnal Ilmu Syari’ah. Vol. XIV, No. 1.

Januari 2014. Hal. 80.

Nofialdi. “Pengaruh Faktor-Faktor Sosial Terhadap Ijtihad Sahabat Mu’adz bin Jabal”. ISTINBATH: Jurnal Hukum Islam. Vol. 15. No. 1, Juni 2016. Hal.

114.

(6)

Karya Tulis

Pratiwi, Ika Putri. “Akibat Hukum Pengangkatan Anak Yang Tidak Melalui Penetapan Pengadilan”. Tesis Universitas Brawijaya, Malang, 2016.

Artiani, Melania Desfiana. “Tinjauan Yuridis Atas Pengajuan Gugatan Pembatalan Adopsi”. Tesis Universitas Indonesia, Depok, 2009.

Marwati, Ni Wayan. “Lembaga Pengangkatan Anak (Adopsi) Pelaksanaan dan Akibat Hukumnya Dalam Hukum Adat Bali (Analisis Masyarakat Hukum Adat, di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali)”. Tesis Mahasiswi Universitas Indonesia, Depok, 2008.

Aslamy, Lana Falahasna. “Adopsi Cucu Kandung Akibat hamil Pranikah Dalam Persfpektif Hukum Islam dan Hukum Perdata (Studi Kasus di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang)”. Skripsi Mahasiswa Institut Agama Islam Negri (IAIN) Salatiga, Salatiga, 2019.

Binkendijk, Elska Amelia. “Beberapa Permasalahan Hukum Tentang Perkawinan “Ngerod” di Bali Sejak Berlakunya UU Nomor 1 Tahun 1974”. Skripsi Mahasiswa Hukum Universitas Arlangga, Surabaya, 1989.

Zulkifli. “Al-Urf dan Pembaruan Hukum Islam”. Disertasi, Program Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2001.

Farhani, Zakia Al. “Proses Pengangkatan Anak (Adopsi) Dalam Perspektif Hukum Islam; Studi Kasus Yayasan Siran Malik Pesantren Al Falah Parung Benying”. Skripsi Mahasiswa Universitas Islam Negeri, Jakarta, 2011.

Asman. “Perananan Adat atau ‘Urf Dalam Pengembangan Hukum Islam”. Kajian Hukum Islam Klasik oleh Mahasiswa Magister Dirasah Islamiyah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, 2016.

Abdurrahman. “Draft Laporan Pengkajian Hukum Tentang Mekanisme Pengakuan Masyarakat Hukum Adat”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., Jakarta, 2015.

Internet

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. https://kbbi.web.id/cucu. Diakses pada tanggal 6 Oktober 2019.

Hukum Online. “Ana Angkat, Prosedur dan Hak Warisnya”.

https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl107/bagaimana-cara- mengadopsi-anak/. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2019.

PA-Pasuruan.go.id. “Arah Baru Pengangkatan Anak di Indonesia”. http://www.pa- pasuruan.go.id/arah-baru-pengangkatan-anak-di-indonesia/. Diakses pada tanggal 29 Oktober 2019.

Hukum Online. “Pengangkatan Anak Menurut Hukum Islam”.

https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt516b6321d8ef7/peng

(7)

angkatan-anak-menurut-hukum-islam/. Diakses Pada tanggal 30 Oktober 2019.

______________. “Anak Angkat Prosedur dan Hak Warisnya”, https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl107/bagaimana-cara- mengadopsi-anak/. Diakses pada tanggal 11 November 2019.

Kemenkumham.go.id. “Rancangan Undang-Undang Tentang Pengakuan dan

Perlindungan Masyarakat Hukum Adat”.

http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/pembahasan-ruu/63-rancangan-peratu ran/rancangan-peraturan-pemerintah/2453-rancangan-undang-undang-ten tang-pengakuan-dan-perlindungan-hak-masyarakat-hukum-adat.html.

Diakses pada tanggal 11 November 2019.

Warman, Kurnia. “Peta Perundang-undangan tentang Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat”, https://procurement notices.undp.org/view_file.cfm?doc_id =39284, hal. 1. Diakses pada tanggal 20 November 2019.

Kompasiana Beyond Blogging. “Fungsi dan Peran Hukum Adat dalam Masyara kat Gayo”. https://www.kompasiana.com/mahasiswa_stihmat/55121bb3a3 3311c9 56ba7da2/fungsi-dan-peran-hukum-adat-dalam-masyarakat-gayo.

Diakses pada tanggal 21 Desember 2019.

Tirto.id. “Sejarah Hindu Bali: Upaya Menuntut Pengakuan dari Negara”.

https://tirto.id/sejarah-hindu-bali-upaya-menuntut-pengakuan-dari-negara- diDD. Diakses pada tanggal 13 Januari 2020.

Wahdah.or.id. “Menyikapi Tradisi (Adat-Istiadat) Dalam Perspektif Islam”.

https://wahdah.or.id/menyikapi-tradisi-adat-istiadat-dalam-perspektif- islam/. Diakses pada tanggal 14 Januari 2020.

NU Online. “Hukum Adat Dalam Tinjauan Fiqih”, https://islam.nu.or.id/post/read/80092/hukum-adat-dalam-tinjauan-fiqih.

Dikases pada tanggal 14 Januari 2020.

Al-Manhaj.or.id. “Pedoman Penggunaan Urf Dalam Menetapkan Hukum Syar’i”.

https://almanhaj.or.id/3834-pedoman-penggunaan-urf-dalam-menetapkan- hukum-syari.html. Diakses pada tanggal 19 Januari 2020.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun akibat hukum yang akan timbul dari pengangkatan anak/adopsi dalam Surat Penetapan Pengangkatan Anak No.221 /PDT.P/2009/PN-TB adalah dua dalam hal yaitu perwalian dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan pengangkatan anak berdasarkan hukum adat Bali dan hukum positif dan mengetahui kedudukan anak angkat

Hukum Islam tidak mengenal pengangkatan anak yang mempunyai akibat hukum seperti terdapat pada masyarakat adat dan BW, yang menyebabkan putusnya hubungan hukum keperdataan

Dinamika Perkawinan Adat Bali: Status dan Kedudukan Anak Sentana Rajeg Menurut Hukum Adat dan Hukum Hindu.. Islami, Moch Zihad dan Yulia

Berdasarakan hasil penelitian, aturan-aturan hukum yang mengatur tentang pengangkatan anak/adopsi bagi orang Bali yang masih mengakui perbuatannya itu dilakukan perbuatan

Hukum Islam tidak melarang adanya lembaga pengangkatan anak (Adopsi), bahkan membenarkan dan menganjurkan demi untuk kesejahteraan anak kebahagiaan orang tua. Perlu

Hukum adat masyarakat adat Melayu dikota Medan merujuk pada syariat Islam, sehingga dalam akibat hukum dari pelaksanaan pengangkatan anak berdasarkan pada syariat

Secara keseluruhan tesis ini terdiri dari 5 Bab. Di Bali dikenal berbagai jenis delik adat, dalam hukum adat Bali diantaranya adalah pencurian benda- benda sakral.