Penelitian ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa masyarakat kota Surabaya memiliki potensi ekologi dakwah yang perlu dipetakan agar terjadi sinergi yang kuat dalam sistem dakwah. Fokus penelitian ini adalah pemetaan potensi pendakwah, pesan dakwah, metode dakwah, mitra dakwah, media dakwah, masjid, mushola, dan majlis taklim di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan keilmuan multidisipliner yang berusaha melihat suatu obyek dengan perspektif multidisipliner dengan jenis penelitian deskriptif-kualitatif.
This research was conducted based on the fact that the people of Surabaya have the ecological potential of da'wah that needs to be mapped so that strong synergies occur in the da'wah system. The focus of this research is mapping the potential of preachers, da'wah messages, da'wah methods, da'wah partners, da'wah media, mosques, prayer rooms, and majlis taklim in the city of Surabaya. The results of this study explain that preachers have a very dominant role in society, but the ratio of preachers to da'wah partners is not balanced.
The da'wah method used by the majority uses one-way lectures and a small number uses the lecture method with question and answer. 180 Grafik 4.5 Efektivitas Metode Dakwah pada Masyarakat Kota Surabaya 181 Grafik 4.6 Prosentase Jumlah Masjid di Kota Surabaya.
Latar Belakang Masalah
Hal ini disebabkan oleh cara berfikir masyarakat kota yang lebih rasional, yang didasarkan pada perhitungan eksak dalam berhubungan dengan realitas dalam masyarakat. Selain itu, kehidupan masyarakat kota berada dalam lingkungan ekonomi, perdagangan, dan usaha- usaha yang lain. Karakteristik budaya masyarakat perkotaan memiliki beberapa ciri yaitu pertama, dalam mata pencaharian hidup, masyarakat kota banyak menggunakan.
Keempat, sistem pengetahuan pada masyarakat kota lebih cenderung pragmatis, apapun sekolahnya yang penting cepat kerja. Penerapan dakwah yang adaptif dan kontekstual7 pada masyarakat kota menjadi sebuah kebutuhan yang amat penting dan mendesak. Fenomena pada masyarakat kota di atas memerlukan sentuhan dakwah yang lebih komprehensif, menyentuh teologi tranformatif dan membentuk kesalehan sosial dalam bermasyarakat.
Dengan demikian, penelitian ini akan mengkaji dan mendeskripsikan potensi ekologi dakwah yang meliputi potensi dan implementasi aset pendakwah, pesan dakwah, metode dakwah, mitra dakwah, dan media dakwah pada masyarakat Kota Surabaya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai database aktivitas dakwah pada masyarakat Kota Surabaya dengan berbagai karakteristik masyarakat kota.
Rumusan Masalah
Dalam pelaksanaannya dakwah menggunakan dua jenis komunikasi yaitu komunikasi antara Allah dengan umat-Nya atau sebaliknya, dan komunikasi antar umat manusia itu sendiri.23 Dalam konteks yang kedua inilah kajian tema penelitian ini dirumuskan sebagai ekologi manusia terkait dengan hubungan antar manusia dengan linkungannya.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Secara praktis, penelitian ini dapat bermanfaat, pertama, sebagai wujud integrasi antara keislaman dengan keilmuan yang telah dikembangkan oleh UIN Sunan Ampel melalui slogannya Integrated Twin Towers. Kedua, penelitian ini menghasilkan peta potensi dan asset dakwah yang dapat dijadikan sebagai database dalam aktivitas dakwah pada masyarakat Kota Surabaya. Ketiga, Kontribusi hasil penelitian ini dapat dikembangkan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel sesuai dengan visinya yaitu sebagai pusat pengembangan dakwah transformatif berbasis riset dan teknologi.
Kerangka Konseptual
Hasil penelitian Ibnu Hasan Muchtar26 tentang Perubahan Paradigma Faham Keagamaan Komunitas Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Kota Surabaya Jawa Timur. 26 Ibnu Hasan Muchtar, Perubahan Paradigma Faham Keagamaan Komunitas Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Kota Surabaya Jawa Timur. Hasil-hasil penelitian ini dapat menunjukkan dan menjelaskan varian paham, ideologi, dan gerakan yang dilakukan dalam berdakwah.
Ekologi dakwah dalam penelitian ini terfokus pada elemen dakwah yang meliputi peta potensi pendakwah/da’i/mubalig, pesan dakwah, metode dakwah, mitra dakwah, dan media dakwah pada masyarakat Kota Surabaya. Peneliti memetakan potensi pendakwah/da’i/mubalig, pesan dakwah, metode dakwah, mitra dakwah, dan media dakwah pada masyarakat Kota Surabaya. Masyarakat Kota Surabaya menempati lingkup area dengan cakupan 31 kecamatan dengan 165 kelurahan yang menyebar di seluruh wilayah Kota Surabaya.
Wilayah kota Surabaya dibagi menjadi lima wilayah kerja pembantu yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Barat, Surabaya Utara, dan Surabaya Selatan 29. Peta potensi pendakwah/da’i/mubalig, pesan dakwah, metode dakwah, mitra dakwah, dan media dakwah pada masyarakat Kota Surabaya di tinjau dalam perspektif keilmuan dakwah, psikologi,.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini digunakan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan31. Masyarakat Kota Surabaya yang dijadikan sebagai sasaran penelitian ini memiliki kriteria sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Wilayah Kota Surabaya terdiri dari 31 kecamatan yang secara administrasi di bagi dalam lima (5) wilayah kerja pembantu seperti terlihat dalam tabel sebagai berikut.
Ada dua jenis data yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini yaitu jenis data primer dan sekunder. Jenis data primer terkait dengan informasi kunci atau pokok tentang penelitian ini yaitu peta potensi pendakwah/da’i/mubalig, pesan dakwah, metode dakwah, mitra dakwah, dan media dakwah pada masyarakat Kota Surabaya. Penelitian ini juga menggunakan telaah dokumen dengan jenis tinjauan integratif21 yaitu tinjauan terhadap pengetahuan yang sudah pasti melalui literatur-literatur yang berhubungan dengan topik penelitian yang akan dilakukan.
Adapun sumber-sumber rujukan dalam telaah dokumen ini terdiri dari ; Buku Data Penerangan Agama Islam (Penais), Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya Tahun 2017, Dokumentasi Data Mubalig dan Masjid Yayasan Koordinasi Masjid Surabaya, Korps Mubaligh Muhammadiyah Surabaya, Ikatan Da’i (IKADI) Surabaya, Company Profil Kota Surabaya, dan dokumentasi hasil wawancara dari para informan. Analisis data dalam penelitian mengikuti pendapat Miles & Huberman dengan menggunakan analisis data model alir yaitu analisis data yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.34.
Sistematika Pembahasan
Triangulasi dilakukan dengan cara validasi sumber informasi dari sumber informasi pertama agar diperoleh informasi yang akurat. Hasil triangulasi ini kemudian didiskusikan bersama teman sejawat atau tim dan dengan alat atau teknik.
KAJIAN TEORITIS
Pengertian Ekologi Dakwah
Dasar berpikir yang digunakan dalam memberikan sudut pandang tentang ekologi dakwah dapat dimulai dari surat Al-A’raf ayat 172 sebagai berikut. Fitrah manusia yang dibawah sejak lahir memerlukan sentuhan lingkungan yang dalam hadis disebut sebagai kedua orang tua. Kedua orang tua ini dapat dimaknai sebagai lingkungan yang terdiri dari orang tua kandung, kakek, nenek, keluarga terdekat, dan bahkan tetangga.
Dengan demikian akan lahir konsep dakwah yang menyeru ke jalan yang ma’ruf, yaitu segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah dan mencegah yang munkar, yaitu segala perbuatan yang menjauhkan kita dari Allah SWT. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. Ayat di atas adalah dasar berpikir dan bertindak bagi seorang pendakwah dalam mengambil peran sebagai aspek lingkungan yang berupaya melindungi manusia fitri yang telah dilahirkan agar tetap dijalan yang ma’ruf dan terhindar dari yang munkar.
Ruang Lingkup Ekologi Dakwah
Profil Masyarakat Kota Surabaya
Deskripsi Data Penelitian
PENUTUP
Simpulan
Saran