• Tidak ada hasil yang ditemukan

daluwarsa bea meterai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "daluwarsa bea meterai"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

BEA METERAI DTSD II PAJAK

HASANUDDIN TATANG OLEH ;

(2)

Bea meterai adalah pajak

Ciri-ciri pajak Ciri-ciri Bea Meterai peralihan kekayaan dari

orang/badan ke Pemerintah

penjualan benda meterai &

pembayaran masuk ke kas negara

berdasarkan ketentuan

undang-undang berdasarkan ketentuan undang-undang

Kontraprestasi tidak langsung Pembayar BM tidak mendpt kontraprestasi langsung

dipungut oleh negara dipungut oleh pemerintah pusat

untuk pengeluaran

pemerintah dan investasi publik.

untuk pengeluaran pemerintah dan investasi publik

alat untuk mencapai tujuan tertentu

dipungut secara langsung atau tidak langsung

(3)

DASAR HUKUM BEA METERAI

Undang-Undang Nomor 13 tahun 1985 ( Lembaran Negara RI Tahun 1985 Nomor 69 dan Tambahan Lembaran Negara RI

Nomor 3313 MERUPAKAN

HUKUM MATERIAL

HUKUM FORMAL

Pasal 3 : Dengan Peraturan Pemerintah dapat ditetapkan besarnya tarif Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai, dapat ditiadakan, diturunkan, dinaikkan setinggi-tingginya enam kali atas dokumen-

dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

(4)

SURAT

SURAT DI BAWAH TANGAN

SURAT BIASA AKTA DI BAWAH TANGAN

SURAT AUTENTIK

AKTA AUTENTIK

AKTA AUTENTIK MENURUT HUKUM

PUBLIK

AKTA AUTENTIK MENURUT HUKUM

PERDATA

SURAT DINAS

Pengertian

Dokumen Pasal 1 ayat (2) UU Bea Meterai

kertas yang berisikan tulisan yag mengandung arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan, atau kenyataan bagi seseorang dan atau pihak-pihak yang berkepentingan.

(5)

Objek Bea Meterai Objek Bea Meterai

a. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan, atau keadaan yang bersifat perdata.

b. Akta-akta notaris termasuk salinannya.

c. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkapannya.

d. Surat yang memuat jumlah Uang, yaitu;

Yang menyebutkan penerimaan uang;

Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank;

Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank; dan

Yang berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.

e.Surat berharga seperti wesel, promes, aksep , dan cek.

f. Efek dalam nama dan bentuk apapun

Pasal 2

(6)

Pasal 4 : tidak dikenakan bea meterai atas dokumen, a.l. :

a. dokumen yang berupa : (1)surat penyimpanan barang; (2) Konosemen; (3) surat angkutan penumpang dan barang; (4) keterangan

pemindahan yang dituliskan di atas dokumen

sebagaimana dimaksud dalam angka (1), (2), dan (3); (5) bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang; (6) surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim; (7) surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat

sebagaimana dimaksud dalam angka 1)- 6).

b. segala bentuk Ijazah;

c. tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang tunjangan, dan pembayaran lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat- surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu;

d. tanda bukti penerimaan uang Negara dari kas Negara, Kas Pemerintah daerah, dan bank;

Bukan Objek Bea meterai

(7)

e. kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan

dengan itu dari Kas Negara, Kas Pemerintahan Daerah dan bank;

f. tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi;

g. dokumen yang menyebutkan tabungan,

pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank, koperasi, dan badan-badan lainnya yang bergerak di bidang tersebut;

h. surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian;

i. tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Bukan Objek Bea meterai...

(8)

Subjek Bea Meterai

Pasal 6 UU BM : Bea Meterai terhutang oleh pihak yang

menerima atau pihak yang mendapat manfaat dari dokumen, kecuali pihak atau pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain.

a. Dalam hal dokumen dibuat sepihak, misalnya kuitansi, Bea Meterai terhutang oleh penerima kuitansi.

b. Dalam hal dokumen dibuat oleh 2 (dua) pihak atau lebih, misalnya surat perjanjian di bawah tangan, maka masing-masing pihak terhutang Bea Meterai atas dokumen yang diterimanya.

c. Jika surat perjanjian dibuat dengan Akta Notaris, maka Bea Meterai yang terhutang baik atas asli sahih yang disimpan oleh Notaris maupun

salinannya yang diperuntukkan pihak-pihak yang

bersangkutan terhutang oleh pihak-pihak yang

mendapat manfaat dari dokumen tersebut

(9)

Saat Terutang Bea Meterai

Pasal 5 UU Bea Meterai :

a.Dokumen yang dibuat oleh satu pihak, adalah pada saat dokumen itu

diserahkan;

b.Dokumen yang dibuat oleh lebih dari salah satu pihak, adalah pada saat

selesainya dokumen dibuat, yang ditutup dengan pembubuhan tanda tangan dari yang bersangkutan.

c.Dokumen yang dibuat di luar negeri

adalah pada saat digunakan di Indonesia.

 

(10)

TARIF Bea Meterai

JENIS DOKUMEN

o

dokumen yang merupakan

surat yang dibuat dengan

tujuan untuk digunakan sebagai barang

bukti di pengadilan Rp 6.000,00o Cek dan

bilyet giro Rp 3.000,00

• Surat yang memuat jumlah Uang

• Efe

k Rp

3.000,00/6.0 00,00

JML NOMINAL

(11)

Pelunasan Bea Meterai Pelunasan Bea Meterai

PELUNASAN PELUNASAN

BENDA METERAI

BENDA METERAI

KERTAS METERAI KERTAS

METERAI METERAI

TEMPEL METERAI

TEMPEL

CARA LAIN CARA LAIN

MESIN TERA MESIN

TERA TEKNOLOGI

PERCETAKAN TEKNOLOGI

PERCETAKAN SISTEM KOMPUTER

SISTEM KOMPUTER

PEMETERAIAN KEMUDIAN PEMETERAIAN

KEMUDIAN

(12)

 Meterai Tempel

desain tahun 2005 (PMK Nomor 15/PMK.03/2005, berlaku sejak 1 April 2005.

 Kertas Meterai

desain 2002 (KMK Nomor 323/KMK. 03/2002, berlaku sejak 3 Juli 2003)

Benda Meterai yang berlaku sekarang

(13)

PENGADAAN dan PENGELOLAAN BENDA METERAI

PP Nomor 28 Tahun 1986 tentang

Pengadaan, Pengelolaan, dan Penjualan Benda Meterai :

TATA CARA DAN

PERSYARATA N PENCE-

TAKAN PENCETAKAN

PENGELOLA AN DAN PENJUALAN DEP

KEU

PERU RI

POS

&

GIRO

(14)

Kepmenkeu Nomor 133b/KMK.04/2000 tanggal 28 April 2000 : Pemeteraian dengan cara lain adalah pelunasan bea meterai dengan membubuhkan tanda bea meterai lunas dengan :

1. mesin teraan meterai

;

2. teknologi percetakan

;

3. sistem komputerisasi

dengan ketentuan ...

Pemeteraian Dengan CARA

LAIN

(15)

harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Pajak.

hasil pencetakan tanda Bea Meterai Lunas harus dilaporkan kepada Direktur Jenderal Pajak;

Pembubuhan tanda Bea Meterai Lunas dengan menggunakan teknologi percetakan dilaksanakan oleh Perum Peruri

dan/atau perusahaan sekuriti yang mendapat ijin dari Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) yang di tunjuk oleh Bank Indonesia.

Bea Meterai yang telah dibayar atas tanda Bea Meterai

Lunas yang tercetak pada dokumen yang tidak terutang Bea Meterai ataupun yang belum digunakan untuk mencetak tanda Bea Meterai Lunas, dapat dialihkan untuk penggunaan

berikutnya.

Pemeteraian Dengan CARA LAIN

(lanjutan ...)

(16)

Penerbit dokumen dengan tanda Bea Meterai Lunas yang Bea Meterainya tidak atau kurang dilunasi harus melunasi Bea Meterai yang terutang berikut dendanya 200 % (dua ratus persen).

Bea Meterai kurang bayar atas cek, bilyet giro, dan efek yang tanda Bea Meterai Lunasnya dibubuhkan sebelum 1 Mei 2000 harus dilunasi dengan menggunakan mesin teraan

Meterai atau dengan menggunakan meterai tempel

Pemeteraian Dengan CARA LAIN

(lanjutan ...)

(17)

Tata Cara Pelunasan dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Mesin

Teraan Meterai (manual)

Tata Cara Pelunasan dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Mesin

Teraan Meterai (manual)

Memenuhi ketentuan Kepmenkeu Nomor 133b/KMK.04/2000 tanggal 28 April 2000

jumlah rata-rata setiap hari minimal sebanyak 50 dokumen.

mengajukan permohonan ijin secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak setempat

melakukan penyetoran Bea Meterai di muka minimal sebesar Rp 15.000.000,-

Ijin penggunaan berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal ditetapkan, dan dapat diperpanjang.

Bea meterai yang belum dipergunakan karena mesin teraan meterai rusak atau tidak dipergunakan lagi, dapat dialihkan untuk pengisian deposit mesin teraan meterai lain, teknologi percetakan, atau sistem komputerisasi.

Menyampaikan laporan penggunaan mesin teraan kepada KPP.

(18)

Tata Cara Pelunasan dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Mesin

Teraan Meterai (digital)

Tata Cara Pelunasan dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Mesin

Teraan Meterai (digital)

Hal –hal yang berlaku pada pembubuhan dengan mesin teraan

manual berlaku pula untuk mesin teraan digital, kecuali untuk hal- hal berikut:

Aplikasi Kode Deposit; Aplikasi e- meterai

setelah membayar deposit, WP akan memperoleh Kode Deposit paling lambat 3 (tiga) hari kerja.

izin penggunaan berlaku selama 4 (empat) tahun sejak tanggal ditetapkan, dan dapat diperpanjang selama memenuhi

persyaratan.

Mesin Teraan Meterai Manual, dinyatakan masih berlaku sampai dengan tanggal 28 April 2010

(19)

Tata Cara Pelunasan Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas Dengan Teknologi Percetakan

.

Keputusan Dirjen Pajak No.: Kep - 122c/Pj./2000 tgl. 1 Mei 2000. :

Untuk dokumen berbentuk cek, bilyet giro, dan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Deposit sebesar jumlah dokumen yang harus dilunasi BMnya.

Ijin tertulis dari Direktur Jenderal Pajak.

Perum Peruri dan persh. sekuriti yang melakukan pembubuhan, harus menyampaikan laporan bulanan kepada Dirjen Pajak

paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Bea meterai kurang bayar yang dibubuhkan sebelum tanggal 1 Mei 2000 harus dilunasi dengan menggunakan mesin teraan meterai atau dengan menggunakan meterai tempel.

Bea Meterai kurang bayar yang dibubuhkan sejak tanggal 1 Mei 2000 harus dilunasi dengan menggunakan mesin teraan meterai atau meterai tempel + denda administrasi sebesar 200% .

Bea Meterai telah dibayar yang belum dipergunakan dapat dialihkan untuk pengisian deposit mesin teraan lain/teknologi percetakan /sistem komputerisasi.

(20)

Penerbit dokumen yang akan melakukan pengalihan, harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Dirjen Pajak

dengan mencantumkan alasan dan jumlah Bea Meterai yang akan dialihkan.

Penerbitan dokumen tanpa ijin tertulis Direktur Jenderal Pajak dikenakan sanksi pidana.

Penyampaian laporan bulanan kepada Dirjen Pajak yang melewati batas waktu dikenakan sanksi pencabutan ijin penunjukan sebagai pelaksana pembubuhan

Tata Cara Pelunasan Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas Dengan Teknologi Percetakan

.

Lanjutan ...

(21)

Tata Cara Pelunasan Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Sistem Komputerisasi

Keputusan Dirjen Pajak No.: Kep - 122d/PJ./2000 Tgal 1 Mei 2000

Dokumen sebagaimana dimaksud Pasal 1 huruf d PP No. 24 Tahun 2000 dengan jumlah rata-rata

pemeteraian setiap hari minimal 100 dokumen.

Penerbit dokumen harus mengajukan permohonan ijin tertulis kepada Dirjen. Pajak

Penerbit dokumen harus melakukan pembayaran Bea Meterai di muka minimal sebesar perkiraan jumlah dokumen yang harus dilunasi setiap bulan.

Penerbit dokumen harus menyampaikan laporan bulanan tentang realisasi penggunaan dan saldo paling lambat tgl 15 setiap bulan.

Ijin pelunasan berlaku selama saldo Bea Meterai yang telah dibayar pada saat mengajukan ijin masih

mencukupi kebutuhan pemeteraian 1 (satu) bulan berikutnya.

(22)

Apabila saldo kurang dari estimasi kebutuhan satu bulan, Penerbit dokumen harus mengajukan permohonan ijin baru dengan terlebih dahulu membayar deposit minimal sebesar kekurangan yang harus dipenuhi untuk mencukupi

kebutuhan 1 (satu) bulan.

Bea Meterai yang belum dipergunakan karena sesuatu hal, dapat dialihkan untuk pengisian deposit mesin teraan

meterai, atau teknologi percetakan.

Pelunasan tanpa ijin tertulis Dirjen Pajak dikenakan sanksi pidana.

Bea Meterai kurang bayar yang disebabkan oleh kelebihan pemakaian dari deposit, dikenakan sanksi denda

administrasi sebesar 200 %.

Pembubuhan melewati masa berlakunya ijin yang diberikan, dikenakan sanksi pencabutan ijin.

Penyampaian laporan yang melewati batas waktu yang telah ditentukan dikenakan sanksi pencabutan ijin.

Tata Cara Pelunasan Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Sistem Komputerisasi

Lanjutan ...

(23)

Akibat Apabila Ketentuan Cara Pelunasan Bea Meterai Tidak Dipenuhi

Dalam hal pemenuhan dengan menggunakan benda bea meterai tidak

memenuhi ketentuan, maka dokumen yang bersangkutan dianggap tidak ber meterai (Pasal 7 ayat (9) UU Bea Meterai). Hal ini berakibat akan dikenakan sanksi berupa denda administrasi sebesar 200% dari bea meterai yang

tidak dibayar.

Dalam hal pemenuhan dengan menggunakan mesin teraan meterai atau cara lainnya sebagaimana dimaksudkan dalm Pasal 7 ayat (2) huruf b UU Bea

Meterai dilakukan tanpa izin, maka berdasarkan Pasal 14, hal tersebut

merupakan kejahatan sehingga dapat diancam dengan pidana penjara selama- lamanya tujuh tahun.

(24)

Pengawasan

Pengelolaan dan Penjualan Benda Meter

SE DJP Nomor SE - 23/PJ.53/2003 tanggal 17 September 2003.

KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Kantor Pos Pemeriksa wajib melaksanakan :

Mencocokan jumlah penjualan benda meterai yang tercantum pada laporan yang disampaikan Kantor Pos Pemeriksa dengan lembar ketiga SSP standar atau SSP khusus atas hasil

penjualan benda meterai dan meneliti MAP/kode jenis pajak dan kode jenis setoran yang tercantum pada SSP tersebut.

Mencocokan bukti setor atas hasil penjualan benda meterai

yang dilaporkan oleh Kantor Pos Pemeriksa dengan lembar kedua SSP standar atau SSP khusus dari KPKN;

Menatausahakan laporan penjualan benda meterai beserta bukti setor atas hasil penjualan benda meterai dengan baik.

(25)

KPP wajib menyampaikan surat teguran kepada Kantor Pos Pemeriksa dalam hal:

Kantor Pos pemeriksa belum menyampaikan laporan bulanan penjualan dan persediaan benda meterai sampai dengan batas waktu yang

ditentukan; dan atau

Kantor Pos pemeriksa tidak menyetorkan hasil penjualan benda

meterai setiap hari ke rekening giro atas nama kas negara c.q. Kepala KPP

Pengawasan

Lanjutan ...

(26)

Dalam rangka meneliti kebenaran laporan bulanan penjualan dan

persediaan benda meterai dan memantau persediaan benda meterai di wilayah kerjanya, KPP bersama-sama dengan Kantor Pos Pemeriksa

wajib melakukan verifikasi atas penjualan dan pesediaan benda meterai, dengan ketentuan :

Verifikasi dilakukan secara berkala setiap triwulan paling lambat 21 hari setelah berakhirnya triwulan yang

bersangkutan.

Hasil verifikasi dicantumkan dalam berita acara yang

ditandatangani kedua belah pihak dan dituangkan dalam laporan Verifikasi ...

Berita acara dimaksud disampaikan kepada Kepala Kanwil DJP dengan tembusan kepada Manajemen Prangko dan Meterai PT Pos Indonesia dan Direktur PPN dan PTLL paling lambat akhir bulan pada bulan dilakukannya verifikasi.

Kepala Kanwil DJP wajib mengawasi pelaksanaan verifikasi di wilayah kerjanya dan wajib menyampaikan Laporan

Triwulanan kepada Direktur PPN dan PTLL paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya setelah bulan diterimanya Laporan Verifikasi

Pengawasan

Lanjutan ...

(27)

Pasal 10 Undang-undang Nomor 13 Tahun 1985

:

Pemeteraian kemudian dilakukan atas:

a. Dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.

b. Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya.

c. Dokumen yang dibuat di luar negeri yang akan digunakan di Indonesia.

PEMETERAIAN KEMUDIAN

(28)

Ketentuan Pelaksanaan Pemeteraian kemudian

 

Kepmenkeu Nomor 476/Kmk.03/2002 tanggal 19 November 2002 :

Pemeteraian kemudian wajib dilakukan oleh pemegang dokumen dengan menggunakan meterai Tempel atau SSP dan harus disahkan oleh Pejabat Pos.

Lembar kesatu dan lembar ketiga SSP harus dilampiri dengan daftar dokumen yang dimeteraikan kemudian

PEMETERAIAN KEMUDIAN (lanjutan ...)

(29)

Pengesahan atas pemeteraian kemudian dapat dilakukan setelah pemegang dokumen membayar denda 200 % dari Bea Meterai tidak atau kurang dilunasi/terutang yang dilunasi dengan menggunakan SSP:

Besarnya Bea Meterai yang harus dilunasi dengan cara pemeteraian kemudian adalah:

Atas dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan adalah sebesar Bea Meterai yang terutang sesuai dengan peraturan yang berlaku pada saat

pemeteraian kemudian dilakukan.

Atas dokumen yang tidak atau kurang dilunasi

sebagaimana mestinya adalah sebesar Bea Meterai yang terutang;

Atas dokumen yang dibuat di luar negeri yang akan

digunakan di Indonesia adalah sebesar Bea Meterai yang terutang sesuai dengan peraturan yang berlaku pada saat pemeteraian kemudian dilakukan

(30)

Sanksi-sanksi Bea Meterai

1. Sanksi Administratif (Pasal 8)

Denda 200% dari BM tidak atau kurang bayar 2. Sanksi Pidana (sesuai KUHP) :

 meniru atau memalsukan meterai tempel dan

kertas meterai atau meniru dan memalsukan tanda tangan pada meterai;

 sengaja menyimpan dengan maksud untuk

diedarkan atau memasukan ke Negara Indonesia meterai palsu, yang dipalsukan atau yang dibuat dengan melawan hak;

(31)

 sengaja menggunakan, menjual, menawarkan,

menyerahkan, menyediakan untuk dijual atau dimasukan ke Negara Indonesia meterai yang mereknya, capnya, tanda-tangannya, tanda sahnya atau tanda waktu

mempergunakan telah dihilangkan seolah-olah meterai itu belum dipakai dan atau menyuruh orang lain

menggunakan dengan melawan hak.

 menyimpan bahan-bahan atau perkakas-perkakas yang diketahuinya digunakan untuk melakukan salah satu

kejahatan untuk meniru dan memalsukan benda meterai.

• sengaja menggunakan cara lain (pasal 7 ayat (2) huruf b) tanpa izin Menteri Keuangan, dipidana penjara selama-

lamanya 7 (tujuh) tahun.

Sanksi-sanksi Bea

Meterai ...

(32)

Pasal 12 UU Bea Meterai

kewajiban pemenuhan bea meterai dan denda administrasi yang terutang daluwarsa setelah lampau waktu lima tahun, terhitung sejak

tanggal dokumen dibuat

DALUWARSA BEA METERAI

(33)

Pasal 11 UU Bea Meterai

pejabat pemerintah, hakim, panitera, juru sita, notaris, dan pejabat umum lainnya, masing-masing dalam tugas atau jabatannya tidak

dibenarkan untuk :

Menerima, mempertimbangkan, atau menyimpan dokumen yang bea meterainya tidak atau kurang dibayar;

Melekatkan dokumen yang bea meterainya tidak atau

kurang dibayar sesuai dengan tarifnya pada dokumen yang lain yang berkaitan;

Membuat salinan, tembusan, rangkapan, atau petikan dari dokumen yang bea meterainya tidak atau kurang dibayar;

atau

Memberikan keterangan atau catatan pada dokumen yang tidak atau kurang dibayar sesuai dengan tarif bea

meterainya.

Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi

administratif sesuai dg peraturan perundang-undangan yg berlaku.

Ketentuan khusus

(34)

PENEGAKAN HUKUM BEA METERAI

Pemantauan Pelaksanaan Pengenaan Bea Meterai.

dalam rangka menjamin keamanan penerimaan negara

Melakukan pengamatan di tempat-tempat penjualan benda meterai untuk memantau kemungkinan beredar nya benda meterai palsu;

Secara cermat mengawasi penggunaan mesin teraan bea meterai;

Segera mengadakan penyuluhan terhadap pengusaha hotel, rumah makan, pedagang (partai dan eceran), pabrikan, dan pengusaha lainnya yang membuat nota, faktur yang juga berfungsi sebagai tanda terima uang

Memantau pemeteraian cek, bilyet giro, surat yang menyatakan pembukuan uang dan penyimpanan uang dalam rekening di

bank, serta surat yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank..

(35)

Pembentukan Tim Verifikasi Penjualan Benda Meterai

Untuk memastikan bahwa penjualan dan pelaporan penjualan benda meterai dilakukan secara benar

Tugas tim :

a. Melaksanakan penelitian, baik secara administrasi maupun fisik atas hasil penjualan benda meterai dan persediaan benda

meterai;

b. Melakukan pencatatan, penatausahaan, dan pelaporan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pada huruf a; dan c. Melaporkan hasil pelaksanaan verifikasi penjualan dan

persediaan benda meterai kepada Direktur Jenderal Pajak.

Direktur Jenderal Pajak membentuk tim verifikasi penjualan benda meterai yang anggota-anggotanya terdiri dari unsur Direktorat Jenderal

Pajak dan PT Pos Indonesia (Persero).

PENEGAKAN HUKUM BEA METERAI ....

(36)

Pemberian Izin dan Pengawasan Penggunaan Mesin Teraan Bea Meterai

dilakukan atas dasar pertimbangan kemudahan dan

pemberian pelayanan yang secepatya kepada para pemakai mesin teraan bea meterai..

 melakukan pendataan thd jumlah pemakai, jumlah mesin teraan, merek mesin teraan, dan ketertiban pengiriman laporan pemakaian mesin teraan.

 mengefektifkan sarana administrasi pengawasan yang sudah ada untuk menghindari penyimpangan yang

mungkin terjadi dalam penggunaan mesin teraan bea meterai.

.... PENEGAKAN HUKUM BEA METERAI

(37)

Beberapa langkah Pengawasan oleh fiskus

:

 mengawasi kepatuhan para pemegang izin pemilik mesin teraan bea meterai dalam memenuhi kewajiban

menyampaikan laporan bulanan.

 Memantau batas waktu dua tahun/empat tahun hampir habis, atau angka depositnya sudah mendekati angka pembilang akhir.

 Segera melakukan penyegelan dan pencabutan izin pemakaian apabila izin tidak akan diperpanjang.

 Meminta menyetor kembali apabila deposit hampir habis sebelum jangka waktu dua tahun berdasarkan laporan bulanannya .

 Memeriksa mesin teraan bea meterai yang dilaporkan rusak

 membuat berkas khusus bagi setiap pemilik / pemegang izin mesin teraan bea meterai,

.... PENEGAKAN HUKUM BEA METERAI

(38)

Pemantauan Proses Penukaran Benda Meterai

Benda meterai selalu mengalami perubahan seiring dengan adanya

perubahan tarif bea meterai

untuk menghindari upaya pemalsuan maupun karena alasan teknis

Selalu ada jangka waktu pemberlakuan benda meterai benda meterai desain lama yang telah terlampaui masa berlakunya dapat ditukarkan dengan benda meterai desain yang baru dengan nilai tukar yang sama sampai jangka waktu tertentu.

Benda meterai yang telah terlampai masa penukarannya segera ditarik ke gudang Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero) di Bandung.

.... PENEGAKAN HUKUM BEA METERAI

(39)

 Pengalihan Bea Meterai Lunas Atas Blanko Cek dan Bilyet Giro Karena

Perusahaan Mengganti Logo atau Nama Perusahaan

Salah satu dampak dari perubahan logo adalah terkait dengan penggunaan izin pelunasan bea meterai dengan cara lain, apakah tetap dapat dipergunakan atau

tidak, mengingat salah satu iclentitas perusahaan terse but, yaitu logo atau nama perusahaan telah mengalami perubahan

.

Beberapa Kasus Bea

Meterai

(40)

...Beberapa Kasus Bea Meterai

Pengalihan Bea Meterai Lunas atas Surat Kolektif Saham

 Perubahan bentuk surat kolektif saham, antara lain disebabkan oleh adanya perubahan peraturan yang ditetapkan oleh bursa efek dan adanya perubahan modal dasar dari daftar pemegang saham perseroan.

 Hal ini berakibat surat kolektif saham yang telah diterbitkan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku/tidak dapat dipakai lagi.

Dalam kondisi demikian, bea meterai yang telah dilunasi pada saat pencetakan surat saham yang lama dan ternyata belum dibeli oleh pihak luar perusahaan dapat dialihkan pada

pencetakan bilyet giro yang baru milik perusahaan yang menerbitkan saham dimaksud.

(41)

Bea Meterai atas Kartu Kredit

Tanda terima pembayaran tagihan (billing statement) kartu kredit berfungsi sebagai bukti penerimaan uang dan sebagai dokumen yang berbentuk surat yang berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya atau

sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.

Pelunasan bea meterainya dapat dilakukan dengan sistem komputerisasi ataupun dengan menggunakan meterai temple.

Nilai dalam tagihan kartu kredit yang dipergunakan sebagai harga nominal yang dikenakan bea meterai

adalah nilai pembayaran yang dilakukan oleh pemegang kartu kredit dalam satu periode.

...Beberapa Kasus Bea Meterai

(42)

Intensifikasi Bea Meterai

Upaya intensifikasi bea meterai atas dokumen yang menjadi objek bea meterai yang dibuat oleh institusi tertentu.

Menghimbau kepada penerbit dokumen untuk segera

mengenakan bea meterai atas dokumen yang diterbitkan;

Memberitahukan kepada penerbit dokumen bahwa

pemenuhan kewajiban bea meterai atas dokumen yang

diterbitkan dapat dilakukan dengan cara pembubuhan tanda bea meterai lunas dengan sistem kamputerisasi;

Bilamana dalam pemeriksaan pajak ditemukan dokumen yang bea meterainya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana

mestinya, atas dokumen tersebut wajib dikenakan bea

meterai dengan ditambah denda administrasi sebesar 200 % dari bea meterai yang tidak atau kurang dibayar dengan cara pemeteraian kemudian

Intensifikasi Bea Meterai

Upaya intensifikasi bea meterai atas dokumen yang menjadi objek bea meterai yang dibuat oleh institusi tertentu.

Menghimbau kepada penerbit dokumen untuk segera

mengenakan bea meterai atas dokumen yang diterbitkan;

Memberitahukan kepada penerbit dokumen bahwa

pemenuhan kewajiban bea meterai atas dokumen yang

diterbitkan dapat dilakukan dengan cara pembubuhan tanda bea meterai lunas dengan sistem kamputerisasi;

Bilamana dalam pemeriksaan pajak ditemukan dokumen yang bea meterainya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana

mestinya, atas dokumen tersebut wajib dikenakan bea

meterai dengan ditambah denda administrasi sebesar 200 % dari bea meterai yang tidak atau kurang dibayar dengan cara pemeteraian kemudian

Referensi

Dokumen terkait

Pelekatan Meterai pada dokumen yang hendak dijadikan sebagai alat bukti surat di Pengadilan tidak dapat dilakukan oleh pihak yang berperkara melainkan harus dilakukan

UNDANG-UNDANG NO. Perubahan tarip bea meterai yang terakhir terjadi pada akhir tahun 1959 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1960. Kenaikan tarip tersebut dimaksudkan

Menimbang : bahwa pembebasan bea meterai dari surat-surat pemberitahuan, lapuran dan lain-lain surat, yang diwajibkan untuk mendapat surat idzin guna mengangkut, menyimpan

Pasal 63 ayat (2) diubah seluruhnya sehingga sekarang berbunyi : "Bea meterai duapuluh lima rupiah terhutang untuk tanda yang dimaksud dalam pasal 61

Membuat surat ijin pembubuhan tanda Bea Meterai Lunas dengan mesin teraan meterai sesuai dengan data-data yang diajukan penerbit dokumen dan ditandatangani oleh Kepala Kantor

bulan, dan tahun dilakukan dgn tinta atau yang sejenis dgn itu, sehingga sebagian tanda tangan ada di atas kertas dan sebagian lagi di atas METERAI TEMPEL.  Jika

Bea Meterai terutang oleh pihak yang menerima atau pihak yang mendapat manfaat dari dokumen, kecuali pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain Gb. PENGGUNAAN DAN PELUNASAN

Dengan demikian, konsep pengaturan kedepannya terhadap pengaturan bea meterai dalam kegiatan perdagangan elektronik di Indonesia yaitu model bea meterai bersifat elektronik yang diatur