Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Sosial Budaya di Kelas X7 SMA Katolik Yos
Sudarso Batam
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
COVID-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina pada Desember 2019 silam. COVID-19 telah menjadi pandemi global semenjak ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Virus ini mulai menyebar secara cepat ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Mulai dari jumlah kasus yang meningkat hingga perlahan-lahan menurun.
Dan sampai saat ini pandemi belum usai.
Di bulan Februari 2022, kasus COVID-19 mulai meningkat kembali sehingga beberapa aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti, bekerja dari rumah dan sekolah yang dilakukan secara daring. Pandemi ini telah membawa perubahan besar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dengan adanya pandemi ini, memaksa pembatasan aktivitas sosial antar individu dengan individu lainnya. Pandemi seperti ini tentunya mengubah nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat yang berdampak pada perubahan pola pikir dan sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Indonesia mendapatkan berbagai macam dampak positif maupun negatif dari berbagai aspek.
Salah satu dampaknya yang akan dibahas, yaitu dari aspek sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 terhadap sosial budaya di Indonesia cukup berdampak bagi masyarakat. Berbagai aktivitas sosial yang sebelumnya dapat dilakukan dengan leluasa, kini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Salah satu contoh yang bisa diambil, yaitu sekolah. Saat ini, berbagai sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh atau secara daring dikarenakan pandemi yang belum usai. Namun, ada beberapa sekolah yang telah melakukan pembelajaran tatap muka atau secara luring dengan menerapkan aturan-aturan yang harus dipatuhi para guru dan siswa untuk mengantisipasi wabah ini.
Penelitian yang saya lakukan ini karena saya tertarik dan ingin mengetahui dampak sosial budaya apa saja yang didapatkan dari pandemi COVID-19 yang saya ambil dari perspektif teman-teman saya yang berada di kelas X7 SMA Katolik Yos Sudarso Batam.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja dampak yang dirasakan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya?
2. Bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak tersebut?
3. Mengapa pandemi berdampak bagi aspek sosial budaya?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apa saja dampak yang dirasakan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya.
2. Untuk mengetahui apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai dampak Tersebut.
3. Untuk mengetahui alasan mengapa pandemi berdampak bagi aspek sosial budaya.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti untuk mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya.
2. Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat agar para siswa dapat menambah wawasan terkait dampak
yang ditimbulkan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya.
3. Bagi masyarakat, penelitian ini bermanfaat agar masyarakat mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dan bisa mengatasi dampak tersebut secara bersama.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
a. Pengertian Sosial Budaya
Sosial budaya terdiri dari dua kata yaitu sosial dan budaya. Sosial berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat sekitar. Sedangkan budaya berasal dari kata bodhya yang artinya pikiran dan akal budi. Budaya juga diartikan sebagai segala hal yang dibuat manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya yang mengandung cinta dan rasa.
Menurut Andreas Eppink sosial budaya atau kebudayaan adalah segala sesuatu atau tata nilai yang berlaku dalam sebuah masyarakat yang menjadi ciri khas dari masyarakat tersebut.
Menurut Burnett kebudayaan adalah keseluruhan berupa kesenian, adat istiadat, moral, hukum, pengetahuan, kepercayaan dan kemampuan olah pikir dalam bentuk lain yang didapatkan seseorang sebagai anggota masyarakat dan keseluruhan bersifat kompleks.
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa sosial budaya merupakan segala hal yang diciptakan manusia dengan pikiran dan budinya dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Alasan Pandemi COVID-19 Berdampak Bagi Aspek Sosial Budaya
Pandemi ini sangat berdampak bagi aspek sosial budaya karena sejak dunia dilanda oleh virus ini, aktivitas sosial seperti kegiatan bersosialisasi dan sebagainya menjadi terhambat atau terbatas dikarenakan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga lainnya yang bersangkutan, salah satunya seperti menjaga jarak satu sama lain agar dapat mengurangi penyebaran virus ini.
c. Perubahan Sosial
Fenomena pandemi seperti ini tentu saja mengubah nilai-nilai sosial dan budaya yang berdampak pada perubahan pola pikir serta sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari
untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, tidak berkerumunan, menjaga jarak, dan menghindari sentuhan fisik secara langsung. Dampak pandemi ini dirasakan oleh semua pihak dan kalangan, siapapun tidak bisa menolak keberadaannya hanya bisa menghindarinya.
Berbagai kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan leluasa, untuk saat ini belum bisa kita lakukan lagi karena semuanya masih terbatas. Kegiatan ibadah bersama, acara pernikahan, kegiatan di pusat perbelanjaan, kegiatan berlibur hanya terbatas untuk dilakukan. Bahkan hari besar seperti hari raya atau natal yang sebelumnya kita sambut dengan meriah, suasana ramai dan identik dengan mudik berkumpul keluarga besar belum bisa kita lakukan. Bahkan kehidupan sekolah sampai saat ini masih dilakukan secara virtual melalui berbagai media pembelajaran online. Kondisi seperti ini baru terjadi karena adanya pandemi, yang memaksa semua pihak untuk mengerti dan memahami. Ketika sekolah tatap muka bisa bertemu langsung dengan teman-teman menjadi ajang bercengkrama, bersenda gurau bermain, kini belum bisa dilakukan secara langsung, hanya bisa bertegur sapa secara
virtual melalui layar monitor masing-masing.
d. Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Sosial Budaya
1. Dampak Positif
Antar anggota keluarga memiliki ruang yang lebih luas dan intens untuk melakukan interaksi yang sangat sulit terjadi pada situasi normal. Akibatnya, perubahan ini berpengaruh pula pada pola interaksi sosial keagamaan antar anggota keluarga di rumah.
2. Dampak Negatif
Berbagai aktivitas seperti sekolah dan bekerja yang harus dilakukan dari rumah untuk mengurangi penyebaran virus ini.
e. Upaya
1. Mengurangi aktivitas sosial atau tidak berpergian keluar jika tidak ada keperluan yang amat penting.
2. Menggunakan masker 3. Mengadakan vaksin sosial
4. Diberlakukannya program bantuan sosial atau dana bantuan bagi masyarakat
5. Menyediakan sarana prasarana yang memadai bagi para siswa atau pihak terkait pendidikan untuk memaksimalkan kondisi pendidikan di era pandemi.
2.2 Kerangka Berpikir
Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Sosial Budaya
Pengertian Sosial Budaya
Alasan Pandemi COVID-19 Berdampak Bagi Aspek Sosial
Budaya
Perubahan Sosial
Dampak Positif Dampak Pandemi COVID-19
Terhadap Sosial Budaya Dampak Negatif
Upaya
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Adapun lokasi penelitian saya adalah di lingkungan kelas X7 yang berlokasi di SMA Katolik Yos Sudarso Batam pada tanggal 21 Maret sampai 25 Maret 2022.
3.2 Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian yang saya lakukan ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Karena, jenis penelitian yang saya pilih ini memiliki satu variabel dan lewat penelitian ini saya ingin mengetahui.lebih detail terkait dampak apa saja yang dirasakan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya.
3.3 Sumber Data
Sumber data untuk penelitian saya ini tergolong sebagai sumber data primer karena saya melakukan wawancara secara langsung dengan subjek saya untuk mendapatkan jawaban atas penelitian saya.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang saya gunakan untuk mengumpulkan data di penelitian ini adalah dengan teknik wawancara dengan jenis terstruktur karena saya membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu sebelum mewawancara.
3.5 Teknik Analisis Data
Berdasarkan hasil wawancara yang telah saya lakukan kepada lima narasumber saya yang berasal dari kelas X7 SMA Katolik Yos Sudarso Batam yang bernama Ester, Felicita, Gabriella, Matthew, dan Yohana. Ada beberapa jenis pertanyaan yang saya tanyakan dan jawaban dari
mereka berbeda-beda. Pertanyaan pertama, yakni “Apa saja dampak yang dirasakan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya?” Jawaban dari orang pertama yang saya wawancara adalah hubungan interaksi guru dan murid berkurang selama pandemi. Jawaban dari orang kedua yang saya wawancara adalah hilangnya budaya organisasi seperti, Pramuka (kepengurusan yang sudah tidak berjalan seperti Dewan Ambalan) dan OSIS yang seharusnya hanya dua tahun menjadi tiga tahun dari kelas 10 hingga 12. Jawaban dari orang ketiga yang saya wawancara adalah sejak pandemi melanda, beberapa orang menjadi lebih pendiam (pasif) seperti, tidak merespon guru ketika pembelajaran daring sedang berlangsung. Begitu juga dengan organisasi- organisasi yang ada di sekolah tidak berjalan dengan baik. Contohnya, OSIS. Seharusnya angkatan sebelumnya ikut membimbing angkatan setelahnya tetapi karena pandemi dan sempat tidak ada regenerasi maka OSIS angkatan setelahnya (sekarang) menjadi terhambat karena masih baru sehingga harus belajar dari awal tanpa ada yang membimbing. Selanjutnya, jawaban dari orang keempat yang saya wawancara adalah berbagai kebudayaan Indonesia yang seharusnya lebih maju tetapi tidak dapat dipamerkan kepada dunia luar karena pandemi ini yang tidak membiarkan kita untuk berkumpul, seperti menyelenggarakan acara. Jawaban dari orang kelima yang saya wawancara adalah adanya dampak positif yang dirasakan, yaitu tidak bisa bertemu seseorang secara langsung tetapi kita bisa bersosialisasi secara virtual menggunakan handphone via sosial media dan bisa mendapatkan banyak teman. Namun, ada juga dampak negatif yang dirasakan, yaitu kurangnya sosialisasi dengan teman lama karena keasikan dengan teman baru yang ditemukan dari berbagai sosial media, kurangnya sosialisasi secara langsung (tatap muka).
Pertanyaan kedua, yakni “Bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak tersebut?” Jawaban dari orang pertama dan orang kedua yang saya wawancara adalah kesadaran diri masing-masing siswa, mengajak para siswa untuk mulai berorganisasi kembali, para guru mengarahkan untuk membuat kelompok belajar agar bisa mengenal satu sama lain, mengajak para siswa untuk menjadi panitia di suatu acara. Jawaban dari orang ketiga yang saya wawancara adalah kita harus tetap berusaha untuk produktif selama berada di rumah meskipun terhalang oleh jarak dengan mengikuti organisasi-organisasi online yang bisa dicari di internet, mengeksplor hobi baru. Jawaban dari orang keempat yang saya wawancara adalah memperkenalkan budaya yang dimiliki lewat teknologi secara online dan dapat dipertontonkan tanpa ada batasan sehingga semua orang dapat menonton dari internet. Selanjutnya, jawaban dari orang kelima yang saya wawancara adalah lebih mementingkan teman real life daripada teman
online karena yang online tidak akan selamanya tetapi yang real life juga tidak akan selamanya namun kemungkinan lebih lama sama yang real life, dan tingkatkan sosialisasi dengan teman yang ada di dunia nyata atau yang kita temui secara tatap muka terus-menerus. Dan pertanyaan ketiga, yakni “Mengapa pandemi berdampak bagi aspek sosial budaya?” Jawaban dari orang pertama dan orang kedua yang saya wawancara adalah selama pandemi kita selalu berada di rumah dan interaksinya kurang. Misalnya, kita bukan orang yang ramah ke orang lain dan itu akan membuat kita jadi kurang interaksi dengan banyak orang. Dan kita juga harus memiliki inisiatif untuk mendekati orang lain, misalnya, mengajak berbicara. Setiap tempat tinggal orang berbeda-beda dan jaringan internet tidak selalu bagus maka ketika kita sedang berkomunikasi lewat chat terkadang slow response sehingga membuat komunikasi menjadi terhambat. Jawaban dari orang ketiga yang saya wawancara adalah karena dari segi lingkungan, berubah secara drastis, yang tadinya kita berinteraksi sama orang seperti, guru dan teman tetapi sekarang, itu semua membuat kita terjebak dalam rumah dan ruangnya untuk bergerak juga terbatas. Ada beberapa orang yang berubah karena mereka sudah terlalu nyaman dengan situasi di masa pandemi dimana mereka tidak harus menjawab guru (saat diberikan pertanyaan atau mengerjakan tugas) karena mereka semua tidak dipantau guru setiap waktu seperti saat di sekolah sehingga itu yang membuat mereka berubah dari segi sosial budaya seperti, lebih tidak memikirkan tugas, tidak konsentrasi dalam pembelajaran, tidak memperhatikan materi. Jawaban dari orang keempat yang saya wawancara adalah karena pandemi ini mengharuskan kita tidak bisa berkumpul jadi tidak dapat menyelenggarakan atau memperkenalkan budaya kita yang beragam. Namun, ada sisi positifnya, yaitu budaya yang dimiliki bisa dikenal banyak orang karena bisa dilihat dari internet. Selanjutnya, jawaban dari orang kelima yang saya wawancara adalah karena pandemi membuat kita harus di rumah sehingga mengurangi sosialisasi kita secara tatap muka dengan teman dan bisa saja orang yang sering chatting-an tetapi pada saat ketemu menjadi canggung satu sama lain.
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kesimpulannya adalah setiap hari penyebaran kasus COVID-19 mengalami peningkatan secara terus-menerus. Baik untuk kasus terinfeksi positif maupun pasien yang meninggal, juga pasien- pasien yang berhasil sembuh dan ketika melakukan tes sudah negatif virus corona. Dari pandemi ini, kita merasakan berbagai macam dampak yang ditimbulkan dari pandemi terhadap aspek sosial budaya, baik itu dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positif yang dirasakan, yaitu kita bisa bersosialisasi secara virtual menggunakan handphone via sosial media dan kita bisa mendapatkan teman baru. Namun, selain dampak positif yang dirasakan, kita juga merasakan dampak negatifnya, yaitu hubungan interaksi guru dan murid yang berkurang selama pandemi, organisasi-organisasi yang ada di sekolah tidak berjalan dengan baik, menjadi pribadi yang kurang aktif saat pembelajaran. Di samping itu, kita juga bisa menerapkan beberapa upaya untuk mencegah dampak-dampak dari pandemi terhadap aspek sosial budaya. Salah satu upayanya, yaitu mengajak para siswa untuk berorganisasi kembali.
4.2 Saran
Untuk mencegah dampak-dampak dari pandemi terhadap aspek sosial budaya, yaitu mengajak para siswa untuk berorganisasi kembali agar organisasi tersebut tetap berjalan dan diteruskan oleh pengurus.
4.3 Daftar Pustaka
Heylen, Sri. 2020. PENGARUH COVID-19 TERHADAP KONDISI SOSIAL BUDAYA DI KOTA MALANG DAN KONSEP STRATEGIS DALAM PENANGANANNYA.
file:///C:/Users/Asus/Downloads/68794-889-189569-1-10-20210106.pdf
Sari, Devita. 2021. Sisi Lain Pandemi Covid-19 dari Kacamata Sosial Budaya.
https://syariah.iainponorogo.ac.id/sisi-lain-pandemi-covid-19-dari-kacamata-sosial-budaya/
2016. S O S I A L B U D A Y A.
H T T P S : / / S O S I A L B U D A Y A P A H O A . W O R D P R E S S . C O M /
Kristina. 2021. 5 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli.
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5725690/5-pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli
Docplayer. TKP - Sosial Budaya. Pengertian sosial budaya menurut para ahli.
https://docplayer.info/215367164-Tkp-sosial-budaya-pengertian-sosial-budaya-menurut-para- ahli.html
Astuti, Dwi. 2021. Perubahan Sosial Budaya Masyarakat akibat Pandemi Covid-19.
https://www.viva.co.id/vstory/opini-vstory/1378616-perubahan-sosial-budaya-masyarakat- akibat-pandemi-covid-19?page=2&utm_medium=page-2
Arlinta, Deonisia. 2021. Atasi Dampak Sosial dari Pandemi Covid-19.
https://www.kompas.id/baca/ilmu-pengetahuan-teknologi/2021/10/21/atasi-dampak-sosial-dari- pandemi-covid-19
4.4 Lampiran
Wawancara dengan Yohana Wawancara dengan Ester
Wawancara dengan Gabriella Wawancara dengan Matthew Wawancara dengan Felicita