PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Apa saja nilai akhlak yang terkandung dalam Alquran surat Luqman ayat 12-19 menurut Tafsir Al-Azhar. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan pemikirannya kepada masyarakat dalam memahami landasan pendidikan moral yang sebenarnya. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi bahan referensi khususnya bagi orang tua, pendidik dan masyarakat agar dapat menerapkan pendidikan moral dalam kehidupan sehari-hari.
Sistematika Pembahasan
LANDASAN TEORI
Dasar-dasar Pendidikan
Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. yang disampaikan melalui perantaraan malaikat jibril, ditulis dalam mushaf dan disampaikan kepada orang-orang mutawatir, yang patut disembah bagi yang membacanya, dimulai dengan surat al-fatihah dan diakhiri dengan surat an-nas. Pada hakikatnya Al-Qur’an merupakan khazanah besar kebudayaan manusia, khususnya dalam ranah spiritual. Al-Qur’an juga secara normatif mengungkapkan lima aspek pendidikan dalam dimensi kehidupan manusia: Pendidikan melindungi agama, Pendidikan melindungi jiwa, Pendidikan melindungi pikiran, Pendidikan melindungi keturunan, Pendidikan melindungi harta benda dan kehormatan. Al-Qur'annul Karim bukanlah hasil renungan manusia, melainkan kalam Allah SWT yang maha bijaksana dan maha bijaksana.
Sebagai pedoman kedua selepas al-Quran ialah As-sunnah yang meliputi perkataan dan tingkah lakunya. Menurut Zakiah Daradjat, landasan pendidikan Islam terdiri dari al-Qur’an dan As-sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat dikembangkan dengan ijtihad, al maslahah al mursalah, istihsan, qiyas, dan sebagainya. Pendidikan akhlak menyimpang dari pandangan asas al-Quran dan hadis bahawa kedudukan manusia adalah makhluk yang sangat mulia.
Pengertian Akhlak
Tujuan utama pendidikan akhlak adalah agar manusia berada pada kebenaran dan selalu berada pada jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Al-Qur'an dan As-Sunnah merupakan sumber dasar yang menjelaskan akhlak Islam secara rinci dan rinci. Tujuan pendidikan akhlak menurut Syekh Kholil Bangkalan adalah membentuk manusia yang mempunyai akhlak yang baik, berkemauan keras, santun dalam berkata-kata dan berakhlak mulia, berakal budi, berakhlak sempurna, santun dan berbudaya, ikhlas, jujur dan suci, berdasarkan pada Al-Qur'an, 'an dan Hadits.
Dari uraian di atas jelas bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terciptanya kepribadian yang mulia dan tolak ukur pasti dalam menentukan baik dan buruknya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Unnah. Secara umum cakupan pendidikan akhlak sama luasnya dengan ajaran Islam itu sendiri, sebab. Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Kholil Bangkalan: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, (Online) Vol. 6, Tidak. Hakikat akhlak adalah penentuan baik buruknya perbuatan manusia.
Surat Luqman
2) 'Abdul 'Azim az-Zarqaniy yang mengatakan bahwa asbabun-nuzul adalah sesuatu yang terjadi dalam waktu atau periode tertentu dan menjadi penyebab diturunkannya satu atau lebih ayat Al-Qur'an sebagai... penjelasan isinya. dan penjelasan hukum mengenai sesuatu itu. Secara umum asbabun-nuzul yang diberikan para ulama mempunyai hakikat yang sama, yaitu adanya 'suatu peristiwa, perkataan atau perbuatan yang terjadi pada suatu waktu tertentu dan yang menjadi latar belakang dan sebab turunnya ayat-ayat tersebut. Al-Qur'an." 19. Ayat tersebut menggunakan bentuk/kata kerja mudhari dalam present tense dan menunjukkan rasa syukur (ركشي) yaskur.
Oleh itu, benih ini sering digunakan oleh al-Quran untuk menunjukkan sesuatu yang sangat kecil dan halus. Perkataan (فيطل) lathif berasal daripada perkataan (فطل) lathafa, yang hurufnya terdiri daripada (ل) lam, (ط) tha' dan (ف) fa'. Perkataan (برص) shabr berasal daripada perkataan yang terdiri daripada huruf (ص) shad, (ب) ba' dan (ر) ra'. Makna berkisar kepada tiga perkara; 1) membawa, 2) ketinggian sesuatu dan 3) sejenis batu.
Tafsir Al-Ahzar
Sebagai politikus, Buya Hamka aktif di Partai Masyumi selain organisasi keagamaan Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Buya Hamka juga mendapat gelar kehormatan dari Universitas Nasional Malaysia, serta dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Moestopo, Jakarta. Buya Hamka termasuk dalam kategori mufasir generasi kedua di Indonesia karena generasi pertama masih menggunakan bahasa tersebut.
Buya Hamka melanjutkan karirnya sebagai pengajar di Universitas Islam Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Padang Panjang pada tahun 1957 hingga 1958. Buya Hamka mengundurkan diri dari jabatannya setelah Presiden Soekarno memberinya pilihan untuk tetap menjadi pejabat senior atau melanjutkan jabatannya. kegiatan politik di Masyumi. Di bidang keilmuan, Buya Hamka banyak melakukan kajian mandiri seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik.
Penelitian Relevan
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Disertasi Bangkit Putra Dewandaru, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, Institut Agama Islam Negeri (Iain) Salatiga Tahun 2017 yang berjudul “Nilai-nilai Pendidikan Keluarga dalam Al-Qur’an Surah Luqman Ayat 12-19” . Disertasi ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan keluarga yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman ayat 12-19.
Yang bertujuan untuk mengetahui: Apakah nilai-nilai pendidikan keluarga yang terkandung dalam Surah Lukman ayat 12-19. Dan bagaimana penerapan pendidikan keluarga dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat dalam surat Luqman ayat 12-19. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), atau bahan bacaan untuk mencari pendapat ahli tafsir dan pakar pendidikan tentang pendidikan keluarga dalam Al-Qur’an, Surah Luqman ayat 12-19.
Sedangkan penulis membahas tentang “dasar-dasar pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an (kajian surat Luqman ayat 12-19)”.
Kerangka Berpikir
Jenis Penelitian
Alasan penulis memilih tafsir al-Ahzar ini adalah: pertama, sosok HAMKA yang bernama asli Haji Abdul Malik bin Abdul Kerim bin Muhammad Amrullah bin Abdullah Salih bin Abdullah Arif merupakan seorang ulama kharismatik semasa hidupnya. Ia bahkan akan menolak cerita yang datang dari temannya jika dianggap tidak sesuai dengan Al-Qur'an atau hadis. Selain itu, sebagaimana diakui HAMKA sendiri, penafsirannya tidak menimbulkan perselisihan antar mazhab, karena ia menulis tafsir al-Ahzar ini sesuai dengan Al-Qur'an atau hadis.
Kajilah ayat-ayat tersebut secara seksama dengan memperhatikan nisbat (korelasi) satu sama lain peranannya untuk menunjuk pada permasalahan yang sedang dibicarakan.
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Nilai-nilai Akhlak yang terkandung Dalam Al-Qur‟an Surat Luqman
Berdasarkan apa yang dimiliki dan diketahuinya, ia yakin bahwa nikmat Allah meliputi seluruh hidupnya, maka tidak ada jalan lain selain bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Ayat 13 menjelaskan bahwa jangan sekali-kali kamu mempersekutukan Allah karena tidak ada Tuhan selain Allah. Karena segala sesuatu mulai dari kehamilan, pengasuhan anak, dan pendidikan tanpa rasa bosan, penuh cinta dan kasih sayang hanya berkat rahmat Tuhan.
Dan jika kedua-duanya mendesak kamu supaya mereka hendak bekerjasama dengan-Ku dalam perkara yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (pangkal ayat 15). Daripada ayat 15 di atas, penulis dapat menyimpulkan bahawa jangan mengikut kedua ibu bapa sekiranya memaksa. kamu kepada Menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui Tetapi tetap menyekutukan kedua-duanya di dunia ini, yang sentiasa dihormati, dicintai, dicintai sewajarnya, dengan yang ma'ruf.
Jika biji sesawi itu terletak di dalam batu dan tersembunyi, orang lain tidak akan melihatnya; "atau di seluruh langit," terletak jauh di salah satu langit tujuh tingkat,. Tiada siapa yang tahu, tiada siapa peduli, kerana saiznya sebesar biji sawi dan sangat kecil. Berdoalah, serulah kebaikan, hindari keburukan dan bersabarlah atas apa yang menimpamu." (pangkal ayat 17).
Daripada ayat 17 di atas, penulis dapat menyimpulkan bahawa itu adalah wasiat Luqman terhadap anaknya: "Wahai anakku, tunaikanlah solat, serulah kebaikan, jauhilah kemungkaran, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Dan hendaklah kamu berani menyeru kepada baik, berani mencegah keburukan dan bersabar dengan segala yang menimpa diri.
Dari paragraf 18 di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kesantunan dalam pergaulan juga diwaspadai;
PEMBAHASAN
Nilai akhlak yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 12-19 Menurut Tafsir Al-Ahzar Ayat 12-19 Menurut Tafsir Al-Ahzar. Maka barangsiapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya hingga keduanya merasa redha, maka ia telah melaksanakan perintah Allah. Dikatakan juga, berbuat baik kepada kedua ibu bapa adalah salah satu amalan yang dicintai Allah setelah menunaikan solat pada waktunya.
Kemudian saya bertanya, "Kemudian apa lagi?" Baginda s.a.w. bersabda: "Maka berbaktilah kepada kedua ibu bapa." Lalu aku berkata: Salah satu bentuk berbuat baik kepada kedua ibu bapa ialah dengan mentaati perintah mereka sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat 14 di atas. Walaupun seseorang itu boleh melanggar perintah ibu bapa yang derhaka kepada Allah, dia tetap diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua ibu bapa sesuai dengan apa yang dikatakan dalam ayat 15 tadi.
26 Kementerian Agama Republik Indonesia, Al Fath Al-Qur'an Tajwid dan Terjemahannya..., hal. 27 Ahmad Mu'adz. Haqqi, Syarah 40 Hadits tentang akhlak..., hal. 28 Kementerian Agama Republik Indonesia, Al Fath Al-Qur'an Tajwid dan Terjemahannya..., hal. Ayat 18 dan 19 adalah akhlak terhadap diri sendiri. Setelah diperintahkan untuk tidak menyembah selain Allah, dilanjutkan dengan berbuat baik kepada orang tua (ayat 14) karena karena merekalah kita dilahirkan ke dunia.
Ada dalam surat Luqman ayat 14 dan 15 (akhlak terhadap orang tua), nilai yang dapat diambil ialah kita berbuat baik kepada kedua orang tua, bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua. Nilai akhlak yang terkandung dalam al-Quran surah Luqman ayat 12-19 menurut Tafsir Al-Ahzar. Ibu bapa memainkan peranan yang sangat penting dalam pembentukan akhlak anak-anak, diharapkan ibu bapa dapat mencontohi dan menerapkan dalam pendidikan anak-anak dengan pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat Luqman ayat 12-19.
Oleh karena hasil penelitian penulis mengenai pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an surat Luqman ayat 12-19 menurut tafsir al-Ahzar masih banyak kekurangannya, maka pembaca hendaknya mengoreksi apabila menemukan kesalahan dalam skripsi ini agar konsisten pada tujuan. permintaan penulis. Hasil yaitu pemberian manfaat yang baik secara teoritis bagi dunia pendidikan dan secara praktis bagi para pendidik dan orang tua yang berperan dalam pembentukan akhlak mulia pada anak.
KESIMPULAN DAN SARAN
SARAN
Pada dasarnya pendidikan akhlak tentang perintah akhlak mulia dan larangan yang tercela telah diturunkan dan dijelaskan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah, di antaranya yang terkandung dalam surat Luqman ayat 12-19.