REVIEW MATERI 1
Week 2 : Definisi, Tipologi, dan Pembentukan Perkembangan Organisasi Internasional Definisi organisasi Internasional, Definisi organisasi menurut Barkin adalah organisasi internasional merupakan organisasi antar pemerintah yang inklusif dan dibentuk berdasarkan kesepakatan antar negara bukan perorangan. Dan Organisasi internasional dapat diartikan sebagai sebuah organisasi yang beroperasi di tingkat Internasional yang didirikan oleh tiga negara atau lebih, yang mendukung secretariat permanen untuk menjalankan tugas-tugas yang terkait dengan tujuan bersama, Organisasi Internasional biasanya didirikan melalui perjanjian Internasional atau perjanjian diantara negara-negara yang menetapkan mandat, struktur, fungsi dan sumber daya organisasi. Organisasi internasional sendiri memiliki prinsip dasar yaitu adanya kebutuhan untuk merumuskan tujuan dan menyelesaikan masalah untuk kepentingan nasional, dimana aktor utama dalam organisasi internasional adalah negara dan relasinya.
Karakteristik organisasi internasional, Organisasi internasional setidaknya memiliki tiga karakteristik utama yaitu pertama adalah keanggotaan, dalam organisasi internasional setidaknya terdiri dari dua negara atau lebih dimana keanggotaan ini bersifat otentik sesuai aturan yang dibentuk dalam organisasi internasional tersebut. Kedua adalah tujuan, organisasi internasional dibentuk dilandasi dengan adanya tujuan bersama yang berusaha untuk diupayakan dengan bersama juga. Ketiga adalah struktur, organisasi internasional pasti memiliki struktur dari hasil kesepakatan bersama dengan derajat otonomi yang khas, dalam artian setiap organisasi internasional memiliki strukturnya sendiri.
Pembentukan organisasi internasional, Dalam pembentukan organisasi internasional setidaknya dibagi menjadi empat tahapan yaitu tahap pertama menjelang perang dunia pertama sekitar tahun 1648-1919, tahap kedua terjadi pada era LBB atau pada terbentuknya LBB sampai runtuhnya LBB pada tahun 1920-1946, tahap ketiga terjadi setelah perang dunia kedua selesai yang ditandai dengan pembentukan PBB, dan tahap keempat adalah pada masa ini. Pada tahap pertama pembentukan organisasi internasional memiliki tujuan bersama untuk mencegah dan menekan intensitas agar tidak terjadinya perang. Dalam tahap ini hubungan entitas politik masih lekat terhadap fraksi agama dan berupaya untuk membangun entitas sekuler yang berdaulat, dilihat secara ide pada tahap ini kedaulatan negara menjadi tujuan atau motif utama dalam relasi antar negara. Pada tahap kedua ditandai dengan dibentuknya Liga bangsa-bangsa (LBB) yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional serta auntuk mengemabngkan hubungan persahabatan antar negara dan bekerjasama dalam beberapa aspek penting. Sehingga spek ekonomi dan sosial
terjadi dalam upaya akomodasi dan agenda lintas negara mulai terbuka. Pada masa ini LBB dianggap secara formal merupakan pondasi organisasi internasional yang baik, tetapi pada akhirnya LBB mengalami kemunduran dan runtuh pada tahun 1945 sehingga dibentuklah PBB yang menjadi awal pada tahap ketiga pembentukan. Kegagalan LBB digantikan oleh PBB dengan tujuan yang sama dengan lebih menyempurnakan LBB. Kerangka organisasi PBB dianggap ideal untuk membangun kerjasama internasional di berbagai bidang, serta adanya mekanisme perluasan negara anggota dan aktor non-anggota yang menjadikannya dilihat ideal dimana PBB dianggap menjadi forum internasional yang prestisius di era dekolonisasi dan agenda kemerdekaan negara di dunia. Tahap terakhir merujuk dan melihat kondisi pada masa ini, dalam pembentukan organisasi internasional masih berdasarkan isu tertentu dan bersifat eksklusif namun yang membedakan adalah organisasi internasional pada masa kini lebih bertahan lama dan memiliki agenda yang berkelanjutan.
Polarisasi perkembangan organisasi internasional, Pada polarisasi perkembangan ini lebih terfokus mengenai isu dalam organisasi internasional, setidaknya terdapat empat jenis polarisasi. Pertama multi purpose, dimana organisasi internasional di dalamnya membahas semua isu secara bersamaan. Narrow mandate, isu yang dibahas lebih spesifik pada isu yang telah disepakati sebelumnya secara bersama. Spillover, diawali dengan isu yang spesifik untuk berlanjut pada agenda selanjutnya. Dan terakhir adalah membership yang lebih terbuka dalam keanggotaan namun memiliki kriteria khusus dan syarat anggota.
Week 3 : Peran dan Fungsi Organisasi Internasional dalam Hubungan Internasional
Peran organisasi internasional, Organisasi internasional sendiri menjadi aktor utama dalam politik internasional, dimana organisasi internasional ini setidaknya memiliki tiga peran utama yaitu pertama instrumen, organisasi internasional digunakan sebagai sebuah instrumen yang menjadi mekanisme negara untuk mengejar kepentingan nasionalnya, karena setiap negara yang bergabung kedalam organisasi internasional selain memiliki tujuan bersama dengan anggota lain negara tersebut juga memiliki kepentingan untuk mengartikulasikan kepentingan nasionalnya. Kedua arena, dimana organisasi internasional ini dijadikan tempat untuk memfasilitasi perdebatan dan pertukaran informasi yang terjadi antar anggota di dalamnya. Ketiga adalah aktor, dimana organisasi internasional berperan sebagai aktor yang bertindak bersama dalam penyatuan kedaulatan negara.
Tujuan utama organisasi internasional, Organisasi internasional setidaknya memiliki tiga tujuan utama, pertama adalah membangun relasi kerjasama yang tidak dalam kondisi konfliktual antara satu sama lain. Kedua adalah untuk menurunkan skala konflik
antar negara anggota melalui manajemen pencegahan konflik. Dan ketiga memungkinan adanya konfrontasi antar anggota yang berbeda pendapat atau dengan negara non-anggota.
Fungsi utama organisasi internasional, Organisasi internasional setidaknya memiliki sembilan fungsi utama yaitu pertama, sebagai artikulasi dan agregasi yang menjadi sarana kepentingan nasional negara anggota dikelompokan atau diartikulasikan dalam struktur internasional dengan membentuk koalisi, kerjasama, atau aliansi. Kedua, pembentukan norma dimana adanya tata kelola perilaku dan relasinya sebagai negara anggota. Ketiga, sebagai pengerahan dan penerimaan dimana merujuk pada kekuatan untuk memperluas keanggotaan agar sesuai dengan tujuan serta kepentingan OI, seperti perluasan keanggotaan PBB untuk negara baru agar mendapat pengakuan dan dukungan pembebasan entitas. Keempat, sosialisasi dimana organisasi internasional sebagai tempat untuk bertukar pengetahuan serta untuk memahami jalannya sistem internasional, terbagi menjadi dua cara yakni by direct means yang menyediakan beberapa pandangan yang dapat diakses langsung untuk anggota dan by formal and diplomatic ways dengan mengumpulkan, menyimpan, dan melakukan diseminasi informasi. Kelima, informasi dimana mengumpulkan, menyimpan, dan melakukan diseminasi informasi. Keenam, operasional dimana koridor organisasi internasional tergantung dari bidang yang dikelola dari kesepakatan, secara fungsi akhirnya memiliki limitasi pada aspek tertentu. Ketujuh, rule making dimana bersepakat membuat tata aturan, hukum internasional (soft law) yang akan diterapkan dalam domestik negara.
Kedelapan, rule application untuk memastikan pengaplikasian atas kesadaran negara anggota. Dan yang terakhir adalah rule adjudication merupakan upaya untuk melakukan penegakan hukum jika negara anggota tidak menjalankan aturan, maka organisasi internasional akan melakukan penegakan tersebut, tetapi tidak semua negara anggota bisa melakukannya.
Week 4 : Pendekatan Institusional dalam Organisasi Internasional
Dalam pendekatan institusional melihat organisasi internasional sebagai aktor dan melihat bagaimana organisasi tersebut berjalan, atau dapat dikatakan juga pendekatan institusional lebih berorientasi pada apa yang terjadi di dalam organisasi internasional tersebut. Pendekatan institusional berusaha untuk mengamati proses penyaluran aspirasi landasan kepentingan dan alur kerja suatu organisasi internasional dalam merumuskan suatu kebijakan. Dalam pendekatan institusional melihat tiga hal yakni, struktur formal yang berisi kerangka hukum atau dasar dari organisasi internasional tersebut. Kedua, organisasi sebagai prosedur yang dirumuskan dalam mengambil keputusan, mekanisme pengambilan suara
sampai alokasi pendanaan. Dan hirarki birokratik merupakan derajat administratif dari struktur yang diisi oleh representasi anggota. Pendekatan institusional ini juga untuk menyediakan penelitian di bidang dimana penelitian tersebut belum ada, untuk menciptakan badan keahlian ilmiah yang dipandang oleh negara anggota organisasi netral secara politik dan dengan demikian independen dari kepentingan negara lain.