• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Alat Bantu Kerja untuk Mengurangi Risiko Low-Back Pain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Desain Alat Bantu Kerja untuk Mengurangi Risiko Low-Back Pain"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

Dan yang paling penting, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ny. Murtilah & Bpk. Zahari yang berlendir, yang telah menjaga, menjaga atau apa pun sebutannya. Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya agar kita semua dapat menikmati nikmat Allah SWT. Dengan segala kerendahan hati, penulis memaparkan skripsi yang berjudul “Rancang Bangun Alat Bantu Kerja Menggunakan Metode 5 Langkah Berbasis Analisis REBA dan RULA Untuk Mengurangi Resiko Low Back Pain. Studi Kasus Di Balai Pembuatan Batako Potorono” untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana di Universitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penyusunan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. MS. Kifayah Amar, M.Sc., Ph.D selaku Ketua Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Ngeri Sunan Kalijaga. Pak Zainuri, Pak. Sari, Pak. Katamso, Ny. Murtilah dan Ny. Kami para pelaku usaha pembuatan batu bata bersedia diwawancarai untuk kepentingan penelitian.

Ayah dan Ibu tercinta yang telah memberikan segalanya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas terakhir ini. Kakak-kakakku tercinta yang merupakan saudara baik yang berbagi banyak hal. Sahabat keluarga Teknik Industri angkatan 2012 yang memberikan kebahagiaan, banyak cerita, pengalaman dan semangat kebersamaan selama kuliah dan tinggal di Jogja.

Sahabat Nastis Corporation sebagai penghibur yang telah berbagi tawa, kekhawatiran, kebahagiaan, kebersamaan hingga. Teman-teman KKN angkatan 89 kelompok 134 Dukuh Tonogoro yaitu Rika, Anik, Hilmi, Diba, Nurul, Ayuk dan Mukhlis yang telah menjadi keluarga baru dengan banyak berbagi cerita dan kebersamaan. Penulis dengan kerendahan hati menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

MENGGUNAKAN METODE 5 LANGKAH BERBASIS ANALISIS REBA DAN RULA UNTUK MENGURANGI RISIKO NYERI PUNGGUNG Studi kasus di Balai Pembuatan Batako Potorono Banguntapan Bantul. Sentra Pembuatan Batu Bata Potorono merupakan salah satu sentra produksi batu bata yang cukup besar di wilayah Bantul yang menghasilkan produk batu bata dalam keadaan mentah atau tidak dibakar, serta sudah matang atau dibakar. Pekerjaan penanganan material secara manual pada produksi batu bata mempunyai risiko tinggi menyebabkan gangguan tulang belakang (nyeri pinggang).

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas kerja material handling dengan pendekatan Rapid Whole Body Assessment dan Rapid Upper Limb Assessment serta membuat usulan desain dengan metode penyusunan konsep 5 langkah untuk merancang alat kerja yang dapat diterapkan untuk memperbaiki postur kerja. Dari hasil pengolahan dan analisa data diperoleh skor Rapid Whole Body Assessment pada postur pertama sebesar 9, postur kedua sebesar 4, postur ketiga sebesar 8, postur keempat sebesar 5, dan Rapid Upper Limb Assessment. skor. semuanya bernilai 7, dan skor ini secara umum dapat menimbulkan risiko nyeri pinggang, sehingga perbaikan postur kerja harus dilakukan. Postur kerja diperbaiki dengan merancang alat bantu berupa Modifikasi Roller Conveyor untuk mengurangi resiko terjadinya gangguan pada punggung bawah.

Hasil akhir setelah dilakukan perbaikan adalah skor penilaian cepat seluruh tubuh sebesar 1 dan penilaian cepat ekstremitas atas sebesar 3, yang menunjukkan adanya penurunan skor.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Batasan Masalah
  • Sistematika Penulisan

Walaupun sudah banyak perusahaan yang menerapkan teknologi dalam proses manufakturnya, namun masih banyak pula proses manufaktur yang menggunakan tenaga manusia pada industri kelas menengah ke bawah yang mana material handlingnya dilakukan dengan tangan atau biasa disebut dengan Manual Material Handling (MMH). Namun penanganan proses produksi tanpa menggunakan alat atau dalam artian MMH juga mempunyai resiko yang cukup serius, kegiatan ini dapat menimbulkan nyeri pada punggung bagian bawah akibat dari penanganan pekerjaan secara manual dengan posisi tubuh yang salah dalam melakukan gerakan. pekerjaan dan beban material yang cukup berat. . Low back pain sendiri merupakan nyeri yang terjadi pada punggung bagian bawah dan dapat menjalar hingga ke bagian kaki, terutama bagian punggung dan samping luar.

Sentra pembuatan batu bata di Potorono, Banguntapan, Bantul merupakan usaha mikro yang seluruh proses produksinya dapat dikatakan dilakukan dengan tenaga manusia. Pada sentra pembuatan batu bata ini proses produksinya selalu melibatkan pekerja, artinya harus ada MMH pada setiap bagian atau jenis pekerjaan. Namun jika proses penuangan dan pemindahan batu bata dikurangi maka yang paling besar resiko terjadinya nyeri pinggang, karena pada proses ini pekerja sering kali membungkuk saat melakukan gerakan kerja.

Analisis ini menganalisis postur kerja yang buruk dan risiko nyeri punggung bawah. Setelah dilakukan analisa, tentunya Anda harus bisa memberikan solusi berupa saran postur kerja atau alat untuk mengurangi risiko tersebut. Dengan menerapkan hal tersebut tentunya diharapkan risiko terjadinya cedera nyeri pinggang dapat diminimalkan dan tercapainya kepuasan kerja yang maksimal.

Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk menganalisis dan mengevaluasi aktivitas kerja yang berfokus pada postur tubuh dalam bekerja agar pekerja dapat terhindar dari cedera otot tulang belakang. Bagaimana analisa postur kerja material handling menggunakan REBA dan RULA di sentra pembuatan batu bata Potorono. Bagaimana merancang alat bantu kerja untuk memperbaiki postur kerja dan menurunkan resiko terjadinya nyeri pinggang berdasarkan hasil analisa REBA dan RULA.

Untuk menganalisis aktivitas material handling di tempat kerja Balai Pembuatan Batako Potorono yang dikategorikan berisiko terjadinya low back pain atau tidak dengan menggunakan pendekatan REBA dan RULA. Memberikan masukan kepada karyawan mengenai perbaikan postur kerja yang efisien bagi kesehatan dan mengurangi risiko nyeri pinggang. Pengumpulan data dilakukan pada saat proses produksi di Balai Pembuatan Batako Potorono, Banguntapan, Bantul, dimana proses material handling dilakukan secara manual.

KAJIAN PUSTAKA

METODOLOGI PENELITIAN

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

KESIMPULAN

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Memperbaiki postur kerja pada aktivitas manual material handling untuk mengurangi risiko terjadinya low back pain dengan menggunakan pendekatan biomekanik. Merancang lingkungan kerja dan alat yang ergonomis untuk mengurangi permasalahan cedera punggung dan angka kecelakaan kerja pada bagian mesin bubut (Studi kasus PT Atak Indometal Ngingas Waru-Sidoarjo).

Data Pribadi

Pendidikan

Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN ANTARA LAMA DUDUK TANPA SANDARAN DENGAN RESIKO TERJADINYA LOW BACK PAIN PADA PEKERJA MEBEL.

Corelation Between Level of Risk Work Posture and Individual Characteristics With Level of Risk Low Back Pain by The Nurses Bangsal Class III at Hospital of PKU

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwasanya penggunaan alat bantu trolley tersebut dapat mengurangi risiko MSDs yg dialami oleh operator pada saat proses

Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Low Back Pain (LBP) pada pekerja pembuat batu bata di Desa Pamijen kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.. Metode:

Pokok temuan dan pembahasan hasil wawancara dan observasi dengan kedua responden adalah posisi tubuh responden yang membungkuk njengking, saat melakukan kegiatan mencuci pakaian..

Hasil penilaian tingkat keluhan low back pain pekerja batik setelah menggunakan rancangan sarana kerja ergonomis pada hari pertama sebanyak 7 46,7% pekerja batik mengalami nyeri sedang

22 Analisa Posisi Kerja Terhadap Resiko Kejadian Low Back Pain Pada Pengrajin Keramik Dinoyo Rezky Amaliah Usman1*, Aulia Rahma Nur Chairani2, Zidni Imanurrohmah Lubis2 1Program

Usulan rancangan alat bantu untuk mengurangi risiko cedera musculoskeletal pada pekerja di CV.