• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Pembelajaran PSBI untuk AUD.pdf (2 MB)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Desain Pembelajaran PSBI untuk AUD.pdf (2 MB)"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, akhirnya terciptalah sebuah buku berjudul “Rancangan Pembelajaran Pendidikan Seks Bernuansa Islami untuk Anak Usia Dini”. Pendidikan seks Islami sangat penting diberikan sejak kecil untuk memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh, identitas seksual, fungsi organ seksual dan tuntunan bernuansa Islami dalam perlindungan dan perawatan organ intim. Hal ini diharapkan dapat diajarkan dan ditanamkan secara akademis di lingkungan pendidikan anak usia dini, mengingat anak-anak adalah makhluk lemah yang cenderung mengalami pelecehan seksual dari orang dewasa di sekitarnya.

Namun, berbicara tentang seks masih dianggap tabu di masyarakat atau di lingkungan formal, karena pengertian yang dipahami oleh pendidikan seks hanyalah pornografi atau pemaparan terkait pornografi. Oleh karena itu, dengan tujuan untuk melindungi anak usia dini agar mampu melindungi dirinya dari perbuatan yang tidak menyenangkan akibat pemahamannya yang kurang, maka dirasa perlu untuk mengembangkan desain pengajaran pendidikan seks yang dikemas dalam nuansa Islami dan akademis sehingga dapat digunakan untuk memberikan pemahaman tentang pengetahuan seks anak usia dini baik di lembaga formal maupun informal. Buku ini mencoba membahas tentang pendidikan seks, tujuan dan strategi pendidikan seks dalam Islam, apakah ada perbedaan antara pendidikan seks dalam Islam dan dunia Barat?, serta menghadirkan desain pembelajaran pendidikan seks bernuansa Islami untuk anak usia dini yang dirancang secara ilmiah. langkah-langkah penelitian yang dibiayai oleh Kemenristekdikti dalam skema penelitian Hibah Bersaing 2015-2016.

Akhir kata, atas segala bantuan, dukungan dan bimbingan yang diberikan, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim penulis, semoga Allah membalasnya dengan setimpal atas kebaikan yang diberikan. Pendidikan seks untuk Aud 37 4.1 Desain pendidikan seks 37 4.2 Poster media pendidikan seks 52 4.3 Contoh alat perencanaan.

PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI

  • PENGERTIAN PENDIDIKAN SEKS
  • PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKS PADA AUD
  • ANATOMI ORGAN SEKSUAL DAN REPRODUKDI PADA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
  • TAHAP & KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SEKSUAL AUD

Menurut Simon Forrest, pendidikan seksualitas adalah proses memperoleh informasi dan membentuk sikap dan keyakinan tentang seks, identitas gender, hubungan dan keintiman. Sedangkan dari perspektif Islam, El-Qudsy (2012) menyatakan bahwa pendidikan seksualitas adalah pendidikan tentang perilaku baik yang berkaitan dengan seksualitas. Dengan demikian, berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan seks adalah upaya mengajarkan dan membangkitkan kesadaran tentang seks, identitas gender, pergaulan dan keintiman, berdasarkan penanaman nilai-nilai moral agama.

Pendidikan seks membantu anak menerima semua bagian tubuhnya dan setiap tahap pertumbuhannya secara alami dan apa adanya. Pendidikan seks dari sudut pandang orang percaya atau beriman akan membantu seseorang secara spiritual. Pendidikan seks mempromosikan penyembahan yang lebih dalam kepada Tuhan dan menghormati rencana-Nya untuk perkembangan manusia.

Pendidikan seks mampu membuat anak merasa bangga dengan jenis kelaminnya sendiri dan akan membantunya menghargai sifat dan kemampuan lawan jenis. Dari beberapa pernyataan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pentingnya pendidikan seks adalah untuk mencegah anak dari pelecehan seksual, baik yang dilakukan oleh teman sebaya maupun orang tua lainnya.

PERKEMBANGAN SEKSUAL AUD

STRATEGI DALAM PENDIDIKAN SEKS

Perlu diketahui strategi yang tepat dalam menyampaikan pendidikan seks karena jika terjadi kesalahan dalam strategi maka akan berakibat fatal bagi hasil yang diinginkan. Pendidikan agama diperlukan bagi anak dalam perkembangan seksual sebagai benteng dalam menghadapi masa depannya. Oleh karena itu, pendidikan agama sangat diperlukan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah jatuh.

Seksualitas meliputi aspek (pikiran, perasaan, sikap dan perilaku seseorang terhadap dirinya sendiri), sehingga proses pengajarannya harus dimulai sejak dini. Paling tidak, anak dibekali dengan aturan dan norma sosial yang berlaku sehingga bisa membedakan perbedaan anatomi tubuh, aurat, dan batasan pakaian), hingga yang paling abstrak (tanggung jawab dan kodrat). Oleh karena itu, setiap orang sejak kecil harus diberikan pendidikan seks, agar tidak merasa bingung dan tersesat ketika dihadapkan pada perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya, baik perubahan fisik maupun psikis. Pendidikan yang sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan individu anak dan yang terus meningkat dari waktu ke waktu menuju kedewasaan.

Pemberian informasi seksual kepada anak sebaiknya dilakukan secara bertahap, berkesinambungan dan sesuai dengan perkembangan usia anak. Anak akan mengetahui apa yang harus dilakukan atau diketahui sesuai dengan tahap perkembangan yang dialaminya. Ketika anak mengajukan pertanyaan, sebaiknya pendidik atau orang tua tidak menghindar dari pertanyaan yang dilontarkan seputar masalah seks, karena pertanyaan seputar seks adalah sesuatu yang lumrah dan wajar, apalagi pada masa pertumbuhan anak yang ingin tahu lebih banyak tentang sesuatu yang baru.

Memberikan pemahaman tentang seks pada anak berdasarkan nilai agama dan nilai moral sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan seksualitas berhubungan langsung dengan ajaran agama. Karena tingkat pemahaman anak masih sangat terbatas, maka orang tua atau guru diharapkan menanggapi seperlunya saja, tidak perlu penjelasan yang detail sehingga justru membingungkan anak. Jangan hanya membahas fisiologi dan anatomi karena anak Anda akan meminta lebih dari itu.

Setelah menjelaskan kepada anak tentang norma agama seks dengan nama ilmiah fungsinya, cara merawat dan merawatnya, jangan lupa untuk membawa pesan moral dan agama. Melalui penerapan nilai-nilai moral dan agama diharapkan anak memiliki sikap, moral atau etika yang baik tentang seksualitasnya.

PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM PANDANGAN ISLAM

PENDIDIKAN SEKS

DALAM KHAZANAH ISLAM

PENTINGNYA AKHLAK DALAM PENDIDIKAN SEKS Dalam pandangan islam, pendidikan akhlak tidak

Begitu pula dengan akhlak, anak akan mampu menolak dan menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan hatinya. Akhlak yang baik akan melahirkan pemikiran yang efektif dan kebiasaan yang baik juga akan lahir. Dari kebiasaan yang baik tersebut akan lahir karakter yang terpuji, sehingga lahirlah perbuatan baik yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan jauh dari godaan setan.

Sebaliknya, ketika akhlak anak rusak, maka akan lahir akal yang rusak, dan akal yang rusak akan melahirkan keburukan dan akhlak yang buruk, sehingga tidak heran jika perilakunya cenderung jauh dari kebaikan dan selalu berpikiran memalukan. .

TUJUAN PENDIDIKAN SEKS DALAM ISLAM

Diantara tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan pendidikan seks kepada anak menurut Islam adalah sebagai berikut: (El-Qudsi: 2012). Mengajarkan dan memantapkan akhlak kepada anak dan remaja sejak dini dalam menghadapi masalah seksual agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas atau pacaran. Memberikan informasi yang benar dan bertanggung jawab tentang seks kepada anak dan remaja, sehingga mereka terhindar dari informasi dari sumber yang tidak bertanggung jawab.

Zainul Mutadin menekankan bahwa pendidikan seks selain menjelaskan tentang aspek anatomi dan biologis, juga menjelaskan tentang aspek psikologis dan moral. Oleh karena itu, pendidikan seks harus memasukkan unsur hak asasi manusia dan nilai-nilai budaya dan agama. Oleh karena itu, tujuan paling penting dari pendidikan seks adalah untuk mencegah anak-anak dari pelecehan seksual oleh teman sebayanya atau orang tua lainnya.

Hal ini sangat penting mengingat semakin hari semakin banyak kasus kekerasan terhadap anak baik yang dilakukan oleh kenalan maupun tidak. Pelecehan seksual terhadap anak tidak dapat diabaikan karena akan mempengaruhi perkembangan anak di masa depan (Muslik Nawita. Penting bagi anak untuk menjaga dirinya sendiri dan tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya untuk menjaga perkembangan anak agar terjamin .

Oleh karena itu, menurut Islam, seks dikatakan menyimpang jika aktivitas seksual tersebut dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam, baik heteroseksual maupun homoseksual dan sejenisnya. Sejak anak dilahirkan hingga dewasa, Islam telah mengajarkan beberapa hal yang dapat disebut dengan tindakan preventif terhadap kemungkinan-kemungkinan yang mengarah pada perilaku seksual yang bertentangan dengan syariat. Ada dua jalan yang dapat ditempuh untuk mengatasi berbagai gangguan seksual dan kekerasan seksual dalam keluarga dan masyarakat, yaitu jalur normatif dan struktural.

Solusi yang dilakukan secara normatif adalah metode yang dilakukan melalui afirmasi dan kesadaran akan pentingnya penguatan diri, keluarga dan masyarakat dengan standar moral agama dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, solusi kedua pencegahan seks dapat dilaksanakan secara struktural dimana menjadi tugas pemerintah untuk merumuskan berbagai undang-undang yang berdampak positif dan. Penegakan hukum dan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan penyimpangan seksual dan kekerasan terhadap anak c.

DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKS Pembelajaran pendidikan seks pada anak usia

PENGEMBANGAN

DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKS UNTUK

MEDIA POSTER PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKS

CONTOH ISTRUMEN PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI AUD

Tim penulis menyadari bahwa buku ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, namun dengan dedikasi dan komitmen untuk selalu menyempurnakan buku ini, kami berharap buku sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para orang tua dan pendidik, dengan memberikan wawasan tentang pentingnya pendidikan seks. untuk anak-anak. .

PENUTUP

Oleh karena itu, dalam memberikan pemahaman tentang pendidikan seks khususnya bagi anak usia dini, Islam juga memberikan cara-cara syar'iah dengan penuh pertimbangan. Anak-anak sekurang-kurangnya dibekali dengan aturan dan norma sosial yang berlaku yang membedakan sikap, tingkah laku laki-laki dan perempuan dari yang paling sederhana seperti perbedaan anatomi tubuh, aurat dan batasan pakaian, hingga yang paling abstrak seperti tanggung jawab dan kodrat. Sehingga pendidikan seks Islami sangat penting diberikan sejak kecil; guna memberikan pemahaman tentang anggota tubuh, identitas seksual, fungsi organ seksual dan tuntunan bernuansa islami dalam perlindungan dan perawatan organ intim.

Hal ini dapat diberikan di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), mengingat anak adalah makhluk lemah yang rentan mengalami pelecehan seksual oleh orang dewasa di sekitarnya. Diharapkan anak sebagai investasi masa depan bangsa dapat menjaga diri dan terhindar dari perbuatan yang tidak menyenangkan sehingga tumbuh kembangnya dapat optimal. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, jazakumullah khairan kastsiran, kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan buku ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Semoga buku ini bermanfaat dan bermanfaat bagi para pembaca serta dapat menjadi amal kebaikan yang dapat diterima oleh Allah SWT.

Daftar Pustaka

Gambar

Gambar 4.2: ilustrasi guru mengenalkan anggota tubuh  d.  Guru menanyakan kepada siswa mengenai pakaian
Gambar 4.3: Ilustrasi guru mengenalkan anggota  tunuh dengan poster islami
Gambar 4.4:  poster part of body  anak perempuan

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Kritis atas Laporan Keuangan.. Edisi Pertam Cetakan ke