DALAM KHAZANAH ISLAM
3.3 TUJUAN PENDIDIKAN SEKS DALAM ISLAM
Dalam pandangn islam, segala aktivitas manusia harus mempunyai tujuan yang jelas dan niat yang benar sesuai dengan syariat. Tanpa dua komponen ini, suatu amal tidak akan diterima oleh Allah SWT. Allah berfirman,
“padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah
agama yang lurus (benar)”. (QS Al-Bayyinah 98:5)
Diantara tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan pendidikan seks kepada anak menurut islam adalah sebagai berikut: (El-Qudsi: 2012)
a. Penanaman dan pengukuhan akhlak sejak dini kepada anak dan remaja dalam menghadapi masalah seksual agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas atau pacaran
b. Membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab terhadap masa depan seksual anaknya sehingga remaja mampu mengetahui secara benar tentang seksualitas dan akibat-akibatnya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan syara’
c. Agar anak mengetahui aturan syara’
berhubungan dengan seks sehingga mampu menjaga kehormatan diri dan memahami tentang kesakralan sebuah perkawinan.
d. Sebagai upaya prefentif dalam kerangka moralitas agama untuk menghindarkan remaja dari pergaulan bebas dan peyimpangan seksual.
e. Membentuk sika[ emosional yang sehat terhadap masalah seksual
f. Membekali anak dan remaja dengan informasi yang benar dan bertanggung jawab tentang seks agar mereka terhindar informasi dari sumber-sumber yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
g. Memahami sejak dini tentang perbedaan mendasar antara anatomi pria dan wanita serta peran masing-masing gender dalam reproduksi manusia.
Zainul Mutadin menegaskan bahwa selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis, pendidikan seks juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Jadi, pendidikan seks harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia serta nilai-nilai kultur dan agama. Sehingga dapat juga dikatakan bahwa pendidikan seks merupakan pendidikan akhlak dan moral. Adapun diperjelas bagaimana berikut:
a. Anak mengerti dan paham akan peran jenis kelaminnya. Baik anak laki-laki dan perempuan tumbuh menjadi manusia seutuhnya yang nyaman dengan peran jenis kelamin yang dimilikinya.
b. Memenuhi rasa ingin tahu anak serta mendapatkan informasi yang tepat mengenai seksualitas
dari orangtua dan guru. Sehingga anak mampu menjaga diri dan melawan penyimpangan seksual.
c. Memberikan rasa tanggung jawab kepada anak setelah mengetahui bagian tubuh dan fungsinya.
Dengan demikian, anak mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jadi, tujuan pendidikan seks terpenting adalah menghindarkan anak dari pelecehan seksual, baik yang dilakukan teman sebaya atau orang lain yang lebih tua.
Ini sangat penting mengingat dari hari ke hari semakin banyak saja kasus pelecehan terhadap anak, baik yang dilakukan oleh orang yang dikenal maupun tidak.
Pelecehan seksual terhadap anak tidak bisa diabaikan karena hal tersebut akan mempengaruhi perkembangan anak di masa depannya (Muslik Nawita, 2013: 8-12). Penting bagi anak untuk menjaga diri dan merupakan tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya untuk peduli kepada perkembangan anak.
3.4. PENYIMPANGAN SEKS DAN SOLUSI DALAM ISLAM
Seks adalah salah satu karunia Allah SWT untuk memperrtahankan eksistensi manusia. Ia dapat disejajarkan dengan makanan, minum atau sejenis
utu. Namun, tentu ada perbedaan anatara kebutuhan seks degan kebutuhan makan-minum. Kalu anusia tidak dapat menahan kebutuhan makan dan minum, ia harus mampu menahan kebutuhan seksualnya. Sebagai seorang muslim yang baik, harus dapat menahannya sampai mendapatkan cara yang halal dalam menyalurkan kebutuhan biologisnya tersebut. Dengan demikian, seks dikatakan menyimpang menurut islam apabila kegiatan seks dilakukan tersebut tidak sesuai dengan tuntutan syariat islam, baik heteroseks maupun homoseks dan sejenisnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan seksual, diantara faktor-faktor yang disebutkan oleh ElQudsi (2012) dalam bukunya adalah:
a. Jauhnya manusia dari ajaran agama
b. Implementasi seks yang bersembrangan dengan syariat
c. Revolusi seksual dan emansipasi perempuan d. Perkembangan ilmu medis dan tehnologi e. Lingkungan dan Pergaulan
f. Media Massa, Cetak dan Elektronik
g. Menyebarnya Media Porno secara meluas di tengah-tengah masyarakat
h. Narkoba dan Miras
i. Terlambatnya atau menunda-nunda Nikah j. Gerakan-gerakan Neo Zionisme dan
Kolonialisme
Adapun jenis atau macam-macam penyimpangan seks yang ditimbulkan dan lazin terjadi dalam masyarakat dewasa ini adalah:
a. Zina dan hubungan haram b. Homoseks dan Lesbian
c. Seks dengan hewan (Bestialitas atau Zoofilia) d. Penyelewengan seks terhadap anak (Pedofilia)
Penyimpangan seksual merupakan sesuatu yang sangat membahayakan terhadap keberadaan suatu masyarakat. Ia dapat menghancurkan sendi-sendi sosial masyarakat. Oleh karena itu, islam sangat konsentrasi dalam menjaga dan mengarahkan tentang masalah seksual. Sejak anak lahir sampau dewasa, islam telah mengajarkan berbagai hal yang dapat disebut sebagai tindakan preventif terhadap kemungkinan yang dapat menjerumuskan pada perilaku seks yang bertentangan dengan syariah. Terdapat dua jalur yang dipat dilakukan dalam mengatasi berbagai penyimpangan seksual dan kekerasan seksual dalam keluarga dan masyarakat yaitu secara normatif dan struktural.
Solusi yang dilakukan secara normatif merupakan suatu cara yang dilakukan dengan penegasan dan penyadaran terhadap pentingnya membentengi diri, keluarga, dan masyarakat dengan norma akhlak agama dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan senagai wujud pencegahan penyimpangan seks secara normatif yaitu:
a. Membentengi anak dan keluarga dengan didikan agama yang kuat secara terus menerus b. Membentuk generasi yang tangguh dan kuat
dalam semua aspek, terutama aspek keimanan.
c. Menegakkan kebenaran san amar ma’ruf nahi mungkar, baik dalam keluarga maupun masyarakat
d. Menciptakan lingkungan yang sehatbagi anak dan keluarga kita
e. Memudahkan dan tidak mempersulit pernikahan
Selanjutnya, solusi penjegahan seks yang kedua dapat dilakukan secara struktural dimana sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk merumuskan berbagai undang-undang yang mempunyai dampak positif dan
mengambil tindakan tegas terhadap perilaku masyarakat secara umum. Terkait hal ini, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
a. Membuat undang-undang antipornografi dan pornoaksi yang bertujuan untuk melindungi kaum perempuan dari berbagai pelecehan seksual.
b. Penegakkan hukum dan pengambilan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan peyimpangan seksualitas dan kekerasan terhadap anak c. Penyadaran masyarakat terhadap bahayanya
perzinaan, homo, dan lesbian
d. Tindakan tegas terhadap media massa yang sengaja mengobral berbagai kemaksiatan.
e. Menghilangkan tempat-tempat perzinaan dan memberantas bisnis-bisnis haram yang terselubung.
4.1. DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKS