• Tidak ada hasil yang ditemukan

Design, Development And Usability Analysis of Pre-Loved Goods Trading Application With Agile Approach

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Design, Development And Usability Analysis of Pre-Loved Goods Trading Application With Agile Approach"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1816

Design, Development And Usability Analysis of Pre-Loved Goods Trading Application With Agile Approach

Suwarno1,*, Kristianti2

Fakultas Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Universitas Internasional Batam, Batam, Indonesia Email: 1,*[email protected], 2[email protected]

Email Penulis Korespondensi: [email protected] Submitted 30-11-2022; Accepted 13-12-2022; Published 30-12-2022

Abstrak

Barang Preloved adalah barang bekas yang masih memiliki kualitas baik. Ketika membersihkan rumah terkadang ditemukan sejumlah barang Preloved, di mana barang-barang tersebut hanya terpakai satu kali maupun tidak terpakai sama sekali dan disimpan cukup lama di rumah. Barang bekas yang menumpuk di rumah membuat ruangan rumah menjadi semakin sempit. Oleh karena itu, barang Preloved lebih menguntungkan jika dijual daripada dibuang atau disimpan. Selain itu, menjual barang Preloved bisa mendapatkan uang tambahan dan turut membantu dalam pelestarian lingkungan. Maka penulis mendapatkan ide bagaimana cara memanfaatkan sebuah website sebagai marketplace untuk menjual barang-barang Preloved di kota Batam, yaitu Batam Preloved Shop. Warga Batam memperoleh informasi barang Preloved yang ingin dibeli melalui marketplace ini. Metode yang digunakan dalam merancang dan mengembangkan Batam Preloved Shop ini adalah Agile. Selanjutnya, menguji sistem dengan pengujian Black Box dan System Usability Scale (SUS).

Hasil pengujian Black Box menunjukkan bahwa sistem Batam Preloved Shop sudah berjalan sesuai yang diharapkan dan analisis kepuasan pengguna dengan menggunakan System Usability Scale (SUS) didapatkan nilai rata-rata 81, sehingga disimpulkan bahwa sistem Batam Preloved Shop sudah berjalan dengan baik sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

Kata Kunci: Barang Preloved; Marketplace; Agile; Black Box; System Usability Scale (SUS) Abstract

Preloved goods are used goods that are still of good quality. When cleaning the house sometimes found a number of Preloved items, where these items are only used once or not used at all and stored for quite a long time at home. Used goods that accumulate in the house make the room in the house even narrower. Therefore, Preloved items are more profitable if they are sold rather that being thrown away or stored. Besides that, selling Preloved items can get extra money and help in environmental preservation. So the writer got an idea how to use a website as a marketplace to sell Preloved goods in Batam city, namely the Batam Preloved Shop. Batam residents get information on Preloved items they want to buy through this marketplace. The method used in designing and developing the Batam Preloved Shop is Agile. Next, test the system by testing the Black Box and System Usability Scale (SUS). The results of the Black Box test show that the Batam Preloved Shop system is running as expected and an analysis of user satisfaction using the System Usability Scale (SUS) obtains an average value of 81, so it can be concluded that the Batam Preloved Shop system has been running well according to its functions and uses.

Keywords: Preloved Goods; Marketplace; Agile; Black Box; System Usability Scale (SUS)

1. PENDAHULUAN

Di zaman saat ini, teknologi yang semakin canggih telah memberikan kemudahan bagi setiap orang yang menggunakan media sosial. Tidak hanya memanfaatkan sebagai mendapatkan informasi dan sarana komunikasi, namun saat ini dapat memanfaatkan teknologi untuk menjalankan bisnis. Memanfaatkan teknologi untuk menjalankan bisnis online dapat meningkatkan penjualan dan menghemat biaya marketing [1].

Website marketplace adalah kumpulan halaman web yang dapat digunakan untuk jual beli secara online. Salah satu fungsi marketplace adalah sebagai tempat berkumpulnya penjual dan pembeli[2]. Kelebihan marketplace adalah dapat memberikan kemudahan mendapatkan konsumen baru, menghemat biaya seperti tidak perlu menyewa tempat untuk menjual barang dan dapat memudahkan konsumen mendapatkan produk yang dibutuhkan.

Barang Preloved adalah barang bekas yang masih memiliki kualitas baik [3]. Ketika membersihkan rumah terkadang ditemukan sejumlah barang-barang Preloved, di mana barang-barang tersebut hanya terpakai satu kali maupun tidak terpakai sama sekali dan disimpan cukup lama di rumah. Barang bekas yang menumpuk di rumah membuat ruangan rumah menjadi semakin sempit. Oleh karena itu, barang Preloved lebih menguntungkan jika dijual daripada dibuang atau disimpan. Selain itu, menjual barang Preloved bisa mendapatkan uang tambahan dan turut membantu pelestarian lingkungan.

Penelitian didasarkan pada hasil dan metode sebelumnya, salah satunya adalah penelitian dari Anak Agung Ngurah Hary Susila dan Dewa Made Sri Arsa [4] mengenai perancangan sistem marketing Artshop berbasis website yang digunakan untuk memasarkan produk kerajinan. Tahapan perancangan sistem yang digunakan penelitian ini adalah metode User Centered Design (UCD) dan analisis kegunaan sistem menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan 10 responden dan menghasilkan rata-rata skor 73,5.

Membangun layanan jual beli barang bekas secara online yang digunakan untuk menghubungkan pembeli dan penjual yang membutuhkan perabotan kos atau bertransaksi dengan cara menukar barang tanpa perantara uang adalah penelitian dari Pratama, Bonifasius Adhi, Proboyekti, Umi Wijana, Katon [5]. Metode yang digunakan penelitian ini adalah User Centered Design yang diawali dengan strategy, research, analysis, design, production and launch. Jumlah

(2)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1817 responden dalam penelitian ini adalah 22 orang. Hasil yang didapatkan adalah 93 persen sebagai pembeli dan 92 persen sebagai penjual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa website yang dirancang sudah usable.

Merancang sistem marketplace sewa lapangan olahraga adalah penelitian dari Anwar, Kharis Kurniawan, Lilik Dwi Rahman, M. Ijur Ani, Nur [6]. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem adalah metode Agile yang diawali dengan perencanaan, implementasi, testing, dokumentasi, penyebaran, pemeliharaan. Hasil yang didapatkan adalah dapat disimpulkan bahwa menggunakan konsep marketplace dapat mempermudah penyewa mencari lapangan olahraga sesuai keinginan dan mempertemukan calon penyewa.

Perancangan dan implementasi sistem jual beli barang berbasis website, penelitian dari Nehemia Weldy Kusbin, Daniel R. Kaparang, Johan Reimon Batmetan[7]. Penelitian ini menggunakan metode pengujian dengan pendekatan Black Box dan Usability test. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah membuat sistem jual beli produk berbasis website.

Metode yang digunakan adalah RAD. Hasil yang didapatkan adalah bahwa aplikasi yang dirancang sudah layak untuk digunakan dan pengujian pengguna dengan persentase 89,81% yang artinya sistem yang dirancang layak digunakan.

Selanjutnya penelitian dari Lesmono, Ibnu Dwi [8] mengenai merancang sistem penjualan sepatu berbasis website.

Metode yang digunakan dalam perancangan sistem adalah metode waterfall. Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem penjualan untuk menjual satu atau lebih barang dengan menggunakan elektronik. Dalam pembuatan sistem penelitian ini menggunakan Bahasa pemrograman HTML, CSS, PHP dan menggunakan aplikasi XAMPP sebagai penyimpanan database. Metode pengujian yang digunakan penelitian ini adalah metode Black Box. Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa pengembangan website sangat penting salah satunya untuk mengatasi persaingan bisnis. Kegiatan transaksi dari menyimpan data, proses order, mengubah data sehingga menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan menarik pelanggan.

Penelitian berikutnya adalah penelitian dari Rabbani, Ihsanuddin Krisnanik, Erly [9] mengenai merancang e- commerce berbasis web. Metode yang digunakan adalah metode agile software development. Hasil yang didapatkan penelitian ini dalam pembuatan aplikasi e-commerce berbasis website dapat disimpulkan penjual dapat mengakses aplikasi untuk memeriksa produk yang telah dipesan oleh pembeli dan dengan aplikasi e-commerce dapat memudahkan penjual dalam memasarkan produk.

Berdasarkan penelitian yang telah tercantum, maka peneliti akan merancang sebuah website mengenai jual beli [5][7] dengan menggunakan metode Agile [6][9] yang akan diuji dengan pendekatan Black Box [7][8] dan analisis fungsi dan kegunaan website menggunakan metode System Usability Scale (SUS) [4]. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan sistem adalah HTML, CSS, PHP dan menggunakan aplikasi XAMPP sebagai database penyimpanan database [8].

2. METODOLOGI PENELITIAN

Perancangan sistem yang dilakukan, penulis menggunakan metode Agile sebagai tahapan perancangan sistem. Metode Agile adalah metode pengembangan suatu software yang dilakukan secara bertahap dan berulang [10]. Metode Agile terdiri-dari planning, Requirement Analysis, Design, Development, Testing, and Review. Metode Agile dipilih sebagai perancangan sistem ini karena dapat menghasilkan sistem dengan kualitas baik karena mendapat tanggapan dari pengguna terhadap permintaan pengembangan fitur. Gambar 1 menunjukkan proses dari metode Agile.

Gambar 1 Metode Agile

Berikut ini merupakan tahapan-tahapan yang dilakukan pada metode Agile sebagai berikut:

a. Planning

Perencanaan adalah tahap pertama yang harus dilalui sebelum membangun sistem. Dalam tahap perencanaan ini penulis merencanakan merancang sebuah sistem jual beli barang Preloved, yaitu Batam Preloved Shop. Untuk mewujudkan adanya sistem Batam Preloved Shop, dibutuhkan beberapa perangkat komputer yaitu Hardware (laptop, Wifi) dan Software (XAMPP sebagai penyimpanan database, Atom Text Editor sebagai aplikasi coding, Filezilla sebagai upload file ke web hosting, Photoshop sebagai desain logo, banner dan sebagainya, Mozilla sebagai browser).

(3)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1818 b. Requirement Analysis

Analisis kebutuhan adalah proses mendapatkan informasi mengenai sistem dan perangkat lunak yang dibutuhkan pengguna [11]. Dalam tahap ini penulis menganalisis kebutuhan yang diperlukan dengan cara mempelajari fitur-fitur apa saja yang akan dirancang.

c. Design

Tahapan desain meliputi gambaran tentang kebutuhan sistem yang diinginkan seperti perancangan use case, ERD, dan Activity diagram.

1. Use Case

Use case adalah gambaran tentang fungsi sistem sehingga development dan user dapat memahami kegunaan sistem yang akan dirancang [12]. Gambar 2 menunjukkan use case pada sistem Batam Preloved Shop, di mana aktor user dapat menambah produk, menambah kategori, melihat produk, melihat pesanan, membeli produk dan membuat testimoni.

Gambar 2. Use Case Sistem Batam Preloved Shop 2. Perancangan Activity Diagram

Activity diagram adalah gambaran aktivitas sistem sehingga user dan development dapat memahami cara kerja sistem [13]. Gambar 3 merupakan Activity diagram sistem Batam Preloved Shop. Gambar 3(1) Activity diagram pendaftaran, Gambar 3(2) Activity diagram login, Gambar 3(3) Activity diagram pemesanan, 3(4) Activity diagram menambahkan produk.

(1) (2)

(4)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1819 (3) (4)

Gambar 3 Activity diagram (1) Pendaftaran, (2) login, (3) Pemesanan, (4) menambahkan produk 3. Perancangan ERD

ERD merupakan gambaran perancangan database dan menunjukkan relasi antar objek beserta atributnya secara detail [14]. Gambar 4 merupakan ERD sistem Batam Preloved Shop, Berdasarkan ERD tersebut dapat diketahui bahwa sistem Batam Preloved Shop terdapat 4 entitas diantaranya adalah penjual, pembeli, produk, dan pesanan.

Gambar 4 ERD Sistem Batam Preloved Shop d. Development

Development sistem adalah proses pengkodean program dan merancang database [11]. Pada tahap pengembangan sistem Batam Preloved Shop menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, PHP, dan aplikasi XAMPP sebagai penyimpanan database.

(5)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1820 e. Testing

Pengujian merupakan tahapan yang dilakukan untuk memastikan sistem yang dirancang sesuai dengan yang diharapkan[15]. Pada tahap ini menguji website dengan pengujian Black Box untuk menguji apakah fitur-fitur website sudah berjalan dengan baik atau belum dan System Usability Scale (SUS) sebagai analisis kegunaan sistem. Beberapa cara kalkulasi dalam analisis System Usability Scale (SUS) sebagai berikut [16]:

1. Setiap pertanyaan bernomor 1,3,5,7,9 maka setiap skor pertanyaan dikurangi 1

2. Setiap pertanyaan bernomor 2,4,6,8,10, maka 5 dikurangi dengan skor setiap pertanyaan yang didapatkan dari skor responden.

3. Untuk mendapatkan hasil SUS penjumlahan setiap skor pertanyaan dikalikan dengan 2,5.

Perhitungan skor berlaku untuk satu responden, untuk menghitung rata-rata dengan cara menjumlahkan semua skor kemudian dibagi dengan jumlah responden. Berikut ini merupakan rumus menghitung rata-rata skor System Usability Scale (SUS):

Gambar 5. Rumus Rata-Rata Skor SUS

Kesimpulan dari menggunakan cara System Usability Scale (SUS) adalah setelah dihitung sampai mendapatkan skor rata-rata SUS dari semua responden, maka skor tersebut kemudian disesuaikan dengan penilaian SUS. Kesimpulan akhir bisa ditentukan melalui penilaian sebagai berikut:

Gambar 6. Penilaian SUS f. Review

Pada tahap review, penulis mendapatkan tanggapan dari pengguna sistem sehingga dapat meningkatkan sistem.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Perancangan Sistem

Hasil perancangan sistem menggunakan metode Agile adalah sistem Batam Preloved Shop. Cara untuk dapat mengakses sistem yaitu dengan cara ketik https://www.shopsebelumnya.my.id/. Berikut ini adalah tampilan sistem Batam Preloved Shop.

3.1.1 Halaman Utama

Setelah login user diarahkan ke halaman utama. Halaman utama pada sistem Batam Preloved Shop, penjual dan pembeli bisa melihat menu pada website Batam Preloved Shop, Selain itu juga bisa melihat barang best seller dan testimoni.

Gambar 7. Halaman Utama

(6)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1821 3.1.2 Halaman Dashboard

Halaman Dashboard pada sistem Batam Preloved Shop terdapat menu Order, Add Product, Add Testimoni, Add Category.

Menu order yang terdapat pada halaman dashboard untuk melihat pesanan dari pembeli, menu Add product berfungsi untuk menambahkan data produk yang ingin dijual, menu testimoni berfungsi untuk membagikan testimoni barang yang telah dijual bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan membagun kepercayaan customer. Add Category berfungsi untuk menambahkan kategori barang.

Gambar 8. Halaman Dashboard 3.1.3 Halaman Tambah Produk

Halaman Tambah Produk bertujuan untuk menambahkan produk yang ingin dijual. Pada halaman Tambah Produk harus memasukkan nama produk, harga produk, deskripsi produk dan gambar produk. Jika data yang dimasukkan sudah lengkap, data produk akan ditampilkan di halaman shop.

Gambar 9 Tambah Produk 3.1.4 Halaman Shop

Halaman shop berfungsi sebagai melihat dan membeli produk. Pada halaman shop juga bisa melihat total pengguna, total penjual, total produk dan total barang terjual.

Gambar 10. Halaman Shop

(7)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1822 3.2 Hasil pengujian

Hasil pengujian merupakan hasil pengujian aplikasi yang dibuat kepada pengguna yang ingin menjual dan membeli barang Preloved yaitu, Batam Preloved Shop. Metode pengujian yang digunakan untuk menguji aplikasi ini adalah menggunakan metode Black Box dan System Usability Scale (SUS) sebagai analisis kebergunaan sistem.

3.2.1 Pengujian Black Box

Pengujian Black Box merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah website yang dirancang sesuai yang diharapkan atau belum [7]. Berikut adalah hasil uji yang didapatkan.

Tabel 1. Pengujian Black Box

Fungsi yang diuji Cara pengujian Hasil yang diharapkan Hasil

Register Klik daftar kemudian lengkapi data yang diminta

Data masuk ke database dan dapat login Valid Login Memasukan email dan password Diarahkan ke halaman utama user Valid Login (gagal) Memasukan email dan password yang tidak

sesuai

Mengarahkan pengguna untuk login kembali

Valid Tambah Produk Menambah, mengubah dan menghapus

produk

Data masuk ke database dan dapat ditampilkan di halaman Shop

Valid List orderan Update status produk Dapat memberitahu status produk kepada

customer melalui WhatsApp

Valid Ganti password klik password change, kemudian masukan

password lama dan baru kemudian coba login kembali

Password dapat diubah dan dapat login kembali

Valid

Tambah kategori Masukan kategori barang Data masuk ke dalam database dan dapat ditampilkan di halaman add produk

Valid Membeli produk Memilih salah satu produk dan lengkapi

data yang diminta dan klik beli lewat WhatsApp

Data masuk ke database dan bisa memberitahu penjual lewat WhatsApp

Valid

Berdasarkan hasil dari Tabel 1 pengujian fungsional pada sistem Batam Preloved Shop menggunakan metode Black Box dan menguji 8 macam fungsional, seluruhnya mendapatkan hasil bahwa fungsi fitur pada sistem Batam Preloved Shop sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini berarti, pada perhitungan validitas fungsional memiliki skor 100%

valid.

3.2.2 Pengujian System Usability Scale (SUS)

Analisis data pada website Batam Preloved Shop menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan 10 pertanyaan kepada pengguna. Pertanyaan dari kuesioner sebagai berikut [17]:

a. Q1. Saya berpikir akan menggunakan website Batam Preloved Shop lagi.

b. Q2. Menurut saya, website Batam Preloved Shop terlalu rumit/sulit untuk digunakan.

c. Q3. Menurut saya, website Batam Preloved Shop mudah digunakan.

d. Q4. Menurut saya, dalam menggunakan website Batam Preloved Shop ini membutuhkan bantuan dari orang lain atau teknisi.

e. Q5. Menurut saya fitur – fitur website Batam Preloved Shop berjalan dengan semestinya.

f. Q6. Menurut saya, website Batam Preloved Shop tidak konsisten (tidak serasi pada sistem ini).

g. Q7. Menurut saya, orang lain akan memahami cara menggunakan website Batam Preloved Shop.

h. Q8. Menurut saya, website Batam Preloved Shop membingungkan.

i. Q9. Menurut saya, tidak ada hambatan menggunakan website Batam Preloved Shop.

j. Q10. Menurut saya perlu mempelajari banyak hal terlebih dahulu sebelum menggunakan website Batam Preloved Shop

Total responden dari penyebaran kuesioner SUS sebanyak 32 pengguna. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner mendapatkan hasil sebagai berikut.

Tabel 2. Hasil Rata Rata Responden

Responden Skor Hasil Hitung

Jumlah Nilai (Jumlah x2.5) Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10

1 4 0 4 0 3 4 4 4 4 1 28 70

2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 25 63

3 3 2 3 1 3 2 3 2 3 1 23 58

4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 34 85

5 2 3 3 4 4 3 4 4 4 3 34 85

6 3 0 3 0 3 2 3 0 3 2 19 48

(8)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1823

7 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 38 95

8 3 0 3 2 4 3 4 3 3 2 27 68

9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

10 3 2 2 2 2 3 3 3 3 1 24 60

11 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 27 68

12 3 4 4 0 4 3 4 4 4 4 34 85

13 3 3 3 3 2 3 3 3 1 3 27 68

14 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

15 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 32 80

16 3 2 2 2 3 2 3 2 2 1 22 55

17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

18 3 1 3 1 3 1 3 1 3 1 20 50

19 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

20 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

22 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

25 2 2 2 1 3 3 3 2 3 1 22 55

26 2 4 4 2 3 4 3 4 3 0 29 73

27 2 1 1 4 4 4 4 4 4 3 31 78

28 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 36 90

29 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 36 90

30 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 100

31 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 38 95

32 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 37 93

Skor Rata-Rata (Hasil Akhir) 81

Berdasarkan hasil dari Tabel 2 pengujian System Usability Scale (SUS) maka dapat disimpulkan skor rata-rata dari responden adalah 81 yang termasuk dalam kategori EXCELLENT dengan grade scale B dan berdasarkan penilaian dapat disimpulkan bahwa sistem Batam Preloved Shop sudah baik sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan perancangan sistem Batam Preloved Shop mengggunakan metode Agile, didapatkan kesimpulan bahwa sistem Batam Preloved Shop ini telah memberikan manfaat bagi pengguna dalam hal menjual dan membeli barang Preloved. Manfaat bagi penjual adalah dapat mempromosikan dan menjual barang Preloved secara online. Sedangkan manfaat bagi pembeli adalah memudahkan untuk mencari barang Preloved dan menghubungi Penjual untuk melakukan transaksi pembelian. Dengan semakin banyaknya penggunaan sistem Batam Preloved ini maka dapat membantu dalam pelestarian lingkungan dengan mengurangi tumpukan barang bekas di rumah. Penggunaan metode Agile dalam perancangan sistem ini dapat membantu peneliti dalam merancang dan mengembangkan sistem Batam Preloved Shop dengan lebih teratur, sederhana dan adaptif mengikuti kebutuhan pengguna mencakup sejumlah fitur utama dan tambahan seperti testimoni dari pembeli, sehingga mampu menghasilkan sistem dengan kualitas baik. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan juga bahwa pengguna dapat menerima sistem ini dengan baik seperti yang ditunjukkan pada hasil uji menggunakan analisis kepuasan pengguna (SUS) dengan hasil memuaskan.

REFERENCES

[1] R. Andriyanty and D. Lestari, “Analisis Strategi Bisnis Online Shop Hitz_Twinzshop,” Mediastima, vol. 28, no. 1, pp. 23–41, 2022, doi: 10.55122/mediastima.v28i1.395.

[2] N. Lestari and F. D. Patrikha, “Pengaruh Harga Dan Customer Review Terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion Wanita Di ( Studi Kasus Pada Konsumen Di Surabaya ),” vol. 10, no. 1, pp. 1635–1642, 2022, [Online]. Available:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jptn/article/view/43309/38356

[3] K. Qothrunnada, “Preloved Artinya: Cara Menjual dan Perbedaan dengan Thrift,” detikjabar, 2022. [Online]. Available:

https://www.detik.com/jabar/bisnis/d-6255558/preloved-artinya-cara-menjual-dan-perbedaan-dengan-thrift#:~:text=Mengutip laman Amusedco%2C preloved artinya,dengan harga yang lebih murah.

[4] A. Agung Ngurah Hary Susila and D. Made Sri Arsa, “Analisis System Usability Scale (SUS) Sebagai Evaluasi Perancangan Aplikasi E-Marketing Artshop Berbasis Web Analysis of System Usability Scale (SUS) as an Evaluation of Web-Based Artshop E-Marketing Application Design,” vol. 21, no. 2, pp. 268–279, 2022.

[5] B. A. Pratama, U. Proboyekti, and K. Wijana, “Penerapan Metode User Centered Design (UCD) Dalam Pembangunan Layanan Online Jual Beli Barang Bekas,” J. Terap. Teknol. Inf., vol. 4, no. 1, pp. 33–43, 2021, doi: 10.21460/jutei.2020.41.192.

[6] K. Anwar, L. D. Kurniawan, M. I. Rahman, and N. Ani, “Aplikasi Marketplace Penyewaan Lapangan Olahraga Dari Berbagai Cabang Dengan Metode Agile Development,” J. Sisfokom (Sistem Inf. dan Komputer), vol. 9, no. 2, pp. 264–274, 2020, doi:

10.32736/sisfokom.v9i2.905.

(9)

Copyright © 2022 Suwarno, Page 1824 [7] J. R. B. Nehemia Weldy Kusbin, Daniel R. Kaparang, “PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TRANSAKSI

JUAL BELI PRODUK BERBASIS WEB,” vol. 02, no. 01, pp. 44–53, 2021.

[8] I. D. Lesmono, “Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Sepatu Berbasis Website Dengan Metode Waterfall,” Swabumi, vol. 6, no. 1, pp. 55–62, 2018, doi: 10.31294/swabumi.v6i1.3316.

[9] I. Rabbani and E. Krisnanik, “E – Commerce Perlengkapan Haji Dan Umroh Berbasis Web Menggunakan Metode Agile Software Development,” Semin. Nas. Mhs. Ilmu Komput. dan Apl., vol. 1, no. 2, pp. 432–443, 2020.

[10] M. M. Haekal, “Apa Itu Agile? Pengertian, Prinsip, Metode, dan Kelebihan,” NIAGAHOSTER, 2021. [Online]. Available:

https://www.niagahoster.co.id/blog/agile-adalah/

[11] I. Mahendra and D. T. Eby Yanto, “Sistem Informasi Pengajuan Kredit Berbasis Web Menggunakan Agile Development Methods Pada Bank Bri Unit Kolonel Sugiono,” J. Teknol. Dan Open Source, vol. 1, no. 2, pp. 13–24, 2018, doi: 10.36378/jtos.v1i2.20.

[12] R. Juliarto, “Contoh Use Case Diagram Lengkap dengan Penjelasannya,” Dicoding Intern, 2021. [Online]. Available:

https://www.dicoding.com/blog/contoh-use-case-diagram/

[13] R. Juliarto, “Apa itu Activity Diagram? Beserta Pengertian, Tujuan, Komponen,” Dicoding Intern, 2021. [Online]. Available:

https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-activity-diagram/

[14] R. Setiawan, “Bagaimana Cara Membuat ERD dan Contohnya,” Dicoding, 2021. [Online]. Available:

https://www.dicoding.com/blog/cara-membuat-erd-dan-contohnya/

[15] S. Suhari, A. Faqih, and F. M. Basysyar, “Sistem Informasi Kepegawaian Mengunakan Metode Agile Development di CV.

Angkasa Raya,” J. Teknol. dan Inf., vol. 12, no. 1, pp. 30–45, 2022, doi: 10.34010/jati.v12i1.6622.

[16] M. A. Kusumadya, R. Rasmila, F. Hidayat, and D. Chandra, “Analisis Website Petani Kode Menggunakan SUS (System Usabilty Scale),” J. Inform. Polinema, vol. 8, no. 4, pp. 41–46, 2022, doi: 10.33795/jip.v8i4.908.

[17] M. Rudi Sanjaya et al., “Perancangan Kualitas Dokumen Berbasis Website Di Stik Siti Khadijah Dengan Pengujian Metode System Usability Scale (Sus) Quality Design of Document Based on Website At Stik Siti Khadijah With Usability Scale (Sus) System Testing Method,” J. Inf. Technol. Comput. Sci., vol. 4, no. 2, p. 2021, 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Black Box Testing No Pengujian Hasil Keterangan Manajemen User 1 Tambah User Input data user pada form dan tersimpan pada database Valid 2 Lihat User Ditampilkan

Tabel 1 Pengujian Black Box No Skenario Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Status Uji 1 Pengisian form data pakan Data muncul pada ListView halaman pakan Data pakan