PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Jaminan kelahiran (jampersal) adalah jaminan biaya kelahiran yang meliputi pelayanan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca melahirkan, BBL dan pelayanan di fasilitas kesehatan (Kemenkes RI, 2011). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan penggunaan program jaminan kehamilan (Jampersal) di Puskesmas Tukka tahun 2021. .
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Jaminan Persalinan (jampersal)
Tujuan asuhan maternitas adalah memberikan asuhan yang memadai pada saat persalinan dalam upaya mencapai pertolongan yang bersih dan aman dengan mempertimbangkan angka kematian ibu, yang berarti suami dapat menjamin persalinan istrinya ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan dapat berjalan dengan aman. Untuk itu laki-laki harus diberikan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan yang aman (Saifuddin, 2012).
Sasaran Jaminan Persalinan ( Jampersal)
Sasaran yang dimaksud di atas adalah kelompok sasaran yang berhak mendapatkan pelayanan yang berhubungan langsung dengan kehamilan dan persalinan, baik normal maupun dengan komplikasi atau risiko tinggi untuk mencegah Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari suatu proses persalinan (Kementerian). Kesehatan Republik Indonesia, 2011).
Ruang Lingkup Jaminan Persalinan (Jampersal)
Pelayanan Nifas (PNC) pada ibu dan bayi baru lahir sesuai standar pelayanan KIA dengan frekuensi 4 kali. Pelayanan persalinan lanjutan adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan spesialis untuk pelayanan kebidanan dan bayi baru lahir berisiko tinggi dengan komplikasi yang tidak dapat ditangani di fasilitas tingkat pertama, yang dilakukan berdasarkan rujukan atau indikasi medis. Pemeriksaan nifas (PNC) dengan risiko tinggi pelaksanaan KB nifas dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) atau kontrasepsi persisten (Kontap) dan penatalaksanaan komplikasinya.
Dengan merujuk, maka dipastikan pasien akan mendapat pelayanan paripurna yang lebih baik dan aman di fasilitas kesehatan rujukan.
Kebijakan Operasional
Kerangka konseptual di bawah ini akan mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan program jaminan kehamilan (Jampersal) di Puskesmas Tukka Tahun 2021. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kolaboratif dengan menggunakan pendekatan studi cross-sectional untuk mengetahui hubungan tersebut. antara pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan program jaminan persalinan ( Jampersal) pada persalinan di Puskesmas Tukka Tahun 2021. Pemanfaatan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) menggunakan kuesioner dengan skala Guttman yaitu jawaban responden “ya”.
Dari hasil Tabel 4.3 diatas terlihat bahwa sebagian besar pemanfaatan program jaminan kehamilan tidak memanfaatkan program jampersal sebanyak 50 orang (71,4%) dan minoritas yang menggunakan program jampersal sebanyak 20 orang. (28,6%). Berdasarkan analisis chi-square diperoleh hasil terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan program asuransi persalinan di Puskesmas Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2021 dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tukka diketahui bahwa sebagian besar pemanfaatan program jaminan kehamilan tidak memanfaatkan program jampersal sebanyak 50 orang (71,4%), dan sebagian kecil menggunakan program jampersal. sebanyak 20 orang (28,6%).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil berhubungan dengan penggunaan program asuransi persalinan dengan nilai p = 0,000. Ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan program jaminan persalinan (jampersal) di Puskesmas Tukka tahun 2021 p=0,000<0,05. Hal ini dapat menambah wawasan peneliti agar lebih komprehensif khususnya dalam hal pengetahuan ibu hamil pengguna program asuransi kelahiran (jampersal).
Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) Dalam Persalinan Di Puskesmas Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Dengan ini saya sampaikan bahwa saya akan melakukan penelitian yang berjudul : “Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Pemanfaatan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) Di Puskesmas Tukka Tahun 2021”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan program jaminan kehamilan (jampersal) di Puskesmas Tukka Tahun 2021. Data yang diperoleh digunakan untuk keperluan penelitian saja.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan
Pengetahuan
- Defenisi Pengetahuan
- Tingkat Pengetahuan
- Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan
- Pengetahuan Kesehatan
- Pengukuran Pengetahuan
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tukka, karena masih terdapat ibu hamil yang belum mengetahui dan belum mengetahui manfaat program asuransi kehamilan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Lubis (2013) “Menggambarkan Perilaku Masyarakat dalam Pemanfaatan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) dalam Persalinan Anak di Puskesmas Namorambe Kabupaten Delhi Serdang”. Dari hasil tabel 4.4 terlihat bahwa 47 responden (100%) yang berpengetahuan kurang tidak mendapatkan manfaat dari program asuransi persalinan, dan 3 responden (13,0%) yang berpengetahuan baik tidak mendapatkan manfaat dari program asuransi persalinan. program.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tukka diperoleh hasil bahwa sebagian besar ibu hamil mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 47 orang (67,1%) dan sebagian kecil yang berpengetahuan baik sebanyak 23 orang (32,9%) mempunyai asuransi kehamilan dan seluruhnya . ibu menerima program asuransi kehamilan. Tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pemanfaatan program asuransi bersalin dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor yang mendukung pengetahuan yang ada baik internal maupun eksternal antara lain pendidikan, pekerjaan dan usia. Dari daerah mana pun Anda bisa mendapatkan Program Jaminan Bersalin selama ibu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Selain itu, program jaminan kehamilan juga meningkatkan cakupan pelayanan bayi baru lahir dan keluarga berencana setelah melahirkan (KB). Pengaruh faktor psikologis dan organisasi terhadap kinerja bidan dalam pelaksanaan program asuhan maternitas di Kota Padangsidimpuan. 2017). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang jaminan kehamilan di BPM Suprihati Desa Geneng RT 04/03 Gedong Karanganyar tahun 2017.
Dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi responden atas penelitian yang dilakukan oleh Wirdasari Hutagalung, Mahasiswa Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan yang berjudul “Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Pemanfaatan Alat Kesehatan” Program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Puskesmas Tukka Tahun 2021”.
Kerangka Konsep Penelitian
Hipotesis Penelitian
Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
- Lokasi
- Waktu
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Etika Penelitian
Instrumen Penelitian
Prosedur Pengumpulan Data
Kemudian responden yang berpengetahuan kurang yang mendapatkan manfaat program jaminan persalinan tidak ada, dan responden berpengetahuan baik yang mendapat manfaat program jaminan persalinan sebanyak 20 orang (87,0%). Penelitian ini sejalan dengan Rudiansyah, dkk (2018) diketahui ibu bekerja yang menggunakan asuransi bersalin 39,1% lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak menggunakan asuransi bersalin masing-masing 37,3%. Ibu bersalin tidak bekerja yang menggunakan asuransi bersalin 60,9% lebih sedikit dibandingkan ibu yang tidak menggunakan asuransi bersalin masing-masing 62,7%.
Ibu dengan pendapatan ≥ UMR yang menggunakan asuransi bersalin sebesar 52,2% lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak menggunakan asuransi bersalin sebesar 43,3%. Menginformasikan dan mensosialisasikan program asuransi persalinan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat sangat penting agar masyarakat semakin mengetahui program asuransi persalinan. Penelitian Lubis (2016) Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas di Kabupaten Deliserdang untuk melaksanakan Program Jaminan Persalinan.
Sasaran Program Jaminan Persalinan terutama adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru lahir dengan usia maksimal 28 hari. Pengetahuan ibu bersalin yang menggunakan asuransi kehamilan lebih sedikit dibandingkan ibu yang tidak menggunakan asuransi kehamilan. Peran tenaga kesehatan khususnya bidan dalam pelaksanaan layanan lock in sebaiknya ditingkatkan dengan pelatihan program asuransi kelahiran.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Jaminan Bersalin Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Puri Kabupaten Sintang Tahun 2013.
Defenisi Opersaional
Pengolahan dan Analisa Data
Penelitian ini sejalan dengan Rudiansyah, dkk (2018) Ibu dengan pendapatan Penelitian ini sejalan dengan Rudiansyah (2018) yang memperoleh nilai p = 0,005, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan asuransi kehamilan. Ibu bersalin mempunyai pengetahuan yang baik, diketahui ibu yang menggunakan asuransi bersalin lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak menggunakan asuransi persalinan. Penelitian Qomariyah (2019) menemukan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang asuransi kehamilan sebanyak 6,3%, pengetahuan cukup sebanyak 29,4%, dan pengetahuan kurang sebanyak 66,3%. Banyaknya responden yang memiliki tingkat pengetahuan berada pada kategori lemah karena kurangnya informasi yang diterima mengenai Jaminan Persalinan (Jampersal). Analisa Univariat Analisa Bivariat Puskesmas sendiri tidak melakukan sosialisasi program Jampersal secara langsung kepada masyarakat atau dalam hal ini langsung kepada ibu hamil. Dengan Program Jaminan Persalinan, ibu hamil dapat meningkatkan pelayanan antenatal dan menerima bantuan persalinan. Pada penelitian ini didapatkan sebagian besar ibu hamil mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 47 orang (67,1%) dan sebagian kecil berpengetahuan baik sebanyak 23 orang (32,9%). Puskesmas sendiri tidak melakukan sosialisasi program Jampersal secara langsung kepada masyarakat setempat atau dalam hal ini langsung kepada ibu hamil. Penyelenggaraan program Jampersal harus mendapat respon positif dari para pengusahanya. Diharapkan khususnya ibu hamil lebih sadar akan pentingnya program jampersal ini karena program ini sangat bermanfaat untuk belajar. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Jaminan Kesehatan Nasional Dengan Penggunaan Kartu BPJS Kesehatan di Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali Tahun 2017. Pemanfaatan Program Jampersal Perlunya pelaksana yang ramah dan terbuka dalam menyampaikan segala informasi mengenai program Jampersal dan layanan yang akan diberikan akan menjamin program tersebut berjalan maksimal. Pelaksana Program Jampersal dapat menciptakan caranya sendiri dalam melibatkan dan mempromosikan keberadaan Program Jampersal. Sikap seperti ini sangat diharapkan karena membuktikan bahwa petugas pelayanan kesehatan, petugas kesehatan di Puskesmas dan pihak terkait lainnya bekerja sama untuk mensukseskan program Jampersal. Rendahnya pengetahuan responden tentang program Jampersal juga disebabkan karena tingkat pendidikan formal yang dijalani responden relatif rendah, yaitu tamat SD bahkan ada yang tidak sekolah. /tidak menyelesaikan sekolah dasar. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan pengetahuan terkait pemanfaatan program jampersal, kemudian memiliki keterampilan dan teknik yang dapat memberikan layanan terkait program jampersal serta menguasai permasalahan sehingga dapat melengkapi kekurangan dalam penelitian ini. Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tentang Iklan Masyarakat “Jampersal” di Televisi (Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Sawahan Surabaya Tentang Iklan Masyarakat “Jampersal” di Televisi. Deskripsi Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Program Jampersal (Jaminan Persalinan) di Dusun Kedung Desa Leran Gresik Penulisan Ilmiah Kebidanan STIKES YARSIS. Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan, Program Studi Kebidanan, Program Sarjana. Tesis “Veteran” Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Surabaya.HASIL PENELITIAN
PEMBAHASAN
Pengetahuan Ibu Hamil
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Pemanfaatan
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran