PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas, timbul beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Hakikat Guru
Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian peserta didik agar menjadi seseorang yang berguna bagi agama, tanah air, dan bangsa. Kedua nilai ini mungkin sudah dimiliki dan mempengaruhi siswa sebelum siswa masuk sekolah. Latar belakang kehidupan siswa yang berbeda-beda, tergantung dari sosio-kultural masyarakat dimana anak tinggal, akan mewarnai kehidupannya.
Dalam upaya memberikan motivasi, guru dapat menganalisis motif yang melatarbelakangi siswa malas belajar dan menurunnya prestasi di sekolah. Guru sebagai motivator sangat penting dalam interaksi pendidikan, karena menyangkut hakikat pekerjaan pendidik yang memerlukan keterampilan sosial. Guru sebagai pengelola kelas hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas merupakan tempat berkumpulnya seluruh siswa dan guru untuk mentransfer materi pembelajaran dari guru.
Pengelolaan kelas sedemikian rupa agar siswa merasa puas dan hidup di kelas dengan motivasi yang tinggi, sehingga selalu belajar di dalamnya. Seorang guru sebagai evaluator dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur, dengan penilaian yang adil.
Hakikat Membaca
Selain itu, kegiatan membaca juga sangat bermanfaat dalam kehidupan setiap orang dan berbagai kalangan atau profesi. Fungsi Praktis, kegiatan membaca dilakukan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misalnya: teknik menangkap ikan lele, teknik fotografi, resep menyiapkan minuman dan makanan, cara membuat peralatan rumah tangga dan lain-lain. Misalnya saja bacaan ringan, novel pop, cerita humor, fabel, karya sastra dan masih banyak lagi.
Fungsi Informatif, dengan banyak membaca yang informatif seperti surat kabar, majalah dan lain-lain kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang sangat kita perlukan dalam hidup. Fungsi sosial, kegiatan membaca mempunyai fungsi sosial yang tinggi apabila dilakukan secara lisan maupun nyaring. Kegiatan membaca dengan demikian dapat langsung dimanfaatkan oleh orang lain untuk mengendalikan sikap berbicara, bertindak, dan berpikir.
Saddhono dan Slamet dalam bukunya kembali menjelaskan bahwa dengan membaca seseorang akan memperoleh berbagai manfaat, yaitu sebagai berikut. Dapat memperkaya kosa kata, ungkapan, istilah dan lain-lain yang sangat menunjang keterampilan mendengar, berbicara, dan menulis. Pengajaran membaca nyaring di satu sisi dianggap sebagai bagian atau kelanjutan dari awal pengajaran membaca, dan di sisi lain juga dipandang sebagai pengajaran membaca yang sudah tergolong lanjutan, seperti: membaca kutipan dengan lantang.
Pembelajaran membaca ini bertujuan agar siswa mampu membaca dalam hati dan mampu memahami isi tuturan tertulis yang dibacanya, baik isi pokok maupun isi bagian-bagiannya, baik isi tersurat maupun tersirat. Pengajaran teknik membaca berfokus pada membangun kemampuan siswa dalam menguasai teknik membaca yang dianggap tepat. Dalam praktiknya, pengajaran teknik membaca sering kali bersamaan dengan pengajaran membaca nyaring dan pengajaran membaca permulaan.
Selain itu, pengajaran membaca banyak berkaitan dengan cara-cara membaca tuturan tertulis yang tergolong kompleks. Metode SAS merupakan metode pengajaran membaca yang diawali dengan bercerita sambil memperlihatkan gambar-gambar pendukung. Langkah terakhir adalah mengelompokkan kembali huruf menjadi suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat (proses sintetik).
Kajian Penelitian Yang Relevan
Kemudian siswa diajak membaca gambar tersebut, yang dilanjutkan dengan membaca kalimat di bawah gambar tersebut. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama berkaitan dengan peningkatan kemampuan membaca anak serta metode yang digunakan, dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti terletak pada tempat dan tujuan penelitian. Upaya guru untuk meningkatkan kemampuan membaca awal siswa kelas 1 MIM Kramat Mulur Bendosari Sukoharjo, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan media kartu huruf bergambar. Persamaan penelitiannya adalah sama-sama membahas mengenai peningkatan kemampuan membaca anak serta metode yang digunakan, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti terletak pada lokasi dan media yang digunakan dalam penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Azizah dengan judul “Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Berbahasa Siswa Melalui Kegiatan Literasi di Kelas 1 SD Tara Salvia”, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.
Persamaan penelitiannya adalah sama-sama membahas tentang keterampilan pada anak dan metode yang digunakan, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti terletak pada lokasi penelitian.
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Subjek dan Informan Penelitian
- TeknikPengumpulanData
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Dari hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan media dalam pembelajaran membaca agar siswa tertarik dan aktif dalam pembelajaran membaca di kelas. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca tidak hanya menjadi tugas guru saja, namun orang tua juga berperan dalam meningkatkan kemampuan dasar membaca siswa. Keluarga: juga berperan dalam meningkatkan kemampuan dasar membaca siswa seperti mengorientasikan, memotivasi dan membimbing mereka dalam belajar membaca di rumah sehingga terjadi timbal balik antara orang tua siswa dengan pihak sekolah.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan guru dalam pengajaran membaca di kelas untuk meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa adalah metode SAS. Setelah proses persiapan dan pelaksanaan pembelajaran membaca di kelas, guru kemudian melakukan evaluasi pembelajaran membaca di kelas. Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dasar siswa kelas 1 SDIT Al-Qiswah, guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran membaca di kelas karena siswa lebih tertarik dengan media gambar sehingga pembelajaran membaca dapat dilakukan secara aktif. dan cara yang menyenangkan. jalan.
Dengan menggunakan media visual diharapkan berbagai kendala yang ditemui dalam pembelajaran membaca di kelas dapat diatasi dengan baik. Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dasar siswa kelas I SDIT Al-Qiswah, guru memberikan bahan ajar dalam pembelajaran membaca seperti buku tematik bagi siswa yang sudah lancar membaca, sedangkan buku panduan belajar membaca diperuntukkan bagi siswa. yang belum lancar membaca. Metode SAS sangat cocok digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dasar siswa karena metode ini dapat menunjang pemahaman siswa dalam pembelajaran membaca di kelas.
Guru sebagai motivasi hendaknya mampu mendorong siswa agar bersemangat, antusias dan aktif dalam pembelajaran membaca di kelas I SDIT Al-Qiswah. Pada saat pembelajaran membaca di kelas I SDIT Al-Qiswah, guru melakukan evaluasi setelah selesai menjelaskan pelajaran. Pada saat mengevaluasi pembelajaran membaca di kelas, guru juga mendiskusikan permasalahan dan kemajuan kemampuan membaca dasar siswa dengan orang tua.
Faktor penghambat upaya peningkatan keterampilan membaca dasar adalah kurangnya motivasi, minat dan kurang perhatian guru dalam pembelajaran membaca, karena siswa lebih suka bermain.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Lokasi SDIT Al-Qiswah
SDIT Al-Qiswah Kota Bengkulu terletak di Jl. Identitas lengkap yang terdapat di SDIT Al-Qiswah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut.
Sejarah Singkat SDIT Al-Qiswah
Visi, Misi dan Tujuan SDIT Al-Qiswah
Pembentukan graduan yang mencintai dan menghafaz sekurang-kurangnya 1 Juz Al-Quran serta mampu membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan seharian.
Sarana dan Prasarana SDIT Al-Qiswah
Keadaan Guru dan Karyawan SDIT Al-Qiswah
Keadaan Siswa SDIT Al-Qiswah
Struktur Organisasi SDIT Al-Qiswah
Hasil Penelitian
Kontribusi media gambar terhadap pembelajaran membaca di kelas adalah kemampuan memvisualisasikan kata-kata dalam teks bacaan yang masih bersifat abstrak.
Pembahasan Hasil Penelitian
PENUTUP
Saran
Lebih mempererat kerjasama dengan wali siswa, hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan setiap dua atau tiga bulan sekali untuk membahas perkembangan kemampuan dasar membaca siswa, atau pada saat penerimaan laporan dapat diadakan pertemuan dimana setiap wali siswa dapat mempelajarinya. kondisi anaknya selama bersekolah, sehingga bersama-sama dapat mencari solusi bagaimana menghadapi permasalahan yang muncul pada diri siswa. Guru juga perlu lebih memberikan bimbingan, arahan dan motivasi kepada siswa tentang pentingnya belajar membaca. Perlu mengkaji lebih mendalam peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dasar siswa.
Upaya Guru Mengembangkan Keterampilan Literasi Permulaan Siswa Kelas I MI, Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Peran Pojok Baca dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar, Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan Sekolah Dasar.