Diklatnis Algol dari Gol II ke Gol III Bagi PNS Kemhan & TNI TA. 2024 PUSDIKAJEN DITAJENAD
www.kemhan.go.id/badiklat
Pusdiklat Tekfunghan
Badiklat Kemhan
Humanis, Adaptif, Nasionalis, Disiplin, Akuntabel, Loyal
Jabatan PNS di Kemhan
Mata pelatihan ini membekali peserta
dengan pengetahuan tentang Jabatan PNS Kemhan yang meliputi Jabatan ASN,
Jabatan Fungsional Umum dan Jabatan Fungsional Tertentu
DESKRIPSI SINGKAT
Setelah mengikuti Mata Pelatihan ini, peserta
Dikalgol di harapkan mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis jabatan PNS, yang pada
prinsipnya akan mendukung dalam melaksanakan
kegiatannya di organisasi pada umumnya dan unit
kerja masing-masing pada khususnya
• Peserta dapat menjelaskan tentang Jabatan ASN
• Peserta dapat menjelaskan tentang Jabatan Fungsional Umum
• Peserta dapat menjelaskan tentang Jabatan Fungsional Tertentu
INDIKATOR HASIL BELAJAR
Apa itu ASN?
PNS PPPK
p osisi atau peran yang dipegang oleh pegawai negeri/pppk yang bekerja untuk pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing, seperti administrasi, keuangan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Seleksi dan penempatan dalam jabatan ASN biasanya melalui proses rekrutmen yang terstandarisasi, dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh aturan dan kebijakan yang berlaku. Pegawai ASN diharapkan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
JABATAN ASN
KEBIJAKAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PNS
9 PNS
diangkat dalam Jabatan dan Pangkat tertentu
Prinsip
• Profesionalisme
• Sesuai dengan kompetensi
• Prestasi kerja dan
• Jenjang pangkat
• Syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan.
• JABATAN ADMINISTRASI
• JABATAN FUNGSIONAL
• JABATAN PIMPINAN TINGGI
JABATAN ASN MENURUT UU 5/2014 PADA PASAL 13
10
JPT
ASN
JA JF
JABATAN ASN MENURUT UU 5/2014
11
• adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.
Jabatan Administrasi
• adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan ketrampilan tertentu.
Jabatan Fungsional
• adalah sekelompok Jabatan tinggi pada instasi pemerintah berfungsi memimpin dan memotivasi setiap Pegawai ASN pada Instansi Pemerintah.
Jabatan Pimpinan Tinggi
12
JABATAN PIMPINAN TINGGI
UTAMA MADYA PRATAMA
JABATAN FUNGSIONAL
Keahlian
Utama Madya Muda Pertama
Keterampilan
Penyelia Mahir Terampil
Pemula
Es 3 • Administrator
Es 4 • Pengawas
Staf • Pelaksana
JABATAN ADMINISTRASI
JABATAN ASN MENURUT UU 5/2014
KATEGORI DAN JENJANG
PNS Golongan Ruang IV/d dan IV/e Ahli Utama
PNS Golongan Ruang IV/a, IV/b dan IV/c
Ahli Madya
PNS Golongan Ruang III/c dan III/d Ahli Muda
PNS Golongan Ruang III/a dan III/b Ahli Pertama
PNS Golongan Ruang III/c dan III/d
Penyelia
PNS Golongan Ruang III/a dan III/b
Mahir/Pelaks. Lanjutan
PNS Golongan Ruang II/b, II/c dan II/d
Terampil/Pelaksana
PNS Golongan Ruang II/a Pemula
KEAHLIAN KETERAMPILAN
IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a III/d III/c III/b III/a II/d II/c II/b II/a I/d I/c I/b I/a
S1/D.IV
SLTA/D.I S2
D.II SM/D.III
KATEGORI KETERAMPILAN
SLTA/D.I D.II SM/D.III
S1/D.IV S2
Angka kredit 150 Angka kredit 200
Angka kredit 20 Angka kredit 15
Angka kredit 50 Angka kredit 100
SLTP SD
25 40 60 80 100 150 200 300 400 550 700 850 1050
JPT Pratama
Administrator
Pengawas
UJIAN DINAS
S3 UJIAN DINAS
JPT Madya
ANGKA KREDIT KUMULATIF
KATEGORI KEAHLIAN
Jalur Karier
ESELONISASI JABATAN DI LINGKUNGAN KEMHAN
NO. ESELON PANGKAT/GOL.RUANG
TERRENDAH-TERTINGGI JABATAN SETARA
1. Ia IV/d IV/e Sekjen, Irjen, Dirjen,
Kabadan, Rektor Unhan
JPT MADYA
2. Ib IV/c IV/d Staf Ahli Menhan
3. IIa IV/b IV/c Sesditjen, Sesbadan,
Sesitjen, Inspektur, Karo, Dir, Kapus
JPT
PRATAMA
4. IIIa IV/a IV/b Kabag, Kasubdit,
Kabid, Karumkit
ADMINIS- TRATOR
5. IVa III/c III/d Kasubbag, Kasi,
Kasubbid PENGAWAS
23
- BIDANG JAB.
PNS TNI
BIDANG
ADMINISTRASI
▪ PERSONEL
▪ KEUANGAN
▪ MATERIAL
▪ UMUM
BIDANG PELAYANAN KESEHATAN
▪ MEDIS
▪ PARA MEDIS
▪ PEMBANTU PARA MEDIS
BIDANG KHUSUS
▪ AGAMA
▪ TOPOGRAFI
▪ SEJARAH
▪ HUKUM
▪ INTELEJEN
▪ PERPUSTAKAAN
▪ OPTIK
▪ NUKLIR
▪ KOMPUTER
▪ PENDIDIKAN
▪ SANDI
▪ ANGKUTAN
▪ DAKTILOSKOPI
▪ PSIKOLOGI
▪ KIMIA
▪ LABORATORIUM
▪ KEARSIPAN
▪ METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
▪ FOTOGRAFI BIDANG TEKNIK
▪ MESIN/OTOMOTIF
▪ LISTRIK
▪ BANGUNAN
▪ ELEKTRONIK
▪ PERLENGKAPAN
▪ SENJATA
▪ PESAWAT TERBANG
BIDANG JABATAN
17 MANFAAT JABATAN FUNGSIONAL
01 02
03 04
Meningkatkan kompetensi dan
05
profesionalitas PNS.
Peningkatan Kualitas
Kedudukan, tugas terstruktur dan berjenjang, serta kemandirian dalam kinerja sesuai dgn profesi dan keahliannya.
Tugas dan Fungsi
• Tunjangan profesi sesuai dengan kinerja
• BUP lebih lama (JF Ahli Madya 60 tahun, JF Ahli Utama 65 tahun).
Kesejahteraan
• Kenaikan pangkat bisa lebih cepat (min 3 tahun).
• Kenaikan pangkat sesuai kinerja individu.
Pembinaan Karier
Peningkatan kinerja pegawai dan keteraturan organisasi meningkatkan kinerja organisasi.
Peningkatan Kinerja Organisasi
KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB
18
Pejabat Fungsional mempunyai kedudukan:
1. sebagai pelaksana teknis fungsional pada Instansi Pemerintah.
2. menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kedudukan ditetapkan dalam peta jabatan berdasarkan analisis beban kerja dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pejabat Fungsional
berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab pada:
Tugas dan Fungsi JF
01
02
03
04
Ahli Utama
melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tertinggi.
Ahli Madya
melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tinggi.
Ahli Muda
melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat lanjutan.
Ahli Pertama
melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat dasar.
Tugas dan Fungsi JF
01
02
03
04
Penyelia
melaksanakan tugas dan fungsi koordinasi dalam JF Keterampilan.
Mahir/Pelaksana Lanjutan
melaksanakan tugas dan fungsi utama dalam JF Keterampilan.
Terampil/Pelaksana
melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat lanjutan dalam JF Keterampilan.
Pemula
melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat dasar dalam JF Keterampilan.
PENGANGKATAN DALAM JF
21
A C
B D
Merupakan pengangkatan untuk mengisi lowongan kebutuhan JF melaui pengadaan CPNS Pengangkatan Pertama
Merupakan pengangkatan ke dalam JF sesuai dengan jenjang dalam golongan ruang dan berpengalaman dalam bidang JF tersebut dengan mempertimbangkan ketersediaan lowongan kebutuhan Perpindahan dari jabatan lain
Seperti pengangkatan dari jabatanl ain namun diberikan nilai Angka Kredit yang dilakukan pada masa penyesuaian/inpassing sesuai dengan peraturan perundang-undangan
Penyesuaian/inpassing
Seperti dalam
perpindahan jabatan lain namun dilaksanakan untuk PNS yang akan dipromosikan ke dalam jabatan tertentu
Promosi
PENGANGKATAN PERTAMA
22
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, persyaratan Pengangkatan Pertama dalam JF adalah sbb:
a. berstatus PNS;
b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;
c. sehat jasmani dan rohani;
d. berijazah paling rendah sarjana atau diploma IV sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keahlian atau berijazah paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau setara sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keterampilan;
e. mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi yang telah disusun oleh instansi pembina; <Dihapus oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020>
f. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan g. syarat lainnya yang ditetapkan oleh Menteri PANRB/Instansi Pembina.
PERPINDAHAN DARI JABATAN LAIN
23
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, persyaratan Perpindahan dari Jabatan lain ke dalam JF adalah sbb:
a. berstatus PNS;
b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;
c. sehat jasmani dan rohani;
d. berijazah paling rendah sarjana atau diploma IV sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keahlian atau berijazah paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau setara sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keterampilan;
e. mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi yang telah disusun oleh instansi pembina;
f. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang JF yang akan diduduki paling kurang 2 (dua) tahun;
g. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
h. tidak berusia lebih dari batas usia yang ditetapkan; dan
i. syarat lainnya yang ditetapkan oleh Menteri PANRB/Instansi Pembina.
BATAS USIA PENGANGKATAN KE DALAM JF
24
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, batas usia pengangkatan ke dalam JF adalah sbb:
a. 53 (lima puluh tiga) tahun untuk JF ahli pertama dan JF ahli muda;
b. 55 (lima puluh lima) tahun untuk JF ahli madya; dan
c. 60 (enam puluh) tahun untuk JF ahli utama bagi PNS yang telah menduduki JPT
PENYESUAIAN/INPASSING
25
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, persyaratan Penyesuaian/Inpassing pada Pengangkatan JF secara umum sama dengan Pengangkatan melalui Perpindahan dari Jabatan lain namun dilaksanakan pada periode tertentu yaitu:
a. dilaksanakan 1 (satu) kali untuk paling lama 2 (dua) tahun sejak penetapan JF oleh Menteri PAN RB baik bagi JF baru maupun JF lama yang melakukan perubahan, dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan Jabatan
b. dilaksanakan karena ada kebijakan pengangkatan JF melalui penyesuaian/Inpassing secara nasional dalam periode tertentu dan disepakati oleh Instansi Pembina (sbg contoh Permenpan RB Nomor 42 Tahun 2018 dilaksanakan sampai dengan 6 April 2021)
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK
PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL TINGKAT TERAMPIL
26
NO UNSUR
PERSEN TASE
PELAKSANA PEMULA
PELAKSANA (TERAMPIL)
PELAKSANA LANJUTAN
(MAHIR)
PENYELIA
% II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d
I UNSUR UTAMA : A. PENDIDIKAN B. TUGAS POKOK C. PENGEMBANGA
N PROFESI
> 80 20 32 48 64 80 120 160 240
II UNSUR PENUNJANG : KEGIATAN YANG
MENDUKUNG TUGAS < 20 5 8 12 16 20 30 40 60
JUMLAH 100 25 40 60 80 100 150 200 300
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK
PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT TINGKAT AHLI
27
NO UNSUR
PERSEN AHLI AHLI AHLI AHLI
TASE PERTAMA MUDA MADYA UTAMA
% III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
I
UNSUR UTAMA :
> 80 % 80 120 160 240 320 440 560 680 840 A. PENDIDIKAN
B. KEGIATAN UTAMA C. PENGEMBANGAN PROFESI
II
UNSUR PENUNJANG :
< 20 % 20 30 40 60 80 110 140 170 210 KEGIATAN YG
MENDUKUNG TUGAS
JUMLAH 100% 100 150 200 300 400 550 700 850 1.050
PEMBERHENTIAN DARI JF
28
Apabila PNS diberhentikan dari JF berdasarkan angka 2, angka 3, angka 4 atau angka 5, yang bersangkutan dapat diangkat kembali sesuai dengan jenjang JF terakhir apabila tersedia lowongan Jabatan, dan masih berada pada jenjang yang sama.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, PNS diberhentikan dari Jabatan Fungsional apabila:
1. mengundurkan dari dari Jabatan;
2. diberhentikan sementara sebagai PNS;
3. menjalani cuti di luar tanggungan negara;
4. menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan;
5. ditugaskan secara penuh di luar JF; atau
6. tidak memenuhi persyaratan Jabatan.
BATAS USIA PENSIUN PEJABAT FUNGSIONAL
29
Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional berbeda dengan batas usia pensiun PNS pada umumnya dan PNS yang
menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi, yaitu:
a. 58 tahun pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan.
b. 60 tahun pejabat fungsional madya.
c. 65 tahun PNS yang memangku pejabat fungsional ahli
utama.
BUP PEJABAT FUNGSIONAL YANG DITENTUKAN OLEH UNDANG-UNDANG
30
Batas usia pensiun JF yang berlaku di Kemhan dan ditentukan oleh Undang-Undang contohnya adalah JF Dosen, yaitu:
a. 65 tahun pejabat fungsional Dosen jenjang Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala
b. 70 tahun PNS yang memangku pejabat fungsional
Dosen jenjang Profesor
31 JABATAN FUNGSIONAL DI KEMHAN
9 31 91
33
13 101418 61
0 20 40 60 80 100
Analis Pertahanan Negara Arsiparis Auditor Dosen Pranata Komputer Widyaiswara
JUMLAH JF KEMHAN
32 JABATAN FUNGSIONAL DI KEMHAN
614
9 35
1618
174 17
16 1315 4 4
0 50 100 150 200
Apoteker Asisten Apoteker Bidan Dokter Dokter GigiFisioterapi
Perawat Perawat Gigi Pranata LaboratoriumRadiografer Instruktur Terapis Wicara Teknisi Elektromedis
JUMLAH JF KES KEMHAN
KOMPETENSI
Tiap Jabatan harus memiliki Standar Kompetensi sesuai dengan jenjang jabatan.
Kompetensi ASN meliputi:
a. Kompetensi teknis b. Kompetensi manajerial c. Kompetensi sosial kultural
Standar Kompetensi
Disusun oleh Instansi Pembina sesuai dgn ketentuan peraturan
perundang-undangan untuk setiap jenjang dan ditetapkan dalam
Peraturan Menteri yang membidangi pendayagunaan aparatur
negara.
STANDAR KOMPETENSI
Permenpan RB No,38 Tahun 2017 Standar Kompetensi Jabatan ASN
Stankom ASN terdiri dari:
•
Stankom JPT•
Stankom JA•
Stankom JFStankom ASN berdasarkan pada:
•
Kamus Kompetensi Teknis•
Kamus Kompetensi Manajerial•
Kamus Kompetensi Sosio KulturalPROPORSI KOMPETENSI
JABATAN STRUKTURAL
• Makin tinggi level jabatan struktural, makin besar porsi Kompetensi
Manajerial, makin kecil porsi
Kompetensi Teknis.
• Makin rendah level jabatan struktural, makin kecil porsi Kompetensi
Manajerial, makin besar porsi
Komptensi Teknis.
Kompetensi Manajerial
Kompetensi Teknis Strategic
Tactical
Operational
Ahli Madya
Ahli Muda
Ahli Pertama
Kompetensi Teknis
Makin tinggi level jabatan fungsional, porsi Kompe- tensi Teknis dan Perilaku makin besar.
Makin rendah level jabatan fungsional, porsi Kompetensi Teknis dan Perilaku makin kecil.
Ahli Utama
PROPORSI KOMPETENSI
JABATAN FUNGSIONAL
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Pejabat Fungsional wajib diikutsertakan pelatihan disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan pelatihan dan penilaian kinerja, antara lain dalam bentuk:
a. pelatihan fungsional; dan
b. pelatihan teknis bidang tugas JF.
Selain pelatihan Pejabat Fungsional dapat mengembangkan kompetensinya melalui program pengembangan kompetensi lainnya, meliputi pengembangan kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan
kompetensi teknis lain terkait bidang tugas JF yang ditetapkan oleh Instansi Pembina.
Program pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud dapat berbentuk:
a. pemeliharaan kinerja dan target kinerja;
b. seminar;
c. lokakarya; atau d. konferensi.
Ketentuan mengenai pelatihan dan pengembangan kompetensi serta pedoman penyusunan analisis kebutuhan
pelatihan JF diatur oleh pimpinan Instansi Pembina.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI MANAJERIAL
Pengembangan dlm Jabatan
Diklat, workshop &
seminar
Pengembangan Secara Mandiri:
• Meningkatkan peran dan komitmen dalam menjalankan proses bisnis dan menampilkan perilaku kerja yang sesuai dengan standard kompetensi yang berlaku.
• Meningkatkan kemampuan dalam membuat perubahan, mengimplementasi dan mengevaluasi proses perubahan yang dibuat
T a r g e t
Diklat di Badiklat Kemhan:
• Suspimjemen Han
• Susjemen Renstra
• Susdasjemen Han
• Suskatjemen
• Pembangunan Karakter Bangsa
• Diklatpim
K o m
p e t e n s i
Pengembangan melalui penugasan:
• Ditugaskan untuk memimpin kegiatan yang memiliki permasalahan kompleks dan membuat keputusan dengan tingkat resiko yg bertahap
• Lebih sering dilibatkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak
• Ditugaskan untuk menetapkan target kinerja tim maupun pribadi, pembagian kerja, mengimplementasikan dan mengevaluasi hasil
• Ditugaskan untuk merumuskan rencana pengembangan yang berkelanjutan
Training Umum:
• Leadership skills
• Managing People
• Ethics and Integrity Training
• Communication skills
• Delegation skills
• Risk Management
• Problem Solving
• Strategic Decision Making
PENGEMBANGAN KOMPETENSI TEKNIS
Pengembangan dlm Jabatan
Diklat, workshop &
seminar
Pengembangan Secara Mandiri:
• Meningkatkan pengetahuan dengan cara sering membaca buku, artikel, jurnal bidang teknis yang dituju
• Belajar dari ahli di bidang teknis tersebut
• Online learning
• Aktif mengerjar tugas dan pekerjaan
T
a r g e t
Diklat di Badiklat Kemhan:
• Susjemen Litbang Han
• Suskatjemen Kepegawaian
• Susjemen Pengadaan Han
• Asset Barang Milik Negara
• Peningkatan Kompetensi Mengajar
• Diklat Teknis Cyber Defence
• Diklat Teknis Substansi Audit Investigasi
• Diklat Teknis Substansi Mekanisme Perbendaharaan
• KIBI/KIBA
K o m
p e t e n s i
Pengembangan melalui penugasan:
• Job enrichment – ditugaskan pada projek khusus diluar tugas rutin atau bekerja di unit lain
• Ditugaskan untuk studi banding ke unit/intansi lain dgn bidang yg sama
Training Umum:
• System Analisys
• Cyber Security Strategy
• Competency Based Human Resource Management
• Advanced in Accounting
• Strategi Pengelolaan Kelas Kreatif
• Research Intyegrity
40
SELESAI!
Any questions ?