• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diklatnis Algol dari Gol II ke Gol III Bagi PNS Kemhan & TNI

N/A
N/A
Verie Borneo

Academic year: 2024

Membagikan "Diklatnis Algol dari Gol II ke Gol III Bagi PNS Kemhan & TNI"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Diklatnis Algol dari Gol II ke Gol III Bagi PNS Kemhan & TNI TA. 2024 PUSDIKAJEN DITAJENAD

(2)
(3)

www.kemhan.go.id/badiklat

Pusdiklat Tekfunghan

Badiklat Kemhan

Humanis, Adaptif, Nasionalis, Disiplin, Akuntabel, Loyal

Jabatan PNS di Kemhan

(4)

Mata pelatihan ini membekali peserta

dengan pengetahuan tentang Jabatan PNS Kemhan yang meliputi Jabatan ASN,

Jabatan Fungsional Umum dan Jabatan Fungsional Tertentu

DESKRIPSI SINGKAT

(5)

Setelah mengikuti Mata Pelatihan ini, peserta

Dikalgol di harapkan mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis jabatan PNS, yang pada

prinsipnya akan mendukung dalam melaksanakan

kegiatannya di organisasi pada umumnya dan unit

kerja masing-masing pada khususnya

(6)

• Peserta dapat menjelaskan tentang Jabatan ASN

• Peserta dapat menjelaskan tentang Jabatan Fungsional Umum

• Peserta dapat menjelaskan tentang Jabatan Fungsional Tertentu

INDIKATOR HASIL BELAJAR

(7)

Apa itu ASN?

PNS PPPK

(8)

p osisi atau peran yang dipegang oleh pegawai negeri/pppk yang bekerja untuk pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing, seperti administrasi, keuangan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Seleksi dan penempatan dalam jabatan ASN biasanya melalui proses rekrutmen yang terstandarisasi, dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh aturan dan kebijakan yang berlaku. Pegawai ASN diharapkan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

JABATAN ASN

(9)

KEBIJAKAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PNS

9 PNS

diangkat dalam Jabatan dan Pangkat tertentu

Prinsip

Profesionalisme

Sesuai dengan kompetensi

Prestasi kerja dan

Jenjang pangkat

Syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan.

JABATAN ADMINISTRASI

JABATAN FUNGSIONAL

JABATAN PIMPINAN TINGGI

(10)

JABATAN ASN MENURUT UU 5/2014 PADA PASAL 13

10

JPT

ASN

JA JF

(11)

JABATAN ASN MENURUT UU 5/2014

11

adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.

Jabatan Administrasi

adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan ketrampilan tertentu.

Jabatan Fungsional

adalah sekelompok Jabatan tinggi pada instasi pemerintah berfungsi memimpin dan memotivasi setiap Pegawai ASN pada Instansi Pemerintah.

Jabatan Pimpinan Tinggi

(12)

12

JABATAN PIMPINAN TINGGI

UTAMA MADYA PRATAMA

JABATAN FUNGSIONAL

Keahlian

Utama Madya Muda Pertama

Keterampilan

Penyelia Mahir Terampil

Pemula

Es 3 • Administrator

Es 4 • Pengawas

Staf • Pelaksana

JABATAN ADMINISTRASI

JABATAN ASN MENURUT UU 5/2014

(13)

KATEGORI DAN JENJANG

PNS Golongan Ruang IV/d dan IV/e Ahli Utama

PNS Golongan Ruang IV/a, IV/b dan IV/c

Ahli Madya

PNS Golongan Ruang III/c dan III/d Ahli Muda

PNS Golongan Ruang III/a dan III/b Ahli Pertama

PNS Golongan Ruang III/c dan III/d

Penyelia

PNS Golongan Ruang III/a dan III/b

Mahir/Pelaks. Lanjutan

PNS Golongan Ruang II/b, II/c dan II/d

Terampil/Pelaksana

PNS Golongan Ruang II/a Pemula

KEAHLIAN KETERAMPILAN

(14)

IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a III/d III/c III/b III/a II/d II/c II/b II/a I/d I/c I/b I/a

S1/D.IV

SLTA/D.I S2

D.II SM/D.III

KATEGORI KETERAMPILAN

SLTA/D.I D.II SM/D.III

S1/D.IV S2

Angka kredit 150 Angka kredit 200

Angka kredit 20 Angka kredit 15

Angka kredit 50 Angka kredit 100

SLTP SD

25 40 60 80 100 150 200 300 400 550 700 850 1050

JPT Pratama

Administrator

Pengawas

UJIAN DINAS

S3 UJIAN DINAS

JPT Madya

ANGKA KREDIT KUMULATIF

KATEGORI KEAHLIAN

Jalur Karier

(15)

ESELONISASI JABATAN DI LINGKUNGAN KEMHAN

NO. ESELON PANGKAT/GOL.RUANG

TERRENDAH-TERTINGGI JABATAN SETARA

1. Ia IV/d IV/e Sekjen, Irjen, Dirjen,

Kabadan, Rektor Unhan

JPT MADYA

2. Ib IV/c IV/d Staf Ahli Menhan

3. IIa IV/b IV/c Sesditjen, Sesbadan,

Sesitjen, Inspektur, Karo, Dir, Kapus

JPT

PRATAMA

4. IIIa IV/a IV/b Kabag, Kasubdit,

Kabid, Karumkit

ADMINIS- TRATOR

5. IVa III/c III/d Kasubbag, Kasi,

Kasubbid PENGAWAS

(16)

23

- BIDANG JAB.

PNS TNI

BIDANG

ADMINISTRASI

PERSONEL

KEUANGAN

MATERIAL

UMUM

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

MEDIS

PARA MEDIS

PEMBANTU PARA MEDIS

BIDANG KHUSUS

AGAMA

TOPOGRAFI

SEJARAH

HUKUM

INTELEJEN

PERPUSTAKAAN

OPTIK

NUKLIR

KOMPUTER

PENDIDIKAN

SANDI

ANGKUTAN

DAKTILOSKOPI

PSIKOLOGI

KIMIA

LABORATORIUM

KEARSIPAN

METEOROLOGI DAN GEOFISIKA

FOTOGRAFI BIDANG TEKNIK

MESIN/OTOMOTIF

LISTRIK

BANGUNAN

ELEKTRONIK

PERLENGKAPAN

SENJATA

PESAWAT TERBANG

BIDANG JABATAN

(17)

17 MANFAAT JABATAN FUNGSIONAL

01 02

03 04

Meningkatkan kompetensi dan

05

profesionalitas PNS.

Peningkatan Kualitas

Kedudukan, tugas terstruktur dan berjenjang, serta kemandirian dalam kinerja sesuai dgn profesi dan keahliannya.

Tugas dan Fungsi

Tunjangan profesi sesuai dengan kinerja

BUP lebih lama (JF Ahli Madya 60 tahun, JF Ahli Utama 65 tahun).

Kesejahteraan

Kenaikan pangkat bisa lebih cepat (min 3 tahun).

Kenaikan pangkat sesuai kinerja individu.

Pembinaan Karier

Peningkatan kinerja pegawai dan keteraturan organisasi meningkatkan kinerja organisasi.

Peningkatan Kinerja Organisasi

(18)

KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB

18

Pejabat Fungsional mempunyai kedudukan:

1. sebagai pelaksana teknis fungsional pada Instansi Pemerintah.

2. menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kedudukan ditetapkan dalam peta jabatan berdasarkan analisis beban kerja dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pejabat Fungsional

berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab pada:

(19)

Tugas dan Fungsi JF

01

02

03

04

Ahli Utama

melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tertinggi.

Ahli Madya

melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tinggi.

Ahli Muda

melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat lanjutan.

Ahli Pertama

melaksanakan tugas dan fungsi utama yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat dasar.

(20)

Tugas dan Fungsi JF

01

02

03

04

Penyelia

melaksanakan tugas dan fungsi koordinasi dalam JF Keterampilan.

Mahir/Pelaksana Lanjutan

melaksanakan tugas dan fungsi utama dalam JF Keterampilan.

Terampil/Pelaksana

melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat lanjutan dalam JF Keterampilan.

Pemula

melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat dasar dalam JF Keterampilan.

(21)

PENGANGKATAN DALAM JF

21

A C

B D

Merupakan pengangkatan untuk mengisi lowongan kebutuhan JF melaui pengadaan CPNS Pengangkatan Pertama

Merupakan pengangkatan ke dalam JF sesuai dengan jenjang dalam golongan ruang dan berpengalaman dalam bidang JF tersebut dengan mempertimbangkan ketersediaan lowongan kebutuhan Perpindahan dari jabatan lain

Seperti pengangkatan dari jabatanl ain namun diberikan nilai Angka Kredit yang dilakukan pada masa penyesuaian/inpassing sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Penyesuaian/inpassing

Seperti dalam

perpindahan jabatan lain namun dilaksanakan untuk PNS yang akan dipromosikan ke dalam jabatan tertentu

Promosi

(22)

PENGANGKATAN PERTAMA

22

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, persyaratan Pengangkatan Pertama dalam JF adalah sbb:

a. berstatus PNS;

b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;

c. sehat jasmani dan rohani;

d. berijazah paling rendah sarjana atau diploma IV sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keahlian atau berijazah paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau setara sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keterampilan;

e. mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi yang telah disusun oleh instansi pembina; <Dihapus oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020>

f. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan g. syarat lainnya yang ditetapkan oleh Menteri PANRB/Instansi Pembina.

(23)

PERPINDAHAN DARI JABATAN LAIN

23

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, persyaratan Perpindahan dari Jabatan lain ke dalam JF adalah sbb:

a. berstatus PNS;

b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;

c. sehat jasmani dan rohani;

d. berijazah paling rendah sarjana atau diploma IV sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keahlian atau berijazah paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau setara sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan bagi kategori Keterampilan;

e. mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi yang telah disusun oleh instansi pembina;

f. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang JF yang akan diduduki paling kurang 2 (dua) tahun;

g. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

h. tidak berusia lebih dari batas usia yang ditetapkan; dan

i. syarat lainnya yang ditetapkan oleh Menteri PANRB/Instansi Pembina.

(24)

BATAS USIA PENGANGKATAN KE DALAM JF

24

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, batas usia pengangkatan ke dalam JF adalah sbb:

a. 53 (lima puluh tiga) tahun untuk JF ahli pertama dan JF ahli muda;

b. 55 (lima puluh lima) tahun untuk JF ahli madya; dan

c. 60 (enam puluh) tahun untuk JF ahli utama bagi PNS yang telah menduduki JPT

(25)

PENYESUAIAN/INPASSING

25

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, persyaratan Penyesuaian/Inpassing pada Pengangkatan JF secara umum sama dengan Pengangkatan melalui Perpindahan dari Jabatan lain namun dilaksanakan pada periode tertentu yaitu:

a. dilaksanakan 1 (satu) kali untuk paling lama 2 (dua) tahun sejak penetapan JF oleh Menteri PAN RB baik bagi JF baru maupun JF lama yang melakukan perubahan, dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan Jabatan

b. dilaksanakan karena ada kebijakan pengangkatan JF melalui penyesuaian/Inpassing secara nasional dalam periode tertentu dan disepakati oleh Instansi Pembina (sbg contoh Permenpan RB Nomor 42 Tahun 2018 dilaksanakan sampai dengan 6 April 2021)

(26)

JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK

PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL TINGKAT TERAMPIL

26

NO UNSUR

PERSEN TASE

PELAKSANA PEMULA

PELAKSANA (TERAMPIL)

PELAKSANA LANJUTAN

(MAHIR)

PENYELIA

% II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d

I UNSUR UTAMA : A. PENDIDIKAN B. TUGAS POKOK C. PENGEMBANGA

N PROFESI

> 80 20 32 48 64 80 120 160 240

II UNSUR PENUNJANG : KEGIATAN YANG

MENDUKUNG TUGAS < 20 5 8 12 16 20 30 40 60

JUMLAH 100 25 40 60 80 100 150 200 300

(27)

JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK

PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT TINGKAT AHLI

27

NO UNSUR

PERSEN AHLI AHLI AHLI AHLI

TASE PERTAMA MUDA MADYA UTAMA

% III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e

I

UNSUR UTAMA :

> 80 % 80 120 160 240 320 440 560 680 840 A. PENDIDIKAN

B. KEGIATAN UTAMA C. PENGEMBANGAN PROFESI

II

UNSUR PENUNJANG :

< 20 % 20 30 40 60 80 110 140 170 210 KEGIATAN YG

MENDUKUNG TUGAS

JUMLAH 100% 100 150 200 300 400 550 700 850 1.050

(28)

PEMBERHENTIAN DARI JF

28

Apabila PNS diberhentikan dari JF berdasarkan angka 2, angka 3, angka 4 atau angka 5, yang bersangkutan dapat diangkat kembali sesuai dengan jenjang JF terakhir apabila tersedia lowongan Jabatan, dan masih berada pada jenjang yang sama.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, PNS diberhentikan dari Jabatan Fungsional apabila:

1. mengundurkan dari dari Jabatan;

2. diberhentikan sementara sebagai PNS;

3. menjalani cuti di luar tanggungan negara;

4. menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan;

5. ditugaskan secara penuh di luar JF; atau

6. tidak memenuhi persyaratan Jabatan.

(29)

BATAS USIA PENSIUN PEJABAT FUNGSIONAL

29

Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional berbeda dengan batas usia pensiun PNS pada umumnya dan PNS yang

menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi, yaitu:

a. 58 tahun pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan.

b. 60 tahun pejabat fungsional madya.

c. 65 tahun PNS yang memangku pejabat fungsional ahli

utama.

(30)

BUP PEJABAT FUNGSIONAL YANG DITENTUKAN OLEH UNDANG-UNDANG

30

Batas usia pensiun JF yang berlaku di Kemhan dan ditentukan oleh Undang-Undang contohnya adalah JF Dosen, yaitu:

a. 65 tahun pejabat fungsional Dosen jenjang Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala

b. 70 tahun PNS yang memangku pejabat fungsional

Dosen jenjang Profesor

(31)

31 JABATAN FUNGSIONAL DI KEMHAN

9 31 91

33

13 101418 61

0 20 40 60 80 100

Analis Pertahanan Negara Arsiparis Auditor Dosen Pranata Komputer Widyaiswara

JUMLAH JF KEMHAN

(32)

32 JABATAN FUNGSIONAL DI KEMHAN

614

9 35

1618

174 17

16 1315 4 4

0 50 100 150 200

Apoteker Asisten Apoteker Bidan Dokter Dokter GigiFisioterapi

Perawat Perawat Gigi Pranata LaboratoriumRadiografer Instruktur Terapis Wicara Teknisi Elektromedis

JUMLAH JF KES KEMHAN

(33)

KOMPETENSI

Tiap Jabatan harus memiliki Standar Kompetensi sesuai dengan jenjang jabatan.

Kompetensi ASN meliputi:

a. Kompetensi teknis b. Kompetensi manajerial c. Kompetensi sosial kultural

Standar Kompetensi

Disusun oleh Instansi Pembina sesuai dgn ketentuan peraturan

perundang-undangan untuk setiap jenjang dan ditetapkan dalam

Peraturan Menteri yang membidangi pendayagunaan aparatur

negara.

(34)

STANDAR KOMPETENSI

Permenpan RB No,38 Tahun 2017 Standar Kompetensi Jabatan ASN

Stankom ASN terdiri dari:

Stankom JPT

Stankom JA

Stankom JF

Stankom ASN berdasarkan pada:

Kamus Kompetensi Teknis

Kamus Kompetensi Manajerial

Kamus Kompetensi Sosio Kultural
(35)

PROPORSI KOMPETENSI

JABATAN STRUKTURAL

• Makin tinggi level jabatan struktural, makin besar porsi Kompetensi

Manajerial, makin kecil porsi

Kompetensi Teknis.

• Makin rendah level jabatan struktural, makin kecil porsi Kompetensi

Manajerial, makin besar porsi

Komptensi Teknis.

Kompetensi Manajerial

Kompetensi Teknis Strategic

Tactical

Operational

(36)

Ahli Madya

Ahli Muda

Ahli Pertama

Kompetensi Teknis

Makin tinggi level jabatan fungsional, porsi Kompe- tensi Teknis dan Perilaku makin besar.

Makin rendah level jabatan fungsional, porsi Kompetensi Teknis dan Perilaku makin kecil.

Ahli Utama

PROPORSI KOMPETENSI

JABATAN FUNGSIONAL

(37)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI

Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Pejabat Fungsional wajib diikutsertakan pelatihan disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan pelatihan dan penilaian kinerja, antara lain dalam bentuk:

a. pelatihan fungsional; dan

b. pelatihan teknis bidang tugas JF.

Selain pelatihan Pejabat Fungsional dapat mengembangkan kompetensinya melalui program pengembangan kompetensi lainnya, meliputi pengembangan kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan

kompetensi teknis lain terkait bidang tugas JF yang ditetapkan oleh Instansi Pembina.

Program pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud dapat berbentuk:

a. pemeliharaan kinerja dan target kinerja;

b. seminar;

c. lokakarya; atau d. konferensi.

Ketentuan mengenai pelatihan dan pengembangan kompetensi serta pedoman penyusunan analisis kebutuhan

pelatihan JF diatur oleh pimpinan Instansi Pembina.

(38)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI MANAJERIAL

Pengembangan dlm Jabatan

Diklat, workshop &

seminar

Pengembangan Secara Mandiri:

Meningkatkan peran dan komitmen dalam menjalankan proses bisnis dan menampilkan perilaku kerja yang sesuai dengan standard kompetensi yang berlaku.

Meningkatkan kemampuan dalam membuat perubahan, mengimplementasi dan mengevaluasi proses perubahan yang dibuat

T a r g e t

Diklat di Badiklat Kemhan:

Suspimjemen Han

Susjemen Renstra

Susdasjemen Han

Suskatjemen

Pembangunan Karakter Bangsa

Diklatpim

K o m

p e t e n s i

Pengembangan melalui penugasan:

Ditugaskan untuk memimpin kegiatan yang memiliki permasalahan kompleks dan membuat keputusan dengan tingkat resiko yg bertahap

Lebih sering dilibatkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak

Ditugaskan untuk menetapkan target kinerja tim maupun pribadi, pembagian kerja, mengimplementasikan dan mengevaluasi hasil

Ditugaskan untuk merumuskan rencana pengembangan yang berkelanjutan

Training Umum:

Leadership skills

Managing People

Ethics and Integrity Training

Communication skills

Delegation skills

Risk Management

Problem Solving

Strategic Decision Making

(39)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI TEKNIS

Pengembangan dlm Jabatan

Diklat, workshop &

seminar

Pengembangan Secara Mandiri:

Meningkatkan pengetahuan dengan cara sering membaca buku, artikel, jurnal bidang teknis yang dituju

Belajar dari ahli di bidang teknis tersebut

Online learning

Aktif mengerjar tugas dan pekerjaan

T

a r g e t

Diklat di Badiklat Kemhan:

Susjemen Litbang Han

Suskatjemen Kepegawaian

Susjemen Pengadaan Han

Asset Barang Milik Negara

Peningkatan Kompetensi Mengajar

Diklat Teknis Cyber Defence

Diklat Teknis Substansi Audit Investigasi

Diklat Teknis Substansi Mekanisme Perbendaharaan

KIBI/KIBA

K o m

p e t e n s i

Pengembangan melalui penugasan:

Job enrichment – ditugaskan pada projek khusus diluar tugas rutin atau bekerja di unit lain

Ditugaskan untuk studi banding ke unit/intansi lain dgn bidang yg sama

Training Umum:

System Analisys

Cyber Security Strategy

Competency Based Human Resource Management

Advanced in Accounting

Strategi Pengelolaan Kelas Kreatif

Research Intyegrity

(40)

40

SELESAI!

Any questions ?

Referensi

Dokumen terkait

Diharapkan Saudara membawa dokumen penawaran dan dokumen kualifikasi yang ASLI sesuai dokumen-dokumen yang telah disampaikan dalam berkas surat penawaran berdasarkan

pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak

persyaratan kompetensi jabatan perlu mengikuti Diklat Teknis yang berkaitan dengan persyaratan kompetensi jabatan masing-masing. • PNS yang perlu mengikuti Diklat Teknis

(2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai PNS Kemhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama dengan pangkat yang dimilikinya, sedangkan jenjang jabatan Perancang

(1) Jumlah Angka Kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap PNS Kemhan untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan atau pangkat Perancang,

a) PNS yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya masih dalam jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu, dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih

DATA PNS YANG MEMANGKU JABATAN FUNGSIONAL UMUM PADA DINAS

PENYESUAIAN JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU BUKAN PNS TAHUN