BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Globalisasi pada saat ini semakin berkembang luas disetiap negara bahkan tempat terpencil sekalipun. Dan pada saat inilah negara bisa melihat peluang yang bisa digunakan demi untuk meningkatkan kapabilitas negaranya dengan salah satunya melalui pariwisata. Dimana pariwisata sendiri adalah termasuk daya tarik utama bagi setiap negara dalam upaya memperkenalkan ciri khas keindahan alam, budaya, suku, dan adat istiadat yang beraneka ragam. Dengan adanya pelaksanaan otonomi Daerah yang bersangkutan UU No.23 Tahun 2014 mengenai Pemerintah Daerah, agar tiap-tiap daerah bisa mengoptimalkan segala potensi daerahnya masing-masing dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Undang-undang otonomi daerah No.22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah menyebutkan bahwa : “Penyelenggaran otonomi daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada daerah secara profesional. Pelaksanaan otonomi daerah harus meningkatkan kemandirian daerah otonom”.
Berlakunya UU Otonomi Daerah No.22 dan 25 Tahun 1999 mengenai perimbangan keuangan diantara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, setiap daerah memiliki wewenang dalam mengembangkan segala potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan pendapatan dimana salah satunya adalah pariwisata, pada dasar nya
pariwisata ini memang selalu menyangkut dengan kegiatan sosial dan juga ekonomi suatu negara, yang mana pariwisata merupakan termasuk aktor/aset utama yang sangat berpotensi dalam peningkatan daya saing sebuah negara di tingkat internasional.
Pariwisata juga merupakan suatu cara yang lebih tepat dan lebih efisien dalam menggerakkan perekonomian negara karena dianggap siap dari segi sarana prasarana dan fasilitas dibandingkan dari sektor lainnya.
Menurut UU No.10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Pariwisata merupakan keseluruhan kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan dan dan bersifat multidimensi dan multidisiplin yang ada sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara beserta interaksi diantara wisatawan dan para masyarakat, serta sesama wisatawan pemerintah daerah dan pengusaha. Pada saat ini Indonesia adalah salah satu negara yang gencar mempromosikan pariwisata untuk menarik pengunjung dari mancanegara. Di setiap 34 provinsi yang Indonesia miliki pasti memiliki daya tarik tersendiri di daerah-daerahnya, salah satunya provinsi Kepulauan Riau.
Indonesia memiliki 38 Provinsi, salah satunya Kepulauan Riau. Provinsi Kepulauan Riau memiliki 2 kota yaitu Batam dan Tanjungpinang, dan 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan, dimana pada tiap-tiap daerahnya mempunyai keanekaragaman dan ciri khas. Adapun yang membuat tiap-tiap daerah tersebut dapat dilihat dari perbedaan suku-suku dan budayanya. Perbedaan tersebut dikarenakan masyarakat di Kepulauan Riau bukan hanya penduduk asli saja, melainkan juga ada penduduk pendatang. Namun hal itulah yang menjadi daya tarik di Kepulauan Riau
karena suku budayanya. Selain itu, daya tarik dari Kepulauan Riau yang sangat tinggi adalah dari sektor pariwisatanya, yang meliputi potensi wisata alam seperti wisata bahari, budaya, serta wisata minat khusus dimana hal ini merupakan upaya dalam meningkatkan pendapat daerah yang sangat harus diperhatikan.
Adapun arahan kepariwisataan Provinsi Kepulauan Riau di implementasikan kedalam beberapa koridor, salah satunya Koridor Pariwisata Daerah Lingga sebagai kawasan wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam dan wisata bahari dengan daya tarik penunjang budaya, sejarah, bahari dan ekonomi kreatif dan wilayah pengembangan Kabupaten Lingga (Bappeda Kepulauan Riau, 2016). Kabupaten Lingga memiliki bermacam situs cagar budaya yang bearada hampir di seluruh pulau yang berada di Lingga seperti Daik, Dabo Singkep dan Senayang. Kabupaten Lingga merupakan salah satu pusat kebudayaan melayu yang masih sangat kental yang tercermin dari bahasa melayu, adat istiadat dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Lingga. Lingga juga merupakan daerah yang kaya akan sejarah dan adat budaya yang masih terjaga hingga sekarang. Warisan budaya yang masih terjaga dengan baik berdiri sebagai benteng pertahanan pada masa Kesultanan Lingga-Riau- Johor-Pahang yang menjadi saksi bahwa Kabupaten Lingga mempunyai nilai tinggi dalam potensi baik segi sejarah maupun adat budayanya. Dari catatan sejarah menurut Bupati Kabupaten Lingga, Lingga sudah lama menjadi pusat tamaddun, selama sekitar 113 tahun menjadi pusat pemerintahan para Sultan Melayu di Daik.
Terdapat 604 gugusan pulau yang tersebar di kawasan Lingga. Banyak pilihan bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk berwisata di Lingga. Pemerintah
Kabupaten Lingga, melalui Dinas Pariwisata, mengatakan tempat wisata di pulau Lingga sangat mempesona. Destinasi wisata tersebut salah satunya adalah wisata bahari di pulau Benan yang berada di Kecamatan Katang Bedara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kabupaten Lingga adalah salah satu Kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata unggulan. Dapat dilihat dari tabel dibawah Kabupaten Lingga memiliki kurang lebih 211 destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai Kecamatan.
Tabel 1. 1 Jumlah Destinasi Wisata Di Kabupaten Lingga per Kecamatan tahun 2019
N
O Kecamatan
Jumlah Destinasi Wisata Di Kabupaten Lingga Alam Sejarah Minat
Khusus
Buatan Desa Wisata
Wisata sedang berkembang
1 Lingga 21 42 4 5 2 11
2 Lingga Utara 8 4 1 1 1 4
3 Lingga Timur 3 - 1 - - -
4 Singkep 6 13 1 3 - 5
5 Singkep Barat 8 - 2 1 - -
6 Singkep Pesisir 9 - 1 - - 5
7 Singkep Selatan 1 - 1 - - 2
8 Selayar 9 7 3 - - 2
9 Senayang 4 1 7 - - 1
10 Katang Bidare 1 - 7 - 1 1
11 Bakung Serumpun
- - 1 - 1 -
Total 70 67 29 10 4 31
Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, 2019
Salah satu strategi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga yaitu dengan mengikuti Event Wonderful Sail To Indonesia pada tahun 2019.
Wonderful Sail To Indonesia merupakan event yang menyatukan kegiatan yatchting
dengan alur aktivitas wisata di destinasi-destinasi wisata yang menjadi jalur lintas pelayaran. Wonderful Sail merupakan bagian dari Nautical/marine tourism, jenis pariwisata ini menggabungkan kegiatan berlayar dan berperahu dilautan dengan aktivitas berwisata.
Wisata bahari ini sudah terlaksana dari 2009, menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar sebelumnya branding Wonderful Sail to Indonesia mempunyai lima rally sail dunia yang telah ada di Indonesia, antara lain Wonderful Sail To Indonesia, Wonderful Sail Indonesia, Wonderful West Kalimantan Rally, Anambas To Natuna, dan Back To Down Under Rally,. Anggota Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar mengatakan “Dulu 5 rally itu terlaksana sendiri-sendiri, dan seolah tenggelam ditengah tantangan sail dunia”. Dan pada tahun 2018, Kementrian Pariwisata menyatukan event-event tersebut dibawah branding Wonderful Sail To Indonesia.
Kementrian Pariwisata Republik Indonesia berkerjasama dengan penyelenggara reli kapal pesiar dari Selandia Baru yaitu John Martin untuk menyelenggarakan internsional yacht rally yang berjudul Wonderful Sail To Indonesia yang di mulai tahun 2018. Awal nya Wonderful Sail To Indonesia berlangsung pada bulan Juli hingga November 2018, dengan partisipasi 70 yacht dari 5 negara dan singgah di 21 pelabuhan di Indonesia, dimulai dari Selandia Baru hingga Indonesia dan berlanjut ke beberapa destinasi seperti Tual, Wakatobi, Banda, Buru Selatan, Buto Selatan, Pasar Wajo, Bangka Pusat, Penuba, Benan dan Tanjungpinang. Sail to Indonesia ini juga bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan sektor
parawisata bahari yang ada di Kabupaten Lingga. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau pada tahun 2019 “Wonderful Sail To Indonesia ada 20 negara peserta yang mengikuti ekplorasi keindahan alam yang ada di wilayah Kepulauan Riau Kabupaten Lingga, di mana terdapat 12 negara asal Eropa: Inggris Raya, Jerman, Belanda, Prancis, Belgia, dan Spanyol. Ditambah dari Swedia, Norwegia, Luksemburg, Denmark, Finlandia hingga Italia dan Malaysia, Thailand, Filipina, Brasil, Chili, Kanada, Australia, dan Selandia Baru”. Event ini diselenggarakan pada tanggal 22-17 Juli, pelayaran pertama dimulai dari Pulau Kei di Provinsi Maluku Tenggara. Event ini menggunakan sebanyak 5 buah kapal dan diikuti oleh 135 yachter dunia.
Lingga selama ini lebih unggul dengan pengunjung asal Singapura, Malaysia, Thailand, Inggris, Australia, Jerman, Prancis dan Brazil. Karena itu kunjungan wisman di Kepulauan Riau sangat kompetetif sepanjang tahun 2019. Oleh karena itu penulis memfokuskan penelitian pada tahun 2019, dikarenakan tahun 2019 merupakan tahun terakhir terlaksananya Event ini dikarenakan munculnya Covid-19 di tahun berikutnya yaitu tahun 2020 hingga sekarang dimana mengakibatkan seluruh aktivitas dalam negeri ataupun luar negeri harus diberhentikan.
Jumlah wisman ke provinsi dengan kepulauan Riau tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun 2018 dan 2017. Pada tahun 2019 kunjungan wisman mencapai angka 2.864.795 jiwa (Lakip Dinas Pariwisata Kepri 2019) sedangkan menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau (BPS) wisatawan mancanegara selama 2018 mencapai 2.635.664 kunjungan dan pada tahun 2017 sebanyak 2.139.962 kunjungan.
Event Wonderful Sail To Indonesia memiliki segmentasi pasar yang sangat jelas, yaitu para yachter internasional. Dapat dilihat dari Event ini menargetkan wisatawan mancanegara sebagai partisipan dan tentunya memberikan keuntungan bagi daerah yang dikunjungi karena dapat mempromosikan keindahan destinasi wisata serta budaya yang mereka miliki bahkan juga mendapatkan keuntungan dalam bidang ekonomi. Para yachter internasional sudah memiliki keahlian dan ketertarikan pada kegiatan yachting, tentu mereka akan mencari lokasi yang menarik untuk berlayar.
Walaupun telah memiliki segmentasi pasar yang jelas, promosi harus tetap dilakukan.
Berbagai cara dilakukan Kementrian Pariwisata untuk memperkenalkan event ini, seperti membuat e-poster, membuat video, dan jingle Wonderful Sail To Indonesia in Debut Maluku.
Kabupaten Lingga sendiri adalah daerah yang banyak memiliki potensi bagian pariwisata, baik dari hidupnya di bidang Seni dan Budaya, hingga dari Sumber Daya Alam (SDA).Dan dari kekayaan potensi sumber daya alam tersebut, terdapat potensi yang diandalkan wilayah Kabupaten Lingga yaitu wisata pantai dan wisata bahari (laut) yang terletak di sebelah barat Kabupaten Lingga. Kekayaan sumber daya alam ini merupakan salah satu tugas Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga dengan menjadikan obyek wisata bahari dan wisata bahari Kabupaten Lingga menjadi daya tarik dan mempromosikannya kepada masyarakat mancanegara. Pemerintah Daerah mempunyai fungsi untuk mengembangkan daerahnya dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah, adapun potensi-potensi yang ada di daerah kabupaten Lingga seperti kepariwisataan, perikanan, pertambangan serta potensi pertanian. Dari situlah
Pemerintah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga bisa meningkatkan khususnya potensi pariwisata sebagai sumber pendapatan daerahnya.
Kabupaten Lingga mempunyai bermacam-macam objek serta daya tarik wisata dalam bidang kepariwisataan, baik dari wisata sejarah, wisata budaya, wisata minat khusus atau wisata alam pegunugan hingga wisata alam pantai. Kabupaten Lingga merupakan daerah yang memiliki banyak pulau-pulau yang terpisah, yang sering dikenal mempunyai ciri khas daerah yang dikelilingi laut dan pulau. Yang mana hal inilah yang membuat wisata pantai dan wisata bahari merupakan salah satu potensi yang sangat banyak dan sangat menonjol di Kabupaten Lingga. Dan untuk itulah harus adanya pelestarian dan pemeliharaan untuk cagar budaya yang ada dikawasan dan laut agar tempat yang menjadi kawasan wisata dapat terus berkembang dan bisa berdampak baik bagi sesama. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 13 2011(Pasal 14), menjelaskan tentang keseluruhan penyelenggaraan pelaksanaan usaha dan daya tarik wisata alam harus menjaga dan melestarikan lingkungan alam dan budaya yang didasarkan ketetapan dari perundang-undangan yang berlaku.
Dari latar belakang tersebut maka judul dalam penelitian ini adalah: “Strategi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui event Wonderful Sail To Indonesia Tahun 2019”.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian pada latar belakang tersebut maka rumusan masalah yang ingin peneliti bahas adalah “Bagaimana Strategi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga Dalam
Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara Melalui Event Wonderful Sail To Indonesia Tahun 2019”?
1.3 Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, adapun tujuan penelitianya adalah bagaimana
“Strategi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui event wonderful sail to Indonesia pada tahun 2019?”
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini agar dapat meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan bagi para pembaca dan para peneliti tentang strategi kepariwisataan dalam promosi dan menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Dan bagi penulis agar bisa memperluas pengetahuan dan mengembangkan kemampuan dalam menulis serta belajar tentang berdiplomasi antar negara. Bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan serta saran dalam melakukan diplomasi dengan antar negara guna menarik perhatian untuk meningkatkan kinjungan.
1.4.1 Manfaat Teoritis
Adapun manfaat penelitian ini agar dapat meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan bagi para pembaca dan para peneliti tentang strategi kepariwisataan dalam promosi dan menarik kunjungan wisman dengan keunggulan daya tarik yang di miliki daerah tersebut.
1.4.2 Manfaat Praktis
Dengan adanya penelitian ini penulis beharap bisa menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan dalam menulis serta belajar tentang berdiplomasi antar negara. Bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan serta saran dalam melakukan diplomasi dengan antar negara guna menarik perhatian untuk meningkatkan kunjungan.