• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang

N/A
N/A
Vivin Nugrika

Academic year: 2025

Membagikan "Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

241

Vol. 06, No. 03, December 2024, pp. 241 255 Available online at:

http://ejurnal.uibu.ac.id/index.php/maharsi

Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang

Abd. Wafi1, Ferdinan Bashofi2, Hendri Setiawan3*

[email protected]

1,2,3Universitas Insan Budi Utomo.

How to Cite Abstrak

Wafi, A., & Setiawan, H., (2024). Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang.

Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6 (03), 241- 255.

https://doi.org/10.335 03/maharsi.v6i3.856 Copyright © 2024, Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi. All right reserved

Hadirnya toko sembako Madura di masyarakat Malang mendapatkan banyak persepsi salah satunya toko Alfaduro. Masyarakat menilai bahwa warung sembako Madura dapat memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persepsi masyarakat Kota Malang terhadap keberadaan warung sembako Madura di lingkungan sekitar dan untuk mengamati beberapa respons para pedagang mengenai kecocokan penjualan yang ada di kota Malang, serta peneliti ingin medapatkan beberapa jawaban dari Toko Kelontong terhadap penjualan modern yang terdapat di kota Malang pada tahun 2024. Kegiatan dalam segi ekonomi yaitu usaha untuk daya dan tarif hidup di Masyarakat, karena dengan semakin meningkatkan usaha di toko kelontong madura, dan semakin meningkatnya suatu dalam pertumbuhan dalam ekonomi dan kebutuhan di Masyarakat. Dalam penelitian ini, peeneliti mengunakan pendekatan sosiologi yang terdiri dari penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan secara langsung terhadap masyarakat di Kota Malang dengan objek penelitian yang terdiri dari 5 orang. Dari beberapa objek yang di ambil oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan berbagai pengamatan baik melakukan wawancara seacara langsung atau dengan mengunakan alat bantu yang beupa pencatatan, perekaman maupun camera. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan berbagai temuan yang terdiri dari tanggapan maupun jawaban para pedagang terhadap keberadaan barang dagangan toko kelontong yang berada di kota Malang.

Kata Kunci

Kelontong Madura; Sosial; Ekonomi; Kota Malang

(2)

242

PENDAHULUAN

Pada umumnya, masyarakat atau dalam melakukan perjalanan, para pendatang asal Madura selalu fokus pada hubungan kekerabatan dan kekeluargaan.Banyak pendatang dari pedesaan dan perkotaan yang terikat oleh tradisi mereka dan menjaga hubungan dekat dengan basis komunitas mereka sendiri, mereka bisa membangun komunitas baru di kota berdasarkan tradisi mereka sendiri, atau bahkan keduanya sekaligus. Proses migrasi di suatu wilayah dipengaruhi oleh kehadiran sanak saudara dan teman yang sebelumnya tinggal di wilayah tersebut (Sunarto HS 1985). Akibatnya, migrasi terjadi di berbagai kota besar dan daerah terpencil melalui sistem jaringan kekerabatan yang masih terjaga hingga saat ini. Masyarakat Madura dikenal sebagai kelompok yang menjunjung tinggi adat istiadat yang diteruskan dari generasi sebelumnya dalam konteks budaya (Helene Bouvier 2002).

Karena migrasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Madura, mereka tetap mempertahankan serta menjunjung tinggi nilai budaya dan kekeluargaan sebagai landasan untuk bertahan di luar negeri. Dengan warisan budaya dan tradisi nenek moyang, ciri pekerja keras dan keras kepala telah menjadi citra mayoritas masyarakat Madura di luar daerah. Ini didukung oleh adanya dorongan dari faktor lingkungan (tradisi sosiologis) yang mendorong semua penduduk Madura bekerja keras (nyare engon) untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. Jika tidak, masyarakat akan menganggap mereka sebagai individu yang malas (atonggul to'ot), kurang kompeten (ta' brenteng, ta' pettel, ta'bilet), dan menikah hanya karena aurat (gun abandha peller), serta asumsi negatif lainnya yang dapat merendahkan martabat mereka.

(A.Latief Wiyata 2002).

Dikenal karena budaya yang kuat, Madura juga terkenal sebagai pengikut Islam yang sangat religius atau fanatik. Syamsuddin bahkan mengatakan jika Aceh dikenal sebagai pintu gerbang Mekkah, maka Madura adalah serambi Madinah (Syamsuddin 2018). Gaya hidup masyarakat Madura tidak lepas dari unsur keagamaan dalam kesehariannya. Hal ini menunjukkan bahwa Madura tidak bisa memisahkan faktor agama dan budaya ketika melakukan kegiatan dan kegiatan tertentu. Lebih jauh lagi, penghidupan yang ditahbiskan Tuhan nampaknya ditetapkan dengan kuat sebagai dasar kelangsungan hidup baik di dalam maupun di luar negeri. Artinya, Anda tidak perlu terlalu khawatir apakah kebutuhan seharihari Anda akan terpenuhi. Banyak di antara kita yang memperhatikan masyarakat Madura berjualan bensin di dekat SPBU atau membuka lapak di sekitar toko modern yang barangnya lebih banyak tersedia. Meski fenomena ini jelas dapat menghancurkan usaha yang mereka jalani, namun masyarakat Madura tetap memegang teguh konsep penghidupan yang telah ditetapkan Tuhan, sehingga sebesar apapun pesaingnya permasalahan tersebut tentu tidak cukup besar bagi usaha mereka.

Namun, siklus persaingan ekonomi yang terjadi pada komunitas pedagang grosir Madura di Pamulan, Provinsi Tangsel juga mengubah pemahaman mereka tentang nilai mata pencaharian mereka. Strategi mobilisasi perlu ditata ulang, terutama di kawasan

(3)

243

Pam Ran yang sudah banyak terdapat warung makan. Strategi mobilisasi mereka adalah dengan menerapkan aturan tak terucapkan untuk membuka kios pada jarak tertentu.

Meski tidak bersifat aturan tertulis, namun hal tersebut sudah tertanam dalam masyarakat Madura dan menjadi pola pikir yang mendarah daging. Tujuannya agar tidak terjadi persaingan dagang yang nyata antar suku, dan selanjutnya untuk kelangsungan hidup warung makan Madura, memonopoli warung makan lokal dan pelanggan yang berbeda suku.

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sosial budaya kegiatan ekonomi yang mempengaruhi kohesi etnis pada komunitas pedagang Warung Kelongtong Madura di Pamulan, Provinsi Tangsel. Peneliti berharap dapat menjelaskan latar belakang dinamika sosiokultural dalam aktivitas ekonomi, pengaruh sosial terhadap solidaritas etnis, dan mekanisme yang menjaga kehadiran dan solidaritas etnis dalam konteks kehidupan perkotaan. Penduduk Madura berada di suatu pulau yang dinamai Pulau Madura. Pulau Madura terbagi menjadi empat kabupaten: Bangkalan, Sampan, Pamekasan, dan Sumenep. Terletak di sebelah timur laut Pulau Jawa, dengan koordinat kurang lebih 7 derajat Lintang Selatan dan antara 112 derajat sampai 114 derajat Bujur Timur. Pulau Madura memiliki panjang kurang lebih 190 km dan bagian terluasnya kurang lebih 40 km Memiliki luas wilayah 5.304 km2 dan ketinggian berkisar antara 2 hingga 350 m di atas permukaan laut, dengan ketinggian terendah berada di wilayah pesisir timur, barat, selatan, dan utara Pulau Madura. Pulau Madura dikelilingi oleh laut yang berbentuk bulat, dan bagian tertinggi pulau tersebut berupa barisan pegunungan kecil berbentuk batu. Pulau Madura dikelilingi oleh kurang lebih 100 pulau kecil, baik berpenghuni maupun tidak berpenghuni, yang sebagian besar terletak di sekitar bagian timur Pulau Madura. Mengingat dasar-dasar geografis dan topografi yang dijelaskan di atas. Karena Madura merupakan pulau induk, maka Madura merupakan pulau yang berdiri sendiri atau terpisah dari pulau lain seperti Pulau Jawa. Karena elevasi permukaan Madura yang rendah, suhu masyarakat yang tinggal di pulau tersebut sangat tinggi, dan medannya juga bergunung-gunung, sehingga hanya ada sedikit vegetasi hijau di sekitar pegunungan. Yang membedakan toko kelontong Madura dengan toko kelontong biasa adalah buka 24 jam sehari dan pastinya bersaing dengan minimarket. Isi warung di Madura sama seperti warung lainnya, menjual bahan pokok seperti beras, minyak, telur, makanan matang, bahkan bensin. Dalam beberapa kasus, warung Madura mempunyai SPBU mini (SPBU) atau menjual bensin eceran. Warung makan Madura tersebar di berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, Dll.

Kota Malang yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan kota terbesar ke-12 di Indonesia.

Kota Malang terkenal sebagai pusat pendidikan. Kota ini dihuni oleh beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Universitas Teknologi Negeri Malang. Kota Malang memiliki peran dalam berbagai peristiwa sejarah Indonesia. Beberapa monumen dan patung didirikan untuk mengenang kejadian ini. Kota Malang memiliki banyak monumen yang

(4)

244

mencerminkan peristiwa sejarah, sejarah pra-kolonial Malang, dan pencapaian kota tersebut. Agar dapat memenuhi semua kebutuhan yang ada di masyarakat dan keluarga, kita perlu bekerja sehingga dapat menghasilkan pendapatan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Itulah sebabnya, sumber daya alam tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya. Saat berkembang, mal menjadi lebih modern dengan tampilan mewah dan fasilitas canggih dibandingkan pasar tradisional. Oleh karena itu, begitu banyak toko kelontong Madura di sekitar kita, terutama di kota Malang. Toko kelontong adalah salah satu jenis toko kecil yang biasanya lebih mudah dijangkau atau berdekatan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin berkembang dan maju, begitu pula dengan dunia usaha yang ada di dalamnya. Munculnya minimarket yang menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk membantu proses transaksi mulai mengubah posisi toko kelontong. Mengenai jual beli dan jual beli, AlQur’an dengan jelas menyebutkan bahwa jual beli adalah suatu cara yang diperintahkan Allah untuk melindungi manusia dari cara-cara salah dalam bertukar harta benda satu sama lain.

Ilmu ekonomi sebaiknya tidak dicampuradukkan dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat yang menganut etika, karena kegiatan ekonomi dan bisnis selalu berkaitan dengan etika, sebagaimana tercantum dalam ayat 29 Surat an-Nisaa. Seperti halnya aspek kehidupan manusia lainnya yang menyangkut etika, ilmu ekonomi dan bisnis selalu dikaitkan dengan etika sehingga memunculkan apa yang disebut dengan etika bisnis atau bisnis beretika. Etika bisnis dalam hukum Islam mengacu pada moralitas dalam berbisnis berdasarkan nilai-nilai Islam, dan tidak perlu khawatir karena berbisnis dianggap baik dan benar. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan suatu layanan untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Pelayanan yang diberikan oleh karyawan harus diberikan pertimbangan yang cukup agar konsumen tidak dirugikan saat membeli produk. Untuk memastikan hubungan yang baik antara konsumen dan toko kelontong. Jumlah konsumen/pelanggan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kelangsungan industri kelontong, karena pelanggan merupakan sumber pendapatan bagi pengecer kelontong. Semakin banyak pelanggan yang dimiliki sebuah toko kelontong, semakin banyak pendapatan yang diperolehnya, dan semakin sedikit pelanggannya, semakin sedikit pula pendapatannya.

Agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan sejahtera, individu harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi diri dan potensi lingkungan. Dan cari tahu cara memulai bisnis. Peluang ini diharapkan dapat membuka peluang usaha yang dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan membuka usaha seperti toko kelontong Madura.Dalam keberadaan dangan ke beradaan dan keberlangsungan hidup UKM itu akan ikut juga mempengaruhi yaitu kedua factor internal yaitu dalam mutif ekonomi dan exsternal itu lingkungan yang berbentuk suatu habitat untuk menjadi tempat seseorang dalam bentuk suatu komonitas dalam menjalankan bisnis usaha dan da ekonominya.

Dalam untuk melakukan pelaksanaan dan untuk mengkaji UKM ini maka harus ada dua hal yang harus di pahami dengan baik. Yang pertama UKM sendiri dan hendaknya kitab isa mengkaji dan mengambil pemahaman dengan baik dan benar. Dan yang kedua,

(5)

245

UKM harus mampu memahami arah hubungan dalam kondisi yang diciptakan dengan aktor eksternal, termasuk hal-hal yang diangkat oleh aktor seperti pemerintah sebagai tuan rumah negara Indonesia. Hubungan pemerintah dengan usaha kecil dan menengah yang memiliki hubungan dan peranan layaknya pegawai negeri sipil terhadap sebagian kepemilikan UKM, menjadikan UKM sebagai sektor bisnis perekonomian dimana banyak generasi mendatang akan menjadi urat nadi orang-orang hebat kita anggap saja sebagai Orang Indonesia.

METODE

Metode yang digunakan dalam pengembangan penelitian ini adalah metode desain penelitian kualitatif. Kualitatif melibatkan proses penelitian untuk mengumpulkan data deskriptif dengan cara mendeskripsikan dengan kata-kata apa yang dikatakan dan dilakukan orang ketika diamati. Data ini berupaya menggambarkan dan memecahkan permasalahan yang ada berdasarkan data yang telah diuji sesuai dengan kebutuhan dan interpretasi hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan lokasi penelitian Jl. S. Supriadi No. 49b Kecamatan Sukun. Sukun Kota Malang Jawa Timur.

Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif dan mengikuti desain analitis Miles dan Huberman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 dengan lima pemilik yang berhasil diinterogasi. Pengumpulan informasi dilaksanakan menggunakan teknik dokumentasi, observasi partisipan, dan wawancara yang menyeluruh. Metode ini lebih sering menggunakan observasi dibandingkan metode lainnya. Data yang terkumpul akan dianalisis di lapangan dan setelah survei selesai. Analisis data dilakukan melalui empat langkah: penyajian data, pemilihan data, penyaringan/reduksi data, dan penarikan kesimpulan.

Pada kondisi toko kelontong madura atau yang bisa di sebut toko alfaduro itu sudah mengalami sedikit penurunan dalam mengenai omset dalam sehari hari.

Dikarenakan banyaknya Masyarakat madura melakukan usaha yang sama, sebeb itulah toko alfaduro sedikit mengalami penurunan omset, dengan meraknya Masyarakat madura yang ada di kota malang sudah berbondong bonding melakukan usaha toko kelontong di area keramain sehingga sangat rapat antara atau sudah sangat berdekatan antara toko satu dengan yang lainnya, dapat kita rasakan bahwasanya toko kelontong milik Masyarakat malang sendiri mengalami sepi pembeli akibat meraknya toko kelontong di sekitarnya.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Secara umum metodologi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai suatu fenomena atau permasalahan dan memberikan penjelasan rinci mengenai pengalaman yang ditemui, pandangan informan, sikap, perilaku, dan relevansinya dengan konteks umum, sehingga mendorong upaya sosial untuk memahami fenomena ekonomi baik terkait masalah maupun situasi alam

(6)

246

(Sajjad Kabir 2018). Penelitian ini memfokuskan pada pengumpulan data kualitatif yang ditulis secara lisan daripada nilai numerik.

Metode penelitian yang di ambil oleh peneliti ini bertujuan untuk menjawab konsep pelaksaan toko kelontong madura di kota malang yang berada di jl. S. Supriadi No 49b sukun. Kec. Sukun kota malang. Penelitian ini akan mengevaluasi dan menjelaskan bagaimana kondisi sosial ekonomi di komunitas para pengusaha toko kelontong madura di kota malang.dengan menggunakan prosedur yang mengumpulkan data deskriptif melalui wawancara dan observasi terhadap subjek penelitian, yaitu individu dan perilaku yang diteliti, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Dalam studi ini, penulis memanfaatkan pendekatan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena toko Alfaduro yang menjadi fokus penelitian. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data bergantung pada fakta-fakta yang ditemukan secara langsung oleh peneliti, bukan berdasarkan teori yang sudah ada.

Pengolahan data dalam penelitian ini bersifat induktif, yang artinya data dianalisis berdasarkan informasi yang terungkap selama penelitian, bukan didasarkan pada teori atau hipotesis yang sudah ada sebelumnya. Peneliti mengembangkan pola, kategori, atau teori dari data yang dikumpulkan.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan wawancara antara peneliti dan informan yang ahli dalam pengetahuan tentang masyarakat Madura, terutama terkait dengan aspek sosial ekonomi kota atau pemilik toko Alfaduro.

Pendekatan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengumpulan data secara sistematis melalui wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang di peroleh tersebut dianalisis dengan pola pikir deduktif kualitatif, di mana peneliti mempertimbangkan aspek-aspek penting untuk dipelajari dan disimpulkan agar dapat dimengerti oleh peneliti sendiri dan orang lain. Analisis dilakukan dengan mengaitkan fenomena yang diamati dalam masyarakat dengan prinsipprinsip umum, kemudian menginterpretasikannya menjadi kesimpulan yang lebih spesifik.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Dinamika Sosial

Ilmu sosial merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dan hidup berdampingan dalam menjalankan usaha seperti toko kelontong di Pulau Madura. Dalam hal ini, “sosial” dapat dikatakan berarti kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Dari sudut pandang yang berbeda, pengertian “masyarakat” juga berbeda, karena fokus utamanya adalah pada perubahan sosial yang terjadi dalam proses ini. Maka, istilah

"sosial" tidak identik dengan "sosial", tetapi keduanya berasal dari asal kata "socius".

Sosial merujuk kepada segala hal yang muncul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya, masyarakat merujuk kepada segala hal yang muncul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan bersama, sampai akhirnya membentuk sistem nilai dan norma yang berperan dalam masyarakat. Dari sudut pandang sosial, pengaruh sosial dapat dilihat karena adanya kelahiran, pertumbuhan,

(7)

247

sesuatu yang berkembang dan menimbulkan perubahan dalam masyarakat. Menurut Armor, ada beberapa aspek dalam perubahan ini yaitu mengenai pentingnya sosial dan ekonomi yang jarang dibahas secara bersamaan.

Diskusi sering memisahkan antara pemahaman sosial dan ekonomi. Istilah

"masyarakat" dalam ilmu sosial merujuk kepada topik tentang masyarakat. Sementara itu, Departemen Sosial adalah upaya untuk menangani masalah sosial di bidang kesejahteraan masyarakat yang fokusnya adalah kesejahteraan sosial. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sosial diartikan sebagai yang berhubungan dengan masyarakat.

Dewasa ini dalam konsep sosiologi manusia, manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, artinya manusia tetap memerlukan apa yang disebut dengan hubungan sosial dengan masyarakat. Istilah sosial dapat diartikan berkaitan dengan masyarakat karena masyarakat tidak dapat hidup normal tanpa bantuan orang-orang disekitarnya. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani yang artinya keluarga atau rumah tangga serta peraturan hukum. Maka, umumnya ilmu ekonomi dapat dimengerti sebagai tata graha dalam melaksanakan pekerjaan seharihari. Menurut Mary G. Tan, ilmu sosial ekonomi melibatkan observasi terhadap aspek sosial ekonomi yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti pekerjaan, pendidikan kesehatan, dan kebutuhan keluarga. Dengan dasar ini, populasi dapat dikelompokkan ke dalam kategori status sosial ekonomi atas, menengah, dan bawah. (Koejoningrat 1981).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keadaan bisa dipahami sebagai kondisi atau situasi. Keadaan sosial suatu masyarakat dikonsepkan sebagai situasi masyarakat dalam sebuah negara pada waktu tertentu (General Indexian Dictionary, 2000). Maka, keadaan sosial adalah kondisi yang merujuk pada situasi tertentu atau hal yang terkait dengan keadaan sosial. Menurut Dalyono (2005), kondisi sosial adalah semua orang atau manusia lain yang dapat memengaruhi kita. Hal ini dapat kita ketahui berarti bahwa di dalam suatu lingkungan bermasyarakat harus memiliki karakteristik dan sosial juga akan mempengaruhi suatu pencapaian dalam mrlakukan suatu perdagangan seperti toko kelontong madura. Dalam konteks sosial, masyarakat memiliki pengaruh terhadap proses dan hasil pendidikan serta kesejahteraan.

Masyarakat khususnya penjaga toko kelontong madura yang ada di kota malang.

Kondisi sosial yang ada pada pedagang kelontong madura akan mempengaruhi kepada individu toko satunya dengan yang lainnya yang diperoleh dari penjelasan Dalyono (2005: 133), terdapat dua cara penyebaran informasi, yakni secara langsung dan tidak langsung. Langsung adalah ketika sesuatu ditindaklanjuti antara penjual dan pembeli dalam seharihari baik dari cara berbicara, selama ia di pekerjaan, Adapun di tahun setelah Covid pedagang toko kelontong madura di kota malang ini, pendapan udah mulai lumayan banyak dan sudah stabil, namun adanya beberapa permasalahan mengenai penyebaran toko kelontong madura saat ini sangatlah padat dan banyak yang melakukan usaha yang sama sehingga terlalu banyak saingan sehingga pendapatan di tahun 2024 sekarang ini sudah meminim akan tetapi dengan suasana yang sekarang ini masih banyak

(8)

248

orang yang meminginkan ke malang melakukan usaha toko kelontong madura padahal sudah sangat banyak yang ingin meliki uasaha yang sama di kota malang ini.

Toko Alfaduro yang mungkin sekarang dikenal keunikannya dari nama dan penyusunan barangnya begitu unik yang dikenal toko kecil tapi lengkap, pengusaaha atau pemilik toko alfaduro menjelaskan bahwa yang dialami sekarang ini sudah mulai menurun, yang dulunya punya cabang tapi kecil namun pada saat ini suda tutup di cabangnya karena sepi pengunjung, walaupun sudah di lakukan aturan yang sama dan mrmiliki yang sama, namun katanya tergantung rejeki yang menjaga, kadang walaupun berada di tempat keramaian Masyarakat kadang pendapatang tiap harinya gak sama, malaupun sudah sama sama sudah membuka 24 jam dan gak pernah tutup Toko alfaduro yang sekarang di kasiri atau di jaga oleh saudara mas yanto ndak mbak sinta yang mereka bersetatus suami istri, mereka adalah salah satu naras umber yang saya wawancarai dengan menggunakan alat tulis dan media hp, dan mas yanto menjelaskan bahwasanya toko Alfaduro yang sudah di kenal banyak di kalangan Masyarakat khususnya di kota malang yang sudah menjadi pelanggan setia alfaduro ini kata konsumennya lebih murah di bandingkan toko lainnya yang seperti indomart dan alfamart, sehingga di toko alfaduro saat ini sudah mulai stabil dari segi omset pendapatan lumayan tinggi, kata mas yanto, dan ia juga mengatakan bahwasanya mendirikan toko alfaduro tidaklah hal yang mudah, karena harus betul betul di cek mengenau Lokasi dan tempatnya, biasanya yang diincar oleh pemilik toko Alfaduro itu di tempat yang padat penduduk dan keramain dan paling jadi panutan adalah kampus kampus besar, karena kalua sudah dekat dengan kampus biasanya banyak juga kos kosan para mahasiswa dan akan dijadikan tempat untuk membuka usaha seperti toko alfaduro, sedangkan dalam waktu oprasional dalam tokonya selama mas yanto jaga itu sangat sulit mendapatkan waktu untuk keluar sama istri tercintanyna dikarenakan keterbatasan waktuyang tidak memungkinkan untuk jalan keluar keliling malang untuk bermain. Dan biasanya ada beberapa yang memiliki karyawan khsus para penjaga toko alfaduro yang jamnya biasanya jaga pas waktu malam saja. Karena biasanya kalua suami istri ada satu karyawan khusus untuk menjaga toko alfaduro.

Adapun pendapatan yang sudah mas yanto dapatkan selama ia menjaga toko alfaduro sangat membantu perekonomian dikampungnya, yang dulunya ia merantau ke Malaysia namun mas yanto tidak mendapatkan apa apa hanya cukup untuk makan disananya, berbeda dengan kerja atau menjaga toko alfaduro yang sangat membantu mas yanto dengan istrinya dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya di malang dan di kampun halamannya, dan pada sekara sudah mulai stabil dari segi ekonominya walaupun jarang pulang ke kampungnya dan itu menjadikan mas yantu motivasi akar tetap bekerja walaupun kata orang ia harus keluar kota atau harus ke malang, namun tidak mengurangi semangat sedikitpun untuk mengais rejeki di kota malang ini, dan ia mencrikan bahwa toko alfaduro bukan hanya berada di kota malang saja, ada juga yang di ibu kota Indonesia yaitu di Jakarta, dan yang disana juga alhamdulilah sama sama sudah jalan lumayan lama, walaupum harus ke Jakarta itu tidak menjadikan permasahan untuk

(9)

249

merantau, karena orang sumenep madura sudah biasa merantau dan bekerja ke luar pulaunya sendiri,

Mbak sinta selaku istri dari dari mas yanto juga menceritakan pengalaman selama iya bekerja di alfaduro, ia mencerikan hal yang sudah ia lakukan di toko alfaduro seperti isi bensi kebotol sendiri yang dulunya ia tidak bisa menjadi bisa, ada sedikit keluhan dari mbak sinta, karena selama ia berada di malang ia tidak pernah jalan jalan dikarenakan sangat banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan seperti masak dan nyuci dan lain lain, namun mbak sinta perpenuhi dari hal apapun yang ia butuhkan selama ia bekerja sebagai penjega toko penjaga toko Alfaduro. Akan tetapi mbak sinta sangat Bahagia semenjak ia menjaga toko alfaduro karena is selalu dekat dengan suaminya, dan ekonominya yang dulunya lumayan kesusahan namun ia sekarang sudah lumayan punya dan tercukupi ekonominya di kampung halamannya.

Ada beberapa pengeluaran yang dilakukan mas yanto dengan istrinya karena harus membaayar token Listrik dan air untuk kebutuhan sehari hari, untuk ia butuhkan dan ada hal lainnya yang harus ia bayar seperti uang kebersian, uang keamanan ke yang bersangkutan dan bayarnya itu setiap bulan, kan Adapun pembayaran fasilatas ruko seperti kayak wi-fi yang harus ia bayar tiap bulannya dan uangnya itu mengambil dari hasil toko selama 24 jam nya, sehingga mengurangi pendapan selama ia terima di setiap bulannyan, karena kebutuhan apa saja itu ngambil dari hasil pendapatan selama penjualan 24 jam. Ada beberapa factor yang bisa mereka sangat ingin menjaga toko alfaduro yang ternyata menjadi alas an utama mereka yaitu adalah perbulannya yang lumayan besar dan sudah mengalahkan gaji umr yang ada di madura, karena UMR di madura sangatlah kecil beda dengan UMR yang ada di Surabaya yang sudah lumayan besan, namun bekerja di toko alfaduro bisa mengalahkan gaji yang ada di pamekasan dan Surabaya, pendapatan mas yanto dan mbak sinta mencapai 5juta perseorangan, dan itupun sudah total keseluruhan dan tidak ada potongan berapapun, dan itu sudah bersuh yang mereka dapatkan perbulannya, dan bisa jadi lebih dari 5 juta perseorang dan pernah dapat 7 juta satu orang klo toko lagi ramai pengunjung. Dan biasanya biasanya setiap harinya pendapan berbeda beda, biasanya yang pendapatan tinggi itu seperti malam sabtu dan malam minggu, dan itu kadang mencapai dua kali lipatnya dari hari hari lainnya, sehingga pendapatan perbulannya itu tidak sama, akan tetapi kata mas yanto dan kata mbak sinta sudah lumayan cukup yang yang ia dapatkan perbulannya dan bisa memenuhi kebutuhan hidup di kampungnya.

Adapun penjelasan dari pemilik toko kelonto yang lainnya berbeda, seperti tokokelontong yang Bernama Toko Mas Zen yang di jaga oleh sepasang suami iasri yang Bernama bapak Badri dan istri yang Bernama ibu Wita yang berada di depannya pasar tumpang pada saat ini sudah mengalami penurunan dan tidak Kembali ke penghasilan awal, yang di tahun 2023 awal mereka menjalaskan bahsanyanya pendapan setiap harinya lumayan cukup dan bisa mencukupi berdua, beda dengan yang sekarang ini, yang Dimana hanya mendapatkan penghasilan yang sudah menurun, dan Pak Badri mengaitkan turunnya keuntungan toko kelontong karena beberapa orang Madura

(10)

250

membuka toko yang sama, dan jarak ke tokonya sendiri yang tidak jauh membuat toko Pak Badri menjadi lebih kecil. dan sekarang para pengusaha atau pembisnis toko kelontong madura sudah tidak lagi menaati peraturan yang sudah dibicarakan sejak dulu, dan sekarang sudah rasa persaudaraan dan nilai sosialnya sudah mulai tidak di pakai lagi, sehingga ada pertengkaran antara pemilik toko lain dengan yang lainnya, Adapun dalam kejadian hal tersebut sudah mencemarkan nama baik sosial dan solidaritas yang ada di madura, sehingga yang saya dapat temui di kota malang miming sudah mulai berjejeran toko kelontong madura di berbagai titik daerah khususnya di kota malang ini, adanya nilai persaudaraan yang ada di kota malang ini para orang madura yang membuka usaha toko kelontong sudah tidak seerat pada tahun tahun sebelumnya yang dimana pada tahun sebelumnya masih menuruti aturan yang ada dan sudah di tetapkan oleh para pengusaha toku kelontong madura di saman dulunya, namun tidak dengan sekarang yang dimana sekarang sudah tidak memiliki dan sudah tidak menuruti atau tidak menggunakan jarak antara toko satu dengan toko yang lainnya, Alasan utama orang madura yang membuka toko kelontong di kota malang ini semuah hamper sama, yang pada umumnya memicu dengandisi dan tempay di kota malang ini cukup bagus untuk dijadikan tempat uasaha atau pembisnis, seperti membuka toko sembako atau toko kelontong, karena di kota malang ini terkenalnya kota dingin dan kota berpendidikan yang Dimana sangat banyak perumahan dan tempat wisata di kota malang ini, dan pada yang menjadikakan salah satu utama adalah banyaknya perantau atau pendatang seperti mahasiswa yang dari luar jawa dan juga banyaknya kampus brsar yang sudah menjadi panutan para pembisnis atau pengusaha toko kelontong, dan ada yang mengandalkan konsumen para mahasiswa yang sangat banyak yang padat di kota malang ini, ada beberapa perantau orang madura yang lain usahanya seperti tukang sate dan lalapan purnama yang identic warna kuning, yang sudah berjejeran juga namun tidak seperti toko kelontong madura.

M. Sastropradja (2000) mengungkapkan bahwa kondisi sosial ekonomi mencakup situasi atau posisi individu dalam lingkungan sosialnya. Menurut Manaso-Malo (2001), peraturan tentang situasi ekonomi dan sosial adalah norma yang mengatur posisi seseorang dalam struktur masyarakat. Tugas jabatan mencakup peran yang dilakukan oleh pemegang jabatan dalam mengelola Toko Kelontong Madura dalam konteks sosial ekonomi, dimana saling kenal, kemasyarakatan, prioritas, dan elemen lainnya antara perusahaan harus saling berkolaborasi dan bersatu sebagai satu keluarga. Kehidupan sosial di Desa Sligadin melibatkan interaksi, nilai-nilai sosial, dan tingkat pendidikan, sementara kehidupan ekonominya terdiri dari kepemilikan rumah dan luas tanah yang dimiliki oleh penduduk.

1. Cara hidup mencakup cara orang-orang dan masyarakat saling hidup, bekerja, bermain, dan berinteraksi. Aktivitas sehari-hari dikenal sebagai gaya hidup.

2. Kebudayaan meliputi nilai-nilai, tata nilai, serta keyakinan.

3. Ilmu yang mempelajari kehidupan sosial bersifat sosiologis. Sosiologi jelas merupakan ilmu sosial yang pokok bahasannya adalah masyarakat. Masyarakat dapat

(11)

251

dilihat sebagai subjek ilmu sosial yang terdiri dari aspek ekonomi dan politik, yaitu sosial ekonomi.

B. Dinamika Ekonomi

Ilmu ekonomi mencakup sistem produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Masalah yang terkait dengan sistem ekonomi ini dipelajari dalam bidang ilmu sosial yang mempelajari kehidupan masyarakat. Terkait dengan situasi ekonomi sosial, Yayuk Yuriati merujuk pada penjelasan Zenal Arifin (2002) tentang hubungan antara status sosial dan kebiasaan sehari-hari yang stabil pada individu atau kelompok. Disebut juga sebagai kegiatan kebudayaan, budaya yang sudah lama ada ini hadir di berbagai masyarakat di seluruh dunia, baik yang sederhana maupun yang kompleks, interaksi sosial antar individu dalam kehidupan kita dipengaruhi oleh perbedaan status dan derajat. Kriteria untuk membedakan status di komunitas kecil umumnya cukup jelas.

Karena jumlah penduduknya sedikit, komunitas yang memiliki status sosial tinggi juga tidak terlalu luas dan beraneka ragam.

Menurut Yayuk dan Manku Pirunomop(2003), status sosial ekonomi adalah kondisi ekonomi dan sumber daya materi keluarga yang dapat dikategorikan sebagai baik, sedang, atau buruk. Mubyarto (2001) juga menyatakan bahwa perspektif ekonomi sosial masyarakat mencakup dimensi sosial, budaya, dan desa yang terhubung dengan struktur kelembagaan dan lapangan kerja. Kesejahteraan masyarakat desa sangat terkait dengan aspek ekonomi dan lapangan kerja di desa. Berhubung ketersediaan pangan dan kebutuhan ekonomi warga baru Kota Malang, membuka toko kelontong di Madura menjadi pilihan tepat karena aksesnya yang mudah dan pendapatan yang mencukupi untuk kebutuhan keluarga serta perkembangan bisnis. Menurut Sajo Gyo (2001), dalam relasi antara pembeli dan penjual dengan pola "melakukan yang terbaik", status sosial dipengaruhi oleh penguasaan tanah, modal, teknologi pembayaran, dan ukuran. Properti milik pemilik (Gunawan Ary) untuk kenyamanan berbelanja oleh konsumen.

Menurut Kariyadinata (2004). Keadaan sosial ekonomi Toko Kelontong Madura di kota Malang sedemikian rupa sehingga secara rasional menentukan siapa yang menduduki kedudukan tertentu dalam masyarakat. Menurutnya, ciri-ciri yang dimiliki oleh kondisi sosial ekonomi adalah sebagai berikut:

1. Lebih banyak pengalaman dan pendidikan

2. Status sosial yang sangat tinggi ditunjukkan dengan tingkat kesadaran diri terhadap kehidupan, kesehatan, pekerjaan dan lingkungan.

3. Tingkat gotong royong dan mobilitas ke atas yang lebih tinggi.

4. Terletak di lahan parkir yang sangat strategis dan luas.

5. Lebih menekankan pada produk ekonomi sosial dan komersial.

6. Lebih baik hati.

7. Bergiliran dalam kepedulian terhadap sesama lebih menekankan pada pekerjaan agar tetap dalam kondisi sehat.

(12)

252

Berikut adalah pandangan para pakar mengenai signifikansi perekonomian.

1. Dalam Modern Economics, Albert L. Meyers menyatakan bahwa Ekonomi bertanyatanya tentang kebutuhan dan cara memenuhi kebutuhan manusia.

2. Adam Smith menggambarkan ilmu ekonomi sebagai pengetahuan yang mempelajari karakteristik dan asal-usul kekayaan.

3. Dalam buku Leerboek der Bedrijfs, J. L. May Jr. menjelaskan ilmu ekonomi sebagai studi tentang usaha manusia untuk mencapai kesejahteraan.

4. Sedangkan menurut sejumlah pakar, ilmu ekonomi adalah cabang ilmu yang meneliti cara manusia mencapai kebutuhannya dengan melakukan usaha, sehingga mereka memiliki tanggung jawab untuk mencapai tujuan hidupnya.

1. Usaha Kecil Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan usaha ekonomi kecil dan menengah yang terbatas menurut Undang-undang No. 9 tahun 1995 di antaranya:

a) Usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh individu dengan kekayaan bersih atau peredaran dan kepemilikan tahunan sesuai dengan ketentuan undang-undang.

b) Usaha besar dan menengah memiliki kekayaan bersih dan standar penjualan tahunan yang lebih tinggi daripada usaha kecil dan menengah.

Sedangkan menurut aturan Undang-Undang No 20 Tahun 2008, usaha kecil merupakan:

a) Suatu perusahaan menengah atau besar yang memenuhi syarat usaha kecil dapat memiliki dan mengelola toko kelontong sebagai usaha mandiri dan produktif yang dipenuhi suatu perusahaan yang memiliki suatu perusahaan, tetapi dijalankan oleh orang perseorangan atau badan.

b) Kekayaan bersih di atas Rp.10 juta tidak termasuk properti tempat usaha sedangkan hasil penjualan tahunan antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta pemasukannya dalam pertahun.

2. Kriteria UKM

Karakteristik umum dari usaha kecil termasuk kebebasan dalam menjalankan usahanya dan umumnya tidak berbentuk badan hukum. Manajemen barang umumnya dilakukan sesuai dengan kemampuan pemiliknya. Selain itu, modal yang digunakan merupakan harta pribadi pemiliknya. Pemilihan jenis perusahaan juga bergantung pada kepemilikan modal. Mereka umumnya memasuki pasar lokal yang berlokasi di sekitar pusat bisnis. Selain itu, jumlah pekerjanya tidak banyak dan mereka bisa mengerjakan produknya dari rumah sendiri.

3. UKM mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

a) Keunggulan UKM

1) Pemilik dapat berdagang secara bebas di perusahaan.

(13)

253

2) Meningkatnya perubahan struktur perekonomian wilayah dimana UKM berada.

3) Meningkatkan kemampuan dalam berbisnis atau ber usaha b) Kekurangan UKM

1) Sistem produksi dan penjualan relatif lemah.

2) Sulit Sulit memperoleh modal jangka panjang

3) Jenis perusahaan dipilih berdasarkan kepemilikan modal. Mereka biasanya memasuki pasar lokal yang terletak di sekitar pusat bisnis.

Toko kelontong telah menjadi tempat tradisional yang lama berdiri yang menyediakan barang kebutuhan pokok dan sehari-hari masyarakat. Toko kelontong ialah sebuah toko kecil di komunitas yang menjual kebutuhan sehari-hari secara satuan (Rina Arnisyah, 2020). Pembeli yang berbelanja di warung seringkali berbelanja dalam jumlah yang sedikit. Beberapa orang lain membeli barang dalam jumlah besar untuk digunakan dalam hari mendatang. Perusahaan makanan retail adalah bisnis yang menjual produk secara eceran dan dijalankan dengan metode konvensional. Manajemen toko kelontong dinilai kurang transparan dalam hal keuangan, strategi penjualan, dan persediaan.

Usaha kecil seperti toko kelontong didukung oleh pemerintah daerah dan dapat beroperasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Menurut peraturan ini, usaha mikro didefinisikan sebagai usaha ekonomi yang produktif yang berdiri sendiri dan dijalankan oleh individu atau perusahaan. Tidak memiliki anak perusahaan atau cabang dari perusahaan menengah atau besar dan memenuhi syarat usaha mikro seperti yang dijelaskan dalam peraturan ini (Sarmila, 2021). Menurut Nawawi Hadari (2003), sebuah toko kelontong adalah tempat penjualan yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan, sembako, dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Toko kelontong berada di sekitar area perumahan terdekat.

Toko tradisional dan toko kelontong diketahui memiliki struktur pasar yang cenderung monopoli. Pasalnya, meski penjualnya banyak, namun produk yang dijual serupa namun memiliki corak dan variasi yang berbeda. Usaha tradisional, seperti toko kelontong, termasuk dalam kategori “usaha kecil” atau “milik keluarga” karena jumlah karyawannya terbatas, biasanya satu hingga tiga orang, dan sebagian besar adalah anggota keluarga. Dengan modal yang relatif terjangkau, toko ritel tradisional atau toko kelontong Madura ini relatif mudah didirikan di berbagai industri dan pasar. Dalam hal penetapan harga, pedagang memiliki kemampuan terbatas untuk mempengaruhi harga pasar. Harga produk sering kali ditetapkan berdasarkan keuntungan yang diharapkan setiap pemilik toko.

Toko kelontong dan toko tradisional di Madura memainkan peran penting dalam pembangunan masyarakat di desa dan kota sebagai tempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Toko kelontong di Madura bisa dijangkau dari berbagai tempat dan berperan sebagai penghubung antara desa dan kota. Perkembangan jumlah penduduk

(14)

254

dan kebudayaan di perkotaan selalu beriringan dengan perkembangan toko kelontong Madura yang menjadi penunjang penting kehidupan sehari-hari. Toko Kelontong Madura merupakan toko kelontong yang sengaja didirikan pada masyarakat nomaden Madura, khususnya di kota Malang, untuk menciptakan perekonomian yang menunjang penghidupan keluarga desa. Dan sebagai tempat menerima para pedagang. Toko kelontong tradisional memungkinkan pembeli untuk menegosiasikan harga. Sebagian besar bangunan toko kelontong tradisional tidak bersifat permanen (Saptiarso dan Suranti, 2009).

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, toko kelontong atau toko tradisional Madura baik di perkampungan maupun di perkotaan merupakan salah satu komponen utama pembentuk masyarakat, sebagai lembaga penyalur berbagai jenis kebutuhan manusia Toko kelontong di Madura dapat diakses dari mana saja dan berperan sebagai penghubung antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Pertumbuhan populasi dan budaya, terutama di kota-kota, selalu mendukung pertumbuhan toko kelontong Madura sebagai penunjang utama kehidupan sehari-hari. Toko kelontong madura adalah toko kelontong sengaja dibangun para masyarakat madura perantau khususnya di kota malang sebagai salah satu mencari ekonomi untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga di kampungnya. Dan sebaagai untuk menampung pedagang. Dari yang saya dapatkan bahwasanya dengan adanya toko kelontong madura masyarakat malang lebih gampang untuk belanja diwaktu yang tidak ditentukan. Dengan adanya toko klontong di kota malang sangat memberikan kenyamanan kepada para mahasiswa yang tinggal di kota Malang, karenan dengan adanya toko kelontong madura masyarakat Madura sendiri bisa menjadikan salah satu untuk memberikan penghasilan yang lumayan besar sehingga bisa mencukupi ekonomi di kampungnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rhussary, M. L. (2020). Persepsi Toko Kelontong terhadap Ritel Modern di Samarinda Tahun 2019. Pendidikan Dan Pengajaran, 4(2), 1–10.

Rufikasari, L. C. (2010). Dinamika Pedagang Multietnis Pasar Klewer Surakarta Tahun 1958- 1998.

http://eprints.uns.ac.id/6286/%5Cnhttp://eprints.uns.ac.id/6286/1/18027151 1201107351. pdf

Tejo, N. (2010). Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 7 Nomor 1, April 2010. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 7(April), 58–81.

Wafiruddaroin, M., & Rezeky, S. M. (2022). Dinamika Sosial Budaya Komunitas Pedagang Kelontong Madura di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.

Muqoddima Jurnal Dan Riset Sosiologi, 3(2), 119–130.

https://doi.org/10.47776/10.47776/mjprs.003.02.05

(15)

255

Zunaidi, M. (2013). Kehidupan sosial ekonomi pedagang di pasar tradisional pasca relokasi dan pembangunan pasar modern. Jurnal Sosiologi Islam, 3(1), 51–64.

http://jurnalfisip.uinsby.ac.id/index.php/JSI/article/download/37/35.

Rhussary, M. L. (2020). Persepsi Toko Kelontong terhadap Ritel Modern di Samarinda Tahun 2019. Pendidikan Dan Pengajaran, 4(2), 1–10

Wafiruddaroin & Rezeky, (2022). Persepsi Toko Kelontong terhadap Ritel Modern di Samarinda Tahun 2019. Pendidikan Dan Pengajaran, 4(2), 1–10.

Muhammad Sajjad Kabir, (2018). Methods of Data Collection. Bangladesh: Book Zone Publication.

Arifin zainal, (2002). Kondisi Sosial Ekonomi Petani Tebu Di Desa Negara Batin Sungkai Selatan. Karang Anyar Lampung Timur.

Hidayati, Siti, (2002). Hubungan Antara Tingkat Pendapatan, Sikap Orang Tua Tentang Pendidikan Dan Tingkat Pendidikan Anak. Raja Basa Jaya. Bandar Lampung.

Sajogyo, (2005). Sosiologi Pedesaan. Yogyakarta. Gadjah Mada Press.

Dalyono, (2005). Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.

Gulo, W, (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Suranti, (2005). Hubungan Antara Keadaan Sosial Ekonomi Orang Tua Tentang Tingkat Pendidikan Dengan Anak Putus Sekolah. Pelita. Tanjung Karang Barat.

Nawawi, Hadari, (2003). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.

Gunawan, Ary, (2000). Sosiologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.

Karyadinata, (2004). Profil Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Petani Tebu. Sukadana Udik. Lampung Utara.

Yuliti, Yayuk dan Mangku Pirnomop, (2003). Sosiologi Pedesaan. Malang. Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

1) Usaha berjualan ke pekan-pekan yang dijalani sebagian masyarakat Minang di Kota Pinang telah berlangsung sejak 17 tahun yang lalu, dipelopori oleh Bapak Sudirman Pili

Dinamika Sosial Budaya Masyarakat Arab Kampung Ampel Kota Surabaya Tahun 1955 – 1998 : Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret,

Namun disisi lain tidak dapat dipungkiri bahwa kepergian masyarakat desa ke kota-kota besar menimbulkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat kota maupun bagi masyarakat desa itu

Adanya transportasi online memberikan suatu perubahan yaitu perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kota Malang khususnya pada driver transportasi online,