• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT "

Copied!
142
0
0

Teks penuh

(1)

JUKNIS [ PENILAIAN ANGKA KREDIT ] BAGI GURU

2020 Rev.a

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

[ JL. DR. RAJIMAN NO. 6 BANDUNG ]

(2)

i KATA PENGANTAR

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya beserta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Peraturan Menteri Negara PAN-RB dan Permendiknas tersebut mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengangkatan, penugasan dan pengaturan tugas guru, penilaian dan penetapan angka kredit, kenaikan pangkat dan jabatan, pembebasan sementara, serta pengangkatan kembali dan pemberhentian dari jabatan fungsional guru.

Berkaitan dengan kenaikan pangkat untuk jabatan fungsional guru, maka guru wajib mengumpulkan sejumlah angka kredit tertentu yang dipersyaratkan untuk naik ke jenjang pangkat dan jabatan setingkat lebih tinggi. Adapun penetapan perolehan angka kredit tersebut dilakukan oleh pejabat yang berwenang. Untuk dapat memenuhi kriteria kenaikan pangkatnya, maka guru wajib mengajukan daftar usul penetapan angka kredit (DUPAK) dan bukti fisiknya sesuai peraturan yang berlaku.

Untuk kelancaran pengajuan DUPAK dan bukti fisiknya, maka perlu disusun Petunjuk Teknis Penyusunan DUPAK dan bukti fisiknya. Tujuan penyusunan Petunjuk Teknis ini adalah memberikan pedoman bagi guru dalam menyusun, mengajukan DUPAK dan bukti fisiknya untuk kenaikan jabatan/pangkat dan golongan ruang jabatan fungsional guru, serta dapat mendiseminasikan kepada guru yang lain.

Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan petunjuk teknis ini kami mengucapkan terima kasih. Semoga petunjuk teknis ini dapat dijadikan acuan bagi pihak guru dalam Penyusunan DUPAK dan Bukti Fisiknya.

Bandung,

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,

Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si.

NIP. 196301221986032004

(3)

ii DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ... 1

a. Latar Belakang ... 1

b. Dasar Hukum ... 1

c. Maksud dan Tujuan ... 2

d. Ruang Lingkup ... 2

BAB II TUGAS DAN FUNGSI TIM PENETAPAN ANGKA KREDIT ... 2

a. Kepala Sekolah...2

b. Cabang Dinas Pendidikan ...2

c. Sekretariat Tim Penilai Provinsi ...2

BAB III MEKANISME PENGUSULAN DUPAK ... 4

a. Alur Mekanisme Pengusulan dan Penilaian DUPAK ...4

b. Pengusulan DUPAK Online ...5

c. Penilaian DUPAK Online ...5

d. Sistematika DUPAK Dan Bukti Fisiknya...6

BAB IV DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT ... 7

a. Dokumen Kepegawaian ...7

b. Dokumen DUPAK ...7

4.1 Pendidikan ...7

4.2 Pembelajaran/ Bimbingan Dan Tugas Tertentu ...13

4.3 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ...15

4.4 Penunjang Tugas Guru ...28

BAB V PENUTUP ... 31

DAFTAR PUSTAKA ... 32

GLOSARIUM ... 33

LAMPIRAN ... 34

Lampiran 1 Format Daftar Usul Penetapan Angka Kredit ... 34

Lampiran 2 Surat Pernyataan Melaksanakan PBM/PKG ... 42

Lampiran 3 Surat Pernyataan Melaksanakan PKB ... 44

Lampiran 4 Surat Pernyataan Melaksanakan Kegiatan Penunjang Tugas Guru ... 46

Lampiran 5 PKG Guru Mata Pelajaran/Guru Kelas ... 51

Lampiran 6 PKG Guru Bimbingan dan Konseling ... 90

Lampiran 7 PK Tugas Tambahan ... 132

(4)

1 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Sebagai Aparatur Sipil Negara yang memegang jabatan fungsional, guru PNS harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan untuk kenaikan jabatan, pangkat dan golongan ruang dalam peningkatan karirnya. Salah satu syarat yang wajib bagi pemegang jabatan fungsional adalah pemenuhan sejumlah angka kredit tertentu untuk setiap kenaikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketentuan terkait dengan jabatan fungsional guru diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi (Permenegpan RB) Nomor 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Peraturan ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2013 dan menggantikan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Permenegpan RB Nomor 16 Tahun 2009, maka disusunlah Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan fungsional Guru dan angka Kreditnya, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Rambu-rambu pelaksanaan petunjuk teknis ini mempergunakan 5 (lima) buku pedoman yang telah disusun oleh Kemendikbud, yaitu:

Buku 1. Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Buku 2. Pedoman Penilaian Kinerja Guru

Buku 3. Pedoman Diklat Calon Tim Penilai Angka Kredit Guru

Buku 4. Pedoman Penyusunan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Buku 5. Pedoman Penilaian Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Petunjuk teknis dan buku pedoman tersebut dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi yang berkepentingan agar ada kesamaan persepsi dalam menyusun Daftar Usul Penetapan Angka Kredit jabatan fungsional guru.

Agar penyusunan dan pengajuan DUPAK dapat terstandar dan mudah dipahami oleh guru dan pihak – pihak terkait, Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, perlu menyusun Petunjuk Teknis Penyusunan DUPAK dan Bukti Fisiknya

B. Dasar Hukum

Dasar Hukum petunjuk teknis penyusunan DUPAK:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Nomor 32 Tahun 2013 dan diubah kembali dengan Nomor 13 Tahun 2015;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru;

7. Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2014 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 Tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

(5)

2 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

9. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 03/V/PB/2010, No. 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

10. Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyesuaian Angka Kredit Guru PNS dan Guru Bukan PNS;

C. Tujuan

Tujuan Petunjuk Teknis ini adalah :

1. Meningkatkan pemahaman guru dalam prosedur kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru;

2. Meningkatkan pemahaman guru tentang unsur kegiatan guru yang dinilai angka kreditnya;

3. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam penyusunan, pengajuan DUPAK dan bukti fisiknya;

4. Meningkatkan pemahaman guru untuk mendiseminasikan prosedur penyusunan DUPAK dan bukti fisiknya kepada guru yang lain.

D. Ruang Lingkup

Penyusunan pengisian Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) bagi Guru dan Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB golongan III/a s.d IV/a meliputi aspek-aspek:

a. Pendidikan

b. Proses Pembelajaran/Pembimbingan c. Pengembangan Diri

d. Publikasi Ilmiah/Karya Inovasi e. Unsur Penunjang Kegiatan Guru

(6)

3 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

BAB II

TUGAS DAN FUNGSI TIM PENETAPAN ANGKA KREDIT

A. Kepala Sekolah

1. Membina pengembangan karir Guru

2. Membentuk koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) 3. Menyosialisasikan Peraturan Kenaikan pangkat dan Jabatan Fungsional Guru 4. Memvalidasi perkiraan Angka Kredit yang diajukan oleh Guru

5. Meneliti ulang kebenaran isi DUPAK dan bukti fisiknya 6. Menyetujui dan mengusulkan kenaikan pangkat Guru

7. Menandatangani DUPAK dan surat pernyataan melaksanakan tugas A. Cabang Dinas Pendidikan

1. Membentuk tim verifikasi dan validasi DUPAK

2. Menyampaikan informasi tentang jadwal kegiatan DUPAK online 3. Menerima dan mengadministrasikan usulan penetapan angka kredit 4. Memeriksa kelengkapan dan kebenaran bukti-bukti fisik DUPAK.

5. Menyerahkan DUPAK dan bukti fisiknya ke sekretariat Tim Penilai Dinas Pendidikan Provinsi.

B. Sekretariat Tim Penilai Dinas Provinsi

1. Menerima, mengadministrasikan dan memeriksa kelengkapan DUPAK dan bukti fisiknya.

2. Medistribusikan DUPAK kepada Tim Penilai.

3. Mendokumentasikan dan mengadminitrasikan hasil penilaiai Tim Penilai 4. Menyiapkan persidangan penilaian angka kredit

5. Menyampaikan PAK kepada Subag Kepegawaian dan Umum

(7)

4 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

BAB III

MEKANISME PENGUSULAN DUPAK A. Alur MekanismePengusulan dan Penilaian DUPAK

Input Pengajuan DUPAK Melalui Aplikasi OPAK

Pengajuan Ulang

Tidak

Lengkap Verifikasi Kelengkapan

Data

Verifikasi Berkas DUPAK Disetujui Kepala Sekolah

Verifikasi Berkas DUPAK Cabang Dinas Pendidikan

Verifikasi dan Validasi Bukti Fisik PBM, PKB dan Unsur

Berkas Dikembalikan

Mulai

Penilaian DUPAK

Ya

Lengkap

Selesai Cetak PAK

(8)

5 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

B. Pengusulan DUPAK Online 1. Input DUPAK

a. Proses input DUPAK dilakukan oleh guru

b. Guru menginput data pada aplikasi OPAK d e n g a n alamat http://opak.disdik.jabarprov.go.id.

c. Guru masuk ke dalam aplikasi OPAK dengan menggunakan username Nomor Induk Pegawai (NIP) dan password 11223344.

d. Pengusul menginput Penetapan Angka Kredit (PAK) Terakhir yang telah disesuaikan ke dalam apalikasi OPAK pada menu Buat DUPAK.

e. Pengusul menambahkan DUPAK pada menu Buat DUPAK. Langkah dalam menambahkan DUPAK, dengan langkah:

1) Melengkapi biodata pada tab biodata.

2) Menambahkan data pendidikan yang terdiri dari pendidikan terakhir dan pelatihan prajabatan pada tab pendidikan.

3) Menambahkan data penugasan yang terdiri dari proses pembelajaran/bimbingan dan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah pada tab penugasan.

4) Menambahkan data pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif pada tab PKB.

5) Menambahkan data ijazah yang tidak sesuai, kegiatan yang mendukung tugas guru dan penghargaan/tanda jasa pada tab penunjang.

6) Melakukan verifikasi nilai akhir yang diusulkan pada tab konfirmasi.

f. Manual book proses penginputan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.

2. Verifikasi DUPAK

a. Proses verifikasi DUPAK dilakukan oleh Tim Cabang Dinas.

b. Tim Cabang Dinas melakukan verifikasi pada aplikasi OPAK pada alamat http://opak.disdik.jabarprov.go.id.

c. DUPAK yang telah diusulkan oleh guru diverifikasi oleh Tim Cabang Dinas pada menu Daftar DUPAK.

d. Proses verifikasi oleh Tim Sekretariat Cabang Dinas dilakukan dengan memeriksa antara berkas yang dibawa oleh pengusul dengan data yang berada di aplikasi OPAK.

e. Verifikasi dilakukan dengan mencentang setiap komponen yang telah diusulkan guru f. Manual book proses verifikasi secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.

C. Penilaian DUPAK Online 1. Distribusi DUPAK

a. Distribusi DUPAK dilakukan oleh Tim Sekretariat GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat kepada Tim Penilai.

b. Tim Sekretariat GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melakukan distribusi DUPAK melalui aplikasi OPAK pada alamat http://opak.disdik.jabarprov.go.id. di menu Daftar DUPAK.

c. Proses distribusi oleh Tim Sekretariat GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dilakukan dengan memilih satu atau lebih DUPAK, dilanjutkan dengan memilih penilai yang bertanggung jawab untuk menilai DUPAK yang telah dipilih.

d. Manual book proses distribusi secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.

2. Penilaian DUPAK

a. Proses penilaian DUPAK dilakukan oleh Tim Penilai pada aplikasi OPAK pada alamat http://opak.disdik.jabarprov.go.id.

b. Jumlah DUPAK yang harus dilakukan proses penilaian oleh Tim Penilai sesuai dengan hasil distribusi oleh Tim Sekretariat GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

c. Penilaian dilakukan pada menu Daftar DUPAK dan memilih salah satu DUPAK yang akan dinilai. Langkah dalam proses penilaian, diantaranya:

1) Memeriksa biodata pengusul pada tab biodata.

(9)

6 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

2) Melakukan verifikasi usulan pada komponen pendidikan dan pelatihan prajabatan pada tab pendidikan.

3) Melakukan verifikasi usulan pada komponen pembelajaran/bimbingan dan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah pada tab penugasan.

4) Melakukan verifikasi usulan pada komponen pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif pada tab PKB.

5) Melakukan verifikasi usulan pada komponen ijazah yang tidak sesuai, kegiatan yang mendukung tugas guru dan penghargaan/tanda jasa pada tab penunjang.

6) Melakukan verifikasi nilai akhir dari usulan DUPAK pada tab konfirmasi.

d. Manual book proses penilaian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.

D. Sistematika Dupak Dan Bukti Fisiknya

Dupak dan bukti fisiknya disusun dengan urutan sbb :

1. DUPAK(format sesuai dengan lampiran I Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN nomor 03/5/PB/2010 dan nomor 14 tahun 2010)

2. Surat pernyataan melaksanakan tugas pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu (format sesuai lampiran II Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN nomor 03/5/PB/2010 dan nomor 14 tahun 2010)

3. Surat Pernyataan Kepala Sekolah tentang kegiatan melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan (format sesuai lampiran III Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN nomor 03/5/PB/2010 dan nomor 14 tahun 2010)

4. Surat pernyataan melaksanakan penunjang tugas guru (format sesuai lampiran IV Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN nomor 03/5/PB/2010 dan nomor 14 tahun 2010)

Surat pernyataan melaksanakan tugas dijadikan satu dengan bukti fisik melakukan kegiatan unsur utama dan unsur penunjang masing-masing.

(10)

7 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

BAB IV

BUKTI FISIK DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT A. Dokumen Kepegawaian

Dokumen Kepegawaian terdiri dari :

1. Surat Pengantar dari pejabat yang berwenang pengusul DUPAK.

2. Fotocopy konversi NIP.

3. Fotocopy PAK terakhir.

4. Fotocopy SK jabatan terakhir.

5. Fotocopy SK kenaikan pangkat terakhir.

6. Fotocopy Penyesuaian PAK, jika sudah disesuaikan. Bagi yang belum disesuaikan, agar melampirkan surat pernyataan belum memiliki penyesuaian PAK.

7. Fotocopy SK Penyesuaian jabatan fungsional guru, jika sudah disesuaikan. Bagi yang belum disesuaikan, agar melampirkan surat pernyataan belum memiliki SK penyesuaian jabatan fungsional guru.

8. Fotocopy Ijazah S1, S2, dan/atau S3 berikut Surat Izin Belajar atau SK Tugas Belajar yang sudah dan/atau akan diperhitungkan angka kreditnya.

9. Bagi yang Tugas Belajar agar melampirkan SK Pembebasan Sementara dari jabatan fungsional guru dan SK Pengangkatan Kembali setelah selesai tugas belajar.

10. Fotocopy sertifikat akreditasi Perguruan Tinggi, dengan nilai akreditasi minimal baik (B) 11. Fotocopy sertifikat pendidik.

12. Penilaian Prestasi Kerja PNS (PPK PNS) dua tahun terakhir minimal bernilai baik Catatan: Seluruh berkas yang difotocopy dilegalisir oleh atasan langsung/kepala Sekolah,

kecuali Ijazah dan Sertifikat pendidik oleh lembaga yang mengeluarkan.

B. Dokumen DUPAK 1. Pendidikan

a. Mengikuti pendidikan dan memperoleh gelar/ijazah/akta

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

101 a. Doktor (S.3) 1. IJAZAH dilegalisir oleh Dekan Fak, Ketua ST, Dirpoltek, Koordinator Kopertis

2. Surat Ijin Belajar/ Tugas belajar

3. Akreditasi prodi minimal B 4. Ijazah dari LN harus

disahkan Dirjen

Dikti/Kemenristek Dikti

200,000

102 b. Doktor (S.3) dari Pasca Sarjana 50,000

103 c. Pasca sarjana (S.2) 150,000

104 d. Pasca sarjana (S.2) dari Sarjana 50,000

105 e. Sarjana (S.1) / Diploma-IV 100,000

106 f. Sarjana (S.1) dari Sarmud / Diploma- III

40,000 107 g. Sarjana (S.1) dari D-

II/PGSLA/SGPLB

60,000 108 h. Sarjana (S.1) dari D-

I/PGSLTP/SMTA

75,000

109 i. Sarjana Muda/Diploma III 60,000

110 j. Sarjana Muda/Diploma-III dari Diploma-II/SGPLB

20,000 111 k. Sarjana Muda/Diploma-III dari

Diploma-I/PGSLTP

35,000

112 l. Diploma-II/PGSLTA/SGPLB 40,000

113 m. Diploma-II/SGPLB dari Diploma- I/PGSLTP

15,000

114 n. Diploma-I/PGSLTP 25,000

(11)

8 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

Kriteria Penilaian Ijazah:

1. Perguruan tinggi terakreditasi BAN PT 2. Ijazah terdaftar dalam portal dikti

3. Bukan pendidikan kelas jauh, kecuali program kerjasama Pemda dengan perguruan tinggi tertentu dalam rangka penuntasan guru minimal berkualifikasi S1/DIV

4. Pendidikan jarak jauh yang diakui hanya Universitas Terbuka 5. SK/surat izin belajar.

6. Surat Keputusan Tugas belajar dan Surat Keputusan pembebasan sementara 7. SK pengaktifan/pengangkatan kembali

8. Kualifikasi akademik sesuai dengan bidang tugas

9. Terakreditasi ban pt: prodi/jurusan minimal B. nilai akreditasi melalui website BAN PT dapat diketahui di http://www.ban-pt.or.id apabila di daerah tersebut tidak memiliki program studi terakreditasi B maka minimal C

b. Mengikuti pelatihan prajabatan bagi guru calon pegawai/program induksi

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

201 Pelatihan Prajabatan Fungsional bagi Guru Calon Pegawai Negeri Sipil / Program Induksi

▪ Surat Tanda Tamat Pelatihan disahkan oleh Kepala Sekolah/

Madrasah

▪ Sertifikat Induksi disahkan oleh Kepala Sekolah/

Madrasah

3,000

2. Pembelajaran/ Bimbingan Dan Tugas Tertentu

a. Surat pernyataan melaksanakan tugas pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu.

Telah melakukan kegiatan pembelajaran/pembimbingan dan tugas tertentu, sebagai berikut

NO. U R A I A N

HASIL PENILAIAN KINERJA NILAI KATEGORI Pembelajaran/Bimbingan dan Tugas Tertentu

A Melaksanakan proses pembelajaran

Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran,

mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian:

1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun

B. Melaksanakan proses bimbingan

Merencanakan dan melaksanakan pembimbingan, mengevaluasi dan menilai hasil bimbingan, menganalisis hasil bimbingan, melaksanakan tindak lanjut hasil pembimbingan

1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun C.

Melaksanakan proses pembelajaran TIK Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran,

mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis

(12)

9 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

hasil pembelajaran, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian TIK :

1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun

D. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah

1. Menjadi Wakil Kepala Sekolah;

• Tahun

• Tahun

• Tahun 2. dst

Demikian pernyataan ini dibuat dengan melampirkan hasil penilaian kinerja dan bukti fisik masing-masing, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

..., ...

Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

...

NIP b. Sub Unsur Pembelajaran dan Angka Kreditnya

Angka kredit sub unsur pembelajaran dinyatakan dalam Paket, karena setiap tingkat jabatan/pangkat memiliki angka kredit yang berbeda. Perhitungan angka kredit berpedoman kepada Pasal 17 Permeneg PAN dan RB Nomor 16 tahuan 2009. Berikut sub unsur Pembelajaran:

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

301 Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevalu-asi dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian

1. SK PBM dari kepala Sekolah

2. Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) / Penilaian Kinerja Bimbingan Konseling (PKBK) lengkap meliputi lampiran IA, IB, IC dan ID

Paket

302 Merencanakan dan melaksanakan pembimbingan, mengeva-luasi dan menilai hasil pembimbingan, menganalisis hasil pembimbingan, melaksanakan tindak lanjut hasil pembimbingan

Paket

303 a. Menjadi Kepala Sekolah per tahun Paket 75%

304 b. Menjadi Wakil Kepala Sekolah per tahun

Paket 50%

305 c. Menjadi ketua program

keahlian/program studi atau yang sejenisnya

Paket 50%

306 d. Menjadi kepala perpustakaan Paket

50%

307 e. Menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit produksi atau yang sejenisnya

Paket 50%

(13)

10 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

308 f. Menjadi pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang

menyelenggarakan pendidikan inklusi, pendidikan terpadu atau yang sejenisnya.

Paket 5%

309 g. Menjadi wali kelas Paket

5%

310 h. Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya

Paket 2%

311 i. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar

Paket 2%

312 j. Membimbing guru pemula dalam program induksi

Paket 5%

313 k. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler

Paket 5%/2%

314 l. Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan karya inovatif

Paket 5%/2%

315 m. Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi

tanggungjawabnya (khusus Guru Kelas)

Paket 5%

c. Angka Kredit Pembelajaran/Pembimbingan dan Tugas Tambahan 1) Jenjang jabatan dan angka Kreditnya

JEJANG JABATAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal 17 Permeneg PAN dan RB No 16/2009 Jabatan Pangkat dan Golongan AKK

AK K Tam

AK PB/B K

AKPK

B PEN

Guru Pertama

Penata Muda, IIIa 100

Penata Muda Tk 1, IIIb 150 50 42 3 + 0 5 Guru

Muda

Penata, IIIc 200 50 38 3 + 4 5

Penata Tk 1, IIId 300 100 81 3 + 6 10

Guru Madya

Pembina, IVa 400 100 78 4 + 8 10

Pembina Tk 1, IVb 550 150 119 4 + 12 15

Pembina Utama Muda, IVc 700 150 119 4 + 12 15 Guru

Utama

Pembina Utama Madya, IVd 850 150 116 5 + 14 15

Pembina Utama, IV e 1050 200 155 5 + 20 20

2) Penilaian Kinerja Guru dan Penilaian Kinerja Bimbingan Karier

Angka Kredit per tahun bagi jabatan fungsional guru dipengaruhi oleh kinerja guru dalam tahun tersebut. Hasil Penilaian Kinerja Guru menetapkan Kinerja guru menjadi 5 kriteria dan menghasil Nilai Penghargaan Kinerja (NPK) yang menjadi ukuran untuk menetapkan angka kredit.

KONVERSI NILAI KINERJA

PKG PKBK Skala 100 Katagori NPK 51-56 62-68 91-100 Amat Baik 125%

42-50 52-61 76-90 Baik 100%

34-41 41-50 61-75 Cukup 75%

28-33 34-40 51-60 Sedang 50%

(14)

11 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

≤27 ≤33 ≤50 Kurang 25%

3) Perhitungan Angka Kredit

AK per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM)* x NPK 4

*)Jam wajib mengajar 24 s/d 40, maka jam mengajarnya 24 s/d 40 = 1, jika JM < 24 dibagi 24, jika JM > 40 dibagi 40

a) Angka Kredit Guru Pertahun Contoh : 1

Mutiara S.Pd. Guru SMA Negeri 1 Bandung adalah Guru Muda Penata IIIc, pada bulan Nopember 2018 telah melaksanakan PKG dan mendapat nilai 49. Pada tahuan tersebut mutiara mengajr 24 JP, maka angka kredit yang diperoleh Mutiara adalah :

Nilai PKG 49

Konversi nilai PK GURU ke dalam skala 0 – 100 sesuai Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009 dengan rumus = 4956 100

87,50

Sebutan dan persentase angka kreditnya sesuai dengan Permenneg PAN & RB No.

16 Tahun 2009

Baik 100%

Perolehan angka kredit (pembelajaran/Bimbingan)

Ak Pertahun = (𝟏𝟎𝟎−(𝟑+𝟔)−𝟏𝟎)(𝟐𝟒𝟐𝟒)𝒙𝟏𝟎𝟎 𝟒

20,25

b) Angka Kredit Guru dengan Tugas Tambahan Mengaurangi JP

Guru yang mendapatkan tugas tambahan yang mengurangi jam Pelajaran yaitu Wakil Kepala Sekolah, Kepala labratorium/bengkel, Ketua Program Keahlian, dan Kepala Perpustakaan, memiliki komptensi yang berbeda oleh karenanya dihitung dengan perhitungan yang berbeda pula. Tabel konversi kinerja guru yang mendapatkan tugas tambahan adalah sebagai berikut.

Tabel Konversi Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan

rsi Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan

Guru yang dengan tugas tambahan yang mengurangi Jam pelajaran yaitu Wakil Kepala Sekolah, Kepala Perpustakaan, Kepala Bengkel /Kepala laboratorium, dan Ketua Program Keahlian memperoleh angka Kredit 50% dari PK Guru dan 50% dari PK tugas

tambahannya.

Contoh 2:

Supriadi Permana, S.Pd. adalah Guru Madya Pembina IVa, mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Pada tahun 2018 telah melaksanakan PKG mendapat nilai 49, dan PK Wakil Kepala Sekolah mendapat nilai 19.

(15)

12 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

Nilai PK GURU untuk:

▪ Pembelajaran/Bimbingan 49

▪ Tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah 19

Konversi nilai PK GURU ke dalam skala 0 – 100 sesuai Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009 dengan rumus

tertinggi 100 PKG

Nilai

PKG Nilai (100)

PKG

Nilai =

▪ Pembelajaran/Bimbingan = 4956𝑥100 87,50

▪ Tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah = 19

20𝑥100 95,00

Sebutan dan persentase angka kreditnya sesuai dengan Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009

▪ Pembelajaran/Bimbingan Baik 100%

▪ Tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Amat Baik 125%

Perolehan angka kredit (pembelajaran/Bimbingan) per tahun bagi guru dengan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah

=( (150−(4+12)−15)(2626)(100%)

4 )50%

14,875 Perolehan angka kredit tugas tambahan per tahun sebagai Wakil Kepala

Sekolah

=( (150−(4+12)−15)(125%)

4 )50%

18,594

c) Menghitung angka kredit guru dengan tugas tambahan yang tidak mengurangi jam pelajaran.

Guru yang mendapat tugas tambahan tetapi tidak mengurangi jam pelajaran (lampiran II surat pernyataan melaksanakan PBM) terdapat dua kategori, yaitu

- Ditetapkan dengan SK Kepala Sekolah minimal 1 tahun mendapat tambahan Ak 5%

dari Angka Kredit PKG.

- Ditetapkan dengan SK Kepala Sekolah kurang dari 1 tahun mendapat tambahan Ak 2%

dari Angka Kredit PKG.

Contoh 3

Cecep Rudiansyah, SPd. Adalah guru mata pelajaran Matematika dengan jabatan Guru Madya Pembina Tk1 IVb. Pada tahun 2018 mendapat tugas tambahan sebagai Wali Kelas kelas XI IPA 3 di sekolahnya. Selain itu sejak bulan Januari – Maret 2018 ditugaskan menjadi pembimbing OSN. Cecep Rudianaysah, S.Pd. telah melaksanakan PK Guru dan Mendapat nilai 49. Cecep Rudiyansyah mengajar 26 JP.

Nilai PK GURU untuk:

▪ Pembelajaran/Bimbingan 49

Konversi nilai PK GURU ke dalam skala 0 – 100 sesuai Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009 dengan rumus

tertinggi 100 PKG

Nilai

PKG Nilai (100)

PKG

Nilai =

(16)

13 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

▪ Pembelajaran/Bimbingan = 49

56𝑥100 87,50

Sebutan dan persentase angka kreditnya sesuai dengan Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009

▪ Pembelajaran/Bimbingan Baik 100%

Perolehan angka kredit (pembelajaran/Bimbingan) per tahun bagi guru dengan tugas tambahan sebagai Wali Kelas dan Pembina OSN

=( (150−(4+12)−15)(26

26)(100%)

4 )

29,750 Perolehan angka kredit tugas tambahan per tahun :

1. Sebagai Wali Kelas XII IPS 4 = 5% x 29.750 1,487

2. Sebagai Pembina OSN = 2% x 29,750 0,595

Catatan : Tugas tambahan pertahun maksimal 2 kegiatan.

Tabel. Angka Kredit Pertahun

KRITERIA GOLONGAN

III A III B III C III D IV A IV B IV C IV D Amat Baik 13.12 11.87 25.31 24.37 37.18 37.18 36.25 53.12 Baik 10.50 9.50 20.25 19.50 29.75 29.75 29.00 42.50 Cukup 7.87 7.12 15.18 14.62 22.31 22.31 21.75 31.87 Sedang 5.25 4.75 10.12 9.75 14.87 14.87 14.50 21.25 Kurang 2.62 2.37 5.06 4.87 7.43 7.40 7.25 10.62

3. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

a. Surat Pernyataan Melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Telah melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, sebagai berikut :

No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil

Jumlah Volume Kegiata

n

Angk a Kredi

t

Jumla h Angka Kredit

Keterangan/

bukti fisik

1 2 3 4 5 6 7 8

1. Melaksanakan Pengembangan Diri a. Diklat Fungsional b. Kegiatan Kolektif

Guru Jumlah 2. Melaksanakan

Publikasi Ilmiah a.

b.

c.

dst……….

Jumlah

(17)

14 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil

Jumlah Volume Kegiata

n

Angk a Kredi

t

Jumla h Angka Kredit

Keterangan/

bukti fisik

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Melaksanakan Karya Inovatif a.

b.

c.

dst………..

Jumlah

Demikian pernyataan ini dibuat dengan melampirkan bukti fisik, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

..., ...

Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

...

NIP

b. Jumlah angka kredit yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat

Jumlah minimum angka kredit untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat adalah sebagai berikut:

Dari Pangkat Ke Pangkat

Jumlah angka kredit minimal dari sub unsur

Sub unsur pengembangan

diri

Sub unsur publikasi ilmiah

dan atau karya inovatif Penata Pertama

golongan III/a

Guru Pertama golongan III/b

3 (tiga) - Guru Pertama

golongan III/b

Guru Muda golongan III/c

3 (tiga) 4 (empat) Guru Muda golongan

III/c

Guru Muda golongan III/d

3 (tiga) 6 (enam) Guru Muda golongan

III/d

Guru Madya golongan IV/a

4 (empat) 8 (delapan) Guru Madya

golongan IV/a

Guru Madya golongan IV/b

4 (empat) 12 (duabelas) Guru Madya

golongan IV/b

Guru Madya golongan IV/c

4 (empat) 12 (duabelas) Guru Madya

golongan IV/c

Guru Utama (*

golongan IV/d

5 (lima) 14 (empatbelas) Guru Utama

golongan IV/d

Guru Utama golongan IV/e

5 (lima) 20 (duapuluh)

(* bagi guru madya, golongan IV/c, yang akan naik jabatan menjadi guru utama, golongan IV d, , wajib melaksanakan presentasi ilmiah.

(18)

15 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

c.

Pengembangan Diri

1) Melaksanakan Diklat Fungsional

Pendidikan dan pelatihan fungsional adalah upaya peningkatan kompetensi guru dan/atau pemantapan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan yang sesuai dengan profesi guru yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas guru melalui lembaga yang memiliki izin penyelenggaraan dari instansi yang berwenang.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

401 1) Lamanya lebih dari 960 jam 1. Laporan

Pengembangan Diri 2. Surat Tugas dari

atasan langsung.

3. Foto Copy Sertifikat

15,000

402 2) Lamanya 641 – 960 jam 9,000

403 3) Lamanya 481 – 640 jam 6,000

404 4) Lamanya 161 – 480 jam 3,000

405 5) Lamanya 81 – 160 jam 2,000

406 6) Lamanya 30 – 80 jam 1,000

Kerangka Laporan Diklat Fungsional Bagian Awal:

Memuat judul kegiatan yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan, dimana kegiatan dilaksanakan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, lama waktu pelaksanaan kegiatan, surat penugasan, surat persetujuan dari Kepala Sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana kegiatan (jika ada).

Kegiatan kolektif guru yang dilaksanakan di kelompok kerja/musyawarah guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS), sertifikat diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/ musyawarah kerja guru.

1) Bagian Isi:

a) tujuan kegiatan yang dilakukan;

b) penjelasan isi kegiatan;

c) tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut; dan d) penutup.

2) Bagian Akhir

Lampiran, yang terdiri dari:

a) makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan;

b) matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana tabel berikut:

Nama Kegiatan

Peran Guru (Sebagai Peserta/Pemalaka

h/Pembahas

Institusi Penyelanggara

Tempat Kegiatan

Waktu Kegiatan

Nama-Nama Fasilitator /Pemakalah

/Pembahas

Dampak

*)

*) Adanya penambahan kompetensi pada guru sendiri maupun adanya perubahan dalam KBM yang lebih baik dan prestasi siswa.

(19)

16 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

2) Melaksanakan Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru baik di sekolah/madrasah maupun di luar sekolah/madrasah (seperti KKG/MGMP, KKKS/MKKS, Asosiasi Profesi lainnya) yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

407 1. Lokakarya atau kegiatan bersama (seperti kelompok kerja guru) untuk penyusunan perangkat kurikulum dan atau

pembelajaran

1. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah 2. Laporan untuk

setiap kegiatan yang diikuti yang dibuat oleh guru yang

bersangkutan

0,150

3. Keikutsertaan pada kegiatan ilmiah (seminar, kologium dan diskusi panel) : 408 a. Menjadi pembahas pada kegiatan

ilmiah

0,200

409 b. Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah 0,100

410 4. Kegiatan kolektif lainnya yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru

0,100

Kerangka Laporan Kegiatan Kolektif Guru Bagian Awal:

Memuat judul kegiatan yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan, dimana kegiatan dilaksanakan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, lama waktu pelaksanaan kegiatan, surat penugasan, surat persetujuan dari Kepala Sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana kegiatan (jika ada).

Kegiatan kolektif guru yang dilaksanakan di kelompok kerja/musyawarah guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS), sertifikat diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/ musyawarah kerja guru.

1) Bagian Isi:

a) tujuan kegiatan yang dilakukan;

b) penjelasan isi kegiatan;

c) tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut; dan

d) penutup.

2) Bagian Akhir

Lampiran, yang terdiri dari:

a) makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan;

b) matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana tabel berikut:

Nama Kegiatan

Peran Guru (Sebagai Peserta/Pemalaka

h/Pembahas

Institusi Penyelanggara

Tempat Kegiatan

Waktu Kegiatan

Nama-Nama Fasilitator /Pemakalah

/Pembahas

Dampak

*)

*) Adanya penambahan kompetensi pada guru sendiri maupun adanya perubahan dalam KBM yang lebih baik dan prestasi siswa.

(20)

17 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

d.

Publikasi Ilmiah

Untuk setiap kenaikan jenjang pangkat/golongan diatur jenis publikasi yang dapat dinilai.

Hal ini diperlukan agar macam publikasi yang diajukan, tidak didominasi oleh jenis tertentu, misalnya semua publikasi berupa diktat, atau tulisan ilmiah populer.

Ragam jenis publikasi untuk setiap jenjang penilaian adalah sebagai berikut:

Dari pangkat Ke pangkat

Jumlah angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan atau Karya Inovatif

Macam publikasi ilmiah yang wajib ada (minimal satu

publikasi) Penata Pertama

golongan III/a

Guru Pertama golongan III/b

-- -

Guru Pertama golongan III/b

Guru Muda golongan III/c

4 (empat) -

Guru Muda golongan III/c

Guru Muda golongan III/d

6 (enam) -

Guru Muda golongan III/d

Guru Madya golongan IV/a

8 (delapan) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e)

Guru Madya golongan IV/a

Guru Madya golongan IV/b

12 (duabelas) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e)

Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.b, 2.2.c atau 2.2.d) Guru Madya

golongan IV/b

Guru Madya golongan IV/c

12 (duabelas) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e)

Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.b, atau 2.2.c)

Guru Madya golongan IV/c

Guru Utama (*

golongan IV/d

14 (empatbelas) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e)

Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.b atau 2.2.c)

Buku pelajaran atau buku pendidikan (2.3.a, atau 2.3.c) Guru Utama

golongan IV/d

Guru Utama golongan IV/e

20 (duapuluh) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e) Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.a, atau, 2.2b) Buku pelajaran atau buku pendidikan (2.3.a, atau 2.3.c) Keterangan : Untuk setiap kenaikan pangkat/golongan, jumlah publikasi yang berbentuk diktat, atau karya terjemahan, atau tulisan ilmiah populer, atau paling banyak 3 (tiga) buah, Buku pedoman guru paling banyak 1 (satu) buah.

(21)

18 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

1) Persentasi pada forum ilmiah

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

501 1) Menjadi pemrasaran/nara sumber pada seminar atau lokakarya ilmiah

• Makalah, proceding.

• Dilengkapai bukti fisik sbb:

1. disahkan oleh kepala sekolah dan surat tugas 2. Ada surat undangan

sebagai pembicara dari panitia pertemuan ilmiah,

3. ada

keterangan/sertifikat/

piagam

4. Copy daftar hadir peserta (jika peserta tingkat kabupaten kota) 502 2) Menjadi pemrasaran/nara sumber

pada koloqium atau diskusi ilmiah

0,200 0,200

2) Melaksanakan publikasi Ilmiah hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal

a) Buku Ber ISBN

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

503 Membuat karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/

dipublikasikan dalam bentuk buku ber ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian BNSP.

▪ Buku asli atau foto kopi ber ISBN. Jika buku foto copy harus ada surat pernyataan keaslian dari atasan langsung.

▪ Bila diedarkan secara nasional, disertakan pernyataan dari penerbit.

▪ Bila buku tersebut telah lulus dari penilaian dari BSNP.

4,000

Contoh Sistematika Buku Hasil Penelitian Bagian Awal

Terdiri dari: halaman judul, pengantar, daftar isi, daftar tabel (bila ada), daftar tabel (bila ada), daftar gambar (bila ada)

Bagian Isi

Bagian isi buku hasil penelitian mengacu dari laporan penelitiannya, pada umunya terdiri dari:

✓ Bab I Pendahuluan (judul bab boleh diambil dari topik penelitian) atau ditulis ulang dari Bab I laporan penelitiannya.

✓ Bab II Kajian Teori (ditulis ulang dari bab II laporan penelitiannya)

✓ Bab III Metodologi Penelitian (ditulis ulang dari bab III laporan penelitian)

✓ Bab IV Hasil Penelitian (ditulis ulang dari laporan hasil penelitian)

✓ Bab V Catatan Penutup (bisa berisi simpulan dan saran)

✓ DAFTAR PUSTAKA

✓ LAMPIRAN b) Jurnal

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

504 Membuat karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang

3,000

(22)

19 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi.

• Jurnal ilmiah asli atau foto copy, menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari).

• Bila jurnal tersebut dinyatakan telah terakreditasi, harus disertai dengan keterangan akreditasi untuk tingkat nasional.

• Jika jurnal tersebut terbit secara online harus di print out dan juga harus menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari), dan disahkan yang menerbitkan jurnal atau atasan langsung

505 Membuat karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang

pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat provinsi.

2,000

506 Membuat karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang

pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah ilmiah tingkat kabupaten/

kota.

1,000

Jurnal ilmiah adalah terbitan berkala ilmiah yang dikeluarkan oleh:

- Institusi/lembaga Pendidikan tetapi bukan sekolah, - Dinas Pendidikan,

- Perguruan Tinggi,

- Asosiasi Profesi Guru/Pendidikan, MGMP, KKG minimal tingkat Kabupaten/Kota dan atau - Pihak swasta yang bekerjasama dengan isntitusi/lembaga pendidikan atau dinas pendidikan,

atau asosiasi profesi guru.

- Tidak diterbitkan oleh Yayasan, LSM, perorangan tanpa kerjasama dengan institusi Lembaga Pendidikan atau dinas Pendidikan, atau asosiasi profesi.

- Jika jurnal ilmiah tersebut terbit secara online harus diterbitkan oleh Lembaga yang kredibel dan di terbitkan biasanya oleh perguruan tinggi.

- Jurnal online harus jelas dan Webside resmi juga harus jelas URL nya.

Syarat Jurnal yang Baik

- Memiliki International Standard Serial Number (ISSN).

- Jurnal diterbitkan secara berkala (maksimal 4 kali/tahun).

- Mentaati etika publikasi halaman pada website (online).

- Isi yang terkandung di dalamnya adalah data dan informasi yang bersifat ilmiah, baik sebagai hasil penelitian maupun ide/gagasan.

- Memiliki dewan redaksi yang lengkap.

- Bagian dari lembaga pendidikan (perguruan tinggi) atau Asosiasi Profesi.

- Setiap terbit terdiri dari 9 – 15 Artikel

- Mempunyai reviewer/mitra bebestari yang berkapasitas c) Penelitian Tindakan Kelas

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

507 Membuat karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diseminarkan di sekolahnya, disimpan di perpustakaan.

1. Laporan penelitian disertai berita acara seminar

2. Berita acara berisi keterangan tentang, waktu, tempat, peserta, notulen seminar, dan dilengkapi dengan daftar hadir peserta.

4,000

(23)

20 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

3. Ditandatangani oleh pantia seminar/ kepala sekolah yang ditempati seminar

4. Peserta seminar minimal 15 guru yang berasal dari minimal 3 sekolah yang setingkat.

(khusus SILN, remote area, dan kekhususan sekolah misalnya SLB/PAUD hanya cukup di sekolah sendiri)

5. Sekali seminar maksimal 5 PTK dari orang yang berbeda

Rambu-Rambu PTK

• PTK minimal 2 siklus 1 siklus minimal 2 kali pertemuan.

• Tindakan tidak boleh berubah dari siklus satu ke siklus dua, dst.

• Materi boleh berubah dari siklus ke siklus tapi jika tidak berubah, ya boleh.

• Pada BAB hasil dan pembahasan harus ada analisis dengan teori/konsep yang telah dituliskan dlm BAB II. Tidak sekedar bagan/tabel, tetapi harus terjawab apa, mengapa, bagaimana

Sistematika PTK

- Bagian Awal : halaman judul, lembaran persetujuan, kata pengantar; daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, lampiran, dan abstrak.

- Bagian Isi :

• Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah ,Tujuan ,dan Kemanfaatan Hasil Penelitian

• Bab Kajian / Tinjauan Pustaka

• Bab Metode Penelitian

• Bab Hasil-hasil dan Diskusi Hasil Kajian, serta

• Bab Simpulan dan Saran-Saran.

• Bagian Penunjang : daftar pustaka dan lampiran yang selengkap-lengkapnya d) Tinjauan Ilmiah dan Best Pratice

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

508 Membuat makalah berupa tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya, tidak diterbitkan, disimpan di perpustakaan.

1. Makalah asli / foto kopi dengan

\ pernyataan keaslian dari kepala sekolah yang disertai tanda tangan kepala sekolah dan cap sekolah.

2. Tanda tangan Kepala Perpustakaan beserta Cap (disimpan di perpustakaan) 3. Makalah Tinjauan ilmiah bukan

artikel ringkasan PTK

2,000

Kerangka Tinjauan Ilmiah Bagian Awal

halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lampiran, serta ahstrak atau ringkasan.

Bagian Isi

✓ Bab Pendahuluan, Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, Manfaat

(24)

21 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

✓ Bab Kajian / Tinjauan Pustaka

✓ Bab Pembahasan Masalah yang didukung data-data yang ada di satuan pendidikannya. Yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah kejelasan ide atau gagasan penulis terkait dengan upaya pemecahan masalah

✓ Bab Simpulan.

Bagian Penunjang

Daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.

Kerangka Best Practice Bagian Awal

Terdiri dari halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar, dan Lampiran; serta abstraksi atau ringkasan.

Bagian Isi

Umumnya terdiri dari beberapa bab, yakni:

✓ Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat.

✓ Bab Kajian/Tinjauan Pustaka

✓ Bab Pembahasan Masalah yang didukung data berasal dari satuan pendidikannya. Cara pemecahan masalah yang menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah, termasuk hambatan hambatan yang harus diatasi yang dituangkan secara rinci. (Hal yang sangat perlu disajikan, pada bab ini, adalah keaslian, kejelasan ide/gagasan, dan kecemerlangan ide terkait dengan upaya pemecahan masalah di sekolah/Madrasahnya. Uraian ini merupakan inti tulisan Best Practice.

✓ Bab Simpulan.

✓ Bagian Penunjang:

✓ Memuat daftar pustaka dan Lampiran data yang digunakan dalam melakukan tinjauan atau gagasan ilmiah.

e) Tulisan Ilmiah Populer

Tulisan yang dipublikasikan di media masa (koran, majalah, Media online yang mempunyai alamat website resmi).

Berisi pengetahuan, ide, gagasan pengalaman penulis yang menyangkut bidang pendidikan pada satuan pendidikan penulis bertugas.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

509 Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan

pendidikannya dimuat di media masa tingkat nasional

1. Tulisan dari media masa yang memuat karya ilmiah penulis, dengan pengesahan dari kepala sekolah.

Pada guntingan media masa itu harus jelas nama media masa serta tanggal terbitnya.

2. Bila berupa foto copy harus ada pernyataan dari kepala sekolah yang menyatakan keaslian

3. Jika tulisan atau karya guru dimuat dalam media massa online maka harus di print out bukti fisiknya lengkap dengan menunjukkan bukti nama media yang memuat, terbitan tanggal dan harus di cetak dari halaman website resmi koran yang bersangkutan.

2,000

510 Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan

pendidikannya dimuat di media masa tingkat provinsi (koran daerah).

1,500

(25)

22 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

f) Jurnal Non Penelitian

g) Buku Pelajaran

h) Modul dan Diktat

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

511 Membuat Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran satuan

pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat nasional yang terakreditasi

• Jurnal ilmiah asli atau foto copy, menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari).

• Bila jurnal tersebut dinyatakan telah terakreditasi, harus disertai dengan keterangan akreditasi untuk tingkat nasional.

• Jika jurnal tersebut terbit secara online harus di print out dan juga harus menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari), dan disahkan yang menerbitkan jurnal atau atasan langsung

2,000

512 Membuat Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran satuan

pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat nasional yang tidak terakreditasi/ tingkat propvinsi.

1,500

513 Membuat Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran satuan

pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat lokal (kabupaten/

kota/sekolah/ madrasah dstnya).

1,000

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

514 Buku pelajaran yang lolos penilaian oleh BSNP

1. Buku asli/foto copy

menunjukkan nama penulis, nama penerbit, tahun

diterbitkan, dan keterangan- keterangan lain yang diperlukan

2. Jika buku foto copy harus ada pernyataan keaslian dari atasan langsung

6,000 515 Buku pelajaran yang dicetak oleh

penerbit dan ber-ISBN

3,000 516 Buku pelajaran dicetak oleh

penerbit tetapi belum ber-ISBN.

1,000

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

517 a) Digunakan di tingkat Provinsi dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Provinsi.

Modul/Diktat disahkan oleh kepala sekolah/madrasah.

Bila ada tambahan pengesahan dari kepala dinas pendidikan kab/kota, maka modul/diktat diakui tingkat kab/kota

Bila ada tambahan pengesahan dari kepala dinas pendidikan propinsi, maka modul/diktat diakui tingkat propinsi

1,500

518 b) Digunakan di tingkat

kota/kabupaten dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kota/

Kabupaten.

1,000

519 c) Digunakan di tingkat sekolah/madrasah setempat

0,500

(26)

23 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

Kerangka Isi Modul

Materi pada modul disusun dan disajikan sedemikian rupa agar siswa secara mandiri dapat memahami materi yang disajikan.

Modul umumnya terdiri dari:

1. Petunjuk siswa

2. Isi materi bahasan (uraian dan contoh) 3. Lembar kerja siswa

4. Evaluasi

5. Kunci jawaban evaluasi Kerangka Isi Diktat Bagian Pendahuluan 1. Daftar isi

2. Penjelasan tujuan diktat pelajaran Bagian Isi

1. Judul bab atau topik isi bahasan 2. Penjelasan tujuan bab

3. Uraian isi pelajaran 4. Penjelasan teori 5. Sajian contoh 6. Soal latihan Bagian penunjang Daftar Pustaka

i) Buku Pendidikan

Buku Pendidikan isinya tidak hanya untuk siswa dapat berupa informasi pengetahuan dalam bidang pendidikan

j) Karya Terjemahan

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

520 Buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN.

buku asli yang secara jelas menunjukkan nama penulis secara jelas menunjukkan nama penerbit, tahun diterbitkan, serta keterangan-keterangan lain

3,000 521 Buku dalam bidang pendidikan

dicetak oleh penerbit tetapi belum ber-ISBN.

1,500

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

522 Membuat karya hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/madrasah tiap karya.

▪ Buku asli yang menunjukkan nama buku yang

diterjemahkan, nama penulis, cover, dan daftar isi buku aslinya

▪ surat pernyataan dari kepala sekolah/madrasah yang menjelaskan perlunya karya terjemahan untuk menunjang proses belajar mengajar

1,000

(27)

24 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

k) Buku Pedoman Guru

Buku pedoman guru berisi rencana kerja guru dalam setahun mendatang, dapat dipakai oleh Kepala Sekolah untuk mengevaluasi kinerja guru yang bersangkutan

Setiap Periode Kenaikan Pangkat yang dinilai hanya 1 buku Pedoman Guru.

Nilai Angka Kredit Bersama sama

Nilai angka kredit untuk kegiatan publikasi ilmiah dan atau karya inovatif yang dilakukan secara bersama oleh beberapa guru, di berikan angka kredit sebagai berikut:

Jumlah guru yang melakukan

kegiatan

Pembagian angka kredit Penulis utama Penulis

pembantu I

Penulis pembantu II

Penulis pembantu III

2 orang 60% 40% - -

3 orang 50% 25% 25% -

4 orang 40% 20% 20% 20%

Jumlah penulis pembantu paling banyak 3 (tiga) orang. Bila jumlah penulis pembantu lebih dari 3 (tiga) orang, maka penulis pembantu nomor urut ke empat dan seterusnya tidak dapat memperoleh angka kredit.

e.

Karya Inovatif

Jenis Karya Inovatif dapat dikelompokan menjadi : 1) menemukan teknologi tetap guna

2) menemukan/mencip-takan karya seni 3) membuat/memodifi-kasi alat pelajaran

4) mengikuti pengembangan penyusunan standar . pedoman, soal dan sejenisnya 1) Menemukan Teknologi Tepat guna

Teknologi tepat guna yang selanjutnya disebut karya sains/teknologi adalah karya hasil rancangan/ pengembangan/percoba-an sains dan/atau teknologi yang dibuat atau dihasilkan dengan menggunakan bahan, sistem atau metodologi tertentu yang manfaatnya cukup mendukung praktik kehidupan masyarakat dan/atau dunia pendidikan sehari-hari.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

601 1) Kategori Kompleks ▪ Laporan cara pembuatan dan penggunaan alat/mesin , dilengkapi dengan gambar/foto karya teknologi tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

▪ Laporan cara pembuatan dan penggunaan media pembelajaran/bahan ajar interaktif berbasis komputer , dilengkapi dengan hasil pembuatan media pembelajaran/bahan ajar tersebut dalam cakram padat (compact disk/CD).

4,000

602 2) Kategori Sederhana 2,000

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

523 Membuat buku pedoman guru

Pedoman Kerja Guru yang menunjukkan nama penulis dan tahun rencana kerja, bukan merupakan pedoman pembelajaran saja.

Dilengkapi dengan pernyataan keaslian dari kepala sekolah yang disertai tanda tangan kepala sekolah dan cap sekolah.

1,500

(28)

25 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

▪ Laporan hasil eksperimen/percobaan sains/teknologi, dilengkapi dengan uraian persiapan, pelaksanaan dan hasil

eksperimen/ percobaan, dan foto saat melakukan eksperimen.

▪ Laporan Hasil Pengembangan Metodologi Pembelajaran/Penilaian, Berupa Makalah/

Buku Uraian Metodologi Pembelajaran/

Penilaian, metodologi yang dikembangkan bersifat inovasi, sudah

diujicobakan/diguna-kan di sekolah, ada bukti uji coba/penggunaan berupa foto

2) Menemukan/Menciptakan Karya Seni

Menemukan/menciptaan karya seni adalah proses perefleksian nilai-nilai dan gagasan manusia yang diekspresikan secara estetik dalam berbagai bentuk seperti rupa, gerak, bunyi, dan kata yang mampu memberi makna transendental, baik spriritual maupun intelektual bagi manusia dan kemanusiaan.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

603 1) Kategori Kompleks - Bukti fisik dapat disertakan langsung - bukti fisik tidak dapat disertakan

langsung

4,000

604 2) Kategori Sederhana 2,000

Karya seni dengan bukti fisik yang dapat disertakan langsung:

a) Karya sastra → dikirm karya sastranya (buku kumpulan cerpen, naskah cerpen di media masa dll) b) Karya seni musik/film/seni rupa ukuran kecil → dikirim:

- Laporan proses penciptaan dan publikasi - Hasil Karya yang telah dibuat

- Surat pernyataan kepemilikan, keaslian, dan belum pernah diusulkan untuk kenaikan pangkat sebelumnya

- Surat keterangan telah dipamerkan/ dipertunjukkan/ dipublikasikan/direkam dan diedarkan secara luas di tingkat kecamatan/kabupaten/kota atau

provinsi/nasional/internasional

Karya seni yang bukti fisiknya tidak dapat disertakan langsung:

a) Laporan proses penciptaan dan publikasi b) Rekaman tayangan (foto atau video)

c) Lembar pernyataan kepemilikan, keaslian, dan belum pernah diusulkan untuk kenaikan pangkat sebelumnya dari kepala sekolah/ madrasah

d) Surat keterangan telah dipamerkan/ dipertunjukkan/ dipublikasikan/direkam dan diedarkan secara luas di tingkat kecamatan/kabupaten/kota atau provinsi/nasional/internasional, atau e) Surat pengakuan sebagai karya seni dari masyarakat berupa kliping resensi dari media

massa cetak nasional (ber-ISSN), rekomendasi dari dewan kesenian daerah/organisasi profesi kesenian yang relevan minimal tingkat kecamatan/ kabupaten/kota

Jenis-Jenis Karya Seni:

Seni sastra:

• Setiap judul buku novel, naskah drama/film, atau buku cerita bergambar (komik) yang diterbitkan, ber-ISBN, dan diedarkan secara luas

• Setiap judul buku kumpulan minimal 10 cerpen, buku kumpulan minimal 20 puisi, diterbitkan, ber-ISBN, dan diedarkan secara luas

• Untuk cerpen dan puisi dapat berupa satuan karya yang sudah diterbitkan pada media masa dengan jumlah cerpen atau puisi yang dinilai adalah setiap 10 cerpen atau setiap 20 puisi

(29)

26 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

• Semua karya pada buku kumpulan karya sastra adalah karya guru yang bersangkutan dan bukan terjemahan.

Seni Desain Komunikasi Visual

• Setiap judul film/sinetron/wayang atau judul company profile berdurasi minimal 15 menit, diedarkan secara luas dan diakui oleh masyarakat

• Setiap minimal 5 baliho/poster seni yang berbeda, ukuran minimal 3x5 meter, dipasang di tempat umum dan diakui oleh masyarakat

• Setiap minimal 20 poster/ pamflet/ brosur seni yang berbeda, ukuran kecil, dicetak berwarna dan diedarkan secara luas dan diakui oleh masyarakat

Seni Musik

• Setiap 5 judul lagu yang telah direkam oleh instansi/perusahaan rekaman tertentu atau setiap 5 judul lagu yang telah dipublikasikan secara luas dan diakui oleh masyarakat/pihak berwenang (dinas, dewan kesenian, asosiasi seni dan sejenisnya)

• Setiap 10 naskah aransemen lagu yang telah diedarkan secara luas dan diakui masyarakat atau bila berupa buku telah diterbitkan dan ber-ISBN

Seni Busana

Setiap 10 kreasi busana yang berbeda, diperagakan, dan diakui oleh masyarakat.

Seni Rupa

• Setiap 5 lukisan/patung/ukiran/keramik yang berbeda, dipamerkan dan diakui oleh masyarakat.

• Setiap 10 karya seni fotografi yang berbeda, dipublikasikan/dipamerkan dan diakui oleh masyarakat

• Setiap 10 jenis karya seni ukuran kecil yang berfungsi sebagai souvenir, diedarkan secara luas dan diakui oleh masyarakat.

3) Membuat /Memodifikasi Alat Pelajaran

Alat pelajaran adalah alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses pembelajaran/

bimbingan pada khususnya dan proses pendidikan di sekolah pada umumnya. Alat pelajaran = media pelajaran.

Alat Pelajaran meliputi :

▪ Alat bantu presentasi (contoh: papan tulis inovatif, proyektor sederhana dan sejenisnya)

▪ Alat bantu olahraga (contoh: alat bantu loncat tinggi, alat bantu senam dan sejenisnya)

▪ Alat bantu praktik (contoh: alat penepat pengeboran (jig), alat penjepit (fixtures), panel listrik, adjustable power suply dan sejenisnya)

▪ Alat lain yang membantu kelancaran proses pembelajaran/bimbingan atau pendidikan di sekolah.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

605 a) Kategori Kompleks • Laporan tertulis tentang cara pembuatan dan penggunaan alat pelajaran yang dilengkapi dengan gambar/foto alat pelajaran tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

• Lembar Pengesahan/Pernyataan dari Kepala Sekolah bahwa alat pelajaran tersebut dipergunakan di sekolah

2,000

606 b) Kategori Sederhana 1,000

4) Membuat /Memodifikasi Alat Peraga

Alat peraga adalah alat yang digunakan untuk memperjelas konsep/ teori/ cara kerja tertentu yang dipergunakan dalam proses pembelajaran atau bimbingan.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

(30)

27 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

607 a) Kategori Kompleks • Laporan tertulis tentang cara pembuatan dan penggunaan alat peraga yang dilengkapi dengan gambar/foto alat peraga tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

• Lembar Pengesahan/Pernyataan dari Kepala Sekolah bahwa alat peraga tersebut dipergunakan di sekolah

2,000

608 b) Kategori Sederhana 1,000

Kriteria Alat Peraga

▪ Poster/gambar = berjumlah minimal 3 poster

▪ Alat permainan pendidikan = berjumlah 1-2 set

▪ Model = berjumlah minimal 2 set

▪ Benda potongan = minimal ukuran PxLxT=20x10x10 cm

▪ Film/video = durasi minimal 15 menit

▪ Animasi komputer = durasi 5 menit 5) Membuat /Memodifikasi Alat Praktikum

Alat praktikum adalah alat yang digunakan untuk praktikum sains, teknik, bahasa, ilmu sosial, humaniora dan keilmuan lainnya.

Jenis alat praktikum :

▪ Alat praktikum sains (fisika, kimia, biologi)

▪ Alat praktikum teknik (mesin, listrik, sipill, bahasa, ilmu sosial, humaniora dan lainnya.

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

609 1) Kategori Kompleks ▪ Laporan tertulis tentang cara pembuatan dan penggunaan alat praktikum yang dilengkapi dengan gambar/foto alat praktikum tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

▪ Lembar Pengesahan/Pernyataan dari Kepala Sekolah bahwa alat praktikum tersebut dipergunakan di sekolah

4,000

610 2) Kategori Sederhana 2,000

Kriteria alat praktikum:

▪ Alat praktikum sains = minimal ukuran PxLxT = s.d. 40 x 20 x 20 cm persegi, jumlah minimal 2 set

▪ Alat praktikum teknik = minimal ukuran PxLxT = s.d. 40 x 20 x 20 cm persegi, jumlah minimal 2 set

▪ Alat praktikum bahasa, ilmu sosial, humaniora dan lainnya = durasi pemakaian minimal 30 menit, minimal 1 set.

Format Laporan Alat praktikum/pelajaran/peraga

▪ Halaman judul

▪ Halaman pengesahan oleh kepala sekolah.

▪ Halaman pernyataan dari pembuat bahwa alat pelajaran ini benar-benar asli hasil karyanya.

▪ Kata pengantar pembuat.

▪ Daftar isi laporan

▪ Daftar gambar

▪ Nama Alat

▪ Tujuan

▪ Manfaat

▪ Rancangan/desain alat dilengkapi dengan gambar rancangan atau diagram alir serta daftar dan foto alat dan bahan yang digunakan).

(31)

28 | Juknis PAK Guru Rev.2020.a

▪ Prosedur pembuatan alat (dilengkapi dengan foto pembuatan

▪ Penggunaan alat di sekolah (dilengkapi dengan foto penggunaan).

6) Mengikuti Pengembangan Penyusunan Standar, Pedoman, Soal dan Sejenisnya

Kode Unsur Utama Bukti Fisik AK

611 1) Mengikuti Kegiatan

Penyusunan Standa/Pedoman/

Soal dan sejenisnya pada tingkat nasional.

• Laporan tertulis tentang cara pembuatan dan penggunaan alat praktikum yang dilengkapi dengan gambar/foto alat praktikum tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

• Lembar Pengesahan/Pernyataan dari Kepala Sekolah bahwa alat praktikum tersebut dipergunakan di sekolah

1,000

612 2) Mengikuti Kegiatan Penyusunan

Standar/Pedoman/ Soal dan sejenisnya pada tingkat provinsi.

1,000

Laporan Hasil Pengembangan Metodologi Pembelajaran/Penilaian 1. Berupa Makalah/Buku Uraian Metodologi Pembelajaran/ Penilaian

2. Metodologi yang dikembangkan bersifat inovasi (pengembangan dari yang sudah ada atau hal baru)

3. Sudah diujicobakan/digunakan di sekolah 4. Ada bukti uji coba/penggunaan berupa foto 5. Disyahkan oleh kepala sekolah

Format Laporan Pembuatan Alat Pelajaran/Peraga/Praktikum

• Halaman judul

• Halaman pengesahan oleh kepala sekolah.

• Halaman pernyataan dari pembuat bahwa alat pelajaran ini benar-benar asli hasil karyanya.

• Kata pengantar pembuat.

• Daftar isi laporan

• Daftar gambar

• Nama Alat

• Tujuan

• Manfaat

• Rancangan/desain alat dilengkapi dengan gambar rancangan atau diagram alir serta daftar dan foto alat dan bahan yang digunakan).

• Prosedur pembuatan alat (dilengkapi dengan foto pembuatan

• Penggunaan alat di sekolah (dilengkapi dengan foto penggunaan).

4. Melaksanakan Penunjang Tugas Guru

a. Surat Pernyataan Kepala Sekolah Melaksanakan Kegiatan Penunjang Telah melakukan kegiatan penunjang tugas guru, sebagai berikut:

No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil

Jumlah Volume Kegiatan

Angka Kredit

Jumlah Angka Kredit

Keterangan/

bukti fisik

1 2 3 4 5 6 7 8

1.

2.

dst

Jumlah

Gambar

Tabel Konversi Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan

Referensi

Dokumen terkait

Ultimately, we argue that while physiotherapy education should embrace the unique nature of skills training as an opportunity to stimulate students to develop their ethical sensibility,