• Tidak ada hasil yang ditemukan

distribusi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "distribusi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penderita DM tipe 2 memiliki risiko 2-4 lebih besar terkena penyakit jantung koroner dibandingkan orang tanpa DM. Pirngadi Medan dari pasien yang terdiagnosis DM tipe 2, terdapat 667 pasien yang mengalami komplikasi pada periode tahun 2012.

Rumusan Masalah

Selain itu, dua pertiga pasien meninggal karena penyakit jantung dan stroke.25 Di dunia Barat, DM tipe 2 merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular, kebutaan, dan penyakit ginjal stadium akhir.26. Mengingat kecenderungan peningkatan prevalensi DM khususnya DM tipe 2 dan komplikasi yang ditimbulkannya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai distribusi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan jenis komplikasi pada pasien DM tipe 2. komplikasi dirawat di RSUD Dr.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

Distribusi umur, jenis kelamin, profesi, tingkat pendidikan dan jenis komplikasi pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi yang dirawat di RSUD Dr. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe 2 dengan komplikasi yang dirawat di RSUD Dr. Berikut sebaran penderita DM tipe 2 dengan komplikasi yang dirawat berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, profesi dan jenis komplikasi di RSUD Dr.

Pirngadi Medan tahun 2012 berdasarkan jenis kelamin dimana pasien DM tipe 2 dengan komplikasi terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 55 orang (56,7%) sedangkan pasien dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 42 orang (43,3%) ditemukan. Distribusi Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi Rawat Inap Berdasarkan Jenis Kelamin di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2012 berdasarkan jenis kelamin dimana pasien DM tipe 2 dengan komplikasi terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 55 orang (56,7%) sedangkan pasien dengan jenis kelamin perempuan ditemukan sebanyak 42 orang (43,3%).

Distribusi pasien DM tipe 2 dengan komplikasi rawat inap berdasarkan tingkat pendidikan di RSUD Dr. Distribusi Penderita DM Tipe 2 Dengan Komplikasi Yang Rawat Inap Berdasarkan Jenis Komplikasi Di RSUD Dr. Pirngadi Medan pada tahun 2012, berdasarkan jenis komplikasi, pasien DM tipe 2 yang mengalami komplikasi kardiovaskular paling tinggi yaitu 47 orang (48,5%), sedangkan persentase terendah adalah pasien retinopati diabetik dan DKA masing-masing 2 orang (2,1) . %).

3 Proporsi penderita DM tipe 2 dengan komplikasi berdasarkan jenjang pendidikan terakhir lebih tinggi pada jenjang sekolah menengah yaitu sebanyak 72 orang (74,3%). 4 Persentase penderita DM tipe 2 dengan komplikasi akibat pekerjaan tertinggi terdapat pada pasien dengan pekerjaan PNS yaitu sebanyak 41 orang (42,3%). Distribusi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan jenis komplikasi pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi.

Gambar 2.1. Bagan langkah diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa 1        Pemeriksaan  TTGO  dengan  beban  75  g  glukosa  lebih  sensitif  dan  spesifik  dibanding  dengan  pemeriksaan  glukosa  plasma  puasa
Gambar 2.1. Bagan langkah diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa 1 Pemeriksaan TTGO dengan beban 75 g glukosa lebih sensitif dan spesifik dibanding dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Diabetes Melitus

Klasifikasi DM

Walaupun terdapat 4 tipe DM, namun secara umum DM dikategorikan menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Peningkatan persentase sebaran lemak tubuh yang dominan di area perut dapat meningkatkan risiko terjadinya tipe DM. 2 DM.14,27.

Faktor Risiko DM Tipe 2

  • Faktor Genetik
  • Faktor Lingkungan

Banyak penelitian menunjukkan peningkatan risiko terkena DM tipe 2 pada orang dengan aktivitas fisik yang lebih sedikit. Obesitas berhubungan dengan resistensi insulin yang memungkinkan terjadinya kegagalan toleransi glukosa sehingga akan memicu terjadinya DM tipe 2.

Patogenesis DM Tipe 2

  • Fisiologi Insulin
  • Patogenesis

Neuropati otonom dan remodeling otot esofagus dapat terjadi pada pasien diabetes tipe 2 yang sudah berlangsung lama. Angka kejadian gastroparesis pada pasien diabetes tipe 2 tergolong rendah, sekitar 1%, namun lebih tinggi dibandingkan pada pasien tanpa diabetes. Penderita diabetes tipe 2 dengan komplikasi adalah semua pasien yang dirawat di rumah sakit berdasarkan diagnosa dokter sebagaimana tercatat dalam kartu status.

1 Proporsi penderita DM tipe 2 dengan komplikasi berdasarkan umur mencapai proporsi tertinggi pada kelompok umur 51-60 tahun yaitu sebanyak 38 orang (39,2%). 2 Proporsi penderita DM tipe 2 dengan komplikasi berdasarkan jenis kelamin, dimana penderita DM tipe 2 dengan komplikasi terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 55 orang (56,7%). 5 Proporsi penderita DM tipe 2 yang mengalami komplikasi berdasarkan jenis komplikasi mencapai proporsi tertinggi pada penderita DM tipe 2 yang mengalami komplikasi kardiovaskular yaitu sebanyak 47 orang (48,5%).

Penegakan Diagnosa

Skrining

ADA merekomendasikan skrining DM tipe 2 pada orang dewasa yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan (BMI α25 kg/m2) dan memiliki faktor risiko DM (Tabel 2.1.). Jika individu tidak memiliki faktor risiko, skrining dapat dimulai pada usia 45 tahun.14 Bertentangan dengan pernyataan ini, Inzucchi berpendapat bahwa skrining DM tipe 2 direkomendasikan hanya untuk individu dewasa tanpa gejala dengan tekanan darah lebih dari 135/80. mmHg. 49. Berbeda dengan penyakit lain, tes yang digunakan untuk skrining dan diagnosis DM adalah sama. Namun, ada perbedaan antara tes diagnostik dan skrining.

Tes diagnostik dilakukan pada mereka yang menunjukkan tanda/gejala DM tipe 2, sedangkan tes skrining bertujuan untuk mengidentifikasi mereka yang tidak memiliki gejala namun berisiko terkena DM tipe 2.27 Jenis tes yang direkomendasikan untuk skrining DM tipe 2 tipe 2 adalah glukosa darah puasa atau HbA1C 13 Pemeriksaan dapat diulang dengan selang waktu 1-3 tahun tergantung hasil pemeriksaan yang diperoleh.

Penatalaksanaan

  • Edukasi
  • Terapi Gizi Medis
  • Latihan Jasmani
  • Intervensi Farmakologis

Pendidikan kesehatan merupakan program kesehatan yang sangat mendasar bagi setiap pasien DM tipe 2. 1 Materi konseling harus komprehensif meliputi a) etiologi, b) faktor pencetus, c) patofisiologi, d) gejala penyakit dini, lanjut dan pada kondisi gawat darurat, e ) pola makan, f) olah raga, g) kebersihan dan kesehatan tubuh (memperhatikan masalah kulit dan kaki, h) pengobatan dengan tablet atau suntikan insulin 2.13 Strategi penyuluhan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan status sosial masing-masing. Prinsip terapi nutrisi medik adalah mengatur pola makan berdasarkan status gizi pasien DM tipe 2 dan memodifikasi pola makan berdasarkan kebutuhan individu.50 Dalam program ini perlu ditekankan pentingnya makan teratur, jenis dan jumlah. makanan, terutama bagi mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Dan penderita DM tipe 2 dengan hipertensi sebaiknya membatasi asupan garamnya, yaitu sekitar 2400 mg natrium (1 sendok teh = 3000 mg natrium).

Pengaturan olah raga atau olah raga sesuai kondisi fisik berperan dalam pengendalian kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.2 Aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki ke pasar, naik tangga, mencuci, berkebun harus dilakukan1 karena aktivitas tersebut juga berfungsi sebagai manajemen. dari DM tipe 2.50. Manfaat olahraga bagi penderita DM tipe 2 adalah: a) menurunkan kadar gula darah saat berolahraga sampai dengan 24 jam setelah olahraga; b) meningkatkan sensitivitas insulin; Apabila langkah pendekatan non farmakologi belum mencapai tujuan pengendalian DM tipe 2, dilanjutkan dengan penambahan intervensi farmakologi, disertai pola makan dan olahraga (gaya hidup sehat).

Obat ini dikontraindikasikan pada pasien gagal jantung karena dapat memperburuk edema/retensi cairan dan juga mengganggu fungsi hati. Terapi insulin pada akhirnya dibutuhkan oleh sejumlah besar penderita DM tipe 2.13 Penyakit ini berkembang dan sel β habis dan tidak dapat lagi distimulasi oleh tablet hipoglikemik.2.

Komplikasi

  • Komplikasi Metabolik Akut
  • Komplikasi Metabolik Kronik

Koma hiperglikemik hiperosmolaritas non-ketotik (NNHK) merupakan komplikasi metabolik akut DM yang sering terjadi pada pasien DM tipe 2 yang lebih tua28 (biasanya >60 tahun)17 dengan riwayat poliuria dalam beberapa minggu sebelumnya, penurunan berat badan, dan berkurangnya asupan makanan yang menyebabkan penyakit DM. berujung pada keadaan kebingungan, lesu dan koma 13 Penderita DM tipe 2 yang mengalami komplikasi ini biasanya tidak mengetahui dirinya menderita DM 17 Komplikasi ini diakibatkan oleh diuresis osmotik akibat hiperglikemia dan dehidrasi 2 HHNK biasanya berkembang relatif lambat dalam hitungan hari atau minggu. Selain itu, hati diasumsikan kurang mampu mensintesis badan keton atau rasio insulin/glukagon tidak memungkinkan terjadinya ketogenesis. Setelah hemodinamik stabil, lanjutkan dengan cairan intravena saline 4,5% sesuai perkiraan defisit cairan, diikuti dengan pemberian dekstrosa 5% ketika kadar glukosa normal13 (biasanya 100 hingga 200 ml per kg, atau total 9-10L) . 13.17 Defisit cairan total harus dipenuhi dalam 1-2 hari (200-300 ml/jam).

Selain itu, pemberian insulin juga diperlukan dalam penanganan kasus ini.13 Namun, sebelum insulin diberikan, perlu diberikan cairan yang cukup untuk mencegah pergeseran cairan intraseluler yang berpotensi menyebabkan perburukan hipotensi, kolaps pembuluh darah, dan kolaps pembuluh darah. kematian. . Berbagai penelitian menunjukkan komplikasi DM tipe 2 disebabkan oleh gangguan metabolisme, terutama hiperglikemia kronis. 13,26 Pengurangan hiperglikemia kronis dapat mengurangi kejadian komplikasi nefropati, neuropati, dan retinopati. 13 Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua penderita DM tipe 2 mengalami komplikasi kronis. Peningkatan konsentrasi sorbitol dan fruktosa meningkatkan osmolaritas seluler.13 Hal ini mengakibatkan masuknya air ke dalam sel dan reaksi ionik dan metabolik yang secara agregat akan menyebabkan kerusakan sel terkait.

Neuropati diabetik (ND) adalah salah satu komplikasi kronis yang paling umum ditemukan pada pasien DM tipe 220 Hampir 50% individu dengan diabetes kronis mengalami komplikasi ini tanpa penyebab neuropati perifer lainnya. Seperti komplikasi lainnya, perkembangan neuropati berhubungan dengan durasi diabetes dan kontrol glikemik. DM tipe 2 dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular seperti: penyakit arteri perifer, hipertensi, gagal jantung kronik, penyakit jantung koroner, dan penyakit serebrovaskular 2,13 Penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu komplikasi makrovaskuler merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan. pada penderita DM tipe 2 21. Beberapa faktor risiko munculnya penyakit kardiovaskular pada penderita DM tipe 2 antara lain: dislipidemia, hipertensi, obesitas, aktivitas rendah dan merokok.

Terjadinya masalah kaki diabetik diawali dengan hiperglikemia pada penderita DM tipe 2 sehingga mengakibatkan neuropati, gangguan pembuluh darah dan penyembuhan luka yang buruk. Ulkus kaki dan infeksi merupakan masalah utama morbiditas.

Kerangka Konsep

Salah satu faktor risiko DM tipe 2 adalah usia >40 tahun, karena pada usia tersebut umumnya terjadi penurunan fungsi fisiologis secara cepat. Sebaran penderita DM tipe 2 berdasarkan jenis kelamin sangat bervariasi.2 Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan hasil antara penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Tarigan (2011) di RSUD Herna Medan periode tahun 2012 yang memperoleh proporsi tertinggi pada perempuan. jenis kelamin sebanyak 80 orang (59,7%), sedangkan pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 54 orang (40,3%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien DM tipe 2 dengan komplikasi yang datang ke rumah sakit untuk berobat adalah pegawai negeri sipil, hal ini berhubungan dengan lebih mudahnya akses untuk menerima pengobatan di rumah sakit seperti tersedianya ASKES.

Hal ini sesuai dengan penelitian Liu (2010) di 4 kota besar di China: Shanghai, Chengdu, Beijing, dan Guangzhou pada bulan Maret-Juli 2007, yang menemukan bahwa proporsi pasien DM tipe 2 yang mengalami komplikasi berdasarkan jenis Komplikasi tertinggi adalah komplikasi kardiovaskular sebanyak 459 orang, hal ini sesuai dengan teori bahwa DM tipe 2 merupakan salah satu risiko utama penyakit kardiovaskular. 1 Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan sampel yang lebih luas untuk dapat melihat sebaran DM tipe 2 dengan komplikasi di kota Medan. 2 Bagi peneliti selanjutnya agar memasukkan kadar HbA1C, total pendapatan, dan durasi DM tipe 2 ke dalam variabel yang akan diteliti.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Desain Penelitian
  • Tempat dan Waktu Penelitian
    • Tempat Penelitian
    • Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
    • Populasi
    • Sampel
    • Metode Pengumpulan Data
  • Defenisi Opersional
  • Pengolahan dan Analisis Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  • Hasil Penelitian
    • Lokasi Penelitian
    • Karakteristik Sampel
    • Umur Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Jenis Kelamin Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Tingakt Pendidikan Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Pekerjaan Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Jenis Komplikasi Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
  • Pembahasan
    • Umur Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Jenis Kelamin Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Tingkat Pendidikan Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Pekerjaan Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi
    • Jenis Komplikasi Penderita DM Tipe 2 dengan Komplikasi

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan
  • Saran

Gambar

Gambar 2.1. Bagan langkah diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa 1        Pemeriksaan  TTGO  dengan  beban  75  g  glukosa  lebih  sensitif  dan  spesifik  dibanding  dengan  pemeriksaan  glukosa  plasma  puasa
Tabel  4.1  Distribusi  penderita  DM  tipe  2  dengan  komplikasi  yang  dirawat  inap  berdasarkan  umur  di  RSUD  Dr
Tabel  4.2  Distribusi  penderita  DM  tipe  2  dengan  komplikasi  yang  dirawat  inap  berdasarkan  jenis  kelamin  di  RSUD  Dr
Tabel  4.3  Distribusi  penderita  DM  tipe  2  dengan  komplikasi  yang  dirawat  inap  berdasarkan  tingkat  pendidikan  di  RSUD  Dr
+7

Referensi

Dokumen terkait

Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia continues to increase from 2013 to 2018. Diabetes Mellitus is associated with the production of the hormone insulin in the cells of