• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ditunjukkan dari banyaknya kejadian kegagalan lereng di jalan poros Balikpapan- Samarinda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Ditunjukkan dari banyaknya kejadian kegagalan lereng di jalan poros Balikpapan- Samarinda"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lereng adalah permukaan medan yang miring pada sudut terhadap bidang horizontal. Jika dua permukaan tanah memiliki ketinggian yang berbeda, maka akan terjadi gaya-gaya sehingga tanah yang lebih tinggi cenderung turun, yang umumnya disebut sebagai gaya gravitasi yang menghasilkan erosi. Berdasarkan frekuensi kejadian dan intensitas geologinya, Kota Balikpapan khususnya jalan poros Balikpapan-Samarinda merupakan daerah yang harus diwaspadai terhadap potensi terjadinya longsoran pada lereng.

Ruas jalan poros Balikpapan-Samarinda merupakan jalan nasional yang menghubungkan kedua kota tersebut dan saat menjadi satu jalur, ruas jalan mengalami kemacetan panjang pada saat jam puncak kepadatan lalu lintas di daerah tersebut. Lereng pada ruas jalan sangat berpotensi untuk terjadinya longsor yang disebabkan tidak seimbangnya gaya yang bekerja. Akes suatu jalan butuh lebih memperhatikan kondisi stabilitas lereng. Lereng pada jalan poros Balikpapan- Samarinda merupakan salah satu zona yang rentan terhadap pergerakan tanah..

Ditunjukkan dari banyaknya kejadian kegagalan lereng di jalan poros Balikpapan- Samarinda. Pada bulan Agutus 2020, terjadi peristiwa longsoran lereng yang dipicu oleh beberapa penyebab di ruas jalan poros Balikpapan-Samarinda tepatnya di KM.11 Balikpapan yang telah membuat separuh badan jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Longsoran lereng bermula dari bocornya pipa PDAM berdiameter 300 mm yang terjadi pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 dan penurunan kontur jalan sedalam 30 hingga 40 cm. Faktor cuaca pada bulan Agustus hingga akhir tahun yang merupakan musim penghujan juga memperparah kondisi dan stabilitas lereng di kawasan KM.11 Balikpapan.

Dikarenakan banyaknya aktivitas transportasi pada jalan poros Balikpapan- Samarinda, sehingga sangat penting mengetahui nilai keamanan (SF) pada stabilitas lereng guna meminimalisir resiko materil pada insfrastruktur maupun suprastruktur.

(2)

2 Diperlukan upaya berupa evaluasi longsoran lereng sebagai langkah untuk penganggulangan yang tepat. Evaluasi tersebut adalah dengan melakukan permodelan komputer untuk menentukan faktor keamanan dengan kondisi tanpa perkuatan secara geoteknik dengan menganalisa terhadap beban kendaraan, geometri lereng dan propertis tanah. Analisis terhadap perkuatan di lapangan untuk kestabilan lereng juga perlu dilakukan, mengingat kelongsoran di KM.11 terjadi cukup lama tanpa perkuatan dan kegagalan lereng yang cukup parah dan mengakibatkan jalan tidak berfungsi optimal. Maka dari itu jika dianalisis menggunakan permodelan program, hasil nilai dari faktor keamanan (SF) harus melampaui nilai izin yaitu 1,5. Sehingga dapat dijadikan rekomendasi perkuatan di longsoran yang serupa yang terdapat pada jalan poros Balikpapan-Samarinda.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan permasalahan pada Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Berapa besar nilai faktor keamanan (SF) stabilitas tanah pada lereng jalan poros Balikpapan-Samarinda KM.11 sebelum dilakukan perkuatan?

2. Apa penyebab dari longsoran yang terjadi pada ruas jalan Km. 11 Balikpapan?

3. Berapa besar nilai faktor keamanan (SF) stabilitas tanah pada lereng jalan poros Balikpapan-Samarinda KM.11 setelah dilakukan perkuatan dengan dinding penahan tanah?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Menghitung besar nilai faktor keamanan (SF) stabilitas tanah pada lereng jalan poros Balikpapan-Samarinda KM.11 sebelum dilakukan perkuatan 2. Mengetahui penyebab dari longsoran yang terjadi pada ruas jalan Km. 11

Balikpapan

3. Mengetahui besar nilai faktor keamanan (SF) stabilitas tanah pada lereng jalan poros Balikpapan-Samarinda KM. 11 setelah dilakukan perkuatan dengan dinding penahan tanah

(3)

3 1.4 Batasan Masalah

Adapun Batasan masalah dari penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut

1. Evaluasi longsoran dilakukan pada kejadian longsor di Jalan Soekarno Hatta KM. 11 Ruas Jalan Balikpapan-Samarinda.

2. Analisis penyebab longsoran dilakukan dengan permodelan terhadap propertis tanah, beban kendaraan dan geometri lereng

3. Analisis stabilitas tanah setelah dilakukan perkuatan menggunakan desain yang telah direncanakan oleh pihak pelaksana pekerjaan

4. Tidak mengevaluasi perkuatan sebelum terjadinya longsoran

5. Tidak mengevaluasi perhitungan RAB untuk desain dinding penahan tanah 6. Tidak melakukan perencanaan ulang pada desain dinding penahan tanah

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini ialah mengevaluasi penyebab dan penanggulangan yang dilakukan pada longsoran KM. 11 Balikpapan serta menjadi rekomendasi untuk bahan pertimbangan penanganan longsoran terutama pada ruas jalan di daerah Balikpapan.

Referensi

Dokumen terkait

"PERENCANAAN PERKUATAN LERENG PADA SUNGAI WAY BATANGHARI MENGGUNAKAN METODE IRISAN (METHOD OF SLICE) DENGAN CARA FELLENIUS (STUDI KASUS LERENG PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI

Trong đó, một số chỉ tiêu nhằm đánh giá và mô tả sự phát triển về việc ứng dụng Airbnb trong kinh doanh dịch vụ lưu trú homestay tại thành phố Huế bao gồm: 1 Danh sách hoạt động của các