• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Pengabdian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Dokumen Pengabdian"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar belakang pentingnya pengembangan desa budaya mandiri

Permasalahan kawasan Kelurahan Wedomartani

Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang perkembangan kawasan wisata desa Wedomartani. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah 5 orang perangkat desa, 10 orang praktisi kuliner di kawasan wisata desa Wedomartani. Banyak kendaraan melewati kawasan wisata desa Wedomartani yang merupakan salah satu akses jalan utama.

Pengunjung yang berencana datang ke kawasan wisata Desa Wedomartani bisa dengan mudah memasuki kawasan ini. Kecamatan Kewilayahan Wedomartani belum merencanakan apa pun terkait wisata kuliner yang menjadi inti kawasan pengembangan desa budaya mandiri Desa Wedomartani. Dapat disimpulkan bahwa perencanaan wisata kuliner mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan suatu daerah, sehingga dapat mengikuti arus perkembangan setiap tahunnya. Kecamatan Wedomartani belum merencanakan apapun terkait wisata kuliner, terletak di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri Desa Wedomartani.

Lokasi sentral kawasan pengembangan desa budaya mandiri Desa Wedomartani terletak di tengah Desa Wedomartani, tepat di depan Kantor Desa Wedomartani dan tidak jauh dari pintu masuk Desa Wedomartani. Terdapat pembagian tugas yang cukup jelas dalam organisasi pusat pengelolaan kawasan pengembangan di Desa Wedomartani.

Tujuan pengembangan kawasan wisata Kelurahan Wedomartani

LANDASAN TEORI

  • Pengembangan Pariwisata
  • Desa Budaya
  • Produk Wisata
  • Manajemen Tata Kelola
  • Pemasaran
  • Landasan Hukum

Fasilitas wisata dan daya tarik wisata merupakan potensi pendorong kedatangan wisatawan di suatu daerah tujuan wisata. Kelengkapan suatu kawasan destinasi wisata sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya. D. Fasilitas wisata merupakan pelengkap kawasan tujuan wisata yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang sedang menikmati wisata.

Oleh karena itu kegiatan wisata yang dilakukan oleh wisatawan selain atraksi wisata juga memerlukan fasilitas wisata yang menunjang kegiatan wisata tersebut. Sehingga pada akhirnya masing-masing komponen tersebut saling berhubungan dalam suatu rangkaian wisata perjalanan, mulai dari daya tarik wisata, kegiatan wisata, hingga fasilitas wisata, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fasilitas wisata merupakan salah satu hal yang memenuhi kebutuhan wisatawan yang berwisata ketika datang ke suatu objek wisata.

Akomodasi diperlukan bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata sebagai tempat menginap sementara agar dapat beristirahat sebelum melakukan kegiatan wisata selanjutnya. Dengan bermalam, wisatawan dapat berlama-lama menikmati objek dan daya tarik wisata. Aksesibilitas merupakan salah satu faktor yang membantu mempermudah perjalanan wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, kebijakan yang ditentukan adalah yang dapat dijadikan daya tarik dan fasilitas wisata adalah kondisi alam, flora dan fauna buatan, serta peninggalan sejarah dan budaya yang menjadi model pembangunan. peningkatan. pariwisata di Indonesia.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Sumber

Di beberapa lokasi terdapat padang rumput yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lokasi pertanian dan perkebunan di Desa Wedomartani. Masih banyak sawah di berbagai lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sawah di Desa Wedomartani. Ada beberapa sumber yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian, air minum dan pariwisata di desa Wedomartani.

Terdapat banyak kelompok kesenian masyarakat seperti Jathilan, Badui, Dansgroep, Karawitan, Ketoprak, dll. di Desa Wedomartani. Sangat mendukung kegiatan pelestarian adat istiadat dan kesenian tradisi yang ada di masyarakat sehingga dapat menunjang kegiatan pembangunan di Desa Wedomartani. Terdapat banyak kelompok upacara adat masyarakat seperti Merti Desa, Merti Dusun, Wiwitan, Tahlilan, dll. di Desa Wedomartani.

Jalan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pergerakan perekonomian masyarakat dalam terlaksananya kegiatan pembangunan di Desa Wedomartani. Beberapa akses terhadap pendidikan sangat membantu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar Masyarakat Desa Wedomartani dan tentunya dapat menunjang kegiatan pembangunan di Desa Wedomartani. Sebagian dari akses tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk menunjang kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Desa Wedomartani.

Hal ini dapat menunjang kegiatan olah raga dan rekreasi bagi masyarakat yang memiliki kemampuan atlet di desa Wedomartani untuk mengembangkan potensinya, sehingga dapat menunjang kegiatan pembangunan di desa Wedomartani. Panggung ini dimaksudkan sebagai tempat pertunjukan seni budaya dan hiburan yang diselenggarakan oleh desa Wedomartani. Ditinjau dari segmentasi geografis, kawasan dapur di desa Wedomartani terletak pada lokasi yang strategis yaitu di tengah kecamatan dan tepat di depan Kantor Kecamatan Wedomartani.

Selain itu terdapat lapangan desa dan jogging track yang menjadi pusat olah raga masyarakat Wedomartani di Desa Wedomartani. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan Pemerintah Kecamatan Wedomartani dalam pengembangan wisata kuliner adalah melalui analisis pemasaran berupa penentuan segmentasi pasar, penargetan, positioning dan bauran pemasaran. Para pedagang UMKM dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan kegiatan promosi sebagai bentuk pemasaran wisata kuliner di Desa Wedomartani.

Teknik analisa

PROFIL DESA WEDOMARTANI

Identifikasi Desa Wedomartani

Sangat mendukung kegiatan pelestarian adat dan tradisi yang ada di masyarakat karena dengan adat dan tradisi yang ada di masyarakat banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita petik dari kegiatan ini sehingga dapat menunjang kegiatan pembangunan di Desa Wedomartani. Desa Wedomartani juga memiliki banyak jalan untuk bercocok tanam yang sebagian besar dalam kondisi layak atau baik. Akses terhadap perekonomian masyarakat dalam hal ini pasar dan perbelanjaan, mengingat Desa Wedomartani merupakan wilayah perkembangan dari kota ke kota, maka banyak sekali akses perekonomian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Desa Wedomartani dan merekrut masyarakat lokal untuk bekerja di bawah naungan Desa Wedomartani sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Tabel 2. Potensi Sumber Daya Sosial Budaya
Tabel 2. Potensi Sumber Daya Sosial Budaya

Identifikasi Kawasan Wisata Kuliner Kelurahan Wedomartani

ANALISA PEMBAHASAN

Analisa SWOT

Meningkatkan potensi wisata kuliner lokal sebagai bentuk dukungan terhadap UKM dan ekonomi kreatif, sehingga dengan dimaksimalkan dapat menjadi nilai jual yang unik. Meningkatkan pemanfaatan teknologi berbasis media sosial untuk mencitrakan kuliner lokal yang tersedia di warung-warung di Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani. Berdasarkan lokasi Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani yang terletak di tengah kecamatan dan dekat dengan lapangan, tidak ditentukan segmen pasar berdasarkan lokasi asal wisatawan.

Wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Kuliner Keluraham Wedomartani bisa datang dari mana saja dan bisa melayani semua segmen pasar. Dari segi demografi, kawasan wisata kuliner di Wedomartani cocok menyasar pasar wisata segala usia, mulai dari anak kecil, dewasa muda hingga lansia. Dalam perencanaan ini kita dapat melihat beberapa manfaat dari Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani, antara lain berbagai jenis wisata kuliner, tempat berolahraga, tempat mengadakan acara desa dan tempat bersantai dan menikmati sore hari bersama keluarga.

Selain itu, belum terdapatnya tempat serupa di sekitar Desa Wedomartani, sehingga menjadikan pusat Kawasan Pengembangan Mandiri Desa Budaya Desa Wedomartani menjadi satu-satunya kawasan wisata kuliner tradisional di Desa Wedomartani. Dalam hal ini yang dimaksud dengan produk adalah suatu bentuk konsumsi lokal yang telah teridentifikasi dan mampu dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner di Wedomartani, seperti Soto, Lotek, Bubur Ayam, Es Kelapa dan berbagai makanan lainnya. Promosi yang dilakukan melalui internet dapat dilakukan melalui website resmi, media sosial seperti Instagram, Tik-tok, Facebook dan YouTube, yang dapat dilengkapi dengan informasi terkini mengenai Kawasan Wisata Kuliner di Desa Wedomartani.

Tampilan pengembangan kuliner tradisional yang ada sebaiknya dibuat semenarik mungkin dengan menjadikan wisata kuliner sebagai fokus utama brand. Kegiatan pemasaran produk wisata kuliner tradisional dan kegiatan seni budaya di Wedomartani tidak hanya sebatas hasil berupa promosi dan branding saja, namun input pemasaran yaitu inovasi dan segmentasi harus dilakukan untuk menjamin terwujudnya target pasar. secara optimal. Pengelolaan potensi budaya dan wisata di pusat kawasan pengembangan mandiri desa budaya di desa Wedomartani oleh pemerintah masih belum optimal karena kurangnya pengelolaan dalam hal perencanaan dan pengorganisasian potensi pengembangan budaya tersebut. desa melalui pengembangan wisata kuliner tradisional khas desa.

Strategi pengembangan wisata kuliner untuk meningkatkan perekonomian Kota Medan adalah dengan menggunakan analisis SWOT yaitu dengan menggunakan strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT. Pelaku wisata kuliner harus terus memperhatikan keinginan konsumen, memberikan pelayanan terbaik, memastikan fasilitas tetap bersih dan menciptakan suasana nyaman bagi konsumen dan pekerja/karyawan. Diharapkan pemerintah dan unsur terkait dalam pengembangan kawasan wisata di Desa Wedomartani meningkatkan perhatiannya untuk mengembangkan kawasan yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

Diharapkan pemerintah dan pelaku UMKM dapat bersinergi meningkatkan kegiatan promosi wisata kuliner di Wedomartani untuk menarik kunjungan wisatawan.

Gambar Tampilan Informasi ide pengembangan Wisata Kuliner di Website Pemerintah Kota Semarang
Gambar Tampilan Informasi ide pengembangan Wisata Kuliner di Website Pemerintah Kota Semarang

Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Balai Besar Pengembangan Perkampungan Budaya Mandiri di Desa Wedomartani, Ngemlak, Sleman, Yogyakarta, tidak hanya akan memperkaya sajian budaya dan pariwisata daerah, namun juga membawa manfaat nyata dalam pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan. pertumbuhan. Pengembangan produk dengan menciptakan inovasi produk atraksi seni dan budaya, kuliner khas desa serta diversifikasi produk budaya Wedomartani lainnya untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar dan konsumen. Oleh karena itu, pemerintah dan pengelola harus melakukan pengembangan penting dari tahun ke tahun, seperti memberikan pelatihan, pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia, produk dan jasa serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.

Segmentasi pasar adalah pembagian pasar menjadi kelompok wisatawan yang lebih kecil berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Selain itu analisis bauran pemasaran juga dapat dilakukan berupa produk, harga, tempat, promosi, pembayaran, tampilan antarmuka pemasaran dan manajemen pemasaran.

Saran

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait