PERALIHAN SOSIOLOGI KELUARGA TERHADAP DIDIKAN KARAKTER ANAK DI ERA DIGITAL
Safira Queen Tania/ 2003110184
Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Abstrak
Peralihan sosiologi keluarga di era digital telah membawa dampak yang signifikan terhadap pendidikan karakter anak. Era digital dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi pola komunikasi dalam keluarga, penggunaan media sosial oleh anak-anak, serta gaya pengasuhan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peralihan sosiologi keluarga tersebut mempengaruhi proses pendidikan karakter anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari jurnal dan buku. Hasil analisis menunjukkan bahwa era digital telah membawa perubahan dalam komunikasi dalam keluarga. Interaksi antar anggota keluarga sering kali dilakukan melalui perangkat elektronik, yang dapat menyebabkan kurangnya komunikasi langsung dan kurangnya waktu berkualitas bersama.
Selain itu, media sosial juga memberikan dampak besar terhadap pengalaman dan paparan anak-anak terhadap konten yang mungkin memiliki risiko negatif.
Abstrac
The transition of family sociology in the digital era has brought significant impacts on the character education of children. The digital era, with its advancements in information and communication technology, has influenced family communication patterns, the use of social media by children, and parental parenting styles. This research aims to analyze how the transition in family sociology affects the process of character education in children. The research method adopts a literature study approach, collecting data from journals and books.The results of the analysis indicate that the digital era has brought about changes in family communication. Interactions among family members often occur through electronic devices, leading to a decrease in direct communication and reduced quality time spent together. Moreover, social media has a substantial impact on children's experiences and exposure to content that may pose negative risks.The study highlights the importance of understanding the effects of the digital era on family dynamics and its potential implications for character education in children. As technology continues to shape family interactions, it is crucial for parents and educators to be vigilant in guiding children's digital usage and promoting healthy, positive values in the digital realm.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara hidup dan interaksi manusia secara mendasar. Era digital telah membawa perubahan signifikan
dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam struktur dan dinamika keluarga serta pendidikan karakter anak. Perubahan ini tidak dapat diabaikan, mengingat keluarga dan pendidikan karakter anak
merupakan dua pilar utama dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi.
Menurut Talcott dalam (Dwiningrum, 2012) Peran teknologi dalam mempengaruhi perubahan pola hidup manusia bukanlah sebuah hal yang perlu dipertanyakan lagi.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rizqi dan Pradana telah mengungkapkan dampak penggunaan smartphone terhadap kehidupan sosial di Desa Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Temuan mereka menunjukkan bahwa di Desa Ngadirojo, interaksi antarwarga cenderung berkurang ketika bertemu secara langsung dalam situasi seperti pertemuan warga. Sebagian besar orang lebih memilih untuk terlibat dengan smartphone mereka daripada berkomunikasi secara langsung satu sama lain. (Rizqi, dkk. 2018)
sosiologi keluarga merupakan Ilmu yang mempelajari interaksi dan hubungan dalam keluarga beserta dampak yang ditimbulkan dari hubungan tersebut (Awaru, A.
2021:8) Sosiologi keluarga sebagai disiplin ilmu yang mempelajari
interaksi dan hubungan antaranggota keluarga menjadi semakin relevan dalam menyelami perubahan yang terjadi di tengah masyarakat modern.
Peralihan sosiologi keluarga dalam konteks pendidikan karakter anak mengajukan pertanyaan kritis mengenai bagaimana nilai-nilai, norma, dan identitas keluarga berubah seiring dengan penetrasi teknologi digital yang begitu masif.
Era digital membawa tantangan dan peluang yang berdampak langsung pada anak-anak sebagai generasi masa depan. Di satu sisi, kemajuan teknologi telah memberikan akses lebih luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, di sisi lain, dampak negatif seperti ketergantungan pada media sosial menyebabkan anak-anak menjadi tidak produktif. dan ini menyebabkan perkembangan kreativitas anak-anak menjadi pasif (Samsudin 2017) Pendidikan karakter anak menjadi hal yang semakin penting dalam menghadapi realitas era digital.
Bagaimana keluarga, sebagai agen sosialisasi utama bagi anak, beradaptasi dan memberikan arahan dalam membentuk karakter yang kuat
dan berintegritas di tengah arus informasi yang terus mengalir melalui berbagai platform digital, menjadi pertanyaan sentral yang perlu ditelaah.
Dalam konteks inilah jurnal ini berusaha merangkum dan menganalisis peralihan sosiologi keluarga yang mempengaruhi pendidikan karakter anak di era digital. Dengan mendalamnya pemahaman tentang bagaimana interaksi sosial, pola asuh, dan nilai- nilai yang terdapat dalam keluarga berperan dalam membentuk karakter anak, diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan baru bagi para praktisi, akademisi, dan orang tua dalam memahami tantangan dan peluang di era digital yang begitu dinamis.
Metode Penelitian
Dalam jurnal ini, penulis menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan data melalui referensi buku dan jurnal yang berkaitan.
Hasil dan Pembahasan
Peralihan Didikan di Era Digital
Gaya Pengasuhan Digital Peralihan sosiologi keluarga juga mencakup perubahan dalam gaya pengasuhan.
Digital parenting atau pengasuhan digital adalah memberikan batasan yang jelas kepada anak tentang hal- hal yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan pada saat menggunakan perangkat digital (Yulia Palupi. 2015). Orang tua mungkin lebih mengandalkan perangkat teknologi atau aplikasi untuk mengatur dan mengawasi aktivitas anak-anak. Penggunaan teknologi ini dapat mempengaruhi interaksi antara orang tua dan anak, sehingga peran orang tua dalam membentuk karakter anak dapat berkurang.
Pencapaian Nilai dan Norma Baru Era digital membawa tantangan baru dalam hal nilai dan norma yang relevan. Anak-anak terpapar pada budaya digital yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Pengenalan anak-anak pada konteks digital yang lebih luas memerlukan adaptasi nilai- nilai dan norma keluarga agar tetap relevan dalam pendidikan karakter anak.
Dampak Konsumsi Konten Digital:Konsumsi konten digital yang
berlebihan dan tanpa pengawasan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap anak. Konten yang mengandung kekerasan, ketidaksopanan, atau perilaku negatif dapat secara tidak langsung membentuk karakter anak jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengenalan nilai- nilai positif.
Solusi dari Dampak Peralihan Anak di Era Digitial
Menurut Muchamad Rizqi (2017)dalam penelitiannya ada Beberapa langkah yang dapat diambil oleh orang tua dalam menghadapi penggunaan teknologi oleh anak-anak adalah sebagai berikut:
1. Mendampingi anak saat menonton televisi, sehingga orang tua dapat memberikan arahan kepada anak bahwa tidak semua yang ditayangkan di layar kaca adalah kejadian yang sesungguhnya.
2. Melakukan pengecekan handphone anak secara insidental untuk memastikan bahwa mereka menggunakan teknologi komunikasi dengan benar dan bertanggung jawab.
3. Menempatkan komputer dan saluran internet di ruang publik
rumah, seperti di ruang keluarga, bukan di dalam kamar anak. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak lebih mudah diawasi oleh orang tua. Selain itu, penting juga untuk memblok situs-situs internet yang berbahaya bagi perkembangan anak.
4. Orang tua dapat menjadi teman anak dalam social media online.
5. Membuat kesepakatan dengan anak mengenai waktu bermain komputer dan internet. Hal ini diperlukan agar ketika mereka dewasa, anak-anak dapat menjadi disiplin dan mampu melakukan manajemen waktu dengan baik. Kesepakatan tentang waktu juga dapat mencegah anak dari kecanduan terhadap komputer dan internet serta menghemat pengeluaran.
6. Orang tua harus meluangkan waktu untuk berkumpul, bermain, dan bercengkrama dengan anggota keluarga. Dengan demikian, akan terjalin interaksi yang baik sehingga harmonisasi hubungan dalam keluarga dapat terjaga.
7. Menumbuhkan kesadaran pada anak tentang dampak negatif dari teknologi bagi kehidupan mereka di masa depan. Upaya ini dapat dilakukan dengan memberikan
kebebasan kepada anak dalam memanfaatkan teknologi namun harus dapat dipertanggungjawabkan.
Penutup
Berdasarkan hasil analisis terhadap jurnal yang membahas peralihan sosiologi keluarga yang mempengaruhi pendidikan karakter anak di era digital, dapat disimpulkan beberapa poin penting:
1. Dampak Era Digital: Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam keluarga dan pendidikan karakter anak. Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi telah
mempengaruhi pola komunikasi dalam keluarga, paparan anak-anak pada media sosial, gaya pengasuhan orang tua, dan pencapaian nilai serta norma baru dalam keluarga.
2. Peran Agen Sosialisasi Utama: Keluarga tetap menjadi agen sosialisasi utama bagi anak-anak.
Namun, dengan peralihan sosiologi keluarga di era digital, peran ini harus
disesuaikan dengan konteks teknologi dan media yang semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Tantangan dalam Menghadapi Media Sosial: Perkembangan media sosial telah memberikan akses luas terhadap informasi, tetapi juga membawa risiko konten negatif dan tekanan sosial yang dapat mempengaruhi karakter anak. Orang tua perlu memberikan bimbingan dan
pengawasan dalam
penggunaan media sosial anak-anak.
4. Pentingnya Kesadaran dan Pendidikan Orang Tua: Orang tua harus tetap update dengan perkembangan teknologi dan menjadi contoh teladan dalam penggunaan teknologi dengan bijaksana. Pendidikan karakter anak harus dilakukan melalui interaksi langsung dan komunikasi yang efektif dengan melibatkan orang tua secara aktif.
5. Keseimbangan Penggunaan Teknologi: Pentingnya
menentukan skala prioritas dalam penggunaan teknologi dalam keluarga. Orang tua harus memastikan teknologi yang digunakan oleh anak- anak memberikan manfaat positif dan tidak menggantikan interaksi langsung dalam keluarga.
Daftar Pustaka
Palupi, Y., & Wates, P. P. I. P.
(2015). Digital Parenting Sebagai Wahana Terapi Untuk Menyeimbangkan Dunia Digital Dengan Dunia Nyata Bagi Anak. Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta, 47–50.
http://repository.upy.ac.id/id/epr int/373
Rizqi, M., & Pradana, B. C. S. A.
(2019). Literasi Dampak Penggunaan Smartphone Bagi Kehidupan Sosial di Desa Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
Communicare : Journal of Communication Studies, 5(2), 15.
https://doi.org/10.37535/101005 220182
Samsudin. (2017). Sosiologi Keluarga : Studi Perubahan Fungsi Keluarga. Pustaka Pelajar, 235.
http://repository.iainbengkulu.ac .id/5114/1/SOSIOLOGI
KELUARGA.pdf
Awaru, A. O. T. (2021). Sosiologi Keluarga. In Media Sains
Indonesia (Vol. 1, Issue 69).
https://media.neliti.com/media/p ublications/114514-ID-
keluarga-dalam-kajian- sosiologi.pdf
Zis, S. F., Effendi, N., & Roem, E. R.
(2021). Perubahan Perilaku Komunikasi Generasi Milenial dan Generasi Z di Era Digital.
Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 5(1), 69–87.
https://doi.org/10.22219/satwika .v5i1.15550