PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fokus Kajian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sehingga dapat dijadikan bekal bagi peneliti dan motivasi untuk terus memperdalam ilmunya, dan tentunya menjadi pengalaman yang berguna untuk melakukan penelitian selanjutnya. Dapat menambah ilmu dan wawasan dalam kajian tafsir Al-Qur'an yang membahas tentang kajian nama-nama surat Al-Ikhlas dalam Al-Qur'an menurut para ahli tafsir.
Definisi Istilah
Metode Penelitian
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu mencoba mendeskripsikan dan menganalisis nama-nama surat al-Ikhlas dalam berbagai kitab Tafsir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, yaitu pengumpulan berbagai artikel ilmiah baik berupa buku, artikel maupun bentuk informasi lain yang bersifat ilmiah dan berkaitan erat dengan tema dalam penelitian ini.19 Atas dasar tersebut menjadi kitab-kitab (kitab) yang membahas tentang tafsir, kamus, kumpulan hadis dan kitab-kitab penunjang lainnya yang akan penulis kumpulkan untuk dianalisis secara intensif lebih lanjut. Jenis Data Primer adalah data dasar yang berkaitan dan diperoleh langsung dari subjek penelitian, sumber data primer adalah sumber data yang dapat memberikan data penelitian secara langsung.20 Sumber utama penelitian ini adalah lima kitab tafsir, yaitu: kitab tafsir Tanwirul Miqbas karya Ibnu Abbas, tafsir Mafatihul Ghaib/Al-tafsir al-kabir karya Fakhru ar-Razi, tafsir Al-Tahrîr Wa Al-Tanwîr karya Ibnu 'Assyur, tafsir Marrah labid li kasyfil ma'nal qur'an al-Majid oleh Syekh Nawawi al-.
Tipe Data Sekunder merupakan jenis data yang dapat digunakan untuk menunjang data utama, sehingga sumber data sekunder dapat diartikan sebagai sumber yang dapat memberikan informasi tambahan atau data yang dapat memperkuat data utama. Sumber data dalam penelitian ini adalah kitab Tafsir, kitab Hadits, kitab, majalah dan sumber informasi lainnya yang dapat dibuktikan keabsahan datanya dan berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini serta dianggap penting untuk dijadikan sumber data. Dalam penelitian kualitatif dilakukan keabsahan data untuk menguji kredibilitasnya dengan teknik pengumpulan kitab bacaan dan kitab tafsir, menggunakan triangulasi (menggunakan multipel. Sama halnya dengan sumber data dari berbagai kitab tafsir lain dan juga kitab ilmiah lainnya.
Sistematika Pembahasan
29 Neng Ayu Qonitatul Hamro, Argumentasi Penamaan Surat Al-Qur'an (Analisis Penamaan Surat ke 112 Dengan Kata “Al-Ikhlas”), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2016 vii. Langkah Khalifah Utsman ini dianggap sebagai ijtihad para sahabat dalam menyusun surat-surat Al-Qur'an.37. Penamaan huruf-huruf Al-Quran bertujuan untuk memudahkan setiap orang dalam mengenali Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mengenai penamaan surah al-Quran, ulama berbeza pendapat dalam persoalan sama ada penamaan surah itu tawqīfī atau ijtihādī. Dari sudut sejarah, penamaan huruf al-Quran pada mulanya adalah ejekan orang musyrik. Nama-nama Surat al-Ikhlas dalam kitab Marrah labid li kasyfil ma'nal qur'an al-Majid.
Imam Nawawi dalam kitab tafsirnya Marrah Labid mengungkap beberapa nama lain surat al-Ikhlas. Sejauh ini kemampuan penulis menganalisis penamaan huruf-huruf dalam Al-Qur'an, dan khususnya mengkaji nama-nama surat al-Ikhlas dalam Al-Qur'an menurut para ahli tafsir. Argumentasi Penamaan Surat Al-Qur'an (Analisis Penamaan Surat ke 112 Dengan Kata “Al-Ikhlas”), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repositori.uinjkt.ac.id.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Terdahulu
Kerangka Teori
Ada yang mengatakan bahwa surat itu diambil dari kata ءانبلا روس ة yaitu membangun pagar yang artinya surat itu mengelilingi dan memuat seluruh ayat Al-Qur'an, sebagaimana pagar yang mengelilingi suatu kota dan mencakup segala isinya. Kemudian ada juga yang berpendapat bahwa surat tersebut diambil dari kata روسلا yang artinya tempat tinggi, yang artinya surat Al-Qur'an mempunyai derajat yang tinggi, karena bersifat kalāmullāh. Semua nama-nama surat dalam Al-Qur'an, baik secara sendiri-sendiri maupun secara keseluruhan, memberikan gambaran tentang sifat surat-surat Al-Qur'an dari aspek tertentu; sekaligus menggambarkan sosok Al-Qur'an secara utuh.
Al-Qur'an memberikan informasi yang tidak hanya sangat luas bahkan tidak terbatas apalagi terbatas; namun juga menawarkan informasi yang sangat rapi, mendalam dan sistematis.38. Setiap surah mempunyai namanya masing-masing, dan nama-nama tersebut umumnya diambil dari awal surah, kecuali hanya 35 surah dari 114 surah Al-Qur'an yang menjadi asal muasal nama tersebut. 37 Hadiyan, Tafsir Isi Ayat Al-'Alim Berdasarkan Tertib Wahyu Surat-Surat Al-Qur'an, Kajian Ilmu Agama Bidang Tafsir Hadits, (Disertasi Pascadoktoral UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2004) 42 .
Nama-nama surah dalam Al-Qur'an sendiri, setidaknya menurut sebagian ulama ilmu Al-Qur'an, semuanya secara resmi didasarkan pada petunjuk wahyu Ilahi. Namun, bukan berarti julukan tertentu untuk surah Alquran tidak lahir dari teman. Ambil contoh surat al-Fātihah (permulaan/pendahuluan), surat ini sebenarnya adalah surat pengantar yang berfungsi sebagai pengantar isi Al-Qur'an yang lebih luas.
Al-Zarkasyī berkata dalam kitabnya al-Burhān: “Perlu perbincangan lanjut mengenai penamaan surah al-Quran sama ada tauqifi atau ijtihadi. Fatwa Lajnah Dāimah menyatakan: "Kami tidak mengetahui sebarang dalil daripada Rasulullah s.a.w. yang menunjukkan bahawa baginda menamakan semua surah dalam al-Quran. Munīrah al-Dausīrī dalam risalahnya. bertajuk Asmā' al-Suwar al-Qur'ān al-Karīm wa Fadhāiluhā.
Dengan penjelasan teoritis di atas, maka penulis menggunakan ketiga metode tersebut di atas, yaitu berdasarkan hadis, dalil mufassir/Munāsabah dan surat fadhilah untuk menganalisis nama-nama surat al-Ikhlas dalam Al-Qur'an untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan didalamnya. tesis.
Asbabun Nuzul
Kedua: Dikemukakan oleh Ibn Jarīr dari Abu al-'Aliyyah, sumber dari Qatadah, Aẖzāb (sekutu Quraisy, Yahudi Madinah, Ghaṭfan Ṭāif dan munafik Madinah dan berbagai suku di sekitar Makkah) berkata : kepada Nabi saw. Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu!” Kemudian malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dengan surat al-Ikhlāṣ ini. Ketiga: Dikemukakan oleh al-Tirmīżī, al-Hākim dan Ibn Huzaimah dari jalan Abi al-`Aliyyah iaitu daripada Ubay bin Ka`ab, bahawa orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah saw: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu!” Maka Allah menurunkan ayat Qul huwallahu ahad ke penghujung Surah al-Ikhlas, berkenaan peristiwa itu, sebagai pedoman menjelaskan jawapan kepada permintaan mereka.
Abu al-Syaikh dalam kitab 'Uzmah5 dari Abban, yang berasal dari Anas, yang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi Khaybar datang menemui Nabi. Dia tidak dapat memberi jawapan sehingga malaikat Jibril turun dengan surah al-Ikhlāṣ ini sebagai jawapan.
Ada juga yang berpendapat bahawa surat ke-22 diturunkan selepas al-Nas dan sebelum al-Najm. Jumlah ayatnya ialah 4 ayat mengikut cara pengiraan ulama Madinah, Kufah dan Basrah, manakala mengikut cara pengiraan ulama Makkah dan Syam pula 5 ayat. Demikianlah surat al-Ikhlāṣ semata-mata menegaskan keesaan Tuhan dan mengingkari segala bentuk syirik terhadap-Nya.
Alangkah tepatnya jika Rasulullah saw menganggap surat ini sepertiga dari Al-Qur'an, dalam arti makna yang terkandung di dalamnya sama dengan Al-Qur'an, karena seluruh Al-Qur'an. an mengandungi akidah, syariat dan akhlak, sedangkan surat ini adalah puncak keimanan.
Keutamaan Surat Al-Ikhlāṣ
Jawaban bagi orang-orang yang membaca surat al-Ikhlas adalah mereka tidak akan dikumpulkan bersama Abu Lahab.” Keenambelas disebut surat al-Munaffirat yang artinya pengusir setan, karena setan akan lari ketika surat al-Ikhlas dibaca. mayoritas oleh para ulama' di semua kitab tafsir menyebut surat ini surah al-Ikhlas yang artinya suci atau rela.
Beberapa halaman surat al-Ikhlas dalam bahasa Tunisia disebut surat at-Tauhid yang artinya meneguhkan. Disebut surah asy-Shimmah85 (Ash-Shamad) yang artinya tempat ketergantungan karena surah al-Ikhlas khusus menyebutkan nama dan sifat Allah SWT saja.” Disebut surah al-Munaffirat yang artinya pengusir setan karena kehendak setan. larilah, ketika surah al-Ikhlas dibaca.
NAMA-NAMA SURAT AL-IKHLAS DALAM AL-QUR’AN
Pandangan Para Mufassir Terhadap Penetapan Nama lain Surat Al-Ikhlas40
Yang keduabelas disebut Surah asy-Shimmah63 (Ash-Shamad) yang artinya tempat ketergantungan karena surah al-Ikhlas khusus hanya menyebutkan nama dan sifat Allah SWT.” As-Sujuthi dalam kitabnya al-Itqan e menyebutkan hal tersebut. surat seperti surah al-Asas yang artinya landasan atau landasan. Disebut surah al-Mahdhar yang artinya hadir karena para malaikat memang hadir untuk mendengarkan ketika surah ini dibacakan.
PENUTUP
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa penamaan huruf dalam Al-Qur'an merupakan suatu hal yang dibicarakan oleh para ulama, ada dua pendapat, ada pula yang mengatakan bahwa semua huruf dalam Al-Qur'an, Rasulullah sendiri yang memberi nama, tentunya melalui wahyu (tauqifi). Sedangkan ada pula yang mengatakan bahwa tidak semua surat Al-Qur’an dari Rasulullah memberi nama, namun ada campur tangan ijtihad (ijtihadi) para sahabat. Penulis menemukan dua puluh dua nama lain Surah al-Ikhlas yang terhimpun dalam beberapa kitabnya antara lain Qul Huwallahu Ahad, Al-Ikhlas, Al-Wilayah, An-Najah, At-Tauhid, At-Tajrid, At-Tafrid, Al -Asas, Ash-Shamad, Al-Muawwidzah, Al-Muqasyqisyah, Al-Jamal, Al-Ma'rifah, An-Nisbah, Al-Aman, An-Nur, Al-Mudzakkirah, Al-Baraah, Al-Munaffirah, Al -Muhdhar, Al-Mani'ah, Yudzkaru fiiha al-Ikhlas.
Para mufasir membahas nama-nama lain Surat al-Ikhlas dalam kitab tafsirnya masing-masing dengan menerapkan metode yang berbeda-beda: pertama, penamaan Surat al-Ikhlas berdasarkan hadis Nabi SAW, kedua, penamaan Surat berdasarkan ijtihad atau munasabah, ketiga, penyebutan nama-nama tersebut tanpa ada dalil apapun, baik itu berasal dari hadis, ijtihad maupun munasabah.
Saran
Anatomi Al-Qur'an, Perbedaan Qira'at dan Pengaruhnya Terhadap Hukum Istinbath Al-Qur'an, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada. Mannā' bin Khalil, Mabāhits fī Ulūmil Qur'an, (Maktabah al-Ma'arif li al-Nasyri wa al-Tauzi'. Tafsir isi ayat Al-'Alim berdasarkan tertib turunnya surat-surat Al-Qur'an, Kajian Kajian Keagamaan dalam Tafsir Hadits, Skripsi Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Perdebatan Penamaan Surat Al-Quran (kajian analitis pemikiran Imam Jalȃluddîn 'Abdurrahmȃn As-Suyûthi Jakarta. Sebagai analisis suyuti nama-nama surat dalam Al-Quran; UIN Jakarta Syarif Hidayatullah. https:// repositori.uinjkt.AC-ID.