• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Tentang Hakekat

N/A
N/A
Muhammad Yusuf Abdillah

Academic year: 2023

Membagikan "Dokumen Tentang Hakekat"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Hakekat

Survai pada dasarnya merupakan pemeriksaan secara teliti tentang fakta atau fenomena prilaku dan sosial terhadap subyek dalam jumlah besar. Dalam riset prilaku dan sosial survai bukan semata-mata dilakukan untuk mengumpulkan data atau informasi, seperti tentang pendapat atau sikap, tetapi juga untuk membuat deskripsi komprehensif maupun untuk menjelaskan hubungan antar berbagai variabel riset. Deskripsi maupun penjelasan hubungan antara berbagai variabel itu didasarkan pada data yang dikumpulkan, yang pada umumnya data itu dapat dikuantifikasi. Oleh sebab itu, analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga data dalam jumlah besar itu dengan mudah dapat dianalisis.

Subyek riset dalam survai secara garis besar dikategorikan ke dalam dua macam, yaitu keseluruhan subyek yang dilakukan riset, yang disebut dengan populasi. Populasi riset survai biasanya dalam jumlah besar, bisa dalam lingkup nasional, ataupun lingkup wilayah atau daerah.

Dalam konteks riset prilaku dan sosial, survai digunakan untuk menunjukkan kepada pengumpulan data tentang suatu populasi, dengan maksud utama untuk memperoleh penjelasan atau gambaran tentang keadaan populasi tersebut, dan/atau dalam rangka mempelajari gejala sosial melalui riset terhadap hubungan variabel-veriabelnya. Dalam pelaksanaannya, populasi subyek dalam jumlah besar itu pada umumnya tidak diambil datanya secara keseluruhan, melainkan terhadap sebagian subyek saja yang mewakili populasi subyek dalam jumlah besar itu sebagai sampel. Meskipun demikian, kesimpulan yang diperoleh digeneralisasi terhadap seluruh populasi itu.

Perlu dipahami, bahwa melakukan generalisasi seperti ini dianggap valid apabila sampel yang digunakan representative terhadap populasinya. Untuk kepentingan ini, pengambilan sampel dalam survai menggunakan kaidah-kaidah penyampelan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kaidah-kaidah penyampelan itu terutama sekali terkait dengan penentuan ukuran sampel dan teknik- teknik penyampelan atau penarikan sampel dari populasinya sehingga menghasilkan sampel yang representatif terhadap populasinya.

Pelaksanaan survai, selain dapat dilaksanakan terhadap sampel sebagaimana dijelaskan di atas, dapat juga dilakukan terhadap seluruh subyek yang menjadi populasi survai. Bila suatu survai dilakukan terhadap seluruh populasi subyek, biasanya disebut dengan sensus, seperti halnya sensus penduduk yang dilaksanakan dalam rangka mengumpulkan data tentang jumlah dan keadaan penduduk serta berbagai aspek yang terkait dengan penduduk yang disurvai.

Di negara-negara yang menerapkan sistem demokrasi, termasuk di Indonesia, seringkali dilaksanakan suatu jenis survai yang bertujuan untuk mengumpulkan pendapat.

Pendapat yang dikumpulkan adalah tentang berbagai aspek yang terkait dengan kegiatan politik, seperti tentang calon presiden atau partai yang sebaiknya memegang tampuk pemerintahan, atau tentang kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang mempunyai dampak sosial cukup luas. Survai semacam ini biasanya disebut dengan polling atau jajak pendapat. Di Amerika Serikat, The Gallup poll dipandang sebagai suatu survai jajak pendapat publik yang cukup terkenal (Gall, Borg and Gall, 1996).

Dalam survai dilakukan pengumpulan data dan pengukuran dengan maksud utama untuk menggambarkan atau membuat deskripsi keadaan suatu populasi tentang aspek-aspek yang menjadi fokus survai. Itu sebabnya survai pada hakekatnya merupakan riset deskriptif,

(2)

yakni riset yang dilaksanakan dengan maksud untuk mendeskripsikan jawaban atau pemecahan terhadap permasalahan yang dihadapi saat ini.

Menurut Fowler (1988), survai mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Tujuan utama survai adalah untuk menghasilkan statistik, deskripsi kuantitatif, atau deskripsi dalam angka tentang berbagai aspek populasi yang diteliti.

2. Cara utama dalam pengumpulan informasi adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada orang yang jawabannya kemudian merupakan data yang akan dianalisis.

3. Biasanya informasi itu dikumpulkan dari sebagian saja dari populasi atau dari sampel, bukan dari seluruh subyek yang menjadi anggota populasi.

Di berbagai negara, banyak survai berskala nasional yang dilaksanakan secara periodik, misalnya setiap lima tahun, setiap tahun, atau bahkan setiap enam bulan. Survai yang yang dilakukan setiap lima tahun misalnya adalah sensus penduduk yang dilaksanakan untuk memperoleh gambaran tentang kondisi dan pertumbuhan penduduk serta aspek-aspek demografis lain pada kurun waktu lima tahun terakhir. Ini juga biasanya dikaitkan dengan persiapan pemilihan umum sehingga dapat diketahui berdasarkan data demografis tentang jumlah penduduk yang pada pelaksanaan pemilihan umum akan mencapai usia sebagai penduduk yang mempunyai hak pilih. Di banyak negara maju survai ketenagakerjaan dilakukan setiap tahun. Di Amerika Serikat data tentang ketenagakerjaan diperbaharui setiap enam bulan, yang berarti survainya dilakukan setiap enam bulan.

Di Indonesia, survai nasional juga dilakukan terhadap aspek-aspek sosial dan ekonomi yang dikenal dengan Survai Sosial Ekonomi Nasional atau SUSENAS, dan Survai Angkatan Kerja Nasional atau SAKERNAS. Dalam survai ini berbagai indikator makro ekonomi dan sosial dihasilkan. Selain itu pada sektor-sektor lain pun dilakukan pula survai, seperti sektor kesehatan, pertanian, dan sebagainya yang dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan baik sektoral maupun nasional. Di tingkat daerah dilakukan juga survai terhadap berbagai aspek, baik sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor lain untuk dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan daerah. Jadi, survai merupakan studi yang dianggap sangat penting dilaksanakan untuk berbagai kepentingan.

Terkait dengan riset prilaku dan sosial, survai pada umumnya memedulikan informasi yang dikumpulkan melalui subyek manusia. Di antara ruang lingkupnya terkait dengan 1) ciri- ciri demografis subyek survai, 2) lingkungan sosial, 3) aktivitas subyek, 4) pendapat- pendapatnya, 5) sikapnya, dan 6) berbagai aspek sosial, ekonomi, politik, dan budayanya.

Subyek survai dapat berupa berbagai lapisan populasi subyek, tergantung kepada tujuan dan kepentingannya. Oleh sebab kepedulian survai seperti ini, maka pelaksanaan survai pada umumnya dilakukan dengan menanyai subyek, baik secara lisan ataupun tertulis.

Pertanyaan lisan dapat dilakukan melalui wawancara secara langsung bertatap muka antara pengumpul data dan responden. Adapun pertanyaan yang dilakukan secara tertulis menggunakan instrumen kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dapat berfungsi pengukuran, seperti mengukur sikap dan kemampuan, dan dapat pula tidak berfungsi pengukuran. Penyampaian kuesioner kepada responden dapat menggunakan jasa pos atau dengan memanfatkan teknologi informasi dan komunikasi, yakni melalui telepon, telepon genggam, atau internet. Jangkauan responden bila memanfaatkan teknologi ini dapat mencakup

(3)

lingkup geografis yang cukup luas dan lebih efisien. Namun, dalam memanfaatkan teknologi ini, pengumpul data perlu mengetahui nomor telepon atau telepon genggam maupun alamat email dari responden.

Referensi

Dokumen terkait