RAMADHAN
A. Rindu akan Datangnya Ramadhan
Di antara perkataan ulama terdahulu yang menunjukkan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan adalah apa yang diungkapkan oleh Yahya bin Abi Katsir rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa salah satu do’a yang dipanjatkan para salaf adalah do’a berikut yang artinya:
“Ya Allah, pertemukan diriku dengan bulan Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah seluruh amalku di bulan Ramadhan.”
B. Bagaimana Kondisi kita dalam menghadapai bulan ramadhan?
1. Bertaubat, kembali, dan menghadapkan hati kepada Allah.
2. Berdo’a agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, meminta pertolongan kepada Allah agar mampu menjalankan berbagai ibadah selama Ramadhan.
3. Bersegera menunaikan qadha puasa Ramadhan.
4. Mempelajari hukum-hukum agama seputar Ramadhan.
5. Mempersiapkan diri untuk melakukan amal kebaikan di bulan Ramadhan seperti umrah dan i’tikaf.
6. Menjauhi mereka yang membuang-buang waktu dan menjalin pertemanan dengan mereka yang bersemangat menjalankan ibadah.
7. Menghindari pertengkaran dan permusuhan.
8. Mengurangi aktivitas yang dapat memperberat pelaksanaan puasa.
C. Nasihat Sebelum Memasuki Hari Pertama Ramadhan Nasihat sebelum memasuki malam pertama Ramadhan:
1. Bersihkan hati dari permusuhan. Perbaiki hubungan yang retak antar sesama.
2. Jujur dalam bertaubat. Bukan taubat sambel! Di mana seseorang sekadar menahan diri untuk berbuat dosa di bulan Ramadhan.
3. Usahakan memenuhi kebutuhan mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan, baik itu kerabat, tetangga, dan yang lain. Demikian itu
dilakukan agar mereka tidak menjalani bulan
Ramadhan dalam keadaan lapar. Lapar karena berpuasa dan lapar karena miskin, tidak memiliki uang untuk membeli makanan.
4. Berikan ucapan selamat dengan pesan-pesan yang indah. Salah satu yang terbaik adalah ucapan selamat melalui panggilan telepon yang berisi ucapan do’a dan ungkapan kegembiraan akan datangnya bulan Ramadhan.
D. Keutamaan Bulan Ramadhan dan Berpuasa 1. Keutamaan Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Diantara keutamaannya yaitu,
Pertama, bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)” (Al Baqarah: 185)
Kedua, Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam bersabda,
“Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Ketiga, pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah saat diturunkannya Al Qur’anul Karim. Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3)
2. Pahala puasa
Salah satu keajaiban puasa adalah apa yang yang dikatakan Allah terkait puasa itu sendiri. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,
“Seluruh amal keturunan Adam adalah untuknya, kecuali puasa.
Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.”
Pada hadits di atas, Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya karena hanya Dia yang mengetahui hakikat puasa yang dilakukan hamba. Puasa adalah rahasia antara anda dan Allah, Dia-lah semata yang mengetahui seberapa besar kadar pahala puasa anda.
Tidak ada ibadah yang semisal puasa karena di dalam puasa terkandung ibadah sabar, yang barang siapa memilikinya akan memperoleh pahala tanpa batas. Betapa beruntungnya mereka yang berpuasa.
3. Kegembiraan orang yang berpuasa
Momen kegembiraaan bagi mereka yang berpuasa adalah ketika berbuka. Bukan semata-mata dikarenakan mereka kembali diperbolehkan untuk makan dan minum, yang dilarang ketika sedang berpuasa. Tidak hanya itu. Akan tetapi, momen tersebut mereka bergembira karena:
Memperoleh taufik untuk beribadah kepada Allah.
Memperoleh kenikmatan untuk menyempurnakan puasa.
Memperoleh kegembiraan karena berbuka dengan makanan dan minuman yang dihalalkan Allah.
Menjalankan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyegerakan berbuka.
Memiliki momen ijabah, yaitu ketika memanjatkan do’a tatkala berbuka puasa.
E. Puasa
1. Pengertian Puasa
Kata puasa dalam bahasa Arab disebut Shaum atau Shiyam, artinya secara bahasa adalah “menahan”.
Definisi puasa dalam syariat adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dengan cara menahan diri dari segala hal yang membatalkannya yang dimulai sejak terbit fajar Shubuh hingga tenggelamnya matahari.
Adapun arti kata Ramadhan secara bahasa diambil dari kata ar-Ramd [arab:
ضمرلا] yang artinya panasnya batu karena terkena terik matahari. Makna bulan Ramadhan adalah (بونذييلا ضمرييي ) artinya membakar dosa-dosa, yaitu dengan melakukan amalan-amalan shalih.
Sedangkan menurut istilah syara’ puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa karena Puasa merupakan rukun islam yang ketiga.
2. Hukum Puasa
Ibadah puasa hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Hal ini berdasarkan perintah Allah SWT dalam
Al-qur’an surat Al-baqarah ayat 183 yang berbunyi:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa.(Al-baqarah:183)
3. Rukun Puasa
Niat berpuasa: niat berpuasa tidak harus dengan bahasa arab. Niat bisa dalam bahasa apapun. intinya sebagai berikut:
NAWAITU SHAUMA GHODIN 'AN ADAA'I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA'ALA
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala”
Menahan diri dari segala hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
4. Syarat Wajib Puasa
Adapun syarat wajib puasa, yaitu:
a. Islam b. Baliqh
c. Berakal (tidak gila) d. Suci dari haid dan nifas 5. Manfaat dan hikmah puasa
Adapun manfaat dan hikmah puasa Ramadhan adalah sangat besar pengaruhnya dalam mensucikan jiwa dan mendidik akhlak serta memberikan kesehatan pada badan.
a. Puasa akan menjadikan hati manusia untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala;
b. Puasa Melatih dan membiasakan jiwa untuk sabar;
c. Puasa Menahan dirinya untuk meninggalkan sesuatu yang biasa dilakukan seperti makan dan minum. Jiwanya akan diingatkan dengan keadaan orang- orang yang lapar dari kalangan orang orang miskin;
d. Puasa dapat meninggalkan syahwat yang dia inginkan. Dengan puasa akan dapat menghentikan dan mengalahkan hawa nafsunya yang selalu menyeru kepada kejelekan;
e. Puasa membuat hati manusia menjadi luluh dan mudah untuk mengingat Allah, sehingga Allah akan memudahkan pula baginya untuk menempuh jalan-jalan ketaatan;
f. Puasa berpengaruh pada kesehatan tubuh manusia karena dengan berpuasa seseorang akan terlindungi tubuhnya dari berbagai macam zat yang terkandung dalam makanan yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.
6. Hal-hal yang membatalkan Puasa
1. Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan (makan, minum).
2. Muntah dengan sengaja.
3. Hilang akal.
4. Bersetubuh atau mengeluarkan mani.
5. Kedatangan Haid, nifas atau wiladah.
6. Murtad ( keluar dari agama Islam).
Daftar pustaka
http://www.blogkhususdoa.com/2015/05/lafadz-niat-puasa-ramadhan-lengkap-arab-arab-latin-dan- terjemahannya.html?m=1
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-puasa-lengkap
http://www.akidahislam.com/2016/10/pengertian-puasa-ramadhan-niat-syarat.html
https://www.jendelainfo.com/materi-ringkas-puasa-ramadhan-1-pengertian-dalil-macam-hukum- syarat-sah-rukun-niat-dan-hikmah-puasa-ramadhan/
www.ayobelajartauhid.wordpress.com www.ukhuwahislamiah.com