• Tidak ada hasil yang ditemukan

DONGENG TENTANG CUT NYAK DIEN

N/A
N/A
Fivi Aryanti Nurdiana

Academic year: 2024

Membagikan "DONGENG TENTANG CUT NYAK DIEN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Cut Nyak Dien

Assalamualaikum wr. Wb

Halo teman-teman semua…bagaimana kabar kalian hari ini?

Semoga kita semua selalu diberi limpahan rahmat dari Allah SWT. Aamiin.

Perkenalkan saya………dari SDN AIRLANGGA I SURABAYA

Hari ini saya akan membawakan kisah tentang pahlawan perempuan yang tangguh dari ujung barat Indonesia yaitu Nanggroe Aceh Darussalam. Kira-kira teman-teman sudah tahu belum ya siapa pahlawan itu? Ya…dia adalah Cut Nyak Dien.

***

Perempuan tangguh itu bernama Cut Nyak Dien. Lahir dari keluarga bangsawan di ujung barat Indonesia yaitu Naggroe Aceh Darussalam. Disaat umur 12 tahun, dia dijodohkan dengan Teuku Ibrahim. Selama pernikahannya, cut nyak dien selalu ditinggal pergi Teuku Umar

suaminya untuk melawan penjajah Belanda.

“Ibu, aku pergi dulu untuk melawan penjajah Belanda itu, doakan aku pulang dengan kabar gembira untukmu dan untuk rakyat Aceh” ucap teuku penuh semangat

“Hati-hati ayah, aku dan anakmu akan selalu menunggu kabar baikmu di rumah. Semoga engkau selalu diberikan kemudahan oleh Allah” ucap cut nyak dien dengan hati yang penuh ragu

Teuku pun pergi dengan seluruh semangat perjuangan melawan penjajah Belanda dalam dirinya.

Namun kabar baik yang ditunggu-tunggu Cut Nyak Dien ternyata sirna. Takdir harus

memisahkan cut nyak dien dengan suaminya. Suaminya terbunuh di medan perang melawan Belanda. Betapa sakit hatinya cut nyak dien mendengar kabar tersebut.

Peristiwa gugurnya Teuku Ibrahim itu menjadi titik balik bagi cut nyak dien untuk bertekad dan bersumpah akan melawan belanda dan melanjutkan perjuangan suaminya.

(2)

Ditengah perjuangannya melawan belanda, cut nyak dien di persunting oleh teuku umar. Teuku Umar adalah tokoh yang sama-sama berjuang untuk melawan penjajah belanda di tanah Aceh.

Teuku Umar berkata “Cut nyak dien, mari bersamaku berjuang dan menguatkan barisan untuk mengusir belanda di bumi Aceh ini”

“Baik Teuku…tekadku sudah bulat, bagaimanapun keadaanku nanti, entah aku mati ataupun aku hidup, aku akan bertekad mengusir belanda dari bumi aceh ini, Allahuakbar…

allahuakbar….allahuakbar….” Ucap cut nyak dien

Berhari-hari … berbulan - bulan … bertahun - tahun telah terlewati. Perjuangan cut nyak dien dan teuku umar beserta rakyat aceh belum usai. Berbagai siasat digempurkan mereka. Ada yang berhasil ada pula yang gagal.

Ditengah perjuangannya teuku umar harus gugur ditangan belanda. Lagi-lagi cut nyak dien harus ikhlas ditinggalkan suaminya. Namun cobaan itu tidak menyurutkan semangat cut nyak dien dalam melawan belanda. Karena sumpah dan tekadnya Cut Nyak Dien berjuang lagi Bersama rakyat Aceh.

Tetapi….

Cut Nyak Dien dan rakyat Aceh mulai kehabisan pasokan makanan, uang dan senjata. Begitu pula kondisi kesehatan Cut Nyak Dien juga mulai menurun dan matanya mulai rabun.

Disuatu hari Belanda datang di markas persembunyian Cut Nyak Dien.

“Menyerahlah kau cut nyak dien, markasmu sudah kami kepung, Kau tidak bisa lagi melawan kami HA HA HA” Ucap Penjajah Belanda

Karena pasukan Belanda lebih banyak dan rakyat Aceh sudah tidak bisa melawan lagi, akhirnya Cut nyak dien dibawa paksa oleh penjajah belanda dan diasingkan di Sumedang Jawa Barat.

Dalam pengasingan tersebut kesehatan cut nyak dien semakin menurun. Sehingga setahun kemudian dia gugur dalam pengasingan ditangan belanda.

Nah..teman teman itu adalah kisah pahlawan perempuan bernama Cut Nyak Dien. Semangat juang Cut Nyak Dien dalam memimpin rakyat aceh melawan penjajah membuatnya dikenang sebagai pahlawan perang perempuan yang tidak kenal lelah.

Sekian cerita dari saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Referensi

Dokumen terkait

Rizky Mufty Aqsha : Kajian Kinerja Persimpangan Tidak Bersignal Pada Persimpangan Jalan Soekarno-Hatta- Jendral Sudirman-Jalan Cut Nyak Dien, 2009.. USU Repository

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai patriotisme yang terdapat dalam novel Cut Nyak Dien karya Sayf Muhammad Isa meliputi; keberanian, rela berkorban, pantang

Namun, karena Teuku Umar mempersilakannya untuk ikut bertempur dalam medan perang, Cut Nyak Dien akhirnya menerimanya dan menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun