Ali-'Imrān Ayat 31-41 dalam tradisi Marhaban menjelang resepsi pernikahan di Desa Manggilan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan (Kajian Living Quran). Tafsir masyarakat terhadap bacaan Surat Ali-'Imrān ayat 31-41 dalam tradisi Marhaban menjadi alasan utama mengapa penelitian ini penting karena masyarakat sedang beralih dari makna tersurat ke makna tersirat.
PENDAHUUAN
LANDASAN TEORI
Latar Belakang Masalah
Surah Ali-'Imrān merupakan surah ke-3 dari 114 surah yang terdapat dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 200 ayat. Pembacaan Surat Ali-'Imrān Ayat 31-41 dalam Tradisi Marhaban Sebelum Resepsi Pernikahan di Desa Manggilan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan (Kajian Living Quran)".
Rumusan Masalah
Bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi Marhaban sebelum menikah di Desa Manggilan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan. Apa Makna Surat Ali-'Imrān Ayat 31-41 dalam Tradisi Marhaban Sebelum Nikah di Desa Manggilan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan.
Batasan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian
Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi keilmuan dalam ilmu tafsir khususnya bagi Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN FAS Bengkulu. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian Al-Qur'an dan memberikan kontribusi pada wacana intelektual di bidang tafsir Al-Qur'an.
Kajian Pustaka
Buku ini membahas secara lebih konkrit bentuk-bentuk masyarakat Islam, seperti anjuran membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya. 9 Ibrahim Eldeeb, Jadilah Al-Qur'an yang Hidup Petunjuk Praktis Penerapan Ayat-ayat Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari, (Jakarta: Lentera Hati, 2009), hal.
Sistematika Pembahasan
- Arti Penting Kajian Living Qur’an
- Living Qur’an Dalam Lintas Sejarah
Tempo Jurnal, Didi Junaedi, Al Qur'an Hirup: Pendekatan Anyar dina Diajar Al Qur'an (Studi Kasus di Pesanteren As-Siroj Al-Hasan Desa Kalimukti Kecamatan Pabedilan Cirebon). 23 Didi Junaedi, Al-Qur’an Hirup: Pendekatan Anyar dina Diajar Al-Qur’an (Studi Kasus di Pasantrén As-Siroj Al-Hasan Désa Kalimukti Kacamatan Pabedilan Cirebon).
Gambaran Umum Tentang Surah Ali-‘Imrān
- Surah Ali-‘Imrān Ayat 31-41
Maksudnya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran atas segala manusia (pada zamannya masing-masing).”33 (QS. Ali-’Imrān [3]: 33). Maksudnya: "(sebagai) satu nasab yang sebahagiannya (keturunan) yang lain. 30 Asbabun nuzul, Asbabun nuzul Surat Ali-'Imran berkaitan dengan kisah segolongan manusia pada zaman Nabi Muhammad SAW, yang mendakwa cintakan Allah.Maksudnya: “Lalu Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, berdiri di tepi mihrab lalu berdoa (dia berkata): Sesungguhnya Allah akan menggembirakan kamu dengan kelahiran (anakmu) Yahya, yang membenarkan kalimat 39 (yang datang) dari Allah), jadilah ikutan, menjauhkan diri (dari hawa nafsu) dan menjadi Nabi di antara anak-anak orang yang soleh.” 40 (QS. Ali-'Imrān [3]: 39).
Pengertian Tradisi Dan Marhaban 1. Pengertian Tradisi
- Pengertian Marhaban
Menurut kesamaran kata rizqi, maka yang dimaksudkan ialah rizqi dalam pelbagai makna yang tidak dapat ditentukan sebagai salah satu bentuk yang menunjukkan keistimewaan Maryam. Perkataan turath berasal daripada huruf waw, ra, tha, yang dalam kamus klasik digandingkan dengan perkataan irth, wirth dan mirath. Ini sama dengan aḥlan wa sah}lan, yang juga bermaksud selamat datang dalam kamus.
Resepsi Dan Pernikahan 1. Pengertian Resepsi
- Pengertian Pernikahan
Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang melihat bekas wewangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf. Bentuk fi’il mādī diulang sebanyak 2 kali, bentuk fi’il mudāri’ diulang sebanyak 13 kali, bentuk fi’il amr diulang sebanyak 3 kali, dan bentuk masdar diulang sebanyak 5 kali. Bentuk fi’il mādī diulang sebanyak 3 kali, bentuk fi’il mudāri’ hanya diulang satu kali, bentuk mufrad sebanyak 17 kali, bentuk musana sebanyak 8 kali, sisanya 50 kali dalam bentuk jama’-.
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang didasarkan pada data-data lapangan yang berkaitan dengan topik penelitian. Dengan kata lain, pendekatan fenomenologis berupaya menemukan makna pengalaman individu atau kelompok terhadap suatu fenomena yang berkaitan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi tidak memberikan hasil manipulasi atau perubahan terhadap variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi sebagaimana adanya.
Penjelasan Judul Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jawaban responden atas pertanyaan yang diajukan mengenai pelaksanaan pembacaan surat Ali-'Imra > ayat 31-41 dalam tradisi marhaban sebelum resepsi pernikahan di desa Manggilan, kecamatan Pendopo, kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan dan sebagainya. motivasi.80. Adapun surat Ali-'Imra ayat 31-41 berisi perintah untuk mencintai Allah SWT dan mengikuti Rasul-Nya, menaati Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menceritakan tentang keluarga Imran dan keluarga Zakariya. Living Qur'an lebih menekankan pada bagaimana Al-Qur'an ditafsirkan, dipahami dan diterapkan oleh masyarakat Islam di suatu wilayah tertentu, sehingga menghasilkan tradisi.
Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, kedudukan sumber data ditinjau dari orang (resources) sangatlah penting, peranannya sebagai individu yang mempunyai informasi. Karena kedudukannya tersebut maka sumber data berupa orang-orang disebut dalam penelitian kualitatif sebagai informan.84. Informan dalam penelitian ini adalah pemandu acara, tokoh agama, kepala adat, kepala desa dan orang tua anak penerima marhaban tentang kegiatan pembacaan surat Ali-'Imrān ayat 31-41 dalam tradisi Marhaban di Desa Manggilan Kecamatan Pendopo Empat Kabupaten Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.
Sumber Data
Peneliti akan melakukan observasi lapangan langsung di desa Manggilan dan melakukan wawancara terhadap subjek penelitian atau informan. Sumber data yang akan peneliti peroleh adalah hasil wawancara pemandu acara, sekretaris kepala desa, tokoh adat, 1 orang imam masjid shaleh dan tokoh agama, tiga orang tua anak yang diberkahi. , 1. pembaca doa, 2 Qori'. Dapat juga dikatakan bahwa data disusun dalam bentuk dokumen. 87 Dalam penelitian ini dokumentasi merupakan sumber data sekunder.
Teknik Pengumpulan Data
Tanpa mengetahui teknik pengumpulan datanya maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang sesuai dengan standar data yang telah ditetapkan.88 Teknik pengumpulan data penelitian lapangan menggunakan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana berdasarkan kebutuhan yang dilakukan. dengan bantuan wawancara mendalam. secara mendalam, kemudian juga didukung dengan observasi dan dokumentasi. Yaitu pengumpulan data dan informasi melalui percakapan tanya jawab antara peneliti dengan orang yang diwawancarai, dan data yang diperoleh dari hasil wawancara disimpan dan dijadikan pedoman dalam wawancara.89. Metode observasi merupakan suatu cara menganalisis dan mencatat atau mengumpulkan data secara sistematis yang mengharuskan peneliti turun ke 91Sugiyono, Metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, penelitian dan pengembangan, (Bandung: Alfabeta, 2010), hal.
Teknik Keabsahan Data
Peneliti bekerja dengan cara membandingkan realitas fenomena berdasarkan data yang peneliti peroleh dari dimensi waktu dan sumber lain. Misalnya membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara antara subjek penelitian dengan kepala desa, orang tua anak yang sudah menikah, tokoh adat atau tokoh agama. Dengan kredibilitas, dalam penelitian ini kita dapat membuktikan kesesuaian antara hasil pengamatan dengan kenyataan di lapangan, apakah data atau informasi yang diperoleh sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Teknik Analisa Data
Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah karena dengan menganalisis data dapat diberikan makna dan signifikansi yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Analisis data adalah proses pengorganisasian dan pemilahan data ke dalam pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar sehingga dapat ditemukan tema dan tempat perumusan hipotesis kerja sesuai dengan yang disarankan oleh data. 96 Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dengan cara mengikuti metode analisis data menurut Miles dan Huberman. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Melawan Rosdakarya, 2004), hal. Buku Sumber Analisis Data Kualitatif tentang Metode Baru. 3) Penyajian data, yaitu tahap analisis lanjutan dimana peneliti menyajikan temuan peneliti dalam bentuk kategori atau pengelompokan.
Deskripsi Lokasi Penelitian
- Sejarah Desa Manggilan 98
- Letak Geografis 99
- Kondisi Sosial-Demografi 101
Sekolah agama yang ada di Desa Manggilan terdapat dua jenjang, yaitu yang pertama Madrāsah Dinīah Awalīyah (MDA) yang setara dengan Sekolah Dasar (SD) dan yang kedua adalah Madrāsah Alīyāh (MA) yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Biasanya arisan tersebut cenderung untuk para ibu-ibu, namun arisan di Desa Manggilan terdapat acara berkumpulnya bapak-bapak di rumah Sahibul Hajat yang dikenal dengan arisan materi. TPA di Desa Manggilan berlangsung setiap hari kecuali hari Jumat dan dikelola oleh beberapa dewan guru dan guru.
Temuan Penelitian
- Alasan Surah Ali-‘Imrān dibaca Pada Tradisi Marhaban Bercerita tentang Marhaban banyak ragam dan pola
- Proses Pelaksanaan Tradisi Marhaban
- Pemaknaan Surah Ali-‘Imrān Ayat 31-41 Dalam Tradisi Marhaban Sebelum Resepsi Pernikahan
Secara umum Sahibul Hajad akan dimoderatori secara lisan bahwa tradisi Marhaban Nyen dilakukan dengan satu kekurangan, yaitu pembacaan Surat Ali-'Imrān." Karena pembacaan Surat Ali-'Imrān Ayat 31-41 termasuk dalam rangkaian dari peristiwa Marhaban itu sendiri dan tradisi Marhaban ini juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Bahkan, pembacaan Surat Ali-'Imrān mempunyai peranan yang cukup besar dalam tradisi Marhaban, sebagaimana salah satu Sahibul Hajat bernama Lukman Arif mengungkapkan.
Hasil Analisa Penelitian
- Alasan Surah Ali-‘Imrān Ayat 31-41 dibaca dalam Tradisi Marhaban
- Proses Pelaksanaan Tradisi Marhaban Sebelum Resepsi Pernikahan di Desa Manggilan Kecamatan
- Pemaknaan Surah Ali-‘Imrān Ayat 31-41 dalam Tradisi Marhaban
Bukan itu sahaja, dalam perarakan marhaban terdapat 4 saat yang dinanti-nantikan, Pertama, Membaca Al-Qur'an, Surah Ali-'Imran Ayat 31-41. Perumpamaan orang yang membaca Al-Quran adalah seperti buah Utrujja, rasanya enak dan juga harum. Pembacaan Surah Ali-Imran ayat 31-41 dalam tradisi marhaban yang dilakukan oleh seorang qori' ialah perarakan membaca al-Quran secara hafalan (bi al-Ghaib) atau membaca teks (bi al-Nazar).
Kesimpulan
Sunnah Rasulullah SAW dan tradisi Marhaban menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Manggilan mencintai Allah dan Rasul-Nya, sekaligus sebagai bentuk implementasi masyarakat untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dengan dibacanya ayat ini menjadi doa sekaligus harapan agar anak yang dikurbankan kelak dapat terpelihara bahkan tumbuh dan berkembang dalam lindungan Allah SWT. Dan masyarakat Desa Manggilan meyakini dengan membacakan ayat tradisi Marhaban ini maka sahibul hajat atau keluarganya akan mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah SWT dan anak tersebut akan menjadi anak yang bertaqwa dan bertakwa.
Saran
3. Penelitian ini sekedar sumbangsih sederhana bagi perkembangan kajian Al-Qur'an dan untuk keperluan kajian selanjutnya kami berharap dapat bermanfaat sebagai bahan referensi, rujukan dan lain sebagainya bagi penulis-penulis lain yang ingin memperdalam kajian Al-Qur'an .hidup. 4. Akhir kata, penelitian ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak kekurangan dan kekurangan di dalamnya, sehingga saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan dari para peneliti.
DAFTAR PUSTAKA
Wawancara Sekretaris Kepala Desa
Wawancara Tentang Latar Belakang Pembacaan Surat Ali-‘Imrān Pada Tradisi Marhaban Kepada
Wawancara Tentang Pemaknaan dari Pembacaan Surat Ali-‘Imrān Pada Tradisi Marhaban Kepada
Wawancara Tentang Proses PelaksanaanTradisi Marhaban Kepada Pemandu Acara
Penulis melanjutkan pendidikannya di SMAN 01 Pendopo (Empat Lawang), jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), lulus pada tahun 2015.