• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dusun Kajor Wetan - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Dusun Kajor Wetan - Digilib UIN SUKA"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

خجه tertulis hibah خيسج tertulis jizya. Ketentuan ini tidak diperlukan untuk kata-kata Arab yang dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti zakat, doa, dan sebagainya, kecuali jika diinginkan pengucapan aslinya).

KATA PENGANTAR

Bapak Roni Ismail, S.Th.I, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bapak Ahmad Salehudin, S.Th.I, MA, selaku dosen Fakultas Ushuluddin yang telah banyak memberikan inspirasi dan dukungan kepada penulis. Seluruh pengajar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sangat ikhlas dalam memberikan ilmu.

Segenap Pegawai Tata Usaha Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang membantu menyelesaikan administrasi.

ABSTRAK

ABSTRACT

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Cerita rakyat (legenda) Roro Mendut dan Pranacitra yang kini menjadi mitos di Dusun Kajor Wetan, pernah diceritakan dalam novel Mangunwijaya. Ritual ini dilakukan di sumber mata air dan makam sepasang kekasih di Dusun Kajor Wetan, yaitu Roro Mendut dan Pranacitra. Dengan kata lain, ritual di Dusun Kajor Wetan berkaitan dengan kepercayaan terhadap mitos Roro Mendut dan Pranacitra.

Kisah Roro Mendut dan Pranacitra dimitoskan oleh masyarakat setempat sebagai roh sepasang kekasih yang mempunyai kesaktian.

Rumusan Masalah

8 untuk mengetahui apa fungsi mitos tersebut dalam melestarikan tradisi Wilujengan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan hingga tradisi tersebut masih berlanjut hingga saat ini. Dengan demikian, mitos Roro Mendut dan Pranacitra dalam tradisi Wilujengan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh peneliti.

Tujuan dan Manfaat Penelitian a. Tujuan

  • Manfaat Praktis

Untuk mengetahui pengaruh mitos Roro Mendut dan Pranacitra terhadap pola kehidupan sosial budaya dan keagamaan masyarakat setempat terkait dengan munculnya tradisi Wilugan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta. Mengenali Fungsi Mitos Roro Mendut dan Pranacitra dalam Pelestarian Pelestarian Tradisi Wilongan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini juga dilakukan untuk menerapkan teori Eliade tentang mitos sebagai landasan menganalisis mitos Roro Mendut dan Pranacitra pada masyarakat di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sacara praktis, panliten iki bisa menehi wawasan marang pamaos lan masyarakat ngenani tradhisi Wilongan lan Panyuwunan kang ana gegayutane karo mitos Roro Mendut lan Pranacitra ing Dusun.

Tinjauan Pustaka

Penelitian mengenai mitos juga ditulis oleh Dwi Joko Purnomo untuk melengkapi kajian perbandingan agama pada Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2009 yang bertajuk Mitos Kuil Air Suci Hati Kudus Yesus Gereja Katolik (HKTY) Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul Ganjuran untuk jemaahnya. Kemudian penelitian skripsi tentang mitos yang ditulis Pormanina untuk melengkapi kajian sejarah dan kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2011 yang berjudul Akulturasi Mitos sebagai Upaya Legitimasi Kekuasaan pada Lembaga Awal Mataram Islam. Penelitian mitos juga dilakukan Arif Hidayatullah untuk menyelesaikan studi Al-Ahwal Asy-syakhsiyyah di Fakultas Syariah UIN Malang pada tahun 2008 dengan judul Mitos Terpisahnya Gunung Pegat dalam Tradisi Keagamaan Iman Islam Jawa. Masyarakat.

Skripsi ini berisi tentang mitos pernikahan dilihat dari kesesuaian nilai-nilai hukum Islam dan kesesuaian hasilnya.

Kerangka Teori

Hasil penelitian sastra menunjukkan bahwa mitos tersebut dapat menggambarkan kedudukan perempuan di Jawa dan Sunda.19. Selain itu, mitos tidak hanya berkaitan dengan peristiwa asal usul dunia, penciptaan tumbuhan, hewan, dan manusia, tetapi juga mencakup semua peristiwa primitif. Lampiran dalam Eliade mengatakan bahwa mitos menceritakan sejarah, namun pembuat mitos yang diceritakan biasanya adalah makhluk gaib yang berbeda dengan makhluk biasa.

Oleh karena itu, keberadaan dunia ini telah membuktikan kebenaran mitos kosmogoni tersebut, sehingga mitos tersebut dianggap sebagai sejarah yang benar.27 Ada mitos kosmogoni yang mencakup mitos pengorbanan bangunan. Dalam hal ini mitos kosmogoni menceritakan penciptaan melalui pengorbanan untuk memulai sebuah bangunan atau membangun rumah. Mitos asal usul merupakan mitos yang menceritakan suatu peristiwa pada masa lalu, khususnya sejarah awal suatu bangsa atau daerah.

Mitos asal usul juga mengakibatkan manusia menjadi sosok manusia yang dapat ditemukan saat ini dalam hal-hal seperti kelahiran, norma sosial, dan peraturan kerja. Dengan demikian, asal muasal suci suatu benda atau benda harus dipelajari dengan melihat bagaimana benda itu ada, di mana benda itu dapat ditemukan, dan bagaimana benda itu muncul atau hilang. 29. Kemudian, Tuhan membagi keduanya menjadi dua bagian. 30 Berdasarkan perbedaan mitos menurut Eliade, mitos Roro Mendut dan Pranacitra dilihat dari ritual penyucian tradisi Wiluganan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul . Kabupaten Yogyakarta adalah semacam mitos asal usul. .

Alasan ini menunjukkan bahwa mitos memungkinkan manusia untuk melarikan diri dari waktu dan mitos dapat membawa manusia ke kehidupan lain.34 Dengan melakukan ritual, manusia dapat memasuki masa sakral di mana manusia meniru tindakan para dewa, pahlawan, atau tokoh mitos yang diyakininya. 35 Oleh karena itu mitos memerlukan. Begitu pula dalam tradisi Wilujengan dan Panyuwunan, mitos Roro Mendut dan Pranacitra berkaitan dengan ritual.

Metode Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data a. Observasi
  • Analisis Data

Dengan demikian, fungsi mitos yang dikemukakan oleh Eliade dapat digunakan untuk melihat fungsi mitos Roro Mendut dan Pranacitra dalam menjaga keberlangsungan tradisi Wilujengan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lokasi penelitian ini adalah kawasan mitos Roro Mendut dan Pranacitra di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, termasuk Sendang Ayu dan makam Roro Mendut dan Pranacitra. Pemilihan kedua tempat ini didasari oleh alasan bahwa mitos Roro Mendut dan Pranacitra yang berkembang pada tradisi Wilungan dan Panyuwunan terletak di tempat tersebut.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka kedua situs yang diteliti dapat mewakili kondisi masyarakat Dusun Kajor Wetan karena situs ini merupakan situs utama berkembangnya mitos Roro Mendut dan Pranacitra. Observasi adalah pengamatan terhadap suatu kegiatan dalam rangka pengumpulan data penelitian dari berbagai peristiwa melalui indra penglihatan. 38 Observasi yang dilakukan peneliti meliputi kegiatan dan peristiwa yang berkaitan dengan mitos Roro Mendut dan Pranacitra di Dusun Kajor Wetan desa Selopamioro , Kecamatan Imogiri, Kabupaten. Dengan cara ini, peneliti memberikan kebebasan kepada para informan untuk berekspresi dan menjawab pertanyaan seputar mitos Roro Mendut dan Pranacitra dalam bahasa sehari-hari.

Dengan demikian, dapat diperoleh informasi yang jelas tentang gambaran mitos Roro Mendut dan Pranacitra di Dusun Kajor Wetan. Dengan demikian penjelasan mitos Roro Mendut dan Pranacitra yang penulis jelaskan ini merupakan penjelasan yang sesuai dengan kepercayaan dan pemahaman masyarakat. 30 kebudayaan yang ada di masyarakat.46 Unsur kebudayaan yang dijelaskan dalam penelitian ini merupakan unsur kebudayaan yang berkaitan dengan mitos Roro Mendut dan Pranacitra.

Budaya tersebut dipahami dengan mengamati seluruh tingkah laku masyarakat Dusun Kajor Wetan terkait mitos Roro Mendut dan Pranacitra. Data-data tersebut kemudian diverifikasi atau dikroscek melalui wawancara untuk memperoleh data mitos Roro Mendut dan Pranacitra dalam tradisi Wilungan dan Panyuwunan.

Sistematika Pembahasan

Setelah data diperoleh, data tersebut dianalisis sesuai teori yang digunakan, guna membangun pemahaman umum. 32 daerah setempat, pendidikan dan agama masyarakat yang tinggal di Desa Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. BAB IV membahas tentang pengaruh mitos Roro Mendut dan Pranacitra terhadap pola kehidupan sosial budaya masyarakat lokal terkait munculnya tradisi Wilugan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan Wetan Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta.

BAB V ngandharaken fungsi mitos Roro Mendut lan Pranacitra sajrone nglestarekake tradhisi Wilongan lan Panyuwanan ing Dusun Kajor, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

PENUTUP

Kesimpulan

Dilihat dari segi agama, mitos Roro Mendut dan Pranacitra mempunyai efek menguatkan keyakinan peserta ritual tentang keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan makhluk gaib. Oleh karena itu, mitos Roro Mendut dan Pranacitra dapat menyatu dengan agama warga setempat. Dengan demikian, peristiwa ajaib tersebut mempengaruhi setiap individu untuk melakukan berbagai macam aktivitas sosial dan budaya sesuai dengan hal-hal yang diriwayatkan oleh mitos Roro Mendut dan Pranacitra tanpa meninggalkan kewajiban peserta ritual untuk menjalankan agamanya.

Mitos Roro Mendut dan Pranacitra di Dusun Kajor Wetan berfungsi untuk melestarikan tradisi Wilongan dan Panyuwunan. Disebabkan wujudnya mitos Roro Mendut dan Pranacitra, tradisi Wilongan dan Panyuwunan masih berterusan hingga kini. Oleh sebab itu, mitos Roro Mendut dan Pranacitra menjadikan tradisi Wilongan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan sangat penting untuk diamalkan oleh masyarakat setempat, dan dapat menarik perhatian masyarakat yang berasal dari luar Dusun Kajor Wetan untuk menyertai tradisi Wilongan. dan Panyuwunan di Kajor Wetan ini hingga ke Dusun.

Dengan demikian, tradisi Viluengan dan Panyuwuanan tidak dapat dilestarikan tanpa bantuan mitos Roro Mendut dan Pranacitra. Penulis membatasi kajian mitos Roro Mendut dan Pranacitra pada satu dusun di desa Selopamioro yaitu Dusun Kajor Wetan. Oleh karena itu, pengaruh positif mitos Roro Mendut dan Pranacitra patut dipertahankan karena mitos-mitos tersebut dapat menjadi pelembagaan tradisi Viluengan dan Panyuwunan di Dusun Kajor Wetan agar tradisi tersebut tetap terjaga.

Selain itu mitos Roro Mendu dan Pranacitra juga sangat baik untuk menguatkan keimanan warga Dusun Kajor Wetan karena seluruh peserta ritual akan bersyukur kepada Allah. Rasa syukur ini diwujudkan melalui perayaan setelah tujuan ritual dalam tradisi Wilungan dan Panyuwunan berhasil tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Kamus Umum Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (eds.), cet.2, edisi.3, Jakarta: Balai Pustaka. Interpretasi Tanda-Tanda Pemakaian Busana Dalam Upacara Adat Mitoni di Puro Mangkunagaran Surakarta," Jurnal Komunikasi Massa Vol. III, Mohamad Ikhwan Rosyidi, "Emansipasi dan Pengabdian Wanita dalam Mitos Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan, Roro Mendut, Dewi Candra Kirana: Analisis dari Perspektif Strukturalis Levi Strauss,” Jurnal Kajian Islam dan Budaya, Vol.V, No.2 , Juli-Desember.

CURRICULUM VITAE

Peserta Tradisi

Irah-irahan Skripsi: Mitos Roro Mendut lan Pranacitra sajrone Tradhisi Selawat lan Sembahyang ing Desa Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Irah-irahan Skripsi: Mitos Roro Mendut lan Pranacitra sajrone Tradhisi Selawat lan Sembahyang ing Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ketua Jurusan kanthi punika ngusulaken Panitia Ujian Munaqosyah kados ing ngandhap punika: Ketua/Penguji : Ahmad Muttaqin, Ph.D.

LEGENDA

PETA PEDUKUHAN KAJOR WETAN

DOKUMENTASI

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait