• Tidak ada hasil yang ditemukan

e-democracy: pengembangan aplikasi “pilkadakita” (studi kasus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "e-democracy: pengembangan aplikasi “pilkadakita” (studi kasus"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Pengembangan aplikasi “PILKADAKITA” (studi kasus: Pilkada Simultana 2015) ini benar-benar merupakan hasil karya saya berdasarkan instruksi panitia pengawas dan belum pernah diserahkan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Perlu dilakukan evaluasi terhadap website KPU dan memberikan rekomendasi agar dapat terjadi perubahan yang lebih baik dalam pelayanan publik serta perancangan aplikasi yang dapat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses pemilu. Penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul e-Democracy: Evaluasi Penggunaan Web oleh KPU pada Pilkada Serentak 2015 dan Perkembangannya. dari aplikasi "PILKADAKITA".

1 Kedua orang tua dan adik-adik penulis yang selalu memberikan doa, dukungan, kasih sayang dan semangat yang tiada tara. 2 Ny.Dr. Yani Nurhadryani, SSi MT selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan bimbingan dan saran dengan penuh kesabaran selama mengerjakan tugas akhir. 4 Rata-rata hasil evaluasi kategori informasi, transaksi, partisipasi dan kemudahan penggunaan Internet dari 131 website KPU yang dievaluasi 10 5 Hasil persentase untuk variabel pada kategori penyediaan informasi.

12 Tampilan menu pelaporan pengaduan pelanggaran pilkada (R1) 16 13 Tampilan menu pendukung calon favorit (R3) 16 14 Tampilan menu registrasi online pemantau pilkada (R2) dan. 15 Tampilan menu pengecekan partisipasi pemilu sebagai pemilih 17 16 Tampilan menu pengelolaan notifikasi pengaduan pelanggaran (R1) 18 17 Tampilan menu pengelolaan dukungan calon pilkada 18. 3 Tampilan halaman utama web KPU Pusat ( kpu.go.id) 27 4 Tampilan halaman utama web KPU Kabupaten Bangka (kpu- .bangkakab.go.id) 27.

2  Diagram alir mendapatkan product backlog  5
2 Diagram alir mendapatkan product backlog 5

PENDAHULUAN

Peningkatan layanan informasi dan transaksi serta pelibatan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses penyelenggaraan pilkada akan membuat masyarakat tetap dekat dengan KPU. Masyarakat Indonesia saat ini sangat melekat dan dekat dengan smartphone, sehingga pembuatan aplikasi “PILKADAKITA” dirasa cocok untuk meningkatkan pelayanan publik dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana KPU memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pemilu, serta melakukan evaluasi terhadap website KPU dan menjadikan hasil evaluasi sebagai rekomendasi dalam pengembangan “PILKADA KITA” aplikasi.

Metode penelitian Batlayeri (2015) dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan objek penelitian berupa data web KPU tingkat daerah, dievaluasi berdasarkan penelitian terdahulu, dan menambahkan variabel penelitian. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Web KPU Pusat, Web KPU Provinsi, dan Web KPU Kabupaten/Kota digunakan dalam penyediaan informasi dan transaksi pemilu serta meningkatkan tingkat partisipasi aktif masyarakat pada Pilkada Tahun 2015. Penelitian ini dapat memberikan gambaran bagaimana KPU, pemerintah pusat, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota memanfaatkan pemanfaatan Internet untuk menerapkan e-demokrasi pada Pilkada Serentak 2015.

Website yang dievaluasi dan dianalisis adalah website KPU Pusat, website KPU provinsi, dan website KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak Tahun 2015.

TINJAUAN PUSTAKA

Penyelenggaraan Pilkada Serentak tahap pertama yang telah dilaksanakan hendaknya dievaluasi dan dijadikan acuan bagi pelaksanaan Pilkada Serentak tahap selanjutnya. Evaluasi tersebut salah satunya dilakukan terhadap salah satu tugas dan wewenang KPU, yakni perencanaan dan persiapan pilkada. Tahapan persiapan pilkada salah satunya dapat dilakukan dengan mempersiapkan website KPU dengan sebaik-baiknya sebagai media penyampaian informasi tentang proses pilkada dan cara berkomunikasi dengan peserta pilkada dan masyarakat.

Menurut Nurhadryani (2009), e-Government adalah pemanfaatan informasi, komunikasi dan teknologi (TIK) oleh pemerintah yang terkonsentrasi pada pelayanan publik. 1 Mendapatkan akses elektronik terhadap informasi pemerintahan dan layanan publik 2 Mendapatkan akses elektronik untuk berinteraksi dengan lembaga pemerintah 3 Transaksi online dengan pihak pemerintah.

METODE

Alamat web KPU diperoleh dengan cara mencari alamat web menggunakan mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci KPU diikuti dengan wilayah yang dicari, misalnya “KPU KABUPATEN PANDEGLANG”. Dalam menghitung sampel untuk menentukan website KPU yang akan dievaluasi, digunakan rumus Solvin pada persamaan (1) dan persamaan (2) untuk menghitung jumlah sampel setiap lapisan daerah. Data penelitian ini terbagi menjadi 4 lapisan yaitu lapisan pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Hasil web sampling KPU yang diperoleh dilakukan dalam proses evaluasi dengan menggunakan variabel evaluasi berdasarkan variabel dari CLD (2012) ditambah variabel berdasarkan definisi e-demokrasi menurut Norris (2007).

Penelitian ini menambahkan variabel pada kategori transaksi dan partisipasi untuk lebih memahami sejauh mana website KPU memiliki fitur transaksi dan partisipasi. PILKADAKITA” untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan melakukan transaksi antara KPU dan masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan nilai maksimum dan minimum, nilai rata-rata dan nilai persentase.

Proses ini mungkin tidak mencakup semua fitur yang direncanakan, melainkan fitur-fitur yang dapat diimplementasikan dalam jangka waktu yang ditentukan saat ini. Penelitian terkait evaluasi web KPU pada Pilkada Serentak Tahun 2015 dan pengembangan aplikasi “PILKADAKITA” dilakukan dengan menggunakan perangkat keras berupa laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core i5-2.5 GHz, 8 RAM GB dan HDD 320 GB. .

Gambar 1  Tahap pelaksanaan metode scrum  Product Backlog
Gambar 1 Tahap pelaksanaan metode scrum Product Backlog

HASIL DAN PEMBAHASAN

Populasi KPU yang menyelenggarakan Pilkada Serentak dan memiliki website berekstensi .go.id berjumlah 161 website KPU. Evaluasi yang dilakukan terhadap 131 website KPU menunjukkan bahwa website KPU sudah dipertimbangkan dari segi informasi dan kemudahan penggunaan seperti terlihat pada Gambar 3. Namun website KPU yang mendapat skor terendah dengan 3 nilai variabel adalah Kutai Kartanegara KPU Kabupaten (kpu-kutairtanegarakab.go .id2, lampiran 4).

Namun informasi yang ditampilkan di website KPU hanya nama partai dan peserta pemilu, padahal yang dibutuhkan adalah latar belakang dan profil peserta pemilu. Website KPU yang menampilkan informasi berdasarkan variabel informasi terbanyak adalah KPU Kabupaten Bangka Barat (kpu-bangkabaratkab.go.id3, Lampiran 4) dengan 12 variabel informasi dari total 15 variabel informasi. Website KPU yang menampilkan informasi tersebut adalah KPU Kota Denpasar (kpu-denpasarkota.go.id4, Lampiran 5).

Dalam hal ini, KPU belum bisa mengaktifkan database KPU secara maksimal, dilihat dari data yang diperoleh, yang masuk dalam web database KPU hanyalah dokumen yang bisa diunduh oleh masyarakat. Website KPU yang digunakan saat ini belum memiliki fungsi untuk mengisi formulir secara online dan memberikan pemberitahuan kepada masyarakat melalui surat elektronik. Website KPU tidak digunakan sebagai sarana pemrosesan transaksi terkait pelayanan publik pada pemilukada.

Sementara itu, hanya 11% situs KPU yang mampu melakukan interaksi dua arah dan menganggap hal ini penting. Aspek kenyamanan yang perlu diwaspadai KPU untuk membantu masyarakat dengan mudah menggunakan situs KPU belum maksimal.

Hal ini terlihat dari jumlah website KPU yang memperhatikan kemudahan penggunaan, berada di bawah separuh jumlah observasi yaitu 44%, meskipun angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan penelitian Batlayeri (2015) dengan peningkatan sebesar 3,69%. . Rincian variabel yang diperoleh hanya 30% dari website KPU yang menawarkan roti, padahal penting untuk mencantumkannya di website karena membantu pengguna mengetahui di halaman mana mereka berada. Di era dimana masyarakat sudah menggunakan perangkat mobile untuk mengakses informasi dan melakukan transaksi, banyak website KPU yang masih belum menyediakan website yang dapat diakses dari perangkat mobile.

Misalnya, situs web KPU pusat mempunyai versi selulernya sendiri dan sebagian besar situs KPU lainnya mengembangkan situs web KPU yang responsif.

Gambar 3  Jumlah KPU yang mengikuti pilkada serentak 2015 berdasarkan   ekstensi web
Gambar 3 Jumlah KPU yang mengikuti pilkada serentak 2015 berdasarkan ekstensi web

SIMPULAN DAN SARAN

Pengujian dilakukan terhadap tiga fungsi rekomendasi pengembangan sistem terhadap lima responden dari kelompok umur dan tingkat pendidikan yang berbeda. PILKADAKITA' fokus pada peningkatan angka partisipasi dan transaksi online, yaitu pengisian formulir online, penyelenggaraan forum diskusi dan mendukung calon pilihan masyarakat. Pengembangan aplikasi “PILKADAKITA” menggunakan Scrum kurang cocok jika dibarengi dengan proses pembelajaran dan memerlukan kematangan anggota tim pengembangan.

Sehingga mengganggu jadwal dan waktu yang menjadi prioritas dalam metode pengembangan scrum. Penelitian selanjutnya dapat memasukkan unsur pengalaman pengguna untuk menambah poin kemudahan masyarakat dalam menggunakan aplikasi “PILKADAKITA”. Penelitian di masa depan juga dapat membuat fitur forum dengan notifikasi real-time kepada orang-orang yang menjadi anggota forum.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Umum KPU Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pemantau dan Tata Cara Pengawasan Pemilihan Umum Anggota DPR, Dewan Perwakilan Daerah, dan DPRD Tahun 2014 [internet]. Tersedia di: http://www.kpud-nttprov.go.id/index.php/per-kpu-tahun-2012?download=33%3Aperaturan-kpu-no-10-tahun2012-tangan-pemantau-dantata -hoe -pemilihan-umum-anggota-dewan-perwakilan-anggota-dewan-perwakilan-daerah-dan-dewan-perwakilan-daerah-tahun 2014-+&cd=6&hl. A1 Bagaimana Anda dapat berpartisipasi dalam pemilu? Ada atau tidaknya informasi cara mengikuti pemungutan suara, waktu dan cara mendaftar, cara memilih.

A3 Perpindahan tempat pemungutan suara Apakah ada informasi mengenai cara pemindahan tempat pemungutan suara atau tempat pemberian hak pilih kepada pemilih yang tidak dapat melakukannya karena alasan tertentu? A6 Hal-hal penting bagi peserta pemilu Adakah informasi penting yang perlu diketahui calon peserta, seperti cara mendaftar, aturan kampanye, dan syarat pemilu. A7 Tentang partai dan peserta pemilu Ada atau tidaknya informasi tentang partai dan peserta pemilu atau kandidat.

A8 Kerangka hukum yang ada Apakah terdapat informasi hukum dasar seperti undang-undang pemilu, peraturan pemerintah, dan peraturan KPU. A9 Surat Keputusan yang dibuat oleh KPU Apakah hasil keputusan KPU diterbitkan dalam bentuk surat keputusan. A12 Laporan keuangan KPU Apakah terdapat transparansi dalam keuangan KPU, seperti batasan anggaran minimum, standar gaji atau informasi pengeluaran.

A13 Risalah Rapat KPU Ada atau tidaknya informasi mengenai rapat yang diselenggarakan KPU, termasuk informasi mengenai proses pemungutan suara. A15 Pemilu sebelumnya Ada atau tidaknya informasi perkembangan pemilu sebelumnya dan data hasil pemilu yang diperoleh. B1 Dokumen penting yang dapat diunduh Ada atau tidaknya dokumen yang dapat diunduh oleh masyarakat, misalnya: salinan produk hukum, berita acara, atau formulir.

B3 Apakah ada notifikasinya? Apakah ada fitur notifikasi, baik yang muncul di website KPU maupun di email terkait proses transaksi online. C2 Apakah ada fungsi interaksi Apakah ada fungsi menerima pendapat, saran atau kritik masyarakat tentang pemilu, misalnya forum pemilu. D1 Apakah terdapat peta situs atau remah roti Apakah terdapat peta situs atau remah roti untuk memudahkan navigasi di web D2 Apakah terdapat fungsi pencarian Apakah terdapat fungsi pencarian untuk memudahkan mencari informasi atau

D3 Dapat diakses melalui perangkat seluler Apakah situs dapat diakses melalui web atau seluler atau tidak.

RIWAYAT HIDUP

Gambar

2  Diagram alir mendapatkan product backlog  5
Gambar 1  Tahap pelaksanaan metode scrum  Product Backlog
Gambar 3  Jumlah KPU yang mengikuti pilkada serentak 2015 berdasarkan   ekstensi web
Gambar 5  Hasil persentase variabel-variabel kategori penyediaan informasi dari   131 web KPU yang dievaluasi
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

spesification of lubricants