• Tidak ada hasil yang ditemukan

ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

(STUDI KASUS PT GOWA MAKASSAR TOURISM DEVELOPMENT TBK)

Hardiyanti1, Rahmawati Umar2, Abdul Sumarlin3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected],

3[email protected]

ABSTRACT

The research aims to analyze the financial performance of PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk by using EVA. The research used secondary data that is annual financial report which has been published by PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. The data analysis used quantitative that based on the data which can be counted by EVA method. The result shows that the financial performance by using EVA method at PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, listed on Indonesia Stock Exchange, in the period of 2014-2018 had a fluctuating values. In 2014 the value of EVA obtained was not good or negative. In 2015-2017 it obtained good or positive, and in 2018 it obtained again negative

Keywords: Financial performance, and Economic Value Added (EVA) method.

PENDAHULUAN

Perkembangan perusahaan yang bergerak dibidang industri sektor properti berkembang begitu pesat di Indonesia.

Banyaknya pengusaha mencoba mengembangkan usahanya dibidang ini mengingat lahan usaha yang terbuka lebar sehingga tidak hanya di BUMN tapi di kalangan swasta juga ikut serta menggeluti peluang tersebut mengingat tujuan perusahaan yang beriorentasi pada nilai serta memakmurkan para pemegang saham dengan salah satu cara memperoleh keuntungan dan mencapai hasil yang tertinggi untuk menambah jumlah aset dari para pemilik modal dan juga menjaga umur perseroan agar dapat berkembang dengan produk yang dijalankan untuk masa yang akan datang.

Kekuatan rasio keuangan dalam meprediksi laba selama ini sangat berguna dalam menilai kinerja keuangan perusahaan di masa datang. Penelitian yang menghubungkan rasio keuangan dengan fenomena akuntansi tertentu, dengan harapan akan dapat ditemukan berbagai kegunaan objektifyang telah banyak dilakukan. (Sumarlin,2016)

Pentingnya bagi setiap perusahaan agar kiranya lebih mengutamakan laporan kesehatan keuangannya, hal ini dilakukan agar

tidak merugikan pihak lain baik bagi perusahaan ataupun pemerintah. Perusahaan go public yang telah terdaftar di bursa efek, penilaian kinerja keuangan sangat berguna bagi pihak investor yang ingin menanamkan modalnya. Dalam penelitian ini peneliti memilih metode Economic Value Added (EVA) adalah suatu alat analisis untuk menilai kinerja keuangan perusahaan yang mengukur seluruh biaya modal. Economic Value Added (EVA) dihitung dengan cara mengurangkan laba bersih dari operasi setelah pajak atau Net Operating Profit After Tax (NOPAT) dengan biaya modal rata-rata.

Metode Economic Value Added (EVA) menaruh perhatian lebih yang cukup objektif karena berangkat dari konsep biaya modal, dimana beban biaya ini memperlihatkan tingkat imbalan atau pengembalian yang diharapkan investor atas sejumlah penanaman modal yang ditanamkan perusahaan. Untuk di Indonesia istilah untuk metode ini ialah nilai tambah ekonomis (NITAMI) metode yang digunakan untuk manajeman keuangan mengukur laba ekonomi suatu perseroan dengan ukuran jika perusahaan dapat memenuhi biaya operasional dan biaya modal maka perusahaan tersebut dapat dikatakan makmur.

(2)

Pada perusahaan yang melakukan suatu usaha dalam bidang perkembangan real estate.

Fenomena yang terjadi di perusahaan yang bergerak di bidang ini sangat diminati oleh pihak investor karena menanamkan modal dibidang ini memiliki nilai jangka panjang.

Dalam penelitian ini penulis memilih perusahaan properti PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk dikarenakan perolehan labanya menurun drastis dalam lima tahun terakhir, Go Public atau telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, fokus produknya bagi kalangan kelas menengah keatas dan alamat perusahaan dekat dari lokasi domisili peneliti.

Adapun pencapaian laba dalam lima tahun terakhir dari tahun 2014 sampai tahun 2018 dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 1. Laporan Laba (Rugi) PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk

(dalam rupiah penuh) Tahun Laba (Rugi)

2014 120.014.164.180 2015 118.494.551.000 2016 86.914.558.516 2017 68.230.259.472 2018 61.443.212.441

Dari uraian diatas maka dapat di rumuskan masalah yaitu : Apakah penggunaan metode Economic Value Added (EVA) pada PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk sudah menunjukkan hasil positif terhadap kinerja keuangan ?

Tujuan penelitian yang igin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja keuangan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) telah menunjukkan hasil yang positif dalam lima tahun terakhir ini.

TINJAUAN LITERATUR

Menurut Fahmi (2017) Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakuakan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan –aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.

Menurut Hery (2015) kinerja keuangan penting karena sebagai sarana dan indikator

dalam rangka memperbaiki kegiatan operasional perusahaan. Dengan perbaikan kinerja operasional diharapkan bahwa perusahaan mampu mengalami pertumbuhan keuangan yang lebih baik.

Analisis kinerja keuangan sangat diperlukan untuk pengambilan keputusan yag tepat dan rasional. Dengan kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat sejauh mana perusahaan telah menerapkan peraturan standar keuangan dengan baik dan benar.

Fahmi (2017) mengemukakan secara umum ada 5 tahap dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan yaitu : 1) Melakukan review terhadap laporan keuangan.

2) Melakukan perhitungan. 3) Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh. 4) Melakukan penafsiran pada berbagai permasalahan yang ditemukan. 5) Mencari dan memberikan pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.

Menurut Fahmi (2017) laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan, dimana selanjutnya itu akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan tentang kinerja suatu perusahaan.

Menurut Kasmir (2016) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan hasil kondisi dari transaksi apa saja yang terjadi dalam satu periode atau satu tahun buku yang berguna untuk pengambilan keputusan untuk kepentingan perusahaan.

Tujuan laporan keuangan menurut Fahmi (2017) untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka- angka dalam satuan moneter.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1994) dalam buku Fahmi (2017), tuuan laporan keuanagan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuanagan suatu perusahaan yang baermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Menurut Wijaya (2017) laporan keuangan terbagi menjadi 4 macam yaitu : 1) Laporan posisi keuangan, yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari perusahaan pada saat tertentu. Laporan posisi

(3)

keuangan terdiri atas 3 unsur yaitu :Aset, Liabilitas, dan Ekuitas. 1) Laporan laba rugi, Laporan yang menggambarkan hasil operasi perusahaan pada periode tertentu. 3) Laporan arus kas, yaitu laporan yang menggambarkan kas masuk dan keluar dalam periode tertetu. 4) Laporan perubahan ekuitas, yaitu laporan yang menggambarkan rincian dari posisi ekuitas perusahaan dari satu periode ke periode lainnya.

Menurut Hery (2014) Analisis laporan keuangan adalah suatu metode yang membantu para pemngambil keputusan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan melalui informasi yang didapat dari laporan keuangan.

Laporan keuangan adalah metode yang digunakan untuk mengetahui posisi laporan keuangan perusahaan baik dari segi kelemahan dan kekuatan untuk pengambilan keputusan dalam kelangsungan hidup perusahaan yang akan datang.

Economic Value Added (EVA) adalah metode yang dilakukan untuk mengukur dan mnegetahui apakah telah terjadi nilai tambah pada perusahaan dan para pemegang saham serta kreditur dapat diyakinkan apakah modal yang telah ditambah untuk di masa yang akan datang akan memberikan tingkat pengembalian seperti yang diharapkan. Lebih tepatnya Economic Value Added (EVA) adalah Laba Operasional Setelah Pajak atau Net Operating Profit After Tax (NOPAT) dikurang Biaya Modal (Capital Charge). Dengan kata lain Economic Value Added (EVA) mampu mengidentifikasi seberapa jauh kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi pemilik perusahaan.

Laba operasional setelah pajak atau Net Operating Profit After Tax (NOPAT)

Laba operasional setelah pajak atau Net Operating Profit After Tax (NOPAT) merupakan tingkat keuntungan yang diperoleh dari modal yang ditanam.

NOPAT = EBIT - ( 1 - tax ) Dimana

EBIT = (Earnings Before Interest &

Taxes) / Laba (Rugi) usaha

Tax = Beban pajak/Laba bersih sebelum pajak 100%.

Invested Capital (Modal Yang Di Investasikan)

Invested Capital = Total hutang &

Ekuitas - hutang jangka pendek Dimana :

Total Hutang adalah seluruh utang jangka panjang dan utang jangka pendek.

Weighted Average Cost Of Capital (WACC) / Biaya modal tertimbang rata-rata

Rumus untuk menghitung Weighted Average Cost Of Capital (WACC) ialah :

WACC = (Ke ˣ We) + (Kd ˣ Wd) Dimana :

Ke : Biaya Modal Sendiri

We : Persentase Ekuitas

Kd : Biaya Modal Utang

Wd : Modal Pinjaman

=100% - Proporsi Ekuitas

Cost of capital atau biaya modal mempunyai dua maksud dari sisi perusahaan dan investor. Dari sisi perusahaan ialah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan sumber dana yang dibutuhkan sedangkan dari sisi investor adalah biaya peluang yang ditanamkan investor pada suatu perusahaan.

Capital Charge / Biaya Modal dapat dihitung dengan rumus :

Capital Charges = Invested Capital ˣ WACC

Economic Value Added (EVA)

Economic value Added (EVA) adalah alat untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan tentang pemberian nilai tambah terhadap para pemegang saham sebagai ukuran dari adanya penambahan nilai dari suatu investasi setiap tahun pada perusahaan.

Economic Value Added (EVA) dapat dihitung dengan rumus (Husnan & Pudjiastuti, 2018)”.

EVA = NOPAT – Capital Charges Menurut Adiguna, (2017), dalam jurnal Laelisneni, (2018) penilaian kinerja keuangan perusahaan dapat diukur dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Jika EVA ≥ 0, maka kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan baik, sehingga terjadi proses nilai ekonomisnya atau dapat dikatakan perusahaan sedang menciptakan kekayaan. 2) Jika EVA = 0, maka kinerja keuangan perusahaan secara ekonomis dalam keadaan impas. 3) Jika EVA

≤ 0, maka kinerja keuangan perusahaan tersebut dikatakan kurang baik karena laba

(4)

yang diperoleh tidak memenuhi harapan pemilik modal, sehingga tidak terjadi penambahan nilai pada ekonomis perusahaan atau dapat dikatakan perusahaan sedang menyianyiakan kekayaan.

Menurut Utama (2010) dalam Jurnal Supriyanto & Lestari (2015) Economic Value Added (EVA) mempunyai manfaat yaitu : 1) Sebagai penilaian kinerja perusahaan yang berfokus pada penciptaan nilai. 2) Dapat meningkatkan kesadaran manajer bahwa tugas mereka ialah untuk memaksimumkan nilai untuk perusahaan dan para pemegang saham.

3) Dapat membantu para manajer berfikir dan bertindak untuk memilih investasi yang memaksimalkan tingkat pengembalian dana dan meminimalkan tingkat biaya modal. 4) Economic Value Added (EVA) membuat para menajer agar mengevaluasi kinerja berdasarkan krteria maksimum nilai perusahaan. 5) Economic Value Added (EVA) dapat menyebabkan perusahaan untuk lebih memperhatikan struktur modalnya dan mengidentifikasi proyek yang yang dapat memberikan jumlah tingkat pengembalian lebih tinggi dari biaya modalnya.

Menurut Horne dalam jurnal Hamidah, (2017) Keunggulan Economic Value Added ialah dapat menghubungkan dengan lebih baik strategi perusahaan dan investasi dengan nilai bagi pemegang Economic value added (EVA) sebagai alat ukur yang memiliki keunggulan saham dan menjadi alat yang membantu menekankan bahwa sangat penting bagi manajer untuk memahami konsep biaya modal.Perhitugan Economic Value Added (EVA) dapat dipergunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan lain sebagai konsep penilaian.

Selain keunggulan dari metode Economic Value Added (EVA), ada juga kelemahan yang dimiliki menurut Abdullah dalam jurnal Hamidah, (2017) yaitu Economic Value Added (EVA) adalah alat ukur semata dan tidak berfungsi sebagai cara untuk mencapai sasaran perusahaan.

Pada penelitian terdahulu yang dilakukan Kusumawati (2017) meneliti tentang

“Analisis Kinerja Keuangan Dengan Berdasarkan Metode Economic Value Added (EVA) pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Panakukang di Kota Makassar” Hasil penelitiannya pada tahun 2013-2016 menunjukkan bahwa nilai Economic Value

Added (EVA) ≥ 0, yang artinya perusahaan memberikan nilai tambah ekonomis. Pada penelitian yang dilakukan Suyanti (2018) meneliti tentang “Analisis Penilaian Kinerja Keuangan Dengan Metode Economic Value Added (EVA)” (studi pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk) hasil penelitian untuk periode 2014 - 2016 menunjukkan hasil Economic Value Added (EVA) yang positif hal ini menandakan PT Bank Muamalat dapat menciptakan nilai tambah dan dapat memaksimumkan pendapatan.

Adapun hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah : “Bahwa Analisis Kinerja Keuangan dengan menggunakan Metode Economic Value Added (EVA) pada PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, untuk periode tahun 2014 - 2018 sudah menunjukkan hasil positif atau ≥ 0”.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, dimulai dari studi dari masalah yang akan diteliti yang diangkat dari beberapa literatur, jurnal dan artikel dari internet, kemudian diadakan identifikasi masalah, rumusan masalah, dan menentukan tujuan penelitian. Setelah itu diadakan persiapan untuk pencarian data sekunder berupa laporan keuangan untuk dapat menganalisis data. Setelah data yang diperlukan semuanya telah rangkum maka dimulai pembahasan yang akan menghasilkan kesimpulan dan saran.

Lokasi penelitian di PT Bursa Efek Indonesia, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Makassar Jl Dr.Ratulangi No.124, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Waktu penelitian minimal 2 bulan terhitung sejak bulan September 2019.

Data penelitian terbagi yaitu jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis kuantitatif yaitu data yang disajikan berupa angka-angka dan dapat diukur secara numerik.

Data ini berasal dari laporan keuangan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia.

Adapun sumber data yang digunakan ialah dengan mengambil data sekunder yang dibutuhkan yaitu laporan keuangan publikasi perusahaan dalam hal ini antara lain laporan neraca dan laporan laba rugi.

Populasi yang dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Gowa Makassar

(5)

Tourism Development Tbk yang terdaftar di bursa efek indoneisa periode tahun 2014 sampai tahun 2018. Teknik sampel yang digunakan ialah Quota Sampilng yaitu sampel yang diambil berdasarkan pertimbangan tertentu oleh peneliti dalam hal ini yaitu laporan Laba (Rugi) dan Laporan Neraca periode tahun 2014 sampai tahun 2018.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini: 1) Studi Pustaka. 2) Wawancara. 3) Dokumentasi.

Berdasarkan judul pada penelitian ini yang menjadi variabel penelitian ialah variabel Independen adalah Economic Value Added (EVA) dan yang menjadi variabel dependen ialah Kinerja Keuangan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam rangka menganalisis dan menilai kinerja keuangan periode 2014-2018 pada PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk yang terdaftar di bursa efek indonesia di gunakan metode Economic Value Added (EVA) dimana EVA adalah selisih antara pendapatan setelah pajak dengan biaya modal.

Untuk menghitung nilai EVA maka data keuangan yang diperlukan yaitu hasil dari : 1) NOPAT (Net Operating After Tax). 2) Invested Capital (Modal Yang Diinvestasikan). 3) Weighted Average Cost Of Capital/WACC (Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang). 4) Cost Of Capital / Capital Charge (Biaya Modal). 5) Economic Value Added (EVA). 6) Menghitung NOPAT dengan rumus nilai EBIT dikurangkan satu dan dikurangkan nilai Tax.

Tabel 1. Hasil Perhitungan Nopat Tahun Earnings Before

Interest Tax (Ebit) Tax NOPAT

2014 Rp 135.978.034.837 Rp 15.977.839.254 Rp 120.000.195.582 2015 Rp 119.428.639.360 Rp 934.088.360 Rp 118.494.550.999 2016 Rp 87.506.296.666 Rp 591.738.150 Rp 86.914.558.515 2017 Rp 68.803.466.028 Rp 573.206.556 Rp 68.230.259.471 2018 Rp 62.042.118.980 Rp 598.906.539 Rp 61.443.212.440

Sumber: data diolah (2019).

Berdasarkan tabel 1. hasil analisis Net Operating Profit After Tax selama 5 tahun terakhir menunjukkan penurunan. Pada tahun 2014 memperoleh nilai sebesar 120.000.195.582 dan tahun 2015 turun sebesar 1,25% dari tahun 2014 yaitu 118.494.550.999,pada tahun 2015 turun

sebesar 26,65% ke tahun 2016, tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami penurunan 21,5% dan tahun 2018 turun 10% dari tahun 2017 dengan nilai 61.443.221.441. penurunan nilai yang diperoleh setiap tahun dikarenakan perolehan laba bruto mengalami penurunan.

Tabel 2. Hasil Perhitungan Nilai Invested Capital

Tahun T.Hutang & Ekuitas T.Hutang Jangka

Pendek Invested Capital 2014 Rp 1.524.317.216.546 Rp 510.945.337.339 Rp 1.013.371.879.207 2015 Rp 1.273.990.253.786 Rp 512.933.237.967 Rp 761.057.015.819 2016 Rp 1.229.172.450.340 Rp 435.869.175.502 Rp 793.303.274.838 2017 Rp 1.242.714.753.944 Rp 415.365.986.414 Rp 827.348.767.530 2018 Rp 1.252.862.156.022 Rp 347.661.140.865 Rp 905.201.015.157

Sumber: data diolah (2019).

Berdasarkan dari table 2. perhitungan analisis nilai Invested Capital yang diperoleh dalam 5 tahun terakhir mengalami naik dan turun secara fluktuasi. Nilai Invested Capital pada tahun 2014 memperoleh nilai sebesar 1.013.371.879.207 turun sebanyak 24,9% di tahun 2015, pada tahun 2016 dan tahun 2017 naik sebesar 4% di setiap tahunnya dan tahun 2018 memperoleh nilai 905.201.015.157 naik sebesar 9% dari tahun 2017.

Biaya modal rata-rata tertimbang ini digunakan untuk perusahaan yang mendapatkan dana dari pihka lain. Ada beberapa yang harus diketahui nilainya sebelum menghitung biaya modal rata-rata terimbang yaitu mengetahui hasil dari biaya modal sendiri (Ke), Hasil persentase ekuitas(We), Biaya modal hutang (Kd) dan Modal Pinjaman(Wd). Menghitung nilai WACC = (Ke × We) + (Kd × Wd).

Tabel 3. Hasil dari perhitungan WACC

Tahun (Ke ˣ We) (Kd ˣ Wd) WACC

2014 0,07866 0,050107 0,128767

2015 0,09135 0,00339 0,09474

2016 0,0676 0,02886 0,09646

2017 0,0548454 0,02604 0,0808854

2018 0,049044 0,02346 0,072504

Sumber: data diolah (2019).

Dari tabel 3 dapat dilihat hasil yang diperoleh dari Biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) pada tahun 2014 sebesar 0,128767 turun menjadi 0,09474 di tahun 2015, dan tahun 2016 mengalami kenaikan dari tahun

(6)

2015, dari tahun 2016 ke tahun 2017 dan 2018 kembali mengalami penurunan.

Tabel 4. Hasil dari perhitungan Capital Charge

Tahun Invested Capital WACC Capital Charges 2014 Rp 1.013.371.879.207 0,128767 Rp 130.488.856.770 2015 Rp 761.057.015.819 0,09474 Rp 72.102.541.679 2016 Rp 793.303.274.838 0,09646 Rp 76.522.033.891 2017 Rp 827.348.767.530 0,0808854 Rp 66.920.436.001 2018 Rp 905.201.015.157 0,072504 Rp 65.630.694.403

Sumber: data diolah (2019).

Pada tabel 4. dapat dilihat pendapatan hasil capital chargers pada tahun 2014 sebesar Rp 130.488.856.770 dan pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 44,74% dan tahun 2016 naik 6,13% dari tahun sebelumnya.

Di tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 12,55% dari tahun 2016 dan tahun 2018 mengalami peurunan yang tidak bayak dari tahun 2017 yaitu sebesar 1,93%.

Tabel 5. Hasil dari perhitungan Economic Value Added (EVA)

Tahun NOPAT Capital Charges EVA

2014 Rp 120.000.195.582 Rp 130.488.856.770 Rp (10.488.661.188) 2015 Rp 118.494.550.999 Rp 72.102.541.679 Rp 46.392.009.320 2016 Rp 86.194.558.515 Rp 76.552.033.891 Rp 9.642.524.624 2017 Rp 68.230.259.471 Rp 66.920.436.001 Rp 1.309.823.470 2018 Rp 61.443.212.440 Rp 65.630.694.403 Rp (4.187.481.963)

Sumber: data diolah (2019).

Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai Economic Value Added pada tahun 2014 menghasilkan nilai yang negatif, untuk tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 menghasilkan nilai yang baik atau positif sedangkan untuk tahun 2018 kembali menghasilkan nilai negatif.

Adapun yang menjadi tolak ukur dari pada metode Economic Value Added (EVA) pada perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau tidak ialah dengan melihat hasil selisih dari Net Operating Profit After Tax (NOPAT) dengan Biaya Modal (Capital Charges), jika hasil selisihnya ≥ 0 maka perusahan sedang menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. Jika hasil selisihnya = 0 maka perusahaan sedang berada di titik impas, dan jika selisihnya ≤ 0 artinya perusahaan sedang menyianyiakan kekayaan.

Berdasarkan perhitungan dan olah data kuantitatif yang dilakukakan sebelumnya yang memperoleh nilai analisis Economic Value Added (EVA). Pada tahun 2014 sebesar Rp - 10.488.661.188 atau menghasilkan nilai ≤ dari

0 yang artinya negatif atau perusahaan tidak menciptakan kekayaaan bagi para pemegang saham atau perusahaan sedang menyianyiakan kekayaannya. Pada tahun 2015 nilai EVA yang diperoleh sebesar Rp 46.392.009.320 atau menghasilkan nilai ≥ dari 0 yang artinya positif atau perusahaan telah menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham sebesar Rp 46.392.009.320. Pada tahun 2016 nilai EVA yang diperoleh sebesar Rp 10.392.524.624 atau menghasilkan nilai ≥ dari 0, yang artinya perusahan telah menciptakan kembali nilai tambah bagi para pemegang saham sebesar Rp 10.392.524.624. Pada tahun 2017 nilai EVA yang diperoleh sebesar Rp 1.309.823.470 atau mengasilan nilai ≥ dari 0, yang artinya perusahan kembali menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham sebesar Rp 1.309.823.470. Pada tahun 2018 nilai EVA yang di peroleh sebesar Rp - 4.187.472.963 atau menghasilkan nilai ≤ dari 0 yang artinya nilainya negatif atau perusahaan sedang dalam kerugian atau menyianyiakan kekayaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kinerja keuangan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) pada PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk pada tahun 2014-2018 yaitu

“Tahun 2014 menunjukkan hasil negatif atau ≤ dari 0 di akibatkan karena nilai NOPAT yang diperoleh pada tahun 2014 lebih kecil dari Biaya Modal yang berarti tidak terdapat nilai tambah ekonomisnya. Tahun 2015 hingga tahun 2017 menunjukkkan nilai dan hasil yang positif ≥ dari 0, hal ini terjadi karena biaya NOPAT lebih besar dari Biaya Modal yang berarti terdapat nilai tambah ekonomis. Tahun 2018 menunjukkan hasil yang negatif atau ≤ dari 0 di karenakan nilai NOPAT ditahun ini lebih kecil dari Biaya Modal yang berarti tidak terdapat nilai tambah ekonomis”.

Tingkat penciptaan nilai perusahaan sangat dipengaruhi oleh nilai Net Operating After Tax, Nilai NOPAT sendiri dipengaruhi oleh besarnya laba perusahaan sebelum beban pajak dan besarnya bunga. Jika nilai Net Operating After Tax (NOPAT) negatif maka perusahaan belum mampu meningkatkan nilai Net Operating After Tax (NOPAT) dan belum bisa menekan biaya modal dan untuk menciptakan nilai tambah ekonomis perusahaan harus menciptakan nilai Net Operating Profit After Tax (NOPAT) tanpa adanya tambahan modal. Jika nilai Economic Value Added (EVA) adalah positif maka dapat

(7)

dikatakan kinerja perusahaan baik dalam hal menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham tanpa adanya tambahan biaya modal.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian di bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) atau pada PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2014 sampai dengan tahun 2019 mengalami nilai yang fluktuatif. Pada tahun 2014 nilai EVA yang di peroleh kurang baik atau negatif ≤ = 0, pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 memperoleh nilai EVA yang baik atau positif

≥ = 0, dan di tahun 2018 kembali memperoleh nilai yang negatif ≤ = 0 yang berarti kurang baik.

Tahun 2014 dan tahun 2018 menghasilkan nilai yang negatif karena perusahaan tidak mampu menghasilkan tingkat kembalian laba operasi setelah pajak yang melebihi biaya modal, dan untuk tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 perusahaan mampu menghasilkan nilai yang positif karena nilai Net Operating Profit After Tax (NOPAT) lebih besar dari biaya modal.

Dari kesimpulan tersebut maka peneliti memberikan saran antara lain: 1) Bagi perusahaan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hendaklah memperhatikan nilai Economic Value Added (EVA) agar tidak terjadi kembali nilai negatif di tahun berikutnya, harus melakukan pengawasan terhadap biaya modal yang digunakan karena biaya modal dapat menunjukkan besarnya tingkat return yang dituntut oleh para pemegang saham ataupun investor. 2) Agar kinerja keuangan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk dapat dikatakan baik dan dipercaya oleh pihak investor untuk menanamkan sahamnya, maka perusahaan disarankan untuk meningkatkan Economic Value Added (EVA) dengan cara menegosiasikan bunga dan pajak penghasilan atau mengurangi beban hutang.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, F.M. (2018). Pendapatan GMTD Kontraksi 18,3%, ini Strategi Pembangunan Ke Depan. Media Online Tribun- Timur.Com. 05 April 2018. Diakses pada tanggal 27 Juli 2019 melalui website https://makassar.tribunnews.com/2018/04/0 5/pendapatan-gmtd-kontraksi-183-ini- strategi-pembangunan-ke-depan

Dewi, M. (2017). Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added) (Studi Kasus Pada PT Krakatau Steel Tbk Periode 2012-2016). Jurnal Manajemen Dan Keuangan. 6 (1).

Fahmi, I. (2017). Analisis Kinerja Keuangan.

Cetakan Keempat. Bandung: Alfabeta.

GMTD, PT. (2019). Laporan Keuangan Publikasi tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. Diakses pada tanggal 31 Oktober melaui websaite

https://www.tanjungbunga.com/index.php/

publikasi/laporan-tahunan

Hamidah, N. & Kusumawati, N. (2017).

Economic Value Added (EVA) Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan Perusahaan.

Jurnal Akademika. 15 (1).

Hefrizal, M. & Laelisneni. (2018). Analisis Metode Economic Value Added Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT Unilever Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. 4 (1): 65.

Hery. (2015). Analisis Kinerja Manajemen.

Jakarta : PT Grasindo.

Husnan, S. & Pudjiastuti. (2018). Dasar- Dasar Manajemen Keuangan. Edisi Ketujuh. Cetakan Kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Islan, N. (2016). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Economic Value Added (EVA). (Kasus Pada Perusahaan Industri Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal JOM FISIP. 3 (2): 2 Indriantoro, N. & Supomo, B. (2016).

Metodelogi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi & Manajemen. Edisi Pertama.

Cetakan Ketujuh. Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta.

Kaunang,C.A.S. (2013). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Menggunakan Rasio Profitabilitas Dan Economic Value Added Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam

(8)

LQ 45. Jurnal EMBA. 1 (3). September : 648-657.

Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan.Cetakan Ke-9. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kusumawati, E. (2017). Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Metode EVA Pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Panakkukang Kota Makassar. Tanggal 20 September 2017. Makassar: Universitas Negeri Makassar. Diakses pada tanggal 10 Agustus 2019 melalui website http://eprints.unm.ac.id/11082/.

Laelisneni. & Hefrizal, M. (2018). Analisis Metode Economic Value Added Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT Unilever Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. 4 (1): 68.

Lestari, W. & Supriyanto. (2015). Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Metode Economic Value Added Pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Jurnal Bisnis Administrasi. 04 (01): 53-61.

Siddiq, F. (2017). Laba Gowa Makassar Tourism Development Turun 26,6%.

Media Online Bisnis.Com. 28 Februari 2017. Diakses pada tanggal 27 Juli 2019

melalui website

https://market.bisnis.com/read/20170228/1 92/632680/laba-gowa-makassar-tourism- development-turun-266

STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Proposal Skripsi. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang

STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang

Struktur Organisasi PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (2019). Diakses pada tanggal 12 Desember 2019 melalui website https://www.idx.co.id/perusahaan- tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/

Sumarlin, A. (2016). Analisis Rasio Keuangan Untuk Mepredisi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI. EQUITY: Jurnal Ekonomi.

Manajemen dan Akuntansi, Vol 10 No. 1:

59-68. Diakses pada tanggal 12 Februari 2020 melalui website http://ojs.stkip- ypup.ac.id/index.php/equity/issue/view/10/

Abdul%20Sumarlin

Wijaya, D. (2017). Manajemen Keuangan.

Cetakan Pertama. Jakarta: PT Grasindo.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan informasi yang telah diuraikan oleh penulis dalam latar belakang diatas, dan juga berdasarkan yang penulis uraikan dalam latar belakang di atas serta berbagai hasil yang