• Tidak ada hasil yang ditemukan

2) Education levell’s wife contribute double in Talang Koto Pulai Village Ranah Ampek Hulu Tapan Subdistrict sout pesisir regency e lementry school finis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "2) Education levell’s wife contribute double in Talang Koto Pulai Village Ranah Ampek Hulu Tapan Subdistrict sout pesisir regency e lementry school finis."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SOSIAL EKONOMI ISTRI BERPERAN GANDA DI KENAGARIAN TALANG KOTO PULAI KECAMATAN RANAH AMPEK HULU TAPAN

KABUPATEN PESISIR SELATAN

Oleh:

Syofria Anita*Erna Juita**Elvi Zuriyani**

Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*

Dosen Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat**

ABSTRACT

Talang Koto Pulai Basa Ampek Balai Tapan subdistrict sout pesisir regency west Sumatera Province is1 of 10 village in Ranah Ampek Hulu Tapan subdistrict have distance 113 km from Regency city. Allong with female chacter inlife to continue change to answer challange of period, not aside from female character to increase family is husband. But female have to contribute active to support economic’s family.

The puposes of reserch are to get data, to process, to analize and to discuss social economic wife contribute double in Talang Koto Pulai village Ranah Ampek Hulu Tapan subdistrict south pesisir regency is looked at: 1) income’s wife contribute double, 2) Education level’s wife contribute double, and 3) Time work’s wife contribute double. The type of research is descriptive research, The population of research is house wife contribute double / work. Talang Koto Pulai village Ranah Ampek Hulu Tapan subdistrict south Pesisir regency, The sample of research is taken total sampling, The sample of research amount to 135 person. Data collection is used questionmaire, Aanalysis is used statistic descriptive with formula presentation.

The result of research indicate: 1) income is tee getten by wife contribute double in Talang Koto Pulai Village Ranah Ampek Hulu Tapan Subdistict south pesisir regency, a verage fee Rp. 1000.000-Rp. 1.350.000/ moon. Income is a verage fee minimum from UMR west Sumatera Province Rp. 1.350.000. 2) Education levell’s wife contribute double in Talang Koto Pulai Village Ranah Ampek Hulu Tapan Subdistrict sout pesisir regency e lementry school finis.

3) Time works’ wife contribute duuble in Talang Koto Pulai village Ranah Ampek Hulu Tapan subdistrict sout Pesisir Regency average society 9 hours/day.

Key word:social economy wife contribute double

PENDAHULUAN

Dengan seiringnya perkembangan zaman dan tingkat kemampuan intelektual manusia.

Bersama ini peran perempuan dalam kehidupan terus berubah untuk menjawab tantangan zaman, tidak terkecuali peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Biasanya, yang menjadi tulang punggung dalam kehidupan keluarga adalah suami. Tetapi para perempuan pun banyak berperan aktif untuk mendukung ekonomi keluarga.

Dalam perekonomian keluarga selain pengatur keuangan perempuan juga berfungsi sebagai menambah pendapatan

terutama di perdesaan bahkan sebagai pencari nafkahkah keluarga. Adanya peran ibu rumah tangga yang mempun yai banyak kegiatan yang diluar rumahnya, dimana kegiatan tersebut memungkinkan mereka memperoleh penghasialan bagi keluarganya.

Dahulu perempuan hanya berperan mengurus rumah tangga dan laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah untuk keluarga namun sekarang karena kebutuhan hidup semakin yang semakin tinggi mata pencaharian suami kurang mencukupi maka perempun terdorong untuk bekerja. Apabila seorang yang menjadi ibu rumatangga dan

(3)

sekaligus pencari nafkah keluarga disebut dengan istri berperan ganda. Perempuan memiliki peran yang sangat berarti bagi keluarga, dimana sebagian besar waktunya sekitar 8-16 jam per hari dalam pekerjaan domestik seperti memasak, membersihkan rumah, menyetrika, mengasuh anak, dan sebagainya.

Hal ini jelas tidak dapat dilakukan oleh perempuan atau istri yang memutuskan untuk bekerja di luar rumah (Zehra 2008).

Terdapat beberapa alasan perempuan bekerja di luar rumah meskipun mereka menyadari peranannya dalam sektor domestik. Salah satu yang menjadi alasan utamanya untuk menambah pendapatan bagi keluarga.

Meningkatan jumlah angkatan tenaga kerja perempuan disebabkan oleh beberapa fakor, diantaranya: 1) Peningkatan tuntutan ekonomi yang menyebabkan sebagian keluarga tidak dapat mempertahankan tingkat kesejahteraannya hanya dari satu pendapatan; 2) Perubahan gaya hidup atau selera keluarga dalam mengkonsumsi barang dan jasa; 3) Semakin terbukanya kesempatan kerja bagi semua warga negara Indonesia, baik perempuan maupun laki- laki, untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Pada umumnya di daerah perdesaan atau perkampungan suatu rumah tangga terlibat pada berbagai jenis pekerjaan. Hal ini terjadi bila dalam suatu rumah tangga hanya melibatkan diri pada satu jenis pekerjaan, biasanya pendapatan yang diperoleh tidak dapat mencukupi kebutuhan kehidupanaya.

Oleh sebab itu anggota keluarga rumah tangga lainnya, termasuk istri akan berusaha mencukupi kebutuhannya dengan melibatkan diri dengan berbagai jenis pekerjaan yang dapat menambah pendapatan rumah tangga. Setiap anggota rumah tangga akan mengalokasikan waktunya untuk kegiatan ekonomi dannon ekonomi, kegiatan non ekonomi meliputi kegiatan sosial, pekerjaan-pekerjaan di rumah tangga, pendidikan formal dan pendidikan informal, istirahat dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak ditunjukan tidak mendapatkan upah.

Perempuan atau istri yang bekerja pada keluarga menengah kebawah guna untuk membantu suami menambah penghasilan, dimanana kondisi saat ini di alami oleh ibu rumah tangga menengah kebawah dalam

meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga.

Berdasarkan observasi awal di Kengarian Talang Koto Pulai dilapangan penulis melihat bahwa banyak jumlah istri yang bekerja sebagai petani/pekebun, buruh tani, pedagang, Pegawai Negeri Sipil. Disaat yang sama dia juga ingin agar pekerjaannya berjalan baik-baik saja. Kedua peran yang dilakukan oleh ibu yang beperan ganda tersebut tentunya mempunyai konsekuensi terjadinya apabila keduanya tidak terlaksana dengan baik. Berdasarkan uraian tersebut penulis merasa tertarik untuk menjadikan bahan penelitian di Kenagarian Talang Koto Pulai yang berjudulSosial Ekonomi Istri Berperan Ganda Di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan ” METODOLOGI PENELITIAN

Sesuai dengan batasan masalah dan tujuan penelitian maka jenis penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini ini tergolong jenis penelitian deskriptif, karena penelitian ini tertuju pada pegungkapan masalah yang terjadi pada masa sekarang dan sebagaimana adanya, penelitian ini akan mendeskripsikan Sosial Ekonomi Istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

Populasi Penelitian.

No Nama

Kampung

Jumlah Istri Berperan Ganda 1 Talang

Pusara

37

2 Koto Pulai 98

Jumlah 135

Sumber: Kantor Wali Nagari Talang Koto Pulai Tahun 2013

Sesuai dengan populasi penelitian yang telah diajukan maka sampel responden dilakukan penelitian ini di ambil secara total sampling Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 135 orang.

Pengumpulan data melalui melalui angket yang berhubungan dengan topik diberikan kepada individu dengan maksud memperoleh data dengan angket diharapkan

(4)

dapat menyempurnakan informasi yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini angket digunakan untuk memperoleh data primer tentang pendapatan, Tingkat pendidikan dan curahan waktu kerja dengan menggunakan rumus: = × 100%

Keterangan:

p= persentase hasil yang diperoleh f= Frekuensi jawaban responden n= Jumlah responden

(Sudijono, 2010) HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data yang akan dikemukakan yaitu hasil penelitian yang berkaitan dengan Sosial Ekonomi Ekonomi Istri Berperan Ganda Dikenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Di lihat dari: 1) Pendapatan Istri Berperan Ganda Dikenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. 2) Tingkat Pendidikan Istri Berperan Ganda Dikenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terhadap perubahan mata pencaharian masyarakat, 3) Curahan Waktu Kerja Istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Setelah data diperoleh data diolah sesuai dengan teknis analisis data yang telah dikemukakan pada bagian analisa data.

Pertama: Pendapatan adalah perolehan uang rata-rata yang diterima seseorang dari hasil pekerjaannya atau profesinya baik perhari, perminggu, atau setiap bulan. Besar kecilnya pendapatan yang diterima setiap orang itu tergantung pada jenis pekerjaannya, oleh sebab itu berbeda-beda pula taraf tingkat pendapatan istri berperan Ganda.

Menurut Sastra dalam Rina (2008:15) Pendapatan adalah semua hasil yang diterima seseorang kepala keluaraga melalui kegiatan ekonomi tolak ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemiskinan yaitu tingkat pendapatan perkapita dari keluarga. Pendapatan istri berperan ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan rata-rata RP.1000.000-RP.1.350.000/Bulan,

pada umumnya istri berperan ganda tidak mempunyai pengahasilan tambahan dan sebagian mempunyai jumlah penghsilan tambahan, sedangkan untuk pengeluaran umumnya adalah sebanyak RP.1.350.000- RP.2000.0000. Dengan bekerja Petani.

Dimana masih terlihat juga istri yang kurang dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pendapatan yang dihasilkan rata- rata lebih rendah atau minimum dari UMR Provinsi Sumatera Barat yaitu Rp.

1.350.000, dan untuk pengeluaran ternyata lebih besar dari pendapatan istri berperan ganda, artinya Istri berperan ganda tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perbulan.

Kedua: Pendidikan menurut Undang- undang Sistim Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 yaitu: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan kecerdasan, ahklak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan bernegara

Tingkat Pendidikan Istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan adalah Selatan adalah rata-rata tamat tamat SD. Rata-rata Istri Berperan Ganda tidak pernah menempuh Pendidikan Non formal.

Ketiga: Menurut Chandra (2005:12) Pola curahan waktu kerja rumah tangga pada dasarrnya merupakan pencerminan strategi rumah tangga dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan. Curahan waktu tenaga kerja merupakan jumlah jam kerja yang dicurahkan untuk berbagi kegiatan dalam kehidupan nyata prilaku individu dalam mengalokasikan waktu kerjanya tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat upah tetapi juga peubah-peubah soial ekonomi lainya.

Curahan Waktu Kerja Istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan rata-rata dalam sehari adalah 9jam/hari. Diilihat dari tempat

(5)

kerja istri berperan ganda rata-rata banyak melakukan pekerjaan di sawah dengan status pekerjaan petani. Dilihat dari senang tidak senangnya mencari nafkah banyak mengatakan rata-rata tidak senang.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pembahasan variabel penelitian yang terdiri dari tiga variabel yaitu Pendapatan, Tingkat Pendidikan, Curahan Waktu Kerja, dapat diambil kesimpulan sebagaiberikut:

1.Pendapatan istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan rata-rata RP.1000.000- RP.1.350.000/Bulan, pada umumnya istri berperan ganda tidak mempunyai pengahsilan, sedangkan untuk pengeluaran umumnya adalah

sebanyak RP.1.350.000-

RP.2000.0000.

2.Tingkat Pendidikan Istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan adalah tamat SD, Untuk pendidikan Non Formal pada umumnya Istri Berperan Ganda tidak pernah mengikuti Pendidikan Non Formal.

Berdasarkan pengamatan penulis dilapangan terdapat sebagian Istri Berperan Ganda mengikuti penddikan Non Formal seperti Les komputer dan penyuluhan majelis Taklim.

3.Curahan Waktu Kerja Istri Berperan Ganda di Kenagarian Talang Koto Pulai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan adalah rata-rata mencurahkan waktu kerja dalam sehari adalah 9jam/hari, 5,670jam/minggu, 24,300jam/bulan dilihat dari tempat kerja istri berperan ganda rata-rata banyak melakukan pekerjaan disawah.

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:

1.Bagi masyarakat diharapkan bersikap adil didalam tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan, sebaiknya laki-laki supaya lebih bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga supaya perempuan dan berperan sebagai ibu rumah tangga. Dimana peran disini banyak Dosmetik yaitu berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga.

2.Bagi Pemerintah diharapkan untuk mengadakan penyuluhan dan persosialisasian kerja sama tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan didalam kehidupan rumah tangga sehingga teciptanya pembagian kerja yang seimbang.

3.Bagi peneliti selanjutnya yang berminat melanjutkan penelitian ini, penulis sarankan untuk membahas lebih dalam lagi mengenai Istri Berperan Ganda.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rieneka Cipta Aswita Rika Bi Purba. 2011.Karakteristik

Sosial Ekonomi Masyarakat Sungai Medang Desa Kusuma Kecamatan Pangkalan Kurus Kabupaten Pelalawan, Skripsi Universitas Negeri Padang

Mulyanto, Sumardi dan Hans Dieter Evers,

(ed.), Kemiskinan dan

KebutuhanPokok, Jakarta: Rajawali, 2000, Cet. II

Pabundu, M. Tika. 2005. Metode Penelitian Geografi. Jakarta: Bumi Aksara.

Purba. 2011. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Tranmigrasi Di Kenagarian Pedukuan Kecamtan Koto Salak Kabupaten Dhamasraya.

SKRIPSI Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan.

Rina. 2008. Perkembangan Sosial Ekonomi Penduduk, SKRIPSI Padang Pamula.

Jakarta: Bumi Aksara

Sudarmini, Ni Nyoman. 2006. Peranan Pekerja Perempuan dalam Menunjang Pendapatan Keluarga Pada Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga di Kabupaten Gianyar, Program Studi

(6)

Magister Ilmu Ekonomi. Denpasar:

PPS Universitas Udayana

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2010. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru Algesindo

Referensi

Dokumen terkait

Direktur Pascasarjana pada PTN/ PTS di seluruh Indonesia Dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan