• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas ekstrak etanol daun bajakah kait-kait

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "efektivitas ekstrak etanol daun bajakah kait-kait"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

TINJAUAN PUSTAKA

  • Bajakah Kait (Uncaria acida Hunt.) Roxb.)
  • Antibiotik
  • Ekstraksi
  • Salmonella paratyphi
  • Uji Anti Mikroba
  • Analisis Data

Lebih dari 200 bahan kimia, termasuk alkaloid indol, triterpen, flavonoid dan fenilpropanoid dan lainnya, telah diisolasi dari genus Uncaria (Zhang et al., 2015). Tanaman jenis ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Tengah karena kandungan senyawa yang terdapat pada salah satu bagian tanaman ini adalah fenol, flavonoid, tanin dan saporin. Perubahan mendasar dalam sensitivitas mikroorganisme terhadap agen antimikroba, terlepas dari faktor genetik yang mendasarinya, adalah terjadinya kondisi ini yang dihasilkan oleh enzim yang dapat mendegradasi antibiotik seperti enzim penicillinase, cephalosporinase, phosphorylase, adenylase dan acetylase.

Ekstraksi menurut Prayudo et al., (2015) adalah proses pemisahan zat aktif dari suatu padatan atau cairan dengan menggunakan pelarut. Ekstraksi padat-cair (leaching) adalah proses pemisahan zat terlarut dari suatu campuran dengan padatan yang tidak larut dengan menggunakan pelarut cair. Menurut Wijaya et al., (2018) ekstraksi terbagi menjadi dua yaitu: metode dingin dan metode panas.

Cara dingin merupakan cara yang sering digunakan sebagai cara pembuatan ekstrak karena alat yang digunakan sangat sederhana dan menggunakan air sebagai cara membuat ekstrak karena cara ini mudah didapat, tidak beracun dan harganya juga jauh lebih mahal. ekonomis dibandingkan dengan pelarut lainnya. Etanol juga tidak beracun sehingga aman digunakan dan juga menurut Suhendra et al., (2019) penggunaan etanol lebih tinggi dari 90%. Salmonella paratyphi merupakan bakteri penyebab bakteremia yaitu demam paratifoid yang berpotensi membunuh pasien jika tidak ditangani dengan baik.

Salmonella paratyphi merupakan bakteri gram negatif penyebab penyakit paratyphoid atau biasa disebut tifus yang telah menjadi pandemi di negara berkembang secara turun temurun (Ashurst, 2020). Bakteri ini juga merupakan bakteri penyebab salmonellosis yang merupakan penyakit endemik dan menimbulkan kerugian serius terutama di negara berkembang termasuk Indonesia (Adelberg et al., 2017). Agen antimikroba merupakan senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, baik yang ditambahkan secara alami pada makanan (Afrani et al., 2017).

Biasanya metode difusi menggunakan media padat, sedangkan metode dilusi menggunakan media cair (Retnaningsih et al., 2019). Disk disk merupakan salah satu metode difusi yang akan digunakan dalam penelitian ini, cara kerja disk menurut Oktovia (2017) yaitu: 1. Dan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam uji one way ANOVA adalah data tersebut berdistribusi normal dan homogen (variasi data sama).

Gambar 2.4 Salmonella paratyphi (Dokumen pribadi, 2020).
Gambar 2.4 Salmonella paratyphi (Dokumen pribadi, 2020).

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

KerangkaKonseptual

  • Penjelasan Kerangka Konseptual

Hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut dengan cara mengekstraksinya dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% kemudian menguji hasil ekstraknya pada S.

Hipotesis (Tentatif)

Menurut Trisia et al., (2018), uji aktivitas antibakteri fraksi utuh arto carpus (thunb.) merr. Hasilnya diidentifikasi dengan mengukur luas bening yang terbentuk di sekitar cakram kemudian mengukur diameter zona hambat menggunakan penggaris (Ngazizah et al., 2016). Analisis data diolah menggunakan Analysis of Variance Test (ANOVA) dengan program SPSS versi 20 untuk menguji satu variabel (konsentrasi ekstrak etanol daun U. acida terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella paratyphi).

Berdasarkan diagram pada Gambar 5.2 terlihat adanya peningkatan zona hambat pada setiap konsentrasi ekstrak etanol daun U. Berdasarkan hasil penelitian Suhendra et al., (2019), etanol 70% adalah pelarut yang efektif untuk menghilangkan kutub untuk menarik koneksi. Menurut Saputera dkk (2019), senyawa yang diketahui berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri adalah flavonoid, saponin dan tanin, dimana zat tersebut berperan sebagai antibakteri dengan mekanisme yang berbeda.

Uji ini menggunakan metode difusi untuk menunjukkan diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar cakram pada pertumbuhan bakteri. Terlihat pada Gambar 5.2 zona hambat yang dihasilkan kecil akibat pemanasan yang tinggi sehingga banyak senyawa yang rusak dan kurang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. Pada Gambar 5.2 terlihat diameter zona hambat hasil inhibisi dari ekstrak yang berbeda konsentrasi 20 mg/ml, 40 mg/ml, 60 mg/ml dan 80 mg/ml memiliki diameter yang berbeda sehingga memiliki kriteria kekuatan antibakteri yang berbeda.

Pada penelitian Mulyadi et al., (2017) tentang klasifikasi respon penghambatan pertumbuhan bakteri, jika diameter zona penghambatan. Sedangkan diameter zona hambat pada konsentrasi 50 mg/ml, 60 mg/ml dan 80 mg/ml memiliki kriteria lemah. Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Amelia (2020) yang menetapkan zona hambat terbentuk di Amerika Serikat.

Namun terdapat sedikit perbedaan variasi konsentrasi, sehingga hasil penelitian Amelia (2020) lebih efektif dibandingkan penelitian ini yang memiliki zona hambat yang sama pada konsentrasi tertinggi dengan rata-rata 12,7 mm dan konsentrasi yang lebih kecil, sedangkan pada penelitian ini konsentrasinya lebih besar tetapi zona dengan resistansi tertinggi sama yaitu 12,7 mm. Hal ini ditunjukkan dengan semakin kecilnya ukuran zona hambat setelah fase logaritmik bakteri akibat pemanasan selama ekstraksi di rotary evaporator sehingga menyebabkan zona hambat yang kecil. Uji potensi antimikroba ekstrak daun dan buah Tamarindus indica konsentrasi berbeda terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

METODE PENELITIAN

Waktu dan TempatPenelitian

  • Waktu Penelitian
  • Tempat Penelitian

Jenis Penelitian

Kerangka Kerja (Frame Work)

Instrumen Penelitian (Tentatif : Penelitian eksperiment)

  • Alat
  • Bahan

Prosedur Kerja

Selanjutnya filtrat yang diperoleh diuapkan pada rotary evaporator pada suhu 40°C hingga diperoleh ekstrak kental tanpa pelarut. Saputera et al., (2019) menyatakan bahwa kontrol positif dengan 10μ adalah ampisilin, kontrol negatif yang digunakan adalah aquadest karena tidak berpengaruh sama sekali terhadap bakteri yang digunakan. Suspensi bakteri diencerkan menggunakan NaCl 0,9% steril hingga kekeruhannya setara dengan larutan standar 0,5 McFarland (kultur cair yang kekeruhannya setara dengan 0,5 McFarland memiliki populasi 1 x 108 CFU/ml).

Suspensi bakteri sebanyak 100 µl dimasukkan ke dalam media NA 10 ml yang telah dipadatkan, mikroba diratakan dengan obat langit. Cakram kertas yang berisi larutan uji diletakkan di atas permukaan media agar dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 16-18 jam.

Variabel Penelitian

Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data

Pelarut polar yang biasa digunakan untuk ekstraksi flavonoid adalah metanol, aseton, etanol, air dan isopropanol (Suryani et al., 2016). Etanol merupakan pelarut polar sehingga dapat menarik senyawa polar, memiliki toksisitas rendah sehingga dapat digunakan untuk mengekstrak etanol dari daun U. Tanin dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mengganggu transpor protein, menonaktifkan adhesin sel dan dengan menonaktifkan enzim pada sel bakteri.

Menurut Ibrahim et al., (2015) dalam Sekarsari et al., (2019) peningkatan suhu pada proses ekstraksi harus diperhitungkan dan suhu yang terlalu tinggi menyebabkan hilangnya senyawa dalam larutan karena komponen bioaktif seperti flavonoid mereka tidak tahan terhadap suhu tinggi di atas 50oC, membuat komponen bioaktif yang diekstraksi tidak optimal. Menurut Suhendra et al., (2019) nilai aktivitas antioksidan akan meningkat sesuai dengan peningkatan total kandungan fenol dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak, namun setelah konsentrasi pelarut optimal, aktivitas antioksidan akan menurun sesuai terhadap penurunan total fenol dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak. Uji fitokimia yang telah diisolasi dari genus Uncaria antara lain alkaloid, indol, triterpen, flavonoid dan fenilpropanoid yang memiliki aktivitas antibakteri senyawa yang berperan sebagai penghambat bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan S.

Selain itu, terdapat saluran khusus yang terbuat dari protein yang disebut Porin yang berfungsi sebagai tempat masuknya komponen hidrofilik seperti gula dan asam amino yang penting untuk kebutuhan nutrisi bakteri (Nurhidayati et al., 2015). Uji potensi hambat ekstrak etanol biji pepaya terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae dengan metode Well Diffusion. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kalanduyung (Guazuma ulmifolia Lam.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan Metode Disc Diffusion (Kirby-Bauer).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Lokasi Penelitian

Hasil

Pembahasan

Uji One Way ANOVA dipilih karena hanya satu variabel yang dapat diuji yaitu konsentrasi ekstrak etanol daun U. Syarat uji One Way ANOVA adalah data yang akan diuji harus berdistribusi normal dan data benar sama varians (homogen). Berdasarkan uji homogenitas, data yang diperoleh memiliki varians yang sama, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,955 > 0,05, membuktikan bahwa data homogen, kemudian dilakukan uji One Way ANOVA.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

  • Bagi Masyarakat
  • Bagi Peserta Selanjutnya

Aktivitas antimikroba Lactobacillus plantarum 1 yang diisolasi dari industri pengolahan pati sagu terhadap bakteri patogen Escherichia coli Fncc-19 dan Staphylococcus aureus Fncc-15. Identifikasi senyawa aktif dari ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) dengan perbandingan pelarut yang berbeda pada metode maserasi. Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Rambutan terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit tikus putih yang dipapar asap rokok.

Aktivitas antibakteri batang biji pepaya (Carica papaya L) terhadap Escherichia coli, Salmonella thypi dan Staphlycocus aureus. Kadar Hambat Minimum (KHM) Sampel Alang-alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Menggunakan Metode Difusi Cakram. Perbandingan kekuatan uji normalitas Bayesian, uji Saphiro-Wilk, uji Cramer-Von Mises, dan uji Anderson-Darling.

Pengaruh konsentrasi etanol terhadap aktivitas antioksidan ekstrak rimpang gulma (Imperata cylindrica (L) Beauv.) dengan cara ekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik. Pengaruh metode ekstraksi terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan pada daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.

Gambar

Gambar 2.1 Morfologi Tumbuhan Uncaria acida (Hunt.) Roxb. a. batang b. daun c.bunga  d.tangkai (Dokumen pribadi, 2021)
Gambar 2.4 Salmonella paratyphi (Dokumen pribadi, 2020).
Tabel 2.5 Klasifikasi respon daya Hambatan Pertumbuhan Bakteri (Mulyadi et al., 2017)   Diameter zona bening     Respon hambatan pertumbuhan
Gambar  3.1  Kerangka  konseptual  “Pengujian  Efektivitas  Ekstrak  Etanol  U.  acida  terhadap pertumbuhan bakteri S
+4

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental, meliputi penyiapan bahan dan pembuatan ekstrak etanol secara maserasi, pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol

Penelitian yang dilakukan saat ini adalah untuk mengetahui adanya efek hipnotik dari ekstrak etanol 70% dengan metode penyarian maserasi daun pandan wangi (Pandanus

diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji skrining fitokimia. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan Metode Disc

Uji pendahuluan yang dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol p.a 98% sebagai pelarut dalam ekstraksi maserasi daun sirsak didapatkan nilai IC 50 ekstrak daun sirsak sebesar

Telah dilakukan penelitian perbandingan metode maserasi dan refluks pada ekstraksi daun Kersen (Muntingia calabura L.) yang berpotensi sebagai antioksidan dengan

Namun yang berbeda dari penelitian ini adalah metode ekstraksi yang menggunakan pelarut berupa etanol 70%, adanya perlakuan tingkat konsentrasi dalam menganalisis

Sebelum dilakukan pengujian aktivitas farmakologi, serbuk dan ekstrak yang diperoleh dari hasil ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% terlebih dahulu dilakukan

Hasil rendemen ekstrak etanol 70% dari daun kelor (Moringa oleifera Lamk ) diperoleh dari berat akhir setelah ekstraksi selesai dilakukan dibandingkan terhadap