• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas penggunaan media gambar tiga dimensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "efektivitas penggunaan media gambar tiga dimensi"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Setelah memperhatikan kelebihan media pembelajaran dan jenis media pembelajaran, maka peneliti dalam penelitian ini akan menggunakan media pembelajaran visual berupa media gambar tiga dimensi. Dengan banyaknya kelebihan media gambar tiga dimensi, guru dapat menggunakan media gambar tiga dimensi dalam proses pembelajaran untuk menarik perhatian siswa dan memudahkan penyampaian materi kepada siswa. Salah satu alternatif agar pembelajaran dapat berlangsung efisien adalah dengan penggunaan media gambar tiga dimensi.

Peneliti memilih media pencitraan pembelajaran tiga dimensi karena gambar tiga dimensi dapat menampilkan dengan baik bentuk FPB dan KPK. Mahasiswa dapat melihat gambar FPB dan KPK secara langsung menggunakan media pencitraan tiga dimensi. Dengan menggunakan media gambar tiga dimensi akan tercapai keefektifan dalam proses pembelajaran, mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada materi yang dipelajari sehingga proses pembelajaran menjadi menarik, dan memberikan siswa pengalaman langsung mengenai konsep bangun ruang. .

Media gambar tiga dimensi mengajarkan siswa untuk menemukan sendiri jawaban suatu permasalahan melalui proses melihat gambar yang sesuai dengan bentuk gambar nyata. Diawali dengan proses melihat media gambar tiga dimensi, selanjutnya memahami isi media gambar tiga dimensi dan kemudian melengkapi jawaban dari permasalahan yang ada.

Rumusan Masalah

Tentu saja pembelajaran seperti ini berdampak positif terhadap hasil belajar karena menarik perhatian siswa dengan mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media gambar tiga dimensi dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran pada materi matematika, untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti: “Efektifitas Penggunaan Gambar Tiga Dimensi media gambar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Untuk mendapatkan pengalaman mengajar langsung dalam pembelajaran matematika menggunakan media visual model dan dokumen ilmiah tambahan untuk ditindaklanjuti oleh peneliti.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

Kajian Pustaka

  • Efektivitas Pembelajaran
  • Pembelajaran Matematika
  • Karakteristik Pembelajaran Matematika
  • Hasil Belajar Matematika
  • Media Pembelajaran
  • Media Gambar
  • Penelitian Yang Relevan

Ketuntasan hasil belajar terdiri atas penguasaan tuntas isi dan ketuntasan belajar sesuai konteks masa pembelajaran. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku secara keseluruhan, bukan hanya salah satu aspek potensi manusia. Perilaku yang dihasilkan dari belajar dalam arti luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Hasil pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Hasil belajar pada hakikatnya adalah kegiatan untuk mengukur perubahan perilaku pada diri siswa. Masing-masing hasil pembelajaran tersebut dapat dilengkapi dengan materi yang diterapkan dalam kurikulum.

Dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa. Berikut langkah-langkah pembelajaran yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan media gambar tiga dimensi “Konsep FPB dan KPK”.

Tabel 1. Fase media gambar tiga dimensi Fase Media
Tabel 1. Fase media gambar tiga dimensi Fase Media

Kerangka Pikir

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Visual Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Bantul Manunggal Tahun Ajaran dilakukan oleh Muchtarom Desiyanto pada tahun 2012 dengan kesimpulan bahwa penggunaan media visual dalam pembelajaran mempunyai pengaruh pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas III SD N Bantul Manunggal.

Hipotesis Penelitian

Hipotesis minor 2: Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika Aktivitas siswa kelas V SD Inpres Bontomanai selama pembelajaran matematika menggunakan media gambar tiga dimensi memenuhi kriteria ideal. Hipotesis minor 3 : Respon siswa terhadap pembelajaran matematika Respon siswa kelas V SD Inpres Bontomanai setelah menggunakan media gambar tiga dimensi minimal 75%.

METODOLOGI PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Untuk itu sampel dari populasi harus benar-benar representatif. Sugiyono 1997: 57) Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah siswa kelas V SD Inpres Bontomanai.

Instrumen Penelitian

Normalisasi gain dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan media gambar tiga dimensi pada pembelajaran matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai. H0 = Tidak terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai setelah penerapan Media Gambar Tiga Dimensi dalam pembelajaran matematika. H1= Terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai setelah penerapan media gambar tiga dimensi dalam pembelajaran matematika.

Artinya terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai setelah penerapan Media Gambar Tiga Dimensi pada pembelajaran matematika yang nilai gainnya mencapai 0,30. Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memperoleh rangkuman hasil belajar matematika sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah (post-test) berupa penerapan media gambar tiga dimensi pada siswa kelas V SD Inpres Bontamanai Kota Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar berada pada kategori rendah.

Hasil belajar siswa Kelas V SD Inpres Bontomanai meningkat dibandingkan dengan hasil belajar sebelum diberikan perlakuan. Sumber : Hasil tes siswa kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Pada tabel diatas terlihat bahwa tingkat hasil belajar siswa kelas V SD Inres Bontomanai Kota Makassar dengan penerapan media gambar tiga dimensi berada pada kategori 2 siswa (8,3%) dalam kategori sangat baik. kategori. , sebanyak 16 siswa (66,7%) berada pada kategori baik, sebanyak 3 siswa (12,5%) berada pada kategori cukup, sebanyak 3 siswa (12,5%) berada pada kategori kurang baik. Berdasarkan data tersebut maka uji hipotesis yang diperoleh sebesar 0,638 > 0,29 yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai setelah dipaparkan media gambar tiga dimensi dalam pembelajaran matematika.

Artinya penerapan media gambar tiga dimensi efektif terhadap hasil belajar yaitu dengan meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Media visual tiga dimensi dikatakan efektif apabila memberikan dampak positif yaitu peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penerapan media gambar tiga dimensi, skor pretest menunjukkan skor rata-rata sebesar 52,1 yaitu pada kategori hasil belajar, 1 siswa (4,2%) berada pada kategori sangat baik, 4 siswa (16,7%) berada pada kategori sangat baik. kategori kategori baik. , 6 siswa (25%).

Dapat dikatakan bahwa setelah penggunaan media gambar tiga dimensi pada mata pelajaran matematika, hasil belajar siswa meningkat. Hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar dengan menggunakan media gambar model dapat meningkat dari nilai rata-rata prates 50 menjadi 70 berdasarkan nilai rata-rata pascates. Penggunaan media visual model pada hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Bontomanai, selain mampu mempengaruhi hasil belajar siswa, juga dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

Tabel 1.3 Standar Ketuntasan Hasil Belajar Tingkat Penguasaan (%) Kategori Hasil Belajar
Tabel 1.3 Standar Ketuntasan Hasil Belajar Tingkat Penguasaan (%) Kategori Hasil Belajar

Tekhnik Pengumpulan Data

  • Deskriptif Aktivitas Belajar matematika pada siswa
  • Deskriptif angket respon siswa terhadap mata
  • Efektifitas penggunaan media gambar tiga dimensi

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Ketuntasan Hasil Belajar Matematika
  • Aktivitas Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran
  • Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Matematika

Dalam pelaksanaannya menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas V masih belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pembelajaran, hal ini dikarenakan masih banyak siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran yaitu masih ada banyak siswa yang tidak memperhatikan apa yang disampaikan guru, kurangnya jawaban siswa terhadap pertanyaan yang diajukan guru, kurangnya keberanian siswa untuk bertanya dan kurangnya respon siswa dalam pelaksanaan tugas yang diberikan guru. . Sedangkan pengertian hasil belajar sendiri adalah kemampuan yang dimiliki sebagai hasil belajar, yang diamati melalui kinerja siswa. Untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai maka dilakukan penilaian dan salah satu alat ukur yang digunakan adalah tes. Berdasarkan permasalahan diatas maka sangat diperlukan adanya media pembelajaran yang mampu membangkitkan minat belajar siswa, berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan membuat siswa merasa terlibat dalam setiap pembelajaran yang berlangsung, maka peneliti menyarankan bahwa media pembelajaran yang dimaksud adalah media pembelajaran tiga dimensi gambar.

Oleh karena itu, jika melihat persentase yang ada maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar matematika sebelum diterapkan media gambar tiga dimensi tergolong rendah. Selanjutnya rata-rata skor hasil post test setelah penerapan media gambar tiga dimensi berada pada kategori 2 siswa (8,3%) dengan kategori sangat baik, sebanyak 16 siswa (66,7%) dengan kategori baik. , sebanyak 3 siswa (12,5%) dengan kategori cukup, sebanyak 3 siswa (12,5%) dengan kategori kurang. Oleh karena Zhitung > Ztabel pada taraf signifikansi 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan Hipotesis Laternatif (Ha) diterima yang berarti terdapat pengaruh penerapan media gambar tiga dimensi terhadap pembelajaran Matematika. hasil untuk kelas V SD Inpres Bontomanai.

Hasil analisis ini juga konsisten dengan hasil pengumpulan data berupa observasi yang telah dibagikan kepada setiap siswa mengenai aktivitas pembelajaran, sehingga dapat disimpulkan bahwa media visual tiga dimensi efektif terhadap hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan Media Gambar Model terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan sebelum penerapan Media Gambar Model. Secara statistik dapat dibuktikan adanya pengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan media gambar model pada mata pelajaran matematika.

Kepada para guru khususnya di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar agar dapat menerapkan media gambar model dalam proses pembelajaran. Diharapkan peneliti dapat mengembangkan model media visual ini dengan menerapkannya pada mata pelajaran lain untuk mengetahui apakah metode pembelajaran ini dapat memberikan dampak positif pada mata pelajaran lain. Kepada calon peneliti dapat mengembangkan metode yang digunakan dengan menambahkan sumber yang lebih relevan agar penerapan media gambar model dapat lebih baik diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar IPA siswa IV. kelas di SD Negeri Ngoto Bantul Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015. Tesis. Nugroho, Thomas Adi, 2015. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Video Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Sains Siswa Kelas V SD Negeri Rejowinangun 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015. Tesis. Setelah mempelajari pembelajaran ini diharapkan siswa mampu menentukan FPB dan COD dengan menggunakan faktor prima.

SIMPULAN DAN SARAN

Saran

  • Keadaan Populasi SD Inpres Bontomanai
  • Standar Ketuntasan Hasil Belajar
  • Kriteria Ketuntasan Minimal
  • Kriteria Tingkat Gain Ternormalisasi
  • Distribusi Frekuensi dan kategori nilai hasil belajar siswa kelas V
  • Data Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Inpres Bontomanai Kota
  • Distribusi Frekuensi dan kategori nilai hasil belajar siswa kelas V
  • Data Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Inpres Bontomanai
  • Kriteria Tingkat Gain Ternormalisasi
  • Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa

Guru memberikan beberapa contoh cara menentukan FPB dan KPK dua bilangan dan tiga bilangan, setelah itu guru meminta salah satu siswa keluar untuk mengerjakan soal di papan tulis. Jika setiap bilangan mempunyai faktor yang sama, tetapi bilangannya berbeda, maka pilihlah faktor yang paling sedikit atau faktor yang pangkatnya paling kecil. Jika setiap bilangan mempunyai faktor yang sama, tetapi bilangannya berbeda, maka pilihlah faktor yang pangkatnya paling besar atau yang paling tinggi.

Guru meminta siswa mengamati gambar FPB dan KPK dengan menggunakan pohon faktor dan menjelaskan gambar tersebut sesuai pemahamannya. Guru memberikan contoh FPB dan KPK kepada siswa, kemudian siswa menggeneralisasi untuk mencari jawabannya.

gambar tiga dimensi membuat saya aktif dalam pembelajaran
gambar tiga dimensi membuat saya aktif dalam pembelajaran

Gambar

Tabel 1. Fase media gambar tiga dimensi Fase Media
Tabel 1.1 Tipe Penelitian One Group Pretest-Posttest
Tabel 1.2. Keadaan Populasi SD Bontomanai Kelas Jenis Kelamin
Tabel 1.3 Standar Ketuntasan Hasil Belajar Tingkat Penguasaan (%) Kategori Hasil Belajar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media gambar