EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH
(STUDI ATAS KELUARGA PENERIMA MANFAAT DI DESA JENANGAN KEC. JENANGAN KAB. PONOROGO)
SKRIPSI HALAMAN SAMPUL
Oleh:
MAULINA WALIDATUN NISA NIM. 101190058
Pembimbing :
YUDHI ACHMAD BASHORI, M.H.I.
NIP 198908172018011001
JURUSAN HUKUM KELUARGA ISLAMFAKULTAS SYARIAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2023
ABSTRAK
Walidatun Nisa, Maulina, 2023. Efektivitas Program Keluarga Harapan dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah (Studi Atas Keluarga Penerima Manfaat di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN) Ponorogo, Pembimbimng Yudhi Achmad Bashori M.H.I.
Kata Kunci/Keywords: Efektivitas, Program Keluarga Harapan, Keluarga Sakinah.
Dalam kehidupan rumah tangga yang diharapkan adalah terciptaya keluarga yang sakinah. Namun terdapat faktor yang menghambat terbangunnya keluarga sakinah salah satunya dari faktor ekonomi. Dalam hal ini terdapat upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan tersebut yakni dengan menciptakan program bantuan yang disebut dengan Program Keluarga Harapan (PKH). PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat, yang diberikan kepada keluarga miskin berdasarkan ketentuan dari kementerian sosial sebagai syarat penerimanya.Selain memberi bantuan sosial PKH juga memberikan pendampingan-pendampingan untuk mewujudkan keluarga sejahtera bagi keluarga penerima. Dari hal tersebut PKH dapat mewujudkan keluarga penerima menjadi keluarga yang sakinah. Dalam hal ini penliti meneliti Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi ekonomi KPM di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo? Bagaimana analisis efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi pengasuhan dan pendidikan anak KPM di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan empiris. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Adapun teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif.
Hasil dari penelitian yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut: Program Keluarga Harapan di Desa Jenangan efektif untuk mewujudkan keluarga sakinah dari segi ekonomi KPM. Keefektifan tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan ekonomi KPM, yakni KPM sudah menghilangkan budaya sering berhutang, kebutuhan mereka tercukupi, dan menerapkan budaya menabung meskipun pendapatan sedikit. Hal ini menunjukkan bahwasanya KPM dapat dikatakan sakinah, dikarenakan setelah adanya bantuan PKH, KPM terbebas dari kemiskinan harta yang hal tersebut menunjukkan bahwa KPM sejahtera secara secara lahir. Program Keluarga Harapan di Desa Jenangan efektif untuk mewujudkan keluarga sakinah dari segi pengasuhan dan pendidikan anak.
Keefektifan ini dibuktikan dengan tercapainya tujuan dari pendampingan dalam pengasuhan dan pendidikan anak yakni menjadikan orang tua yang lebih baik, dengan tercapainya tujuan tersebut dapat dikatakan bahwa KPM merupakan keluarga yang sakinah karena bertambahnya rasa kasih sayang dan saling mencintai sesama anggota keluarga.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keluarga adalah lembaga masyarakat terkecil yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan hidup bersama melalui ikatan perkawinan, adopsi dan kelahiran dengan tujuan menciptakan dan memelihara budaya bersama, memperkuat jasmani, rohani, perkembangan emosi dan sosial setiap anggota keluarga. Tujuan utama terciptanya keluarga adalah mewujudkan keluarga sakinah.1
Keluarga sakinah sendiri merujuk pada pendapat QuraishShihab bahwa kata sakinah memiliki arti ketenangan yang merupakan antonim dari guncangan. Kata ini menggambarkan ketenangan hati setelah adanya gejolak atau konflik maupun kesalah pahaman dalam keluarga, yang kemudian dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua pasangan dalam rumah tangga.2 Keluarga yang tenang bukan keluarga yang tidak mengalami masalah, akan tetapi keluarga yang mampu menyelesaikan masalah agar mendapatkan ketenangan.
Pentingnya keluarga sakinah dalam rumah tangga adalah untuk menciptakan keluarga yang ideal berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah untuk
1Anist Suryani dan Kadi, “Konsep Sakinah Mawaddah Warahmah Menurut M. Quraish Shihab Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Anak Dalam Keluarga,” MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 01 (2020), https://doi.org/10.21154/maalim.v1i01.2189.(diakses pada tanggal 12 November 2022).
2M. Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an, ed. Abd dan Wahid Hizbullah Syakur, I (Jakarta: Lentera Hati, 2007).
2
menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain itu keluarga sakinah berperan penting dalam menentukan kualitas masyarakat.
Namun dalam sebuah rumah tangga terdapat faktor yang menghambat terbangunnya keluarga sakinah yakni dari faktor ekonomi, keadaan ekonomi yang sulit memicu tingginya angka perceraian. Sebagai bukti pada tahun 2021 kasus perceraian yang diproses di Pengadilan Agama Indonesia mencapai 447. 743 kasus3 dengan rincian seperti grafik di bawah ini.4
Gambar 1. 1
Data Perceraian Tahun 2021 dan Penyebabnya
Meskipun dari data tersebut, perceraian yang disebabkan faktor ekonomi menempati urutan kedua setelah faktor perselisihan dan
3Vika Azkiya Dihni, “Kasus Perceraian Di Indonesia Masih Marak , Ini Penyebabnya,”
Komnas Perempuan, 2022, 2022,
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/06/21/kasus-perceraian-di-indonesia-masih- marak-ini-penyebabnya. ( diakses pada tanggal 10 Desember 2022).
4Keterangan lainnya adalah jumlah dari keseluruhan data yang angkanya dibawah 1000, meliputi judi : 993, poligami : 893, zina : 449, kawin paksa cacat badan : 360, madat : 359.
279,205 113,343
42,387 4,779
1,779 1,447
1,392 3,411
PERTENGKARA N DAN…
EKONOMI MENINGGALKA
N SALAH SATU KDRT MABUK MURTAD PENJARA LAINNYA
pertengkaran, namun angka tersebut termasuk dalam presentasi yang tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan dari permasalahan ini.
Di sisi lain upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan menciptakan program bantuan yang disebut dengan Program Keluarga Harapan (PKH). PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat, yang diberikan kepada keluarga miskin berdasarkan ketentuan dari kementerian sosial sebagai syarat penerimanya, dimana bantuan ini adalah bantuan ekonomi berbentuk uang tunai.5Penerima bantuan PKH ini disebut dengan Keluarga Penerima manfaat yang selanjutnya disebut sebagai KPM.
Sejak tahun 2007, PKH diluncurkan sebagai program percontohan yang menjangkau sekitar 350.000 KPM, dan kini terus berkembang baik dari segi jumlah KPM maupun jangkauan bantuan. Sebagai program bantuan keuangan bersyarat, PKH mewajibkan KPM untuk menggunakan pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan ibu hamil, nifas, bayi dan lansia. Di bidang pendidikan, PKH juga mendorong anak-anak untuk bersekolah dari sekolah dasar hingga sekolah berkelanjutan.6
PKH ini menjadi salah satu program pemerintah yang bisa diandalkan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan
5Siswati Saragi, Maria Ulfa Batoebara dan Nur Ambia Arma, “Analisis Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Desa Kota Rantang Kecamatan Hamparan Perak,”
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi Dan Pelayanan Publik 8, no. 1 (2021): 1–10, https://doi.org/10.37606/publik.v8i1.150. (diakses pada tanggal 12 November 20220.
6Suahasi Nazara , Sri Kusumawati Rahayu, “Program Keluarga Harapan (PKH):
Program Bantuan Dana Tunai Bersyarat Di Indonesia,” International Policy Centre for Inclusive Growth 1, no. 42 (2013): 119–120.
4
meningkatkan kesejahteraan sosial. Selain ditujukan sebagai program penanggulangan kemiskinan PKH ditujukan sebagai investasi jangka panjang yang digunakan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan aspek yang berfokus pada pendidikan dan kesehatan.7
Selain bantuan ekonomi keterkaitan Program Keluarga Harapan ini dengan keluarga sakinah ini adalah adanya konten yang terkandung dalam modul pendampingan PKH yang disampaikan kepada KPM dalam hal ekonomi.Modul ini dirancang untuk rumah tangga berpenghasilan rendah untuk memberikan informasi dasar dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran serta perencanaan bisnis. Harus dipahami bahwa informasi dasar yang disajikan tidak akan menyelesaikan semua masalah keuangan para peserta, tetapi akan membantu menguranginya secara bertahap.
Terdapat tiga sesi dalam modul ini, sesi pertama adalah sesi mengelola keuangan keluarga yang mana sesi ini bertujuan untuk membantu peserta mengatur pengeluaran agar seimbang dengan pendapatan. Sesi kedua adalah sesi cermat meminjam dan menabung uang dengan tujuan untuk membangun keterampilan meminjam uang secara terencana dan hati-hati agar tidak terus terjebak hutang. Dan sesi ketiga dalah sesi memulai usaha dengan tujuanuntuk membantu peserta memahami dasar-dasar untuk memulai, mengembangkan dan
7Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021 (Jakarta, 2021).
mengendalikan keberlanjutan mereka sendiri sehingga menjadi sumber pendapatan bagi keluarga.8
Dengan adanya modul pendampingan kepada KPM dalam hal ekonomi tersebut, dapat memberikan arahan kepada mereka bagaimana cara mengelola uang dengan baik juga bagaimana cara memulai usaha, sehingga permasalahan ekonomi yang memicu konflik dalam keluarga dapat terselesaikan. Selain itu modul pendampingan ekonomi ini dapat mengurangi tingginya angka perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi. Sehingga terciptanya tujuan dari dibangunnya sebuah keluarga yakni keluarga sakinah.
Dari hal tersebut keterkaitan antara PKH dan keluarga sakinah sangatlah erat. Berkaitan dengan hal tersebut di desa Jenangan ini komponen penerima PKHnya terdapat tujuh komponen, yang terdiri dari ibu hamil, anak balita, anak usia sekolah dari SD, SMP, SMA, kemudian lanjut usia, dan penyandang disabilitas.Komponen ini merupakan komponen lengkap dari syarat penerima bantuan PKH. Dalam hal pendampingan kepada KPM di Desa Jenangan ini dilakukan secara intensif dari pendamping PKH, yang rutin setiap minggunya untuk melakukan sosialisasi penerapan modul-modul pendampingan.
Alasan mengapa peneliti memilih Desa Jenangan sebagai lokasi penelitian dikarenakan di Desa Jenangan ini pada awal adanya PKH pola pendampingannya belum berhasil, kemudian pada tahun 2016
8Kementerian Sosial Republik Indonesia, Modul Pengelolaan Keuangan Dan Rencana Usaha (Jakarta, 2018).
6
pendampingnya digantikan oleh Roudhotul Jannah, yang mana pola pendampingan yang dilakukan oleh Roudhotul Jannah menghasilkanKPM yang dapat dikatakan mulai mandiri dan mengimplementasikan dari pendampingan-pendampingan yang mereka dapatkan.9
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Sehingga penulis mengangkat tema tersebut ke dalam penelitian yang berjudul “Efektivitas Program Keluarga Harapan dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah (Studi Atas Keluarga Penerima Manfaat di Desa Jenangan Kec. Jenangan, Kab. Ponorogo).
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana analisis efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi ekonomi KPM di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab.
Ponorogo?
2. Bagaimana analisis efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi pengasuhan dan pendidikan anak KPM di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah
9Roudhotul Jannah, Hasil Wawancara, Ponorogo, 14 November 2022.
1. Menjelaskan efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinahdari segi ekonomi KPM di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo.
2. Menjelaskan efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi pengasuhan dan pendidikan anak KPM di Desa Jenangan Kec. Jenangan Kab. Ponorogo.
D. Manfaat Penelitian 1. Teoritis
a. Sebagai upaya untuk menambah wawasan tentang efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mewujudkan keluarga sakinah.
b. Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat memperluas wawasan keilmuan mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mewujudkan keluarga sakinah.
2. Praktis
Hasil dari penelitian ini nantinya dapat dijadikan bahan telaah pustaka dan pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan dapat dijadikan sarana dalam pengembangan wawasan keilmuan di bidang Hukum Keluarga Islam.
E. Telaah Pustaka
Sepanjang penelusuran peneliti, kajian tentang Program Keluarga Harapan ini sudah banyak dibahas penelitian tersebut diantaranya;
Pertama, jurnal oleh Khodiziah Isnaini Kholif, Irwan Noor, Siswidiyanto, (Universitas Brawijaya, 2019), yang berjudul “Implementasi
8
Program Keluarga Harapan Dalam Menanggulangi Kemiskinan di Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto”.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif.Teori yang digunakan adalah teori administrasi publik dan Program Keluarga Harapan.
Hasil penelitian menunjukkan implementasi PKH di Kecamatan Dawarblandong belum berhasil. Tidak semua isi kebijakan PKH dilaksanakan dengan sesuai. Tujuan PKH juga belum mendapatkan hasil yang maksimal.
Masih adanya kemiskinan, gizi buruk, ibu meninggal karena melahirkan, serta rendahnya masyarakat yang mendukung peningkatan kesejahteraan.
Saran yang dapat dilaksanakan yakni mengevaluasi kebijakan serta pemberian penghargaan kepada perseorangan.10
Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah pada fokus penelitian pada jurnal tersebut fokusnya adalah pada implementasi PKH sedangkan di penelitian ini fokusnya adalah pada efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah. Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah pada metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif.
Kedua, skripsi oleh Mumtazun Nisa (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017), yang berjudul “Peranan Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Menurut Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010 Tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Studi di Desa Bungur Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro”.Dengan rumusan
10Khodiziah Isnaini Kholif, Irwan Noor, and Siswidiyanto, “Implementasi Program Keluarga Harapan ( Pkh ) Dalam Menanggulangi Kemiskinan Di Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto,” Jurnal Administrasi Publik (JAP) 2, no. 4 (2019): 709–14.
masalah 1) Bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) menurut Peraturan Presiden No.15 Tahun 2010 Tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan? 2) Bagaimana keberhasilan Program Keluarga Harapan (PKH) ditinjau dari Peraturan Presiden No.15 Tahun 2010 Tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dalam mewujudkan keluarga sakinah di Desa Bungur Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro? Teori yang digunakan adalah teori kemiskinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PKH di Desa Bungur berupa pemberdayaan yang dilakukan oleh pendamping terhadap KPM dana PKH sehingga dapat mempengaruhi peningkatan ekonomi KPM. Dari hal tersebut menjadikan PKH yang berjalan di Desa Bungur berhasil dan sesuai dengan Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010.11
Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah pada teori yang digunakan, yakni dalam penelitian tersebut menggunakan teori kemiskinan dan dalam penelitian ini menggunakan teori keluarga sakinah dari QuraishShihab. Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah sama-sama meneliti PKH sebagai perwujudan keluarga sakinah.
Ketiga, skripsi dari Nurfazlina(UIN SUSKA RIAU, 2020), yang berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pekanbaru Provinsi Riau”. Dengan rumusan masalah 1) Bagaimana Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kota Pekanbaru Provinsi Riau? Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
11Mumtazun Nisa’, Peranan Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Menurut Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010 Tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Studi Di Desa Bungur Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, Skripsi (Malang : UIN Malang, 2017). 1-120.
10
Teori yang digunakan adalah teori William N.Dunn tentang evaluasiHasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pekanbaru berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan diluncurkannya program PKH yaitu mampu menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi masyarakat kota Pekanbaru Riau.12
Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah pada teori yang digunakan, yakni pada penelitian tersebut teori yang digunakan adalah teori William N.Dunn tentang evaluasi, sedangkan dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori keluarga sakinah dari QuraishShihab. Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah pada metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif.
Keempat, skripsi oleh Fany Rahmawati (IAIN Surakarta, 2020), yang berjudul “Akuntabilitas Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan”.Dengan rumusan masalah Bagaimana akuntabilitas penyaluran dana bantuan Program keluarga Harapan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Surakarta?. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori StewardshipTheory dan Program Keluarga Harapan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH Kota Surakarta sudah akuntable, namun ada beberapa indikator yang masih kurang belum akuntable seperti ketepatan sasaran dan pemutakhiran data.13
12Nurfazlina, Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Skripsi (Riau : UIN SUSKA RIAU, 2019).1-118.
13Fany Rahmawati, Akuntabilitas Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan, Skripsi (Solo : IAIN SURAKARTA, 2020). 1-89.
Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian iniadalah pada subjek penelitian dalam penelitian ini subjeknya adalah Dinas Sosial Kota Surakarta sedangkan dalam penelitian penulis subjeknya adalah pendamping PKH dan keluarga penerima PKH di Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Dan pada teori yang digunakan yakni dalam penelitian tersebut menggunakan teori StewardshipTheory dan Pkh, sedangkan dalam penelitian ini menggunakan teori keluarga sakinah dan PKH. Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah pada metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif.
Kelima, Tesis oleh Istiqomah (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2018) dengan judul “Analisis Program Keluarga Harapan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi PrespektifMaqashid Syariah”.
Dengan rumusan masalah 1) Bagaimana konsep Program Keluarga Harapan dalam menngkatkan kesejahteraan ekonomi di Kecamatan TirtoyudhoprespektifMaqashid Syariah? 2) Bagaimana implementasi Program Keluarga Harapan dalam menngkatkan kesejahteraan ekonomi di Kecamatan TirtoyudhoprespektifMaqashid Syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Program Keluarga Harapan dan kemiskinan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara konsep PKH di Kecamatan Tirtoyudho dalam prespektifMaqashid Syariah yaitu: dalam menjaga agama (Hifzu din) melalui silaturahmi yaitu dengan pertemuan kelompok. dalam menjaga akal (Hifzual-aql) melalui akses pendidikan dan
12
perubahan pola; dalam menjaga jiwa (Hifzual Nas) melalui akses kesehatan, dalam menjaga keturunan (Hifzual-Nasl) penjagaan atas kesehatan dan keselamatan ibu dan anak: dalam menjaga harta (hifzual- mal) melalui peningkatan sektor ekonomi para penerima bantuan Program Keluarga Harapan. Sedangkan secara implementasi, program keluarga harapan di Kecamatan Tirtoyudo perspektif Maqashid syariah yaitu dalam implementasi pertama, penetapan sasaran penerima bantuan program keluarga harapan yaitu perempuan dalam hal ini ibu hamil dan menyusui termasuk menjaga keturunan, sedangkan sasaran balita dalam bidang kesehatan termasuk ke dalam menjaga jiwa dan sasaran bagi anak-anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikannya hal ini termasuk menjaga akal.14
Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian saya adalah pada teori yang digunakan yakni dalam penelitian tersebut teorinya adalah teori PKH dan kemiskinan sedangkan dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori keluarga sakinah dan PKH. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah pada metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif.
F. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut:
14Istiqomah, “Analisis PKH Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Perspektif Maqashhid Syariah,” Tesis ( Malang : UIN Maulana Malik Ibrahim, 2018), 1-99.
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (fieldresearch), dengan pendekatan empiris, karena penelitian ini menggambarkan kondisi yang dilihat dari lapangan penelitian.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif, kehadiran peneliti merupakan alat sekaligus pengumpul data. Kehadiran ini sangat diperlukan, karena selain penelitian, ia juga sebagai pengumpul data. Peneliti berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai pengamat dan peserta atau sebagai bagian dari hibah PKH pada pertemuan bulanan, peneliti membantu menjelaskan penyampaian pendamping kepada KPM lansia yang pendengarannya sudah terbatas. Dalam proses pengumpulan data peneliti melakukan pengamatan dan mendengarkan secara detail tentang apa yang diteliti.15
Dalam melakukan penelitian, peneliti berusaha membangun hubungan baik dengan informan agar nantinya data yang diperoleh adalah data yang valid.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini di fokuskan di Desa Jenangan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Alasan peneliti memilih lokasi ini dikarenakan di Desa Jenangan ini pada awal adanya PKH pola pendampingannya belum berhasil, kemudian pada tahun 2016
15Samsu, “Metode Penelitian”, Metode Penelitian Kualitatif, no. 17 (2017): 43, http://repository.unpas.ac.id/30547/5/BAB III.pdf. (diakses pada tanggal 4 November 2022).
14
pendampingnya digantikan oleh Roudhotul Jannah, yang mana pola pendampingan yang dilakukan oleh Roudhorul Jannah menghasilkan KPM yang mandiri dan dapat mencapai dari tujuan pendampingan PKH.
4. Data dan Sumber Data a. Data
Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dengan mengamati suatu objek, informasi ini dapat berupa angka dan simbol atau sifat. Beberapa informasi yang peneliti gunakan dalam penelitianini menjadi pokok pembahasan dalam penyusunan penelitian.16Data utama yang peneliti gunakan adalah Program Keluarga Harapan dalam mewujudkan keluarga sakinah tersebut sebagai data primer. Kemudian telaah terhadap karya ilmiah yang berkaitan dengan Program Keluarga Harapan sebagai data sekunder. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan kajian atau penelaah lebih dalam. Dengan adanya langkah ini diharapkan akan menghasilkan data atau informasi yang konkrit.
b. Sumber Data
1) Sumber Data Primer
Sumber data primer inimengacu pada hal yang diperoleh peneliti secara langsung dari sumber
16Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2014), 82.
datanya.17Adapun data primer yang digunakan peneliti meliputi:
a) Pendamping PKH Desa Jenangan 2 orang : (1) Roudhotul Jannah pendamping lama.
(2) Sulanjono pendamping baru.
b) Keluarga penerima PKH di Desa Jenangan 6 orang : (1) Suprihatin penerima komponen balita.
(2) Atik Munawaroh penerima komponen anak SD.
(3) Ernawati penerima komponen anak SMP dan.
wakil penerima komponen disabilitas.
(4) Mujiati penerima komponen anak SMA.
(5) Sri Wahyuni penerima komponen ibu hamil.
(6) Lasam penerima komponen lansia.
2) Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder ini, diakses oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Sumber data sekunder dalam penelitian ini diambil dari jurnal, karya ilmiah, dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.18
17 Sandu Siyoto, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta : Literasi Media Publishing, 2015), 32.
18 Ibid., 33.
16
5. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Observasi adalah suatu kegiatan mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai pemberi kesimpulan.19 Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi partisipatif, artinya peneliti tidak hanya mengamati tetapi ikut berpartisipasi dalam kegiatan PKH.
b. Wawancara
Peneliti mendapatkan informasi dengan wawancara langsung kepada Pendamping PKH desa Jenangan dan beberapa keluarga penerima PKH.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah dokumen dari visi misi PKH, modul pendampingan PKH, dan data penerima PKH.
6. Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif adalah proses pelacakan serta pengaturan yang dilakukan secara sistematis dari catatan lapangan yang telah diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi, agar peneliti dapat melaporkan hasil dari penelitiannya.20Adapun teknik analisis data yang peneliti gunakan
19Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Syariah (Ponorogo, 2022). 85.
20Firman, “Analisis Data Dalam Kualitatif,” Article, no. 4 (2015): 1–13.
dalam penelitian ini adalah metode induktif yaitu pembahasan yang peneliti awali dengan mengemukakan fakta-fakta empiris yang bersifat khusus dan kemudian ditarik generalisasi yang bersifat umum. Dalam hal ini peneliti mengemukakan terlebih dahulu angka perceraian tinggi disebabkan oleh faktor ekonomi, berangkat dari kasus tersebut kemudian digeneralisasikan dengan Program Keluarga Harapan dalam mewujudkan keluarga sakinah.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menghindari adanya kesalahan atau kekeliruan data yang telah terkumpul maka diperlukan adanya pengecekan keabsahan data.
Adapun teknik pengecekan keabsahan data yang peneliti gunakan adalah
a. Perpanjangan Pengamatan
Pada tahap awal hal yang dilakukan oleh peneliti adalah membangun hubungan baik dengan informan sehingga adanya keterbukaan dari masing-masing informan. Kemudian peneliti melakukan pengamatan apakah data yang diperoleh itu benar atau tidak ketika dicek kembali di lapangan. Pada saat pengecekan data sudah benar dan sesuai maka data sudah kredibel, dan waktu pengamatan dapat diakhiri.
b. Pengamatan yang Tekun
Peneliti dapat meningkatkan ketekunan dalam bentuk pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu benar
18
atau tidak, dengan cara melakukan pengamatan secara terus- menerus, membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau dokumentasi yang terkait, sehingga wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam
c. Triangulasi Sumber dan Teknik
Triangulasi sumber ini dilakukan dengan cara melakukan pengecekan data yang diperoleh dari berbagai sumber, yakni dengan pengujian keabsahan data pada pendamping dan penerima PKH.
Triangulasi teknik ini dilakukan dengan mengadakan diskusi lebih lanjut pada informan melalui pertemuan yang dilakukan peneliti bersamaan dengan pertemuan rutin KPM PKH dengan pendamping PKH, pada pertemuan ini peneliti memastikan apakah mereka benar-benar mendapatkan bantuan.
G. Sistematika Pembahasan
Dalam penelitian ini dituangkan dalam beberapa bab yakni:
BAB Iterdapat pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah yang akan dikaji, tujuan masalah, manfaat penelitian, dan juga metode penelitian. Uraian telaah pustaka bertujuan untuk melihat kajian- kajian terdahulu dan sebagai penyampaian orisinalitas kajian penyusun yang membedakan dengan jumlah kajian peneliti lainnya.
BAB II menjelaskan tentang gambaran umum sebagai landasan teori dalam mengkaji tentang keluarga sakinah, yang meliputi pengertian keluarga
sakinah, dan indikator keluarga sakinah menurut Fiqh Munkahat dan QuraishShihab. Kemudian Program Keluarga Harapan, yang meliputi pengertian PKH, tujuan PKH, dan landasan hukum PKH, juga teori efektivitas yang meliputi pengertian dan aspek yang mempengaruhi efektivitas.
BAB III memaparkan data dari instrumen yang telah ditentukan sebelumnya. Membahas tentang gambaran umum desa Jenangan, demografi, hasil wawancara dan menjelaskan tentang PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah yang meliputi PKH untuk perbaikan ekonomi dan PKH untuk pengembangan pengasuhan anak.
BAB IV membahas tentang jawaban dari rumusan masalah yang ada yakni menjelaskan analisis efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi ekonomi dan analisis efektivitas PKH dalam mewujudkan keluarga sakinah dari segi pengasuhan dan pendidikan anak.
BAB V bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dari seluruh isi uraian yang telah diakukan dan saran-saran yang dapat disumbangkan sebagai rekomendasi untuk kajian lainnya.
BAB II
KELUARGA SAKINAH, PROGRAM KELUARGA HARAPAN DAN EFEKTIVITAS
A. Keluarga Sakinah 1. Definisi keluarga
Definisi dari keluarga dapat ditinjau melalui tiga sudut pandang, yakni definisi struktural, definisi fungsional, dan definisi interaksional.1
a. Definisi struktural. Definisi keluarga struktural didasarkan pada kehadiran atau ketidakhadiran anggota keluarga, seperti orang tua, anak, dan kerabat lainnya. Dari sini muncul pengertian keluarga sebagai asal-usul (families of origin), keluarga sebagai wahana melahirkan keturunan (families of proce).
b. Definisi fungsioanal. Definisi keluarga secara fungsional adalah adanya penekanan pada terpenuhinya tugas-tugas dan fungsi psikososial. Fungsi ini mencakup perawatan, sosialisasi pada anak, dukungan emosi dan materi, serta pemenuhan peran.
c. Definisi transaksional. Keluarga secara transaksional didefinisikan sebagai kelompok yang mengembangkan keintiman melalui perilaku yang memunculkan identitas sebagai keluarga (family identity).
1Sri Lestari, Psikologi Keluarga, (Jakarta: Kencana, 2012).
2. Pengertian Keluarga Sakinah
Kata sakinah dalam fiqh munakahat memiliki arti ketenangan dan ketentraman jiwa. Kata ini disebutkan enam kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada surat al-Baqarah (2) : 248, surat at-Taubah (9) : 26 dan 40, surat al- Fath (48) : 4, 18, dan 26. Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa sakinah itu didatangkan oleh Allah SWT ke dalam hati para nabi dan orang-orang yang beriman agar tabah dan tidak gentar menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga.2
Munculnya istilah keluaraga sakinah ini sesuai dengan firman Allah dalam surat ar-Rum (30) ; 21, yang menyatakan bahwa tujuan berumah tangga atau berkeluarga adalah untuk mencari ketenangan dan ketentraman atas dasar mawaddah dan rahmah, saling mencintai, dan penuh rasa kasih sayang antara suami dan istri.
Dalam keluarga sakinah, setiap anggotanya merasakan suasana tentram, damai, bahagia, aman, dan sejahtera secara lahir dan batin.
Sejahtera lahir adalah terbebas dari kemiskinan harta dan tekanan- tekanan penyakit jasmani. Sedangkan sejahtera batin adalah bebas dari kesmiskinan iman, serta mampu mengkomunikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Merujuk pada pendapat QuraishShihab bahwa kata sakinah memiliki arti ketenangan yang merupakan antonim dari guncangan. Kata ini menggambarkan ketenangan hati setelah adanya gejolak atau konflik
2Wakid Yusuf, “Fiqh Munakahat 30 Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah.,” 2017, https://wakidyusuf.wordpress.com/2017/03/02/fiqh-munakahat-30- keluarga-sakinah-mawaddah-wa-rahmah/, (diakses pada tanggal 25 Mei 2023).
22
maupun kesalah pahaman dalam keluarga, yang kemudian dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua pasangan dalam rumah tangga.3
Adapun kriteria keluarga sakinah menurut Quraish Shihab adalah adanya ketenangan hati saat berada di dalam rumah maupun saat meninggalkan rumah, yang dirasakan oleh semua anggota keluarga.
Ketenangan hati tersebut didasari dari terhindarnya hati dari sifat-sifat tercela seperti kecerobohan, keegoisan, kebodohan, dan kekikiran yang menimbulkan keluarga tidak tenteram.4
3. Indikator Keluarga Sakinah
Ketentramanakan muncul apabilaterlaksananya indikator yang harus dipenuhi dalam keluarga, maka setidaknya terdapat beberapa indikator keluarga sakinah diantaranya :
a. Melakukan komunikasi b. Menjaga kejujuran c. Berusaha saling memberi d. Mawaddah/cinta
Dan berikut ini beberapa indikator keluarga sakinah menurut Quraish Shihab;
a. Setia dengan pasangan.
b. Berpegang teguh pada agama.
c. Saling menepati janji.
d. Saling pengertian.
3M. Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an,(Jakarta: Lentera Hati. 2007), 83.
4M. Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an,(Jakarta: Lentera Hati. 2007), 83.
e. Dapat menjaga nama baik satu sama lain.5
Dari indikator tersebut berkaitan dengan konsep keseimbangan ekonomi menurut Quraish Shihab, yang mana keseimbangan ekonomi merupakan kunci dalam mengatur tegaknya rumah tangga, dan indikator tersebut dapat dijadikan dasar untuk terwujudnya keseimbangan ekonomi dalam rumah tangga. Dalam hal ini pasangan suami istri harus memiliki pandangan yang sama. Seorang istri yang sebelumnya memiliki kehidupan yang mewah di dalam lingkungan keluarganya, dan setelah menikah dengan seseorang yang memiliki ekonomi pas-pasan, maka istri harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru yang dialaminya, dimana istri harus mampu menciptakan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.6
Di sisi lain, walaupun secara wajar kewajiban suami adalah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, tetapi hendaknya istri dapat membantu suami dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam hal ini terdapat catatan penting bahwa suami istri harus saling pengertian dan menjaga nama baik satu sama lain, yakni jika ternyata penghasilan istri lebih besar daripada suami, maka istri tidak dapat mendikte suami sesuai kehendaknya, dan suami tidak boleh merasa rendah diri, begitupun suami dalam hal ini tidak berhak memaksa istri untuk membelanjai seluruh kebutuhan rumah tangga dari
5Tahar Rachman, “Konsep Keluarga Sakinah,” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 2018, 10–27.
6M. Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an,(Jakarta: Lentera Hati. 2007), 92.
24
penghasilannya, karena bagaimanapun suami memiliki kewajiban untuk memberi nafkah.
Kehidupan rumah tangga adalah kerja sama dari suami dan istri dalam memikul tanggung jawab pembinaan rumah tangga, tanggung jawab yang didasari oleh penghormatan, cinta, kasih, kesediaan untuk menerima satu sama lain dan saling memberi (take and give).7
B. Program Keluarga Harapan 1. Pengertian PKH
Program Keluarga Harapan merupakan program bantuan sosial bersyarat, yang diberikan kepada keluarga miskin berdasarkan ketentuan dari kementerian sosial sebagai syarat penerimanya. PKH ini dikenal di kalangan internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CTT).
Program ini didirikan pada tahun 2007 sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan di sektor kemiskinan. Program ini diberikan kepada keluarga sangan miskin yang memiliki beberapa persyaratan berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.8
Dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan Pasal 1 Ayat 1 yang berbunyi “Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disingkat PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan yangterdaftar dalam data oleh
7M. Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an,(Jakarta: Lentera Hati. 2007), 92.
8Kementerian Sosial Republik Indonesia, “Booklet Informasi Program Keluarga Harapan ( PKH ) Pada Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis Pengertian Program Keluarga Harapan ( PKH ) Tujuan Program Keluarga Harapan ( PKH )” (Bengkalis, 2019), 1–25.
Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH”.9
2. Dasar Hukum Program Keluarga Harapan.10
a. Undang-undang nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
b. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial,
c. Undang-undang nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.
d. Peraturan Presiden nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
e. Inpres nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang Penyempurnaan Pelaksaan Program Keluarga Harapan.
f. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan
g. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia nomor 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan.
9Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan.
10Kementerian Sosial Republik Indonesia, Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021.8.
26
3. Tujuan Program Keluarga Harapan
Tujuan PKH dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan Pasal 2.
PKH bertujuan:
a. Untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial;
b. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan;
c. Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial;
d. Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan; dan
e. Mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada keluarga penerima manfaat.11
4. Kriteria Komponen Penerima dan Jumlah Bantuan Komponen PKH Terdapat beberapa kriteria kompenen penerima dan jumlah bnatuan komponen PKH ini, diantaranya;
a. Kriteria komponen kesehatan : 1) Ibu hamil/menyusui/nifas.
Dalam hal ini Ibu hamil/menyusui/nifas adalah orang yang sedang dalam kondisi mengandung kehidupan baru
11Kementerian Sosial Republik Indonesia, Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021.10-11.
dengan jumlah kehamilan yang dibatasi dan berada dalam masa menyusui.
2) Anak usia 0-6 tahun. Umur ini dihitung dari ulang tahun terakhir anak yang belum bersekolah.
b. Kriteria komponen pendidikan : a) Anak SD/MI atau sederajat b) Anak SMP/MTs atau sederajat c) Anak SMA/MA atau sederajat
d) Anak usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.
c. Kriteria komponen kesejahteraan sosial a) Lanjut usia mulai dari 70.
Dalam hal ini lansia yang dimaksud adalah seseorang yang berusia lanjut yang tercatat dalam kartu keluarga.
b) Penyandang disabilitas.
Penyandang disabilitas berat adalah penyandang yang tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dan atau sepanjang hidupnya, tidak mampu menghidupi dirinya sendiri,serta tercatat dalam kartu keluarga.
Jumlah Bantuan Komponen untuk Setiap Jiwa dalam Keluarga PKH pertahunnya12;
a. Ibu hamil : Rp. 2.400.000,-
12Kementrian Sosial RI, “Program Keluarga Harapan (PKH), Kementerian Sosial Republik Indonesia,” 2019, https://kemensos.go.id/program-keluarga-harapan-pkh. (diakses pada tanggal 24 Februari 2023).
28
b. Anak usia dini : Rp. 2.400.000,- c. SD : Rp. 900.000,- d. SMP : Rp. 1.500.000,- e. SMA : Rp. 2.000.000,- f. Disabilitas berat : Rp. 2.400.000,- g. Lanjut usia : Rp. 2.400.000,- 5. Hak dan Kewajiban Keluarga Penerima Manfaat PKH
a. Hak KPM PKH13
KPM PKH berhak untuk mendapatkan:
1) Bantuan sosial PKH 2) Pendampingan sosial PKH
3) Pelayanan dan fasilitas dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial
4) Program bantuan komplemeter di bidang kesehatan, pendidikan, subsidi energi, ekonomi, perumahan, dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
b. Kewajiban KPM PKH
1) Kewajiban KPM PKH pada kondisi normal terdiri dari:
a) Penerima komponen kesehatan wajib memeriksakan kesehatan pada fasilitas kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan.
13Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021. 97.
b) Penerima komponen pendidikan, wajib mengikuti kegiatan belajar dengan tingkat kehadiran paling sedikit 85% dari hari belajar efektif.
c) Penerima komponen kesejahteraan sosial, wajib mengikuti kegiatan di bidang kesejahteraan sosial minimal satu tahun sekali.
d) KPM menghadiri pertemuan kelompok atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) setap bulan.
e) Seluruh anggota KPM harus memenuhi kewajibannya, kecuali jika terjadi keadaan kahar (force majeureI).
f) KPM yang tidak memenuhi kewajibannya akan dikenakan sanksi. Sanksi ditetapkan lebih lanjut dalam petunjuk pelaksanaan verifikasi komitmen.
2) Kewajiban KPM PKH pada kondisi pandemi covid-19 terdiri atas:
a) Penerima komponen kesehatan, wajib menerapakan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan.
b) Penerma komponen pendidikan, wajib mengikuti serangkaian kegiatan belajar dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan pemerintah selama pandemi covid-19.
c) Penerima komponen kesejahteraan sosial, wajib mengikuti kegiatan dibidang kesejahteraan sosial sesuai dengan
30
kebutuhan selama satu tahun sekali dengan menerapkan protokol kesehatan.
d) KPM wajib menerima dan menerapkan materi-materi yang ada dalam modul PK2K khusunya modul kesehatan dan penerapan ptotokol kesehatan.
6. Pendampingan KPM
Pendampingan kepada KPM diperlukan untuk mempercepat tercapainya slah satu tujuan PKH, yakni menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM terkait pemanfaatn layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Maka dari itu pendamping PKH mempunyai peran penting dan fungsi fasilitasi, mediasi, advokasi, edukasi, dan motivasi bagi KPM PKH. Adapun pendampingannya beberapa pendampingan, diantaranya:14
a. Pertemuan Kelompok (PK)
Pertemuan kelompok ini adalah pertemuan rutin yang difasilitasi oleh pendamping sosial untuk pelaksanaan tugas yang bersifat administratif dan edukatif dengan memberikan informasi tentang tata tertib dan aturan PKH, serta akses layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.
b. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) merupakan proses belajar secara sistematis untuk mempercepat
14Kememterian Sosial Republik Indonesia.Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021, 99.
terjadinya perubahan perilaku pada KPM KPH. Materi P2K2 wajib disampaikan oleh pendampingg sosial PKH kepada anggota KPM PKH dampingannya dan menjadi suatu bentuk verifikasi komitmen untuk KPM.
1) Tujuan P2K2
Secara umum P2K2 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai pentingnya pengasuhan dan pendidikan anak, kesehatan dan kesejahteraan sosial di lingkungan keluarga, sehingga tercipta percepatan perubahan perilaku.
2) Komponen P2K2 a) Modul P2K2
Modul ini adalah modul pembelajaran tersetruktur untuk meningkatkan keterampilan hidup KPM PKH dengan fokus utamanya di bidang ekonomi, pendidikan anak, kesehatan, perlindungan anak, dan kesejahteraan sosial serta modul lain yang mendukung pelaksanaan PKH.
Modul ini disampaikan kepada anggota KPM disesuaikan dengan memperhatikan kebutuhan KPM.15
b) Bahan Ajar
Bahan ajar disini berupa buku modul, buku pintar, poster, flipchart, dan brosur dan alat lainnya untuk
15Kememterian Sosial Republik Indonesia.Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021, 101.
32
mendukung penyampaian P2K2 diselenggarakan oleh Kemensos yang didukung oleh lembaga terkait.
c) Waktu Pelaksanaan P2PK
Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan selama masa kepesertaan KPM PKH.
3) Kegiatan P2K2 dapat dikecualikan apabila terjadi suatu keaadaan yang mendesa dan darurat.16
7. Modul Pendampingan PKH a. Modul Ekonomi
Modul ekonomi berisikan tentang pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha. Yang mana menargetkan rumah tangga miskin untuk memberikan informasi dasar dan keterampilan dalam pengelolaan pendapatan dan pengeluaran serta perencanaan usaha.
harus dipahami bahwa informasi dasar yang disajikan tidak akan menyelesaikan semua masalah keuangan para peserta, tetapi akan membantu mereka secara bertahap menguranginya,pada modul ini terdapat tiga sesi, diantarannya:17
1) Sesi 1 : Mengatur Keuangan Keluarga.
Mengelola keuangan keluarga adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap rumah tangga, terutama rumah tangga miskin. Umumnya, masalah keuangan mereka adalah
16Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2021. 99.
17Kementerian Sosial Republik Indonesia Indonesia, Modul Ekonomi Pertemuan Peningkatan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) (Jakarta, 2018), 12.
pengeluaran yang lebih tinggi daripada pendapatan dan ketidakteraturan jumlah dan waktu pendapatan. Pengelolaan keuangan membantu mereka lebih memprioritaskan penggunaan uang, sehingga pengeluaran seimbang dengan pendapatan, sehingga kebutuhan keluarga terpenuhi. Adapun tujuan dari sesi ini adalah:
a) Peserta dapat mengidentifikasi sumber pendapatan dan pengeluaran keluarga dan menghitung rata-rata pendapatan dan pengeluaran keluarga.
b) Peserta dapat menentukan prioritas pengeluaran dan memasukkannya ke dalam anggaran keuangan keluarga.
c) Peserta memahami bagaimana mengatur pengeluaran sesuai anggaran yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
2) Sesi 2 : Cermat Meminjam dan Menabung.
Mengurangi ketergantungan terhadap utang dengan menabung. Pinjaman sebagian besar diambil oleh rumah tangga miskin untuk menutup pengeluaran yang melebihi pendapatan mereka. Sayangnya, hadiahnya seringkali tidak matang, sehingga rentan terhadap hutang. Biaya utang yang tinggi biasanya dibayar dengan . utang baru, juga dikenal sebagai
"lubang ke lubang untuk menggali lubang". Menabung belum
34
menjadi rutinitas bagi rumah tangga miskin. Sesi ini akan mencoba mengubah kebiasaan tersebut dengan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menghitung biaya pinjaman dan manfaat menabung, adapun tujuan dari sesi ini adalah:
a) Peserta mengetahui cara merencanakan pinjaman dengan matang
b) Peserta mengetahui cara memilih lokasi pinjaman yang sesuai dengan kebutuhannya
c) Peserta mengetahui bahwa menabung dapat menjadi salah satu cara menghindari pembayaran hutang peserta mengetahui cara, bagaimana dan dimana memelihara pakaian yang sesuai dengan kebutuhannya.
3) Sesi 3: Memulai Usaha
Mengembangkan modal kecil menjadi hasil yang berkelanjutan. Usaha mikro telah banyak digeluti oleh rumahtangga miskin sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan. Sebagian berhasil mengembangkan usahanya menjadi sumber penghasilan keluarga yang dapat diandalkan, namun sebagian besar harus menghentikan atau mengganti-ganti jenis usahanya karena tidak memberikan keuntungan yang cukup. Salah satu kendala yang dihadapi
adalah terbatasnya pengetahuan untuk merencanakan dan mengelola usaha tersebut. Adapun tujuan dari sesi ini adalah:
a) Peserta mampu mengidentifikasi, mengembangkan dan menilai kelayakan ide usaha secara terencana sesuai dengan potensi yang tersedia
b) Peserta memiliki keterampilan untuk merencanakan keuangan usaha
c) Peserta memiliki gambaran untuk menyusun rencana pemasaran usaha
d) Peserta memahami cara mengelola keuangan usaha b. Modul Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Modul ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya penerapan metode pengasuhan anakyang baik di rumah dan pentingnya pengajaran untuk kesuksesan masa depan anaknya. Dalam modul pengasuhan anak ini mencakup topik utama, yakni bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik, memahami perilaku anak kecil, memahami bagaimana anak kecil belajar, dan membantu anak sukses dalam hal akademis. Modul ini disampaikan dengan serial terjadwal dari sesi satu ke sesi berikutnya. Dan berikut ini adalah tahapan sesi penyampaian materi dalam modul.18
18Kementerian Sosial Republik Indonesia, Modul Pengasuhan Dan Pendidikan Anak Pertemuan Peningkatan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) (Jakarta, 2018), 19.
36
1) Sesi 1 : Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik.
Dalam sesi ini memiliki dua pesan utama, yakni pertama orang tua menjadi panutan bagi ank-anaknya. Pelajaran yang ingin diajarakan adalah bahwa orang tua memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku anak sehingga orang tua perlu memahami konsekuensi dari perilaku orang tua dan pengasuhan positif dan negatif. Orang tua juga harus menyadari bahwa status miskin tidak berarti bahwa mereka tidak dapat mengasuh anaknya dengan baik. Kedua, pentingnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.
Meskipun orang tua sejatinya memeliki peran pengasuhan yang berbeda, tetapi tanggung jawab orang tua adalah sama.
Dalam hal ini orang tua akan mempelajari cara pendekatan yang baik kepada anak dan cara menghindari konflik di depan anak, termasuk diskusi khusus tentang cara melibatkan ayah dalam membantu ibu untuk pengasuhan sehari-hari.
2) Sesi 2 : Memahami Perilaku Anak.
Dalam sesi ini terdapat dua hal yang disampaikan, yakni pertama adalah meningkatkan perilaku baik pada anak dengan cara mengenali lebih dekat tentang kelebihan dan kekurangan pada anak, memahami kekuatan pujian untuk anak, dan menghargai perilaku baik anak. Kedua, orang tua perlu mewaspadai dampak negatif penggunaaan hukuman fisik.
Adpun strategi untuk mengurangi kenakalan pada anak dapat dilakukan dengan menetapkan aturan bersama anak, menjelaskan konsekuensi yang mudah dipahami oleh anak dan masuk akal, memberi waktu anak untuk tenang, dan mengabaikan perilaku mencari perhatian.
3) Sesi 3 : Memahami Cara Anak Usia Dini Belajar.
Dalam modul ini terdapat 2 hal yang harus diperhatikan orang tua dalam mengasuh anak sejak dini, yang pertama yaitu bermain sebagai cara anak belajar dan secara khusus pesan kedua membahas berbagai kegiatan bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak. Orang tua akan mempelajari apa itu permainan dan bagaimana bermain sesuai dengan tahapan usia anak, serta cara menggabungkan permainan ke dalam kegiatan sehari-hari. Secara khusus orangtua akan belajar pentingnya kemampuan bahasa bagi anak dan berbagai jenis permainan untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak.19
4) Sesi 4 : Membantu Anak Sukses di Sekolah.
Terdapat 2 pesan utama yang disampaikan modul ini, yang pertama yaitu pentingnya pendidikan sejak usia dini dan yang kedua cara membantu anak sukses di sekolah. Anak yang
19Kementerian Sosial Republik Indonesia, Modul Pengasuhan Dan Pendidikan Anak Pertemuan Peningkatan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) (Jakarta, 2018), 23-24.
38
ikut dalam program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) akan memiliki tingkat kesiapan bersekolah di jenjang pendidikan selanjutnya dibandingkan anak yang tidak mengikuti program PAUD, orang tua akan belajar manfaat lainnya dari program PAUD. Orang tua juga akan belajar berbagai cara untuk membantu anak agar sukses di sekolah, membantu anak mengatasi masalah yang mungkin muncul ketika di sekolah, dan diharapkan agar orang tua terdorong untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah demi kepentingan pendidikan anak
C. Efektivitas
1. Pengertian Efektivitas
Efektivitas menurut Kamu Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata efektif yang berarti pengaruh, efek, akibat, atau dapat membawa hasil. Efektivitas merupakan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu, hubungan antara output dan tujuan. Di mana efektivitas diukur berdasarkan seberapa jauh tingkat outuput, kebijakan, dan prosedur organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.20
Dalam dimensi efektivitas program memiliki makna kondisi dinamis dalam serangkaian proses pelaksanaan tugas dan fungsi
20Muh. Yusri Abadi, Efektivitas Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 Pada Pekerja Sektor Informal Di Kota Makasar (Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2019). 2.
pekerjaan sesuai dengan tujuan dan saranan kebijakan program yang telah ditetapkan. Secara umum efektivitas dapat diartikan sebagai pengukuran dalam mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Aspek yang Mempengaruhi Efektivitas
Terdapat beberapa aspek yang dapat dignakan dalam mengukur keefektifan sebuah program, yaitu:
a. Waktu pencapaian.
a. Tingkat pengaruh yang diinginkan.
b. Tercapainya tujuan
c. Pelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan program.
d. Perubahan perilaku masyarakat.
Dalam ranah kebijakan terdapat indikator yang mempengaruhi efektivitas implementasi kebijakan, diantaranya:
a. Standar dan sasaran kebijakan.
Kinerja implementasi kebijakan dapat diukur dari tigkat keberhasilannya dari ukuran dan tujuan kebijakan yang bersifat realistis.
b. Sumber daya.
Keberhasilan implementasi kebijakan sangat tergantung dari kemampuan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Setiap tahap implementasi menuntut adanya sumber daya yang berkualitas sesuai
40
dengan pekerjaan yang diisyaratkan oleh kebijakan yang telah ditetapkan.21
21Ibid, 4-5.
BAB III
PROGRAM KELUARGA HARAPAN DESA JENANGAN
A. Profil PKH Desa Jenangan 1. Sejarah PKH Desa Jenangan
Program bantuan PKH sebnenarnya sudah ada mulai tahun 2007 tetapi PKH di Desa Jenangan mulai ada pada tahun 2013, dengan jumlah KPM yang belum banyak seperti saat ini. Dari tahun ke tahun mulai meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Jenangan. Hal ini berdasarkan pertimbangan pemerintahan Desa setempat, tentang siapa saja yang berhak untuk mendapatkan bantuan PKH ini.
Dari adanya bantuan PKH ini di Desa Jenangan, banyak KPM yang perekonomiannya terbantu. Mereka mendapatkan banyak fasilitas mulai darai fasilitas pendidikan, kesehatan, dan juga kesejahteraan sosial.1
2. Penerima Bantuan PKH Desa Jenangan
Dalam hal penerimaan bantuan ini, KPM mendapatkan uang tunai setiap tahunnya. Uang tersebut dari masing-masing komponenen penerima berbeda jumlahnya. Dalam satu tahun penerimaan bantuan ini dilakukan dalam 4 tahap penerimaan. Contoh komponen anak usia dini yang jumlah bantuan diterima dalam setahunnya adalah Rp. 2.400.000,- maka setiap tahapnya ia mendapatkan Rp. 600.000,- jadi tidak langsung satu kali menerima sejumlah Rp. 2.400.000,-.2
1Sulanjono, Hasil Wawancara, Ponorogo, 14 November 2022.
2Ibid.
42
Dan berikut ini adalah data penerima PKH pertahapnya pada tahun 2022.
Tabel 3. 1
Data Penerima PKH Tahap 13
DAFTAR PENERIMA PKH DESA JENANGAN TAHAP 1 TAHUN 2022
NO. NAMA PENERIMA ALAMAT
1 SIKAT DUKUH KRAJAN II
2 ATIK MUNAWAROH RT 006 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 3 NOPI ARIN RAHAYU RT 004 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 4 NATUL MUNAWAROH RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 5 ENDANG INDRIYANI RT 003 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 6 MISTI RT 003 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 7 MUSLIMAH RT 004 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 8 ANIN MARYATIN RT 004 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 9 SUKARMAN RT 006 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 10 NANIK SRI RAHAYU RT 001 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 11 INDRI SETIYANI RT 003 RW 01 DUSUN KRAJAN II 12 MATAL RT 002 RW 02 DUSUN KRAJAN I 13 SAMINTEN RT 003 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 14 SURATUN RT 001 RW 01 DUSUN KRAJAN II 15 DWI SUPRIYANTI RT 002 RW 01 DUSUN KRAJAN I 16 SRI WAHYUNI RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 17 DWI SRIANI RT 005 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 18 GIYANI RT 001 RW 01 DUSUN KRAJAN II 19 SARIAH RT 002 RW 02 DUSUN KRAJAN II 20 WIJI LESTARI RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 21 MUJIYATI RT 003 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 22 SUNARIYAH RT 001 RW 002 DUSUN PELEMGURIH 23 SUDARNOTO RT 004 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 24 SOFIYAH RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 25 SUPRIHATIN RT 002 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 26 SUMALI RT 004 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 27 MARIYATI RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 28 KASRI RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 29 MESIYAH RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG
33Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo, Data Penerima PKH Tahun 2022 Tahap 1.
30 SRINI RT 001 RW 02 DUSUN KRAJAN I 31 ERNAWATI RT 006 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 32 ARYATI RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 33 KADIMO RT 003 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 34 ERNAWATI RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 35 TUMI ASTUTI RT 005 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 36 SUPRIHATIN RT 002 RW 01 DUSUN KRAJAN II
37 ALFINA DUKUH GOGOKALANG
38 LASAM RT 001 RW 001 DUSUN PELEMGURIH 39 SRI MAMI RT 003 RW 01 DUSUN GOGOKALANG 40 RUSEMI RT 004 RW 01 DUSUN KRAJAN II 41 ISMIATI RT 001 RW 02 DUSUN KRAJAN II 42 NGATINAH RT 002 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 43 SIDDIN AL FAISAL RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 44 MUNTIYAH JL. PANGKUR
45 SRIYATUN RT 001 RW 02 DUSUN KRAJAN I
46 PARLAN DUKUH GOGOKALANG
47 SRIANI RT 004 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 48 SAJIR RT 002 RW 01 DUSUN KRAJAN II 49 MESERI RT 003 RW 02 DUSUN KRAJAN II 50 SUNARTI RT 002 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 51 SUYATI RT 001 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 52 JUPRIYANTO RT 003 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 53 IKA ANDAYANI RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 54 SUPRIHATIN RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 55 MARTINI RT 004 RW 02 DUSUN GOGOKALANG 56 SRI WAHYUNI RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 57 NOVALINA RT 002 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 58 LINDA HAYATI RT 003 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 59 RASEMI RT 007 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 60 SRINGATUN RT 001 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 61 SURIPTO RT 001 RW 02 DUSUN KRAJAN II 62 LANJAR RT 004 RW 002 DUSUN GOGOKALANG
63 BOIRAH DUKUH GOGOKALANG
64 TUMI RT 007 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 65 PUNIRAH RT 001 RW 002 DUSUN KRAJAN II 66 JAINEM RT 001 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 67 RANIYEM RT 001 RW 02 DUSUN KRAJAN I 68 KADIMAN RT 001 RW 02 DUSUN PELEMGURIH 69 REBIN RT OO3 RW 01 DUSUN PELEMGURIH 70 BANI RT 001 RW 01 DUSUN PELEMGURIH