PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Anggaran merupakan rencana perusahaan untuk merealisasikan kegiatannya, yang diperlukan adalah perencanaan yang benar-benar matang agar suatu anggaran dapat efektif dan efisien. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) disusun semaksimal mungkin sebagai bahan pengambilan keputusan dalam pengambilan kebijakan, baik alokasi maupun distribusi sumber daya untuk dikembalikan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, dalam APBN, khususnya pemerintah daerah, harus ada transparansi yang jelas tentang kemana anggaran dan belanja itu dibelanjakan.
Upaya mewujudkan pembelanjaan yang memang diperlukan dalam ruang itu sendiri maupun sebagai pelayanan publik. Penelitian ini dilakukan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kota Medan, karena Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah adalah penyelenggara perencanaan pendapatan dan belanja daerah, yang bertanggung jawab untuk mengelola keuangannya, terlepas dari apakah pemerintah telah berhasil dan berhasilkah Kota Medan merealisasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Berdasarkan hasil penelitian, rasio anggaran pendapatan efektif Pemerintah Kota Medan tahun 2015-2020 cukup efektif mencapai lebih dari 80%, kecuali pada tahun 2016 hanya mencapai 78,47%.
Dari penelitian rasio efisiensi belanja Pemerintah Kota Medan sangat efisien karena Pemerintah Kota Medan pada tabel diatas mampu mengelola anggaran dengan hemat untuk tahun anggaran 2015-2020. Analisis realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi Pemerintah Kota Medan.
Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
- Anggaran
- Fungsi Anggaran
- Manfaat Anggaran
- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
- Pengertian APBD
- Fungsi APBD
- Proses Penyusunan dan Penetapan APBD
- Laporan Realisasi Anggaran
- Defenisi Laporan Realisasi Anggaran
- Tujuan Laporan Realisasi Anggaran
- Manfaat Informasi Laporan Realisasi Anggaran
- Laporan Keuangan Daerah
- Analisis Pendapatan dan Belanja Daerah
- Analisis Selisih Anggaran
- Analisis Derajat Desentralisasi
- Analisis Selisih Belanja
- Efektivitas
- Efesiensi
- Penelitian Terdahulu
- Kerangka Berpikir
32 Tahun 2014 (Pemda, 2014), terkait dengan pemerintahan daerah menjelaskan bahwa (Bastian, 2006) “Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang ditetapkan dengan peraturan daerah”. Penyusunan rencana kerja swadaya masyarakat b. Penyusunan usulan anggaran kebijakan umum c. Penetapan prioritas dan pagu anggaran sementara. Penyusunan rencana kerja dan anggaran SKPD e. 64 laporan pelaksanaan anggaran menyajikan gambaran sumber, distribusi, dan konsumsi sumber daya keuangan yang dikelola oleh negara/daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan pelaksanaannya dalam satu periode pelaporan.
Berdasarkan (Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010) tentang standar akuntansi pemerintahan yang disajikan berdasarkan PSAP No. 02, laporan realisasi anggaran memuat informasi yang dibandingkan dengan masing-masing anggaran dalam satu periode. Laporan realisasi anggaran akan memberikan informasi yang berguna untuk meramalkan sumber daya ekonomi yang akan diterima pada periode mendatang dan yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah pusat atau daerah. Berdasarkan informasi dari Laporan Realisasi Anggaran Belanja, kinerja belanja dapat dianalisis dengan analisis sebagai berikut.
Analisis selisih anggaran dengan pendapatan dilakukan dengan menghitung selisih anggaran pendapatan aktual dengan anggaran yang dianggarkan. Sebaliknya, jika realisasi anggaran pendapatan di bawah jumlah yang dianggarkan, maka dianggap kurang baik.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Defenisi Operasional
- Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
- Teknis Analisis
Berupa bukti pencatatan atau laporan keuangan dan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Kota Medan, lokasi penelitian Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kota Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik dokumentasi yaitu pengumpulan data sekunder berupa data laporan realisasi anggaran belanja pemerintah kota Medan tahun 2015-2020. Pembahasan dan hasil penelitian ini akan membahas tingkat efisiensi dan efektivitas anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Medan tahun ajaran 2015-2020.
Tabel 4.1 menunjukkan nilai saat ini pemerintah daerah kota Medan tahun 2015-2020 mengalami peningkatan, kecuali tahun 2018 dan 2020. Dari tabel 4.7 laporan realisasi anggaran kota Medan tahun ajaran Tahun 2015 terdiri dari realisasi pendapatan, realisasi beban dan realisasi pembiayaan. Dari tabel 4.8, laporan realisasi anggaran pemerintah kota Medan TA 2016 terdiri dari realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan.
Dari Tabel 4.9, laporan realisasi anggaran pemerintah kota Medan tahun anggaran 2017 terdiri dari realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan. Sumber : Badan Pengelola Keuangan dan Aset Pemerintah Kota Medan Dari tabel 4.10, laporan realisasi anggaran pemerintah kota Medan tahun anggaran 2018 terdiri dari realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan. Dari tabel 4.11, laporan realisasi anggaran pendapatan Kota Medan tahun anggaran 2019 terdiri dari realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan.
Dari tabel 4.11, laporan realisasi anggaran pendapatan pemerintah kota Medan TA 2020 terdiri dari realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan. Rumus ini digunakan untuk mencari analisis realisasi anggaran pendapatan dalam penilaian efisiensi pemerintah kota Medan. Artinya tingkat efektivitas realisasi APBD Kota Medan tahun 2016 kurang efektif berdasarkan standar pengukuran rasio efektif.
Tabel 4.16 menunjukkan bahwa rasio pendapatan efektif pemerintah kota Medan tahun ajaran 2015-2020 belum mencapai target yang diinginkan. Hasil survey menunjukkan bahwa rasio efektif realisasi APBD Kota Medan tahun pelajaran 2015-2020 dinilai cukup efektif, kecuali tahun 2016 yang dinilai kurang efektif. Tingkat penerimaan efektif pemerintah kota Medan tahun ajaran 2015-2020 belum mencapai target, namun sudah masuk dalam kategori cukup efektif, kecuali tahun 2016 yang dinilai kurang efektif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
- Analisis Efektivitas Realisasi Anggaran Pendapatan
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa realisasi pendapatan transfer dari pemerintah kota Medan mengalami peningkatan dari TA 2015-2020, kecuali tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan namun tidak signifikan. Tabel 4.3 memperlihatkan realisasi pendapatan lain-lain yang sah dari tahun 2015-2020 mengalami penurunan, kecuali tahun 2016 dan 2019. Dari tabel 4.6, laporan realisasi beban tak terduga tahun 2015-2020 mengalami peningkatan, dengan kecuali tahun 2017 dan 2019 mengalami penurunan.
Dari perhitungan rasio pendapatan efektif di atas terlihat bahwa realisasi anggaran kurang dari target anggaran, sehingga tercapai tingkat efektif sebesar 84,40%. Dari perhitungan rasio pendapatan efektif di atas terlihat bahwa realisasi anggaran lebih kecil dari target anggaran, sehingga tingkat efektif telah tercapai. Dengan demikian, pada tahun 2015, Pemkot Medan harus mampu merealisasikan konsumsi dengan sangat efisien berdasarkan alat ukur standar efisiensi konsumsi.
Dari grafik anggaran belanja daerah pemerintah kota P.E.T.A Medan terlihat bahwa realisasi anggaran belanja lebih kecil dari anggaran belanja.
Pembahasan
- Analisis Rasio Efektif dan Efesien Pendapatan
Dengan mengelola anggaran secara hemat hal ini ditunjukkan dengan realisasi anggaran yang tidak memiliki angka melebihi anggaran. Dari hasil kajian rasio efisiensi belanja, penyebab ketidakefektifan anggaran pendapatan tahun 2016 adalah kenaikan belanja modal, tahun 2015 sebesar 68,14%, meningkat tahun 2016 sebesar 71,68%. Hal ini disebabkan belum efektifnya realisasi anggaran tahun 2016 karena adanya penurunan pendapatan, pada tahun 2015 sebesar 84,40%, mengalami penurunan pada tahun 2016 sebesar 78,47%.
Penyebab tidak efektifnya realisasi APBN 2016 dari sisi belanja adalah peningkatan belanja modal pada tahun 2015 sebesar 68,14%. Pemerintah kota Medan harus lebih berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui penerimaan pajak seperti pajak daerah, retribusi daerah, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan pengembangan potensi baru mengikuti perkembangan zaman di wilayah pemerintah kota Medan karena sangat bermanfaat untuk pembangunan dan tidak bergantung pada dana transfer. Sementara itu, untuk efisiensi belanja, Pemerintah Kota Medan disarankan untuk menjaga penggunaan anggaran belanja secara hemat agar target efisiensi belanja selalu tercapai dan tidak bergantung pada belanja transfer pemerintah.
2006) 'Studi Belanja Modal pada Anggaran Pemerintah Daerah dalam kaitannya dengan Sumber Pengeluaran dan Penerimaan Pemerintah', Jurnal Akuntansi Pemerintahan, 2, No. 2013) Analisis Kritis Laporan Keuangan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran