• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFFECTIVE COVERAGE CAPAIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "EFFECTIVE COVERAGE CAPAIAN"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Malnutrisi dan obesiti pada kanak-kanak dikaitkan dengan kematian dan morbiditi yang tinggi. Allah SWT berpesan kepada para ibu supaya segera menyusukan anak-anak mereka dengan cara yang sempurna iaitu sehingga dua tahun.

Rumusan Masalah

Oleh karena itu penulis bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas pencapaian tujuan program intervensi gizi terhadap prevalensi stunting di Puskesmas Jongaya tahun 2019-2020, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

  • Bagi Penulis
  • Bagi Institusi
  • Bagi Masyarakat Umum

TINJAUAN PUSTAKA

Capaian Program Intervensi

  • Definisi Capaian
  • Program Intervensi

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan stunting dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi akibat langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi akibat tidak langsung. Sasaran intervensi gizi sensitif adalah keluarga dan warga yang dilakukan melalui beberapa agenda dan kegiatan sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 Intervensi gizi spesifik percepatan penurunan stunting kelompok sasaran 1000  HPK
Tabel 2.1 Intervensi gizi spesifik percepatan penurunan stunting kelompok sasaran 1000 HPK

Kejadian Stunting

  • Definisi Stunting
  • Epidemiologi Stunting
  • Etiologi Stunting
  • Faktor Risiko Stunting
  • Pencegahan Stunting

Oleh karena itu, anak kecil yang tidak mendapat ASI eksklusif dari ibunya lebih berisiko mengalami stunting.17. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat sosial ekonomi rendah 11 kali lebih besar kemungkinannya mengalami stunting dibandingkan dengan tingkat sosial ekonomi menengah dan atas.17. Temuan penelitian menjelaskan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) mempunyai risiko 1,74 kali mengalami hambatan pertumbuhan tinggi badan sesuai usia.17.

23. Tingkat pendidikan ibu yang paling rendah mempunyai pengaruh 1,6 kali lipat terhadap anaknya menjadi stunting, dengan observasi yang dilakukan secara konsisten dimana pendidikan ibu berpengaruh terhadap terjadinya stunting. Penyakit ini diketahui memiliki dampak paling besar terhadap stunting akibat diare, karena hal ini menyebabkan anak-anak kurang mendapat imunisasi lengkap.

Capaian Sasaran Program Intervensi Gizi Terhadap Kejadian Angka

Intervensi gizi khusus kami lakukan untuk mengatasi masalah gizi pada ibu hamil, ibu menyusui 0-6 bulan dan 7-23 bulan, anak 0-6 bulan dan 7-23 bulan. 26 Kabupaten Bangka dan Bangka Barat, sumber daya yang dimiliki sangat tinggi, sehingga daerah tertentu dapat membentuk inovasi reformasi, yaitu penciptaan program-program yang berkaitan dengan percepatan pengurangan atau penanggulangan lag pertumbuhan. Wilayah Bangka Barat yang merupakan daerah dengan jumlah kasus stunting tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melahirkan salah satu terobosan baru yang dicanangkan Dinas Kesehatan Daerah Bangka Barat yaitu program atau kegiatan “Bedah Desaku”. , yaitu rencana yang mengarah pada desa yang sehat dan harmonis. , energik, sukses, amanah dan bertakwa. 20.

Berbagai terobosan baru pelayanan kesehatan dalam rangkaian pencegahan hambatan kesehatan di Tepi Barat antara lain: 1. Hal ini disebabkan karena sampai saat ini pendataan belum dilakukan secara sistematis sehingga mengakibatkan balita stunting tidak teridentifikasi secara jelas dan pasti. cara.mode, sekedar informasi umum tentang deskripsi. , belum sejalan dengan nama-nama balita yang mengalami keterbelakangan pertumbuhan.

Kajian Keislaman

  • Gizi Seimbang Dalam Perspektif Islam
  • Pola Makanan Bergizi Dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist

Al-Qur'an pada awalnya menjelaskan pedoman gizi seimbang tertentu, yang mengungkapkan beberapa jenis kelompok makanan yang mengandung senyawa gizi di atas. 21. Kedua, sumber protein dan lemak yang juga disebutkan dalam Al-Qur'an adalah daging dalam QS. Sesuai dengan ayat tersebut, Al-Quran telah menjelaskan bahwa hendaknya manusia mengkonsumsi makanan yang halal dan baik di muka bumi, yang mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Dalam surat An-Nahl: 114 juga dijelaskan konsumsi makanan halal sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.21. Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya lebih mampu memilah dan memilih pangan yang halal, baik dan bergizi untuk dikonsumsi.

Kerangka Teori

KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS PENELITIAN, VARIABEL

  • Kerangka Konsep
  • Variabel Penelitian
    • Variabel Dependen
    • Variabel Independen
  • Hipotesis
    • H 0 (Hipotesis Null)
    • H a (Hipotesis Alternatif)
  • Definisi Operasional
    • Capaian Program Intervensi Gizi
    • Kejadian Stunting

Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pencapaian target program intervensi gizi dengan prevalensi stunting di Puskesmas Jongaya tahun 2019-2020. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pencapaian target program intervensi gizi dengan kejadian stunting di Puskesmas Jongaya pada tahun 2018. Penelitian ini mengkaji tentang pencapaian target Program Intervensi Gizi terhadap kejadian stunting di Puskesmas Jongaya pada tahun 2018. tahun cakupan efektif.

Data yang diperoleh merupakan data rekam medis hasil intervensi gizi berupa pemberian makanan tambahan dari Puskesmas Jongaya itu sendiri. Cakupan sasaran program intervensi gizi di Puskesmas Jongaya tahun 2019-2020 dinilai dengan pemberian makanan tambahan saja.

METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian

Dalam penelitian ini objek penelitian yang diteliti adalah efektivitas hasil program intervensi gizi dan stunting. Sedangkan yang dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah Puskesmas Jongaya.

Tempat dan Waktu Penelitian

  • Tempat Penelitian
  • Waktu Penelitian

Metode Penelitian

Teknik Pengambilan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Rumus Dan Besar Sampel

Alur Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

  • Analisis Univariat
  • Analisis Bivariat
  • Etika Penelitian

Beberapa variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pencapaian tujuan program intervensi gizi terhadap kejadian stunting. Intervensi gizi yang diberikan oleh Puskesmas Jongaya adalah pemberian makanan tambahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 51 Khusus penyediaan PMT atau alokasi dana APBN dan APBD untuk intervensi gizi masih kurang, mengingat masih banyak anak yang mengalami stunting dan gizi buruk.

Sedangkan bagi anak yang tidak mendapatkan intervensi gizi berupa PMT, perkembangannya masih dipantau secara berkala di Posyandu wilayah operasi Puskesmas Jongaya oleh petugas kesehatan di Posyandu. Lebih lanjut, hasil penelitian mengenai pencapaian tujuan program intervensi gizi terhadap kejadian stunting di Puskesmas Jongaya tahun 2019-2020, dengan menilai target cakupan didalamnya, telah memberikan hasil yang berarti atau signifikan terhadap keberhasilan program intervensi gizi. program intervensi. intervensi sebelum dan sesudah intervensi pemberian makanan tambahan pada anak kurang mampu, gizi dan stunting tahun 2019-2020 di wilayah kerja Puskesmas Jongaya.

HASIL PENELITIAN

Gambaran Umum Populasi/Sampel

Data diperoleh dari hasil pengumpulan data berupa data sekunder (Rekam Medis) yang diperoleh dari Politeknik Gizi Puskesmas Jongaya. Hasil analisis univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran atau gambaran masing-masing variabel independen dan variabel dependen. Seluruh data yang diperoleh dari rekam medis diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik distribusi frekuensi.

Sedangkan analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan signifikan sebelum dan sesudah antara variabel independen dan variabel dependen.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Analisis

Distribusi Masyarakat di Wilayah Kerja Poli Gizi Puskesmas

Distribusi Kejadian Stunting dan Kurang Gizi

Distribusi Intervensi Gizi

Penelitian cakupan efektif ini mengkaji pelaksanaan kegiatan intervensi gizi tahun 2019-2020 di Puskesmas Jongaya yang ternyata telah mencapai tujuan, meskipun intervensi gizi yang dilaksanakan di puskesmas tersebut menggunakan anggaran APBN dan APBD hanya dialokasikan sebesar 69,2 % dananya untuk APBN dan 12,67% dananya untuk APBD. . Jika dilihat dari jenis intervensi gizi yang diberikan yaitu pemberian makanan tambahan dari alokasi dana APBN dan APBD, anggaran untuk APBN adalah 3 karton biskuit berisi 4 dosis biskuit ditambah 5 kantong biskuit yang diperkirakan akan dikonsumsi selama 100 tahun. hari perkembangan, yang masing-masing. Setiap bulannya orang tua anak mendapat 1 karton setiap bulannya, yang diambil 3x per bulan. Menurut pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terpadu di kabupaten/kota yang dibuat oleh Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan bahwa intervensi gizi sendiri terdiri dari intervensi promosi dan konseling ASI, promosi dan konseling PMBA. , suplementasi makronutrien ( PMT), pengelolaan malnutrisi, pemantauan dan promosi pertumbuhan,.

Namun kejadian stunting tidak dipengaruhi oleh satu faktor saja melainkan multifaktorial, dan intervensi yang perlu ditangani atau dilaksanakan tidak hanya terbatas pada intervensi gizi saja, namun ada intervensi lain seperti intervensi pola asuh, kesehatan lingkungan, dan lain-lain. layanan yang juga dievaluasi (Intervensi terpadu).13. Jangka waktunya tidak cukup lama untuk menilai sejauh mana efektivitas secara keseluruhan karena penilaian terhadap stunting terlihat dari banyak elemen dan tidak terbatas pada intervensi gizi saja.

Tabel 5.2 : Data Sekunder Distribusi Intervensi Gizi
Tabel 5.2 : Data Sekunder Distribusi Intervensi Gizi

PEMBAHASAN

Pembahasan

Namun anggaran yang dialokasikan tidak sesuai dengan data di lapangan sehingga menunjukkan angka stunting dan gizi buruk cukup tinggi. Hasil penelitian ini juga relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muthia G pada tahun 2019 yang menjelaskan bahwa terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan intervensi gizi di masyarakat, antara lain distribusi obat yang mendekati tanggal kadaluwarsa, sistem pencatatan dan pelaporan gizi yang tidak lengkap. . program intervensi yang dilakukan oleh petugas kesehatan, serta terdapat capaian program intervensi gizi yang belum mencapai target, misalnya cakupan imunisasi dasar anak yang belum lengkap dan pemberian ASI eksklusif yang belum mencapai target sebagaimana mestinya. Selain itu, ada pula program yang tidak terjangkau, yaitu rumah tangga yang mengkonsumsi garam beryodium.10 Hal ini harus kita perhatikan secara khusus, karena program intervensi gizi masyarakat dapat tercapai apabila telah melalui beberapa tahapan pemeriksaan rutin. mulai dari menimbang badan hingga memberikan suplemen pada ibu dan anak.

Permasalahan yang sering kita jumpai di puskesmas pada dasarnya adalah pengukuran tinggi badan terutama pada anak dibawah usia 2 tahun yang cukup sulit dilakukan karena dibutuhkan 3 orang petugas agar pengukurannya akurat. 86 Tahun 2019 v Upaya perbaikan gizi di masyarakat meliputi pendidikan gizi, yaitu intervensi yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi, bimbingan, pendidikan dan konseling mengenai pemberian makanan bayi dan anak (IYCF) dan gizi seimbang serta suplemen gizi yang mencakup pemberian tambahan nutrisi restoratif untuk ibu hamil KEK dan bayi prematur dari bahan baku lokal, pemberian edukasi gizi tambahan pada ibu hamil dan balita dari bahan baku lokal, pemberian nutrisi tambahan pada ibu KEK hamil dan bayi prematur, vitamin A pada bayi dan balita, tablet suplemen darah untuk ibu hamil perempuan dan remaja serta menyewa tempat/penyimpanan suplemen nutrisi.22.

Aspek Keislaman

Makan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting, makanan juga mempengaruhi metabolisme tubuh seseorang. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang penting karena berperan sebagai sumber tenaga atau energi manusia. Selain karbohidrat, lemak juga merupakan sumber energi yang juga berfungsi melindungi tubuh agar tetap hangat termasuk organ-organ di dalamnya, dan lemak juga berfungsi untuk melarutkan vitamin A, D, E dan K.

Dalam Al-Qur'an ayat 20 Al-Mu'minun juga tersirat penggunaan minyak dalam makanan: 25. Oleh karena itu hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin dalam bekerja yang merupakan salah satu sarana ibadah dan amal shaleh kita, berharap ridha Allah jh.sh. baik di dunia maupun di akhirat.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Keterbatasan Penelitian

Pengukuran cakupan yang efektif dalam kesehatan dan gizi ibu, bayi baru lahir, anak, dan remaja: kemajuan, prospek masa depan, dan implikasinya terhadap sistem kesehatan yang berkualitas. Memberikan makanan tambahan kepada anak balita di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Tumbuh kembang anak usia 0-3 tahun: penelitian kesehatan balita dan relevansinya dengan pendidikan anak usia dini dalam perspektif Al-Qur'an.

Kemajuan dalam pengukuran cakupan RMNCH dan nutrisi: dari kontak hingga cakupan efektif. PERATURAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI NON FISIK KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2020.

Gambar

Grafik 5.1 ……………………………………………………………………… 46  Grafik 5.2 ……………………………………………………………………… 47
Tabel 2.1 Intervensi gizi spesifik percepatan penurunan stunting kelompok sasaran 1000  HPK
Tabel 2.2 Intervensi gizi sensitif percepatan penurunan stunting
Tabel 5.1 : Data Sekunder Distribusi Masyarakat Poli Gizi Puskesmas Jongaya
+4

Referensi

Dokumen terkait

Data primer adalah data yang diperoleh dari peneliti langsung dari objek penelitian di lapangan (Field Research) yang dilakukan dengan cara wawancara secara langsung,