• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKONOMI TEKNIK - Repository UMJ

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "EKONOMI TEKNIK - Repository UMJ"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Modal, atau penanaman modal, adalah jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk mendirikan dan mengoperasikan pabrik untuk menghasilkan produk dari bahan mentah. Selain itu, diketahui bahwa penjualan produk adalah uang yang diterima dari penjualan produk dengan kapasitas produksi tertentu, dan studi kelayakan adalah hasil penilaian ekonomi dari hasil perancangan pabrik. Jadi, modal atau penyertaan modal adalah sejumlah uang yang harus disediakan untuk mendirikan dan menjalankan suatu pabrik.

Biaya atau pengeluaran adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk operasi pabrik untuk menghasilkan suatu produk. Untuk dapat membeli peralatan baru, sejumlah uang dicadangkan, yang dibebankan pada biaya produksi, yang disebut penyusutan.

INDEKS HARGA DAN CAPITAL INVESTMENT

Indeks harga

  • Menaksir indeks harga
  • Menaksir harga alat

Untuk peralatan yang terbuat dari bahan kerja konvensional, dihitung sebesar 50% dari total indeks harga dan bahan lainnya dihitung sebesar 50%. Memperkirakan indeks harga pada tahun yang akan datang merupakan fungsi linier tahun dan indeks harga pada tahun tertentu. Jika Anda menggunakan grafik antara tahun sebagai ordinat dan indeks harga sebagai absis, Anda mendapatkan grafik seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.1.

Ulrich, A Guide to Chemical Progress Design Design and Economic Price perkiraan dalam literatur adalah untuk Januari 2004 dengan indeks harga yang bergantung pada ukuran peralatan. Berdasarkan indeks harga Januari 1961 dan rasio koefisien = 0,41, harga peralatan bulan Januari 1966 diperkirakan.

Tabel 2.1.Indeks harga dari tahun 1987-2002 yang dikeluarkan oleh beberapalembaga
Tabel 2.1.Indeks harga dari tahun 1987-2002 yang dikeluarkan oleh beberapalembaga

Capital Investment

  • Menaksir Capital Investment
  • Penaksiran Fixed Capital Investment

Perhitungan biaya pabrik yang dibeli, yaitu cara menilai investasi modal dengan langsung menanyakan harga suatu pabrik relatif terhadap spesifikasi atau sebaliknya. Dalam banyak literatur, banyak data besar tentang investasi modal tetap berdasarkan kapasitas produksi disajikan. Dengan demikian, biaya setiap komponen penanaman modal dihitung berdasarkan persentase harga pengadaan peralatan proses produksi.

Investasi modal adalah uang yang dikeluarkan untuk mendirikan pabrik, yang terbagi menjadi: biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung berupa biaya material dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan pabrik diperkirakan mencapai 70-85% dari investasi aset tetap.

Tabel 2.4. Contoh harga setiap peralatan, pada suatu desain capitalinvestment
Tabel 2.4. Contoh harga setiap peralatan, pada suatu desain capitalinvestment

Indirect Cost, berupa biaya yang tidak berhubungan langsung dengan bahan dan buruh yang aktif dalam pembangunan pabrik dengan perkiraan sebesar 15 –

  • Total Capital Investment

Perkirakan investasi pada aset tetap dengan menggunakan estimasi komponen biaya, dimana biaya perolehan peralatan proses manufaktur adalah Rp. Karena perhitungan pada Tabel 2.10 dilakukan di negara-negara yang memproduksi peralatan proses untuk pabrik, maka untuk Indonesia perbandingan antara penanaman modal dan pengadaan peralatan akan lebih besar karena adanya biaya pengiriman dari negara penghasil peralatan pabrik ke lokasi pabrik. Jika seorang pengusaha yang akan berinvestasi hanya Rp.

Jika uang yang tersedia hanya Rp, berapa pinjaman bank untuk menyelesaikan pembelian peralatan pabrik tersebut? Perkirakan berapa Total Capital Investment yang harus dikeluarkan oleh investor dan berapa pinjaman bank untuk menyelesaikan pembelian peralatan pabrik.

Tabel 2.8. Hasil perkiraan Total Capital Investment dari Soal 2.5
Tabel 2.8. Hasil perkiraan Total Capital Investment dari Soal 2.5

BIAYA PRODUKSI

  • Manufacturing cost
  • Direct Production Cost
    • Fixed Charges
    • Plant Over-head Cost
  • Total Production Cost
  • Gross Earning
  • Total production cost per-unit produk pabrik

Biaya produksi langsung adalah biaya produksi yang berkaitan langsung dengan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi yang diperkirakan sekitar 60%. Biaya utilitas, yang terdiri dari: steam, listrik, bahan bakar, pendingin dan udara bertekanan, adalah 10 – 20% dari total biaya produksi. Biaya paten dan royalti yang dibayar dengan tarif tetap adalah 0 – 6% dari total biaya produksi.

Fixed cost atau biaya yang dikeluarkan meskipun pabrik tidak berproduksi, yaitu sebesar 10-20% dari total biaya produksi. Biaya overhead pabrik atau overhead pabrik yang dikeluarkan oleh pabrik di luar perencanaan sebesar 50 - 70% dari biaya tenaga kerja, pengendalian dan pemeliharaan atau 5 - 15% dari total biaya produksi. Biaya distribusi dan penjualan, termasuk biaya kantor, penjualan, pramuniaga, pengemasan dan iklan, berjumlah 2-20% dari total biaya produksi.

Total biaya produksi adalah total biaya atau biaya yang dikeluarkan atas biaya produksi dan biaya umum. Untuk memproduksi produk tersebut, pabrik mempekerjakan 30 pekerja pabrik dengan upah rata-rata Rp100 per jam kerja. Berapa total biaya produksi untuk setiap unit produk 2. Berapa laba bersih yang diperoleh setiap tahun Penyelesaian.

Untuk menghasilkan produk, pabrik langsung mempekerjakan 100 pekerja pabrik dengan upah rata-rata Rp 10.000 per jam kerja. Untuk memproduksi produk tersebut, pabrik mempekerjakan 300 pekerja pabrik dengan upah rata-rata Rp 10.000 per jam kerja. Untuk memproduksi produk tersebut, pabrik mempekerjakan 200 pekerja pabrik dengan upah rata-rata Rp 10.000 per jam kerja.

Gambar 3.1, Skema komponen biaya produksi
Gambar 3.1, Skema komponen biaya produksi

INTEREST, ANNUITY, CAPITALIZED COST DAN DEPRESIASI

Bunga

  • Compound interest (bunga majemuk)

Jika P menyatakan pokok, n jumlah unit waktu atau periode bunga, dan I suku bunga berdasarkan panjang satu periode bunga, maka jumlah bunga biasa (I) untuk n periode adalah: I = P.i.n. Bunga sederhana tidak memperhitungkan bunga tambahan, tetapi memperhitungkan pokok, jangka waktu pinjaman dan tingkat bunga (interest rate). Bunga dihitung berdasarkan setiap tahun terdiri dari 12 bulan, dengan setiap bulan terdiri dari 30 hari atau 360 hari dalam 1 tahun.

Dalam hal ini, jika bunga yang timbul pada setiap akhir periode bunga tidak dibayarkan, bunga ditambahkan ke pokok dan bunga yang dibebankan kemudian adalah pokok + bunga, maka bunga tersebut disebut bunga majemuk. Selisih jumlah uang dalam jangka waktu tertentu antara bunga tunggal dan bunga majemuk dalam jangka waktu tertentu lebih besar dibandingkan dengan penggunaan bunga sederhana. Nilai masa depan = nilai sekarang x faktor minat bunga Nilai masa depan = nilai sekarang x faktor minat bunga.

Bunga modal biasanya dihitung untuk periode per tahun dengan tingkat bunga tetap (i) dalam satu tahun. Misalnya bunga dengan tingkat bunga 3% per periode dan bunga majemuk setiap ½ tahun, maka tingkat bunganya adalah 6% tetapi majemuk setiap ½ tahun. 3% majemuk setiap 6 bulan 6% p.a. majemuk setengah tahunan 1.5% majemuk setiap 3 bulan 6% p.a. majemuk kuartalan 0.5% majemuk setiap 1 bulan 6% p.a. majemuk bulanan.

Kadar faedah nominal dan kadar faedah berkesan adalah sama jika faedah dikompaun setiap tahun.

Tabel 3.1. Perhitungan Jumlah Uang pada Periode Tertentu secara Compound Interest
Tabel 3.1. Perhitungan Jumlah Uang pada Periode Tertentu secara Compound Interest

Annuity

  • Perpetuity dan capitalized cost
  • Macam depresiasi
  • Cara mendepresiasi
  • Perhitungan depresiasi

Depresiasi dihitung sebagai biaya tetap dengan pengeluaran yang sama setiap tahun dengan tingkat bunga 6% per tahun. Perpetuity adalah anuitas dimana pembayaran rutin berlangsung, sehingga seolah-olah barang atau alat tersebut tidak pernah habis. Pada contoh 4.2, setiap 10 tahun untuk peralatan yang sudah tidak dapat digunakan lagi, modalnya sebesar Rp.

Jadi jika menginginkan alat yang dapat terus diganti setelah masa pakainya berakhir, maka perlu menyediakan uang untuk harga alat tersebut ditambah dana untuk menggalang dana untuk penggantian alat tersebut. Jika keabadian ini akan terjadi, maka itu sama dengan harga akhir (jumlah uang yang harus tersedia dalam setahun) dikurangi harga penggantian alat tersebut. Alat yang terbuat dari baja ringan dengan harga Rp 3.000.000 dengan umur pakai 3 tahun.

Penyusutan adalah penurunan nilai (value) harga alat karena usia alat, kemajuan teknologi sehingga alat menjadi tidak mampu bersaing dengan alat lain (usang), dan faktor lain, sehingga alat dihentikan produksinya. . Nilai skrap jika peralatan proses dianggap usang atau skrap, maka peralatan tersebut dijual sebagai skrap. Namun alat yang diganti tersebut sebenarnya masih berfungsi, hanya saja kinerjanya sudah mulai menurun.

Berbeda dengan repair (perbaikan), alat yang diganti dalam proses perbaikan adalah alat yang sudah tidak dapat bekerja bahkan mencegah bekerjanya suatu alat. Besarnya penyusutan tahunan dihitung berdasarkan jumlah tahun pengoperasian kendaraan terbesar dari deret aritmatika dari angka 1 sampai n, dimana n adalah total umur pengoperasian kendaraan. Alat yang terbuat dari baja ringan dengan harga Rp 5000. dengan jangka waktu 5 tahun.

Gambar 4.2. Depresiasi yang dinyatakan dalam grafik linier
Gambar 4.2. Depresiasi yang dinyatakan dalam grafik linier

EVALUASI EKONOMI PABRIK

Evaluasi dengan cara linear

Dalam perhitungan modal terdapat pedoman yang dapat digunakan untuk menentukan kelayakan modal tersebut dengan cara membandingkan Fixed Capital Investments dan Total Capital Investments (TCI) dengan harga peralatan (Tabel 2.10). Sementara itu, komponen biaya modal tetap atau investasi modal tetap juga dapat dinyatakan sebagai persentase dari investasi modal tetap (FCI) seperti ditunjukkan pada Tabel 5.2. Biaya semi variabel (SVC) terdiri dari: tenaga kerja pabrik langsung, overhead pabrik, pengawasan pabrik, overhead, laboratorium, pemeliharaan dan perbaikan, perlengkapan pabrik.

Hasil perancangan pabrik amil asetat, yaitu pabrik tipe fluida-fluida yang peralatan prosesnya diproduksi di luar negeri, akan dievaluasi dari segi keekonomian untuk menentukan apakah pabrik tersebut layak untuk dibangun atau tidak. Pajak penghasilan menerapkan sistem pajak penghasilan normal sebesar 30% untuk penghasilan sampai dengan Rp, dengan tambahan pajak sebesar 20% untuk sisanya. Tingkat pengembalian investasi atau tingkat pengembalian adalah tingkat pengembalian modal yang dapat dihitung dari laba bersih per tahun dibagi dengan modal.

Hasil desain pabrik kalsium karbonat jenis padat-padat, peralatan prosesnya dibuat di luar negeri, akan dinilai secara ekonomi untuk menentukan apakah pabrik tersebut layak atau tidak. PPh menggunakan sistem PPh reguler sebesar 30% untuk penghasilan sampai dengan Rp dan sisanya menggunakan surcharge 20%. Suatu produk rancangan pabrik etanol, yaitu pabrik jenis cair-cair yang peralatan prosesnya dibuat di luar negeri, akan dinilai keekonomiannya untuk menentukan layak atau tidaknya pabrik tersebut.

Hasil rancangan pabrik amil asetat, yaitu pabrik jenis padat-cair yang peralatan prosesnya diproduksi di dalam negeri, akan dievaluasi keekonomiannya untuk menentukan apakah pabrik tersebut layak atau tidak.

Tabel 5.3. Perkiraan Total Capital Investment berdasarkan komponen biaya
Tabel 5.3. Perkiraan Total Capital Investment berdasarkan komponen biaya

ALTERNATIVE INVESTASI UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI

Perbandingan Return on investment

Namun jika dilihat dari Return on Investment (ROI), modal 1 memberikan ROI sebesar 10% sedangkan modal 2 memberikan ROI sebesar 8. Mempertimbangkan besarnya ROI, investasi pertama lebih menguntungkan daripada investasi kedua. pada nilai nominal adalah cara menghitung ROI dengan memperhitungkan nilai nominal keuntungan.

Jika ROI kurang dari nol maka investasi tidak dipilih karena tidak memberikan keuntungan yang diharapkan. Namun cara ini kurang jelas karena tidak dapat menentukan return dengan jelas, sehingga tidak baik memilih investasi dengan cara ini, karena cukup sulit untuk memilih return on investment yang tepat. Jika keuntungan minimum ditetapkan ke IDR, maka bandingkan harga ROI dengan memasukkan nilai nominal menggunakan metode standar.

Dari kedua metode tersebut terlihat bahwa metode standar akan menawarkan harga ROI yang lebih tinggi.

Incremental return dengan Incremental investment

Capitalized Cost

Artinya investasi ke-2 lebih baik dari investasi ke-1 karena net return lebih besar dari 15%. Jadi secara standar, investasi ke-2 lebih baik dari investasi ke-1 dan ke-3, maka dipilihlah investasi ke-2. Jika pengembalian minimum dimasukkan sebagai biaya, maka akan diperoleh keuntungan aktif yaitu keuntungan aktual dikurangi keuntungan minimum.

Berdasarkan jumlah keuntungan aktif, investasi ke-2 dipilih karena memiliki keuntungan aktif terbesar. Berdasarkan besarnya biaya yang dikapitalisasi, investasi ke-2 dipilih karena memiliki biaya yang dikapitalisasi paling rendah. Keempat investasi ini adalah unit yang sama, sehingga hanya satu investasi yang dapat diterima.

Faktor risiko dianggap sama untuk keempat jenis investasi dan perusahaan memiliki persyaratan pengembalian minimal 12%. Ini berarti bahwa setiap investasi yang masuk akal dalam bentuk apa pun dapat memberikan pengembalian 12%.

DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Tabel 2.1.Indeks harga dari tahun 1987-2002 yang dikeluarkan oleh beberapalembaga
Tabel 2.2, Indeks harga tahun 1975 sampai 1990
Gambar 2.2, Grafik taksiran Shell and Tube Heat Exchangers, pada Januari 2004
Gambar 2.1, Grafik hubungan indeks harga dan tahun
+7

Referensi

Dokumen terkait

elements in the remaining n-s positions are larger than or n-s positions are larger than or equal to the pivot (see next slide for an algorithm). equal to the pivot (see next