PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Tijauan Pustaka
- Pengertian Eksistensi
- Pengertian Bentuk
- Pengertian Bobot
- Pengertian Bentuk
- Pengertian Seni Lukis
- Pengertian Graffiti
Kerangka Pikir
Seperti yang telah dikaji pada teori di atas, bahwa lukisan merupakan identitas seniman dalam mengungkapkan gagasan dan konsepnya.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Lokasi Penelitian
Variabel dan Desain Penelitian
Yang tersirat disini adalah bagaimana suasana lukisan grafiti Jipang Raya Kota Makassar. Bagian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara obyektif keberadaan lukisan grafiti Jipang Raya di kota Makassar. Dengan demikian penulis mengangkat topik “Eksistensi Lukisan Grafiti Jipang Hebat Di Kota Makassar.
Dalam pembahasan kali ini penulis akan memaparkan hasil kegiatan penelitian terkait “Eksistensi Lukisan Grafiti Jipang Raya di Kota Makassar” berdasarkan pemaparan hasil analisis data yang telah dikemukakan sebelumnya. Komposisi lukisan grafiti di atas masih tertata rapi dalam artian tidak menunjukkan kebebasan berekspresi. Bentuk lukisan grafiti diatas masih sistematis, hampir sama dengan objek lainnya, pengaplikasian warnanya bagus dengan kombinasi warna yang berbeda-beda.
Ide lukisan grafiti di Jipang Raya Kota Makassar masih jauh. Tidak ada kendala dalam hal ide, karena karya seni grafiti Jipang Raya Kota Makassar masih tertata rapi sehingga tidak ada kebebasan berekspresi. Identitas kelompok grafiti atau nama pelukis (Avias) Secara keseluruhan lukisan grafiti Jipang Raya Kota Makassar tidak memiliki pesan selain ekspresi estetis.
Dari segi makna memang tidak setiap karya menyampaikan pesan, namun lukisan grafiti Jipang Raya Kota Makassar lebih menekankan pada jati diri pribadi dan jati diri kelompok. Dari pernyataan di atas, bentuk lukisan grafiti di Kota Jipang Raya Makassar masih bersifat sistematis dan juga belum adanya kebebasan berekspresi karena masih meniru gaya grafiti yang ada di tempat lain. Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa seni lukis grafiti Jipang Raya di Kota Makassar masih jauh.
Tidak ada tantangan dalam hal ide atau ide karena karya seni grafiti Jipang Raya di kota Makassar masih diatur dengan baik yang berarti tidak ada kebebasan berekspresi. Namun kekurangan dari lukisan grafiti Jipang Raya di kota Makassar adalah masih sama dengan grafiti yang terdapat di tempat lain, hal ini semua karena masih dipengaruhi oleh internet, copy paste bahkan masih meniru gaya grafiti dari luar. Secara keseluruhan lukisan grafiti Jipang Raya Kota Makassar tidak mempunyai pesan selain ekspresi estetis.
Berdasarkan kesimpulan di atas mengenai “Keberadaan Lukisan Grafiti Jipang yang Lebih Besar di Kota Makassar”, maka dikemukakan saran sebagai berikut. Karya grafiti Jipang Raya di kota Makassar ini juga patut diapresiasi, meski memiliki banyak kekurangan; Bahkan, hal ini turut memotivasi perencanaan kota Makassar yang jauh lebih indah.
Defenisi Operasional Variabel
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik dokumentasi juga bisa dikatakan “pemberian atau pengumpulan bukti-bukti dan informasi seperti foto dan sebagainya”. Teknik ini dilakukan untuk memperkuat data sebelumnya, diperlukan teknik dokumentasi sebagai alat pengumpulan data dokumenter. Sumber informasi dokumenter pada hakikatnya adalah segala bentuk sumber informasi yang berkaitan dengan dokumentasi, baik resmi maupun tidak, dipublikasikan atau tidak.
Teknik ini digunakan untuk memperoleh data dan dokumen atau catatan dengan menggunakan kamera foto untuk mengambil gambar, yang dapat dilakukan kapan saja. Teknik wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung mengenai sikap informan yang telah ditentukan yaitu wawancara terhadap akademisi seniman mengenai kualitas karya seni grafiti di Jipang Raya Kota Makassar.
Teknik Analisis Data
- Bobot atau isi Seni lukis graffiti Jipang Raya
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasa digunakan untuk meneliti keadaan benda alam, dimana peneliti berperan sebagai alat kunci dalam arti lain yaitu bagaimana memberikan penjelasan terhadap suatu benda. berdasarkan fakta yang ada mengenai keberadaan lukisan Grafiti Jipang Raya di Kota Makassar juga diperkuat dengan hasil wawancara bersama dengan beberapa seniman akademisi. Pada kesempatan kali ini penulis mencoba menganalisis dan menemukan karya seni grafiti Jipang Raya di Kota Makassar. Memperhatikan keadaan seni grafiti yang kita lihat selama ini, belum memperlihatkan bentuk atau garis yang memiliki keindahan dan daya tarik suatu kota, para seniman khususnya di kota makassar perlahan banyak melakukan perubahan yang dibawa pada seni grafiti. , dalam hal ini muncul beberapa bentuk atau karakter yang memperhatikan keindahan selain fungsi awal coretan sebagai bentuk protes atau kritik sosial khususnya di Jipang Raya dan Kota Makassar pada umumnya.
Lebih dari sepuluh lukisan grafiti teramati di Jipang Raya, Kota Makassar. Bentuk lukisan grafiti tersebut di atas masih sistematis, masih sama dengan objek lainnya, serta penggunaan warna-warna yang tampil sederhana dan monoton, dengan banyak penggunaan ruang hitam sebagai background dan warna putih mendominasi objek grafiti. Bentuk lukisan grafiti di atas masih sistematis, hampir sama dengan objek lainnya, penggunaan warna yang baik dengan kombinasi warna yang berbeda-beda, warna hijau, ungu, putih dan biru mendominasi objek, serta penggunaan warna oranye sebagai kontur yang menekankan bentuk grafiti.
Secara keseluruhan bentuk grafiti menarik dan terlihat solid dengan penggunaan titik, garis dan warna yang saling membutuhkan. Bentuk lukisan grafiti di atas masih sistematis, hampir sama dengan objek lainnya, yang membedakan hanya dari segi penggunaan warna yang diterapkan pada objek tersebut. Bentuk lukisan grafiti di atas masih sistematis, hampir sama dengan objek lainnya, penggunaan warna yang baik dengan kombinasi warna ungu dan hijau dengan latar belakang hitam.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa objek-objek di tempat lain masih hampir sama, namun secara keseluruhan susunan objek-objek grafiti tersebut saling melengkapi. Bentuk lukisan grafiti di atas masih sistematis, masih sama dengan objek lainnya. Penggunaan warna yang baik, dengan dominasi warna biru pada objek grafiti dan kesan garis putih menambah keindahan objek. Susunan lukisan grafiti tersebut di atas hampir menunjukkan kebebasan berekspresi, susunan atau strukturnya tertata dengan baik, namun tidak dapat dipungkiri bahwa objek-objek di tempat lain masih hampir sama.
Suasana grafiti di Jipang Raya secara umum sangat menarik dengan bentuk grafiti yang unik dan warna yang mencolok untuk mempercantik dan memberikan kesan keindahan baru pada area sekitar jalan di Jipang Raya.
Pembahasan
- Bobot atau isi Seni lukis graffiti Jipang Raya di Kota
Suatu bentuk lukisan grafiti yang biasanya berbentuk coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kata, simbol atau kalimat tertentu. Bentuk tidak lepas dari format dan beberapa unsur visual seni grafiti yang sangat estetis, ekspresif, dan yang kedua adalah isi, pesan dari seni grafiti itu sendiri dalam konteks situasi sosial, budaya, politik, dan ekonomi di mana. seni grafiti yang ditampilkan dapat memberikan inspirasi. , menyentuh hati nurani umat manusia. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Zam Kamil, seniman akademisi ISI Jokjakarta, yang mengatakan bahwa bentuk dan susunan/struktur justru menjadi kekurangan seni lukis grafiti di Jipang Raya karena masih seragam, dipengaruhi oleh internet, copy-paste, bahkan bentuknya masih sama dengan gaya outdoor, global dan urban.
Graffiti merupakan seni lukis dan gambar yang banyak memperhatikan komposisi warna, garis, bentuk dan volume. Komposisi lukisan grafiti di Jipang Raya masih tertata rapi dan tidak bebas berekspresi, namun tetap berkarya dengan meniru gaya-gaya yang ada. Terbukti seluruh karya di Jipang Raya mempunyai susunan yang serupa, hal ini menandakan bahwa objek-objeknya tersusun dan bukan merupakan konsep yang bebas.
Seharusnya lukisan grafiti merespon kondisi lingkungan, namun lukisan grafiti Jipang Raya Kota Makassar tidak merespon kondisi lingkungan, hal ini dikarenakan masih berdasarkan pemikiran awam dan masih merupakan ekspresi personal. Lukisan grafiti hendaknya menunjukkan ekspresi bebas atau kreatif dalam hal ide, misalnya grafiti lokal atau grafiti lontara. Begitu pula dengan grafiti di Jipang Raya Kota Makassar yang menyiratkan bahwa tidak setiap karya menyampaikan pesan, namun grafiti di Jipang Raya Kota Makassar lebih menekankan identitas pribadi dan identitas kelompok.
Dan secara keseluruhan hanya menampilkan unsur keindahan dan mempercantik lingkungan sekitar Jalan Jipang Raya, sekedar sebagai tontonan menarik sebagai sesuatu yang baru dan unik bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut. Penataan/struktur inilah yang kurang dalam seni lukis grafiti di Jipang Raya, karena masih seragam, dipengaruhi oleh internet, copy-paste, bahkan bentuknya masih sama dari luar. Suasana, Ide dan Pesan, lukisan grafiti harus merespon suasana lingkungan, namun lukisan grafiti di Jipang Raya tidak merespon suasana lingkungan yang masih bisa berdasarkan ekspresi pribadi.
Adapun pesannya juga hanya pada tahap ekspresi estetis saja tidak ada pesan yang disampaikan, melainkan hanya identitas pribadi dan identitas kelompok. Untuk generasi penerus, kami akan selalu berupaya menjadikan budaya lokal layak dilestarikan melalui karya seni khususnya lukisan grafiti. Keterbatasan peneliti tidak dapat diungkapkan mengenai keberadaan Lukisan Grafiti Jipang Raya di Kota Makassar, sehingga menjadi tugas bagi peneliti selanjutnya dengan tema yang berbeda.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada akhirnya, ekspresi karya ini tidak lagi murni, meskipun karya ini cukup bagus.
Saran
Sejarah Seni Rupa”, dalam Manusia Sahman, Memahami Dunia Seni Rupa, (Semarang: IKIP Semarang Press). Sanento Yuliman, 2001. Dua Seni Rupa (Jakarta: Kalam). http://novasuardika.blogspot/com/p/blog-page.html.diakses 20 Maret 2014). Sukarman, “Berbagai Pengalaman Kreatif”, dalam Katalog Pameran Tunggal II Ari Setiawan (Berbagai Pengalaman Kreatif, (Semarang: Museum Ronggowarsito, 28 Nov-2 Des 2005).