• Tidak ada hasil yang ditemukan

Emila Yudianti - Repository Universitas Kusuma Husada

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Emila Yudianti - Repository Universitas Kusuma Husada"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2020 PENGARUH VIRTUAL REALITY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN

IBU HAMIL YANG MENGHADAPI PERSALINAN

Emila Yudianti1) Sahuri Teguh Kurniawan2) Dzurriyatun Thoyyibah ZA.3)

1) Mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Sarjana Universitas Kusuma Husada Surakarta

[email protected]

2) 3) Dosen Program Studi Keperawatan Program Sarjana Universitas Kusuma

Husada Surakarta [email protected] [email protected]

ABSTRAK

Persalinan merupakan pengalaman subyektif ibu hamil yang melibatkan mekanisme fisik dan psikologi, seringkali ibu hamil tidak dapat menghilangkan rasa khawatir sehingga muncul rasa takut dan cemas berlebihan. Kecemasan berlebihan yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif terhadap persalinan ibu hamil yaitu mengakibatkan perpanjangan waktu persalinan.

Kecemasan pada ibu hamil dapat diatasi dengan metode non farmakologi salah satunya adalah penggunaan Virtual Reality (VR). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh virtual reality terhadap tingkat kecemasan ibu hamil yang menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one-group pre test-post test design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Skor kecemasan dinilai dengan kuesioner State Anxiety Inventory (SA-I) form-Y, pemberian kuesioner sebelum dan sesudah perlakuan dan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test.

Hasil penelitian menunjukan sebelum diberikan virtual reality responden sebanyak 17 orang (53,3%) mengalami kecemasan ringan, setelah diberikan virtual reality sebanyak 26 responden (86,7%) menjadi cemas ringan. Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value sebesar (0,000) < 0,05.

Maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh virtual reality terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil yang menghadapi persalinan.

Kata Kunci : Persalinan, Kecemasan, Virtual Reality Daftar Pustaka : 64 (2009 – 2020)

(2)

BACHELOR’S DEGREE PROGRAM IN NURSING AND NERS PROFESION UNIVERSITY OF KUSUMA HUSADA SURAKARTA

2020

Emila Yudianti

THE EFFECT OF VIRTUAL REALITY ON THE ANXIETY LEVEL OF PREGNANT WOMEN IN LABOR HANDLING

ABSTRACT

Childbirth is a subjective experience of pregnant women that involves physical and psychological mechanisms. Pregnant women are often unable to get rid of the worry that creates excessive fear and anxiety. Unmanaged of excess fear will harm the delivery of pregnant women that prolongs labor time.

Pregnant women's anxiety could be managed by non-pharmacological methods. The method is the use of Virtual Reality (VR). The purpose of this study was to analyze the effect of virtual reality on the anxiety level of pregnant women in handling childbirth. This study used a pre-experimental design with a one- group of pre and post-test design. Purposive sampling was applied to determine its samples consisted of 30 respondents. Anxiety scores were assessed by the State Anxiety Inventory (SA-I) form-Y questionnaire. The questionnaire was distributed before and after treatment. Its data were analyzed by the Wilcoxon signed-rank test.

The results of the study in the pre-implementation of virtual reality revealed that 17 people (53.3%) had mild anxiety. In the post-implementation of virtual reality obtained 26 respondents (86.7%) by mild anxiety. The result of the Wilcoxon statistical test showed a p-value (0.000) <0.05. Therefore, Ho was rejected, and Ha accepted. This study concluded that there is an effect of virtual reality on anxiety levels in pregnant women who are facing childbirth.

Keywords: Childbirth, Anxiety, Virtual Reality.

Bibliography: 64 (2009 - 2020)

(3)

PENDAHULUAN

Proses persalinan merupakan pengalaman emosi dan melibatkan mekanisme fisik dan psikologi.

Persalinan merupakan pengalaman subyektif yang dialami ibu tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks serta penurunan janin selama persalinan. (Whitburn et al, 2017). Persalinan adalah sebuah proses alami bagi seorang wanita untuk menjalaninya, tetapi seringkali ibu hamil tidak dapat menghilangkan rasa khawatir dan takut dalam menghadapi proses persalinan sehingga muncul rasa takut dan cemas berlebihan (Pasaribu, 2014).

Angka kejadian kematian ibu hamil menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan setiap hari terdapat sekitar 810 kematian ibu hamil didunia (WHO, 2017). Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2017 sebanyak 1.712 (Depkes RI, 2017). Angka kematian ibu (AKI) di Jawa Tengah pada tahun 2017 tercatat sebanyak 475 kasus (Dinkes Jateng, 2017).

Heriani (2016) menyatakan faktor penyebab angka kematian ibu (AKI) salah satunya adalah persalinan lama antara lain kekuatan ibu saat melahirkan tidak efektif dan psikologis ibu seperti mengalami kecemasan berlebihan. Di Indonesia sekitar 28,7% dari 107.000.000 mengalami kecemasan dan di Pulau

jawa, sebesar 52,3% dari 679.765 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan (Siallagan, 2018).

Kecemasan pada ibu hamil dapat diatasi dengan metode non farmakologi. Seiring dengan kemajuan zaman, upaya mengatasi cemas melalui metode non farmakologi berbasis teknologi banyak dikembangkan. Salah satunya adalah penggunaan Virtual Reality (VR) (Kenji et al., 2012).

Mekanisme distraksi visual dengan menggunakan VR adalah ketika rangsangan cemas (nociception) diterima, sinyal rangsangan melewati serabut saraf besar dan kecil yang menyebabkan inhibitor sel menjadi tidak aktif sehingga gerbang projection sel terbuka, distraksi yang di berikan akan menutup gerbang yang terbuka sehingga rangsangan cemas berkurang (Hapsari, 2016).

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Pratama Cittra Prasasti didapatkan informasi dari rekam medik jumlah ibu hamil yang memeriksakan kehamilan pada bulan Mei 2020 sampai bulan Juli 2020 sebanyak 126 ibu hamil, sedangkan pada bulan Juli 2020 terdapat 96 ibu hamil. Hasil wawancara terhadap 10 ibu hamil yang akan menghadapi persalinan, 8 ibu hamil mengatakan

(4)

bahwa cemas dalam menghadapi persalinan dikarenakan merupakan kehamilan pertama, takut akan menghadapi persalinan dan belum sepenuhnya mengerti untuk merawat bayi.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh virtual reality terhadap tingkat kecemasan ibu hamil yang menghadapi persalinan.

METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Klinik Pratama Cittra Prasasti pada tanggal 3 Juli 2020 – 24 Juli 2020.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Pre-Experimental Design dan rancangan penelitian yang digunakan adalah one-group pre test-post test design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 ibu hamil trimester 3.

Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner State Anxiety Inventory (SA-I) form-Y, Standart Operating Prosedur (SOP) virtual reality, virtual reality box. Cara pemberian virtual reality adalah sebelum pemberian virtual reality responden diukur kecemasan terlebih dahulu setelah itu diberikan virtual reality dengan posisi duduk selama 5 menit dan diberikan post test kecemasan setelah diberikan virtual reality. Uji beda dalam penelitian ini

menggunakan Wilcoxon signed- rank test.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah :

Tabel 1. Distribusi karakteristik usia.

Variabel Min Max Mean

Umur 20 38 26,67

Berdasarkan tabel 1, karakteristik responden berdasarkan usia pada penelitian dari 30 paling banyak usia responden 27 tahun, dengan usia termuda 20 tahun dan tertua usia 38 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Siallagan (2018) menyatakan bahwa usia ibu hamil berpengaruh terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan.

Hasil penelitian Alibasjah (2014) dengan menganalisis data usia ibu primigravida trimester III dengan tingkat kecemasan dalam persalinan menggambarkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu primigravida trimester III dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan.

Semakin muda usia ibu primigravida maka tingkat kecemasan semakin berat. Ibu hamil yang berusia cukup juga memiliki mental yang siap untuk menjaga kehamilannya secara hati-hati. Usia yang dianggap paling aman menjalani kehamilan dan persalinan adalah lebih dari 20 dan kurang dari 35 tahun. Di rentang usia ini kondisi

(5)

fisik wanita dalam keadaan prima.

Rahim sudah mampu memberi perlindungan, mental pun siap untuk merawat dan menjaga kehamilannya secara hati-hati. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun bisa menimbulkan masalah, karena kondisi fisik belum 100 % siap.

Resiko yang bisa terjadi pada kehamilan di usia ini adalah kecenderungan naiknya tekanan darah dan pertumbuhan janin terhambat, sedangkan setelah usia 35 tahun, sebagian wanita digolongkan pada kehamilan beresiko tinggi terhadap kelainan bawaan dan adanya penyulit pada waktu persalinan (Heriani, 2016).

Tabel 2. Distribusi Katakteristik Usia Kehamilan.

Variabel Min Max Mean Usia

Kehamilan 7 9 7,90

Tabel 2, didapatkan karakteristik usia kehamilan termuda adalah 7 bulan dan usia tertua adalah 9 bulan.

Usia kehamilan yang paling banyak adalah 7 bulan. Hasil penelitian Wulandari (2019) menunjukan bahwa ibu hamil trimester III mengalami kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester III dan kecemasan dalam proses persalinan. Penyebab kecemasan yang dialami oleh ibu hamil trimester III diantaranya adalah kecemasan yang disebabkan karena rasa takut jika persalinannya bermasalah, khawatir bayi yang dilahirkan nya

akan lahir cacat, dan kecemasan karena membayangkan rasa sakit saat bersalin.

Janiwarty dan Pieter (2013) menjelaskan pada usia kehamilan 7 bulan, tingkat kecemasan ibu akan meningkat dan intensif seiring dengan mendekatnya saat-saat persalinan. Rasa cemas yang dialami oleh ibu hamil itu disebabkan karena meningkatnya kadar hormon progesteron. Hormon ini dapat membuat ibu hamil merasa cemas, peningkatan hormon ini juga menyebabkan gangguan perasaan dan membuat ibu cepat lelah.

Hormon lain yang meningkat selama kehamilan adalah hormon adrenalin.

Hormon adrenalin dapat menimbulkan disregulasi biokimia tubuh sehingga muncul ketegangan fisik pada ibu hamil seperti mudah marah, gelisah, tidak mampu memusatkan pikiran, dan cemas.

Tabel 3. Distribusi Karakteristik Paritas.

Paritas f %

Primigravida 19 63,3 Multigravida 11 36,7

Total 30 100,0

Tabel 3, Hasil penelitian distribusi responden berdasarkan paritas yang paling banyak adalah primigravida berjumlah 19 responden (63,3%). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Alibasjah (2014), yaitu pada kelompok usia muda lebih banyak ibu hamil primigravida trimester ketiga yang

(6)

memiliki tingkat kecemasan. Hasil penelitian Horhouw (2016) menyatakan hal yang sama ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan tingkat kecemasan.

Paritas ibu pada primigravida, kehamilan yang dialaminya merupakan pengalaman pertama kali, sehingga trimester III dirasakan semakin mencemaskan karena semakin dekat dengan proses persalinan. Ibu akan cenderung merasa cemas dengan kehamilannya, merasa gelisah, dan takut menghadapi persalinan, mengingat ketidaktahuan menjadi faktor penunjang terjadinya kecemasan, sedangkan ibu yang pernah hamil sebelumnya (multigravida), kecemasan berhubungan dengan pengalaman masa lalu yang pernah dialaminya (Pasaribu, 2014).

Tabel 4. Pretest Kecemasan Ibu Hamil yang Menghadapi Persalinan sebelum diberikan Virtual Reality

Tingkat Kecemasan f %

Ringan 13 46,7

Sedang 17 53,3

Total 30 100,0

Tabel 4, Hasil penelitian yang didapatkan dari 30 responden yang mengalami cemas paling banyak dengan tingkat cemas sedang yaitu 17 responden (53,3%). Hawari (2013) menjelaskan kecemasan termasuk dalam satu perubahan pada ibu hamil trimester III. Kecemasan merupakan gangguan alam perasaan (affective) yang ditandai dengan

perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas (Reality Testing Ability masih baik), kepribadian masih tetap utuh (tidak mengalami keretakan kepribadian atau splitting of personality), perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal.

Maki (2018) menyatakan kecemasan selama kehamilan berhubungan dengan terjadinya indeks resistensi pada arteri uterin.

Hal ini disebabkan oleh terjadinya peningkatan konsentrasi noradrenalin dalam plasma darah, sehingga aliran darah ke uterus terganggu. Selain itu, kondisi stres dan cemas dapat merangsang peningkatan hormon kortikotropin yang diketahui berinteraksi dengan hormon oksitoksin dan progstaglandin.

Tabel 5. Posttest Kecemasan Ibu Hamil yang Menghadapi Persalinan sebelum diberikan Virtual Reality

Tingkat Kecemasan f %

Ringan 26 86,7

Sedang 4 13,3

Total 30 100,0

Tabel 5, Hasil posttest dari 30 responden, 26 responden mengalami cemas ringan dengan presentase 86,7%. Putra (2017) menjelaskan bahwa virtual reality memperlihatkan secara klinis peningkatan mengatasi kecemasan.

Penekanan pada dunia virtual

(7)

terhadap responden harus serelaks mungkin untuk meredakan kecemasan yang ada.

Mekanisme distraksi yang terjadi ketika rangsangan cemas (nociception) diterima, sinyal rangsangan melewati serabut saraf besar dan kecil yang menyebabkan inhibitor sel menjadi tidak aktif sehingga gerbang projections sel terbuka, distraksi yang di berikan akan menutup gerbang yang terbuka sehingga rangsangan cemas berkurang atau tidak sampai di otak (Hapsari, 2016).

Tabel 6. Pengaruh Virtual Reality terhadap Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil yang Menghadapi Persalinan.

Analisis p value Sig. (2- tailed) Pretest intervensi -

Posttest intervensi 0,000 -3,606 Hasil analisa menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan p value (0,000) < 0,05. Hal tersebut menjelaskan ada pengaruh virtual reality terhadap perubahan kecemasan pada ibu hamil yang menghadapi persalinan. Sejalan dengan penelitian Riska (2019) mengungkapkan bahwa virtual reality mampu menurunkan kecemasan dalam menghadapi persalinan pada primigravida.

Virtual reality mampu menurunkan kecemasan dengan mensimulasikan lingkungan, yang dapat menstimulasi sensasi secara

fisik seperti pada dunia nyata atau dunia imajinasi (Andre, 2010).

Virtual reality menyediakan lingkungan virtual memanfaatkan indra penglihatan. Hal itu ditampilkan baik menggunakan layar monitor ataupun dengan menggunakan alat bantu penglihatan lain. Selain indra penglihatan, indra pendengaran juga dapat dipengaruhi oleh virtual reality dengan bantuan pengeras suara (Praharsana, 2017).

Stimulus multimodal (visual, auditori, taktil dan penciuman) yang diberikan selama penggunaan virtual reality berkontribusi pada rasa sebenarnya. Kehadiran dunia maya membuat pengalaman virtual reality berbeda dari menonton televisi atau film secara pasif, atau bermain videogame genggam 2D. Berbagai sistem virtual reality telah dikembangkan mulai level terendah sampai high-tech system. Tujuan penting dari virtual reality adalah untuk memungkinkan pengguna melakukan kegiatan kognitif dan sensorimotor saat sedang tenggelam dalam dunia buatan (Jebara et al., 2014).

Pada penelitian ini, responden menggunakan virtual reality dengan menggunakan video pemandangan alam 360o, dimana responden diminta untuk melihat pemandangan alam yang dibuat oleh alat virtual reality seolah-olah responden berada ditempat tersebut, yang melibatkan

(8)

indera penglihatan dan pendengaran.

Purnama (2015) menjelaskan semua keindahan sensori pemandangan, suara, perasaan dapat menghasilkan respon yang positif sebagai distraksi yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatian dari suatu ketidaknyamanan.

KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh virtual reality terhadap tingkat kecemasan ibu hamil yang menghadapi persalinan dengan p value (0,000) di Klinik Pratama Cittra Prasasti.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan :

1. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan intervensi ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan dengan menggunakan virtual reality secara mandiri.

2. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswi tentang penanganan kecemasan menggunakan metode non farmakologi yaitu virtual reality serta menambah literasi ilmiah di institusi pendidikan

3. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan referensi untuk penelitian lebih lanjut dengan mengambil sampel yang lebih besar dan metode yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Alibasjah, Ricardi. (2014).

Hubungan Usia Ibu Hamil Trimester 3 dengan Kecemasan Menghadapi

Persalinan pada

Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Palimanan Cirebon. Jurnal Ilmu Kesehatan Unswagati.

Andre, K.P. (2010). Mudah Membuat Game Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dengan Unity 3D.

Jakarta: Elex Media.

Departemen Kesehatan RI. (2017).

Profil Kesehatan Indonesia.

Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017.

Semarang.

Hapsari, Adnanda. (2016).

“Pengaruh Distraksi Video Film Kartun Terhadap Kecemasan Anak Usia 6-8 Tahun selama Tindakan Dental Di Rs Tk Iv 04.07.02 Slamet Riyadi Surakarta”.

Publikasi Ilmiah.

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Hawari, Dadang. (2013). Stress, Cemas, dan Depresi. Jakarta : FK UI.

(9)

Heriani. (2016). Kecemasan dalam Menjelang Persalinan ditinjau dari Paritas, Usia dan Tingkat Pendidikan.

Jurnal Ilmu Kesehatan Aisyah, Vol. 1, No. 2.

Horhoruw, Cherly Popy. (2016).

“Hubungan Paritas dengan Tingkat Kecemasan Ibu

dalam menghadapi

Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta”.

Naskah Publikasi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas

‘Aisyiyah Yogyakarta.

Janiwarty & Pieter. (2013).

Pendidikan Psikologi Untuk Kebidanan. Yogyakarta : Rapha Publishing.

Jebara, N., Orriols, E., Zaoui, M., Berthoz, A.P.P. (2014).

Effects of enactment in episodic memory: a pilot virtual reality study with young and elderly adults.

Front Aging Neurosci, doi : 10.3389/fnagi.2014.00338 Kenji, S., Daniel, O., Kiyoshi, M.,

Satoshi, F., Kantaro, M., &

Akio, G. (2012). A novel application of virtual reality for pain control; virtual reality-mirror visual feedback therapy. Pain in Perspective, 237–254.

Maki, Frincia. (2018). Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Klinik Bersalin Sutra Minahasa

Selatan. Jurnal e-Biomedik, Vol. 6, No. 2.

Pasaribu. (2014). Hubungan Paritas, Usia dan Pendidikan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam menghadapi Persalinan di Puskesmas Sipea-Pea Kecamatan Sorkam Barat Sibolga. Jurnal Penelitian, Vol. 1, No. 2.

Praharsana, Ardhana. (2017).

Penerapan Teknologi Virtual Reality Pada Perangkat Bergerak Berbasis Android Untuk Mendukung Terapi Fobia Laba-Laba

(Arachnophobia). Jurnal Teknik Institut Teknologi Sepuluh November, Vol. 6 No.1.

Purnama, Baiq Wahyu Rizki. (2015).

Guided Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Menjelang Persalinan Pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, Vol. 03, No. 02.

Putra, Ghali Adyo. (2017).

Pembuatan Simulasi 3D Virtual Reality Berbasis Android Sebagai Alat Bantu Terapi Acrophobia. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, Vol. 5 No. 1.

Riska, Herliana., Purwara, B.H., &

Ganiem, A.R., (2019).

Pengaruh Virtual Reality

dalam Menurunkan

Kecemasan Menghadapi

(10)

Persalinan pada Primigravida. Jurnal Kesehatan Prima, Vol. 13 No. 1.

Siallagan. (2018). Tingkat Kecemasan menghadapi Persalinan berdasarkan Status Kesehatan, Graviditas dan Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Jombang. Indonesian Journal of Midwivery, Vol.

1, No. 2.

Withburn, L.Y., Jones, L.E., Davey, M. (2017). The meaning of labor pain : how the social environment and other contextual factors shape women’s experiences. BMC Pregnancy Childbirth 17, 157.

World Health Organization (WHO).

(2017). Maternal Morality.

Geneva: World Health Organization, diakses 1 Juli 2020, https://www.who.int- /news-room/fact-sheets/- detail/maternal-mortality#.

Wulandari, Priharyanti. (2019). The Effect of Guided Imagery to The Level of Anxiety of Trimester III Pregnant Woman in The Working Area of Mijen Health Center in Semarang City. Media Keperawatan Indonesia, Vol. 2, No. 1.

Referensi

Dokumen terkait

These concepts include (1) conflict of interest to describe the interests of the US and Iran at the root of the problem, (2) conflictual relationship to explain the US and Iran

Specimen preparation The testing specimens are made of API 5L steel, which is the material widely used to manufacture the Detect by magnetic field measuring apparatus Anormal or