LAPORAN HASIL PENELITIAN
PENGARUH ETIKA AUDITOR, INDEPENDENSI DAN DUE PROFESSIONAL CARE TERHADAP KUALITAS AUDIT (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublikDi Jakarta Pusat)
Oleh :
Nama : Endang Tri Sulistyawati SE. MM. Ak.
NIDN : 0309125602
LEMBAGA PENELTIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI Y.A.I
JAKARTA 2020
LEMBAR PENGESAHAN
JudulPenelitian : Pengaruh Etika Auditor, Independensi Dan Due Professional Care TerhadapKualitas Audit
(StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublikDi Jakarta Pusat)
1 BidangIlmu : Ekonomi
2 Ketua Tim Peneliti
a. Nama Lengkap : Endang Tri Sulistyawati SE. MM. Ak.
b. JenisKelamin : Perempuan
c. NIDN : 0309125602
d. Pangkat/Golongan : IIIC/Lektor
e. Jabatan : DosenTetap
f. Jurusan : Akuntansi
g. Pusat Penelitian : LPPM STIE Y.A.I 3. JumlahAnggotaPeneliti : 1 (satu) orang
Nama Anggota : Muhammad Irfan 4. Lokasi Penelitian : Jakarta
5. Kerjasama Lembaga
Nama Institusi : SekolahTinggi IlmuEkonomi Y.A.I
Alamat : Jalan Salemba Raya No. 7-9 Jakarta Pusat 6 Lama Penelitian : 5 (lima) bulan
Dari bulan : April 2020 Berakhirbulan : Agustus 2020 7 Biaya yang diperlukan : Rp. 2.600.000
Jakarta 2 September 2020
Mengetahui KetuaPeneliti
Kepala Lembaga Penelitian dan PengabdianKepada Masyarakat
(Dr. NuzululHidayati SE. MM. Ak.) (Endang Tri Sulistyawati SE. MM. Ak.) Menyetujui
Ketua STIE Y.A.I
(Dr. Reschiwati SE. MM. Ak. CA.)
i
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur kehadirat Allah Subhanahuwataala atas segala Rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan judul Pengaruh Etika Auditor, Independensi, Dan Due Professional Care TerhadapKualitas Audit(Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Jakarta Pusat).
Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi salah satu unsure Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap dosen yaitu dharma penelitian.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu penulis dengan besar hati akan menerima masukan dan saran yang dapat menyempurnakan penelitian ini.
Akhir kata penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis atau pembaca lainnya.
Jakarta, 02 September 2020
Endang Tri Sulistyawati SE. MM. Ak.
ii
RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Etika Auditor, Independensi, dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit.
Dalam penelitian ini menggunakan data primer. Responden dalam penelitian ini adalah para auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Pusat. Jumlah auditor yang menjadi sampel penelitian ini adalah 124 responden dari 18 Kantor AkuntanPublik (KAP) di DKI Jakarta. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience nonprobability sampling, sedangkan metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan menggunakan aplikasi program SPSS 24.0.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Etika Auditor, Independensi dan Due Professional Care mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kualitas Audit.
Kata Kunci : Kualitas Audit, Etika Auditor, Independensi, dan Due Professional Care
iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN PENELITIAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
RINGKASAN ... ... iii
DAFTAR ISI ... iv
PENDAHULUAN 1. Latar belakang ... 1
2. IdentifikasiMasalah ... 4
3. Batasan Masalah ... 5
4. RumusanMasalah ... 5
KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS A. ... Landa san Teori ... 6
1. Kualitas audit ... 6
2. Etika auditor... 6
3. Independensi ... 8
4. Due Profesional Care ... 9
B. HipotesisPenelitian ... 10
METODOLOGI PENELITIAN 1. Metode Penelitian ... 11
2. Teknik Analisis Data ... 12
HASIL PENELITIAN DAN PENGUJIAN 1. ... Statist ik Deskriptif ... 14
2. Uji Kualitas Data ... 15
3. ... Uji Normalitas Data ... 18
4. ... Uji
Asumsi Klasik ... 19
5. ... Uji Hipotesis ... 21
iv KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ...23
B. Saran ...24
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ...25
DAFTAR PUSTAKA ... ...26
1
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
Akuntan public adalah akuntan yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) tugasnya menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas/independen terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain, serta memberikan jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan dengan memberikan opini atau pendapat terhadap laporan keuangan apakah telah disajikan secara wajar atau tidak wajar sesuai PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) atau IFRS (International Financial Reporting Standars).
Memberikan jasa kualitas tinggi adalah kunci utama suksesnya kantor akuntan Publik dan harus senantiasa menjadi tujuan utama dalam strategi bisnis kantor akuntan publik. Tujuan ini perlu dikomunikasikan kepada semua staf di kantor akuntan publik, secara teratur dan hasilnya di monitor dengan baik.
Kepercayaan yang besardari pemakai laporan keuangan audit dan jasa lainnya yang diberikan oleh kantor akuntan public inilah yang akhirnya mengharuskan kantor akuntan public memperhatikan kualitas audit yang dihasilkannya. Namun, saat ini integritas dan objektivitas para akuntan sudah mulai diragukan oleh pihak yang berkepentingan atas laporan akuntan public akibat dari maraknya skandal keuangan terjadi akhir-akhir ini. Faktor penting dari seorang auditor yang mempengaruhi kualitas audit adalah etika auditor karena perilaku professional diperlukan bagi semua profesi agar profesi yang dijalaninya mendapat kepercayaan dari masyarakat. The American Heritage
2
Directory dalam Gusti dan Ali (2008) menyatakan etika sebagai sesuatu aturan atau standar yang menentukan tingkah laku para anggota dari suatu profesi.
Disamping etika auditor, kurangnya independensi auditor dan maraknya manipulasi akuntansi korporat membuat kepercayaan para pemakai laporan keuangan audit mulai menurun, sehingga para pemakai laporan keuangan seperti investor dan kreditur mempertanyakan eksistensi akuntan public sebagai pihak independen. Oleh karena itu, sikap mental independen harus dimiliki oleh setiap auditor. Auditor harus independen dari setiap kewajiban atau independen dari pemilikan kepentingan dalam perusahaan yang diauditnya.
Auditor tidak hanya berkewajiban mempertahankan sikap mental independen, tetapi juga harus menghindari keadaan-keadaan yang dapat mengakibatkan masyarakat meragukan kompetennya. Auditor harus benar-benar independen, auditor juga harus menimbulkan persepsi di kalangan masyarakat bahwa auditor benar-benar independen (Arifah, 2012).
Belakangan ini kualitas audit para auditor independen semakin banyak dipertanyakan oleh masyarakat mengingat banyaknya terjadi skandal yang melibatkan akuntan publik dan auditor baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Padahal independensi dalam melaksanakan pengauditan merupakan tulang punggung auditor profesional dan harus dipandang sebagai salah satu ciri auditor atau akuntan public yang paling penting. “Independensi merupakan salah satu komponen dari etika yang harus senantiasa dijaga oleh akuntan publik”. Independensi akuntan public dengan jelas dinyatakan dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yang dimuat dalam Standar Umum seksi 220 yaitu:
3
dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor (Wati, dkk, 2003).
Auditor harus dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas audit sebagai hasil dari pekerjaannya. Faktor penting dari seorang auditor yang mempengaruhi kualitas audit adalah due professional care yang mengacu pada kemahiran profesional yang cermat dan seksama. Kemahiran professional menuntut auditor untuk selalu berpikir kritis terhadap bukti audit yang ditemukannya. Due professional care dimana merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh para akuntan publik agar tercapainya kualitas audit yang memadai dalam pelaksanaan pekerjaan profesionalnya.
Due professional care dapat diartikan sebagai sikap yang cermat dan seksama dengan berpikir kritis serta melakukan evaluasi terhadap bukti audit, berhati-hati dalam tugas, tidak ceroboh dalam melakukan pemeriksaan dan memiliki keteguhan dalam melaksanakan tanggung jawab. Kecermatan mengharuskan auditor untuk waspada terhadap resiko yang signifikan. Dengan sikap cermat, auditor akan mampu mengungkap berbagai macam kecurangan dalam penyajian laporan keuangan lebih mudah dan cepat. Untuk itu dalam mengevaluasi bukti audit, auditor dituntut untuk memiliki keyakinan yang memadai. Berdasarkan penelitian Singgih dan Bawono (2010) dan Wiratama dan Budhiarta (2015) Due Profesional Care memiliki pengaruh terhadap kualitas audit.
Peneliti mencoba melakukan penelitian mengenai kualitas audit dengan judul penelitian “PENGARUH ETIKA AUDITOR, INDEPENDENSI DAN DUE
4
PROFESIONAL CARE TERHADAP KUALITAS AUDIT” (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublik di Jakarta Pusat)”.
2. Identifikasi Masalah
Dari latarbelakang yang telah di uraikandiatas, berikutidentifikasimasalah di dalampenelitianini, antara lain:
a. Kualitas audit yang baik pada prinsipnyadapatdicapaijikaauditor patuhkepadahukumsertamenaatikodeetikprofesiakuntanpublik.
b. Kurangnyaindependensi auditor dalammelakukan audit.
c. Para penggunalaporan audit meragukansikap due professional care
yang dimiliki oleh seorang auditor
dalammelaksanakanpekerjaanprofesionalnya.
d. Kualitas audit mulaidiragukankebenarandan kesahannya oleh para penggunalaporan audit.
e. Banyaknyaterjadiskandal yang melibatkanakuntanpublik.
f. Adanyabeberapakasusakuntansi yang
terjadimenimbulkankeraguanmasyarakatterhadappengembanganprofes iakuntan.
g. Auditor menemukan dan
melaporkanketidaksesuaianterhadaplaporankeuangan.
h. Akuntanpublikberkewajibanuntukjujurkepadaseluruhpihak yang berkepentingan.
i. Audit independendidefinisikansebagaisikap mental yang tidak bias auditor dalammembuatkeputusan audit dan pelaporankeuangan.
5
j. Kualitas audit dapatmembangunkredibilitasinformasi dan kualitasinformasipelaporankeuangan.
3. Batasan Masalah
Agar permasalahan yang di
telititidakterlaluluasjangkauannyasertadapatdilakukanpenelitian yang lebihmendalam dan terfokus, makadalampenelitianinipenulishanyameneliti variable Etika Auditor, Independensi dan Due Professional Care terhadapkualitas audit yang diambil pada Kantor AkuntanPublik di Jakarta Pusat.
4. RumusanMasalah
a. Apakahetika auditor berpengaruhterhadapkualitas audit?
b. ApakahIndependensiberpengaruhterhadapkualitas audit?
c. Apakah due professional care berpengaruhterhadapkualitas audit?
d. Apakahetika auditor, independensi, dan due professional care berpengaruhsecarasimultanterhadapkualitas audit?
KERANGKA TEORI DANHIPOTESIS 1. LandasanTeori
a. Kualitas Audit
Kualitas Audit sebagaikemungkinan (joint probability) dimanaseorang auditor akanmenemukan dan melaporkanpelanggaran yang adadalamsistemakuntansikliennya. Kemungkinandimana auditor akanmenemukan salah sajitergantung pada kualitaspemahaman auditor
6
(Kompetensi) sementaratindakanmelaporkan salah sajitergantung pada Independensi auditor (Kusharyanti 2003 dalam Siti Hardjanti,2011)
Kualitas audit merupakansegalakemungkinan (probability) dimana
auditor pada
saatmengauditlaporankeuangankliendapatmenemukanpelanggaran yang terjadidalamsistemakuntansiklien dan
melaporkannyadalamlaporankeuanganauditan,
dimanadalammelaksanakantugasnyatersebut auditor berpedoman pada standar auditing dan kodeetikakuntanpublik yang relevan.
IkatanAkuntan Indonesia (IAI) menyatakanbahwa audit yang dilakukan auditor dikatakanberkualitas, jikamemenuhistandarauditing dan standarpengendalianmutu.
b. Etika Auditor
Etika adalahupayamerealisasikanmoralitas. Etika
merupakanperaturan-peraturan yang
dirancanguntukmempertahankananggotaprofesi pada tingkat yang bermartabat,
mengarahkananggotaprofesidalamhubungannyasatudengan yang lain,
dan memastikankepada public
bahwaprofesiakanmempertahakantingkatkinerja yang tinggi.
Etika profesionalditetapkan oleh organisasibagi para anggotanya
yang secarasukarelamenerimaprinsip-
prinsiptersebutdirumuskandalambentuksuatukodeetik.Jikaprofesiakuntan inginbertahan, makaharusmeingkatkanaspeketikannya dan
7
penegakankodeetikprofesidalamkurikulum dan
dalammenjalankanprofesinya. InstitutAkuntanPublik Indonesia (IAPI) sebagai salah satuprofesisudahmemilikietikaituditerapkan oleh anggota IAPI. Etika inimenyebutkanbahwaakuntanharusmempertahankansikap independent dan tidakboleh di pengaruhi oleh kepentinganapapun, kecualietikaprofesi, menjagaintegritas dan objektivitas, menerapkansemuaprinsip dan standarakuntansi yang ada, sertamemilikitanggungjawab moral kepadaprofesi, kolega, klien dan masyarakat (Harahap, 2011).
Akuntanyang
professionaldalammenjalankantugasnyamemilikipedoman-pedomanyang mengikatsepertikodeetikdalamhaliniadalahKodeEtikAkuntanIndonesia,se hinggadalammelaksanakanaktivitasnyaakuntanpublikmemilikiarahyangjel
asdan dapatmemberikankeputusanyangtepatdan
dapatdipertanggungjawabkankepadapihak-pihakyang menggunakanhasilkeputusanauditor.
Kerangka Kode EtikIkatanAkuntan Indonesia memuatdelapanprinsip-prinsipetika (StandarProfesionalAkuntanPublik, 2013) sebagaiberikut:
1) Tanggungjawabprofesi 2) KepentinganPublik 3) Integritas
4) Objektivitas
5) Kompentensi dan kehati-hatianprofesional
8 6) Kerahasiaan
7) Perilakuprofesional
Adapun dimensi Etika Auditor:
1) Professional dan berkomitmen 2) Tanggung Jawab professional 3) Mempertahankanobjektvitas 4) Prinsip-prinsip pada kode Etika c. Independensi
Auditor bersikapindependen, artinyatidakmudahdipengaruhi, karenaiamelaksanakanpekerjaannyauntukkepentinganumum
(dibedakandalamhalberpraktiksebagai auditor intern). Dengandemikian, iatidakdibenarkanmemihakkepadakepentingansiapapun,
sebabbagaimanapunsempurnanyakeahlianteknis yang iamiliki,
iaakankehilangansikaptidakmemihak yang
justrusangatpentinguntukmempertahankankebebasanpendapatnya.
Namun,
independensidalamhalinitidakberartisepertisikapseorangpenuntutdalamp erkarapengadilan,
tetapilebihtepatdisamakandengansikaptidakmemihaknyaseorang hakim.
Auditor mengakukewajibanuntukjujurtidakhanyakepadamanajemen dan pemilikperusahaan, tetapi juga kepadakrediturdan pihak lain yang meletakkankepercayaan (paling tidaksebagian) ataslaporan auditor independen, seperticalon-calonpemilik dan kreditur (IAPI; 2011).
9
Menurut Alvin A. Arens (2008;60) adabeberapajenis yang terdapat pada independensidiantaranyayaitu :
1) Independence infact(independensisenyatanya).
2) Independence in appearance (independensidalampenampilan).
3) Independence in competence
(independensidarikeahlianataukompetensinya).
MenurutPeratran BPK RI nomor 2 tahun 2007 terdapatkodeetikIndepedensi Auditor yaitu :
1) Menghindariupayameminta
dan/ataumencariinformasidiluarkontekspelaksanaan.
2) Tidakmengkomunikasikanaspektemuan dan/atauhasil audit
kepadapihak lain yang
tidakadahubungannyadenganpelaksanaantugas.
3) Menghindaripermintaanpelayanan dan fasilitaskepada audit baikkepentingankolektifmaupunbersifatpribadi.
d. Due Profesional Care
Due care artinyamelakukanpekerjaandenganhati-hati,
selalumengindahkannorma-normaprofesi dan norma moral yang berlaku.
Konsepkehati-hatiandalampemeriksaandidasarkan pada isupokoktingkatkehati-hatian yang diharapkanpadaauditoryang bertanggungjawab.
StandarUmumketiga (SA seksi 230 dalam SPAP, 2011)
menyebutkanbahwa “Dalampelaksanaan audit dan penyusunlaporannya,
10
auditor wajibmenggunakankemahiranprofesionalnyadengancermat dan seksama (due profesional care)”.
Menurut IAI menyatakanbahwamelihatada lima indikator yang digunakanuntukmengukur Due profesional Care antara lain yaitu:
1. MengunakanKecermatan dan keterampila
2. Memilikiketanguhandalammelaksanakantanggungjawab 3. Kompeten dan berhati-hatidalammelaksanakantugas
4. Adanyakemungkinanterjadiketidakteraturan dan ketidakpatuhan 5. Waspadaterhadapresiko yang signifikan yang
terdapatmempengaruhiobjektivitas
2. Hipotesis
Hipotesis-hipotesis yang
akandiujidalampenelitianiniadalahsebagaiberikut:
a. H1: Terdapatpengaruhantaraetika auditor terhadapkualitas audit.
b. H2: Terdapatpengaruhantaraindependensiterhadapkualitas audit.
c. H3: Terdapatpengaruhantara due professional care terhadapkualitas audit.
d. H4:Terdapatpengaruhantaraetika auditor, independensi, dan due professional care secarabersama-samaterhadapkualitas audit.
METODOLOGI PENELITIAN
11
1.MetodePenelitian
Penelitianinimenggunakanmetodependekatankuantitatif. Sugiyono (2015) menyatakanbahwametodepenelitian yang berlandaskan pada filsafatpositivisme, digunakanuntukmeneliti pada
populasiatausampeltertentu, pengumpulan data
menggunakaninstrumenpenelitian, analisis data
bersifatkuantitatifataustatistik, dengantujuanuntukmengujihipotesis yang telahditetapkan.
Metodepengumpulan data yang
digunakanialahdenganmenggunakanmetodekuesionersecara personal;
(personally administered questionaires), yaituuntukmengetahuiapakahetika auditor, independensi, dan due professional care
berpengaruhterhadapkualitas audit
makapenelitimenyampaikankuesionerkepada auditor yang ada di Kantor AkuntanPublik di Jakarta Pusat yang dijadikansampelsecaralangsung.
Pada penelitian kali inipenelitimenggunakanskalaLikert.
Variabel yang digunakan oleh
penulisdalampenelitianiniadalahsebagaiberikut:
Variabelindependendalampenelitianiniadalah Etika auditor(X1), Independensi (X2), dan due professional care (X3) dan variabeldependendalampenelitianiniadalahkualitas audit (Y).
Populasi pada penelitianiniadalah 96 KAP yang berada di Jakarta Pusat dan sesuaidirectory Kantor AkuntanPublik 2017 yang diterbitkan oleh InstitutAkuntanPublik Indonesia(IAPI).
12
Teknik sampeldalampenelitianiniadalahconvenience nonprobability sampling denganjumlahsampel di 24 Kantor AkuntanPublik di Jakarta Pusat dengankriteria responden adalah sebagai berikut:
a. Auditor yang bekerjasebagai senior, junior, manajer dan partner.
b. Memilikilatarpendidikan minimal Strata 1 (S1) jurusanakuntansi. Auditor
yang memilikipendidikan minimal S1
akuntansidiharapkanmemilikipengalaman.
2. Teknik Analisis Data
Dalampenelitianinipenelitimenggunakan program SPSS Versi24.0 sebagaialatuntukmenganalisis data.
a. Uji StatistikDeskriptif Data Penelitian
Statistikdeskriptifmemberikangambaranataudeskripsidarisuatudata penelitian. Dalamskripsiinidapatdilihatmelalui:
1) N:jumlahsampel yang akandiuji.
2) Minimum: nilaiterkecilvariabel X dan Y yang akandiuji.
3) Maksimum:terbesarvariabel X dan Y yang telahdiuji.
4) Mean:Teknik penjelasankelompok yang didasarkanatasnilai rata- rata darikelompoktersebut.
5) StandarDeviasi :setelah rata-rata diketahui, makaditentukansebarandatanya,
semakinkecilsebaranartinyanilaidatanyasemakinsama, jikasebarannyabernilainolmakanilaisemua data adalahsama, semakinbesarsebaranmakasemakinbervariasinilaidatanya.
b. Uji Kualitas Data
13
Kualitas data peneltianangattergantung pada kualistas data yang dipakaidalampenelitiantersebut. Kualitas data penelitianditentukan oleh instrumenyangdigunakanuntukmengumpulkan data. Dalam uji iniada 2(dua) pengujian yang dilakukanyaituUji Validitas dan Uji Realiblitas.
c. Uji AsumsiKlasik
Untukmengetahuibentuk model regresi yang dapatdipertanggungjawabkan, terdapatbeberapaasumsiklasik yang harusdipenuhi, yakniantarvariabeldenganbebassalingberkolerasitinggi
(bebasdarimultikolinearitas), bersifathomokedasticityataumemilikivariasieror yang konstanuntuktiap-tiapvariabelbebas, bebasdarigangguanautokorelasi, berdistribusinormal.Tiga uji yang dilakukanadalah uji Normalitas, uji Multikolinieritas dan uji Heteroskedastisitas.
d. Uji Hipotesis
Pengujianhipotesis yang
digunakandalampenelitianinimenggunakananalisisregresi linier bergandaberdasarkan uji secaraparsial (uji t) dan uji secarasimultan (uji F) , uji Koefisiendeterminasi.
HASIL PENELITIAN DAN PENGUJIAN 1. StatistikDeskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KUALITAS AUDIT (Y) 124 24 60 41,87 10,724
ETIKA AUDITOR (X1) 124 20 50 34,52 8,835
INDEPENDENSI (X2) 124 16 40 27,39 6,957
14
DUE PROFESSIONAL CARE (X3)
124 20 50 34,80 9,046
Valid N (listwise) 124
Statistikdeskriptif124 respondenadalahsebagaiberikut:
a. Kualitas audit (Y)
Nilai mean (rata-rata) sebesar 41.87, standardeviasisebesar10.724, nilaiterkecil14ariable Y 24 dan nilaiterbesarnya 60.
b. Etika Auditor (X1)
Nilai mean (rata-rata) sebesar 34.52, standardeviasisebesar8.835, nilaiterkecil14ariable X1, 20 dan nilaiterbesarnya 50.
c. Independensi (X2)
Nilai mean (rata-rata) sebesar 27.39, standardeviasisebesar6.957, nilaiterkecil14ariable X2, 16 dan nilaiterbesarnya 40.
b. Due Professional Care (X3)
Nilai mean (rata-rata) sebesar 34.80, standardeviasisebesar 9.046, nilaiterkecil14ariable X3, 20 dan nilaiterbesarnya 50.
2.Uji Kualitas Data
a. Hasil Uji Validitas
Hasil daripengujianvaliditasuntukvariabel-variabel yang digunakandalampenelitianinidilihatdaritabeldibawahini :
Tabel1
Hasil Uji ValiditasKualitas Auditor (Y)
Pertanyaan Corrected Item r table Keterangan
15 Total Correlation
Item 1 0,816 0,1764 Valid
Item 2 0,799 0,1764 Valid
Item 3 0,809 0,1764 Valid
Item 4 0,838 0,1764 Valid
Item 5 0,847 0,1764 Valid
Item 6 0,855 0,1764 Valid
Item 7 0,879 0,1764 Valid
Item 8 0,860 0,1764 Valid
Item 9 0,884 0,1764 Valid
Item 10 0,770 0,1764 Valid
Item 11 0,819 0,1764 Valid
Item 12 0,865 0,1764 Valid
Tabel2.
Hasil Uji Validitas Etika Auditor (X1)
Pertanyaan Corrected Item
r tabel Keterangan Total Correlation
Item 1 0,816 0,1764 Valid
Item 2 0,787 0,1764 Valid
Item 3 0,815 0,1764 Valid
Item 4 0,852 0,1764 Valid
Item 5 0,868 0,1764 Valid
Item 6 0,836 0,1764 Valid
Item 7 0,881 0,1764 Valid
Item 8 0,855 0,1764 Valid
Item 9 0,865 0,1764 Valid
Item 10 0,752 0,1764 Valid
Tabel3.
16
Hasil Uji ValiditasIndependensi (X2)
Pertanyaan Corrected Item
r table Keterangan Total Correlation
Item 1 0,800 0,1764 Valid
Item 2 0,788 0,1764 Valid
Item 3 0,811 0,1764 Valid
Item 4 0,836 0,1764 Valid
Item 5 0,867 0,1764 Valid
Item 6 0,833 0,1764 Valid
Item 7 0,874 0,1764 Valid
Item 8 0,825 0,1764 Valid
Tabel 4.
Hasil Uji Validitas Due Professional Care (X3)
Pertanyaan Corrected Item
r tabel Keterangan Total Correlation
Item 1 0,822 0,1764 Valid
Item 2 0,810 0,1764 Valid
Item 3 0,824 0,1764 Valid
Item 4 0,859 0,1764 Valid
Item 5 0,861 0,1764 Valid
Item 6 0,846 0,1764 Valid
Item 7 0,878 0,1764 Valid
Item 8 0,852 0,1764 Valid
Item 9 0,874 0,1764 Valid
Item 10 0,766 0,1764 Valid
17
Dari hasil uji validitasdiatas ,menunjukkanbahwaseluruh item pertanyaanuntukvariabelEtika Auditor (Y), Independensi (X2), Due Professional Care (X3) dan Kualitas Auditor (Y)memilikinilai r hitung> r tabel yang berartibahwaseluruh item pertanyaanuntukX1, X2,X3 dan
Ydinyatakanvalid. Seluruh item
pertanyaaniniakandipakaidalampenelitianberikutnya.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji SuatuvariabeldikatakanreliabeljikamemberikannilaiCronbach’s Alpha >
0.70 (Nunnally dalamGhozali, 2006).
Tabel5.
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’
s Alpha Kriteria Kesimpulan Kualitas Audit (Y) 0,969 0,7 Reliabel Etika Auditor (X1) 0,963 0,7 Reliabel Independensi (X2) 0,954 0,7 Reliabel Due Professional
Care (X3) 0,965 0,7 Reliabel
Hasil
pengujianterhadapreliabilitaskuesionermenghasilkanangkaCronbach’s Alpha lebihbesardari 0.7, berdasarkanhasilini juga
18
dapatdisimpulkanbahwasemuapertanyaandarivariabeldependen dan independenterujireliabilitasnya.
3. Uji Normalitas Data
Tabel6.
Hasil Uji Normalitas
Melaluihasil output One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dapatdilihatbahwa data hasilpenerapankuesionerberdistribusi normal karenahasilAsymp.
Sigvariabelindependenmaupundependenlebihbesardari 0,05.
4.Uji AsumsiKlasik
a. Uji NormalitasRegresi Gambar 1
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 124
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 8,69008596
Most Extreme Differences Absolute ,068
Positive ,068
Negative -,039
Test Statistic ,068
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
19 Uji P Plot
Dari gambar1 dapatdisimpulkanbahwagrafik normal plot terlihattitik-titikmenyebardisekitar garis diagonal, sertapenyebarannyamengikuti dan mendekati garis diagonal.
Inimenunjukkanbahwa model
regresilayakdipakaikarenamemenuhiasumsinormalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Tabel7.
Dari tabel7.diperolehhasilbahwa VIF (Variance Inflation Factor) untukvariabelindependen yang beradadibawah 10 dan nilaitolerancevariabel independent yang besarantolerance > 0,1 sehinggadapatdisimpulkanbahwatidakterdapatmultikolinearitasantarv ariabelbebas.
c. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2
Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF
1 ETIKA AUDITOR (X1) ,960 1,042
INDEPENDENSI (X2) ,924 1,082
DUE PROFESSIONAL CARE (X3)
,948 1,055
a. Dependent Variable: KUALITAS AUDIT (Y)
20
Uji Scatter Plot
Dari gambar 2 terlihatbahwatitik-titikpenyebarsecaraacak
sertatersebarbaikdiatasmaupundibawahangka 0 pada sumbu Y,
sehinggadapatdisimpulkanbahwatidakterjadiheteroskedastisitas pada model regresi.
d. Uji Zero Expected ValueUntuk Residual
Tabel8.
Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 27,88 56,43 41,87 6,284 124
Residual -19,080 18,274 ,000 8,690 124
Std. Predicted Value -2,227 2,318 ,000 1,000 124
Std. Residual -2,169 2,077 ,000 ,988 124
a. Dependent Variable: KUALITAS AUDIT (Y)
21
Hasil tampilan output tabel8.menunjukkan residual – selisih Y observasi dan Y prediksimempunyaimeannol (zero mean) ataunilai rata-rata kesalahanpengganggu (mean residual) = nol.
5.Uji Hipotesis
a. Uji signifikansiRegresiParsial Tabel9.
b. U j i
S
ignifikansiRegresiBerganda
Tabel 10 Uji F (ANOVA )
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 4857,271 3 1619,090 20,917 ,000b
Residual 9288,664 120 77,406
Total 14145,935 123
a. Dependent Variable: KUALITAS AUDIT (Y)
b. Predictors: (Constant), DUE PROFESSIONAL CARE (X3), ETIKA AUDITOR (X1), INDEPENDENSI (X2)
Dari data pada tabel 9 dan tabel 10 dapatdiketahuibahwa:
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 6,460 4,693 1,376 ,171
ETIKA AUDITOR (X1) ,294 ,092 ,242 3,207 ,002
INDEPENDENSI (X2) ,621 ,119 ,403 5,233 ,000
DUE PROFESSIONAL CARE (X3)
,237 ,090 ,200 2,636 ,010
22
1) Variable Etika Auditor (X1)mempunyai t hitung3,207>dari t tabel 1,97993 dengansignifikansi 0,002 <dati 0,05, disimpulkansecaraparsial Etika Auditor berpengaruhterhadapKualitas Audit.
2) VariabelIndependensi (X2) mempunyai t hitung 5,233 >dari t tabel 1,97993 dengansignifikansi 0,000 <dari 0,05 , disimpulkansecaraparsialIndependensiberpengaruhterhadapKualitas Audit.
3) Variabel Due Professional Care (X3) mempunyai t hitung 2,636 >dari t tabel 1,97993 dengansignifikansi 0,010 <dari 0,05 , disimpulkansecaraparsial Due Profesional Care berpengaruhterhadapKualitas Audit.
4) Nilai statistic F sebesar20,917>dari F tabeldengannilaisignifikansisebesar 0,000 < 0,05 berartiVariabel Etika Auditor (X1), Independensi(X2) dan Due Professional Care (X3)
secarabersama-samamempunyaipengaruh yang
signifikanterhadapKualitas Audit (Y).
6. KoefisienDeterminasi
Tabel 11
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,586a ,343 ,327 8,798
a. Predictors: (Constant), DUE PROFESSIONAL CARE (X3), ETIKA AUDITOR (X1), INDEPENDENSI (X2)
23
Dari tabel11 dapatdilihatbahwanilai adjusted R-Square sebesar 0,327 artinyabesarnyakoefisiendeterminasisebesar 0,327 halinimenyatakanbahwavariabelindependenmenjelaskanvariabeldependens ebesar 32,7%. Sisanya 67,3% dijelaskan oleh variabel lain
sepertipengalaman auditor, Kompentensidan
penerapansisteminformasiakuntansisertavariabel lain-lain yang tidakdimasukkandalampeneltianini.
KESIMPULANDAN SARAN 1. Kesimpulan
Penelitianinibertujuanuntukmenganalisispengaruhvariabel Etika Auditor, Independensi dan Due Professional Care terhadapKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublikDi Jakarta Pusat).
Berdasarkanpembahasan yang
dilakukanmakakesimpulandalampenelitianiniadalahsebagaiberikut :
a. Etika Auditor (X1) memilikipengaruhpositif dan
signifikanterhadapKualitas Audit (Y),
b. Dependent Variable: KUALITAS AUDIT (Y)
24
halinidibuktikandengannilaisignifikansi 0,002 < 0,05, dengandemikianmaka Ho ditolak dan Ha diterima
b. Independensi (X2) memilikipengaruhpositif dan
signifikanterhadapKualitas Audit (Y),
halinidibuktikandengannilaisignifikansi 0,000 < 0,05, dengandemikianmaka Ho ditolak dan Ha diterima.
c. Due Professional Care (X3) memilikipengaruhpositif dan
signifikanterhadapKualitas Audit (Y),
halinidibuktikandengannilaisignifikansi 0,010 <tarafsignifikansi 0,05, dengandemikianmaka Ho ditolak dan Ha diterima.
d. Etika Auditor (X1), Independensi(X2) dan Due Professional Care (X3) secarabersama-samamempunyaipengaruh yang signifikanterhadapKualitas Audit (Y), halinidibuktikandengan statistic F sebesar20,917 dengannilaisignifikansisebesar 0,000 < 0,05,maka Haditerima dan Hoditolak.
2.Saran
a. Metodepengumpulan data
bisaberupawawancaratidakhanyamenyebarkuesioner.
b. Menambahvariablel lain sepertikompentesi, gender yang diduga juga memilikipenngaruhterhadapkualitas audit.
c. Memperluasobjekpenelitiantidakhanya di Jakarta Pusat saja.
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
Penelitianinidilakukanselama 5 bulanterhitungdaribulam April – Agustus 2020.
25 Tabel 12.
Time Schedule
No Kegiatan April Mei Juni Juli Agust
1 Penyusunan Proposal 2 PenulisanLatarBelakang 3 PenulisanLandasanTeori 4 PenulisanMetodologiPenelitian 5 PembuatanKuesioner
6 PenyebaranKuesioner 7 Pengembalian Data 8 Uji validitas
9 Uji reliabilitas 10 Pengolahan Data
11 PenyelesaianLaporanPenelitian
Tabel 13
AnggaranBiayaPenelitian (Rp) A. Proposal
1 Fotocopy 200.000
2 Flash disk 100.000
3 Tinta printer dan kertas 100.000
4 Internet 200.000
5 Transportasi 150.000
6 Biayatakterduga 100.000
Sub total 850.000
B. Administrasi
1 Biayapencarian data 800.000
2 Biayatakterduga 100.000
Sub total 900.000
C. Pengumpulan dan analisis data
1 Biayapenggandaankuesioner 100.000
2 Transportasi dan biayatakterduga 100.000
Sub total 200.000
D. PenyusunanLaporan
1 Pengetikan dan cetakhasil 400.000
2 Penjilidan 250.000 650.000
Total 2.600.000
LAMPIRAN Kuesioner
IdentitasResponden
Untukkeperluankeabsahan data penelitianini, sayamengharapkankepada Bapak/Ibu/Sdr/iuntukmengisi data-data berikut:
Nama : ………
Nama Kantor : ………
Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan
Umur : ………tahun
Posisi Terakhir : Auditor Senior/Supervisor Partner
Manajer Junior Auditor
Pendidikan Terakhir : D3 D4 S1
S2 S3
Pengalaman Kerja : < 1 tahun 1-3 tahun
3-10 tahun > 10 tahun
B. Mohon
Bapak/Ibu/saudara/imenjawabpertanyaandibawahinidenganmemberik antanda (√) pada salah satujawaban yang paling sesuaidengandiri Bapak/Ibu/Saudara.
Keterangan:
STS : SangatTidakSetuju TS : TidakSetuju
R : Ragu-Ragu S : Setuju
SS : SangatSetuju
Pernyataan Yang BerhubunganDenganKualitas Audit (Y)
Pernyataan STS TS R S SS
1 Saat menerima penugasan, auditor menetapkan sasaran, ruang lingkup, metodelogi pemeriksaan.
2 Dalam semua pekerjaan saya harus direview oleh atasan secara berjenjang sebelum laporan hasil audit dibuat.
3 Proses pengumpulan dan pengujian bukti harus dilakukan dengan maksimal untuk mendukung kesimpulan, temuan audit serta rekomendasi yang terkait
4 Saya menjadikan Standard Auditing sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan lapangan.
5 Dalam melaksanakan audit, auditor harus mematuhi kode etik yang ditetapkan.
6 Saya selalu berusaha hati-hati dalam pengambilan keputusan selama melakukan audit.
7 Saya menjamin temuan audit saya akurat, saya bias menemukan sekecil apapun kesalahan / penyimpangan yang ada.
8 Saya tidak pernah melakukan rekayasa. Temuan apapun saya laporkan apa adanya.
9 Rekomendasi yang saya berikan dapat memperbaiki penyebab dari kesalahan / penyimpangan yang ada.
10 Laporanhasil audit saya dapat dipahami oleh klien.
11 Audit yang saya lakukan dapat menurunkan tingkat kesalahan / penyimpangan yang selama ini terjadi.
12 Saya terus memantau tindak lanjut hasil audit.
Sumber :Rinaldi Krispadamsa (2018)
Pernyataan Yang BerhubunganDengan Etika Auditor (X1)
Pernyataan STS TS R S SS
1 Auditor tidakdapatdiintimidasi oleh orang lain dan tidaktundukkarenatekanan yang dilakukan oleh orang lain gunamempengaruhisikap dan pendapatnya.
2 Auditor tidakmempertimbangkankeadaanseseorang /
sekelompok orang atausuatu unit
organisasiuntukmembenarkanperbuatanmelanggarke tentuanatauperaturanperundangundangan yang berlaku.
3 Laporanhasil audit dapatdipertanggungjawabkan oleh auditor, untukmeningkatkankualitas audit
4 Laporan audit sesuaidenganaturan SAK yang telahditentukan
5 Auditor memiliki rasa
tanggungjawabbilahasilpemeriksaannyamasihmemerl ukanperbaikan dan penyempurnaan.
6 Jika suatulaporanhasil audit adakesalahan, auditor mampumempertanggungjawabkanataslaporanhasil audit tersebutuntukmeningkatkankualitasaut.
7 Auditor tidakbolehmemihakkepadasiapapun yang mempunyaikepentinganatashasilpekerjaannya.
8 Setiapanggotaharusmenjagaobjektivitasnya dan bebasdaribenturankepentingandalampemenuhankew ajibanprofesionalnya.
9 Saatmemeriksalaporankeuangan, auditor akanbekerjasesuaikodeetik yang telahditetapkan.
10 Aturan-aturandalametikaprofesi yang dikeluarkan oleh InstitutAkuntanPublik Indonesia telahsesuaidenganStandarProfesionalAkuntanPublik.
Sumber : Tamara April (2019)
Pernyataan Yang BerhubunganDenganIndependensi (X2)
Sumber :EvaristaFebrinaSugiharto (2015)
Pernyataan STS TS R S SS
1 Pemeriksaan yang auditor
lakukansecaralangsung dan
bebasmengaksessemuabuku, catatan,
pejabat dan
karyawanperusaahaansertasumberinformasi lain yang berhubungandengankegiatan, kewajibansertasumberbisnis.
2 Pelaksaanpemeriksaan yang
dilakukanyaitusecaraaktifbekerjasamadengan pihak lain yang berkaitanselam proses pemeriksaan.
3 Pemeriksaanbebasdariusahamanajerialuntuk menentukankegiatan yang akandiperiksa.
4 Pemeriksaanbebasdaripembatasanpemeriksa n pada kegiatancatatan orang tertentu yang seharusnyatercakupdalampemeriksaan
5 Pelaporan yang auditor
lakukanbebasdariperasaankewajibanuntukme modifikasipengaruhfakta yang dilaporkan pada pihaktertentu.
6 Pelaporan yang
dilakukanmenghindaripraktekuntukmeniadaka npersoalanpentingdarilaporan formal kelaporan informal denganbentuktertentu yang disenangi.
7 Pelaporanharusmenghindaribahasaatauistilah
-istilah yang mendua arti
secarasengajaatautidakdalampelaporanfakta, pendapat,
rekomendasisertadalampenafsirannya.
8 Pelaporanbebasdariusahatertentuuntukmeng esampingkanpertimbanganakuntanpemeriksa terhadapisilaporanpemeriksa,
baikfaktamaupunpendapatnya.
Pernyataan Yang BerhubunganDengan Due Professional care (X3)
Sumber : Eka Novia Sari (2015) &WayanJacksen (2011)
Pernyataan STS TS R S SS
1 Keahlian yang dilaksanakanseorang auditor harussesuaidenganbidang yang ditugasinya.
2 Auditor
melakukanprofesiatautugassesuaidenganstan darbakudibidangprofesinya.
3 Memilikisikapskeptisataukeraguanterhadapku alitaninformasilaporankeuanganklien.
4 Professional
mampumembuatkeputusansendiritanpatekan andaripihaklain.
5 Seorang auditor selalutidakpuasdenganbukti- bukti yang kurangpersuasifdari auditee nya.
6 Setiapadatransaksimencurigakan, auditor selalumempertanyakankepadamanajemen dan melakukanevaluasisecarakritisbukti audit tersebut.
7 Pengumpulan dan
penilaianbuktisecaraobjektifmenuntut auditor mempertimbangkankompetensi dan kecukupanbuktitersebut.
8 Untukmemperolehkeyakinan yang memadaibahwalaporankeuanganbebasdari
salah saji yang
disebabkankekeliruanataukecurangan, auditor selalumenggunakankemahiran professional dengancermat, teliti dan seksama.
9 Dalammerumuskansuatupendapatatauopiniat
aslaporankeuangan, auditor
harusmemperolehbuktikompeten yang cukup.
10 Audit yang telahdirencakan dan dilaksanakanmungkintidakdapatmendeteksi salah saji material terutama yang
melibatkanpersembunyian dan
pemalsuandokumen di antarapersonel auditee dan pihakketiga.
26
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno 2012, Auditing, FakultasEkonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Amalina, ZataIsmaRizki, Bambang Suryono 2016. “Pengaruh Due Professional Care, Time Budget Pressure, Kompetensi, MotivasiTerhadapKualitas Audit”. JurnalIlmu dan RisetAkuntansi: Volume 5, Nomor 4 April 2016 ISSN: 2460-0585.
AndreaniHandjani, Raharja (2014). Pengaruh Etika Auditor, Pengalaman auditor, Fee Audit, dan Motivasi Auditor TerhadapKualitas Audit. DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Vol.3 No. 2 Tahun 2014. ISSN (Online) : 2337-3806.
Arens A, Alvin, Randal J. Elder, Mark S. Beasley & Amir Abadi Jusuf. 2011.
Jasa Audit dan Assurance. Buku 1, Edisi Indonesia. Jakarta :SalembaEmpat.
AryowibiWicaksono (2018). Pengaruh Due Profesional Care dan Etika Auditor TerhadapKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublik di Jakarta Pusat). SekolahTinggIIlmuEkonomi YAI.
ChairunnisyahAlfriyanti (2019). PengaruhKompetensi, Independensi dan Etika Auditor TerhadapKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublik di Jakarta Pusat). Sekolah Tinggi IlmuEkonomi YAI.
Eka Novia Sari (2015) KuisionerPenelitianPengaruhKompetensi, Independensi dan Due Professional Care terhadapKualitas Audit. FakultasEkonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah.
EvaristaFebrinaSugiharto (2015) KuisionerPenelitianPengaruhKompetensi, Independensi, dan Akuntabilitas Auditor TerhadapKualitas Audit.
FakultasEkonomi dan Bisnis Universitas KatolikSoegijaPranata.
Fauziah (2017). PengaruhKompetensi, Independensi, Dan MotivasiTerhadapKualitas Audit DalamPengawasanKeuangan Daerah (StudiEmpiris Pada Auditor BPKP PerwakilanProvinsi Sumatera Utara).
PoliteknikGaneshamedan. Jurnal. Vol.1 No. 1 February 2017. ISSN : 2548-7507
27
Ghozali, Imam. (2011). AplikasiAnalisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19 (edisiKelima). Semarang: Universitas Diponegoro.
IkatanAkuntanIndonesia-KompartemenAkuntanPublik(IAI-
KAP).(2013).StandarProfesionalAkuntanPublik. Jakarta: SalembaEmpat.
LauwTjunTjun, ElyzabetIndrawatiMarpaung dan Santy Setiawan (2012).
PengaruhKompetensi dan Independensi Auditor TerhadapKualitas Audit.
JurnalAkuntansi Vol.4 No.1 Mei 2012: 33-56.
Martin Restuwati (2015). Pengaruh Etika Auditor, Pengalaman, Due Professional Care, dan PerilakuDisfungsionalTerhadapkualitas Audit (Studiempiris pada Auditor KAP di Jawa Tengah dan DIY). Program StudiAkuntansiFakultasEkonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Muliani dan BawonoIcukRangga, 2010. PengaruhIndependensi, Pengalaman, Due Professional Care, dan AkuntabilitasTerhadapKualiatas Audit (Studi pada KAP Big Four di Indonesia). Simposium Nasional Akuntansi XIIIPurwokerto.
Rinaldi Krispadamsa (2018). KuisionerPenelitianPengaruhKompetensi, Independensi dan Etika ProfesiTerhadapKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublikDi Jakarta Pusat). FakultasEkonomiSekolah Tinggi IlmuEkonomi YAI.
SeptiYuliyanti dan Eddy Budiyono. (2015). PengaruhIndependensi, Pengalaman, Due Professional Care, dan AkuntabilitasTerhadapKualitas Audit (StudiKasus Pada BPK RI PerwakilanProvinsiJawa Barat).
FakultasEkonomi dan Bisnis Universitas Telkom. Jurnal. Vol.2 No. 1 April 2015. ISSN : 2355-935.
Sugiyono. (2009). MetodePenelitianKuantitatifKualitatif dan R&D. Bandung:
ALFABETA.
Tamara April (2019). KuisionerPenelitianPengaruh Etika Auditor, Pengalaman Auditor dan Motivasi Auditor TerhadapKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Kantor AkuntanPublik Di DKI Jakarta). FakultasEkonomiSekolah Tinggi IlmuEkonomi YAI.
Titin Rahayu (2016). PengaruhIndependensi Auditor, Etika auditor, dan Pengalaman Auditor TerhadapKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Kantor
28
AkuntanPublikDi Kota Surabaya). JurnalIlmu dan RisetAkuntansi: Volume 5, Nomor 4, April 2016. ISSN : 2460-0585.
WayanJacksen (2011) KuisionerPenelitianFaktor-Faktor Yang MempengaruhiKualitas Audit (StudiEmpiris Pada Badan PengawasKeuanganRepublik Indonesia PerwakilanPropinsiJawa Tengah).
FakultasEkonomi dan Bisnis Universitas KatolikSoegijaPranata.
William Jefferson Wiratama dan KetutBudiartha. (2015).
PengaruhIndependensi, PengalamanKerja, Due Professional Care, dan AkuntabilitasTerhadapKualitas Audit. FakultasEkonomi Universitas Udayana. Jurnal. ISSN : 2302-8578.
Zavara Nur Chrisdinawidanty, Prof. Dr. Hiro TugimanDrs., Ak., QIA., CRMP dan Muhamad MuslihSE.,MM (2016). Pengaruh Etika Auditor dan Fee Audit TerhadapKualitas Audit (StudiKasus Pada Kantor AkuntanPublik di Wilayah Bandung). FakultasEkonomi dan Bisnis Universitas Telkom.
Jurnal. Vol.3 No. 3 Desember 2016. ISSN : 2355-9357.