• Tidak ada hasil yang ditemukan

Essay Bencal May Czi Agung BL L!XX!11124

N/A
N/A
Wengku R

Academic year: 2024

Membagikan "Essay Bencal May Czi Agung BL L!XX!11124"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN PERAN SATUAN TNI AD DALAM OPERASI PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI DARAT

Negara Kesatuan Republik Indonesia dikenal sebagai negara dengan keaneka ragaman budaya dan sumberdaya alam, disamping itu juga terkenal juga sebagai negara dengan keanekaragaman bencana. Kondisi geografis wilayah NKRI yang terletak pada pertemuan dua lempeng benua yaitu lempeng Euroasia dengan Indoaustralia serta terletak pada cincin gunung api pasifik atau “Pacific Ring of Fire” menyebabkan wilayah NKRI menjadi rawan gempa bumi tektonik dan vulkanik serta ancaman letusan gunung berapi. Disamping itu kondisi iklim dengan pengaruh “el nino” menyebabkan cuaca berubah sangat ekstrim dan menimbulkan curah hujan tinggi dikombinasikan dengan kontur alam berbukit serta gunung menyebabkan potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor cukup tinggi.

TNI AD sebagai bagian dari TNI dalam menjalankan tugas pokoknya dilaksanakan dengan melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu bagian dari OMSP adalah penanggulangan dampak akibat bencana alam. Yonzipur adalah salah satu Satuan dalam Organisasi TNI AD dengan tugas pokok memperlancar gerak maju kawan, menghambat gerak maju pasukan musuh dan menjamin kelangsungan hidup Satuan yang dibantu. Dengan tugas pokok tersebut dihadapkan dengan tantangan tingginya kejadian bencana alam di wilayah NKRI, Satuan Yonzipur dapat mengambil peran yang sangat penting dalam operasi penanggulangan bencana alam di darat.

Dalam beberapa peristiwa bencana alam yang terjadi diwilayah NKRI, seperti gempa bumi berkekuatan 9,3 SR diikuti tsunami di Aceh tahun 2005, gempa bumi berkekuatan 5,9 SR di Yogyakarta tahun 2006, banjir bandang di Wasior Papua tahun 2010 dan gempa bumi berkekuatan 7,3 SR diikuti tsunami di Mentawai tahun 2010, Yonzipur telah banyak berperan dalam penanganan dampak akibat bencana alam tersebut. Peran yang diambil antara lain penyediaan air bersih, penyediaan tenaga listrik lapangan, perbaikan sarana dan prasarana vital guna kelancaran dukungan bantuan logistik serta penyiapan sarana hunian bagi pengungsi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan evaluasi pelaksanaan tugas, saat ini Satuan Yonzipur telah dapat berperan secara aktif dalam operasi penanggulangan bencana alam di darat. Namun dihadapkan dengan tuntutan tugas terutama kecepatan penyelesaian pekerjaan dan keterpaduan dengan instansi lain yang terlibat, masih belum optimal, sehingga perlu upaya peningkatan kemampuan Yonzipur dalam rangka

(2)

pelaksanaan operasi penanggulangan bencana alam agar dapat berjalan secara terencana, terpadu, efektif, tepat sasaran dan akuntabel.

Memahami permasalahan tersebut diatas, penulis mencoba memberikan sumbangan pemikiran dengan maksud memberikan gambaran secara umum tentang pelaksanaan tugas prajurit TNI AD, terutama di Satuan Yonzipur, dalam penanggulangan bencana alam di darat. Adapun sasarannya adalah terwujudnya tugas pokok TNI AD melalui Operasi Militer Selain Perang sesuai UU RI No. 34/2004 yaitu tugas bantuan kepada pemerintah dalam penanggulangan bencana yang terjadi di darat melalui koordinasi dengan aparat terkait mulai tahap pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Selanjutnya langkah upaya yang perlu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan peran Satuan Yonzipur dalam operasi penanggulangan bencana alam di darat adalah untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut, 1) Apakah kemampuan alat peralatan zeni di Satuan Yonzipur dapat dioptimalkan guna mendukung efektifitas pelaksanaan tugas penanggulangan bencana ? 2) Bagaimana meningkatkan kemampuan personil Satuan Yonzipur sehingga dapat menyelesaikan tugas penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan akuntabel ?

Sebagai latar belakang pemikiran dalam pembahasan tulisan ini, Penulis menggunakan landasan operasional dan landasan konstitusional. Landasan operasional adalah Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi, dimana jatidiri parjurit TNI AD adalah sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. Sebagai tentara yang berasal dari rakyat, tentunya setiap prajurit TNI AD akan sangat peduli terhadap penderitaan yang dialami oleh rakyat, sebagai tentara dengan latar belakang sejarah semangat perjuangan tidak kenal menyerah setiap prajurit TNI AD akan selalu berusaha sepenuh hati dan tidak mengenal menyerah dalam setiap tugas yang diberikan oleh Negara dan sebagai tentara nasional, setiap prajurit TNI AD akan selalu mengutamakan kepentingan Negara dan rakyat yang sedang membutuhkan. Sedangkan landasan konstitusional yang digunakan adalah UU RI No. 34/ 2004 tentang TNI, dimana disebutkan bahwa dalam menjalankan tugasnya TNI melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah penanggulangan bencana alam. Disamping itu sebagai penjabaran UU RI No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, Presiden menetapkan PP No. 8/ 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tugas memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana melalui pencegahan, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi secara adil, merata sesuai standar dan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan Undang Undang.

(3)

Adapun pedoman dan tatacara penanggulangan bencana diatur dalam Peraturan Menteri dalam Negeri No. Permendagri/46/ 2008 tanggal 28 Oktober 2008, disebutkan bahwa penyelenggara penanggulangan bencana di daerah adalah Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) adapun pejabat TNI di wilayah dapat berperan sebagai pengarah dan pelaksana dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana alam.

Satuan Yonzipur adalah satuan yang dilengkapi dengan peralatan utama berupa alat peralatan zeni, alat khusus nubika dan alat khusus jihandak. Sesuai dengan TOP Satuan Yonzipur, alat peralatan zeni terdiri dari alat berat zeni, alat perkakas zeni, alat penyeberangan dan alat stasioner. Alat berat zeni contohnya Bulldozer, Excavator, Dump Truck, Crane, dan lain lain berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi berat, rintangan buatan dan perbaikan kerusakan daerah. Alat perkakas zeni contohnya toolkeet tukang kayu, toolkeet tukang batu dan toolkeet elaktrikal berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ringan dan instalasi mekanikal elektrikal. Alat penyeberangan seperti jembatan balley, jembatan acropnael dan perahu ponton digunakan untuk mengatasi rintangan berupa sungai, danau atau rawa-rawa. Sedangkan alat stasioner seperti genset dan alat penjernih air digunakan untuk menjamin kelangsungan hidup satuan yang dibantu. Dengan susunan perlengkapan tersebut Satuan Yonzipur dapat berperan penting dalam operasi penanggulangan bencana, terutama tugas menyediakan kebutuhan pokok, pengungsian dan memperbaiki sarana dan prasarana vital yang rusak.

Namun kondisi alat peralatan zeni yang ada di Satuan Yonzipur saat ini pada umumnya sudah berusia tua dan kuantitasnya rata-rata dibawah 25% TOP (Daftar Materiil Zeni Triwulan IV TA. 2009, Direktorat Zeni Angkatan Darat, 2009). Guna mencapai kondisi alat peralatan zeni yang siap operasi perlu pengajuan kebutuhan alat peralatan zeni ke Komando Atas. Kendala yang dihadapi adalah terbatasnya anggaran baik untuk pengadaan maupun untuk pemeliharaan/ perbaikan materiil zeni tersebut. Disamping itu spesifikasi teknis alat peralatan zeni tersebut masih mengacu pada pelaksanaan tugas operasi militer perang. Dalam operasi penanggulangan alam di darat diperlukan alat dengan spesifikasi khusus sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan cepat dan efektif, contohnya untuk menghancurkan puing-puing bangunan berupa beton bertulang, membersihkan puing atau sampah yang menghalangi jalan, sedangkan alat perkakas zeni perlu dirubah dari manual menjadi bermesin atau automatic untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Memahami kondisi diatas, dapat dilaksanakan beberapa upaya mengatasi permasalahan yaitu mengadakan skala prioritas dalam penentuan rencana kebutuhan, merevisi atau menambahkan spesifikasi teknis alat peralatan zeni dan kerjasama pertukaran data dengan Pemda setempat atau Instansi terkait. Langkah untuk pengadaan

(4)

dan pemeliharaan/ perbaikan alat peralatan zeni dilaksanakan dengan mengoptimalkan keterbatasan anggaran yang diajukan melalui RKA TNI AD. Hal ini dilakukan dengan penentuan skala prioritas, dimana pemenuhan alat peralatan zeni sesuai TOP diutamakan untuk Satuan Yonzipur yang berada di daerah rawan bencana seperti Yonzipur-16/IM di Aceh, Yonzipur-1/BB di Sumatera Utara, Yonzipur-2/Swj di Sumatera Selatan, Yonzipur- 3/Slw di Jawa Barat, Yonzipur-4/Dip di Jawa Tengah dan Yonzipur-5/Brw di Jawa Timur.

Untuk alat peralatan zeni yang usia pakai sudah lama, perlu dilaksanakan pendataan ulang secara valid tentang kondisi kerusakan alat peralatan zeni yang dimiliki Satuan Yonzipur, sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan pemeliharaan dan perbaikan yang diperlukan. Dengan adanya data kerusakan yang valid, maka dapat diambil keputusan dari Komando Atas tentang penyaluran anggaran pemeliharaan dan perbaikan yang efisien dan tepat sasaran. Selanjutnya langkah upaya yang dilaksanakan untuk penyesuaian spesifikasi yang dibutuhkan yaitu dengan mempelajari evaluasi efektifitas penggunaan alat peralatan zeni dalam penugasan operasi bencana alam yang pernah dilaksanakan oleh Satuan Yonzipur. Selanjutnya perlu juga diadakan studi yang melibatkan nara sumber dari BNPB, BASARNAS dan instansi lain sehingga diperoleh masukan yang sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Dari hasil evaluasi dan studi atau kajian tersebut diajukan usulan kepada komando atas untuk merevisi atau menambahkan spesifikasi alat peralatan zeni yang ada dalam TOP Satuan Yonzipur yang dapat digunakan dalam operasi penanggulangan bencana. Sebagai langkah jangka pendek dapat pula dilaksanakan dengan melakukan modifikasi alat peralatan yang ada, contohnya menambahkan part pada excavator berupa “crab extension” untuk mengambil puing atau sampah dan “drill extension” untuk menghancurkan puing beton. Disamping itu, dalam tahapan pra bencana, dapat pula dilaksanakan kerjasama dengan Pemda setempat, sehingga diperoleh pertukaran data kekuatan alat peralatan yang dapat digunakan dalam operasi bencana alam. Dengan adanya data kekuatan alat peralatan tersebut maka akan diperoleh perencanaan yang menyeluruh dan terpadu antar instansi yang ada di daerah tersebut. Kerjasama ini dapat pula digunakan untuk saling melengkapi kekurangan alat pada saat tahapan tanggap darurat, misalnya Pemda dapat memanfaatkan kendaraan Truck Trailer Yonzipur untuk menggeser alat berat ke lokasi terjadinya bencana.

Prajurit Satuan Yonzipur saat ini pada umumnya sudah memiliki kemampuan teknis kecabangan yang dipersyaratkan, terutama kemampuan konstruksi. Kemampuan ini diperoleh dengan adanya latar belakang pendidikan umum para prajurit Yonzipur di bidang teknik konstruksi (STM, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur). Kemampuan dasar konstruksi tersebut ditingkatkan dalam lingkungan pendidikan militer di Pusat Pendidikan

(5)

Zeni. Kemampuan dasar kecabangan ini memberikan kemampuan perorangan setiap prajurit untuk melaksanakan fungsi zeni konstruksi, penyeberangan air dan perbekalan air dan listrik. Namun dalam pelaksanaan latihan Satuan Yonzipur saat ini masih berorientasi pada materi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Operasi Militer Perang, misalnya materi Banpurzi dalam operasi serangan, Banpurzi dalam operasi pertahanan atau Banpurzi dalam operasi pemindahan pasukan. Materi latihan bantuan kemampuan zeni dalam operasi penanggulangan bencana alam sudah dicoba dilaksanakan oleh Satuan Yonzipur, namun sifatnya belum seragam atau masih dilaksanakan secara intern tanpa melibatkan insatansi terkait. Kemampuan dasar teknis konstruksi telah dimiliki oleh setiap prajurit Yonzipur, namun dihadapkan dengan tantangan tugas operasi penanggulangan bencana yang melibatkan banyak instansi kemampuan tersebut dirasa kurang memadai.

Kondisi ini mengakibatkan prajurit zeni kurang mampu bila dilibatkan dalam kegiatan penanggulangan bencana alam baik pada tahap pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Peluang yang ada adalah dalam ketentuan tentang penanggulangan bencana pada tahap pra bencana adalah diadakan latihan guna meningkatkan kemampuan, kepedulian, kesadaran dan ketrampilan dalam upaya penanggulangan bencana. Unsur TNI di daerah dapat mengambil peran sebagai pengarah dalam latihan- latihan yang diadakan bersama intansi terkait tersebut. Sebagai penyelenggara latihan adalah dari unsur BPBD dengan melibatkan unsur Pemda, TNI, POLRI, PMI, SAR dan Organisasi kemasyarakatan. Dengan keterlibatan Unsur TNI AD dalam latihan bersama tersebut, diharapkan diperoleh kemampuan teknis dan manajerial secara terpadu dalam pelaksanaan di lapangan. Adapun kendala yang dihadapi adalah masih terdapatnya beberapa daerah yang belum terbentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal ini akan menyulitkan koordinasi kegiatan latihan penanggulangan bencana yang akan dilaksanakan.

Adapun langkah upaya berikutnya untuk meningkatkan kemampuan personil Satuan Yonzipur dalam kesiapan operasi penanggulangan bencana dapat pula dilakukan dengan pendidikan atau penataran. Saat ini sudah banyak Instansi dan Pemda yang menyelenggarakan penataran tentang penanggulangan bencana alam, baik dengan materi prosedur, kemampuan teknis dan kemampuan manajerial. Bahkan Kementrian Pertahanan melalui Universitas Pertahanan saat ini telah membuka program studi

“Disaster Management”, yang dapat diikuti oleh seluruh Prajurit TNI yang memenuhi persyaratan. Personil Satuan Yonzipur dapat diberi kesempatan untuk melaksanakan pendidikan atau mengikuti penataran tentang penanggulangan bencana alam, baik yang dilaksanakan di dalam negeri atau di luar negeri. Khusus pengiriman personil untuk mengikuti pendidikan di luar negeri, diupayakan di negara yang telah memiliki sistem dan

(6)

manajemen penanggulangan bencana yang baik dan memliki kondisi alam seperti Indonesia, contohnya Negara Jepang.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Satuan TNI AD, khususnya Yonzipur, telah dapat berperan dalam operasi penanggulangan bencana alam di darat.

Namun pelaksanaannya selama ini masih kurang optimal, dikarenakan kondisi alat peralatan zeni belum optimal baik dari segi kuantitas maupun dari segi spesifikasi teknis yang ada dan kemampuan personil masih rendah di bidang teknis dan manajerial penanggulangan bencana alam. Guna meningkatkan peran Satuan Yonzipur dalam operasi penanggulangan bencana alam perlu dilakukan langkah upaya untuk meningkatkan kemampuan alat peralatan zeni dan personil Yonzipur. Peningkatan kemampuan alat peralatan zeni dilakukan melalui pemenuhan dengan skala prioritas kuantitas alat peralatan zeni sesuai TOP, revisi atau penambahan spesifikasi teknis alat peralatan zeni, rekondisi atau modifikasi alat peralatan zeni serta kerjasama pertukaran data dengan Instansi terkait. Peningkatan kemampuan personil dilakukan melalui latihan, penataran dan pendidikan.

Selanjutnya guna mencapai sasaran yang diharapkan disarankan kepada Komando Atas agar diberikan kesempatan kepada personil Yonzipur untuk mengikuti pendidikan dan penataran dibidang penganggulangan bencana alam yang dilaksanakan di dalam negeri atau diluar negeri.

Bandung, 22 Nopember 2010 Penulis

Agung Budi Laksono, ST Mayor Czi NRP. 11930097580769

(7)

ALUR PIKIR :

UPAYA MENINGKATKAN PERAN SATUAN TNI AD DALAM OPERASI PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI DARAT

KOND SAAT

INI

-RENBUT SKALA PRIORITAS

-REVISI SPEKTEK -KERJASAMA -MATERI LAT PB -LAT BERSAMA -PENDIDIKAN K

E N D A L A

-ANGG TERBATAS -SPEKTEK BLM SUAI

-MATERI LAT UTK OMP -KRG KOORD ANTAR INST

KEMAMPUAN

-KUANT ALPAL KRG -PUAN PERS BID PB RENDAH

PERAN TDK OPTIM

SASARAN TERCAPAI U

P A Y A TANTANGAN

-PERAN DLM OPS GULBEN

-EFEKTIFITAS DLM LAKS TGS

INSTRUMENTAL INPUT -DOKTRIN TNI AD -UU RI No. 34/ 2004 -UU RI No. 24/2007

-PERMENDAGRI/46/ 2008

ENVIRONMENTAL INPUT -KERJASAMA INSTANSI -ADANYA BNPB -TDK SEMUA DAERAH ADA BPBD

Referensi

Dokumen terkait