Berbagai persembahan dilontarkan untuk menjawab permasalahan tersebut, termasuk salah satunya dari Musa Asy'ari. Etika kewirausahaan Musa Asy'ary dikembangkan dari perspektif nilai-nilai agama dan gagasan kebangsaan. Penekanan etika kewirausahaan Musa Asy’ari adalah menjalankan suatu usaha atau kegiatan usaha melalui dua dimensi: Pertama, aspek dinamis vertikal (hubungan antara kewajiban dalam agama, akhlak dan memperoleh keridhaan Allah).
Dengan tugas dan pengalaman filosofisnya, Musa Asy'arie mampu mewujudkannya dalam bentuk wirausaha untuk mengubah realitas perjalanan hidupnya. Dengan semangat Al-Qur'an dan filosofinya, Musa Asy'arie mampu meneladani semangat ilmu pengetahuan dalam bentuk semangat beramal. Benang merah yang dapat diambil dari pengalaman Musa Asy'arie adalah upaya untuk tetap menjadi diri seutuhnya (tidak didominasi oleh siapapun).
Maka kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UIN Sunan Kalijaga Kampus Yogyakarta yang telah memberikan pengalaman berharga ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami dengan tulus, dengan kerendahan hati yang mendalam mengucapkan terima kasih dan penghargaan. Musa Asy'arie : Terima kasih banyak, telah memberikan kami kesempatan untuk berbagi peluang dan keterbukaan dalam setiap pertemuan.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ushuluddin Kab.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Kegunaan Penulisan
- Tinjauan Pustaka
- Kerangka Teoritik
- Metode Penelitian
- Objek Penelitian
- Sumber data
- Pengumpulan Data
- Teknik pengolahan data
- Sistematika Pembahasan
1Musa Asy'arie, “Etos Kerja Islam dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”, dalam “Aqidah Ekonomi Islam”, (Yogyakarta: LESFI, 1997), hal.3Al Makin, ed., “Kebebasan Berpikir dan Komitmen Kemanusiaan”, dalam “Etos Kerja dan Aksi Keagamaan: Kontribusi Musa Asy’arie terhadap Reformasi Islam dan Pembangunan Ekonomi Bangsa (karya Syaifuddin Zuhri dan Noorhaidi Hasan)”, (Yogyakarta: LeSFI, 2011), hal. Etika wirausaha merupakan kesatuan pemikiran Musa Asy'arie yang dikembangkan dari kegiatan perekonomian sebagai wujud usaha atau kegiatan korporasi yang dikelolanya berdasarkan nilai-nilai agama dan gagasan kebangsaan.
Pengalaman intelektual Musa Asy'arie dan perkembangan praktisnya di dunia usaha tentunya akan memberikan jawaban penting mengenai permasalahan pembangunan dan pengelolaan ekonomi pada tingkat usaha kecil, menengah, dan tinggi di Indonesia. Bagaimana etika kewirausahaan Musa Asy'arie membentuk karakter ekonomi Islam dan pemikiran nasional. Menjelaskan konsepsi pemikiran Musa Asy'arie dan komitmen kemanusiaan dalam penerapan etika kewirausahaan di Indonesia.
Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman penulis dan pembaca terhadap konsep pemikiran etika kewirausahaan Musa Asy’ari. Untuk membuktikan orisinalitas tulisan ilmiah ini, penulis akan menampilkan beberapa artikel ilmiah yang membahas tentang dunia bisnis Musa Asy'ari dan perkembangan kajiannya tentang etika kewirausahaan. 8 Al Makin, ed., “Kebebasan Berpikir dan Komitmen Kemanusiaan”, dalam “Etos Kerja dan Aksi Beragama: Kontribusi Musa Asy’ari Terhadap Reformasi Islam dan Pembangunan Ekonomi Bangsa (oleh Syaifuddin Zuhri dan Noorhaidi Hasan)”, (Yogyakarta: LeSFI, 2011), hal.
Artikel ini berupaya mengungkap sisi kritis Musa Asy'arie dalam menyikapi kehidupan sosial dalam kaitannya dengan rasionalitas, spiritualitas, dan moralitas. Etos Kerja dan Tindakan Keagamaan: Kontribusi Musa Asy'Arie terhadap Reformasi Islam dan Pembangunan Ekonomi. Artikel ini berfokus pada refleksi Musa Asy'ari terhadap penderitaan ekonomi umat Islam di masa awal industrialisasi global dan liberalisasi pasar.
Fokus reformasi Islam Musa Asy'arie terhadap perekonomian kerakyatan merupakan hal yang unik dan berbeda dengan kebanyakan intelektual Muslim Indonesia lainnya. 10 Musa Asy'arie, Etika Kerja Islam dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, dalam “Aqidah Ekonomi Islam”, (Yogyakarta: LESFI. 1997), hal. Musa Asy'arie, Filsafat Islam: Sunah Nabi dalam Pemikiran, dalam Epistemologi Islam, (Yogyakarta: LP3ES. 1999).
Data sekunder berupa karya-karya yang membahas pemikiran Musa Asy'ari yang ditulis oleh orang lain, termasuk Berjuang Dari Pinggir. Yang meliputi konsep dasar etika kewirausahaan menurut Musa Asy’Arie, pendekatan strategis etika kewirausahaan menurut Musa Asy’arie, dan dimensi teologis etika kewirausahaan menurut Musa Asy’arie.
PENUTUP
Saran - saran
Gagasan yang dikembangkan oleh Musa Asy’arie mempunyai makna yang dapat diterapkan oleh setiap lapisan masyarakat dalam pengelolaan, pengembangan, pengelolaan secara kreatif dan inovatif atas seluruh sumber daya alam yang melimpah di negeri ini. Namun berbekal pengalaman, tekad, ilmu dan komunikasi yang baik dengan orang lain, ia tidak menutup kemungkinan bahwa peluang tersebut ada pada setiap orang, seperti yang dilakukan Musa Asy'arie pada awalnya. Dari sekian penelitian tersebut, sebenarnya masih jauh dari lengkap dalam menjelaskan pemikiran Musa Asy'arie tentang etika bisnis.
Maka dengan ini penulis menyarankan kepada peneliti lain untuk terus mengkajinya secara kritis, sistematis dan mendalam dengan perspektif lain, untuk memperluas kajian terkait pemikiran Musa Asy’arie guna menemukan konsep yang seimbang dan proporsional. Asy'arie Musa dkk, Al-Qur'an & Perkembangan Budaya Dialog dan Transformasi, Yogyakarta, LESFI. Asy'arie, Musa, Pak Musa Guru Kami Presentasi 60 tahun Musa Asy'arie, Yogyakarta: LESFI.
Mustaqim dkk, Mazhab Kebebasan Berpikir dan Komitmen Kemanusiaan Tinjauan Pemikiran Musa Asy'arie, Yogyakarta: LESFI. Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ushuluddin Daerah, Ilmu Agama dan Pemikiran Islam. Ketua FOSAT (Porum Kajian Aqidah dan Filsafat) Fakultas Ushuluddin Ilmu Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga.
Ketua SangGar Jepit Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2010. Pengurus Majalah HumaniusH BOM Fakultas Ushuluddin, Ilmu Agama dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Panitia Opak (Orientasi Pengenalan Akademi Kampus) Fakultas Ushuluddin Ilmu Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga.
Ketua Diklat Dasar Kepala Desa (PKD), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ushuluddin, Ilmu Agama dan Pemikiran Islam. Wakil Ketua Korps Gajdah Mada, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ushuluddin, Kajian Keagamaan dan Pemikiran Islam. Bertanggung jawab atas Majalah Geger, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ushuluddin Daerah, Kajian Agama dan Pemikiran Islam.