• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETIKA PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ETIKA PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU "

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

ETIKA PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU

Oleh:

NUR HALISA

Nomor Induk Mahasiswa : 105611107517

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2022

(2)

ii

SKRIPSI

ETIKA PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Studi dan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara

Disusun dan Diajukan Oleh :

NUR HALISA

Nomor Induk Mahasiswa : 105611107517

Kepada

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2022

(3)

iii

HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN AKHIR

Judul Skripsi : Etika Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru

Nama Mahasiswa : Nur Halisa Nomor Induk Mahasiwa : 105611107517

Program Studi : Ilmu Administrasi Negara

Menyetujui:

Pembimbing I

Abdul Kadir Adys, SH., M.M

Pembimbing II

Riskasari, S.Sos., M.AP

Mengetahui:

Dekan Ketua Program Studi

Dr. Hj. Ihyani Malik, S.Sos, M.Si Nasrul Haq, S.Sos.,MPA NBM: 730727 NBM: 1067463

(4)

iv

HALAMAN PENERIMAAN TIM

Telah diterima oleh Tim Penguji Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor : 005/FSP/A.4-II/I/43/2022 sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana dalam Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang dilaksanakan di Makassar pada hari Senin, tanggal 24, bulan Januari tahun 2022.

TIM PENILAI

Ketua

Dr. Hj. Ihyani Malik. S.Sos, M.Si NBM: 730727

Sekretaris

Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si NBM: 992797

PENGUJI:

1. Dr. H. Muhlis Madani, M.Si ( )

2. Abdul Kadir Adys, SH., MM ( )

3. Dr. Hj. Sudarmi, M.Si ( )

(5)

v

HALAMAN PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Nur Halisa Nomor Induk Mahasiswa : 10561 1107 517

Program Studi : Ilmu Administrasi Negara

Menyatakan bahwa benar skripsi ini adalah karya saya sendiri dan bukan hasil plagiat dari sumber lain. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari pemyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai aturan yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, 07 April 2021

Yang Menyatakan,

Nur Halisa

(6)

vi ABSTRAK

Nur Halisa, 2022, Etika Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Skripsi, (dibimbing oleh Abdul Kadir Adys dan Riskasari).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Adapun jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif, jumlah informan yaitu 11orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling . Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data yaitu dengan penyajian data, reduksi data serta verifikasi data, dan pengabsahan data yang digunakan ialah triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pelayanan publik yang diterapkan di Kantor Keacamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dilihat dari 1.

Aspek persamaan hak sudah berjalan dengan baik, tidak membeda-bedakan serta melayani masyarakat tanpa melihat suku, ras, agama dan politik. 2.

Keadilan, terkait keadilan semua masyarakat diperlakukan dengan sama, memberikan penjelasan saat proses pelayanan serta melayani masyarakat dengan baik. 3. Kesetiaan, terkait kesetiaan semua pegawai sangat setia kepada instansinya terkhusus yang honorer walaupun gajinya tak seberapa tapi mereka masih tetap loyal bahkan sudah bertahun-tahun bekerja. 4. Aspek Pertanggung jawaban, terkait pertanggung jawaban belum sepenuhnya diterapkan dengan baik.

Kata Kunci : Etika, Pelayanan Publik.

(7)

vii

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sholat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga, sahabat serta pengikutnya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Etika Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru”.

Skripsi ini ialah tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar sarjana Ilmu Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya dorongan, doa dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimah kasih kepada yang terhormat bapak Abdul Kadir Adys, SH., M.M selaku pembimbing I dan, ibu Riskasari S.Sos., M.AP selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingan yang begitu berharga serta bermanfaat bagi penulis dari awal persiapan penelitian sampai selesainya penyusunan skripsi ini.

Dan terkhusus penulis sampaikan terimah kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua terkasih dan tercinta ayahanda Jaharuddin serta ibunda Paisah yang sangat berjasah, senantiasa selalu mendoakan anak-

(8)

viii

anaknya, selalu menyemangati serta memotivasi dan juga tak lupa kasih sayang yang tak hentinya beliau berikan kepada saya sehingga penulis dapat menyelesaiakan skripsi ini. Tak lupa penulis hanturkan kepada :

1. Ibu Dr. Hj. Ihyani Malik., S.Sos, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Nasrul Haq, S.Sos., MPA selaku Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Dr. Abdi S.Pd selaku Dosen Penasehat Akademik selama perkuliahan semester awal hingga akhir.

4. Seluruh Dosen Ilmu Administrasi Negara yang telah memberikan segala ilmu yang dimiliki selama proses perkuliahan di kampus sehingga dapat menjadi pengetahuan yang sangat bermanfaat dan berharga bagi penulis kedepannya.

5. Kepala Kecamatan beserta Staff Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan informasi terkait penelitian penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

6. Masyarakat Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan informasi terkait penelitian penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan.

7. Teman-teman Jurusan Ilmu Administrasi Negara angkatan 2017 terkhusus Kelas IAN B yang telah memberikan dukungan dan motivasi serta masukan kepada penulis.

(9)

ix

8. Teman-teman KKP ku yang selalu memberikan semangat, motivasi serta dukungan kepada penulis.

Dan seluruh pihak dan rekan yang penulis tidak sebutkan satu persatu namanya, penulis ucapkan terimah kasih atas doa dan dukungannya sehingga dengan segala kerendahan hati penulis sadar bahwa skripsi ini sangatlah jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan oleh sebab itu kritik, saran dan umpan balik diharapkan agar skripsi ini mendekati kesempurnaan. Semoga segala bantuan pihak, dorongan dan pengorbanan yang telah diberikan memungkinkan selesainya skripsi ini bernilai ibadah, serta memperoleh imbalan yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.

Makassar, 26 Agustus 2021

Nur Halisa

(10)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ...iii

HALAMAN PENERIMAAN TIM... iv

HALAMAN PERNYATAAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ...xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

A. Penelitian terdahulu ... 9

B. Konsep Pelayanan Publik ... 13

C. Konsep Etika Pelayanan Publik ... 19

D. Kerangka Pikir ... 22

E. Fokus Penelitian ... 23

F. Defenisi Fokus ... 24

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 26

B. Jenis dan Tipe Penelitian ... 26

C. Informan Penelitian ... 27

D. Teknik Pengumpulan data ... 28

E. Teknik Analisis Data ... 29

(11)

xi

F. Teknik Pengabsahan data ... 30

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

A. Deskripsi Lokasi Penelitian... 32

B. Hasil Penelitian ... 57

C. Pembahasan Penelitian ... 83

BAB V PENUTUP ... 91

A. Kesimpulan ... 91

B. Saran ... 92 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 11 Tabel 3.1 Informan Penelitian ... 27 Tabel 4.1 Nama Camat yang Pernah Memimpin di Kecamatan ... 35 Tabel 4.2 Nama Pelayanan Administrasi di Kantor Kecamatan Tanete Riaja

... 62 Tabel 4.3 Data masyarakat yang pernah melakukan pengurusan di Kantor

Kecamatan Tanete Riaja ... 69 Tabel 4.4 Nama, Bidang, dan Masa Kerja Pegawai di Kantor Kecamatan Tanete

Riaja ... 75 Tabel 4.4 Absen Pegawai di Kantor Kecamatan Tanete Riaja ... 82

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pikir ... 23

Gambar 4.2 Bagan Struktur Organisasi Kecamatan Tanete Riaja... 56

Gambar 4.3 Prosedur Pelayanan di Kantor Kecamatan Tanete Riaja ... 68

Gambar 4.4 Jam Kerja Pegawai di Kantor Kecamatan Tanete Riaja ... 81

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam era modernisasi, pelayanan publik telah menjadi peristiwa yang semakin penting. Praktinya penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia masih penuh dengan ketidakpastian biaya, waktu dan cara pelayanan. Prosedur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat begitu berbelit-belit. Prosedurnya juga cenderung hanya mengatur kewajiban warga ketika berhadapan dengan unit pelayanan. Waktu dan biaya pelayanan belum jelas bagi para pengguna pelayanan.

Disamping itu juga sering didengar dan dilihat adanya tindakan dan perilaku oknum pemberi pelayanan yang tidak ramah, tidak sopan dan diskriminatif. Sebagai konsekuensi logisnya pada saat ini kinerja pemerintah sebagai pelayan publik banyak menjadi perhatian, terutama sejak timbulnya iklim yang lebih demokratis dalam pemerintahan. Rakyat mulai mempertanyakan akan nilai yang mereka peroleh atas pelayanan yang dilakukan oleh instansi pemerintah. Melihat betapa berbelit-belitnya masalah yang terjadi dalam praktik penyelenggaraan pelayanan publik, maka upaya penerapan etika pelayanan publik di Indonesia menuntut pemahaman dan sosialisasi yang menyentuh serta utuh semua dimensi persoalan yang dihadapi birokrasi pelayanan.

(15)

Etika Pelayanan Publik harus berdasarkan asas transparansi (kemudahan akses dan keterbukaan) serta akuntabilitas (pertanggungjawaban sesuai oleh legal formal) demi kebutuhan masyarakat. Pelanggaran moral serta etika dalam pelayanan publik dapat terjadi dari mula proses kebijakan publik yang tidak resfonsif, tidak akuntabel, tidak transparansi, tidak adil dan lain sebagainya. Etika yang semestinya sudah mulai luntur oleh perbuatan kurang terpuji oleh pihak aparatur negara.

Begitupun menurut Undang-undang No. 25 Tahun 2009, Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, dan / atau pelayanan administrative yang disediakan oleh penyelenggara publik.

Secara Etimologis kata etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ethos

dalam bentuk tunggal dan ta etha dalam bentuk jamak yang berarti kebiasaan, adat istiadat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Kata ethos dalam penggunaan sehari-hari dikaitkan dengan sikap dan cara berpikir.

Ethos kerja misalnya berkaitan dengan sikap dan cara kerja.

Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan Wijaya et al., (2019) dengan judul Survei Etika Pelayanan Publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda yaitu berdasarkan hasil penelitian maka etika pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Samarinda dapat dikatan baik. Dilihat dari indikator keterbukaan, tanggap

(16)

akan aspirasi masyarakat, menghargai perbedaan dan tanggungjawab. Tetapi masih adanya kekurangan, seperti masyarakat yang belum memahami syarat- syarat maupun prosedur dalam pengurusan dokumen, masih ada pegawai yang cuek terhadap keluhan dari masyarakat, dan pemuasan akan sarana dan prasarana seperti ruang tunggu yang memadai atau kursi untuk mengatasi hal tersebut, pegawai lebih mengamati dan menindak lanjuti kembali keluhan- keluhan dari masyarakat menyangkut pelayanan pengurusan dokumen kependudukan, lebih mengamati lagi prasarana dan sarana dalam proses pelayanan dan dengan sosialisasi secara berkala bagi pentingnya dokumen kependudukan melalui Kantor Kecamatan dan Kelurahan.

Adapun penelitian dari Zega, (2018) dengan judul Analisis Penerapan Etika Birokrasi dalam Pelayanan Publik Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli. Pada hasil analisis tentang penerapan etika birokrasi dalam pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli. Secara umum maka penerapan etika birokrasi dalam pelayanan publik di Indonesia kurang dibahas secara umum dan tuntas sebagaimana terdapat di negara maju, walaupun telah disadari maka salah satu kelemahan dasar dalam pelayanan publik di Indonesia ialah ialah masalah moralitas. Etika terkadang dilihat sebagai elemen yang kurang berkaitan dengan dunia pelayanan publik. Sedangkan, dalam literatur tentang administrasi publik dan pelayanan publik, etika adalah salah satu elemen yang sangat menentukan kepuasan publik yang dilayani berbarengan keberhasilan organisasi pelayanan publik itu sendiri. Penerapan etika birokrasi dalam

(17)

pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini cukup baik dari harapan pada umumnya. Hal tersebut, menunjukkan aparat birokrasi cakap mewujudkan misi organisasi dari aturan yang ditetapkan dalam pemberian pelayanan bagi publik. Maka dari itu, timbul kepuasan masyarakat sebagai pengguna jasa yang tampak pada keluhan yang disampaikan dalam hal pelayanan KTP. Dengan begitu, secara umum kesadaran aparat birokrasi pada dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli, berdasarkan dalam Pengembangan etika birokrasi dalam pelayanan publik sudah berusaha semaksimalnya dalam melakukan pelayanan publik. Perilaku aparat birokrasi dalam organisasi oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota Gunungsitoli masa ini, mampu menetapkan patok batas untuk membedakan oleh birokrasi lain.

Penelitian terdahulu dari Suaib, (2018) dengan judul Etika Birokrasi (Studi Pelayanan di dinas kependudukan dan catatan Sipil Kota Sorong) yaitu berdasarkan oleh hasil penelitian serta analisis etika pelayanan publik pada indikatornya, bahwa etika pelayanan publik di dinas kependudukan dan catatan sipil kota Sorong dapat disimpulkan sebagai etika birokrasi dalam pelayanan publik di dinas kependudukan dan catatan sipil kota Sorong, begitu ditunjukan oleh penelitian ini masih jauh pada tujuan pada umumnya. Hal ini memperlihatkan pada aparat birokrasi kurang mampu melaksanakan misi organisasi dari aturan yang ditetapkan dalam pemberian pelayanan bagi

(18)

publik. Maka dari itu timbul ketidakpuasan masyarakat sebagai pengguna jasa yang terlihat pada keluhan yang disampaikan dalam hal pelayanan KTP.

Persoalan pelayanan publik sangat kompleks, variabelnya sangat luas, dan upaya perbaikan birokrasi sebagai pelayan publik (publik service) termasuk upaya menempatkan etika sebagai nilai tertinggi pelayanan publik, diikuti dengan ambisi aparat untuk merubah sikap orentasi perilakunya keaspek yang lebih mengutamakan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan memerlukan waktu yang panjang, dari itu menurut Mertins Jr dalam Bisri & Asmoro, (2019) ada empat hal yang harus dijadikan pedoman yaitu : equality, perlakuan yang sama atas pelayanan yang diberikan. Hal ini didasarkan atas tipe perilaku birokrasi rasional yang secara tetap memberikan pelayanan yang berkualitas kepada semua pihak tanpa memandang partai politik, suku, agama, status sosial dan lain-lain. Memberikan perlakuan yang sama serupa dengan berlaku jujur, suatu perilaku yang patut dihargai. Dari perlakuan yang sama dimana masih ada pemberian pelayanan melihat dari sisi ekonomi seseorang.

Perlakuan yang sama identik dengan perilaku jujur dan terhormat.

Kedua, equity yaitu perlakuan yang adil dan merata. Dalam situasi sosial multidimensi, perlakuan yang adil dan setara mungkin diperlukan, atau perlakuan yang adil dan tidak setara terhadap orang-orang tertentu mungkin diperlukan. Ketiga, loyalty yaitu kesetiaan yang diberikan kepada hukum, konstitusi, pimpinan, bawahan, rekan kerja. Dimana dari kesetiaan setidaknya harus mampu bekerja sama demi terlaksananya pelayanan yang semaksimal

(19)

mungkin bagi masyarakat, meluangkan waktu dan pikiran dengan melayani masyarakat. Keempat, responsibility, semua instansi pemerintah harus mau menerima pertanggungjawab atas tugas yang diberikan dan hasil yang dipercayakan kepadanya. Dimana bisa bertanggungjawab dengan berbagai bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru merupakan salah satu Kecamatan yang telah menerapkan etika pelayanan publik. Akan tetapi, dalam teknis pelaksanaanya ternyata masih terdapat beberapa permasalahan.

Olah karena itu, yang menjadi kajian sekarang adalah apakah memang etika pelayanan publik benar-benar sebagai bagian dari perwujudan proses penyelenggaraan pemerintah yang Equality, Equity, Loyality, dan Responsibility dapat dijalankan sesuai prinsip awalnya.

Dari pengamatan awal ditemukan berbagai fenomena di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru seringkali masih ada aparatur pemerintah yang melayani kepentingan publik masih belum menyadari apa saja fungsi mereka sebagai pelayan masyarakat, terkait etika pelayanan publik yang belum sepenuhnya diterapkan dengan baik disebabkan masih terdapat pegawai yang datang terlambat bahkan tidak datang setiap hari ke kantor sehingga menghambat pelayanan, tidak adanya kepastian waktu terhadap penyelesaian pelayanan. Hal ini tentu saja dapat menghambat kelancaran kegiatan pelayanan. Dimana tujuan pelayanan publik ialah tercapainya kepuasan masyarakat. Kepuasan masyarakat akan terwujud apabila pelayanan yang diberikan sesuai dengan SOP (standar pelayanan prosedur) yang telah

(20)

ditetapkan serta atau lebih baik dari standar yang diterapkan dan belum sepenuhnya menerapkan teori yang dikemukakan oleh Mertins Jr dalam Bisri

& Asmoro, (2019) yaitu : Persamaan Hak (equality), Keadilan (equity), Kesetiaan (loyality), dan Pertanggung Jawaban (Responsibility).

Dari pemaparan latar belakang masalah di atas maka peneliti tertarik mengangkat judul yakni : “Etika Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan dalam latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah penelitian ialah sebagai berikut : 1. Bagaimana persamaan hak (Equality) etika pelayanan publik di Kantor

Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru ?

2. Bagaimana keadilan (Equity) etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru ?

3. Bagaimana kesetiaan (Loyality) etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru ?

4. Bagaimana pertanggung jawaban (Responsibility) etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru ?

C. Tujuan Penelitian

Berdsarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka tujuan penelitian ini ialah :

(21)

1. Untuk mengetahui persamaan hak dalam etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

2. Untuk mengetahui keadilan dalam etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

3. Untuk mengetahui kesetiaan dalam etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

4. Untuk mengetahui pertanggung jawaban dalam etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini : 1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini sebagai referensi ilmiah dalam kajian ilmu administrasi negara.

2. Manfaat Peraktis

a. Sebagai salah satu sumber data dan informasi atau bahan referensi bagi para mahasiswa serta peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian.

b. Untuk memperluas pengetahuan penulis di bidang ilmu administrasi Negara khususnya etika pelayanan publik di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

(22)

9 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Adapun penelitian terdahulu yang relevan dalam mendukung penelitian ini, diantaranya :

1. Wijaya et al., (2019)

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan dan menganalisis survei etika pelayanan publik pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dipakai ialah statistik deskriptif.

Berdasarkan hasil survei bahwa etika pelayanan publik pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda. Dapat disebut baik.

Dilihat dari indikator tanggungjawab, keterbukaan, tanggap akan aspirasi masyarakat dan menghargai perbedaan. Namun masih terdapat keterbatasan seperti masih ada pegawai yang acuh tak acuh terhadap keluhan dari masyarakat, pemenuhan akan sarana dan prasarana seperti kursi dan ruang tunggu kurang memadai, dan masyarakat yang belum mengetahui prosedur maupun syarat-syarat pada pengurusan dokumen. Untuk mengatasi hal tersebut, pegawai lebih menindaklanjuti dan memperhatikan kembali

(23)

keluhan-keluhan oleh masyarakat terkait pelayanan pengurusan dokumen kependudukan, melakukan sosialisasi secara berkala akan pentingnya dokumen kependudukan melalui kantor kecamatan dan kelurahan dan lebih memperhatikan sarana serta prasarana bagi proses pelayanan.

2. Zega, (2018)

Pelayanan dari para aparat birokrasi Pemerintah Kota GunungSitoli sangat diperlukan dapat melakukan penerapan etika birokrasi dalam pelayanan publik secara nyata sehingga tertib administrasi kependudukan sehingga dapat terwujud secara efisien dan efektif tanpa mengabaikan nilai moral serta etika birokrasi itu sendiri. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer.

Kedua jenis data ini dapat ditemukan dengan cara wawancara dan observasi. Data yang sudah diperoleh akan dianalisa melalui teknik analisa data dengan metode deskriptif dan metode deduktif. Dari hasil analisis secara deskriptif berdasarkan data sekunder yang ditemukan dari objek penelitian.

Sebagaimana diuraikan pada kajian teori, maka indikator etika birokrasi dalam pelayanan publik ialah penerapan etika birokrasi yaitu Kejujuran dalam pelayanan, Kode etik dalam pelayanan, Tanggungjawab pelayanan, disiplin dalam pelayanan, diskriminatif dalam pelayanan. Pelayanan Publik yaitu keterbukaan, keserdehanaan, keadilan, kepastian, kenyamanan dan keamanan, serta perilaku petugas pelayanan.

(24)

3. Suaib, (2018)

Penelitian bertujuan untuk menganalisis aplikasi etika dalam pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sorong.

Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan ialah analisis kualitatif dengan cara penyajian data, reduksi data, mendeskripsikan dengan statistik deskriptif, verifikasi, dan mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian serta analisis etika pelayanan publik dari indikatornya, maka dari itu etika pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sorong bisa di simpulkan sebagai berikut. Etika birokrasi dalam pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Di Kota Sorong, sebagaimana ditujukkan oleh penelitian masih jauh dari tujuan pada umumnya. Hal ini menunjukkan bahwa aparat birokrasi kurang mampu mewujudkan misi organisasi dari aturan yang ditetapkan bagi pemberian pelayanan kepada publik. Oleh sebab itu, timbul ketidakpuasan masyarakat sebagai pengguna jasa yang tampak pada keluhan yang di sampaikan dalam hal pelayanan KTP.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti (Tahun)

Judul Penelitian

Metode Penelitian

Tujuan Penelitian

Perbedaan Wijaya

et al.,

Survei Etika Pelayanan

Deskriptif Kuantitatif

Untuk

mendeskripsikan

Penelitian Agung Artha

(25)

(2019) Publik Pada Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda

serta

menganalisis survei etika pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda.

Wijaya dkk lebih fokus terhadap survei etika pelayanan publik pada Dinas

Kependudukan dan Pencatatan sipil Kota Samarinda, sedangkan penelitian lain hanya fokus terhadap etika birokrasi pada Dinas

Kependudukan dan Catatan Sipil.

Zega, (2018)

Analisis Penerapan Etika Birokrasi dalam

Pelayanan Publik pada Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli.

Kualitatif Tujuannya yaitu Pelayanan dari para aparat Birokrasi

Pemerintah Kota Gunungsitoli sangat

diharapkan dapat melaksanakan penerapan etika birokrasi dalam pelayanan publik secara nyata sehingga tertib administrasi kependudukan bisa terwujud secara efisien dan efektif dengan tidak mengabaikan nilai moral serta etika birokrasi.

Perbedaanya terletak pada lokasi

penelitian serta lebih berfokus pada penerapan etika birokrasi dalam

pelayanan publik dalam birokrasi.

Suaib, (2018)

Etika Birokrasi (Studi

Pelayanan di

Analisis Kualitatif

Menganalisis aplikasi etika dalam pelayanan

Perbedaanya terletak pada lokasi

(26)

Dinas

Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sorong)

publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sorong.

penelitian serta lebih berfokus pada aplikasi etika dalam

pelayanan publik.

Penelitian tentang Survei Etika Pelayanan Publik sudah dilakukan oleh Wijaya et al., (2019) yang penelitiannya menekankan pada mendeskripsikan dan menganalisis Survei Etika Pelayanan Publik. Adapun penelitian dari Zega, (2018) lebih menekankan pada Penerapan Etika Birokrasi dalam Pelayanan Publik dalam Birokrasi. Sedangkan Suaib, (2018) menekankan pada menganalisis aplikasi Etika dalam Pelayanan Publik. Yang membedakan penelitian-penelitian lainya ialah penulis memfokuskan pada Etika Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

B. Konsep Pelayanan Publik

1. Pengertian Pelayanan Publik

Pelayanan publik merupakan pemberian layanan keperluan masyarakat atau orang yang memiliki kepentingan pada organisasi itu sesuai aturan pokok serta tata cara yang telah ditetapkan. Dalam situasi pelayanan publik menurut Moenir dalam Harsono, (2019) ialah kegiatan yang dilakukan seseorang maupun sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui prosedur, sistem dan metode tertentu dalam usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya.

(27)

Pelayanan Publik biasanya dilakukan oleh birokrat ataupun pejabat pemerintah ialah pelaksanaan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi negara masyarakat selain itu sebagai abdi negara. Pemerintah tidaklah diselenggarakan untuk melayani masyarakat dan menciptakan kondisi yang mengharuskan setiap anggota masyarakat meningkatkan kreativitas dan kemampuan demi mencapai tujuan bersama. Mulyadi, (2018)

Pelayanan publik menjadi suatu standar kinerja pemerintah yang paling konkrit. Masyarakat dapat langsung mengukur kinerja pemerintah berdasarkan kualitas layanan publik yang diterimah, karena kualitas layanan publik menjadi kepentingan banyak orang serta pengaruhnya langsung dirasakan masyarakat dari setiap kalangan, dimana keberhasilan dalam mewujudkan kinerja pealayanan publik secara profesional, efisien, efektif dan akuntabel akan mengangkat citra positif pemerintah dimata masyarakatnya.

Menurut Gronroos dalam Sabaruddin, (2015) pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen atau pelanggan.

Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk jasa publik maupun barang publik

(28)

yang pada prinsipnya menjadi tanggungjawab serta dilaksanakan oleh instansi pemerintah di daerah, di pusat, dan lingkungan badan usaha milik daerah atau badan usaha milik negara, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Raminto dan Atik Septi Winarsih dalam Rahmi &

Andry, (2019).

Menurut Sabaruddin, (2015) mendefinisikan Pelayanan adalah produk-produk yang tidak kasat mata (“tidak dapat diraba”) yang melibatkan usaha-usaha manusia menggunakan peralatannya.

Menurut Pasolong dalam Yanuar, (2019) pelayanan pada dasarnya dijelaskan sebagai aktivitas sekelompok, seseorang atau organisasi baik secara tidak langsung ataupun langsung untuk memenuhi kebutuhan, jadi dapat dikatakan bahwa dalam pelayanan terdapat dua aspek yaitu organisasi atau seseorang serta pemenuhan kebutuhan.

2. Unsur-unsur Pelayanan Publik

Menurut Bharata dalam Maryam, (2016) terdapat enam unsur penting dalam proses pelayana publik, yaitu :

a. Penyediaan layanan, ialah pihak yang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada konsumen baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan jasa-jasa (services) atau penyerahan barang (goods).

(29)

b. Penerima layanan ialah mereka yang disebut sebagai konsumen (customer) yang menerima beragam layanan dari penyedia layanan.

c. Jenis layanan ialah layanan yang dapat diberikan oleh penyedia layanan terdapat pihak yang membutuhkan layanan.

d. Kepuasan pelanggan ialah dalam memberikan layanan penyedia layanan harus menunjuk pada tujuan utama pelayanan, ialah kepuasan pelanggan. Hal ini sangat penting dilakukan dikarenakan tingkat kepuasan yang ditemukan para pelanggan itu biasanya sangat berkaitan erat dengan standar kualitas barang serta jasa yang mereka nikmati.

Ciri-ciri Pelayanan Publik yang baik ialah memiliki unsur-unsur yaitu sebagai berikut ini Kasmir dalam Fachruddin, (2019) :

1. Tersedianya pegawai yang baik

2. Tersedianya prasarana dan sarana yang baik

3. Bertanggungjawab terhadap setiap pelanggan sejak awal hingga akhir

4. Mampu berkomunikasi

5. Mampu melayani secara tepat dan cepat

6. Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi 7. Berusaha memahami kebutuhan pelanggan

8. Memiliki kemampuan yang baik dan pengetahuan 9. Mampu memberikan kepercayaan kepada pelanggan

(30)

3. Asas Pelayanan Publik

Untuk bisa memberikan pelayanan yang memuaskan pengguna jasa, penyelenggaraan pelayanan harus melaksanakan asas-asas pelayanan. Untuk dapat mencapai kepuasan itu dituntut kualitas pelayanan publik profesional, kemudian Lijan Poltak Sinambela dalam Zamroni & Widodo, (2019) menerangkan asas-asas dalam pelayanan publik terlihat dari :

1) Transparansi 2) Akuntabilitas 3) Partisipatif 4) Kondisional 5) Kesamaan Hak

6) Keseimbangan Hak serta kewajiban

Dari pengertian diatas maka pelayanan publik berkualitas apabila memenuhi asas-asas diantaranya sebagai berikut ini : akuntabilitas, transparansi, kesamaan hak, partisipatif, keseimbangan hak dan kewajiban, fasilitas, keprofesionalan, kemudahan dan ketepatan waktu.

4. Hakikat Pelayanan Publik

Menurut Sedramayanti dalam Hartati et al., (2013) yaitu lebih lanjut menegaskan bahwa hakikat dari pelayanan publik antara lain :

1. Meningkatkan mutu serta produktivitas pelaksanaan tugas serta fungsi instansi pemerintah pada bidang pelayanan umum.

(31)

2. Mendorong upaya mengefektifkan sistem serta tata laksana pelayanan, sehingga pelayanan umum bisa diselenggarakan secara lebih berdayaguna dan atau berhasil guna.

3. Mendorong tumbuhnya kreativitas, peran dan prakarsa serta masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

5. Indikator Pelayanan Publik

Adapun menurut Pasolong dalam Wawan & Mayrudin, (2020) ialah bahwa untuk menilai baik buruknya suatu pelayanan publik yang diberikan oleh para pejabat publik dapat dilihat dari baik buruknya penerapan lima indikator yakni :

1. Efisiensi ialah para birokrat tidak boros dalam melaksanakan tugas- tugas pelayanan kepada masyarakat. Dalam artian bahwa para birokrat secara berhati-hati agar memberikan hasil yang sebesar- besarnya terhadap publik.

2. Efektivitas ialah pada birokrat dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada publik harus baik (etis) apabila memenuhi target atau tujuan publik bukan tujuan dari pemberi pelayanan (“birokrasi publik”).

3. Kualitas pelayanan ialah kualitas pelayanan yang diberikan oleh pada birokrat kepada publik harus memberikan kepuasan kepada di layani.

(32)

4. Responsivitas ialah berkaitan dengan tanggung jawab pejabat publik dalam merespon kebutuhan publik yang sangat mendesak. Mereka dalam menjalankan tugasnya dinilai baik (“etis”) jika sangat perseptif dan memiliki profesionalitas yang tinggi.

5. Akuntabilitas ialah berkaitan dengan pertanggung jawaban daam melaksanakan tugas dan kewenangan pelayanan publik. Birokrat atau pejabat publik yang baik (etis) ialah yang akuntabel dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya.

C. Konsep Etika Pelayanan Publik 1. Pengertian Etika

Secara etimologis kata etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu

ethos” dalam bentuk tunggal dan ta etha dalam bentuk jamak yang berarti kebiasaan, watak, adat istiadat, perasaan, akhlak, sikap, dan cara berpikir.

Ethos kerja misalnya berkaitan dengan sikap dan cara kerja.

Menurut Bertens dalam Irawanto, (2015) Menjelaskan konsep etika memiliki banyak arti, salah satu diantaranya dan biasa digunakan orang ialah adat, kebiasaan atau watak dan akhlak. Filsuf besar Aristoteles, kata Bertens, telah menggunakan kata etika ini untuk menggambarkan filsafat moral yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan atau tata krama.

Menurut H.A.Mustafa dalam Sutiani, (2020) arti etika ialah ilmu yang menganalisis terhadap suatu perilaku yang baik maupun yang buruk

(33)

dengan memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang ditemukan oleh akan pikiran manusia.

Adapun kata etika oleh Ngorang, (2020) dimaknai sebagai berikut :

1. Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau sekelompok orang yang mengatur tingkah laku para pemeluk agamanya, atau pandangan hidup yang di anut oleh suatu kelompok masyarakat dan adat istiadat.

2. Etika sebagai kumpulan asas dan perinsip-prinsip moral yang dipegang sekelompok orang sesuai dengan profesinya seperti etika kedokteran, etika jurnalistik, etika rumah sakit Indonesia (etika disini disamakan dengan “kode etik”).

3. Etika sebagai ilmu, ialah ilmu tentang hal yang buruk dan hal yang baik.

Etika disini dilihat sebagai filsafat moral yang meninjau secara kritis apa yang baik dan apa yang buruk itu. Dalam bahasa inggris kata etika ini diterjemahkan dengan “ethics”.

2. Pengertian Etika Pelayanan

Etika menurut De Vos Susanty, (2011) bahwa secara eksplisit mengemukakan bahwa etika ialah “ilmu pengetahuan tentang moral atau kesusilaan”. Dimana moral adalah hal-hal yang mendorong manusia yang baik sebagai kewajiban dan norma”.

Menurut Ngorang, (2020) Etika pelayanan publik ialah suatu peraktik administrasi publik atau pemberian pelayanan publik (delivery system) yang

(34)

didasarkan atas serangkaian tuntutan perilaku (“rules of conduct”) atau kode etik yang mengatur hal-hal baik yang harus dilakukan atau sebaliknya yang tidak baik agar dihindarkan dalam praktik pelayanan publik. Sedangkan menurut Kumorotomo dalam Hasanah, (2019) berpendapat bahwa etika pelayanan publik ialah “suatu cara dalam melayani publik dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang menyimpang nilai-nilai hidup serta hukum atau norma-norma yang mengatur tingkah laku manusia yang dianggap baik”.

Dari konsep pendapat ahli diatas maka pemberian pelayanan publik ialah melayani publik dengan kebiasan-kebiasaan ataupun dengan hal-hal yang baik yang mengandung nilai hidup, hukum atau norma-norma tingkah laku yang dianggap hal yang baik.

3. Dimensi Etika Pelayanan Publik

Upaya memperbaiki birokrasi sebagai pelayanan publik (public servise) termasuk didalamnya upaya menanamkan etika sebagai nilai utama dalam pelayanan publik, memerlukan waktu yang panjang serta diikuti dengan kemauan aparat untuk merubah sikap serta orentasi perilakunya kearah yang lebih mementingkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan memerlukan waktu yang panjang, dari itu menurut Mertins Jr dalam Bisri &

Asmoro, (2019) ada empat hal yang harus di jadikan pedoman yaitu sebagai berikut :

(35)

1. Persamaan hak (equality) perlakuan yang sama atas pelayanan yang diberikan. Hal ini didasarkan atas tipe prilaku birokrasi rasional yang selaku konsisten memberikan pelayanan yang berkualitas kepada semua pihak tanpa memandang afiliasi politik, status sosial, agama, etnis dan sebagainya.

2. Keadilan (equity) perlakuan yang adil. Kondisi masyarakat yang pluralistik terkadang dibutuhkan perlakuan yang sama serta perlakuan yang adil, serta terkadang pula dibutuhkan perlakuan yang adil tetapi tidak sama kepada orang tertentu lainya.

3. Kesetiaan (loyality) ialah kesetiaan yang di berikan kepada konstitusi, pimpinan, hukum, bawahan dan rekan kerja. Beragam jenis kesetiaan tersebut terkait satu sama lain serta tidak ada kesetiaan yang mutlak diberikan kepada satu jenis kesetiaan tertentu mengabaikan lainnya.

4. Pertanggungjawaban (responsibility) ialah setiap aparat pemerintah harus siap menerima tanggungjawab dengan tugas yang diberikan serta hasil yang akan dicapai.

D. Kerangka Pikir

Penelitian ini di lakukan pada kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana etika pelayanan di kantor tersebut. Penelitian akan dianalisis melalui teori Mertins Jr dalam Bisri & Asmoro, (2019) yang menyatakan bahwa etika pelayanan publik dapat diukur melalui indikator yaitu : Persamaan hak, Keadilan, Kesetiaan,

(36)

dan Pertanggung Jawaban. Beberapa uraian yang telah dikemukakan, yang mendasari lahirnya kerangka pikir seperti berikut ini :

Bagan Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Kerangka Pikir E. Fokus Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir diatas maka fokus penelitian tentang etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru yaitu Persamaan Hak (equality), Keadilan (equity), Kesetiaan (loyality), dan Pertanggung Jawaban (responsibility).

Etika Pelayanan Publik

Persamaan hak (Equality)

Keadilan (Equity)

Kesetiaan (Loyality)

Pertanggung jawaban (Responsibility)

Etika Pelayanan Publik Pada Kantor Kecamatan Tanete

Riaja Kabupaten Barru

(37)

F. Deskripsi Fokus

Deskripsi fokus penelitian ialah uraian atau penjelasan dari masing- masing fokus yang diamati untuk memberikan kemudahan serta kejelasan tentang pengamatan. Lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut ini :

1. Persamaan hak (equality) perlakuan yang sama atas pelayanan yang diberikan. Dalam hal ini mencakup kewajiban (keharusan) dimana setiap pegawai pada bagian pelayanan administrasi seperti masyarakat yang ingin mengurus surat keterangan tidak mampu, Surat Tanda Bukti Diri (SPTB), Tabungan Pensiun (TASPEN) dan dimana di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dapat memberikan perlakuan yang sama meliputi pelayanan yang berkualitas kepada semua masyarakat tanpa memandang afiliasi politik, etnis, status sosial, agama dan lainya.

Indikatornya ialah adanya persamaan derajat yang dapat dilihat dari suku, bangsa, agama, ras, gender, golongan, persamaan hak yang dilihat dari sisi pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan layak, adanya persamaan kewajiban seperti hamba allah, individu ataupun anggota masyarakat.

2. Keadilan (equity) ialah perlakuan yang sama kepada masyarakat, selain itu perlakuan yang adil. Pada indikator ini dimana para pegawai di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah dan baik, serta semua masyarakat diperlakukan dengan sama dan adil, memberikan penjelasan sebelum serta saat proses pelayanan secara terbuka kepada masyarakat.

(38)

3. Kesetiaan (loyality) ialah kesetiaan yang diberikan kepada konstitusi, hukum, pimpinan, bawahan dan rekan kerja. Pada indikator ini dimana para pegawai pada bagian pelayanan administrasi di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru diharapkan bisa saling membantu sesama rekan kerja dan mau bekerja sama satu sama lain, tetap bertahan pada organisasi.

4. Pertanggung jawaban (responsibility) ialah setiap aparatur pemerintah pada bagian pelayanan administrasi di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru harus siap menerima tanggung jawab apapun yang dia kerjakan. indikatornya ialah datang tepat waktu di kantor, bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan, memberikan informasi kepada masyarakat tentang SOP pelayanan.

(39)

26 BAB III

METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Lokasi Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu dimulai pada tanggal 06 Agustus sampai 06 Oktober 2021.

2. Lokasi Penelitian

Adapun lokasi penelitian ini berada di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Jl. Sultan Hasanuddin No 17 Ralla, Lompo Riaja Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

B. Jenis Dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan alasan penelitian kualitatif ialah suatu pendekatan yang disebut dengan pendekatan investigasi, dimana peneliti mengumpulkan data dengan berinteraksi dengan orang-orang ditempat penelitian dan dengan cara bertatap muka dengan secara langsung sehingga dengan demikian peneliti dapat menggambarkan kenyataan dari fenomena yang terjadi di tempat penelitian dan penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru

(40)

2. Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini ialah tipe penelitian deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan tipe penelitian ini karena tipe deskriptif kualitatif ialah tipe penelitian yang bertujuan mendeskripsikan dan menggambarkan suatu peristiwa atau kejadian maupun fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara akurat dan sistematis mengenai suatu fenomena atau kejadian-kejadian yang terjadi dilapangan.

C. Informan Penelitian

Informan ialah suatu objek penting yang terdapat pada sebuah penelitian yang dimanfaatkan dalam memperoleh informasi tentang situasi atau kondisi penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu : Camat Tanete Riaja, Staf dan Masyarakat Kecamatan Tanete Riaja.

Table 3.1 Informan Penelitian

No Nama Inisial Jabatan

1. Musakkir, S.Sos. M.Si MS Camat

2. Arsto Shiddiq, SH. MH AS Sekretaris Camat

3. Syahril SY Staff

4. Hj. Muliana ML Staff

5. Hasan HS Masyarakat

6. Abd. Salam Naleng AB Masyarakat

7. Rohani RO Masyarakat

8. Khatijah KH Masyarakat

9. Marni MA Masyarakat

10. Rahmatang RA Masyarakat

11. Hayati HA Masyarakat

(41)

D. Teknik pengumpulan Data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi merupakan bagian dari mengumpulkan data yang langsung dapat diperoleh dari lapangan, observasi dalam penelitian ini ialah melihat bagaimana etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Observasi dilakukan guna memperoleh gambaran nyata dari suatu peristiwa yang terjadi guna menjawab pertanyaan penelitian.

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui tanya-jawab dengan informan. Teknik wawancara di mana peneliti melakukan guna memperoleh data primer tentang etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini, di lakukan dengan rekaman yaitu perekaman tersebut berupa foto untuk memperoleh gambaran visual tentang etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Pada saat penelitian berlangsung peneliti melakukan cara di mana dengan melihat hal apa saja yang di anggap penting.

(42)

E. Teknik Analisis Data

Analisis data ialah proses mencari dan menyusun secara terstruktur atau sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan bahan-bahan lainya. Adapun teknik analisis data yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini, yaitu terdapat 3 komponen menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono, (2014) :

1. Reduksi Data

Data diperoleh dari lapangan memiliki jumlah yang cukup banyak, oleh sebab itu reduksi data ialah suatu proses dalam memilih suatu data.

Samahalya peneliti yang semakin lama dilapangan melakukan penelitian maka data yang diperoleh akan semakin banyak serta menimbulkan kesulitan. Maka dari itu dilakukan proses pemulihan melalui reduksi data, mereduksi data adalah menggolongkan data, memilih hal-hal penting, membuang hal-hal yang tidak perlu serta mengorganisasikan suatu daya yang ditarik dan disimpulkan.

2. Penyajian Data

Penyajian data penelitian kualitatif adalah kumpulan informasi yang disusun dari penarikan kesimpulan pada penelitian. Penyajian dilakukan dengan uraian singkat, bentuk bagan dan, antar kategori yang mudah dicapai.

3. Kesimpulan /Verifikasi

Kesimpulan atau Verifikasi ialah langkah terakhir dalam menganalisis data kualitatif. Apabila kesimpulan pertama yang telah diterangkan masih

(43)

memiliki sifat sementara dan akan berubah ketika peneliti menemukan bukti yang kuat dalam mendukung tahap pengumpulan data berikutnya.

Tetapi jika suatu data yang dikemukakan pada kesimpulan pertama yang telah didukung dengan bukti-bukti yang akurat serta konsisten ketika penganalisis/peneliti telah kembali kelapangan untuk melakukan tinjauan ulang dalam mengumpulkan data maka kesimpulan tersebut kreadibel.

F. Teknik PengabsahanData

Salah satu cara yang digunakan oleh peneliti atau penganalisis dalam pengujian kredibilitas data ialah dengan triangulasi. Menurut Sugiyono, (2012) triangulasi adalah sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara serta berbagai waktu, dan lebih lanjut Sugiono membagi tiga macam triangulasi yaitu sebagai berikut :

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini penelitian melakukan pengumpulan serta pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil wawancara, pengamatan/observasi dan dokumen-dokumen yang ada, selanjutnya peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik ialah dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang

(44)

diperoleh dengan wawancara, kemudian dicek dengan observasi dan dokumen. Seumpama dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang lain atau yang bersangkutan, untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut pandang yang berbeda-beda.

3. Triangulasi Waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar-segarnya, dimana belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan observasi, wawancara atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian dari tim peneliti lain diberi tugas melakukan pengumpulan data.

(45)

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian

Dalam bab ini dimana akan diuraikan hasil penelitian serta menyajikan data yang didapatkan penulis setelah melakukan penelitian di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang disertai dengan penjelasan untuk mempermudah dalam melakukan proses pembahsan hasil penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika pelayanan publik di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

1. Profil Kabupaten Barru

Gambaran umum kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0- 1.700 meter dan diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan, berbukit hingga bergunung-gunung dan sebahagian lainya ialah daerah datar hingga landai.

Kabupaten Barru ialah salah satu kabupaten yang berada pada pesisir barat provinsi Sulawesi selatan. Kabupaten Barru mempunyai luas wilayah 1.174,72 km2 terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan, 15 kelurahan, 40 desa, 39 lingkungan, 124 dusun, ketujuh kecamatan tersebut adalah kecamatan tanete riaja, tanete rilau, barru, soppeng riaja, mallusetasi, pujananting, balusu.

(46)

a. Letak Geografi

Kabupaten Barru terletak di Pantai Barat Sulawesi Selatan, berjarak sekitar 100 km arah utara kota Makassar. Secara geografis terletak pada koordinat 400549 lintang selatan – 404735” lintang selatan dan 119035’00” bujur timur – 119049’16” bujur timur.

Kabupaten Barru berbatasan dengan kabupaten lain yaitu :

Sebelah Utara : berbatasan Kotamadya Parepare dan kabupaten Sidrap Sebelah Timur : berbatasan kabupaten Soppeng dan kabupaten Bone Sebelah Selatan : berbatasan kabupaten Pangkep

Sebelah Barat : berbatasan Selat Makassar b. Luas wilayah

Kabupaten barru seluas 1.174,72 km2, terbagi dalam 7 kecamatan yaitu : kecamatan tanete riaja seluas 174,29 km2, kecamatan tanete rilau seluas 79,17 km2, kecamatan barru seluas 199,32 km2, kecamatan soppeng riaja seluas 78,90 km2, kecamatan Mallusetasi seluas 216,58 km2, kecamatan Pujananting seluas 314,26 km2, dan kecamatan Balusu seluas 112,20 km2, selain daratan, terdapat juga wilayah laut territorial seluas 4 mil dari pantai sepanjang 78 km.

(47)

c. Morfologi Wilayah

Berdasarkan kemiringan lereng, wilayah kabupaten Barru terbagi empat kriteria morfologis yaitu datar dengan kemiringan, 0-20 seluas 26,64%, landai dengan kemiringan 2-150 seluas 7.043 ha atau 5,49%, miring dengan kemiringan 15-400 seluas 33,346 ha atau 28,31%, dan terjal dengan kemiringan >400 seluas 50.587 ha atau 43,06% yang tersebar pada semua kecamatan.

d. Ketinggian Wilayah

Berdaskan ketinggian dari permukaan laut, kabupaten Barru dibagi dalam enam kategori ketinggian yaitu : 0-25 meter dari permukaan laut (mdpl) seluas 26.319 ha (22,40%), tersebar diseluruh kecamatan kecuali kec. Pujananting: 25-100 mdpl seluas 12.543 ha (10,68%), tersebar diseluruh kecamatan: 100-500 mdpl seluas 52.782 ha (44,93%), tersebar diseluruh kecamatan: 500-1000 mdpl seluas 23.812 ha (20,27%), tersebar diseluruh kecamatan kecuali kec. Tanete Rilau: 1000-1500 mdpl seluas 1.941 ha (1,65%), tersebar di kecamatan Tanete Rilau, Barru, Soppeng Riaja dan Pujananting: dan kategori > 1500 mdpl seluas 75 ha (0,06%), hanya terdapat di kecamatan Pujananting.

e. Kondisi Demografis

Jumlah penduduk kabupaten Barru pada tahun 2018 ialah 180.509 jiwa, terdiri dari 88.213 laki-laki dan 92.296 perempuan. Rasio jenis kelamin kabupaten Barru 95,58 persen, ini menunjukkan bahwa penduduk

(48)

laki-laki lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk perempuan. Jika dikaitkan dengan kelompok umur nampak proporsi penduduk perempuan yang lebih besar berada pada kelompok-kelompok umur tua. Sehingga untuk perencanaan pembangunan kependudukan di bidang kesehatan, kelompok manula perempuan ini menjadi penting mengingat pada umumnya manula perempuan lebih tidak sejahterah dibandingkan dengan manula laki-laki. Penduduk terbesar terdapat di kecamatan Barru yaitu 42.567 jiwa dan terkecil di kecamatan Pujananting 12.901 jiwa.

2. Profil Kecamatan Tanete Riaja a. Sejarah Kecamatan Tanete Riaja

Kecamatan Tanete Riaja ialah salah satu kecamatan dari 7 kecamatan yang ada di kabupaten Barru berada pada ± 30 km sebelah selatan ibu kota kabupaten Barru,yang terdiri dari 1 kelurahan dan 6 desa serta 108 RT.

Pada tahun 1964 terbentuklah kecamatan Tanete Riaja dan adapun pergantian kepemimpinan camat Tanete Riaja sejak tahun 1964 sampai sekarang dipimpin oleh beberapa camat yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.1

Nama camat yang pernah memimpin di Kecamatan Tanete Riaja

No Nama Camat Periode Kepemimpinan

Mulai Berakhir

1. H.M. Djauharuddin 1964 1971

2. M. Yusuf Iccu, BA 1971 1972

3. Drs. H. Hasan Abdullah 1972 1980

4 Drs. Abd. Samad, DM. BA 1980 1981

5 Drs. H. Andi Muhammad Rum 1981 1986

(49)

b. S

Sumber : Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru b. Letak Geografis Kecamatan Tanete Riaja

Batas wilayah kecamatan Tanete Riaja kabupaten Barru sebagai berikut :

 Sebelah Utara : Kecamatan Barru dan Kabupaten Soppeng

 Sebelah Timur : Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone

 Sebelah Selatan : Kecamatan Pujananting

 Sebelah Barat : Kecamatan Tanete Rilau c. Jarak Tempuh Kecamatan Tanete Riaja

Jarak tempuh kecamatan Tanete Riaja jarak antara kecamatan dengan pusat pemerintahan yaitu :

1. Jarak ke ibukota kabupaten yaitu kurang lebih 28 km dengan waktu tempuh kurang lebih 46 menit (mobil) sedangkan waktu tempuh kurang lebih 40 menit (motor).

2. Jarak ke ibukota provinsi kurang lebih 154 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 52 menit (mobil) sedangkan waktu tempuh kurang lebih 2-3 jam (motor).

6 Andi Bau Piether, BA 1986 1989

7 Drs. Mappa Husain 1989 1995

8 Drs. A.Syamsu Alam 1995 1999

9 Drs. H. Iskandar B. Amsar 1999 2003

10 Abu Bakar, S.Sos. M.Si 2003 2005

11 Syamsir, S.IP. M.Si 2005 2008

12 Andi Adnan Azis, S.STP. M.Si 2008 2013

13 H. Mustakim Pannugu, BSW 2013 2018

14 Musakkir, S.Sos. M.Si 2018 Sekarang

(50)

3. Waktu tempuh ke pusat fasilitas terdekat pemerintahan atau kesehatan yaitu 0 menit hal ini karena fasilitas tersebut ada dalam wilayah administratif kecamatan Tanete Riaja.

d. Cuaca dan Iklim Kecamatan Tanete Riaja

Iklim dan cuaca kecamatan Tanete Riaja dengan tipe iklim zone agroklimatologi yang berdasarkan pada bulan basah berturut-turut pada 5 sampai 6 bulan (Oktober-Maret) sedangkan bulan kering berturut-turut kurang dari 2 bulan (April-September). Keadaan tanah di kecamatan Tanete Riaja berupa tanah litosol dan mediteran. Tanah Litosol ialah tanah mineral daribahan induk batuan beku atau batuan sedimen keras, tesktur beraneka dan umumnya berpasir, serta solum dangkal. Sedangkan tanah Mediteran berasal dari bahan induk tufa vulkanis bersifat basa serta kapur keras (limestone).

e. Luas Wilayah Kecamatan Tanete Riaja

Kecamatan Tanete Riaja seluas 174,29 km2, terbagi dalam 1 kelurahan yaitu : kelurahan Lompo Riaja seluas 20,89 km2 dan memiliki 6 desa yaitu : desa Harapan seluas 53,10 km2, desa Kading seluas 22,69 km2, desa Lempang seluas 17,63 km2, desa Libureng seluas 20,24 km2, desa Lompo Tengan seluas 13,32 km2 dan desa Mattirowalie seluas 26,42 km2. f. Visi Misi Kecamatan Tanete Riaja

Visi dan misi bupati terpilih secara eksplisit ialah kontrak politik antara kepala daerah dengan masyarakat sehingga visi, misi dan program

(51)

kepala daerah harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan kepala daerah yang terjabar dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah.

Rencana pembangunan jangka menegah (RPJM) daerah sebagai dokumen perencanaan konfrehensif lima tahunan juga merupakan acuan bagi masing-masing unit kerja atau disebut satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menyusun rencana strategis satuan kerja perangkat daerah dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan visi, misi dan program kepala daerah.

Dengan pertimbangan kondisi daerah, permasalahan pembangunan, tantangan yang dihadapi serta isu-isu strategis, dan mengacu pada visi yang telah disampaikan oleh bupati/wakil bupati hasil pemilihan kepala daerah tahun 2015 maka visi kabupaten Barru tahun 2016-2021, ialah :

“Kabupaten Barru yang sejahtera, mandiri, berkeadilan dan bernafaskan keagamaan”

Adapun misi kepala daerah terpilih yaitu :

1. Mewujudkan aksebilitas dan kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan dasar lainnya.

2. Menciptakan lingkungan yang kondusif serta pengembangan dan penguatan seni budaya lokal.

(52)

3. Meningkatkan pemerataan pembanguanna infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

4. Meningkatkan daya saing menuju kemandirian ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan yang berwawsan lingkungan.

5. Mewujudkan pemerataan pendapatan, pembangunan antar wilayah dan pemerataan penanggulangan kemiskinan.

6. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) serta layanan publik yang akuntabel berbasis teknologi informasi.

7. Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia yang menjunjung tinggi nila-nilai agama.

Visi dan misi ini menjadi arah perjalanan pembangunan kabupaten Barru selama tahun 2021-2026 dan menjadi arah dan dasar seluruh pelaksanaan kegiatan perencanaan, pemerintahan, pembangunan dan pembiaan kemasyarakatan SKPD kantor kecamatan Tanete Riaja.

Adapun struktur organisasi kantor kecamatan Tanete Riaja ialah sebagai berikut :

1. Camat

2. Sekretaris, terdiri dari : a. Sub bagian program b. Sub bagian keuangan dan

(53)

c. Sub bagian umum 3. Seksi tata pemerintahan

4. Seksi pemberdayaan masyarakat dan desa 5. Seksi ketentraman dan ketertiban

6. Seksi prekonomian dan pembangunan

Selanjutnya berikut ini diuraikan tugas dan fungsi struktur organisasi kantor kecamatan Tanete Riaja

a. Camat

Tugas pokok camata ialah membantu bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan dalam wilayah kecamatan. Selanjutnya tugas camat dapat diuraikan sebagia berikut :

1. Menyusun kebijakan, merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan dan mengendalikan penyelenggaraan kebijakan serta menyusun restra kecamatan sesuai dengan visi dan misi daerah

2. Merumuskan program kerja sesuai restra kecamatan.

3. Mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan lingkup kecamtan.

4. Membina sekretaris dan para kepala seksi dalam melaksanakan tugasnya.

5. Mengarahkan pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup kecamatan.

(54)

6. Menyelia pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup kecamatan.

7. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap keseluruhan kegiatan/urusan unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan masyaratak di wilayah kerja kecamatan.

8. Melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

9. Melakukan koordinasi dengan kepolisian negara Republik Indonesia dan/atau Tentara Nasional Indonesia, serta pemuka agama mengenai program dan kegiatan penyelengaraan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kecamatan.

10. Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan/atau instansi vertkal yang tugas dan fungsinya dibidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.

11. Melakukan koordinasi dengan pihak swasta dalam pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.

12. Memberikan bimbingan, supervisi, fasilitasi, dan konsultasi pelaksanaan administrasi desa dan/atau kelurahan.

13. Melakukan pembinaan, pengawasan dan mengevaluasi kinerja kepala desa dan/atau lurah serta perangkat desa dan/atau kelurahan.

14. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada bupati sebagai dasar pengambilan kebijakan serta menyampaikan saran dan pertimbangan

(55)

kepada bupati sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas.

15. Menyelengarakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan baik lisan maupun tulisan sesuai dengan bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

a. Sekretaris Camat

Memimpin dan melaksanakan penyiapan bahan dalam rangka penyelenggaraan dan koordinasi kecamatan pelaksanaan sub bagian perencanaan dan kepegawaian umum dan keuangan serta memberikan pelayanan administrasi dan fungsional kepada semua unsur dalam lingkungan kecamatan berdasarkan pedoman yang ada untuk kelancaran tugas. Selanjutnya tugas sekretaris camat dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Merencanakan operasional kegiatan tahunan sebagai pedoman

pelaksanaan tugas.

2. Membagi tugas kepada bawahan agar tercipta distribusi tugas yang merata.

3. Memberi petunjuk kepada bawahan terkait perumusan kebijakan, operasionalisasi dan pelaporannya.

4. Menyelia pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup secretariat.

5. Mengatur pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup secretariat.

(56)

6. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam lingkup secretariat.

7. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secretariat dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan.

8. Merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan serta menetapkan kebijakan di seksi program, keuangan, dan umum dan sumber daya manusia.

9. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkup kecamatan.

10. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan umum dan sumber daya manusia.

11. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan program.

12. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan.

13. Mengkoordinasikan penyiapan bahan dan penyusunan RKA, DPA, LAKIP, RENSTRA, dan RENJA dan/atau dokumen perencanaan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

14. Menginventarisir permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan kesekretariatan dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.

15. Melaksanakan tugas ke kecamatan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan atauapun tertulis sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ..................................................................
Table 3.1 Informan Penelitian
Gambar 4.1 Bagan Struktur Organisasi Kantor Kecamatan Tanete Riaja Ca                     Camat
Gambar  : 4.3 Prosedur Pelayanan di Kantor Kecamatan Tanete  Riaja
+2

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “ Peranan Muhammadiyah dalam Pembinaan Umat Islam di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru pada Masa Orde Baru ”, y ang disusun oleh Saudari

Hasil identifikasi karakteristik iklim dan lahan di kebun percobaan Politani Pangkep Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru Sulawesi Selatan tidak sesuai

Hoddi dkk (2011), pada judul penelitian mengenai “Analisa Keuntungn Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru". Analisa data yang digunakan

Jual beli singkong dengan praktik mappalla‟ (borongan) di Desa Lalabata Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru dalam melakukan ijab dan qabul yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi jagung pulut dalam satu kali musim tanam di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru sebesar 4.480/

Penelitian ini akan dilakukan selama dua bulan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Di Desa Lipukasi Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Alasan peneliti

Pada penelitian mengenai Hambatan Adopsi Teknologi Inseminasi Buatan oleh Peternak Sapi Bali di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru diperoleh 2 (dua) faktor yang

Pada penelitian mengenai Hambatan Adopsi Teknologi Inseminasi Buatan oleh Peternak Sapi Bali di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru diperoleh 2 (dua) faktor