BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Fokus Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir diatas maka fokus penelitian tentang etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru yaitu Persamaan Hak (equality), Keadilan (equity), Kesetiaan (loyality), dan Pertanggung Jawaban (responsibility).
Etika Pelayanan Publik
Persamaan hak (Equality)
Keadilan (Equity)
Kesetiaan (Loyality)
Pertanggung jawaban (Responsibility)
Etika Pelayanan Publik Pada Kantor Kecamatan Tanete
Riaja Kabupaten Barru
F. Deskripsi Fokus
Deskripsi fokus penelitian ialah uraian atau penjelasan dari masing- masing fokus yang diamati untuk memberikan kemudahan serta kejelasan tentang pengamatan. Lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut ini :
1. Persamaan hak (equality) perlakuan yang sama atas pelayanan yang diberikan. Dalam hal ini mencakup kewajiban (keharusan) dimana setiap pegawai pada bagian pelayanan administrasi seperti masyarakat yang ingin mengurus surat keterangan tidak mampu, Surat Tanda Bukti Diri (SPTB), Tabungan Pensiun (TASPEN) dan dimana di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dapat memberikan perlakuan yang sama meliputi pelayanan yang berkualitas kepada semua masyarakat tanpa memandang afiliasi politik, etnis, status sosial, agama dan lainya.
Indikatornya ialah adanya persamaan derajat yang dapat dilihat dari suku, bangsa, agama, ras, gender, golongan, persamaan hak yang dilihat dari sisi pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan layak, adanya persamaan kewajiban seperti hamba allah, individu ataupun anggota masyarakat.
2. Keadilan (equity) ialah perlakuan yang sama kepada masyarakat, selain itu perlakuan yang adil. Pada indikator ini dimana para pegawai di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah dan baik, serta semua masyarakat diperlakukan dengan sama dan adil, memberikan penjelasan sebelum serta saat proses pelayanan secara terbuka kepada masyarakat.
3. Kesetiaan (loyality) ialah kesetiaan yang diberikan kepada konstitusi, hukum, pimpinan, bawahan dan rekan kerja. Pada indikator ini dimana para pegawai pada bagian pelayanan administrasi di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru diharapkan bisa saling membantu sesama rekan kerja dan mau bekerja sama satu sama lain, tetap bertahan pada organisasi.
4. Pertanggung jawaban (responsibility) ialah setiap aparatur pemerintah pada bagian pelayanan administrasi di kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru harus siap menerima tanggung jawab apapun yang dia kerjakan. indikatornya ialah datang tepat waktu di kantor, bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan, memberikan informasi kepada masyarakat tentang SOP pelayanan.
26 BAB III
METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Lokasi Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu dimulai pada tanggal 06 Agustus sampai 06 Oktober 2021.
2. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini berada di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Jl. Sultan Hasanuddin No 17 Ralla, Lompo Riaja Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
B. Jenis Dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan alasan penelitian kualitatif ialah suatu pendekatan yang disebut dengan pendekatan investigasi, dimana peneliti mengumpulkan data dengan berinteraksi dengan orang-orang ditempat penelitian dan dengan cara bertatap muka dengan secara langsung sehingga dengan demikian peneliti dapat menggambarkan kenyataan dari fenomena yang terjadi di tempat penelitian dan penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini ialah tipe penelitian deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan tipe penelitian ini karena tipe deskriptif kualitatif ialah tipe penelitian yang bertujuan mendeskripsikan dan menggambarkan suatu peristiwa atau kejadian maupun fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara akurat dan sistematis mengenai suatu fenomena atau kejadian-kejadian yang terjadi dilapangan.
C. Informan Penelitian
Informan ialah suatu objek penting yang terdapat pada sebuah penelitian yang dimanfaatkan dalam memperoleh informasi tentang situasi atau kondisi penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu : Camat Tanete Riaja, Staf dan Masyarakat Kecamatan Tanete Riaja.
Table 3.1 Informan Penelitian
No Nama Inisial Jabatan
1. Musakkir, S.Sos. M.Si MS Camat
2. Arsto Shiddiq, SH. MH AS Sekretaris Camat
3. Syahril SY Staff
4. Hj. Muliana ML Staff
5. Hasan HS Masyarakat
6. Abd. Salam Naleng AB Masyarakat
7. Rohani RO Masyarakat
8. Khatijah KH Masyarakat
9. Marni MA Masyarakat
10. Rahmatang RA Masyarakat
11. Hayati HA Masyarakat
D. Teknik pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
1. Observasi
Observasi merupakan bagian dari mengumpulkan data yang langsung dapat diperoleh dari lapangan, observasi dalam penelitian ini ialah melihat bagaimana etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Observasi dilakukan guna memperoleh gambaran nyata dari suatu peristiwa yang terjadi guna menjawab pertanyaan penelitian.
2. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui tanya-jawab dengan informan. Teknik wawancara di mana peneliti melakukan guna memperoleh data primer tentang etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
3. Dokumentasi
Dalam penelitian ini, di lakukan dengan rekaman yaitu perekaman tersebut berupa foto untuk memperoleh gambaran visual tentang etika pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Pada saat penelitian berlangsung peneliti melakukan cara di mana dengan melihat hal apa saja yang di anggap penting.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data ialah proses mencari dan menyusun secara terstruktur atau sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan bahan-bahan lainya. Adapun teknik analisis data yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini, yaitu terdapat 3 komponen menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono, (2014) :
1. Reduksi Data
Data diperoleh dari lapangan memiliki jumlah yang cukup banyak, oleh sebab itu reduksi data ialah suatu proses dalam memilih suatu data.
Samahalya peneliti yang semakin lama dilapangan melakukan penelitian maka data yang diperoleh akan semakin banyak serta menimbulkan kesulitan. Maka dari itu dilakukan proses pemulihan melalui reduksi data, mereduksi data adalah menggolongkan data, memilih hal-hal penting, membuang hal-hal yang tidak perlu serta mengorganisasikan suatu daya yang ditarik dan disimpulkan.
2. Penyajian Data
Penyajian data penelitian kualitatif adalah kumpulan informasi yang disusun dari penarikan kesimpulan pada penelitian. Penyajian dilakukan dengan uraian singkat, bentuk bagan dan, antar kategori yang mudah dicapai.
3. Kesimpulan /Verifikasi
Kesimpulan atau Verifikasi ialah langkah terakhir dalam menganalisis data kualitatif. Apabila kesimpulan pertama yang telah diterangkan masih
memiliki sifat sementara dan akan berubah ketika peneliti menemukan bukti yang kuat dalam mendukung tahap pengumpulan data berikutnya.
Tetapi jika suatu data yang dikemukakan pada kesimpulan pertama yang telah didukung dengan bukti-bukti yang akurat serta konsisten ketika penganalisis/peneliti telah kembali kelapangan untuk melakukan tinjauan ulang dalam mengumpulkan data maka kesimpulan tersebut kreadibel.
F. Teknik PengabsahanData
Salah satu cara yang digunakan oleh peneliti atau penganalisis dalam pengujian kredibilitas data ialah dengan triangulasi. Menurut Sugiyono, (2012) triangulasi adalah sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara serta berbagai waktu, dan lebih lanjut Sugiono membagi tiga macam triangulasi yaitu sebagai berikut :
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini penelitian melakukan pengumpulan serta pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil wawancara, pengamatan/observasi dan dokumen-dokumen yang ada, selanjutnya peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik ialah dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang
diperoleh dengan wawancara, kemudian dicek dengan observasi dan dokumen. Seumpama dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang lain atau yang bersangkutan, untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut pandang yang berbeda-beda.
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar-segarnya, dimana belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan observasi, wawancara atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian dari tim peneliti lain diberi tugas melakukan pengumpulan data.
32 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian
Dalam bab ini dimana akan diuraikan hasil penelitian serta menyajikan data yang didapatkan penulis setelah melakukan penelitian di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang disertai dengan penjelasan untuk mempermudah dalam melakukan proses pembahsan hasil penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika pelayanan publik di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
1. Profil Kabupaten Barru
Gambaran umum kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0- 1.700 meter dan diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan, berbukit hingga bergunung-gunung dan sebahagian lainya ialah daerah datar hingga landai.
Kabupaten Barru ialah salah satu kabupaten yang berada pada pesisir barat provinsi Sulawesi selatan. Kabupaten Barru mempunyai luas wilayah 1.174,72 km2 terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan, 15 kelurahan, 40 desa, 39 lingkungan, 124 dusun, ketujuh kecamatan tersebut adalah kecamatan tanete riaja, tanete rilau, barru, soppeng riaja, mallusetasi, pujananting, balusu.
a. Letak Geografi
Kabupaten Barru terletak di Pantai Barat Sulawesi Selatan, berjarak sekitar 100 km arah utara kota Makassar. Secara geografis terletak pada koordinat 4005’49” lintang selatan – 4047’35” lintang selatan dan 119035’00” bujur timur – 119049’16” bujur timur.
Kabupaten Barru berbatasan dengan kabupaten lain yaitu :
Sebelah Utara : berbatasan Kotamadya Parepare dan kabupaten Sidrap Sebelah Timur : berbatasan kabupaten Soppeng dan kabupaten Bone Sebelah Selatan : berbatasan kabupaten Pangkep
Sebelah Barat : berbatasan Selat Makassar b. Luas wilayah
Kabupaten barru seluas 1.174,72 km2, terbagi dalam 7 kecamatan yaitu : kecamatan tanete riaja seluas 174,29 km2, kecamatan tanete rilau seluas 79,17 km2, kecamatan barru seluas 199,32 km2, kecamatan soppeng riaja seluas 78,90 km2, kecamatan Mallusetasi seluas 216,58 km2, kecamatan Pujananting seluas 314,26 km2, dan kecamatan Balusu seluas 112,20 km2, selain daratan, terdapat juga wilayah laut territorial seluas 4 mil dari pantai sepanjang 78 km.
c. Morfologi Wilayah
Berdasarkan kemiringan lereng, wilayah kabupaten Barru terbagi empat kriteria morfologis yaitu datar dengan kemiringan, 0-20 seluas 26,64%, landai dengan kemiringan 2-150 seluas 7.043 ha atau 5,49%, miring dengan kemiringan 15-400 seluas 33,346 ha atau 28,31%, dan terjal dengan kemiringan >400 seluas 50.587 ha atau 43,06% yang tersebar pada semua kecamatan.
d. Ketinggian Wilayah
Berdaskan ketinggian dari permukaan laut, kabupaten Barru dibagi dalam enam kategori ketinggian yaitu : 0-25 meter dari permukaan laut (mdpl) seluas 26.319 ha (22,40%), tersebar diseluruh kecamatan kecuali kec. Pujananting: 25-100 mdpl seluas 12.543 ha (10,68%), tersebar diseluruh kecamatan: 100-500 mdpl seluas 52.782 ha (44,93%), tersebar diseluruh kecamatan: 500-1000 mdpl seluas 23.812 ha (20,27%), tersebar diseluruh kecamatan kecuali kec. Tanete Rilau: 1000-1500 mdpl seluas 1.941 ha (1,65%), tersebar di kecamatan Tanete Rilau, Barru, Soppeng Riaja dan Pujananting: dan kategori > 1500 mdpl seluas 75 ha (0,06%), hanya terdapat di kecamatan Pujananting.
e. Kondisi Demografis
Jumlah penduduk kabupaten Barru pada tahun 2018 ialah 180.509 jiwa, terdiri dari 88.213 laki-laki dan 92.296 perempuan. Rasio jenis kelamin kabupaten Barru 95,58 persen, ini menunjukkan bahwa penduduk
laki-laki lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk perempuan. Jika dikaitkan dengan kelompok umur nampak proporsi penduduk perempuan yang lebih besar berada pada kelompok-kelompok umur tua. Sehingga untuk perencanaan pembangunan kependudukan di bidang kesehatan, kelompok manula perempuan ini menjadi penting mengingat pada umumnya manula perempuan lebih tidak sejahterah dibandingkan dengan manula laki-laki. Penduduk terbesar terdapat di kecamatan Barru yaitu 42.567 jiwa dan terkecil di kecamatan Pujananting 12.901 jiwa.
2. Profil Kecamatan Tanete Riaja a. Sejarah Kecamatan Tanete Riaja
Kecamatan Tanete Riaja ialah salah satu kecamatan dari 7 kecamatan yang ada di kabupaten Barru berada pada ± 30 km sebelah selatan ibu kota kabupaten Barru,yang terdiri dari 1 kelurahan dan 6 desa serta 108 RT.
Pada tahun 1964 terbentuklah kecamatan Tanete Riaja dan adapun pergantian kepemimpinan camat Tanete Riaja sejak tahun 1964 sampai sekarang dipimpin oleh beberapa camat yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.1
Nama camat yang pernah memimpin di Kecamatan Tanete Riaja
No Nama Camat Periode Kepemimpinan
Mulai Berakhir
1. H.M. Djauharuddin 1964 1971
2. M. Yusuf Iccu, BA 1971 1972
3. Drs. H. Hasan Abdullah 1972 1980
4 Drs. Abd. Samad, DM. BA 1980 1981
5 Drs. H. Andi Muhammad Rum 1981 1986
b. S
Sumber : Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru b. Letak Geografis Kecamatan Tanete Riaja
Batas wilayah kecamatan Tanete Riaja kabupaten Barru sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Barru dan Kabupaten Soppeng
Sebelah Timur : Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone
Sebelah Selatan : Kecamatan Pujananting
Sebelah Barat : Kecamatan Tanete Rilau c. Jarak Tempuh Kecamatan Tanete Riaja
Jarak tempuh kecamatan Tanete Riaja jarak antara kecamatan dengan pusat pemerintahan yaitu :
1. Jarak ke ibukota kabupaten yaitu kurang lebih 28 km dengan waktu tempuh kurang lebih 46 menit (mobil) sedangkan waktu tempuh kurang lebih 40 menit (motor).
2. Jarak ke ibukota provinsi kurang lebih 154 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 52 menit (mobil) sedangkan waktu tempuh kurang lebih 2-3 jam (motor).
6 Andi Bau Piether, BA 1986 1989
7 Drs. Mappa Husain 1989 1995
8 Drs. A.Syamsu Alam 1995 1999
9 Drs. H. Iskandar B. Amsar 1999 2003
10 Abu Bakar, S.Sos. M.Si 2003 2005
11 Syamsir, S.IP. M.Si 2005 2008
12 Andi Adnan Azis, S.STP. M.Si 2008 2013
13 H. Mustakim Pannugu, BSW 2013 2018
14 Musakkir, S.Sos. M.Si 2018 Sekarang
3. Waktu tempuh ke pusat fasilitas terdekat pemerintahan atau kesehatan yaitu 0 menit hal ini karena fasilitas tersebut ada dalam wilayah administratif kecamatan Tanete Riaja.
d. Cuaca dan Iklim Kecamatan Tanete Riaja
Iklim dan cuaca kecamatan Tanete Riaja dengan tipe iklim zone agroklimatologi yang berdasarkan pada bulan basah berturut-turut pada 5 sampai 6 bulan (Oktober-Maret) sedangkan bulan kering berturut-turut kurang dari 2 bulan (April-September). Keadaan tanah di kecamatan Tanete Riaja berupa tanah litosol dan mediteran. Tanah Litosol ialah tanah mineral daribahan induk batuan beku atau batuan sedimen keras, tesktur beraneka dan umumnya berpasir, serta solum dangkal. Sedangkan tanah Mediteran berasal dari bahan induk tufa vulkanis bersifat basa serta kapur keras (limestone).
e. Luas Wilayah Kecamatan Tanete Riaja
Kecamatan Tanete Riaja seluas 174,29 km2, terbagi dalam 1 kelurahan yaitu : kelurahan Lompo Riaja seluas 20,89 km2 dan memiliki 6 desa yaitu : desa Harapan seluas 53,10 km2, desa Kading seluas 22,69 km2, desa Lempang seluas 17,63 km2, desa Libureng seluas 20,24 km2, desa Lompo Tengan seluas 13,32 km2 dan desa Mattirowalie seluas 26,42 km2. f. Visi Misi Kecamatan Tanete Riaja
Visi dan misi bupati terpilih secara eksplisit ialah kontrak politik antara kepala daerah dengan masyarakat sehingga visi, misi dan program
kepala daerah harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan kepala daerah yang terjabar dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah.
Rencana pembangunan jangka menegah (RPJM) daerah sebagai dokumen perencanaan konfrehensif lima tahunan juga merupakan acuan bagi masing-masing unit kerja atau disebut satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menyusun rencana strategis satuan kerja perangkat daerah dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan visi, misi dan program kepala daerah.
Dengan pertimbangan kondisi daerah, permasalahan pembangunan, tantangan yang dihadapi serta isu-isu strategis, dan mengacu pada visi yang telah disampaikan oleh bupati/wakil bupati hasil pemilihan kepala daerah tahun 2015 maka visi kabupaten Barru tahun 2016-2021, ialah :
“Kabupaten Barru yang sejahtera, mandiri, berkeadilan dan bernafaskan keagamaan”
Adapun misi kepala daerah terpilih yaitu :
1. Mewujudkan aksebilitas dan kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan dasar lainnya.
2. Menciptakan lingkungan yang kondusif serta pengembangan dan penguatan seni budaya lokal.
3. Meningkatkan pemerataan pembanguanna infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
4. Meningkatkan daya saing menuju kemandirian ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan yang berwawsan lingkungan.
5. Mewujudkan pemerataan pendapatan, pembangunan antar wilayah dan pemerataan penanggulangan kemiskinan.
6. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) serta layanan publik yang akuntabel berbasis teknologi informasi.
7. Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia yang menjunjung tinggi nila-nilai agama.
Visi dan misi ini menjadi arah perjalanan pembangunan kabupaten Barru selama tahun 2021-2026 dan menjadi arah dan dasar seluruh pelaksanaan kegiatan perencanaan, pemerintahan, pembangunan dan pembiaan kemasyarakatan SKPD kantor kecamatan Tanete Riaja.
Adapun struktur organisasi kantor kecamatan Tanete Riaja ialah sebagai berikut :
1. Camat
2. Sekretaris, terdiri dari : a. Sub bagian program b. Sub bagian keuangan dan
c. Sub bagian umum 3. Seksi tata pemerintahan
4. Seksi pemberdayaan masyarakat dan desa 5. Seksi ketentraman dan ketertiban
6. Seksi prekonomian dan pembangunan
Selanjutnya berikut ini diuraikan tugas dan fungsi struktur organisasi kantor kecamatan Tanete Riaja
a. Camat
Tugas pokok camata ialah membantu bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan dalam wilayah kecamatan. Selanjutnya tugas camat dapat diuraikan sebagia berikut :
1. Menyusun kebijakan, merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan dan mengendalikan penyelenggaraan kebijakan serta menyusun restra kecamatan sesuai dengan visi dan misi daerah
2. Merumuskan program kerja sesuai restra kecamatan.
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan lingkup kecamtan.
4. Membina sekretaris dan para kepala seksi dalam melaksanakan tugasnya.
5. Mengarahkan pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup kecamatan.
6. Menyelia pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup kecamatan.
7. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap keseluruhan kegiatan/urusan unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan masyaratak di wilayah kerja kecamatan.
8. Melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
9. Melakukan koordinasi dengan kepolisian negara Republik Indonesia dan/atau Tentara Nasional Indonesia, serta pemuka agama mengenai program dan kegiatan penyelengaraan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kecamatan.
10. Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan/atau instansi vertkal yang tugas dan fungsinya dibidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.
11. Melakukan koordinasi dengan pihak swasta dalam pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.
12. Memberikan bimbingan, supervisi, fasilitasi, dan konsultasi pelaksanaan administrasi desa dan/atau kelurahan.
13. Melakukan pembinaan, pengawasan dan mengevaluasi kinerja kepala desa dan/atau lurah serta perangkat desa dan/atau kelurahan.
14. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada bupati sebagai dasar pengambilan kebijakan serta menyampaikan saran dan pertimbangan
kepada bupati sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas.
15. Menyelengarakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan baik lisan maupun tulisan sesuai dengan bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
a. Sekretaris Camat
Memimpin dan melaksanakan penyiapan bahan dalam rangka penyelenggaraan dan koordinasi kecamatan pelaksanaan sub bagian perencanaan dan kepegawaian umum dan keuangan serta memberikan pelayanan administrasi dan fungsional kepada semua unsur dalam lingkungan kecamatan berdasarkan pedoman yang ada untuk kelancaran tugas. Selanjutnya tugas sekretaris camat dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Merencanakan operasional kegiatan tahunan sebagai pedoman
pelaksanaan tugas.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar tercipta distribusi tugas yang merata.
3. Memberi petunjuk kepada bawahan terkait perumusan kebijakan, operasionalisasi dan pelaporannya.
4. Menyelia pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup secretariat.
5. Mengatur pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup secretariat.
6. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam lingkup secretariat.
7. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secretariat dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan.
8. Merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan serta menetapkan kebijakan di seksi program, keuangan, dan umum dan sumber daya manusia.
9. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkup kecamatan.
10. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan umum dan sumber daya manusia.
11. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan program.
12. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan.
13. Mengkoordinasikan penyiapan bahan dan penyusunan RKA, DPA, LAKIP, RENSTRA, dan RENJA dan/atau dokumen perencanaan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
14. Menginventarisir permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan kesekretariatan dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
15. Melaksanakan tugas ke kecamatan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan atauapun tertulis sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
1) Sub Bagian Program
Uraian tugas sub bagian program meliputi :
a) Merencanakan kegiatan dan jadwal operasional tahunan serta penganggaran kecamatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
b) Membagi tugas kepada bawahan agar tercipta distribusi tugas yang merata.
c) Menginventarisir permasalahan-permasalahan pelaksanaan program kegiatan berdasarkan pelaksanaan kegiatan untuk bahan evaluasi program/kegiatan.
d) Menyelia pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup sub bagian.
e) Mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas pokok organisasi agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas dalam lingkup sub bagian.
f) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas sub bagian program dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan.
g) Menghimpun dan mempersiapkan bahan penyusunan laporan di sub bagian program.
h) Mengkordinasikan pelaksanaan perencanaan program dan kegiatan, serta pelaporan kecamatan.
i) Menginventarisir permasalahan-permasalahan pelaksanaan program kegiatan.