Dalam penelitian ini penulis membahas tentang etika profesi pustakawan dalam praktik pelayanan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta0T. Penelitian ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan pada mata kuliah Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Guru-guru Program Studi (S1) Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga yang banyak memberikan ilmu kepada penulis selama proses pembelajaran selama perkuliahan.
Rekan-rekan UKM Olahraga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memberikan motivasi dalam mengerjakan proposal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan etika profesi pustakawan dalam pelayanan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Fokus penelitian ini adalah implementasi kode etik pustakawan dalam praktik pelayanan di layanan sirkulasi, referensi dan ruang baca Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
PROFESSIONAL ETHICS OF THE LIBRARIAN IN THE PRACTICE OF SERVICE IN THE ISLAMIC "SUNAN KALIJAGA" STATE LIBRARY. This study aims to find and describe the professional ethics of the librarian in the practice of service in the library of the State Islamic University "Sunan Kalijaga" in Yogyakarta.
Latar Belakang
Kode etik merupakan seperangkat aturan baku perilaku, berupa norma-norma yang ditetapkan oleh suatu organisasi profesi dan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para anggota profesi dalam menjalankan peran profesionalnya di masyarakat. Tujuan kode etik adalah menjaga harkat dan moral profesi, membina hubungan antar anggota profesi, meningkatkan dedikasi anggota profesi, meningkatkan mutu profesi dan melindungi masyarakat penggunanya (Rachman, 2006). : 84). Selain hal di atas, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak menggunakan kode etik sebagai landasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pustakawan, sehingga peneliti memilih kode etik IPI sebagai pedoman dalam menggambarkan pelayanan yang diberikan di UIN Sunan . Perpustakaan Kalijaga.
Anggota biasa adalah warga negara Indonesia dan warga negara asing yang berpendidikan dan berpengalaman di bidang perpustakaan dan informasi, mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi, serta badan/lembaga yang bergerak di bidang perpustakaan dan informasi di dalam dan luar negeri. Anggota Luar Biasa adalah Warga Negara Indonesia yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan perpustakaan dan informasi dan/atau tidak bekerja di bidang perpustakaan dan disetujui oleh pengurus IPI. Sejalan dengan fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi, maka Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berfungsi sebagai sumber belajar dan sumber intelektual yang sangat penting bagi civitas akademika khususnya untuk menunjang tercapainya Program Tri Dharma Perguruan Tinggi. UIN Sunan Kalijaga mempunyai kotak saran sebagai wadah penyaluran kritik dan saran pemustaka dalam bentuk tertulis, dengan tujuan agar perpustakaan lebih berkembang, baik dari segi pelayanan maupun fasilitas perpustakaan. Pihaknya juga telah melakukan tindak lanjut berdasarkan hasil kritik dan saran dari pengguna, dalam setahun Saran dibuka satu atau dua kali, kemudian dilakukan musyawarah mengenai tindak lanjut kritik dan saran pada pertemuan bulanan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.
Kritik dan saran deskriptif pada tahun 2016 menunjukkan bahwa pelayanan di perpustakaan UIN Sunan Kaliaga Yogyakarta banyak mendapat kritik, pada bulan Januari sampai Maret 2016, bagian pelayanan dikritik dengan “agen brankas tidak ramah, tidak merespon pertanyaan pengguna, sibuk dengan telepon genggam, muka “acuh tak acuh, petugas bagian skripsi bersikap kasar kepada pengguna di luar UIN, jawaban petugas terhadap pertanyaan pengguna mengecewakan, petugas informasi pemarah dan kasar”, dan kritikan ini berlangsung dari bulan April hingga Desember 2016. Dari semua Dari uraian diatas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kritik dan saran terhadap pelayanan yang diberikan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga bersumber dari banyaknya kritik dan saran yang diterima pada kotak saran, dan bukan dari jumlah pengunjung UIN Sunan Kalijaga. Perpustakaan.
Rumusan Masalah
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian 1. Bagi perpustakaan
Sistematika pembahasan
Pada bab ini penulis menyajikan laporan penelitian mengenai etika profesi pustakawan dalam praktik pelayanan di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Pada bab ini peneliti akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari penelitian yang diajukan dan merupakan inti dari penelitian ini. riset. . Bab ini juga memuat saran-saran untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kesimpulan
Saran
Diperlukan kajian lebih lanjut bagi para anggota profesi untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kode etik. Kode Etik dijadikan acuan pertama dalam perumusan kebijakan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta agar Kode Etik dan peraturan instansi dapat mendukung dan bersinergi. Mengenai aturan dalam kode etik, saya hanya mengetahui sekilas bahwa terkadang teori dan praktik tidak sama.
Jadi dengan terus tidak melakukan pekerjaan ini berdasarkan poin-poin kode etik itu, maka itu tidak benar. Peneliti : Nah, yang dimaksud dengan kode etik pak, kode etik itu adalah suatu standar aturan pak yang harus dipatuhi oleh pustakawan. Informan : Secara umum saya kurang tahu persisnya, tapi mungkin teman-teman juga berusaha menjalankan tugasnya sesuai dengan kode etik yang ada.
Jika saya sendiri berusaha bekerja sesuai prosedur disini, saya juga berusaha menjaga kode etik pustakawan dan berusaha menerapkan kode etik pustakawan dengan sebaik-baiknya. Informasi: Ya, kendalanya adalah Anda secara pribadi mungkin belum begitu memahaminya dan tidak bisa menerapkan kode etik dengan baik. Peluangnya mungkin tidak banyak, misalnya ada kode etik, misalnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, peran saya di masyarakat mungkin kurang maksimal karena pekerjaan saya di perpustakaan, waktu saya di sana terbatas.
Peneliti : Penelitian saya tentang etika profesi bu, lebih lanjut tentang penerapan kode etik pustakawan, pemahaman ibu tentang kode etik bu. Informan: Kalau menurut saya campur aduk, ada pelayanan rekrutmennya, ada juga kode etiknya. Kalau SOP saya kurang tahu bu. Mengenai aturan dalam kode etik, saya hanya mengetahui sekilas bahwa terkadang teori dan praktik tidak sama.
Secara umum saya kurang tahu pastinya, tapi mungkin teman-teman juga berusaha menjalankan tugasnya sesuai dengan kode etik yang ada. Ya, kendalanya adalah kita secara pribadi mungkin belum begitu memahaminya dan tidak bisa menerapkan kode etik dengan baik. Mungkin peluangnya tidak banyak, misalnya ada kode etik, misalnya untuk mengembangkan ilmu bagi masyarakat, peran.
Kalau ini kode etik saya boleh saja dibaca, tapi saya lupa ya Kak hehehe iya saya baca bukunya. Informan: Saya kira campur aduk, ada meja kerja dan ada kode etiknya juga, kalau SOP-nya saya kurang tahu bu. Kayaknya kacau, ada meja kerjanya dan ada kode etiknya juga, kalau soal SOP entahlah Bu.